Anda di halaman 1dari 2

KLITORIS

Organ sensitif wanita utama ini merupakan homolog erektil penis dan terdapat di bawah preputium
klitoridis dan di atas uretra. Klitoris memanjang ke bawah di antara lipatan-lipatan labium minus
pudendi, dan ujung bebasnya masuk ke bawah dan ke dalam menuju ostium vaginae.

Panjang klitoris jarang melebihi 2 cm dan terdiri dari glans, korpus atau badan, dan dua krura.
Diameter glans biasanya kurang dari 0,5 cm, terdiri dari sel-sel berbentuk gelendong, dan dilapisi
oleh epitel gepeng berlapis yang kaya akan persarafan. Badan klitoris mengandung dua korpora
kavernosa. Di bawah permukaan ventralnya, homolog corpora spongiosa menyatu membentuk
commissura. Homolog ini merupakan perluasan anterior bulbus vestibular (OConnell dan DeLancey,
2006). Dari badan klitoris, masing-masing korpora kavernosa menyebar lateral membentuk
gelondongan, krura yang sempit. Ini terletak di sepanjang permukaan inferior rami iskipubic dan di
bagian dalam dari otot-otot iskiokavernosous.

VESTIBULUM VAGINAE

Vestibulum vaginae merupakan struktur genitalia eksterna wanita yang matang secara fungsional,
berasal dari membran urogenital embrionik. Pada wanita dewasa, merupakan daerah berbentuk
almond yang dibatasi oleh garis Hart di sebelah lateral, permukaan luar himen di sebelah medial,
frenulum klitoridis di anterior, dan fourchette di postrerior.

Pada vestibulum vaginae biasanya terdapat enam ostium; uretra, vagina, dua duktus kelenjar
Bartholin, dan dua duktus kelenjar parauretral terbesar-kelenjar Skene. Bagian posterior vestibulum
di antara frenulum labiorum pudendi dan ostium vaginae disebut fossa navikularis. Ini biasanya
terlihat hanya pada wanita nullipara.

KELENJAR VESTIBULAR

Sepanjang kelenjar Bartholin, juga disebut glandula vestibulum major, merupakan kelenjar yang
besar. Diameternya 0,5-1 cm. Terletak inferior dari bulbus vestibuli dan di dalam ujung inferior
muskulus bulbokavernosus di kedua sisi ostium vaginae. Panjang duktusnya 1,5-2 cm dan membuka
di distal cincin himen pada jam 5 dan 7. Karena trauma atau infeksi, kedua duktus dapat
membengkak dan tersumbat membentuka kista atau abses, bila terinfeksi.

Kelenjar parauretral secara kolektif merupakan percabangan kelenjar yang duktusnya membuka
terutama di sepanjang keseluruhan aspek inferior uretra. Dua yang paling besar disebut kelenjar
Skene, dan duktusnya biasanya terletak distal di dekat meatus uretra. Inflamasi dan obstruksi duktus
kelenjar parauretral apapun dpaat menyebabkan pembentukan di vertikulum uretra. Glandula
vestibularis minor merupakan kelenjar dangkal dilapisi oleh epitel sederhana penyekresi musin dan
membuka di sepanjang garis Hart.

OSTIUM URETRA

Dua pertiga bawah uretra terletak tepat di atas dinding anterior vagina. Ostium atau meatus uretra
terletak di garis tengah vestibulum, 1-1,5 cm di bawah arkus pubikus, dan terletak sedikit di atas
ostium vaginae.
BULBUS VESTIBULI

Secara embriologis, bulbus vestibuli dapat disamakan dengan korpus spongiosum penis. Merupakan
agregasi vena berbentuk almond, dengan panjang 3-4 cm, lebar 1-2 cm, dan tebal 0,5-1 cm, yang
terletak di bawah muskulus bulbokavernosus dan di kedua sisi vestibulum. Bulbus berakhir di
inferior kira-kira di pertengahan ostium vaginae dan berjalan ke atas menuju klitoris. Perpanjangan
ke anterior tersebut bergabung di garis tengah, di bawah badan klitoris. Sewaktu melahirkan, bulbus
vestibuli dapat cedera bahkan ruptur menyebabkan hematoma vulva.

OSTIUM VAGINAE dan HIMEN

Ostium vaginae dikelilingi di distal oleh himen atau sisanya. Pada wanita dewasa, himen adalah
membran dengan berbagai ketebalan yang mengelilingi ostium vaginae secara lengkap atau
sebagian. Himen terutama terdiri dari jaringan ikat kolagen dan elastik, serta baik permukaan luar
maupun dalamnya dilapisi oleh epitel gepeng berlapis. Lubang-lubang himen berdiameter antara
pinpoint sampai seukuran satu atau dua ujung jari. Himen imperforata merupakan kelainan yang
jarang berupa oklusi lengkap orifisium vagina, menyebabkan retensi darah menstruasi.

Akan tetapi, biasanya, himen robek pada beberapa tempat sewaktu koitus pertama. Robekan yang
serupa dapat terjadi karena penetrasi lain, misalnya tampon yang digunakan selama menstruasi.
Akan segera terjadi epitelisasi di pinggir jaringan yang robek. Pada wanita hamil, epitel himen
menebal, dan jaringan kaya akan kolagen. Perubahan yang terjadi pada himen karena melahirkan
biasanya dapat diketahui dengan mudah. Kadang, himen terdiri dari beberapa nodul dengan
berbagai ukuran, juga disebut carunculae hymenales.