Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIARE

Topik/Materi : Diare
Sasaran : Pasien dan keluarga
Hari/Tanggal : Kamis, 13 Juli 2016
Alokasi Waktu : 20 menit
Tempat : Ruang Melati RSUD Ciamis

A. Tujuan
1. Tujuan jangka panjang
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan sasaran dapat
memahami dan mengerti tentang diare.
2. Tujuan jangka pendek
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan warga dapat
menjelaskan tentang :
a. Pengertian diare
b. Tanda dan gejala diare
c. Cara pencegahan diare
d. Cara perawatan dan penanganan penyakit diare selama dirumah
e. Cara pembuatan oralit
f. Cara pengobatan penyakit diare
g. Komplikasi penyakit diare

B. Materi
1. Pengertian diare
2. Tanda dan gejala diare
3. Cara pencegahan diare
4. Cara perawatan dan penanganan penyakit diare selama dirumah
5. Cara pembuatan oralit
6. Cara pengobatan penyakit diare
7. Komplikasi penyakit diare
C. Media
Leaflet

D. Metode
Ceramah

E. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 2 menit Pembukaan: - Menjawab salam
- Memberi salam - Mendengarkan
- Menjelaskan tujuan penyuluhan dan
- Menyebutkan materi/ pokok bahasan memperhatikan
yang akan disampaikan

2 10 menit Pelaksanakan : - Menyimak dan


- Menjelaskan materi penyuluhan memperhatikan
secara berurutan dan teratur.
Materi :
- Pengertian diare
- Tanda dan gejala diare
- Cara pencegahan diare
- Cara perawatan dan penanganan
penyakit diare selama dirumah
- Cara pembuatan oralit
- Cara pengobatan penyakit diare
- Komplikasi penyakit diare

3 5 menit Evaluasi - Merespon dan


- Memberi kesempatan kepada klien bertanya
untuk bertanya

4. 3 menit Penutup: - Menjawab salam


- Mengakhiri penyuluhan,
mengucapkan terima kasih dan salam

F. Evaluasi
Metode Evaluasi : Tanya Jawab
Jenis Pertanyaan : Lisan
Pertanyaan evaluasi
1. Menjelaskan pengertian diare, penyebab diare dan bahaya diare
2. Menjelaskan bagaimana mengatasi diare
3. Menjelaskan bagaimana mencegah diare pada anak
4. Membuat LGG (Larutan Gula Garam) dengan benar.

G. DAFTAR PUSTAKA
Setyohadi, Bambang. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: IPD
FK UI.

Ngastiyah. (2005). Perawatan Anak sakit. EGC. Jakarta.

A.Aziz Aimul Hidayat. (2006). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta :


EGC.
MATERI
A. Pengertian Diare
Diare adalah keadaan frekuensi air besar lebih dari empat kali pada bayi dan
lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau
adapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja.

B. Tanda dan Gejala


1. BAB lebih dari 4 kali pada bayi dan 3 kali pada anak,
2. Pasien cengeng, gelisah, suhu tubuh biasanya meningkat , nafsu makan
berkurang.
3. Tinja cair mungkin disertai lendir atau lendir dan darah (kadang sampai
berwarna hijau).
4. Berat badan menurun, turgor berkurang mata
5. Ubun-ubun besar menjadi cekung (pada bayi)
6. Selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering
7. Daerah anus sering lecet

C. Cara Pencegahan
Meningkatkan pemberian ASI
Memperbaiki pemberian makanan pendamping ASI
Menggunakan air bersih yang cukup
Mencuci tangan dengan sabun
Menggunakan jamban yang benar
Membuang tinja bayi dan anak-anak yang tepat
Tidak stress

D. Cara Perawatan Dan Penanganan Penyakit Diare Selama Dirumah


Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga, seperti kuah sayur, air
tajin, larutan gula garam terutama untuk penderita tanpa dehidrasi, dan bila
tersedia berikan oralit.
Meneruskan pemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta
makanan ekstra sesudah diare.
Membawa panderita diare ke sarana kesehatan, bila dalam 3 hari tidak
membaik atau ada salah satu tanda :
Berak cair berkali-kali
Muntah berulang-ulang
Rasa haus yang nyata
Makan dan minum sedikit
Demam -Tinja berdarah

E. Cara Pembuatan Oralit


1. Sediakan air matang 1 gelas (200 cc) dan campurkan 1 bungkus oralit
untuk ukuran air 200 cc kemudian aduk sampai larut
2. Berikan sesendok teh tiap 1-2 menit untuk anak dibawah umur 2 tahun
3. Berikan beberapa teguk dari gelas untuk anak lebih tua
4. Bila anak muntah, tunggulah 10 menit, kemudian berikan cairan lebih
lama (misalnya sesendok 2-3 menit)
5. Bila diare berlanjut setelah oralit habis, berikan cairan lain seperti
dijelaskan atau ke petugas kesehatan untuk mendapatkan oralit
6. Berikan oralit setiap habis BAB

F. Cara Pengobatan Penyakit Diare


Dasar pengobatan diare adalah :
Pemberian Cairan Pengganti
Pemberian makanan
Susu (ASI adalah susu laktosa yang mengandung laktosa rendah dan
asam lemak tidak jenuh, misalnya LLM, al miron).
Makanan setengah padar (bubur) atau makanan padat (nasitim), bila
anak tidak mau minum susu karena di rumah tidak biasa.
Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan susu
dengan tidak mengandung laktosa / asam lemak yang berantai sedang /
tidak sejuh.
Obat-obatan
G. Komplikasi Penyakit Diare
Komplikasi diare adalah hal yang tidak menyenangkan bagi penderitanya.
Dehidrasi adalah komplikasi yang paling umum dari diare. Sedangkan
komplikasi yang paling berat adalah Syok sampai dengan Gagal Ginjal.