Anda di halaman 1dari 12

Kasus Walker and Company

Kelompok 3

Deana Haniif Rizki B (8)

Jennifer Tanuwijaya (22)

Jeremia Nagasari (23)

Theresia Rahma Agustin (40)


Walker and Company: Profit Plan Decisions
Walker and Company adalah sebuah penerbit buku skala menengah yang mempekerjakan
31 orang dan 45 tenaga penjualan. Didirikan pada tahun 1959, Walker adalah satu dari sedikit
perusahaan yang bertahan selama 35 tahun dalam industri penerbitan buku. Dari apa yang dia
pelajarari selama sekolah bisnis dulu, dia menyadari bahwa perusaaan seharusnya hanya
menerbitkan sedikit judul buku dalam sedikit segmen. Judul yang sedikit itu akan mengurangi
biaya overhead dan meningkatkan margin untuk perusahaan. Itu juga membuat perusahaan dapat
menerbitkan buku lebih cepat, mengelola persediaan dengan lebih baik, dan menurunkan asset
base. Walker percaya bahwa bisnis akan menguntungkan dengan lebih fokus ke sumber daya
untuk membuat Walker and Company bertahan di pasar.

Walker mengambil alih perusahaan pada saat berumur 27 tahun, ketika ayahnya wafat.
Setelah mengatur bisnis tersebut selama tiga tahun, Walker mengikuti sekolah bisnis dan
memperoleh gelar MBA nya pada tahun 1997. Walker memiliki beberapa permasalahan ketika
baru menjabat menjadi presiden perusahaan, seperti sulitnya cash flow perusahaan dan kehilangan
supplier pentingnya. Ditambah perusahaan tidak mengetahui informasi mengenai dimana dan
bagaimana mereka menemukan dan menetapkan posisi bisnis perusahaan. Akibatnya Walker
menyusun dasar laporan laba rugi untuk setiap lini produk. Dia mengurangi penerbitan buku baaru
per tahun dari 150 menjadi hanya 100 judul buku. Hal tersebut menyebabkan biaya overhead
perusahaan berkurang 20%.

Selanjutnya Walker memindahkan kantornya dari Fifth Avenue ke West Village, menjual
lini produk buku pendidikan, dan berhenti mengembangkan buku referensi. Kemudian perusahaan
menghabiskan 6 bulan merekrut George Gibson yang terkenal berpengalaman dalam penerbitan ,
marketing dan penjualan. Perubahan ini dinilai cukup siginifikan karena perusahaan tidak pernah
mengalami perubahan siginifikan selama 33 tahun. Perusahaan mulai memperoleh kesuksesannya
pada tahun 1995, mereka berhasil menerbitkan sebuah buku berjudul Longitude dan berhasil
menjadi bestseller. Buku tersebut merupakan penjualan buku yang tercepat dan terbesar sepanjang
sejarah perusahaan.

Walaupun sukses dengan penjualan bukunya, faktanya perusahaan justru mengalami


keuntungan minimal dan cash flow yang negatif. Walker mengetahui bahwa dia membutuhkan
strategi penerbitan yanag baru untuk sukses di masa depan: menerbitkan buku-buku yang lebih
sedikit dalam segmen yang lebih sedikit pula dan lebih memfokuskan sumber daya pada
diferensiasi buku-buku di pasaran. Kelemahan terbesar perusahaan adalah ketidakmampuan
mereka dalam melakukan diagnosa sistem pengendalian yang baik. Tidak ada target kinerja yang
jelas dari atasan dan tidak ada yang memperhatikan hubungan antara laa rugi, neraca, dan laporan
arus kas. Walker mempertimbangkan untuk menggunakan ROA sebagai Critical Performance
Variable perusaaan. Perusahaan menetapkan ROA untuk tahun fiskal berikutnya, 1998, sebesar
10%. Mereka tahu bahwa perusahaan penerbitan besar lainnya memiliki ROA 15%, namun mereka
mempercayai bisnis mereka setidaknya cukup baik bila mencapai ROA sebesar 10%. Selain itu,
Wlker juga ingin menetapkan free cash flow setelah dikurangi dengan modal kerja.

Setelah perubahan yang dilakukan Walker tahun 1991, perusahaan telah menerbitkan 100
buku baru per tahun di 5 segmen yang berbeda, yaitu:

1. Nonfiksi: Walker memproduksi 20 judul buku baru per tahun dengan hardcover dan
paperbag.
2. Misteri: Walker menerbitkan 20-24 jdul buku baru per tahun dengan menggunakan
hardcover saja.
3. Westerns: Walker menerbitkan 6-8 judul buku sejarah Western per tahun dengan
menggunakan hardcover
4. Agama dan Inspiratif: Walker memproduksi 14-17 judul buku per tahun dengan
menggunakan paperbag saja
5. Buku Anak: Walker meproduksi 25-30 hardcover dan 5-8 paperbags.

INDUSTRI PENERBITAN

Industri penerbitan buku di seluruh dunia menghasilkan 80 miliar pendapatan selama


tahun 1996, dengan lebih dari 25 miliar yang diperoleh ke pasar AS . Buku diterbitkan untuk
pasar pendidikan dan profesional , serta untuk publik umum ( segmen perdagangan ) . penerbit -
perdagangan kategori di mana Walker dan perusahaan berkompetisi - biasanya diklasifikasikan
ke dalam salah satu dari empat kategori :
Penerbit besar yang melingkupi hampir semua segmen : ini termasuk perusahaan media
besar seperti : Hyperion dan Disney Press ( Disney ) ; Little Brown ( Time Warner ) ; Harper
Collins ( News Corporation ) ; Simon dan Schuster ( Viacom ) ; dan Bantam Doubleday Dell (
Bertellsman ). Perusahaan-perusahaan ini mencapai skala ekonomi dalam pemasaran , penjualan
dan distribusi.
Penerbit berskala medium yang kusus pada satu segmen : segmen ini termasuk
didalamnya Scholastic ( buku anak-anak) dan Thomas Nelsom ( buku religious ) dan buku lain-
nya. Penerbit berskala kecil menuju medium yang mengkususkan pada satu segmen : perusahaan
tersebut biasanya sudah menerbitkan buku setidaknya 20th, dan bertempatkan di kota New York-
ibukota penerbitan buku. Mereka menikmati dengan reputasi penerbitan buku dipasar yang
memungkinkan mereka menerbitkan daftar yang lebih umum.
Penerbit berukuran kecil dengan sangat mengkususkan segment : kategori ini terdiri dari
ratusan bahkan ribuan penerbit, kebanyakan memulai diantara 5-10th. Mereka memilih segmen
yang sangat sempit dan bekerja dengan sangat baik pada segmen tersebut, contohnya yaitu buku
memasak untuk memasak di luar ruangan dll

INDUSTRY TRENDS
Berbeda dengan bisnis hiburan lainnya seperti musik atau film , penerbit buku mengeluarkan
sejumlah besar judul baru setiap tahun. Sekitar 50.000 buku dengan judul baru diterbitkan setiap
tahun, dan total 1,2 juta judul tetap di print ( berbeda dengan CD yang hanya 20.000 dan hanya
170 film yang dirilis setiap tahunnya ).
Dengan banyaknya buku yang masuk dipasaran, differentiation merupakan strategy yang
tepat. Setiap penerbit harus berhati-hati menentukan segmen dimana mereka akan terjun.
dengan pasokan besar dari judul bersaing , ini adalah sebuah tantangan yang sangat besar sulit

Meskipun perdagangan ekonomi terhadap penjualan buku tidak terlalu attractive , namun
perusahaan besar tetap mempertahankan bisnis tersebut, karena buku merupakan sumber dari berbagai
macam film dan yang terpenting buku tetap memiliki basis sebagai materi pendidikan dimana buku
mempengaruhi apa yang kita makan, minum, gunakan dan bagaimana mendidik anak.
Demikian, penerbit buku sering mengalokasikan aspek kreatif dan intelektual mereka sebagai
pengembalian ekonomi dimasa mendatang.

Konsolidasi , industri buku telah cepat dikonsolidasikan pada tahun 1980 dan 1990-an.
Delapan penerbit sekarang mengendalikan sekitar 40% pasar. Konsolidasi telah terjadi baik di
retail maupun wholesale. Disisi retail, perusahaan seperti Barnes & Noble dan Borders mengejar
sebagai perusahaan super, disisi wholesale Ingram telah menjadi pemimpin dalam wholesaler.
Pelanggan yang sekarang kurang terfragmentasi dan secara signifikan lebih kuat.
Tidak Dapat Diprediksi

Ramalan ekonomi penerbit bisa meningkat atau menurun tergantung pada pendapatan yang
didapat masing-masing buku yang dihasilkan. Sayangnya, sangat sulit untuk memprediksi di depan
apa yang bisa menjadi sukses pada akhirnya; dan sulit juga uuntuk mengulang kesuksesan dengan
cara yang sama untuk kedua kalinya.

Saluran Distribusi Baru

Secara paradoks, selain merupakan bentuk media tertua, buku juga menjadi bisnis baru
yang paling sukses di Internet. Amazon.com, terdaftar sebagai salah satu situs internet yang paling
top pada 1996, telah membuka jalan yang efisien bagi konsumen untuk mengakses persediaan
buku yang sangat besar. Jenis baru saluran distribusi ini tidak hanya mampu mengambil pangsa
pasar dari saluran lain yang telah lama ada, namun juga mengembangkan ukuran pasar yang
menyertakan mereka yang sebelumnya tidak mampu menemukan atau tifak memiliki ketertarikan
pada buku.

Rencana Laba bagi Lini Buku Anak

Ramsey telah memutuskan untuk berhenti menerbitkan novel Barat. Lini ini merupakan
penghambat bagi perusahaan karena returnnya yang kecil dan tidak adannya perkembangan
potensi. Ramsey belum memperkirakan dampak dari keputusan ini pada profit perusahaan ke
depannya. Ia tahu, semua HPP dan sepertiga beban operasional adalah variabel. Sisanya yaitu
beban tetap harus dialokasikan ke lini lain atau dikurangi.
Saat ini Ramsey ingin mendiskusikan bagaimana caranya me-manage lini buku anak untuk
mencapai profit goals dan cash flow dengan George Gibson, seorang presiden perusahaan dan
penerbit yang kreatif dan energik, serta Ted Rosenfeld, seorang CFO yang dulunya merupakan
controller dan sudah 28 tahun berpengalaman di bidang penerbitan.

Ramsey harus memutuskan seberapa banyak judul buku anak yang sebaiknya diterbitkan
tahun depan. Keputusan mengenai bauran produk pada buku anak akan memiliki efek besar pada
kinerja ekonomi perusahaan ke depannya. Walker menerbitkan buku anak baru tiap tahun dalam
5 bentuk/format berbeda:

Buku gambar berilustrasi


Buku cerita yang diilustrasikan dengan foto
Buku ilustrasi hitam putih
Non fiksi
Fiksi

Tujuan Ramsey untuk Walker and Company ialah mencapai cash flow $500,000 pada 1999
dan kumulatif $1 juta pada 2000. Setidaknya 50%nya berasal dari lini buku anak. Ia meyakini
ada dua cara untuk mencapai target ini: meningkatkan net income atau mengurangi jumlah
working capital. Ramsey juga meyakini akan mampu mencapai 10% ROA.

Untuk mempersiapkan rencana profit pada 1998, Ramsey harus memutuskan untuk
menerbitkan berapa judul pada tiap format dan bagaimana efeknya terhadap profit lini buku
anak. Ia harus menganalisa angka dari pengukuran finansial: pertumbuhan penjualan tahunan,
persentase profit, unit penjualan, ROA, dan biaya-biaya. Tiap ukuran, terdapat batasan:

Pertumbuhan penjualan tahunan %: tidak memperhitungkan profitabilitas format lain.

Profit %: tidak memperhitungkan investasi yang diperlukan serta efeknya pada cash flow.

ROA: keakuratan mengenai alokasi biaya dan aset yang sulit.

ROI: kurang jelas apa yang memang benar-benar termasuk investasi.

Biaya operasional: sebagian besar merupakan biaya tetap.


Sebelum lebih jauh, Ramsey menyadari bahwa ia harus memutuskan berapa judul baru
yang sebaiknya dietrbitkan pada tiap format buku anak, dan menggunakannya untuk menyusun
rencana laba pada 1998 untuk lini buku anak secara keseluruhan.

Permasalahan

1. Lengkapi rencana laba Ramsey Walker untuk lini buku anak-anak (exhibit 5). Apa asumsi
yang tepat menurutmu? Asumsi mana yang penting untuk analisismu?
2. Review daftar ukuran kinerja finansial yang ada diatas. Ukuran apa yang harus Rmsey
gunakan untuk mengelola bisnis? Bagaimana seharusnya ukuran tersebut dihitung?
3. Berdasarkan analisamu, siapkan agenda dari 3 aksi teratas ang Ramsey Walker harus
diskusikan dengan Jorge Gibson dan Ted Rossen Feld selama pertemuan yang akan datang!

Analisis
Lini Editorial Picture Photo B+W Nonfiction Fiction Backlist Total Increase (Decrease)

Income Statement
Number of new titles 3 4 2 5 1 0 15
Sales 424,721 243,360 150,983 217,026 72,813 1,200,000 2,308,902 9.43% Increase
COGS 135,911 77,875 48,314 69,448 23,300 384,000 738,849 32% of Sales
Royalties 63,708 36,504 22,647 32,554 10,922 180,000 346,335 15% of Sales
Gross Margin % 53% 53% 53% 53% 53% 53% 53%
Expenses % of Sales 47% 47% 47% 47% 47% 47% 47%
Expenses 199,619 114,379 70,962 102,002 34,222 564,000 1,085,184
Net Income 25,483 14,602 9,059 13,022 4,369 72,000 138,534

Balance Sheet-May 31 1998


Current Assets
Inventory 37,851 76,132 31,122 34,336 17,824 500,000 697,264 19.35% Decrease
A/R as % of Sales (Projected) 20% 20% 20% 20% 20% 20% 20%
A/R $ 84,944 48,672 30,197 43,405 14,563 240,000 461,780 20% of Sales
Total Current Assets 122,795 124,804 61,319 77,741 32,386 740,000 1,159,045

Current Liabilities
A/P as % sales (projected) 9.675% 9.675% 9.675% 9.675% 9.675% 0% 9.675%
A/P $ 47,283 47,036 26,426 28,662 11,509 0 160,917 9.675% Decrease
Royalties Payable 0 0 0 0 0 0 0
Total Current liabilities 47,283 47,036 26,426 28,662 11,509 0 160,917

Free Cash Flow


Net Income 25,483 14,602 9,048 13,006 4,364 72,000 138,503
Chnage in net working Capital 75,511 77,768 34,892 49,079 20,877 740,000 998,128
Free Cash Flow 100,994 92,370 43,940 62,085 25,241 812,000 1,136,631

ROA 20.75% 11.70% 14.77% 16.75% 13.49% 9.73% 11.95%

1. Dalam penyusunan perencanaan profit untuk lini buku anak, kami mengambil dasar tujuan
perusahaan untuk mendapatkan ROA 10% dan free cash flow $250.000 yang diharapkan
perusahaan bisa mereka dapatkan dari lini buku anak. Dalam penghitungan net income, kami
menggunakan asumsi bahwa penjualan buku baru yang diterbitkan perusahaan dalam tahun 1998
akan meningkat sebesar 9,43% dari penjualan tahun 1997. Peningkatan ini sama dengan
peningkatan penjualan buku-buku kategori backlist dar tahun 1997 ke tahun 1998. Cost of Goods
Sold dan royalti diasumsikan sebessar 32% dan 15% dari penjualan sehingga perusahaan akan
mendapatkan gross margin sebesar 53% dari penjualan. Total biaya sebesar diperkirakan 47% dari
penjualan sehingga akhirnya perusahaan mendapatkan net income 6% dari penjualan. Inventory
diasumsikan turun sekitar 20%, penurunan ini terjadi karena perusahaan meningkatkan penjualan
sebesar 9,43% dan kami berasumsi account payable berkurang sebesar 10% yang menandakan
perusahaan mengurangi 10% pencetakan buku, maka dari itu inventory turun 20%. Berdasarkan
asumsi tersebut, perusahaan dapat memperoleh free cash flow jauh diatas taarget perusahaan,, dan
memperoleh ROA diatas 10% sehingga dua tujuan perusahaan bisa tercapai.

Asumsi yang penting dari analisis ini menurut kami adalah asumsi peningkatan penjualan
perusahaan karena akun penjualan ini berpengaruh kepada banyak akun dan asumsi-asumsi yang
kami buat lainnya.

2. Pertumbuhan Penjualan Tahunan %

Pertumbuhan penjualan sebaiknya dipertimbangkan oleh perusahaan. Terdapat beberapa


cara untuk menggunakan persentase pertumbuhan penjualan, misalnya untuk perencanaan
serta mengatur jumlah target penjualan berdasarkan tingkat pertumbuhan yang diinginkan.
Namun pertumbuhan penjualan itu sendiri tidak banyak memiliki pengaruh signifikan yang
bisa menjadikannya sebagai suatu ukuran kinerja yang penting.

Laba %

Laba merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan usaha namun laba itu sendiri
tidak dapat menunjukkan efektivitas strategi yang digunakan perusahaan. Diperlukan hal
yang lebih spesifik untuk melakukan kontrol bisnis.

Unit Penjualan

Unit penjualan tidak serta merta menunjukkan biaya. Perusahaan sebaiknya memantau unit
yang terjual apakah telah memenuhi target penjualan di tahun tersebut atau belum, demi
merespon tren pasar yang sedang terjadi.

Return on Asset (ROA)

ROA bisa menjadi ukuran kinerja yang baik bagi perusahaan dan manajemen karena
menunjukkan sebaik mana perusahaan mampu memanage asetnya. Manajemen aset yang
efektif merupakan faktor penentu keberhasilan perusahaan. Agar dapat menghasilkan ROA
yang tinggi, perusahaan memerlukan pemanfaatan aset yang efisien dan pertumbuhan
penjualan yang terus-menerus.
Return on Investment (ROI)

Tidak ada hubungan yang erat antara investasi dengan kesuksesan dari sebuah penerbit
buku, karena penerbit buku bukan merupakan bisnis yang padat modal. Dalam kasus ini,
tidak terdapat hal jelas mengenai faktor apa saja yang disertakan sebagai investasi.

Biaya Operasional

Dengan melihat biaya saja tidak menjadi hal yang cukup untuk menjadikannya sebagai
suatu penilaian ukuran kinerja. Karena penyesuaian terhadap pengurangan atau
penambahan biaya pada tingkat tertentu bisa saja dilakukan.

Jadi pengukuran yang sebaiknya digunakan untuk memanage bisnis adalah dengan ROA.
Dapat diukur dengan cara:


ROA =

3. Berdasarkan analisis mu , siapkan agenda terhadap 3 aksi teratas yang harus didiskusian
Ramsey dengan George Gibson dan Ted Rosenfeld untuk pertemuan dihari nanti?

Berdasarkan kasus diatas masalah yang dihadapi oleh Ramsey yaitu bahwa dalam
persaingan-nya, Ia mendapati bahwa cashflow perusahaannya mengalami permasalaan
yang diakibatkan dari berbagai hal, oleh karena itu menurut kami yang perlu dibahas oleh
Ramsey yaitu :

a) Foucusing more resource , Ramsey Walker menjalankan usaha-nya dengan


menerbitkan banyak judul buku disetiap tahunnya dimana industri
perdagangan buku tidak terlalu atraktif sehingga mengharuskan perusahaan
Ramsey untuk dapat menjual buku dengan cepat serta mengelola inventory
dengan sangat baik. Karena hal ini sangat sulit untuk dilakukan mengingat
trend industri buku yang susah untuk diprediksi, oleh karena itu hal ini perlu
ditindaklanjuti oleh Ramsey dengan George dan Ted.
b) Stretegi Penerbitan Buku, dalam kasus diatas Ramsey menyadari bahwa Ia
perlu strategi penerbitan yang baru untuk dapat suskses dimasa depan.
Selama ini perusahaan menerbitkan buku dengan terlalu banyak segment
dan tidak terfokus, sehingga menyebabkan perusahaan perlu lebih banyak
resource , dimana perusahaan belum memiliki kepastian akankah
masyarakat akan tertarik dengan judul baru yang diterbitkan dimasing-
masing segmen. Perusahaan juga seharusnya melakukan kontrol dengan
melihat total penjulan dari masing-masing segmen, sehingga dapat dibuat
keputusan apakah perusahaan masih harus melanjutkan untuk menerbitkan
buku di segmen tersebut.
c) Komunikasi yang efektif mengenai pengurangan judul buku ditahun
mendatang, hal ini penting untuk dibahas karena apabila dalam
mengkomunikasikan kepada karyawan mengenai pengurangan judul buku
yang akan diterbitkan tahun depan dilakukan secara tidak benar maka
karyawan akan merasakan hal yang tidak biasa dan mungkin nantinya akan
berdampak pada perusahaan, karena penulis dan penerbit menganggap
bahwa tulisan mereka dijadikan sebagai pengembalian dimasa depan,
sehingga mungkin saja karyawan merasa tidak termotivasi lagi untuk
penulisan judul buku berikutnya.

Kesimpulan

Agar bisnis punya sasaran yang jelas, harus dibuat sebuah business plan. Business plan ini
berisi sekumpulan rencana atas seluruh aspek perusahaan. Selain agar memiliki sasaran dan arah
yang jelas, manajemen juga dapat lebih mudah dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Walker
and company perlu menyusun profit plan untuk beberapa tahun kedepan agar dapat memilih lini
produk mana yang perlu diberhentikan produksinya, dan di lini mana mereka harus terus
mengembangkan bisnisnya dalam meraih target profit yang diharapkan. Dan dengan adanya
pengendalian internal yang baik, target dan pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

Saran
Menurut kelompok kami, Walker and Company lebih baik memfokuskan diri dalam
mengkaji lini produk mana saja yang perlu dikembangkan, dan bagaimana cara menyampaikan
pemberhentian produksi lini produk yang tidak menguntungkan. Dengan begitu, mereka bisa
mencapai profit yang positif dan dapat mengusahakan keberlangsungan hidup perusahaan.