Anda di halaman 1dari 4

BOREHOLE ENVIRONMENT (LINGKUNGAN PENGEBORAN)

Ayu Safrida
Jurusan Teknik Kebumian, Prodi Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala
E-mail : ayusafrida20@gmail.com

I. PENDAHULUAN
1.1 Pengertian Borehole Evironment
Pengeboran adalah usaha secara teknis membuat lubang dengan aman sampai
menembus lapisan formasi yang kaya akan minyak atau gas. Borehole Environment
adalah lingkungan pengeboran yang terdapat suatu gambaran peristiwa lumpur
memasuki lubang bor dan membentuk mud cake pada zona permeable. Dari gambaran
borehole environment tadi, kita dapat mengetahui parameter-parameter yang berada di
beberapa zona seperti flushed zone yaitu zona yang terinvasi oleh lumpur, transition
zone, dan uninvaded zone yaitu zona yang tidak terinvasi oleh lumpur. Parameter-
parameter yang akan dihasilkan di flushed zone adalah Rmf, Sxo, dan Rxo. Sedangkan
pada univaded zone adalah Sw, Rw, dan Rt.
Beberapa parameter yang penting lainnya adalah Rmc, Ri, Hmc, dan di. Mud
cake yang terbentuk berfungsi sebagai penentu zona permeable pada zona tertentu.
Selain itu mud cake juga berfungsi untuk penahan lubang pada dinding bor agar tetap
kokoh dan tidak runtuh. Alat yang biasa digunakan pada alat logging untuk mengukur
lubang bor adalah caliper. Alat ini dapat mengetahui kondisi lubang bor bila terbentuk
mud cake

.
Gambar 1.1 : The Borehole Environment

II. PEMBAHASAN
2.1 Tekanan dalam Borehole

a) Overburden Pressure
Formasi bawah permukaan pada tekanan yang tinggi dan ditempati oleh fluida
yang juga bertekanan tinggi. Tekanan batuan yang diperlakukan pada sebuah
kedalaman ditentukan oleh berat batuan di atasnya dan densitas batuan diatasnya,
peristiwa ini disebut Overburden pressure atau terkadang juga disebut lithostatic
pressure. Kita bisa menulis persamaan yang menggambarkan overburden pressure.

Pover = rock g h
Dimana :
Pover = overburden pressure pada kedalaman h
rock = densitas batuan diatasnya
g = percepatan gravitasi
h = kedalaman pada poin pengukuran.

Batuan diatas yang memberi tekanan pada kedalaman tertentu memiliki variasi
lithology dan porosity dan juga densitas yang beragam.

Gambar 2.1 : Lithostatic, hydrostatic, dan overpressure

b) Fluids Pressure
Tekanan dalam suatu fluida yang menempati suatu formasi berdasarkan
banyaknya gaya. Fluid pressure tergantung pada berat fluida diatasnya. Fluida tidak
selalu mempunyai hubungan atau koneksi yang bagus dengan permukaan. Secara
umum peristiwa ini tidak akan menimbulkan masalah bagi reservoir, dimana sebuah
penutup diperlukan untuk menghentikan hydrocarbon yang keluar. Pada kondisi ini,
fluid pressure bisa lebih tinggi dari yang diprediksikan,. Peristiwa ini disebut
overpressured. overpressure terjadi karena sebuah trap untuk menghentikan fluida
untuk keluar dan yang meningkatkan tekanan fluida sebagai kompaksi batuan.
c) Effective Pressure
Effective pressure adalah overburden pressure di kurang fluid pressure.
Catatan: banyak peningkatan bukti bahwa lebih baik untuk menentukan effective
pressure dengan overburden pressure dikurangi sekitar 80% dari fluid pressure.

2.2 Lumpur Pengeboran (Drilling Mud)


Drilling mud berfungsi untuk
a) Untuk melicinkan mata bor.
b) Untuk membersihkan mata bor dari cutting atau material lainnya dan membawa
material-material tersebut ke permukaan.
c) Untuk menetralkan fluida pressure didalam batuan.
d) Menstabilkan sumur bor.
Jika sebuah sumur di bor tanpa drilling fluid, formasi fluida, yang mana berada
dibawa fluid pressure, fluida akan menyembur keluar dari borehole (blow out).

2.3 Invasion.
Invasion adalah peristiwa ketika drilling mud berada pada tekanan yang lebih
tinggi daripada tekanan fluida di dalam formasi. Ketika drilling mud bertemu dengan
sebuah porous dan formasi yang permeable, drilling mud akan mengalir kebawah
formasi sehingga menimbulkan perbedaan didalam fluida pressure. Namun, partikulat
di dalam lumpur akan dibawa ke permukaan dengan batu sebagai penyaringnya.
Terdapat lumpur yang melekat pada dinding bagian dalam lubang bor yang biasa
disebut sebagai mud cake. Sisa cairan drilling mud yang memasuki formasi disebut
sebagai mud filtrate. Zona dimana mud filtrate berganti cairan reservoir disebut sebagai
flushed zone.

III. DAFTAR PUSTAKA


Dr. Paul Glover, The Borehole Environment page 65-68, Petrophysics Msc Course
Note.
http://infohost.nmt.edu/~petro/faculty/Engler370/fmev-chap4-borehole.pdf
http://petrophysicist.blogspot.co.id/2011/12/borehole-environment.html
http://www.worldofteaching.com