Anda di halaman 1dari 17

BAB V.

HUBUNGAN FUNGSIONAL

5.1. Pengertian dan Unsur-Unsur Fungsi

FUNGSI adalah
Relasi yang memetakan setiap anggota domain satu kali dengan anggota kodomain.
Suatu bentuk hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan antara satu
variable dengan variable lain.

Fungsi f : A B A : domain ( wilayah )


B : Kodomain ( jangkauan / range )

Sebuah fungsi dinyatakan dalam bentuk : - Persamaan


- Pertidaksamaan
Unsur pembentuk fungsi :
- Variabel
- Koefisien
- Konstanta ( bisa ada atau tidak )
Notasi sebuah fungsi secara umum : y = f (x)
Contoh kongkretnya : y = 5 + 0,8 x

Variabel bebas ( x ) dan variable tak bebas ( y )


Koefisien : bilangan yang ada di depan variable gradien atau lereng atau slope.
Konstanta : bilangan yang tidak terkait dengan suatu variable tertentu.

5.2. Jenis-Jenis Fungsi dan Cara Menggambar Fungsi

1. F. Polinom : mengandung banyak suku variable bebasnya

Y = a + b 1 x + b 2 x 2 + b 3 x 3 + .. + b n x n

2. F. Linier : variabelnya berpangkat Satu

Y=a+bx

3. F. Kuadrat : fungsi polinom yang pangkat tertingginya berderajat dua

Y=a+b1x+b2x2

4. F. Berderajat n : fungsi yang pangkat tertingginya berderajat n

Y = a + b 1 x + b 2 x 2 + b 3 x 3 + .. + b n x n

5. F. Pangkat : fungsi yang variable bebasnya berpangkat sebuah bilangan nyata

Y = xn
6. F. eksponensial : yang variable bebasnya merupakan pangkat dari suatu konstanta bukan
nol

Y = n x , dimana n > 0

7. F. Logaritmik : fungsi inverse ( balik ) dari fungsi eksponensial


n
Y= log x

8. F. Trigonometrik dan F. Hiperbolik : yang variable bebasnya merupakan bilangan


goneometrik

Y = sin 5x Fungsi Trigonometrik

Berdasar letak ruas variabelnya, fungsi dibagi 2 yaitu :


1. Fungsi Eksplisit : fungsi yang variable bebas dan variable tak bebasnya terletak pada ruas
yang berlainan

Y=f(x) Y=a+b1x+b2x2

2. Fungsi Implisit : Fungsi yang variable bebas dan variabel tak bebasnya terletak pada satu
ruas, dikiri semua atau di kanan semua.

0=f(x,y) 0=ay+b1xy+b2x2

Cara menunjukkan fungsi ada 3 :

Cara lambang y = f ( x ) = 8 2 x

Cara daftar lajur


X 0 1 2 3 4
y 8 6 4 2 0

F (x) = 8 2x Titik koordinat


F (0) = 8 2 (0) = 8 ( 0, 8 )
F (1) = 8 2 (1) = 6 ( 1, 6 )
F (2) = 8 2 (2) = 4 ( 2, 4 )
F (3) = 8 2 (3) = 2 ( 3, 2 )
F (4) = 8 2 (4) = 0 ( 4, 0 )
Cara Grafik ( hanya untuk fungsi yang bisa dieksplisitkan )

y
contoh : y = 8 - 2 x

X 0 1 2 3 4 8
y 8 6 4 2 0
6

0 1 2 3 4 x

Tugas Rumah:

1. Gambarkan titik berikut pada sistem sumbu koordinat


A (3, 4) ; B (3, - 4) ; C ( - 3, - 2) ; D (- 4, 2)
2. Tunjukkan titik berikut ada pada garis lurus
( 0, 8 ) ; ( 2, 4 ) ; ( 4 , 0 ) dan ( 6, - 4 )
3. Jika f (x) = 9 x 2 , berapakah nilai f (0) ; f (2) ; f (- 2) ; f (3)
4. Buatlah daftar lajur dan gambar dari fungsi non linier berikut :
a). y = 9 4 x + x 2
b). y = - 2 + 4 x 2 x 3
c). x = 8 2 y y 2
BAB VI. FUNGSI LINIER ( Fungsi Berderajat Satu )

6.1. Pengertian Fungsi Linier

Fungsi Linier adalah fungsi yang variabelnya mempunyai pangkat tertinggi adalah pangkat satu dan
jika digambar membentuk garis lurus.

Bentuk Umum fungsi linier : y=a+bx atau a+ bx-y=0


Dimana : a = konstanta atau penggal pada sumbu y
b = koefisien arah atau lereng garis atau tangen atau slope
Dalam persamaan linier, nilai lereng ( y / x = b ) selalu tetap
Suatu garis lurus akan sejajar dengan sumbu x atau sumbu y jika b = 0

X = c berapapun nilai y x
y tidak berubah

a
y = a berapapun nilai x
y tidak berubah
0 c x

6.2. Pembentukan Persamaan Linier


Sebuah persamaan linier bisa dibentuk dari 4 cara :
Dwi koordinat
Koordinat Lereng
Penggal Lereng
Dwi penggal

a. Cara Dwi Koordinat ( 2 titik )


Jika diketahui 2 titik A (x1,y1) dan titik B (x2,y2), maka rumus persamaan garis
lurusnya adalah :
Y Y1 = x x1
Y2 Y1 x2 x1

Contoh : buatlah persamaan qaris lurus dari dua titik berikut ini
A ( 2 , 3 ) dan B ( 6 , 5 )
x1 y1 x2 y2

y y1 x x1
=
y 2 y1 x2 x1
y3 x2
=
53 62
y3 x2
=
2 4
4(y3)=2(x2)
4 y 12 = 2 x 4
4 y = 2 x 4 + 12
4y=2x+8
1
y= x+2
2
b. Cara Koordinat Lereng
Jika diketahui sebuah titik A ( x1, y1 ) dengan lereng garisnya atau kemiringan garis adalah b,
maka rumus persamaan garis lurusnya adalah
y y1
y y1 = b ( x x1 ) atau b
x x1
Contoh: Persamaan garis lurus yang melalui titik A (2,3) dan lereng b = 0,5 adalah

y y1 = b (x x1)
y 3 = 0,5 (x 2) y 3 = 0,5x 1
y = 0,5x 1 + 3
y = 0,5x + 2

c. Cara Penggal Lereng


Jika diketahui penggal salah satu sumbu adalah a dan lerengnya adalah b, maka rumus
persamaan garis lurusnya adalah
Y=a+bx

d. Cara Dwi Penggal


Jika diketahui penggal pada sumbu Vertikal y ketika x = 0 adalah a dan penggal pada sumbu
horizontal x ketika y = 0 adalah c, maka rumus persamaan garis lurusnya adalah :
a
Y=a x
c
Contoh : jika penggal sebuah garis lurus pada sumbu vertikal adalah 2 dan sumbu horizontal
adalah - 4 maka persamaan garis lurusnya adalah
a
y=a x
c
2 1 1
y=2 x y = x + 2= x + 2
4 2 2
Gambar garis lurus yang dibentuk oleh keempat cara tersebut minta mahasiswa untuk mencoba
menggambarnya

6.3. Hubungan Dua Garis Lurus


Dua buah garis lurus mempunyai 4 kemungkinan bentuk hubungan yaitu :
1. Berimpit a
2. Sejajar c b
3. Berpotongan d
4. Saling Tegak lurus

1). Berimpit

dua buah garis lurus akan berimpit jika persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari
(secara proporsional terhadap) persamaan garis lainnya.

Dua buah garis lurus y1 = a 1 + b 1 x dan y2=a2 + b2x akan berimpit jika

Y1=ny2 contoh dua garis lurus yang berimpit :


y = 0,5 x + 2 dengan 2 y = x + 4

a1=na2
b1=nb2
y
5

x
0 6

2). Sejajar
Dua buah garis lurus akan sejajar jika lereng garis yang satu sama dengan lereng garis yang lain.

Y = a 1 + b 1 x dan y = a 2 + b 2 x akan sejajar jika :


a1a2
b1=b2
contoh : dua garis lurus y = 0,5 x + 2 dengan y = 0,5x + 4 akan sejajar
3). Berpotongan
dua buah garis lurus akan berpotongan jika lereng garis yang satu tidak sama dengan lereng
garis yang lain.
y = a 1 + b 1 x dan y = a 2 + b 2 x akan berpotongan jika b 1 b 2
Contoh : y = 0,5 x + 2 dengan y = 2 x + 3

4). Tegak Lurus


Dua garis lurus, akan saling tegak lurus jika lereng garis yang satu merupakan kebalikan dari
lereng garis yang lain dengan tanda yang berlawanan .

y = a 1 + b 1 x dan y = a 2 + b 2 x akan tegak lurus jika :

b1=- 1 atau b1.b2 =-1


b2
1
contoh : y = x + 2 dan y = -2x + 4
2

6.4. Pencarian Akar-Akar Persamaan


yaitu menghitung besarnya nilai variable-variabel ( misal y , x ) dalam persamaan tersebut.
Pencarian nilai variabel dari persamaan persamaan linier secara simultan dapat dilakukan
melalui 3 cara yaitu
SUBSTITUSI
ELIMINASI
DETERMINASI

Cara Substitusi
Menyelesaikan dahulu satu persamaan untuk satu variable, lalu menstubstitusikan
/memasukkan ke persamaan yang lain
Contoh : dari dua persamaan linier berikut 2x + 3y = 21 dan x + 4y = 23 carilah nilai variable
x dan y.
x + 4y = 23
x = - 4y + 23 masukkan ke 2x + 3y = 21
2 (- 4y + 23) + 3y = 21
- 8y + 46 + 3y = 21
- 5y = 21 46
- 5y = - 25
25
y= = 5 y = 5 (masukkan dalam salah satu persamaan semula)
5
x + 4y = 23
x + 4(5) = 23
x + 20 = 23
x = 23 20 x = 3
Cara Eliminasi
Yaitu dilakukan dengan cara menghilangkan sementara salah satu variable sehingga diperoleh
nilai variable yang lain,
lalu substitusikan ke dalam salah satu persamaan semula.

Contoh : 2x + 3y = 21 dan x + 4y = 23
Cara : 2x + 3y = 21 [x1] 2x + 3y = 21
x + 4y = 23 [x2] 2x + 8y = 46 _
-5 y = - 25
25
y= =5 y=5
5
karena nilai y = 5 , masukkan ke dalam pers 2x + 3y = 21
2 x + 3 (5) = 21
2 x + 15 = 21
2 x = 21 15
2x=6
6
x= =3 x=3
2
Cara Determinasi
Cocok untuk mencari nilai variable-variabel yang banyaknya lebih dari 2 variabel
ax + by = c
dx + ey = f
c b
Dx f e ce fb
x= = =
D a b ae db
d e

a c
Dy d f af dc
y= = =
D a b ae db
d e
cara menghitung determinan 3 variabel
ax+by+cz=k
dx+ey+fz=L
gx+hy+iz=m

a b c = aei + bfg + chd gec dbi afh


Du = d e f
g h i
Dx = k b c = keI + bfm + chL mec Lbi kfh
L e f
m h i

Dy = a k c = aLi + kfg + cmd gLc dki afm


d L f
g m i

a b k = aem + bLg + khd gek dbm aLh


Dz = d e L
g h m

x = Dx y = Dy z = Dz
Du Du Du

7. FUNGSI KUADRAT
Bentuk persamaannya
y = ax2 + bx + c
Dimana ;
y = variable tidak tetap
x = variable tetap
a, b, c = konstanta
Ciri-ciri persamaan kuadrat
1. Jika a positif maka gambar membuka ke atas.
2. jika a negatif maka gambar membuka ke bawah.
3. semakin besar a, maka gambar semakin sempit.
4. semakin kecil a maka gambar semakin lebar
5. titik puncak membelah gambar sama besar
6. titik a merupakan titik potong fungsi dengan sumbu y dimana x = 0
7. titik b dan c merupakan titik potong fungsi dengan sumbu x dimana y = 0
8. Titik p disebut titik puncak
9. jika x = 0 maka c merupakan titik potong dengan sumbu y

Contoh soal
X 1 2 3 4
Y 8 13 20 29

Tentukan persamaan dan gambarkan !


Jawab :
y = ax2 + bx + c 5 = 3a + b . (2)
8 = a+b+c 12 = 8a + 2b . (1)
13 = 4a + 2b + c 10 = 6a + 2b
20 = 9a + 3b + c 12 = 8a + 2b _
-2 = -2 a
a = 1
13 = 4a + 2b + c
8 = a+ b +c _
5 = 3a + b (1) 5 = 3a + b
5 = 3+b
b = 2
20 = 9a + 3b + c
8 = a+ b+c _
12 = 8a + 2b + c (2) 8 = a+b+c
8 = 1+2+c
c = 83
c = 5
Jadi persamaannya adalah y = x2 + 2 x + 5
Gambar : x -2 -1 0 1 2
y 5 4 5 8 13

16
14
12
10
8
6

4
2

-8 -6 -4 -2 2 4 6 8
FUNGSI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Fungsi Permintaan ( D )
Adalah fungsi yang menunjukan hubungan antara jumlah produk yang diminta konsumen pada
periode tertentu dan dipengaruhi oleh :
1. Harga produk itu sendiri
2. Pendapatan konsumen
3. Harga produk yang diharapkan pada periode mendatang
4. Harga produk lain yang saling berhubungan
5. Selera konsumen
Fungsi Penawaran ( S )
Adalah fungsi yang menunjukan hubungan antara jumlah produk yang ditawarkan pada periode
tertentu dandipengaruhi oleh :
1. Harga produk tersebut
2. Tingkat teknologi yang tersedia
3. Harga dari faktor produksi (input) yang digunakan
4. Harga produk lain yang berhubungan dalam produksi
5. Harapan produsen terhadap harga produk tersebut di masa mendatang

Keseimbangan Pasar ( E )
1. Keseimbangan pasar satu macam produk
Syarat untuk mencapai ini adalah jumlah produk yang diminta oleh konsumen harus sama
dengan jumlah prosuk yang ditawarkan oleh produsen ( Qd = Qs ) atau harga produk yang
diminta sama dengan produk yang ditawarkan ( Pd = Ps )
Contoh soal :
Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 10 5p dan fungsi penawarannya adalah
Qs = 7 2p
a. Berapakah harga dan jumlah keseimbangan pasar ?
b. Tunjukkan secara geometri !

Jawab :
a.) Qd = Qs b.) Gambar keseimbangan pasar
10 5 p = 7 2p
3p = 3 Q = 10 5p
P = 1 Q 0 10
P 2 0
Q = 10 5p
Q = 5 Q = 7 2p

Q 0 7
P 3,5 0

Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 5,1 )

40
30

20 E ( 5,1 )
10

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Q = 10 - 5P

Q = 7 - 2P

2. Keseimbangan pasar dua macam produk


Fungsi permintaan dan penawaran dapat perluas menjadi fungsi yang memiliki dua variable
bebas yaitu harga produk itu sendiri dan harga produk lain yang saling behubungan. Misalnya
ada dua produk x dan y yang saling behubungan dimana;
Qdx = Jumlah yang diminta untuk produk x
Qdy = Jumlah yang diminta untuk produk y
Px = Harga barang x
Py = Harga barang y

Contoh soal :
Diketahui fungsi permintaan dan penawaran dua macam produk yang memiliki hubungan
subsitusi :
Qdx = 4 2Px + Py
Qdy = -4 + Px + 5Py
Qsx = -8 + 3Px 5Py
Qsy = 5 Px Py
Carilah keseimbangan pasarnya
Jawab :
Qdx = Qsx
4 2Px + Py = -8 + 3Px 5Py
12 = 5Px 6Py ( 1 )

Qdy = Qsy
-4 + Px + Py = 5 Px Py
9 = 2Px + 6Py (2)
12 = 5Px 6Py
9 = 2Px + 6Py +
21 = 7Px

Px = 3
9 = 2Px + 6Py
9 = 2 (3) + 6 Py
9 = 6 + 6 Py
6Py = 3
Py =

Qdy = -4 + Px + 5Py
= 46+
= -1

Pengaruh Pajak ( t ) Pada Keseimbangan Pasar


Jika sesuatu produk dikenakan pajak oleh pemerintah, maka akan terjadi perubahan
keseimbangan atas produk tersebut. Pada produk tertentu akan menyebabkan harga produk
tersebut naik karena produsen membebankan sebagian pajak pada konsumen, sehingga jumlah
produk yang diminta pun berkurang. Keseimbangan pasar sebelum dan sesudah kena pajak dapat
digambarkan sebagai berikut.
St
So
Pt Et
c
Po Eo
F
d b
D
a

TG = Pajak total oleh pemerintah = d, b, Et, Pt


TK = Pajak yang ditanggung oleh konsumen = Pt, Po, C, Et
TP = Pajak yang ditanggung oleh produsen = Po, C, B, d
Maka : TK = ( Pt Po ) Qt
TG = t.Qt
TP = TG TK
Qt = Jumlah kseimbangan setelah kena pajak.

Contoh soal :
Diketahui suatu produk ditunjukan fungsi permintaan P = 7 + Q dan fungsi penawaran P = 16 2Q.
Produk tersebut dikenakan pajak sebesar Rp. 3,-/unit
a. berapa harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak ?
b. berapa besar penerimaan pajak oleh pemerintah ?
c. Berapa besar pajak yang ditanggung kosumen dan produsen ?
Jawab ;
a. Pd = Ps
7 + Q = 16 2Q P = 7+Q
3Q = 9 P = 7+3
Q = 3 P = 10
Jadi keseimbangan pasar sebelum pajak E ( 3,10 )
Pt = 16 2Q + t
= 16 2Q + 3
= 19 2Q Pt = Pd
19 2Q = 7 + Q
3Q = 12
Q = 4
Pt = 19 2Q
= 19 8
= 11
Jadi keseimbangan pasar setelah pajak E ( 4,11 )
b. TG = t.Qt
= 3.4
= 12 ( Besarnya penerimaan pajak oleh pemerintah Rp. 12,- )
c. TK = ( Pt Po ) Qt
= ( 11 10 ) 4
= 4 ( Besar pajak yang ditanggung konsumen Rp. 4,- )
Tp = TG TK
= 12 4
= 8 ( Besar pajak yang ditanggung produsen Rp. 8,- )

PENGARUH SUBSIDI PADA KESEIMBANGAN PASAR


Subsidi ( s ) adalah bantuan yang diberikan pemerintah kepada produsen terhadap produk yang
dihasilkan atau dipasarkan, sehingga harga yang berlaku dipasar lebih rendah sesuai dengan
keinginan pemerintah dan daya beli masyarakat meningkat. Fungsi penawaran setelah subsidi adalah
F ( Q ) = P + S atau P = F ( Q ) S

S0

P1 S1
P2

Q1 Q2
D
Contoh Soal ;
Permintaan akan suatu komoditas dicerminkan oleh Q = 12 2P sedangkan penawarannya Q
= -4 + 2P pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp. 2,- setiap unit barang.
a. berapakah jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi ?
b. berapakah jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi ?
c. berapa bagian dari subsidi untuk konsumen dan produsen ?
d. berapa subsidi yang diberikan pemerintah ?
Jawab ;
a.) Qd = Qs Q = 12 2P
12 2P = -4 + 2P = 12 8
4P = 16 = 4
P = 4 ( Keseimbangan pasar sebelum subsidi So ( 4, 4 )
b.) Qd = 12 2P => P = Qd + 6 Pd = Pss
Qs = -4 + 2P => P = Qs + 2 -Q+6 = Q
Pss = Q + 2 2 Q = 6
Pss = Q P = Q
P = 3
( Keseimbangan pasar setelah subsidi Ss ( 6, 3 )
c.) SK = ( Po Ps ) Qs SP = S (( Po Ps ) Qs)
= (43)6 = 12 (( 4 3 ) 6 )
SK = 6 = 12 - 6
SG = Qs . s = 6
= 6 . 2 = 12 ( Besar subsidi untuk produsen Rp. 6,- )
( Besar subsidi untuk konsumen = Rp. 12,- )
d.) Subsidi yang diberikan pemerintah
SG = s . Qs
= 2.6
= 12

FUNGSI BIAYA DAN FUNGSI PENERIMAAN


1. Fungsi Biaya
a. Biaya tetap ( Fixed Cost )
Sifatnya tidak tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan kurvanya berupa garis
lurus sejajar garis jumlah.
b. Biaya variable ( Variable Cost )
Tergantung jumlah barang yang dihasilkan. Kurvanya
C C = F.C + V.C

V.C = V.Q

K F.C = K

Q
O

F.C = K
V . C = f (Q) = VQ
C = g (Q) = F . C = V . C = k + V . Q
2. Fungsi Penerimaan
Penerimaan hasil penjualan merupakan fungsi dari jumlah barang yang terjual.
Penerimaan total ( total revenue ) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga
jual perunit.
3. Hukum Analisis Pulang Pokok / BEP / Titik Impas
- Keuntungan profit ( profit positif ) diperoleh jika R > C
- Kerugian ( profit negatif ) diperoleh jika R< C
4. Konsep Analisis Pulang Pokok
Keadaan pulang pokok ( profit nol ) terjadi jika R = C. Perusahaan tidak memperoleh
keuntungan, namun tidak juga mengalami kerugian.
Contoh soal :
Andaikan biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukan oleh persamaan C = 20000 +
100Q dan penerimaan totalnya R = 300 Q. Pada tingkat berapa perusahaan mengalami pulang
pokok ? apa yang terjadi jika perusahaan memproduksi 150 unit ?
Jawab ;
C = 20.000 + 100Q Jika Q = 150
R = 300Q C = 20000 + 100Q
R = C C = 20000 + 100 ( 150 )
300Q = 20000 + 100Q C = 20000 + 15000
200Q = 20000 C = 35000
Q = 100 R = 200Q
R = 30000
( Perusahaan mengalami kerugian karena R < C )