Anda di halaman 1dari 6

PGS 2014

Published On Senin, Februari 17, 2014 By sri amelia. Under: Berita Utama, Info Nasional.

Pedoman Gizi Seimbang (PGS) 2014

Salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan
produktivitas kerja yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh Chadian gizi agar dapat menikmati
hidup dalam keadaan sehat.

Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi.
Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Pola makan
yang baik adalah berpedoman pada Gizi Seimbang.

Pedoman Gizi Seimbang telah diimplementasikan di Indonesia sejak tahun 1955. Pedoman
tersebut menggantikan slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang telah diperkenalkan sejak tahun 1952
dan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
dalam bidang gizi serta masalah dan tantangan yang dihadapi. Tahun 1990 an kita sudah punya
Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Lebih dari 15 tahun lalu Pedoman Gizi Seimbang telah
dikenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, namun masih banyak masalah dan kendala
dalam sosialisasi Gizi Seimbang sehingga harapan untuk merubah perilaku gizi masyarakat ke
arah perilaku gizi seimbang belum sepenuhya tercapai. Konsumsi pangan belum seimbang baik
kuantitas maupun kualitasnya, dan perilaku hidup bersih dan sehat belum memadai.
Memperhatikan hal diatas telah tersusun Pedoman Gizi Seimbang yang baru, pada tanggal 27
Januari 2014 lalu telah diselenggarakan workshop untuk mendapat masukan dari para pakar
pemerintah serta non pemerintah, lintas sektor, lintas program dan organisasi profesi.
Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedoman-pedoman yang lama, bila diibaratkan rumah
maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu 1). Mengonsumsi
makanan beragam, tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh
untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir
sampai berusia 6 bulan; 2). Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip
Gizi Seimbang; 3) Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat
gizi kedalam tubuh; 4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB
normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari Pola Hidup dengan Gizi Seimbang, sehingga dapat
mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan
langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Pesan-pesan PGS, baru
1). Syukuri dan nikmati anekaragam makanan;
2). Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;
3) Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi;
4) Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok;
5) Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak;
6) Biasakan Sarapan;
7) Biasakan minum air putih yang cukup dan aman;
8 ) Biasakan membaca label pada kemasan pangan;
9) Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir;
10) Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa stunting pada Balita dan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) makin
meningkat. Perhatian terhadap masalah gizi ganda juga perlu lebih ditingkatkan, disamping masih banyak yang
kekurangan gizi, tmasalah gizi lebih juga meningkat. laporan Riskesdas 2013 sejumlah 32,9% wanita dewasa dan
19,7% pria dewasa mengalami obesitas (IMT >25,0) yang berisiko terhadap berbagai gangguan kesehatan atau
penyakit.

Apakah kita sudah menerapkan Gizi Seimbang hari ini? Makan beranekaragam, Hidup bersih
dan sehat, lakukan aktifitas fisik dan pantau Berat Badan anda secara berkala agar tubuh sehat
dan hidup kita akan lebih produktif

PGS yang baru ini dilengkapi pula dengan pesan visualisasi untuk konsumsi kita sehari-hari yang
digambarkan Tumpeng, dan konsumsi makanan untuk sekali makan digambarkan Piring
makanku panduan sekali makan.
Sekarang Era-nya Pedoman Gizi Seimbang (PGS) 2014
Oleh Sandy Ardiansyah, Amd.Gz, ST.Gizi
(Ahli Gizi RSUD Talang Ubi Kabupaten PALI)
Masyarakat awam dewasa ini mungkin masih mengenal 4 sehat 5 sempurna sedari
menuntut ilmu di bangku sekolah dasar (SD), bahkan dari sejarahnya pedoman ini diperkenalkan
kepada msyarakat sudah sejak tahun 1952. Pedoman yang mensyaratkan sehari-hari untuk
mengkonsumsi makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah dan ditambah susu sebagai
penyempurnanya. Namun atas dasar petimbangan buah dan susu yang masih belum banyak bisa
dijangkau untuk masyarakat kalangan ekonomi rendah dan tidak sesuai lagi dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam bidang gizi serta masalah dan
tantangan yang dihadapi maka pedoman ini mengalami revisi dan sudah tidak lagi diperkenalkan
oleh Kementerian Kesehatan.
Sejak tahun 1990-an digerakkan program Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS)
yang berjumlah 13 pesan. Sosialisasi PUGS banyak mengalami kendala dan kurangnya perhatian
masyarakat mengenai pedoman tersebut sehingga belum tercapainya harapan terhadap PUGS
kepada msyarakat luas. Oleh karena itu, untuk menyempurnakan kembali pedoman gizi yang
sesuai maka telah tersusun Pedoman Gizi Seimbang yang baru, pada tanggal 27 Januari 2014
setelah diselenggarakan workshop untuk mendapatkan masukan dari para pakar pemerintah serta
non pemerintah, lintas sektor, lintas program dan organisasi profesi. Hasil dari pertemuan ini
dihasilkan Pola makan yang baik adalah berpedoman pada Gizi Seimbang.
Gizi mempunyai peranan yang vital terhadap kemajuan bangsa, karenadengan gizi yang
seimbang turut membantu memajukan bangsa dalam arti mempunyai derjat kesehatan yang
tinggi, kecerdasan yg optimal, dan produktivitas kerja yang tinggi. Pola konsumsi pangan yang
baik atau seimbang adalah konsumsi pangan yang tercukupi baik kuantitas maupun kualitasnya
di tingkat keluarga maupun individu. Selain itu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga
merupakan sebagai poin penting. Gambar 1. Menunjukkan porsi makan untuk sekali makan
masyarakat Indonesia yang ideal terdiri atas makanan pokok, sayuran, lauk pauk dan buah-
buahan ditambah dengan konsumsi air putih dan membatasi gula, garam dan minyak untuk setiap
masakan. Lebih lanjut, pola hidup bersih dan sehat dicerminkan dalam prining makannku ini
yaitu biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan untuk menghindari
kontaminasi yang dapat menyebabkan sumber penyakit. Oleh karena itu, visualisasi piring
makananku ini sangat baik untuk diterapkan untuk mendukung upaya peningkatan asupan gizi
hingga menjadi seimbang guna melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.
Gambar 1. Ilustrasi Piring Makanku Sekali Makan

Pedoman Gizi Seimbang yang baru ini merupakan penyempurnaan pedoman-pedoman


yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar
rumah tersebut dapat berdiri, yaitu
1. Mengonsumsi makanan beragam, tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua
jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan
kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan.
2. Membiasakan perilaku hidup bersih, yang kaitannya erat dengan Pedoman Gizi Seimbang.
3. Melakukan aktivitas fisik, sebagai penyeimbang intake energi dan proses penyerapan zat gizi di
dalam tubuh.
4. Mempertahankan dan pemantauan Berat Badan (BB) secara rutin untuk mengantisipasi
kekurangan berat badan atau kelebihan berat badan.

Berikut merupakan Pesan-pesan yang terdapat di dalam Pedoman Gizi Seimbang tahun 2014,
yaitu :
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
6. Biasakan Sarapan
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

PGS yang baru ini dilengkapi pula dengan pesan visualisasi untuk konsumsi kita sehari-
hari yang digambarkan Tumpeng ditunjukkan pada Gambar 2.
Gambar 2. Visualisasi Tumpeng Gizi Seimbang

Istilah kurang gizi masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan hingga kini,
ditambah lagi polemik terhadap permasalahan gizi lebih yang dianggap sebagai simbol
kemakmuran turut menjadi perhatian dewasa ini. Kedua masalah gizi yang sedang di hadapi
Indonesia adalah beban ganda masalah gizi. Oleh karena itu visualisasi piring makannku dan
tumpeng gizi seimbang sebagai media yang dapat membantu mencegah terjadinya permasalahan
gizi. Berdasarkan data Riskesdas / Riset Kesehatan Dasar Nasional (2013) yang baru
dipublikasikan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan untuk prevalensi berat badang kurang
(underweight) sebesar 19,6% yang terdiri atas 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang. Angka ini
menyebabkan terjadinya peningkatan angka nasional dari tahun sebelumnya 2007 (18,4%) dan
tahun 2010 (17,9%). Padahal menurut Bappenas (2012) untuk mencapai sasaran MDG tahun
2015 yaitu 15,5%, maka prevalensi berat kurang (kurang gizi dan gizi buruk) harus diturunkan
sebesar 4,1% dalam periode 1 tahun ini hingga 2015. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar
yang harus dicapai. Selain itu permasalahan gizi lebih yait32,9% wanita dewasa dan 19,7% pria
dewasa mengalami obesitas (IMT >25,0). Hal ini merupakan risiko yang erat serta faktor
dominan untuk terserangnya penyakit degeneratif (DM, Hipertensi, Jantung, dan lain-lain).
Peranan ibu sebagai koki terbaik di keluarga menjadi sangat penting untuk diperhatikan
guna mengoptimalkan pemenuhan gizi pada tingkatan paling utama yaitu keluarga. Bukan hanya
mengenai asupan gizi melainkan pola asuh menjadi salah satu peranan penting dalam keluarga.
Sebab itu diperlukan pengetahuan yang baik dari Ibu. Lebih lanjut, dalam wadah masyarakat
perlu adanya sosialisasi mengenai Pedoman Gizi Seimbang melalui PKK di daerah-daerah.
Akhirnya, pertanyaan bagi diri pribadi kita adalah Apakah sudah menerapkan Gizi Seimbang
sehari-hari ? Makan beranekaragam, hidup bersih dan sehat, lakukan aktifitas fisik dan pantau
berat badan secara berkala agar tubuh sehat dan hidup kita akan lebih produktif. Jika memang
belum, marilah kita awali dari sekarang sehingga kita bisa menabung untuk investasi kesehatan
jangka panjang yang berkualitas