Anda di halaman 1dari 12

Kenalan dengan Makanan & Minuman Khas Korea

Posted on 2 April 2010 by elalolipop

Gue kali ini mau nampilin tentang masakan Korea. Sebenernya niy artikel buat pelengkap bahan novel gue.Tapi tak
apalah gue post, biar berbagi pengetahuan ajah!! Niy dia artikel yang gue dapetin!! Iah, sapa tau ajah nanti kalian ke
Restoran Korea. Dan udah gag kudet ( kurang update) tentang makanan Korea.
Selamat Menikmati!!

Jenis Makanan Korea

Kimchi
Sebagian besar makanan Korea terdiri atas sajian yang sederhana seperti makanan yang disimpan dalam waktu
lama, serta dikenal berasa kuat dan pedas. Banyak sajian banchan dibuat dari fermentasi, menghasilkan rasa pedas,
kuat dan asin.
Setiap daerah memiliki kekhususan makanannya dan diasosiasikan dengan hidangan tertentu.
Contoh Bibimbap yang berasal dari Jeonju, naengmyeon dariPyongyang.
Masakan daging

Galbi
Bulgogi
Di restoran-restoran tradisional, daging dipanggang di tengah-tengah meja menggunakan arang, dikelilingi dengan
variasi banchan. Daging dipotong kecil-kecil dan dibungkus dengan daun sayuran bersama nasi, potongan bawang
putih, danssamjang (campuran gochujang dan doenjang).
Bulgogi (): potongan daging sapi yang dipanggang dengan kecap, minyak wijen, bawang putih,
bawang bombai dan lada hitam. Bulgogi berarti daging api. Variasinya: daging babi (dwaeji-bulgogi), ayam
(dak-bulgogi), dan sotong (ojingeo-bulgogi).

Galbi (): daging iga babi atau sapi yang dipanggang dengan arang dan dibumbui. Potongannya lebih
tipis dari bulgogi dan disebut sebagai barbecueKorea. Variasi: dari ayam disebut dakgalbi, jokbal atau kaki
babi yang disajikan dengan saus kerang asin.

Samgyeopsal (): daging perut babi yang dipanggang tanpa/dengan bumbu seperti cara memanggang
galbi.

Hoe (IPA: [h] ): makanan laut mentah yang dicelupkan dengan saus cabai (gochujang) atau dengan
kecap asin ditambah wasabi, lalu dimakan dengan daun selada.

Sannakji atau gurita hidup. Sannakji yang dimakan mentah biasanya masih hidup di atas meja.

Makchang (): jeroan babi panggang yang disajikan seperti samgyeopsal dan galbi. Makanan jenis ini
khas Daegu dan propinsi Gyeongsang.

Gobchang (): sama dengan makchang, namun dengan jeroan babi atau sapi muda.

Makanan kerajaan
Gujeolpan (): berarti piring yang terbagi sembilan, makanan ini terdiri atas beberapa jenis sayuran
dan daging yang disajikan dalam lapisan pancake. Gujeolpan biasa disajikan saat perayaan atau acara
tertentu seperti pernikahan.

Sinseollo (): lasagna sayuran dan daging gaya Korea.

Sup dan makanan berkuah

Sundubu JJigae
Budae jjigae (, sup militer): sehabis perang Korea, daging sangat langka, jadi orang-orang
memanfaatkan kelebihan makanan dari basis militer tentara AS, seperti hot-dog dan ham kaleng dan
memasaknya dalam sup tradisional. Budae jjigae sangat terkenal di Korea Selatan dan sering dimasak
bersama ramyon (mi instan).

Doenjang jjigae (): sup pasta kacang kedelai, disajikan sebagai hidangan utama atau disajikan
bersama hidangan daging. Isinya bervariasi dari sayuran, tahu, kerang, udang, ikan dan sebagainya.

Cheonggukjang jjigae (): sup yang dibuat dari pasta kacang kedelai fermentasi yang berbau
menusuk.

Gamjatang (, sup kentang): sup pedas tulang babi, dengan sayuran dan kentang.

Haejangguk (): sup tulang babi dengan sayuran, kol kering, dan puding darah sapi. Cerita
menyebutkan bahwa makanan ini ditemukan oleh sebuah restoran di Jongno (Seoul) setelah berakhirnya
Perang Dunia II.

Janchi guksu (): mie yang disajikan dengan rumput laut, kimchi, telur dan sayuran.

Jeongol () : sup tradisional yang pedas, isinya terdiri dari makanan laut dan sayuran.

Samgyetang, sup ayam ginseng.


Kimchi jjigae (): Sup yang terdiri dari isi kimchi, daging babi/sapi. Sering dijadikan sebagai santap
siang atau sebagai hidangan sampingan makanan daging-dagingan. Disajikan dalam panci batu dan masih
mendidih saat tiba di meja.

Mae-woon tang (): sup ikan pedas.

Samgyetang (): sup yang terbuat dari daging ayam utuh yang diisi ginseng, hedysarum, nasi manis,
jojoba, bawang putih dan kacang berangan. Samgyetang populer dikonsumsi sebagai sumber nutrisi pada
musim panas, dimana warga Korea kehilangan banyak energi karena cuaca panas.

Seolleongtang (): sup kaki sapi yang dimasak sampai 10 jam lebih sampai berwarna putih susu.
Biasa disajikan dalam semangkuk mie dan potongan daging sapi.

Sundubu jjigae ( ): sup tahu (dubu) pedas.

Nasi campur
Bibimbap (, nasi campur): makanan khas kota Jeonju, yaitu nasi yang dicampur berbagai macam
sayuran, daging sapi, telur, dan gochujang. Variasi: dolsot bibimbap ( ), bibimbap yang disajikan
dengan panci batu panas. Yukhoe bibimbap adalah bibimbap dengan daging sapi cincang mentah (yukhoe),
ditambah telur mentah di atasnya. Bibimbap dimakan setelah nasi dan lauk diaduk dengan sendok hingga
tercampur.

Hoedeopbap (): potongan ikan mentah yang dicampur dengan sayuran, nasi dan gochujang.

Banchan (lauk pauk)


Kimchi: sayuran (biasanya dari kubis, sawi, lobak putih, atau ketimun) yang difermentasikan dengan bahan
rempah seperti jahe, bawang putih, bawang bombai dan bubuk cabai. Terdapat banyak variasi berdasarkan
cara membuat di masing-masing rumah tangga.

Kongnamul (): Kecambah yang dikonsumsi dengan banchan yang direbus atau dibumbui. Variasinya:
kongnamul-bap (kecambah dengan nasi), kongnamul-guk (sup kecambah),dan kongnamul-gukbap (nasi
dengan sup kecambah).

Mie

Mul Naengmyeon dengan mandu


Naengmyeon (; Korea Utara: , Raengmyn; mie dingin): mie khas Pyeongyang yang biasa
dikonsumsi pada musim panas. Terdapat banyak jenisnya, umumnya mie tipis yang terbuat dari tepung
buckwheat (jenis gandum), dihidangkan dengan kuah tulang sapi, ditambah macam-macam bumbu,
sayuran, telur rebus dan daging sapi. Naengmyeon jenis ini disebut juga mul naengmyeon (naengmyeon
air) untuk membedakannya dengan Bibim Naengmyeon, yang tidak berkuah, namun dicampur dengan
gochujang yang pedas lalu dililit seperti sate. Variasi lainnya adalah mulhoe naengmyeon atau naengmyeon
dengan makanan laut.

Japchae (): tumisan dangmyeon. Dangmyeon (bihun) terbuat dari tepung kentang, lalu dimasak dengan
sayuran, daging sapi dan bumbu rempah-rempah, kadang-kadang juga divariasikan dengan tambahan
makanan laut contohnya haemul japchae (japchae gurita).

Jajangmyeon (): mie saus kacang kedelai hitam yang sangat digemari di Korea. Asalnya adalah mie
khas Beijing (RRT) yang diadaptasikan dengan cita rasa Korea.

Kalguksu (): mie tipis dengan kuah ikan tuna dan sayuran.

Ramyeon (): mie ramen khas Korea, namun agak berbeda dengan ramen dari Jepang. Ramyeon Korea
dapat pula berarti mie instan yang dijual kemasan. Ramyeon dimasak dengan kuah yang sangat pedas dan
biasanya ditambah sayuran, daging atau kimchi.

Makanan ringan
Di Korea, makanan ringan dijual di gerobak-gerobak pinggir jalan di siang dan malam hari. Pada malam hari
pedagang makanan mendirikan tenda-tenda kecil yang menjual makanan ringan, minuman dan arak (soju). Jenis-
jenis makanan ringan yang biasa dijual adalah patbingsu, es krim di saat musim
panas, gimbap,tteokbokki, hotteok, eomuk, bungeoppang, dan sebagainya.
Gimbap

Nasi gulung Gimbap

Bindaeddeok
Gimbap (nasi rumput laut, ) sangat mudah dibuat. Terbuat dari nasi yang dibalut rumput laut kering
(Kim), isinya bervariasi dari sayur-sayuran, telur goreng, ikan, daging, sosis, dan biji-bijian. Variasi isi
gimbap lainnya: tuna, keju, bulgogi dan sebagainya.

Buchimgae/Jeon
Buchimgae atau Jeon adalah jenis kudapan yang dibuat dari kimchi atau makanan laut yang dicampur dengan
adonan tepung dan digoreng menjadi seperti pancake. Variasi:

o Pajeon (): pancake yang terbuat dari campuran telur, tepung, bawang bombai, dan kerang.

o Bindaetteok (): pancake yang terbuat dari campuran kacang hijau, bawang bombai, dan
kimchi.

Bungeo-ppang/Gukwa-Ppang/Gyeran-ppang
Bungeoppang (; roti ikan mas) adalah jenis kue panggang yang diisi dengan pasta kacang merah
dengan cetakan berbentuk ikan.

Gukwa-ppang () hampir sejenis dengan bungeoppang, namun berbentuk bunga.

Gyeran-ppang () kue panggang yang berbentuk persegi/lingkaran. Jenis-jenis ppang ini biasa dijual di
pedagang kaki lima.

Makanan ringan lainnya


Ddeokbokki (): kue beras yang direbus dengan saus pedas gochujang.

Soondae (): sosis khas Korea yang terbuat dari campuran nasi, darah sapi/babi, mie kentang,
kecambah, bawang bombai, bawang putih.

Ho-tteok () : sejenis pancake, namun diisi dengan bahan sirup seperti gula merah, madu, kacang parut
dan kayu manis. Hotteok biasa dijual pada saat musim dingin untuk menghangatkan tubuh.
Bossam
Anju (makanan sampingan dan minuman keras)
Anju () adalah istilah umum untuk makanan sampingan yang dikonsumsi bersama minuman beralkohol
(soju). Biasanya disajikan di bar-bar, noraebang dan restoran-restoran yang menyajikan minuman keras.
Cumi rebus dengan saus gochujang, dubu kimchi, odeng/ohmuk, gimbap, samgagimbap (onigiri khas
Korea), sora, dan nakji (gurita kecil) adalah beberapa contoh makanan yang dihidangkan sebagai anju.
Jenis anju lainnya adalah soondae, samgyeopsal, dan dwejigalbi. Sebagian besar makanan Korea disajikan
sebagai anju, namun berbeda dengan banchan.

Hidangan Penutup(Dessert)

Tteok

Hahngwa
Tteok (): kue yang terbuat dari tepung beras (, metteok), nasi ketan yang ditumbuk (, chaltteok),
atau nasi ketan tanpa ditumbuk (, yaksik). Tteok dapat disajikan dingin, diisi atau dilapisi dengan pasta
kacang hijau manis, pasta kacang merah, kismis, biji wijen, kacang merah yang dihaluskan, labu, kacang
atau madu.

Songpyeon (): kue beras lembut yang disajikan pada hari raya Chuseok(Festival Panen). Seongpyeon
dapat berisi madu, manisan atau kacang merah.

Yaksik () kue yang dibuat dari beras manis, kacang chestnut, kacang cemara, dan jujube.

Chapssaltteok (): sama dengan mochi, yaitu variasi tteok yang diisi dengan pasta kacang manis.

Hahngwa (): paket kue tradisional yang berisi kue-kue, tepung biji-bijian, madu, yeot, buah-buahan atau
akar-akaran yang dapat dimakan.

Yugwa (): kue beras yang digoreng.


Maejakgwa (): kue berbentuk cincin yang terbuat dari campuran tepung, minyak sayur, kayu manis,
jahe, jocheong dan kacang cemara.

Variasi lainnya:
Suksilgwa ()
Gwapyeon ()

Dasik ()

Jeonggwa ()

Yeot gangjeong ()

Yeot (): permen khas yang dibuat dalam bentuk cairan atau padat, terbuat
dari nasi, kaoliang, jagung, kentang manis atau campuran biji-bijian, lalu difermentasikan dan direbus di
panci besar dalam waktu lama.

Minuman
Minuman non-alkohol
Teh Korea
Terdapat bermacam-macam jenis minuman berdasarkan daerahnya. Sebagian besar bahan teh Korea bukanlah dari
daun tanaman teh, melainkan bahan-bahan alami lain seperti beras, rempah-rempah, gandum, atau buah-buahan.
Penghasil teh hijau terbesar di Korea adalah kota Boseong.

Sikhye
Insam cha () teh ginseng
Saenggang cha () teh akar jahe

Sujeonggwa () sari buah kesemek

Sikhye () sari nasi manis

Yujacha () teh buah yuzu

Bori cha () teh dari barley (jenis gandum) yang dipanggang

Oksusu cha () teh dari jagung yang dipanggang

Hyeonmi cha () teh dari beras yang dipanggang

Sungnyung () sari beras/nasi yang dihanguskan


Minuman berakohol
Arak Korea

Makgeolli, jenis takju


Minuman keras khas Korea (arak; ju/sul) yang paling umum adalah soju (). Terdapat lebih dari 100 jenis
minuman berakohol seperti produk bir atau arak yang dikonsumsi warga Korea. Jenis-jenisnya: Bir:
Cass, Hite, Hite Prime, Hite Prime Max, Cafri, OB lager beer dan sebagainya, serta Taedonggang ()
yang merupakan bir produksi Korea Utara.

Jenis-jenis arak:
Soju adalah arak yang dibuat dari beras/gandum atau kentang yang difermentasikan dengan kadar alkohol
22% ABV. Sebagian besar warga Korea sangat gemar minum soju.

Yakju adalah jenis lain yang dibuat dari beras fermentasi, jenis yang paling terkenal adalah cheongju.

Takju adalah jenis arak kental, jenis yang paing terkenal ialah makgeolli (), arak putih susu yang
terbuat dari beras.

Anggur Korea terbuat dari sari-sari buah dan tanaman herbal seperti
dari akasia,ginseng, plum maesil, mogwa, cherry, buah cemara, dan buah delima. Anggur Majuang adalah minuman
yang terbuat dari campuran buah anggur Korea dengan buah anggur Perancis atau Amerika.
Inovasi kontemporer
Makanan fusion semakin populer di Korea. Terdapat banyak restoran Cina, India, Italia, Jepang, Amerika, Perancis
dan lain-lain di Korea Selatan. Selain itu, para imigran dari Asia Tenggara, Mongolia dan Asia Selatan yang banyak
bekerja sebagai tenaga kerja asing, ikut pula memberi warna pada keragaman jenis kuliner di Korea Selatan. Pada
restoran Pizza Hut contohnya kita dapat juga memesan kue tradisional Korea seperti Tteok.
Restoran vegetarian, seiring dengan menurunnya pengaruh Buddhisme, menjadi lebih sedikit diminati, namun masih
bisa ditemukan di setiap daerah.
Restoran Korea di luar negeri
Restoran Korea dapat dengan mudah dijumpai di daerah dengan populasi warga Korea yang signifikan. Komunitas
ini biasanya disebut koreatown (kota Korea). Di Indonesia, restoran-restoran Korea dapat ditemukan di permukiman
warga Korea diKebayoran Baru, Jakarta Selatan atau di Lippo Village, Tangerang.
Restoran yang dikelola oleh pemerintah Korea Utara juga dapat ditemukan di RRT, Mongolia, Kamboja, Thailand,
dan Vietnam.
Konsumsi daging anjing
Hidangan daging anjing di Korea Selatan
Konsumsi daging anjing adalah bagian dari kuliner dan pengobatan tradisional Korea. Masakan daging anjing yang
biasa dikonsumsi adalah bosintang (sup daging anjing) dan pada obat-obatan tradisional gaeju ()
atau gaesoju (). Daging anjing dipercaya dapat meningkatkan energi yang hilang akibat cuaca panas dan
stamina seksual. Sejarahnya, dahulu daging anjing juga dikonsumsi karena kemiskinan. Setidaknya sekitar 2 juta
ekor anjing disembelih per tahun di Korea Selatan, atau dengan perkiraan 1,4 kg per orang.
Konsumsi daging anjing di Korea Selatan menjadi kontroversial sejak penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas
1988 dan Piala Dunia 2002. Pemerintah Korea Selatan melarang penjualan daging anjing sebelum berlangsungnya
Olimpiade 1988 akibat tekanan aktivis hewan dan dunia internasional. Namun peraturan itu tidak secara kuat
ditekankan. Petisi online pemrotes konsumsi dan penyiksaan anjing telah mengumpulkan ribuan tanda tangan di
Korea Selatan.
Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Korea
INFO:10 Tempat Makan Enak di Seoul

1. Myeongdong Gyoja

Tempat makan mie paling terkenal di Seoul. Mereka punya kimchi rasa jahe yang spicy dan pedas, tapi katanya bikin orang

balik lagi.

Ada Gyoja (pangsit), Calguksu (Mie), Konguksu (sup mie susu kedelai), dll.

Arah : Keluar di pintu no.5 Myeongdong Subway. Belok kiri di perempatan pertama (Woori Bank) dan belok kanan (Who A U

Clothing Store)

Site : www.mdkj.co.kr

2. Jang-o-rang

Menunya : Belut BBQ

Biasanya sangat populer saat musim panas. Disajikan dengan macam2 saus, seperti soy BBQ sauce, chilli sauce, atau cuma

dengan garam saja.

Jang-o-rang katanya adalah tempat terbaik untuk menikmati belut dan mereka juga punya keripik belut. Hmmm enakan

mana ama keripik belut-nya Purwokerto ya hehehe


Mereka punya bokbunja, anggur raspberry manis.

Arah : Sama, keluar dari pintu no. 5 Myeongdong, belok kiri dan kemudian perempatan kedua, belok kanan. Jalan

sepanjang jalan utama dan belok kiri lagi. Jalan ke perempatan besar dimana kita bisa melihat jalan masuk ke Universitas

Hongdae (atau arah Univ. Hongdae aja) lalu ke kiri lagi dan jalan sampai ke gedung Samjin dan Jang-o-rang tepat di

sebelah kanan jalan. (Orang Korea hobby jalan bener, kalo di Bdg dah cari angkot hehehe)

Jang-o-rang

1&2F, Samuk Building, 6-137, Changjeon-dong, Mapo-gu, Seoul

Phone : 02-333-1455

www.jangarang.com

3. Dukbokki/Tteokbokki di Mok Schwei Don Na

Ini rajanya Dukbokki di Samcheongdong. Nama restauran-nya artinya Makan, Santai, Bayar dan Pergi.

Di restoran ini selalu banyak orang antri, karena dukbokki-nya terkenal sausnya enak dan puedesss.

Ada 10 macam bahan seperti pangsit, mie, daging, seafood, keju, dll untuk membuat campuran dukbokki kita sendiri.

Arah : Anguk Station, pintu keluar no.1. Jalan lurus dan belok kanan di gedung Korean Travel Biro, lalu jalan sepanjang

dinding batu. Ada di gang setelah Cafe Vangja.

4. Noryangjin Fish Market

Ini adalah pasar seafood terbesar di Seoul. Mau cari apa saja, selama itu masih bisa dikategorikan sebagai seafood, ada di

sini.

Ada lelang ikan segar setiap pagi sekitar jam 5 pagi.

Arah : Naik subway line 1 atau 9 ke Noryangjin Station atau naik taksi dan bilang : Noryangjin su-san shi-jang (itu kata

Daniel Gray lo...)

Tipikal pork yang dijual di Korea

5. Kwangjang Shijang - Jongno

Pasar macam-macam, mulai dari kosmetik, baju, sepatu, selimut, tanaman dan sebagainya.
Ada surga untuk wisata kuliner juga. Dari mie, ikan mentah/hwae, tumis kaki babi/jokbal, jeon, dll.

Arah : Subway Line 1 Jongno 5 (oh)-ga-station atau katakan Kwangjang shijang pada sopir taksi.

6. Hakatabunkko Ramen di Hongdae

Turun dari Far East Broadcasting Co dekat stasiun Sangsu, pasti akan menemukan antrian orang di depan kedai dengan

tirai putih dengan tulisan Jepang.

Ada ramen enak. Bukan ramen gaya Jepang, tapi bisa dikatakan ramen Korea yang sempurna (kata mereka yang sudah

makan hehe).

Keistimewaan-nya ada di kaldunya yang kaya. Kaldunya yang disebut kontotsu terbuat dari tulang babi yang di masak

dengan api kecil selama berjam-jam.

Mie-nya lembut dan fresh. Dengan tauge, fatty roasted pork atau babi panggang, dan daun bawang.

Ramen ini disajikan dengan tambahan bawang putih kalau mau tambahan bawang. Biasanya pengunjung memasukkan

bawang putih tumbuk dengan wijen untuk menambah cita rasa ramen.

Arah : Keluar dari Sangsu Station pintu 2 dan belok dekat Gedung Far East Broadcast dan masuk ke antrian pembeli. (Yah

siapa tahu sembari antri ramen, ada artis lewat, kan dekat perusahaan Broadcasting)

7. Iga Panggang di Hongdae

Iga panggang-nya manis dan disajikan dengan macam2 saus. Ada yang dengan garam saja, spicy, dan lada hitam.

Arah : Keluar dari Hongdae station pintu 5, belok kiri. Jalan terus dan belok kanan lalu belok kiri. Jalan sekitar satu blok dan

belok kiri ke jalan yang agak kecil. Akan terlihat tanda RIB's dengan huruf2 besar.

Telp : 02-325 3579

8. Hongik Sootbul Kalbi, dekat Universitas Hongik

Memang sudah dari sononya kalau di dekat kampus pasti ada makanan enak dan pastinya lebih murah :)

Sekitar pintu no.4 Hongdae ada satu restoran kalbi yang super sibuk karena mereka punya kalbi terbaik. Banyak orang antri

untuk makan kalbi. Biasanya kalau sudah keluar dari resto ini, kita akan berbau seperti daging panggang.

Arah : Keluar dari pintu 5 Hongdae Station dan belok kanan. Lalu menyeberang dan belok kiri, resto ini ada di sudut jalan.
Telp 02-322-4487

9. Tosokchon-sekitar Gyeongbokgung Palace

Tempat ini menjual samgyetang paling terkenal di Seoul.

Ayamnya lembut, ginsengnya enak, dan kaldunya segar. Di dalam rongga ayam, ada angcao, kacang pinus, kacang ginko,

bawang putih, dan nasi.

Arah : Berhenti di stasiun Gyeongbokgung di Subway line 3 dan keluar di pintu no. 2. Jalan lurus sekitar 5 menit.

Telp : 02-737-7444

10. Korean style buffet restaurant

Ada beberapa Korean buffet, biasanya disini ada banyak sekali masakan Korea. Yang terbaik ada di W-Hotel, Hyatt Hotel

dan Marriot (iya jelas-lah kalo hotel2 ini hehe)

Ada juga buffet yang terkenal : Bono-bono di Samseongdong, C-food kitchen, Crazy Ocean, Muscus, dan Well-being Buffet

Tips untuk teman2 Muslim :

1. Biasanya makanan Korea banyak menggunakan pork atau daging babi, jadi hati-hati kalau mencari makan di Korea.

Karena bisa saja menggunakan kaldu dari tulang babi (rasanya memang lebih gurih dan rich) atau minyak-nya.

2. Sebelum pesan, lebih baik tanya dulu apa bahannya, mengandung pork atau tidak. Atau pelajari dulu nama-nama

makanan Korea dan bahannya, bisa dilihat disini.

3. Oya, di Korea jarang ada Musholla di tempat2 umum, jadi harus diantisipasi juga.

saf