Anda di halaman 1dari 4

Tugas Geofisika Lubang Bor

Nama: Zulkarnen
NIM: 1404107010021

Borehole Environment

Gambar 1. Penampang Lubang Bor

Dari uraian dimuka jelas bahwa log pencarian hidrokarbon dan sekaligus untuk
dari sumur mempunyai peranan yang mengetahui sejauh mana penyebarannya
sangat penting untuk maksud-maksud dengan melakukan suatu interpretasi dan
analisa log baik secara kualitatif maupun Akibat adanya perbedaan tekanan
kuantitatif. Untuk kepentingan ini semua, ini, bila mata bor menembus lapisan batuan
haru dipahami bagaimana log sumur dibuat, yang lulus air (permeable), maka akan
bagaimana sifat kurva-kurvanya serta terjadi infiltrasi air lumpur kedalam batuan
faktor-faktor apa saja yang dapat tersebut.
mempengaruhinya.
Seberapa jauh infiltrasi air lumpur
Logging dilakukan dengan kedalam lapisan permeable, hal ini sangat
memasukan suatu alat tertentu kedalam tergantung dari:
lubang bor, dimana lubang bor tersebut Besarnya perbedaan tekanan hidrostatik
mempunyai kondisi yang tertentu pula. lumpur dengan tekanan formasi.
Sehingga kurva-kurva yang dihasilkan Tinggi atau rendahnya harga
sangat berhubungan erat dengan kondisi permeabilitas lapisan yang
lubang bor tersebut. bersangkutan.
Sifat-sifat lumpur yang digunakan.
Adanya pelapisan batuan yang
Adanya infiltrasi air lumpur
sangat tebal, maka formasi bawah
kedalam lapisan lulus air, maka pada
permukaan akan mempunyai tekanan serta
dinding lubang bor akan terbentuk suatu
umumnya tekanan formasi bersifat normal
kerak lumpur (mud cake) yang
(normal pressure), meskipun kadang-
menyebabkan lubang bor lebih kecil
kadang (sangat jarang) dijumpai pula suatu
daripada diameter pahat.
formasi yang mempunyai tekanan bersifat
tidak normal (abnormal pressure), artinya Dengan adanya infiltrasi air lumpur
tidak terlalu rendah dari gradien kedalam lapisan permeabel ini, maka dalam
tekanannya. batuan akan selalu terbentuk 3 (tiga) zona
infiltrasi, yaitu:
Berdasarkan pada kondisi diatas,
1. Flushed Zone atau Invaded Zone.
dalam suatu operasi pemboran akan selalu
Merupakan zona infiltrasi yang
digunakan berat jenis lumpur yang
terletak paling dekat dengan lubang bor
mempunyai tekanan hidrostatik lebih besar
serta terisi oleh air filtrat lumpur yang
dari pada tekanan formasi pada kedalaman
mendesak kandungan semula (gas, minyak
tertentu. Hal ini untuk menjaga agar selama
ataupun air asin/ tawar). Meskipun
pemboran berlangsung tidak terjadi
demikian mungkin saja tidak seluruh
semburan (blow out), baik semburan gas,
kandungan semula terdesak kedalam zona
minyak ataupun air.
yang lebih dalam. zona ini umumnya Densitas lumpur tersebut dijaga agar tetap
diasumsikan bahwa air formasi telah tinggi supaya tekanan pada kolom lumpur
tergantikan seluruhnya oleh mud filtrate. selalu lebih besar daripada tekanan formasi.
Perbedaan tekanan ini menyebabkan
2. Transition Zone.
terdorongnya sebagian lumpur untuk
Merupakan zona infiltrasi yang
merembes ke dalam formasi batuan.
lebih dalam dimana zona ini ditempati oleh
Rembesan fluida lumpur tersebut kemudian
campuran air dari filtrat lumpur dengan
mengakibatkan adanya tiga zona di sekitar
kandungan semula. zona ini mengandung
lubang pemboran yang mempengaruhi
sebagian air formasi dan sebagian
pengukuran log, khususnya pengukuran log
hidrokarbon yang tergantikan mud filtrate.
yang berdasarkan prinsip kelistrikan (log
3. Uninvaded Zone. SP, dan log Resistivitas).
Merupakan zona infiltrasi yang
Zona terinvasi memiliki diameter df
terletak paling jauh dari lubang bor, serta
, ketebalan sekitar 6 inch, dan mengandung
seluruh pori batuan terisi oleh kandungan
mud filtrate dengan nilai resistivitas Rmf ,
semula. Dengan demikian zona ini sama
serta mengandung residual hydrocarbon
sekali tidak dipengaruhi oleh adanya
dengan nilai resistivitas Rxo . Sedangkan
infiltrasi air filtrat lumpur. Berdasarkan
zona transisi dengan diameter dj dan
penelitian, secara umum diameter invasi air
rentang beberapa kaki. Untuk zona jauh
filtrat lumpur kedalam batuan permeable
memiliki resistivitas air Rw, resistivitas
berkisar antara 15-100 inci, dari batuan
formasi Rt, dan nilai saturasi air Sw.
dengan permeabilitas rendah ke
permeabilitas tinggi. zona yang tidak Mengukur SIfat Reservoir Di
terpengaruh oleh mud filtrate. Lingkungan Pengeboran
Dalam kegiatan pemboran, akan
Sifat reservoir diukur dengan
digunakan suatu lumpur pemboran khusus
menurunkan alat yang terpasang pada kabel
(mud filtrate) yang digunakan dan
atau kabel ke dalam lubang bor. Borehole
diinjeksikan selama pemboran
bisa diisi dengan lumpur pengeboran
berlangsung. Lumpur pemboran ini
berbasis air, lumpur berbasis minyak, atau
memiliki berbagai fungsi, yaitu guna
udara. Selama proses pengeboran, lumpur
memindahkan cutting, melicinkan dan
pengeboran menyerbu batu yang
mendinginkan mata bor, dan menjaga
mengelilingi lubang bor, yang
tekanan antara bor dan formasi batuan.
mempengaruhi pengukuran penebangan
dan pergerakan cairan masuk dan keluar terdiri dari zona memerah (Rxo) dan zona
dari formasi. Semua faktor ini harus transisi atau annulus (Ri). Zona yang
dipertimbangkan saat melakukan logging memerah (Rxo) terjadi di dekat lubang bor
dan selama analisis log. Penting untuk dimana filtrat lumpur hampir meluruh
memahami lingkungan sumur bor dan keluar dari hidrokarbon dan / atau air
karakteristik berikut: diameter lubang, formasi. Transisi atau zona anulus (Ri), di
lumpur pengeboran, kue lumpur, filtrat mana cairan formasi dan filtrat lumpur
lumpur, zona memerah, zona yang diserang tercampur, terjadi di antara zona yang
dan zona tak berawak. Diameter lubang memerah (Rxo) dan zona univaded (Rt).
(dh) - Ukuran lubang bor yang ditentukan Uninvaded Zone (Rt) - Pori-pori di zona
oleh diameter bor. Pengeboran univaded tidak terkontaminasi oleh filtrat
Resistivitas Lumpur (Rm) - Resistivitas lumpur; Sebagai gantinya, mereka jenuh
cairan yang digunakan untuk mengebor dengan cairan formasi (air, minyak dan /
lubang bor dan yang melumasi bitnya, atau gas).
menghilangkan stek, mempertahankan
dinding lubang bor dan mempertahankan
lubang bor di atas tekanan formasi. Lumpur
pengeboran terdiri dari berbagai tanah liat
dan bahan lainnya dalam larutan berair
segar atau garam dan memiliki resistivitas
terukur. Resistivitas Lumpur (Rmc) -
Resistivitas residu mineral yang terbentuk
dengan akumulasi komponen lumpur
pengeboran padat di dinding sumur bor
karena cairan lumpur menyerang formasi Gambar 2. lingkungan lubang bor.
yang ditembus oleh lubang bor. Lumpur
Sumber: (Riwayat Haryoko B.Sc dari Buku
Filtrat (Rmf) - Resistivitas komponen
Schlumberger)
lumpur pengeboran cair yang menyusup ke
formasi, meninggalkan lumpur di dinding
lubang bor. Nilai resistivitas untuk lumpur
pengeboran, mudcake, dan filtrat lumpur
ditentukan pada saat pers lumpur penuh dan
dicatat pada header log. Invaded Zone -
Zona yang diserbu oleh filtrat lumpur. Ini