Anda di halaman 1dari 137

PPT KARBOHIDRAT

KELOMPOK 2 - CIRENG
Ade Sari Triana (1506673284)
Chantika Putri Febianty Coan (1506673321)
Nabilla Larasati Karlinda (1506673435)
Nur Hasanah (1506673504)
Sarah Vania Ghaisani (1506673233)
OUTLINE

STRUKTUR FUNGSI BIOSINTESIS

DETEKSI APLIKASI
STRUKTUR
KARBOHIDRAT
Sifat Fisika dan

Struktu
Kimia Tata Nama
Klasifikasi
r
SIFAT FISIKA
Berupa serbuk putih
Kebanyakan karbohidrat memiliki rumus empiris (CH2O)n;
beberapa juga mengandung nitrogen, fosfor, atau sulfur.
Umumnya sukar larut dalam pelarut non-polar
Kebanyakan jenis monosakarida memiliki rasa manis
Karbohidrat berbentuk padat pada suhu ruangan
SIFAT KIMIA
1. Mengalami Reaksi Oksidasi dan Reduksi
2. Pembentukan furfural
3. Pembentukn Osazone
4. Pembentukan Ester
5. Isomerisasi
6. Pembentukan Glikosida
PEMBENTUKAN FURFURAL

Merupakan reaksi dehidrasi atau


pelepasan molekul air
Reaksi ini terjadi apabila
monosakarida dipanaskan dengan
asam kuat yang pekat
Monosakarida akan menghasilkan
fulfural atau derivatnya
PEMBENTUKAN OSAZONE
Semua karbohidrat yang
mempunyai gugus aldehida
atau keton bebas akan
membentuk osazon bila
dipanaskan bersama
fenilhidrazin berlebih
Osazon yang terbentuk
mempunyai bentuk kristal dan
titik lebur yang khas bagi
masing-masing karbohidrat
PEMBENTUKAN ESTER
Gugus hidroksil akan
membentuk ester apabila
direaksikan dengan asam
Monosakarida mempunyai
beberapa gugus OH dan
dengan asam fosfat dapat
menghendakinya
menghasilkan ester asam
fosfat
ISOMERISASI

Hal ini terjadi ketika monosakarida dilarutkan dalam


basa encer
Glukosa dalam larutan basa encer akan berubah
menjadi fruktosa dan manosa. Ketiga monosakarida ini
ada dalam keseimbangan
OKSIDASI

Oksidasi oleh Bromine


Oksidasi oleh Reagen Tollens
Oksidasi oleh Asam Nitrit
1 . OKSIDASI OLEH BROMINE
(HOBR)
Larutan bromine hanya
mengoksidasi aldehid,
tetapi tidak keton atau
alkohol
2 . OKSIDASI OLEH REAGEN
TOLLENS
Reagen Tollens bereaksi
dengan aldehid, namun
basa pada reagen membuat
juga bereaksi.
Gula pereduksi menghasilkan
warna silver kaca pada tabung
reaksi. Semua monosakarida
adalah gula pereduksi
Oksidasi bisa juga dengan
reagen benedict dan fehling.
3 . OKSIDASI OLEH ASAM
NITRIT ( HNO 3 )

Asam nitrit mengoksidasi


baik aldehid maupun
alkohol terminal.
REDUKSI
Gugus karbonil dari
monosakarida dapat
direduksi menjadi gugus
hidroksil dengan bantuan
NaBH4 dan H2 menghasilkan
alditol.
TATA NAMA
KARBOHIDRAT
KARBOHIDRAT

ASIKLIK SIKLIK

FISHER
CINCIN CONFORMATIONAL
PROJECTION:
HAWORTH FORMULA
UMUM DAN TRIVIA
PENAMAAN UMUM
KARBOHIDRAT ASIKLIK
LETA K GUGUS HIDROKSIL PADA STEREOCENTER TERAKHIR

Letak gugus hidroksil pada


stereocenter terakhir di Fischer
Projection merujuk pada
penamaan dengan sistem D dan L.
Stereocenter adalah atom pada
molekul yang bila menukarkan 2
gugusnya akan membentuk
stereoisomer berbeda.
a) L (Levo) gugus - OH pada
stereocenter terakhir terletak di kiri
Fischer Projection.
a. b.
b) D (Dekstro) gugus - OH pada
stereocenter terakhir terletak di
kanan Fischer Projection.
MENENTUKAN JUMLAH RANTAI KARBON
MENENTUKAN JENIS GUGUS FUNGSIONAL

a) merupakan aldosa
karena merupakan
karbohidrat yang
memiliki gugus
aldehid.
b) merupakan ketosa
karena merupakan
karbohidrat yang
memiliki gugus keton.

a. b.
CONTOH PENAMAAN UMUM MONOSAKARIDA
ASIKLIK
PENAMAAN TRIVIA
KARBOHIDRAT ASIKLIK
LE TA K GUGUS HIDROKSIL PADA STEREOCENTER TERAKHIR

Letak gugus hidroksil pada


stereocenter terakhir di Fischer
Projection merujuk pada penamaan
dengan sistem D dan L. Stereocenter
adalah atom pada molekul yang
bila menukarkan 2 gugusnya akan
membentuk stereoisomer berbeda.
a) L (Levo) gugus - OH pada
stereocenter terakhir terletak
di kiri Fischer Projection.
b) D (Dekstro) gugus - OH
a. b.
pada stereocenter terakhir
terletak di kanan Fischer
Projection.
MENENTUKAN JUMLAH RANTAI KARBON
CONTOH PENAMAAN TRIVIA MONOSAKARIDA
ASIKLIK

L - Ribosa D - Fruktosa
MONOSAKARIDA SIKLIK
Monosakarida siklik biasanya Ketika rantai asiklik diubah menjadi
memiliki cincin karbon sebanyak siklik, terbentuk kiral pusat pada karbon
anomerik. Sehingga terbentuklah anomer
5 atau 6. 5 cincin karbon dan.
memiliki suffix pyranosa dan 6 berarti anomerik gugus OH dan
cincin karbon memiliki suffix CH2OH memiliki posisi trans
pyranosa. berarti anomerik gugus OH dan
CH2OH memiliki posisi cis.
Anomer tersebut diletakkan pada awal
penamaan karbohidrat siklik.
MONOSAKARIDA SIKLIK

a) Penamaan: galactopyranose b) Penamaan: -glucopyranose


Karena ada 6 karbon maka Karena ada 6 karbon maka
memiliki suffix pyranose dan memiliki suffix pyranose dan
karena molekulnya adalah karena molekulnya adalah
galaktosa maka memiliki prefix glukosa maka memiliki prefix
galacto. gluco.
DISAKARIDA SIKLIK
Disakarida ini adalah 1,4--
glucopyranosyl-glucopyranose. 1-4
berasal dari karbon yang terikat
dengan ikatan glikosisik. karena
karbon ke 1 dan
karbon ke 4 memiliki posisi trans
terhadap CH2OH. Glucopyranosyl
karena molekul pertama adalah
glukosa.
Glucopyranose karena molekul
kedua juga merupakan glukosa.
DISAKARIDA SIKLIK
Disakarida ini adalah 1,4- -
galactopyranosyl-glucopyranose.
1-4 berasal dari karbon yang
terikat dengan ikatan glikosisik.
karena karbon ke 1 dan
karbon ke 4 memiliki posisi cis
terhadap CH2OH.
Galactopyranosyl karena molekul
pertama adalah galaktosa.
Glucopyranose karena
molekul kedua juga
merupakan glukosa.
POLISAKARIDA SIKLIK

Penamaan: 1,4- -glucopyranose polymer.


Semua komponen adalah gula maka memiliki prefix gluco.
Memiliki 6 karbon disebut pyranose. karena karbon ke 1
dan karbon ke 4 memiliki posisi cis terhadap CH2OH. Kata
polymer ditambahkan karena merupakan rantai glukosa.
KLASIFIKASI
KARBOHIDRAT

Karbohidrat

Jumlah Jenis Gugus


Monomer Fungsi
JUMLAH MONOMER

Monosakarida
Disakarida
Polisakarida
MONOSAKARIDA
Monosakarida adalah unit Monosakarida bisa terdiri dari
paling sederhana dari gugus aldehid atau keton
karbohidrat dan tidak dapat dengan satu atau lebih gugus
direduksi hidroksil. Monosakarida 6
karbon contohnya adalah
glukosa (aldohexose) dan
fruktosa (ketohexose)
Gugus hidroksil terikat pada
pusat kiral.
SIFAT- SIFAT DARI
MONOSAKARIDA
1. Umumnya monosakarida berasa manis.
2. Susunan atom pada monosakarida tidak bercabang
3. Satu atom dari atom karbon membentuk ikatan ganda
dengan atom oksigen membentuk gugus karbonil.
4. Kristal monosakarida tidak berwarna dan larut dalam air
tetapi tidak larut dalam pelarut non polar.
Kebanyakan karbohidrat
berada dalam struktur siklik
dalam larutan. Penyebab
terbentuknya struktur siklik
STRUKTUR SIKLIK adalah karbohidrat
MONOSAKARIDA
mempunyai gugus
aldehid/keton dan gugus
alkohol.
Aldehid + Alkohol -> Hemiasetal
DISAKARIDA
Disakarida mengandung 2 3 contoh disakarida utama:
monosakarida yang
Sukrosa: glukosa + fruktosa
dihubungkan dengan ikatan
Laktosa: glukosa + galaktosa yang
glikosidik (-O-)
berikatan pada ikatan (14)
glikosidik
Disakarida dapat
dikategorikan menjadi Maltosa: glukosa + glukosa yang
homodisakarida dan berikatan pada (14) glikosidik
heterodisakarida.
Disakarida yang tidak
mempunyai sifat reduksi.
Contoh : Sakarosa dan
DISAKARIDA trehalosa.

Disakarida yang
mempunyai sifat reduksi.
Contoh : Maltosa dan
Laktosa
Polimer yang tersusun lebih dari 10
rantai karbon yang dihubungkan
dengan ikatan glikosidik.

Rumus umum polisakarida


POLISAKARIDA adalah C6(H10O5)n.

Homopolisakarida adalah
polisakarida yang terdiri dari satu
jenis monosakarida.

Heteropolisakarida adalah
polisakarida yang terbentuk dari
polisakarida yang berbeda jenisnya.
JENIS GUGUS FUNGSI
1. Aldosa
2. Ketosa
3. Aldonat
4.Asam Uronat
5. Alditol
Aldosa, yaitu karbohidrat yang
memiliki gugus aldehida. Contoh:
glukosa adalah suatu aldosa

Ketosa, yaitu karbohidrat yang


memiliki gugus keton. Contoh:
fruktosa adalah suatu ketosa

Alditol, Gugus karbonil dari


monosakarida dapat direduksi
menjadi alkohol oleh beberapa
pereaksi menghasilkan alditol
Aldonat, Produk oksidasi dari
gugus aldehida suatu aldosa
adalah suatu asam polihidroksi
karboksilat, yang disebut asam
aldonat (aldonic acid).

Asam Uronat, yaitu produk hasil


oksidasi gugus CH2OH ujung
dengan enzim tanpa
teroksidasinya gugus aldehida.
FUNGSI
KARBOHIDRAT
FUNGSI
KARBOHIDRAT
SEBAGAI PROTEKSI PENGHEMAT PROTEIN DAN
ASAM LEMAK

STRUKTURAL PENYIMPANAN
LAINNYA

SEBAGAI MATERI
SEBAGAI SUMBER ENERGI
PEMBANGUN: Pengelompokkan Golongan Darah
Penyusun Asam Nukleat Sebagai Prekursor Zat
Penyusun Membran Sel Sebagai Serat Makanan (Membantu
Penyusun Dinding Sel Pencernaan)
Pemberi Rasa
FUNGSI
PENYIMPANAN
SEBAGAI SUMBER ENERGI
SEBAGAI SUMBER ENERGI
Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi manusia
(menyediakan 50-65% dari total energi yang dibutuhkan)
Satu gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kalori
Dalam tubuh manusia;
Sebagian karbohidrat berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa
untuk keperluan energi
Sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot
Sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai
cadangan energi di dalam jaringan lemak
SEBAGAI SUMBER ENERGI
Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi manusia (menyediakan 50-65% dari
total energi yang dibutuhkan)
Satu gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kalori

Dalam tubuh manusia;


Sebagian karbohidrat berada dalam
sirkulasi darah sebagai glukosa untuk
keperluan energi
Sebagian disimpan sebagai glikogen
dalam hati dan jaringan otot
Sebagian diubah menjadi lemak untuk
kemudian disimpan sebagai cadangan
energi di dalam jaringan lemak
PATI PADA TUMBUHAN
Sifatnya yang tidak larut dalam air, membuat pati sebagai bentuk simpanan
karbohidrat dan sumber energi pada tumbuhan
Tersusun atas:
AMILOSA AMILOPEKTIN
(1) Rantai lurus sekitar 200 (1) Rantai bercabang (24-30
unit per molekul glukosa atom C) sekitar 1000 molekul
glukosa
(2) Merupakan 20% bagian (2) Merupakan 80% bagian
pati pati
(3) Beras tersusun atas 50-300 (3) Setiap 25-50 unit glukosa
unit glukosa melalui ikatan dihubungkan dengan ikatan
1,4 1,4 yang dihubung silang
melalui ikatan 1,6 sehingga
bercabang dengan berat
molekul tinggi
HIDROLISIS PATI
Menggunakan amylase
(endoglikosidase)
Hidrolisis parsial menghasilkan maltose
Hidrolisis sempurna menghasilkan
glukosa
GLIKOGEN PADA HEWAN
Glikogen tersimpan di dalam hati untuk mengatur kadar gula darah dan pada
otot yang menjadi sumber energi
Glikogen membentuk energi cadangan (tersedia lebih cepat daripada trigliserida)
yang dimobilisasi untuk memenuhi kebutuhan glukosa mendadak.
Sktruktur mirip dengan amilopektin tetapi lebih bercabang dan rapi daripada
pati.
GLIKOGENOLISIS

Proses pemecahan glikogen glukosa


Glukosa 6-p + H2O Glukosa + Pi
Glukosa 6-fosfatase

Dalam otot,
tujuannya untuk mendapat energi dari otot
Dalam hati,
tujuannya untuk mempertahankan kadar glukosa dalam darah
Dipicu oleh hormon adrenalin dan glukogon
Melibatkan 3 jenis enzim: glikogen fosforilase, transferase, dan
debranching enzyme.
PROSES KATABOLISME
Proses Katabolisme (menghasilkan energi),
terdiri dari:
1. Glikolisis; glukosa asam piruvat
2. Dekarboksilasi oksidatif asam piruvat;
asam piruvat asetil koA
3. Siklus Krebs; perambatan asetil koA
menjadi akseptor elektron (terjadi
pelepasan sumber energi)
4. Transfer elektron; pembentukan energi
terbesar dalam proses respirasi sel dengan
produk sampingan berupa air.
DEKSTRAN PADA BAKTERI DAN KHAMIR
Dapat dihasilkan oleh bakteri jika ditumbuhkan pada sukrosa (bakteri
Leuconostoc mesenteroides dan L.Dextranicum
Larut dalam air, tidak larut dalam ethanol
Struktur:
FUNGSI
PENYIMPANAN
PENGHEMAT PROTEIN DAN
ASAM LEMAK
PENGHEMAT PROTEIN DAN ASAM LEMAK
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan
fungsi utamanya sebagai zat pembangun.
Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama
akan digunakan sebagai zat pembangun.
Dengan adanya karbohidrat, tubuh tidak perlu memecah protein dari sel
sehingga mencegah kerusakan sel
Selain itu, tubuh tidak perlu memecah lemak secara berlebihan dengan
karbohidrat yang cukup dan mencegah terjadinya ketosis
FUNGSI
STRUKTURAL
SEBAGAI MATERI
PEMBANGUN
SEBAGAI MATERI PEMBANGUN
Organisme membangun materi-materi penyusunnya dari polisakarida
struktural

Polisakarida struktural diantaranya adalah selulosa, kitin,


peptidoglikan, proteoglikan, glikoprotein, dan glikolipid.

PENYUSUN ASAM NUKLEAT


Pada tumbuhan, hewan, dan mikroba:
Komponen penyusun asam nukleat berupa ribosa (penyusun
RNA) dan 2-deoksiribosa (penyusun DNA)
SEBAGAI MATERI PEMBANGUN
PENYUSUN MEMBRAN SEL
Membran sel merupakan pembatas antara
bagian dalam sel dengan lingkungan luarnya.
Fungsinya antara lain;
melindungi isi sel
pengatur keluar masuknya molekul-
molekul
reseptor rangsangan dari luar

Pada tumbuhan, hewan, dan mikroba:


Bagian khusus dan membran sel sebagai
reseptor adalah glikoprotein (karbohidrat-
protein) dan glikolipid (karbohidrat-lemak)
sebagai pengenal untuk interaksi antar sel.
SEBAGAI MATERI PEMBANGUN
PENYUSUN DINDING SEL
Pada tumbuhan:
Kerangka dinding sel terdiri dari lapisan sekat selulosa yang pajang, melebar,
saling berdampingan dengan diameter yang sama. Kerangka seperti serabut
ini diiliputi oleh matriks seperti semen yang terdiri dari polisakarida structural
jenis lain dan bahan polimer lain yang disebut lignin
SEBAGAI MATERI PEMBANGUN
PENYUSUN DINDING SEL
Beberapa senyawa penyusun dinding sel:
Hemiselulosa
tersusun atas glukosa, ribosa, monosa, dan asam glukoronat
berfungsi sebagai perekat antar mikrofibril selulosa
Pektin
tersusun atas galaktosa, arabinosa, dan asam galakturonat
Lignin
pada dinding sel dewasa dan berfungsi untuk melindungi sel
terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan
SEBAGAI MATERI PEMBANGUN
PENYUSUN DINDING SEL
Pada arthropoda dan fungi:
Penyusun kerangka luar/eksoskeleton arthropoda dan dinding sel fungi
yaitu kitin. Memiliki struktur mirip dengan selulosa namun gugus OH
pada posisi C2 digantikan degan N-asetilamina

Pada bakteri:
Komponen penyusun dinding sel bakteri yaitu peptidoglikan/murein
yang tersusun atas gula asam N-asetil glukosanin yang asam N-asetil
muramat. Terdapat pada bakteri gram-positif (peptidoglikan tebal,
dominan polisakarida) dan gram ne-negative (peptidoglikan tipis,
dominan protein)
SEBAGAI MATERI PEMBANGUN
FUNGSI
STRUKTURAL
SEBAGAI PROTEKSI
SEBAGAI PROTEKSI
Heparin/glikosaminoglikan tersulfat tinggi merupakan salah
satu bentuk karbohidrat yang digunakan sebagai sistem
proteksi.

Fungsi utamanya:
Melindungi bagian tertentu dari serangan bakteri dan benda
orang.
KARBOHIDRAT STRUKTURAL LAINNYA
PROTEOGLIKAN GLIKOPROTEIN
(1) Lebih berperan sebagai (1) Lebih berperan sebagai
karbohidrat daripada protein
protein karena sebagian
besar berat molekulnya
adalah glycosaminoglycans
(2) Ditemukan pada perekat (2) Karbohidrat pada
antarsel pada jaringan, tulang glikoprotein umumnya berupa
rawan, dan cairan synovial oligosakarida dan dapat
yang melicinkan sendi otot berfungsi sebagai penanda sel
seperti penggolongan darah
manusia
(3) Juga berperan sebagai
penyusun membran sel
KARBOHIDRAT STRUKTURAL LAINNYA
GLIKOLIPID
Kumpulan unit-unit polisakarida yang berbeda seperti gula sederhana D-
Glukosa, D-Galaktosa, D-Manosa, L-Fruktosa, L-Arabinosa, D-Xylosa, dsb.

Berperan dalam berbagai aktivitas sel seperti dalam sistem kekebalan


KARBOHIDRAT STRUKTURAL LAINNYA
GLIKOKALIKS
Lapisan ekstrasel yang menyelubungi dinding sel
Disusun oleh gugus gula yang berikatan dengan lipid maupun protein
Dapat berupa kapsul atau lendi
Berperan dalam melindungi sel dari kerusakan mekanik dan kemis dengan
memberikan jarak bagi sel terhadap obyek dan sel asing, serta mencegah
terjadinya interaksi antar protein
FUNGSI
LAINNYA
PENGELOMPOKKAN
GELOMBANG DARAH
PENGELOMPOKKAN GOLONGAN DARAH
Terdapat 4 macam molekul
yang menentukan jenis
golongan darah;
1. D-galactose
2. N-acetylgalactosamine
3. N-acetylglucosamine
4. L-fucose
SEBAGAI PREKURSOR ZAT
Prekursor molekul peting dalam tubuh asetil ko-A
Prekursor cuka; proses fermentasi glukosa dengan bakteri
Acetobacter
C6H12O6 3CH3COOH
Prekursor alkohol; proses fermentasi glukosa dengan jamur
Saccharomyses
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2
SEBAGAI SERAT MAKANAN (MEMBANTU
PENCERNAAN)
Serat selulosa Membantu makanan
Manusia tidak Merangsang
hanya mengikis melewati saluran
dapat mencerna mengeluarkan
dinding saluran pencernaan dengan
selulosa lendir
pencernaan lancar

Fungsi utama selulosa dalam serat makanan:


Mengatur peristaltik usus
Mencegah penyakit jantung coroner
Mencegah kanker pada usus besar
Mencegah penyakit diabetes
Mencegah penyakit diverticular
Mencegah penggemukan
PEMBERI RASA
Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya mono dan
disakarida.
Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama.
Fruktosa adalah gula yang paling manis.
Biosintesis
Karbohidrat
BIOSINTESIS PATI FOTOSINTESIS

Reaksi fotosintesis merupakan proses


pembentukan bahan organik berupa
glukosa dari bahan anorganik dengan
bantuan cahaya matahari dan klorofil.

Fotosintesis terdiri atas dua tahap,


yaitu:
1.Reaksi Terang
2.Reaksi Gelap (Siklus Calvin)
BIOSINTESIS PATI FOTOSINTESIS
Reaksi Terang
Terjadi di membrane tilakoid.
Melibatkan fotosistem I, fotosistem II, sistempembawaelektron, enzimATP sintase.
Fotosistem I menyerap energy cahaya dengan panjang gelombang 700 nm, fotosistem II
menyerapenergicahayadenganpanjanggelombang680 nm.
Dalam reaksi terang, ada dua jalur perjalanan electron yaitu:
1. Jalur elekron non-siklik
2. Jalur electron siklik
BIOSINTESIS PATI FOTOSINTESIS
Reaksi Terang
JALUR ELEKTRON NON-SIKLIK
1.Elektron yang naik menyebabkan fotosistem II
kekurangan elektron, sehingga terjadi fotolisis.

2.Elektron dari fotosistem II dialirkan menuju


deretan protein.
3.Elektron tersebut akan mengisi kekosongan di
fotosistem I.
4.Elektron dari fotosistem I naik dan akan
membentuk NADPH
BIOSINTESIS PATI FOTOSINTESIS
Reaksi Terang
JALUR ELEKTRON SIKLIK
1.Energi cahaya menggerakkan electron pada
fotosistem I.
2.Elektron ditangkap akseptor primer dan
disalurkan menuju protein kompleks sebelum
kembali ke fotosistem I.
3.Saat bergerak, electron melepaskan energy
untuk membentuk ATP
BIOSINTESIS PATI FOTOSINTESIS
Reaksi Gelap

Terjadi di dalam stroma.


Reaksi ini mengubah CO2 menjadi gula
menggunakan ATP dan NADPH.
Reaksi gelap terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1.Fiksasi
2.Reduksi
3.Regenerasi
BIOSINTESIS PATI FOTOSINTESIS
Reaksi Gelap
1.Fase Fiksasi
Fase ini terjadi penambatan CO2 oleh Ribulose Bifosfat menjadi 3-fosfogliserat dengan katalis enzim
ribulose bifosfat karboksilase.

2.FaseReduksi
Terjadi reduksi PGA menjadi1,3-bifosfogliserat kemudian membentuk fosfogliseraldehid
BIOSINTESIS PATI FOTOSINTESIS
Reaksi Gelap

3.Fase Regenerasi
Terjadi pembentukan RuBP dari PGAL.
BIOSINTESIS PATI FOTORESPIRASI
Terjadi pada kondisi panas terik sehingga
stomata tidak membuka.
Terjadi akumulasi gas O2 di dalam sel, CO2
tidak dapat masuk
O2 digunakan untuk menghasilkan CO2.
Reaksi ini terdiri Dari beberapa tahap, yaitu:
1.OksigenaseRubisco
2.JalurGlikolat
3.DekarboksilasiGlisin
BIOSINTESIS PATI SINTESIS SUKROSA

Reaksi ini terjadidi sitosol.


Bahan bakunya berupa glukosa dan fruktosa.
Tahapannya adalah sebagai berikut:
1.Glukosa dan fruktosa difosforilasi.
2.Keduanya diubah menjadi UDP- glukosa
kemudian membentuk sukrosa-6-fosfat
3.Kemudian gugus fosfatnya dihilangkan dan
sukrosa diedarkan keseluruh jaringan tanaman.
BIOSINTESIS PATI SINTESIS PATI

Reaksi ini terjadi di kloroplas dan hasilnya


disimpan sebagai amiloplas.
Pati terbentuk ketika laju fotosintesis>
lajurespirasi+ lajutranslokasi.
Pembentukan patihanya berupa sambungan
berulang unit glukosa dari nukleotida yang
disebut adenosine diposglukosa.
BIOSINTESIS GLIKOGEN

Glikogen merupakan simpanan karbohidrat


sebagai cadangan energi.
Glikogenesis merupakan pembentukan
glikogen dari glukosa.
Proses ini terjadi di dalam sel hati dan selotot.
Keadaan kadar glukosa yang berlebih di
dalam darah akan memicu disekresikannya
hormone insulin agar terjadi glikogenesis.
BIOSINTESIS PEPTIDOGLIKAN
Proses sintesis pepidoglikan terjadi dalam
tiga tahap di tigalokasi yang berbeda.
1.DerivateUDP pada asam N- asetil
glukosamin dan asam N-asetilmuramat
disintesis di dalam sitoplasma
2.Asam amino secara berurutan
ditambahkan ke UDP-NAM untuk
membentuk rantai pentapeptida(dua ujung
D-alanin ditambahkan sebagai sebuah
dipeptida)
3.NAM-pentapeptida ditransfer dari UDP
ke sebuah bactoprenolfosfat pada
permukaan membran.
BIOSINTESIS PEPTIDOGLIKAN

4. UDP-NAG menambahkan NAG ke NAM-penta peptide untuk membentuk unit peptidoglikan yang
berulang
5.Unit berulang Peptidoglikan NAM-NAG yang sudah lengkap kemudian ditransportasikan melalui
membrane ke permukaan sebelah luarnya dengan carrier bactoprenol pirofosfa
6.Unit peptidoglikan kemudian dilekatkan pada ujung rantai peptidoglikan yang sedang tumbuh
untuk memperpanjang dengan satu unit peptidoglikan yang berulang.
7.Carrier bactoprenol kembali ke dalam membran. Sebuah fosfat kemudian dilepaskan selama proses
ini untuk memberikan fosfat pada bactoprenol, yang nantinya akan mampu menerima NAM-
pentapeptidayang lain.
8.Akhirnya, hubungan silang peptide antara dua peptidoglikan terbentuk melalui transpeptidasi.
ATP digunakan untuk membentuk ujung ikatan peptide didalam membran
BIOSINTESIS GLIKOPROTEIN

Glikoprotein merupakan bahan utama dalam


sekresi kelenjar endokrin dan eksokrin.
Badan golgi sangat penting bagi sintesis
glikoprotein dalam hal menambahkan
glukosa.
BIOSINTESIS KITIN

Kitin berasal dari residu gula yang ada pada


glikogen tubuh artropoda yang kemudian
mengalami glikogenfosforilase.
Dari proses itu terbentuk trehalosa yang
dilepskan kehemolymph.
Trehalosa menjadi sumber ekstra seluler gula
bagi serangga untuk menghasilkan glukosa
intraseluler.
BIOSINTESIS PEKTIN

Sintesis pectin
berlangsung di badan
golgi, kemudian hasilnya
diangkut ke dinding
vesikel membran.

Proses ini bersamaan dengan sintesis lain di badan golgi.


Dalam sintesis ini banyak dilibatkan enzin biosintesis untuk mendorong
polisakarida yang terbentuk agar semakin kompleks.
BIOSINTESIS SELULOSA
Sintesis selulosa terjadidi membrane plasma, tepatnya di kompleks terminal
(rosettes).

Tahapan sintesis selulosa


1. Transfer sisa glukosil dari glukosa UDP ke lipid primer (sitosterol)
pada membrane plasma bagian dalam.
2. Rantai karbohidrat terelongasi oleh transfer residu glokosil dari glukosa
UDP.
3. Panjang kritis oligosakarida tercapai.
4. Sitosterol dan oligosakaridanya berpindah dari bagian dalam kebagian
luar membrane plasma.
5. endo-1,4glucanase memisahkan rantai oligonukleotida yang masih
terikat dengan lipidnya.
6. Polimer bebas lipid dari residu glukosil (akseptorglukan) diperpanjang
oleh penambahan residu glukosil dari glukosa UDP dan keluar sel.
7. Lipid dan oligo sakarida menjadi rantai selulosa utama.
BIOSINTESIS KARBOHIDRAT TERINTEGRASI

Biosintesis karbohidrat terintegrasi merupakan proses pembentukan


karbohidrat melalui serangkaian reaksi yang terdapat pada tiga
kompartemen, yaitu:

1.Glioksisom
2.Mitokondria
3.Sitosol
BIOSINTESIS KARBOHIDRAT
GLIOKSISOM
TERINTEGRASI
Asam lemak pada lipid dikonversi

Asetil-KoA Sitrat Isositrat


Dari isositrat menghasilkan Succinat.
Suksinat akan berpindah dari glioksisom
menuju mitokondria
Terbentuk Glioksilat setelah terjadi
pemisahan antara Suksinat dan
Isositrat
Glioksilat kemudian akan diproses
kembali menjadi oksaloasetat untuk
membentuk Sitrat dengan bahan
Asetil-CoA.
BIOSINTESIS KARBOHIDRAT
MITOKONDRIA
TERINTEGRASI

Suksinat yang masuk pada


mitokondria akan membentuk
Fumarat dengan bantuan Suksinal-
CoA
Fumarat diubah menjadi Malat dan
selanjutnya menjadi Oksaloasetat.
Pengubahan ini terjadi dibantu oleh
enzim asam asetat.
Oksaloasetat kemudian berpindah
dari Mitokondria menuju sitosol.
Sebagian Oksaloasetat dikonversi
kembali dalam mitokondria untuk
BIOSINTESIS KARBOHIDRAT
SITOSOL
TERINTEGRASI
Oksaloasetat yang masuk
dikonversi menjadi
fosfoenolpiruvat dan
menghasilkan CO2.
Fosfoenol piruvat masuk
dalam proses glukonegenesis
untuk membentuk Fruktosa-6
Fosfat dan Glukosa - 6 Fosfat
yang menjadi bahan
pembentukan Sukrosa
Deteksi
Karbohidrat
DETEKSI KARBOHIDRAT

ANALISIS
KUALITATIF

ANALISIS
KUANTITATIF
ANALISIS
KUALITATIF
ANALISIS KUALITATIF
Molisch Benedict Fehling Seliwanoff

Barfoed Iodine Moore Tollens

Osazon
UJI MOLISCH
Pada uji molisch jenis karbohidrat yang dapat diuji adalah semua jenis
karbohidrat.
Prinsip uji ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat
pekat. Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural,
sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan senyawa fulfural. Uji bersifat
positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara
furfural atau hidroksimetil furfural dengan -naftol dalam pereaksi
molish (-naftol yang terlaruAt dalam etanol 95%).
REAKSI UJI MOLISCH

Negatif Positif
Uji Seliwanoff
Uji seliwanoff digunakan untuk membedakan antara aldose (glukosa)
dan ketosa (fruktosa)
Prinsip uji ini adalah Regen uji mendehidrasi ketohexosa untuk
membentuk 5-hidroksimetilfurfural. 5-hidroksimetilfurfural emudian
bereaksi dengan resorcinol yang terdapat pada regen uji untuk
menghasilkan produk merah dalam dua menit. Aldohexosa bereaksi
untuk membentuk produk yang sama, tapi lebih lambat.
REAKSI UJI SELIWANOFF

Negatif Positif
Uji Benedict
Jenis karbohidrat yang dapat diuji menggunakan uji benedict adalah
Gula (karbohidrat) pereduksi semua jenis monosakarida dan beberapa
disakarida sepertilaktosa,glukosa dan maltose
Prinsip kerja uji ini adalah Gula yang mempunyai gugus aldehid atau
keton bebas akan mereduksi ionCu 2+ dalam suasana alkalis menjadi Cu+
yang mengendap sebagai Cu2O berwarna merah bata.
REAKSI UJI BENEDICT

Negatif Positif
Uji Barfoed
Uji Barfoed dilakukan untuk membedakan antara monosakarida
pereduksi dan disaakarida pereduksi.
Prinsip uji ini adalah Monosakarida tereduksi dioksidasi oleh ion tembaga
dalam larutan untuk membentuk asam karboksilat dan endapan
tembaga (1) oksida merah bata dalam tiga menit. Disakarida tereduksi
mengalami reaksi yang sama, tetapi dalam laju yang lebih pelan.
REAKSI UJI BARFOED

Negatif Positif
Uji Fehling
Uji Fehling bertujuan untuk mengetahui adanya gugus aldehid. Reagent
yang digunakan dalam pengujian ini adalah Fehling A (CuSO4) dan
Fehling B (NaOH dan KNa tartarat).
Prinsip uji ini adalah Gula tereduksi dioksidasi oleh ion tembaga dalam
larutan untuk membentuk asam karboksilat dan endapan tembaga (1)
oksida kemerahan.
REAKSI UJI FEHLING

Negatif Positif
Uji Iodine
Jenis karbohidrat yang dapat diuji dengan uji Iodine adalah
Polisakarida
Prinsip uji ini adalah Polisakarida dengan penambahan iodium akan
membentuk kompleks adsorpsi berwarna yang spesifik. Amilum atau
pati dengan iodium menghasilkan warna biru , dekstrin menghasilkan
warna merah anggur, sedangkan glikogen dan sebagian pati yang
terhidrolisis bereaksi dengan iodium membentuk warna cokelat.
REAKSI UJI IODINE

Negatif Positif
Uji Moore
Uji Moore bertujuan untuk mengetahui adanya gugus alkali.
Uji Moore menggunakan NaOH yang berfungsi sebagai sumber ion OH-
yang akan berikatan dengan rantai aldehid dan membentuk aldol
aldehid yang berwarna kekuningan.
REAKSI UJI MOORE

Positif
Uji Tollens
Jenis karbohidrat yang dapat diuji dengan menggunakan uji Tollens
adalah Karbohidrat yang memiliki gugus aldehida
Prinsip uji ini adalah Aldehid dioksidasi menjadi anion karboksilat,
ion Ag+ dalam reagen Tollens direduksi menjadi logam Ag. Uji positif
ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada dinding dalam tabung
reaksi.
REAKSI UJI TOLLENS

Positif-Negatif
Uji Osazon
Jenis karbohidrat yang dapat diuji dengan menggunakan uji osazon
adalah Karbohidrat yang memiliki gugus aldehida atau keton
Prinsip uji ini adalah Suatu aldosa atau ketosa dengan fenil hidrazin akan
membentuk Kristal osazon. Kristal osazon yang terbentuk khas sesuai
dengan jenisnya.
REAKSI UJI OSAZON

Hasil uji osazone di bawah mikroskop


ANALISIS
KUANTITATIF
ANALISIS KUANTITATIF

Metode Metode
Metode Fisika Metode Kimia
Anthrone Enzimatik

Metode
Metode Luff- Metode Metode
Nelson-
Schoorl Kromatografi Immunoassay
Somogy
Metode Fisika
Densitas Polarimetri

Inframerah
Densitas
Densitas merupakan masa dibagi dengan
volumenya. Densitas dari larutan aqueous
meningkat seiring dengan konsentrasi
karbohidratnya meningkat.
Sehingga konsentrasi karbohidrat dapat
ditentukan dengan mengukur densitasnya

Alat hydrometer
Sumber : www.alat-alat.com
Polarimetri
Polarimeter merupakan suatu alat yang
mengukur sudut bidang terpolarisasi cahaya
berputar ketika melewati larutan.
Konsentrasi karbohidrat dalam sampel yang
tidak diketahui kemudian ditentukan dengan
mengukur sudut rotasinya dan
membandingkannya dengan kurva kalibrasi.
Alat polarimetri
Sumber : www.mueller-optronic.com
Inframerah
Suatu material menyerap inframerah
berdasarkan vibrasi dan rotasi dari grup
molekular. Karbohidrat memiliki grup
molekular yang menyerap radiasi inframerah
pada panjang gelombang di mana tidak
satupun konstituen makanan lain dapat
diukur pada panjang gelombang ini

Prinsip Kerja Inframerah


Sumber :
gusnil45mind.wordpress.com
Metode Kimia
Metode Eynon-Lane merupakan salah satu contoh dari metode titrasi
dalam menentukan kadar gula tereduksi dalam sebuah sampel. Larutan
karbohidrat ditambahkan ke dalam labu yang mengandung tembaga
sulfat dan indikator metilena biru.
Gula tereduksi bereaksi dengan tembaga sulfat. Ketika semua tembaga
sulfat telah habis bereaksi, penambahan selanjutnya menyebabkan
indikator berubah warna dari biru menjadi putih. Jumlah larutan gula
yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir dicatat.
Metode ini menggunakan kurva kalibrasi.
Metode Nelson-Somogy
Jenis karbohidrat yang dapat diuji pada metode ini adalah Gula pereduksi
Prinsip Metode Nelson-Somogyi didasarkan pada reaksi reduksi pereaksi
tembaga sulfat oleh gula-gula pereduksi. Gula pereduksi mereduksi
pereaksi tembaga (II) basa menjadi tembaga (I) oksida (Cu2O). Cu2O ini
bersama dengan arsenomolibdat membentuk senyawa komplek berwarna.
Intensitas warna menunjukkan banyaknya gula pereduksi dengan
pengujian menggunakan =520 nm.
Metode Anthrone
Jenis karbohidrat yang dapat diuji dengan menggunakan metode ini
adalah Seluruh karbohirat
Prinsip dasar dari metode anthrone adalah senyawa anthrone akan
bereaksi secara spesifik dengan karbohidrat dalam asam sulfat pekat
menghasilkan warna biru kehijauan yang khas. Senyawa anthrone (9,10-
dihydro- 9- oxanthracene) merupakan hasil reduksi anthraquinone.
Perhitungan Metode Anthrone
Perhitungan metode ini adalah dengan menentukan konsentrasi gula
dalam bahan uji mengguanakan kurva standar (hubungan antara
konsentrasi gula standar dengan absorbans) dan memperhitunkan
pengenceran yang dilakukan.

% = (
) 100%

Dimana:
G = konsentrasi gula dari kurva standar (gram) FP = faktor pengenceran
W = berat bahan uji (gram)
Metode Enzimatik
Penentuan karbohidrat tertentu yang ada dalam suatu campuran
berbagai macam karbohidrat
Metode enzimatik cocok untuk digunakan dalam menentukan kadar suatu
gula secara individual, disebabkan kerja enzim yang sangat spesifik
Contoh enzim yang dapat digunakan adalah glukosa oksidase dan
heksokinase, dimana keduanya digunakan untuk mengukur kadar
glukosa.
Metode Kromatografi
Penentuan karbohidrat dengan cara kromatografi adalah dengan
mengisolasi dan mengidentifikasi karbohidrat dalam suatu campuran.
Isolasi karbohidrat berdasarkan prinsip pemisahan suatu campuran
berdasarkan atas perbedaan distribusi rationya pada fase tetap dengan
fase bergerak.
Metode Immunoassay
Metode Immunoassay ini digunakan spesifik utk karbohidrat dengan berat
molekul yang rendah.
Cara penggunaan metode ini adalah pertama-tama Karbohidrat diasosiasikan
dengan protein, dan kemudian diinjeksikan ke tubuh hewan. Tubuh hewan akan
membentuk antibody bagi karbohidrat tersebut. Antibodi ini kemudian dapat
diekstrak dari tubuh hewan dan digunakan sebagai bagian dari test kit untuk
menentukan konsentrasi karbohidrat tertentu dalam makanan.
Kelebihan metode ini : sangat sensitif, spesifik, mudah digunakan dan cepat.
Metode Luff-Schoorl
Penentuannya dengan titrasi menggunakan Natrium tiosulfat. Selisih
titrasi blanko dengan titrasi sampel ekuivalen dengan kupro oksida yang
terbentuk dan juga ekuivalen dengan jumlah gula reduksi yang ada
dalam bahan atau larutan.
Reaksi yang terjadi selama penentuan karbohidrat cara ini mula-mula
kupri oksida yang ada dalam reagen akan membebaskan iod dari garam
kalium iodida.
(lanjutan) Metode Luff-Schoorl
Banyaknya iod yang dibebaskan ekuivalen dengan banyaknya kupri
oksida. Banyaknya iod dapat diketahui dengan titrasi menggunakan
Natrium tiosulfat.
Untuk mengetahui bahwa titrasi sudah cukup maka diperlukan indikator
amilum. Apabila larutan berubah warnanya dari biru menjadi putih
berarti titrasi sudah selesai. Agar perubahan warna biru menjadi putih
dapat tepat maka penambahan amilum diberikan pada saat titrasi
hampir selesai.
APLIKASI
KARBOHIDRAT

Beras Analog
APA ITU BERAS
ANALOG?
Beras analog merupakan salah satu alternatif pangan pengganti beras
yang dibuat dari bahan baku non-padi, seperti jagung, singkong, ubi,
talas, sorgum, dan sebagainya.
PROSES PEMBUATAN
Bahan-bahan yang digunakan:
BERAS ANALOG
Air

Bahan
Lipid Amilosa
Pengikat

Pati

Zat
Serat
Aditif

Amilopektin
LANGKAH PEMBUATAN:

Formulasi Pre Kondisi Ekstrusi Pengeringan

Membuat Campuran Adonan akan Pengeringan


campuran dipertahankan mengalami dilakukan
bahan baku pada kondisi pemanasan, hingga kadar air
dengan hangat dan homogenisasi, mencapai 15%
komposisi yang basah sebelum dan degradasi agar umur
diinginkan dialirkan ke menjadi butiran simpan menjadi
ekstruder beras lebih lama
KANDUNGAN PADA BERAS ANALOG*
Komponen Beras Analog (% b.k) Beras Padi (% b.k)
Air 10,6 12,05
Mineral 0,52 1,31
Lemak 0,17 0,92
Protein 6,75 8
Karbohidrat 91 89,86
Sumber: Budi, F. S, Hariyadi, P, Budijanto, S, dan Syah, D. 2013. Teknologi Proses Ekstrusi untuk Membuat Beras Analog. Majalah
Pangan IPB vo. 22
*Beras analog dengan komposisi: 40% tepung jagung, 30% tepung sorgum, dan
30% pati
MANFAAT BERAS ANALOG BAGI
Indeks
KESEHATAN
Glikemik
Rendah

Kadar Gula
Darah
terkontrol

Alternatif bagi
penderita
Diabetes