Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Sejarah merupakan perjalanan dari masa lalu, ke masa kini, dan melanjutkan
perjalanannya ke masa depan. Semua bangsa didunia mempunyai sejarah
masing-masing. Sejarah adalah peristwa yang menyangkut berbagai aktivitas
manusia dalam kehidupan nya sebagai mahluk bermasyarakat. Sejarah berarti
juga kisah tentang segala peristiwa yang di susun berdasarkan peninggalan-
peninggalan. Peninggala sejarah tersebut dapat berupa bukti kegiatan,
perasaan dan pikiran manusia pada masa lampau. Suatu bangsa dikatakan
menginjak masa sejarah apabila bangsa tersebut telah pandai menulis dan
tulisan tersebut dapat di baca. Untuk sejarah Indonesia batas antara masa
prasejarah dan masa sejarah adalah abad ke 5 M, yaitu dengan ditemukan nya
prasasti di Kalimantan Timur yang berhurf pallawa dan berbahasa sansekerta.

Untuk sejarah daerha Lampung, maka abates antara prasejarah dan masa
sejarah masih berupa permasalahan terutama tentang batas waktunya yang
pasti. Prasasti Palas Pasemah dan Prasasti Harakuning berdasarkan tulisan dan
isinya seusia dengan prasasti Karang Berahi dan Kota Kapur, maka berate
prasejarah di Lampung sudah berakhir pada abad ke 7 M. Masa prasejarah di
Lampung diperkuat dengan adanya bukti-bukti yang di temukan dengan
peninggalan purbakal yang tersebar di seluruh daerah. Peninggalan tersebut
berasal dari masa Paleolitik dan sesudahnya.
2

BAB II
PERMASALAHAN

2.1.Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat diuraikan dalam pembahasan kota Mekkah


antara lain :
1. Bagaimanakah pengertian masa prasejarah?
2. Bagaimanakah keadaan masa prasejarah di Lampung?
3. Bagaiamana asal usul masyarakat Lampung?
4. Apasajakah peninggalan pada masa prasejarah di Lampung?
5. Bagaimanakah kehidupan masyarakat pada masa prasejarah?
3

BAB III
PEMBAHASAN

3.1.Pengertian Prasejarah

Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang
digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis
belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat
terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu
kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia
mulai hidup.

Menurut para ahli berpendapat tentang pengertian prasejarah adalah sebagai


berikut:
1) H. Moh.Yamin, Prasejarah Indonesia menurut paham ilmiah ialah suatu
ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa
yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
2) H.Roeslan Abdulgani, Prasejarah itu adalah satu bidang ilmu yang
meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan
masyarakat serta kemanusiaan dimasa lampau,beserta segala kejadian-
kejadiannya dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh
hasil penelitian dan penyelidikan tersebut,untuk akhirnya dijadikan
perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang
serta arah program masa depan.
3) ilsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam
pemikirannya tentang sejarah: Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan
pengalaman: bahwa manusia dan pemerintahan tidak pernah belajar apa
pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya. Kalimat ini
diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill,
4

katanya: Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa
kita tidak benar-benar belajar darinya.
4) Vere Gordon Childe ialah, menggunakan arkeologi untuk menjelaskan
banyak kejadian-kejadian penting di tempat-tempat yang biasanya
termasuk dalam lingkup sejarah (dan bukan pra-sejarah murni).
Pemisahan seperti ini juga dikritik karena mengesampingkan beberapa
peradaban, seperti yang ditemukan di Afrika Sub-Sahara dan di Amerika
sebelum kedatangan Columbus. secara perlahan-lahan selama beberapa
dekade belakangan ini, pemisahan antara sejarah dan prasejarah sebagian
besar telah dihilangkan.

3.2.Masa Prasejarah di Lampung

Masa prasejarah di Lampung diperkuat dengan adanya bukti-bukti yang di


temukan dengan peninggalan purbakala yang tersebar di seluruh daerah.
Peninggalan tersebut berasal dari masa Paleolitik dan sesudahnya. Penemuan
situs purbakala tersebut ada yang ditemukan secara sengaja , artinya memang
di lakukan survey erhadap situs-situs tertentu berdasarkan laporan atau
penemuan penduduk . Ada juga yang tidak sengaja, misalnya ketika adanya
penebangan hutan atau pembuatan jalan raya. Situs yang terbanyak adalah
peninggalan dari masa Megalitikum. Corak peninggalan prasejarah di
Lampung mempunyai sifat yang berlainan bila di bandingkan dengan
peninggalan prasejarah daerah-daerah Indonesia lainnya.

Beberapa contoh yang dapat di buktikan sebagai berikut:


1) Megalitik di Lampung kebanyakan bercorak statis dan mungkin sekali
yang becorak dinamis adalah merupakan lanjutan dari megalitik di
Pasemah yang luas.
2) Pemukiman manusia purbakala pada umumnya tidak terdapat di gua atau
pantai seperti daerah lainnya di Indonesia, tetapi pada bukit yang di
kelilingi parit atau sebidang tanah yang dikelilingi pematang tinggi yang
merupakan perbentengan terhadap binatang buas.
5

3) Goresan-goresan pada batu yang sering oleh penduduk di sebut batu


bersurat, pada hakekatnya adalah goresan yang belum di ketahui makna
dan artinya dan terdapat pada beberapa tempat situs megalitik. Sejenis ini
di temukan di Palu, Sulawesi Tengah
4) Punden Berudak yang terbuat dari tanah dan di perkuat dengan deretan
batu pada tingkat-tingkat tertentu.

Jika dibandingkan dengan data prasejarah, maka data sejarah di Lampung,


jumlah lebih sedikit, apabila kalau mengenai masa pengaruh Hindu atau
zaman klasik. Pada dewasa ini Lampung di gunakan selain huruf Lampung
yang penggunaanya sudah hampir lenyap, juga di gunakan huruf Arab dalam
penulisan tertentu. Huruf Pallawa dalam keterlibatan nya tidak di gunakan di
Lampung. Prasati-prasasti yang di temukan di Lampung yang berasal dari
masa Sriwijaya pada masa pengaruh Banten, menunjukkan bahwa pengaruh
pemakaian huruf dan bahasa tidak sampai mendalam, terbukti tidak adanya
sisa sama sekali dari masa-masa tersebut kecuali pengaruh Banten yang
berupa agama Islam dan huruf Arab yang masih berkembang sampai sekarang.

3.3.Asal Mula Masyarakat Lampung

Tentang asal usul masyarakat Lampung erat hubungan nya dengan asal usul
istilah Lampung. Terdapat beberapa teori yang dapat dijadikan bukti sebagai
asal usul penduduk di Lampung yaitu sebagai berikut:
1) Dari catatan musafir Cina yang pernah mengunjungi Indonesia pada abad
ke 7 yaitu I Tsing, disebutkan tentang Telang Po-hwang sebenarnya
merupakan suatu kata yang dapat di artikan kedalam kata Tulang Bawang,
yang terletak di daerah aliran sungai Tulang Bawang. Tetapi sampai
sekarang masih menjadi pertanyaan para ahli dimana letak sebenarnya
Tulang Bawang. Suatu teori yang di kemukakan oleh Hilman Hadikusuma
dalam seminar sejarah Lampung tahun 1976 , yang mengemukakan bahwa
kata To-Lang-po-hwang- itu dapat dieja atas kata To yang berarti dalam
bahasa Toraja, sedangkan kata Lang-Po-Hwang adalah kepanjangan dari
kata Lampung. Sehingga ada hubungan erat antara kedua kata tersebut
terhadap asal mula orang Lampung.
6

2) Teori kedua berasal dari legenda. Didalam buku karangan Dr. R Broesman
De Lampongsche Districten tahun 1916 di tulis bahwa Residen
Lampung yang pertama J.A Du Bois(1829-1834) pernah membaca buku
tentang Sejarah Majapahit milik orang Indonesia di Teluk Betung yang
disimpan sebagai azmat. Didalam buku tersebut diterangkan bahwa Tuhan
menurunkan orang pertama di bumi bernama Sang Dewa Senembahan
Widodari Simuhun. Mereka itulah yang menurunkan Si Jawa, Ratu
Majapahit, Si Pasundayang, Ratu Pajajaran , Ratu Balau dan Si Lampung.
Kata Lampung berarti terapung di atas air. Sampai sekarang masyarakat
Lampung masih mempercayai bahwa nenek moyang mereka berasal dari
Poyang Si Lampung, dari inilah nama Lampung berasal.

3) Teori ketiga mengenai asal usul orang Lampung dari Legenda yang berasal
dari daerah Tapanuli. Menurut cerita pada masa yang telah lampau
meletulah gunung berapi yang sekarang menjadi danau toba. Ketika
gunung itu meletus ada empat orang bersaudara yang berusaha
menyelamatkan diri, salah satu dari mereka terdampar di Krui kemudian
naik ke dataran tinggi yang sekarang disebut dataran tinggi Belalau atau
Sekala Brak. Dari sini di lihatnya daerah yang terhampar luas dan
menawan hati dengan perasaan kagum di teriak kan lah kata Lappung.
Kata Lappung berarti luas dalam bahasa Tapanuli. Sampai saat ini dalam
kalangan suku Lampung asli, baik di daerah Belalau, Menggala maupun
Abung kata Lampung masih di ucapkan Lappung.

4) Teori keempat yang di kemukan oleh Hilman Hadikusuma. S.H. dalam


risalah triwulan Bunga Rampai adat budaya , No.2 tahun ke II terbitan
Fakultas Hukum , didalam buku tersebut terdapat pula mengenai asal usul
penduduk Lampung. Menurut cerita rakyat bahwa penduduk Lampung
berasala dari Sekala Brak yang merupaka perkampungan orang Lampung
yang pertama yang diperkirakana ada sejak abad ke 14 M. Penduduk
tersebut di sebut orang Tumi (Buay Tumi) yang di pimpin oleh seorang
wanita yang bernaa Ratu Sekarmong. Mereka menganut kepercayaan
7

dinamis yang ada pengaruh juga dari Hindu Bairawa yang menyembah
sebatang pohon yang di anggap sakti, yaitu pohon Lemasa atau pohon
Melasa Kepampang Sebukau.

3.4.Peninggalan Masa Prasejarah Di Lampung

Beberapa bekas tempat pemukiman dari zaman dahulu kala banyak di


temukan di Lampung. Peninggalan tersebut ada yang berasal dari masa
Paleolitikum, Neolitikum, Megalitikum , zaman perunggu dan besi.
Beberapa peninggalan tersebut diantaranya sebagai berikut:
1) Di daerah Kedaton (Kalianda) di temukan sisa-sisa masa Paleolitikum
berupa kapak gengam yang masoh sangat sederhana, kemudian di
temukan tempat tinggal dan pemujaan berupa batu-batu besar berjejer,
merrupakan dolmem dan menhir.
2) Di Kecamatan Pesisir Utara di temukan bekas Kyokkenmondinger yang
merupakan bekas tempat tinggal manusia . Gua-gua juga di temukan
misalnya Gua Tamiang, Gua di Napal Handak dan di Ulu Semong.
3) Di daerah Walur, Kecamatan Pesisir utara oleh penduduk di temuka guci
yang tertanam di dalam nya terdapat kapak-kapal neolitik sejumlah kira
kira 60 buah yang terbuat dari batu mulia sejenis calchedon, japin.Kapak
lainnya sering di temukan penduduk yang disebut dengan gigi petir.
4) Peninggalan dari masa Megalitikum yang sangat banyak jumlah nya di
Lampung, diantaranya sebagai berikut:
a. Di daerah Skala Brak peninggalan megalitikum merupakan yang palig
besar, pada daerah Sukarame (Liwa) di temukan batu-batu bergores
yang terletak di dekat sebuah bekas pemukiman berupa tanah datar
seluas 40m dan di kelilingi parit-parit sedalam 2m.
b. Di Way Tenung ditemukan kuburan tua yang ternyata adalah sejenis
punden berundak-undak dari tanah sekelilingnya terdapa dolmen dan
menhir.
c. Di daerah Kebon terdapat peninggalan purbakala yang di perkirakan
berasal dari masa megalitikum.
d. Di Purawiwtan terdapat areal seluar 3 hektar yang berisi dolmen dan
menhir berjajar yang seluruhnya terdiri dari batu yang sangat besar.
e. Di desa pura jaya, sebuah batu menhir dengan satu dolmen dengan
dikelilingi batu-batu kecil lainnya yang disebut Batu Jagur. Kemudian
8

satu dolmen yang terpisah di seberang jalan dan lima dolmen yang
besar di sebut Telaga Mukmin yang letaknya di Lereng pegunungan di
tengah hutan.
f. Di cabang dua di temukan kelompok dolmen dan pecahan tembikar
dan batu gilingan.
g. Di kompleks batu bedil yang terdiri dari 2 tempat. Yang pertama batu
bedil hulu yang terdiri dari sebuah patung batu gajah di kelilingi oleh
menhir dan dolmen. Kemudian yang kedua adalah di batu bedil hilir
terdiri dari dolmen dan menhir dan beberapa batu lumping.
h. Di Pugung raharjo, di temukan bekas pemukiman yang sangat luas
dengan peninggalan masa megalitikum maupun klasik. Tiga buah batu
tergores dan sebuah menhir yang di kelilingi oleh batu berjejer dan
salah satunya semacam tempat duduk atau sandaran. Terdapat pula
punden berundak dari tanah yang banyak. Terdapat pula benteng
tanah luas yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap binatang
buas terutama gajah.
i. Di daerah Cukuh Balak banyak di temukan batu-batu kursi di
Atarberak yang menurut cerita berasal dari masa hindu namun
mungkin berasal dari masa sebelumnya.
j. Di Badak yang letaknya di pinggir way sekampung ditemukan batu
badak yang di menggambarkan seekor badak

3.5.Kehidupan Penduduk Di Masa Prasejarah

Kehidupan penduduk Lampung pada masa prasejarah dapat di ihat


berdasarkan tempat tinggalnya. Mereka hidup dengan cara bercocok tanam.
Sebelum mereka melakukan kegiatan bercocok tanam mereka hidup dengan
berburu dihutan, hal ini di buktikan dengan ditemukan nya peninggalan
senjata mereka berupa tombak dan pedang. Rumah-rumah mereka di dirikan
di atas tonggak besar (rumah panggung) yang menunjukkan bahwa mereka
masih perlu bertahan dari serangan binatang buas. Tetapi rumah semacam itu
dapat juga di gunakan untuk menghindari udara dingin. Karena penghidupan
mereka berburu dan bertani, maka mereka terikat kepada tanah.
9

Sistem pertanian penduduk di masa itu adalah setelah hutang di tebang lalu di
tanami sekali saja, sesudah itu di tinggalkan untuk menebang hutan yang lain
dan seterusnya. Pada umumnya mereka hidup mengelompok dalam suatu
kompleks, kemudian karena adanya pertingkaian antar suku mereka harus
berpindah-pindah tempat. Sistem kepercayaan mereka termasuk animism dan
dinamisme. Adanya dolmen, menhir, serta kepercayaan lainnya terhadap
kekuatan gaib, azimat dan lainnya menunjukkan adanya pengaruh animisme
dan dinamisme tersebut. Bekas-bekas adanya seni rupa dan seni lainnya
masih sangat kuat. Tentang alat-alat dari perunggu dan besi. Alat berupa
gamelan, tombak, kapak sepatu, neraka.

BAB IV
KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:


1. Prasejarah merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa
di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah
dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun
umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat
kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup.
10

2. Masa prasejarah di Lampung diperkuat dengan adanya bukti-bukti yang di


temukan dengan peninggalan purbakala yang tersebar di seluruh daerah.
Peninggalan tersebut berasal dari masa Paleolitik dan sesudahnya. Corak
peninggalan prasejarah di Lampung mempunyai sifat yang berlainan bila
di bandingkan dengan peninggalan prasejarah daerah-daerah Indonesia
lainnya. Seperti Megalitik di Lampung kebanyakan bercorak statis dan
mungkin sekali yang becorak dinamis adalah merupakan lanjutan dari
megalitik di Pasemah yang luas.

3. Tentang asal usul masyarakat Lampung erat hubungan nya dengan asal
usul istilah Lampung. Terdapat beberapa teori yang dapat dijadikan bukti
sebagai asal usul penduduk di Lampung yaitu yang pertama adanya dari
catatan musafir Cina yang pernah mengunjungi Indonesia pada abad ke 7
yaitu I Tsing, disebutkan tentang Tolang Po-hwang sebenarnya merupakan
suatu kata yang dapat di artikan kedalam kata Tulang Bawang, yang
terletak di daerah aliran sungai Tulang Bawang. Kemudian didalam buku
karangan Dr. R Broesman De Lampongsche Districten tahun 1916 di
tulis bahwa Residen Lampung yang pertama J.A Du Bois(1829-1834)
pernah membaca buku tentang Sejarah Majapahit milik orang Indonesia
di Teluk Betung yang disimpan sebagai azmat. Didalam buku tersebut
diterangkan bahwa Tuhan menurunkan orang pertama di bumi bernama
Sang Dewa Senembahan Widodari Simuhun. Mereka itulah yang
menurunkan Si Jawa, Ratu Majapahit, Si Pasundayang, Ratu Pajajaran ,
Ratu Balau dan Si Lampung. Selanjutnya asal usul orang Lampung juga
Legenda yang berasal dari daerah Tapanuli. Menurut cerita pada masa
yang telah lampau meletulah gunung berapi yang sekarang menjadi danau
toba. Ketika gunung itu meletus ada empat orang bersaudara yang
berusaha menyelamatkan diri, salah satu dari mereka terdampar di Krui
kemudian naik ke dataran tinggi yang sekarang disebut dataran tinggi
Belalau atau Sekala Brak. Yang terakhir sebuah teori keempat yang di
kemukan oleh Hilman Hadikusuma. S.H. dalam risalah triwulan Bunga
Rampai adat budaya , No.2 tahun ke II terbitan Fakultas Hukum , didalam
11

buku tersebut terdapat pula mengenai asal usul penduduk Lampung.


Menurut cerita rakyat bahwa penduduk Lampung berasala dari Sekala
Brak yang merupaka perkampungan orang Lampung yang pertama yang
diperkirakana ada sejak abad ke 14 M. Penduduk tersebut di sebut orang
Tumi (Buay Tumi) yang di pimpin oleh seorang wanita yang bernaa Ratu
Sekarmong. Mereka menganut kepercayaan dinamis yang ada pengaruh
juga dari Hindu Bairawa yang menyembah sebatang pohon yang di anggap
sakti, yaitu pohon Lemasa atau pohon Melasa Kepampang Sebukau.

4. Beberapa bekas tempat pemukiman dari zaman dahulu kala banyak di


temukan di Lampung. Peninggalan tersebut ada yang berasal dari masa
Paleolitikum, Neolitikum, Megalitikum , zaman perunggu dan besi.
Beberapa peninggalan banyak di temukan di berbagai tempat yaitu di
Kedaton (Kalianda), Sekala Brak, Purawiwitan, Desa Pura Jaya, Kebon
Tebu, Cabang Dua, di tengah Pasar Bungin, Kompleks Batu Bedil, Pugung
Raharjo, Cukuh Balak dan di Badak (Jabung)
5. Kehidupan penduduk Lampung pada masa prasejarah dapat di ihat
berdasarkan tempat tinggalnya. Mereka hidup dengan cara bercocok
tanam. Sebelum mereka melakukan kegiatan bercocok tanam mereka
hidup dengan berburu dihutan. Sistem pertanian penduduk di masa itu
adalah setelah hutang di tebang lalu di tanami sekali saja, sesudah itu di
tinggalkan untuk menebang hutan yang lain dan seterusnya. Sistem
kepercayaan mereka termasuk animism dan dinamisme. Adanya dolmen,
menhir, serta kepercayaan lainnya terhadap kekuatan gaib, azimat dan
lainnya.
12

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Iskandar Syah, M.H.(2017).Sejarah Kebudayaan Lampung. Universitas


Lampung. Bandar Lampung

Sujadi. Firman (2013).Lampung Sai Bumi Ruwa Jurai. Cita Insan Madani. Jakarta

Drs. Maskun, M.H.(2014). Manusia dan Sejarah. Universitas Lampung. Bandar


Lampung

Annonim
arkeologilampung.blogspot.co.id/2010/09/menjelajah-masa-lampau-html.
13

(Diakses tanggal 1 April 2017, Pukul 16:04 WIB)