Anda di halaman 1dari 3

DRAFT SOP RUJUKAN

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA FKTP (PUSKESMAS) DAN FKTRL ( RS )

I. PengertianUmum
- Pasien adalah orang sakit yang dirawat dokter ; penderita (sakit)
- Pasien yang dirujuk adalah pasien yang tidak mampu ditangani di FKTP
(puskesmas) sesuai dengan 144 (136) penyakit
- Puskesmas adalah FKTP
- Rumah sakit adalah FKTRL
- Administrasi adalah segala persyaratan tertulis sebagai kelengkapan
pasien untuk menjalani perawatan di fasilitas sesuai ketentuan yang
berlaku.
- Dokter Puskesmas adalah dokter umum di Puskesmas baik sebagai struktural maupun
fungsional
- Dokter jaga UGD RS adalah dokter jaga yang bertugas di UGD RS dan yang
langsung memberikan pertolongan kepada pasien di UGD RS.
- Dokter Spesialis adalah dokter spesialis yang berada di RS
- Paramedis adalah perawat atau bidan
- SOP rujukan (kesepakatan bersama) adalah suatu prosedur atau aturan yang harus
dilaksanakan di Puskesmas dan RS rujukan, yang merupakan hasil kesepakatan
bersama antara pihak Puskesmas dan RS.
II. PanduanUmum
- Pihak FKTP (puskesmas) dan pihak FKTRL (RS) harus mendahulukan
keselamatan pasien dari pada administrasi.
- Kelengkapan adminitrasi sesuai dengan jenis pasien dan sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
- Panduan umum ini berlaku setiap hari tanpa kecuali.
- Jika karena sesuatu hal pasien menolak mengikuti aturan yang berlaku
atau SOP rujukan ini maka pasien harus menandatangani surat
pernyataan.
- Panduan umum ini berlaku untuk semua jenis pasien (Umum,SPM,BPJS)
dan semua jenis spesialisasi.
- Panduan umum ini harus dilaksanakan oleh pihak puskesmas dan RS
rujukan di Kab sumenep.
a. Persiapan di Puskesmas
1. Pasien yang mau dirujuk harus sepengetahuan dokter puskesmas atau
kepala Puskesmas
2. Pasien yang mau dirujuk dipersiapkan secara klinis dan lakukan
pertolongan pertama untuk life saving sesuai dengan kasusnya
3. Jika memungkinkan siapkan administrasi pasien (tergantung jenis pasien)
4. Sebelum merujuk lakukan komunikasi langsung dengan pihak tempat
rujukan yang akan dituju.
5. Puskesmas menyiapkan alat transportasi rujukan (ambulance) yang
dilengkapi dengan alat alat emergenci dasar yaitu oksigen dan obat
obatan.
6. Setiap rujukan harus didampingi oleh 1 orang sopir, dan 2 paramedis
7. Surat rujukan harus ditandatangani oleh dokter puskesmas dan distempel
puskesmas.
8. Pasien ditempatkan di tempat yang aman, dan nyaman
9. Semua pemberian obat atau tindakan yang telah dilakukan kepada pasien
harus dicatat dilembar observasi dan diserahkan kepada petugas UGD di
RS tujuan. (lembar observasi memuat identitas pasien, tgl, obat, tindakan,
vital sign,dan keterangan)
10.Selama perjalanan pasien diobservasi dan lakukan pencatatan di lembar
observasi.
11.Pemberitahuan kepada pihak RS ketika pasien mau berangkat dan ketika
pasien mau nyampai di RS.
12.Setelah nyampai di tempat rujukan (UGD RS) segera lakukan mobilisasi
pasien dibantu oleh petugas UGD RS
13.Setelah pasien di UGD RS lakukan pendaftaran pasien sesuai prosedur
yang berlaku
14.Lakukan serah terima pasien dari pihak puskesmas ke pihak RS, dan
setelah itu pasien menjadi wewenang pihak RS.
15.Puskesmas berhak mendapat rujuk balik atas pasien yang dirujuk untuk
dilakukan evaluasi, sesuai dengan kondisi pasien

b. Pelaksanaan di tempat Rujukan( UGD RS)


1. Pihak RS menerima dan menjawab komunikasi dari pihak puskesmas
mengenai pasien yang akan dirujuk.
2. Pihak RS segera menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan
dengan diagnose pasien yang dirujuk seperti keperluan obat emergenci,
dokter spesialis terkait, tindakan khusus, atau fasilitas rujukan ke RS
Subspesialistik dan lain lain.
3. Petugas UGD RS segera menerima pasien yang telah dating dengan
menyiapkan alat mobilisasi pasien, dan memobilisasi pasien dari
ambulance dibantu oleh tenaga pendamping dari puskesmas
4.Setelah pasien sampai di ruang periksa UGD RS, maka pasien diperiksa
oleh dokter jaga UGD selambat lambatnya 5 menit setelah nyampai; dan
segera lakukan pertolongan lanjutan atau perencanaan terhadap pasien.
5 Jika pasien memerlukan pemeriksaan spesialisasi maka selambat
lambatnya 1 jam setelah pasien nyampai, sudah mendapatkan
penanganan khusus.
6. Jika pasien memerlukan rujukan lanjutan subspesialistik maka pihak RS
menyiapkan pasien sesuai jenis pasien.
7. Pasien yang dirujuk dibedahkan berdasarkan jenis pasien (apakah pasien
umum, SPM, BPJS).
8. Jika pasien memerlukan perawatan lanjutan di RS tersebut, semua
menjadi wewenang dan tanggungjawab pihak RS.
9. Pasien yang telah mendapat perawatan lanjutan di tempat rujukan jika
sudah sembuh atau sudah tidak memerlukan perawatan khusus di RS;
maka pasien dirujuk kembali kepuskesmas setempat untuk dievaluasi.

III. PanduanKhusus

IV. Lain lain


1. Pasien dengan diagnose diluar 4 spesialisasi diatas; panduan khususnya
mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai dengan spesialisasinya.
2. Untuk pasien yang dating langsung ke RS tanpa melalui pihak
puskesmas, maka segala urusan pasien menjadi wewenag pihak RS dan
keluarga pasien.
3. Khusus pasien rujukan dari kepulauan, segala sesuatunya disesuaikan
dengan kondisi pasien dan sesuai dengan komunikasi pihak Puskesmas
dan RS
4. Semua yang telah menjadi kesepakatan bersama harus dilaksanakan
dengan sungguh sungguh dan penuh tanggungjawab.
5. Jika ada perubahan aturan atau sesuatu yang berhubungan dengan pasien
akan di atur secara mufakat.