Anda di halaman 1dari 11

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

KONSEP DAN HAKIKAT PERKEMBANGAN


(Diajukan Untuk Memenuhi Mata Kuliah Psikolgi Perkembangan)

Di susun oleh kelompok 1 :

Nama : NPM :

1. Alya Kayca 1611040276


2. Jumiati Amalia 1611040149

Dosen Pembimbing : Khoironi, S.Psi M.Pd.I

Kelas/Jurusan/Semester : F/PBI/2

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

TAHUN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-
Nya sehingga makalah yang berjudul KONSEP DAN HAKIKAT
PERKEMBANGAN dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.

Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari
berbagai pihak, kami telah berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik dan
sesuai dengan harapan, walaupun didalam pembuatannya kami menghadapi
kesulitan, karena keterbasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kami
miliki.

Oleh karena itu pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima
kasih kepada Ibu Khoironi selaku dosen pembimbing Psikologi Perkembangan.
Dan juga kepada temanteman yang telah memberikan dukungan dan dorongan
kepada kami. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat
banyak kekurangan,oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami
butuhkan agar dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa
yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dan pihak
yang berkepentingan.

Bandar Lampung, 17 Maret 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

1. KATA PENGANTAR ................................................................................. i


2. DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
3. BAB I PENDAHULUAN ............................................................................1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................1
4. BAB II PEMBAHASAN .............................................................................2
2.1 Pengertian Psikologi Perkembangan ......................................................2
2.2 Hakikat Perkembangan ..........................................................................3
2.3 Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan ..............................................4
2.4 Tujuan Psikologi Perkembangan ...........................................................5
5. BAB III PENUTUP .....................................................................................6
3.1 Kesimpulan ............................................................................................6
6. DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................7

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Studi tentang perkembangan manusia merupakan usaha yang terus
berlangsung dan berkembang. Seiring dengan perkembangannya, studi tentang
perkembangan manusia telah menjadi sebuah disiplin ilmu dengan tujuan untuk
memahami lebih dalam tentang apa dan bagaimana proses perkembangan manusia
baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Perintis awal studi ilmiah
perkembangan manusia adalah baby biographies, sebuah jurnal yang mencatat
perkembangan awal anak. Kemudian berkembang dengan munculnya teori
evolusi Charles Darwin yang pertama kali melihat perilaku bayi adalah sebuah
proses perkembangan. Pada tahun 1877 Darwin mempublikasikan catatannya
tentang perkembangan sensori, kognitif, dan emosi anaknya di dua belas pertama
kehidupannya.
Sampai dengan saat ini kajian mengenai perkembangan manusia telah
banyak menunjukkan manfaat yang signifikan. Dan salah satu manfaat dari
berkembangnya disiplin ilmu tentang perkembangan manusia ini adalah
pendidikan. Dan jika kita berbicara pendidikan tentunya unsur yang mutlak ada
ialah manusia itu sendiri,Oleh kaena itu,dalam makalah ini,penulis mencoba untuk
memaparkan tentang hakekat perkembangan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan Psikologi Perkembangan?
2. Apa yang dimaksud dengan Hakikat Perkembangan?
3. Apakah tujuan dari psikologi perkembangan?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui apa itu Psikologi Perkembangan
2. Untuk mengetahui apa itu Hakikat Perkembangan
3.Untuk mengetahui tujuan dari psikologi perkembangan

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Psikologi Perkembangan

Psikologi perkembangan pada prinsipnya merupakan cabang dari


psikologi. Psikologi sendiri merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa
Inggris, yaitu psychology. Istilah ini pada mulanya berasal dari kata dalam
bahasa Yunani psyche, yang berarti roh, jiwa atau daya hidup, dan logos yang
berarti Ilmu. Jadi, secara harfiah psychology berarti ilmu jiwa.1
Sedangkan perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami
individu atau organism menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya
(Maturation) yang berlangsung secara sitematis, progresif, dan
berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (Rohaniah).
Yang dimaksud dengan sistematis, progresif, dan berkesinambungan
adalah sebagai berikut:
1) Sistematis, berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling
kebergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organism (fisik
dan psikis) dan merupakan suatu kesatuan yang harmonis.

2) Progresif, berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan


mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis).

3) Berkesinambungan, berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu


berkangsung secara beraturan atau berurutan, tidak terjadi secara kebetulan atau
loncat-loncat.2

Menurut Reni Akbar Hawadi, perkembangan secara luas menunjuk pada


secara keseluruhan proses perubahan dan potensi yang dimiliki individu dan
tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan cirri-ciri yang baru.dalam istilah
perkembangan juga tercakup konsep usia, yang diawali dari saat pembuahan dan
berakhir dengan kematian.3
Beberapa definisi Psikologi perkembangan menurut beberapa Ahli:
1. Menurut Prof. Dr. F.J. Monks, Prof. Dr. A.M.P. knoers, dan Prof. Dr. Siti
rahayu Haditoro dalam Psikologi Perkembangan adalah suatu Ilmu yang lebih

1. Desmita, Psikologi Perkembangan (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2007), hal 1.
2. Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja (Bandung: PT. Remaja Rosda
Karya, 2005), hal 15.
3. Desmita, Op.Cit., hal 4.

2
mempersoalkan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan
(perubahan) yang terjadi dalam diri pribadi seseorang, dengan menitikberatkan
pada relasi antara kepribadian dan perkembangan.

2. Menurut Dra. Kartini Kartono dalam psikologi anak: psikologi perkembangan


adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan
masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai masa dewasa.

Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan tersebut kiranya dapat


diambil pemahaman yang lebih sederhana tentang pengertian Psikologi
Perkembangan Yakni suatu cabang dari psikologi yang membahas tentang gejala-
gejala jiwa seseorang, baik yang menyangkut perkembangan ataupun kemunduran
perilaku seseorang sejak masa konsepsi hingga dewasa.4

2.2 Hakikat Perkembangan

Istilah perkembangan (development) dalam psikologi merupakan konsep


yang cukup rumit dan kompleks. Didalam nya terkandung banyak dimensi. Oleh
sebab itu, untuk dapat memahami konsep perkembangan perlu terlebih dahulu
memahami konsep lain yang terkandung didalam nya, diantaranya :
perkembangan, pertumbuhan, kematangan dan perubahan.

1. Perkembangan (development)

Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin


membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang
berlangsung secara terus-menerus yang bersifat tetap dari fungsi jasmaniah dan
rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui
pertumbuhan, pematangan dan belajar.

2. Pertumbuhan (growth)

Istilah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk pada perubahan yang


bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran dan struktur, seperti
pertumbuhan badan, kaki, kepala, jantung, paru-paru dan sebagainya. Dengan
demikian, tidak tepat jika dikatakan pertumbuhan ikatan, berpikir, kecerdasan,
dan sebagainya merupakan perubahan fungsi rohaniah. Demikian pula tidak tepat
jika dikatakan pertumbuhan kemampuan berjalan, menulis, pengindraan, dan
sebagainya merupakan perkembangan fungsi jamaniah.

Pertumbuhan fisik bersifat meningkat, menetap dan kemudian mengalami


kemunduran sejalan bertambahnya usia. Ini berarti pertumbuhan fisik ada
puncaknya. Sesudah masa tertentu, fisik mulai mengalami kemunduran dan

4. Abu Ahmadi dan Munawar Shaleh, Psikologi Perkembangan (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005),
hal. 3-4.

3
berakhir pada keruntuhan dihari tua, dimana kekuatan dan kesehatannya kurang,
panca indera menjadi lemah atau lumpuh sama sekali. Berbeda hal nya dengan
perkembangan ospek mental atau psikis yang relative berkelanjutan, sepanjang
individu yang bersangkutan tetap memeliharanya. Dengan demikian, istilah
pertumbuhan lebih cenderung menunjuk pada kemajuan fisik atau pertumbuhan
tubuh yang melaju sampai pada suatu titik optimum dan kemudian menurun
menuju keruntuhannya. Sedangkan istilah perekembangan lebih menunjuk pada
kemajuan mental atau perkembangan rohani yang melaju sampai akhir hayat.

3. Kematangan (maturation)

Istilah kematangan, yang dalam bahasa inggris disebut dengan maturation,


sering di lawankan dengan immaturation,yang artinya tidak matang. Seperti
pertumbuhan, kematangan juga berasal dari istilah yang sering digunakan dalam
biologi, yang menunjukkan pada keranuman atau kematangan. Kemudian istilah
ini di ambil untuk digunakan dalam perkembangan individu karena dipandang
terdapat kesesuaian. Jadi, kemtangan itu sebenarnya merupakan suatu potensi
yang dibawa individu sejak lahir, timbul dan bersatu dengan pembawaan nya serta
turut mengatur pola perkembangan tingkah laku individu. Meskipun demikian,
kemtangan tidak dapat dikategorikan sebagai faktor keturunan atau pembawaan,
karena kematangan ini merupakan suatu sifat tersendiri yang umum dimiliki oleh
setiap individu dalam bentuk dan masa tertentu.

4. Perubahan (change)

Perubahan-perubahan dalam perkembangan bertujuan untuk memungkinkan


orang menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia hidup. Untuk mencapai
tujuan ini, dapat dianggap sebagai suatu dorongan untuk melakukan suatu yang
tepat, untuk menjadi manusia seperti yang diinginkan baik secara fisik maupun
psikis. Bagaiman manusia mengungkapkan dorong ini, sangan tergantung pada
kemampuan bawaan dan latihan yang diperoleh, tidak hanya selama masa anak-
anak tetapi juga saat usianya meningkat dan sampai pada saat ia menjumpai
tekanan-tekanan yang lebih besar untuk menyesuaikan diri dengan harapan
masyarakat.5

2.3 Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan


Jika dipahami secara cermat dari penjelasan pengertian tentang psikologi
perkembangan sebagaimana telah dibeicarakan di muka, maka dapatlah
dimengerti tentang ruang lingkup dari pembahasan ilmu ini bahwa psikologi
perkembangan merupakan:
a. Cabang dari psikologi

5.Desmita, Psikologi Perkembangan (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2007), hal. 6-8

4
b. Objek pembahasannya ialah prilaku atau gejala jiwa seseorang

c. Tahapannya dimulai dari masa konsepsi hingga masa dewasa

Psikologi perkembangan, yaitu psikologi yang membicarakan


perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua yang mencakup :
1. Psikologi Anak (mencakup masa bayi)
Sejak bayi lahir sampai bayi berumur kira-kira 10 atau 15 hari. Dalam
perkembangan manusia masa ini merupakan fase pemberhentian (Plateau stage)
artinya masa tidak terjadi pertumbuhan/perkembangan.
2. Psikologi Puber dan Addolesensi (psikologi pemuda)
Masa Puber merupakan periode yang tumpang tindih Karena mencakup
tahun-tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Yaitu
umur 11,0 atau 12,0 sampai umur 15,0 atau 16,0.
Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber
adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak
laki-laki. Ada empat perubahan tubuh yang utama pada masa puber, yaitu:
Perubahan besarnya tubuh Pertumbuhan ciri-ciri seks primer
Perubahan proporsi tubuh Perubahan pada ciri-ciri seks sekunder
3. Psikologi Orang Dewasa
Masa dewasa adalah periode yang paling penting dalam masa khidupan,
masa ini dibagi dalam 3 periode yaitu: Masa dewasa awal dari umur 21,0 sampai
umur 40,0. Masa dewasa pertengahan, dari umur 40,0 sampai umur 60,0. dan
masa akhir atau usia lanjut, dari umur 60,0 sampai mati.
4. Psikologi Orang Tua.
Usia lanjut atau usia tua adalah periode penutup dalam rentang hidup
seseorang. Masa ini dimulai dri umur enam puluh tahun sampai mati, yang di
tandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin
menurun.6

2.4 Tujuan Psikologi Perkembangan


Menurut Mussen, canger dan Kagan, dewasa ini psikologi perkembangan
lebih menitikberatkan pada usaha-usaha mengetahui sebab-sebab yang melandasi
terjadinya pertumbuhan dan perkembangan manusia, sehingga menimbulkan
perubahan-perubahan. Oleh sebab itu tujuan psikologi perkembangan meliputi:

6. Abu Ahmadi dan Munawar Shaleh, Psikologi Perkembangan (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005),
hal 8-9

5
1.Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta
kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat umur dan yang
mempunyai ciri-ciri universal, dalam arti yang berlaku bagi anak-anak di mana
saja dan dalam lingkungan sosial-budaya mana saja.

2.Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau masa


perkembangan tertentu.

3.Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tertentu yang menimbulkan


reaksi yang berbeda.

4.Mempelajari penyimpangan dari tingkah laku yang dialami seseorang, sepeti


kenakalan-kenakalan, kelainan-kelainan dalam fungsionalitas inteleknya, dan lain-
lain.

Sementara itu Elizabeth B. Hurlock menyebutkan enam tujuan psikologi


perkembangan dewasa ini, yaitu:
1.Menemukan perubahan-perubahan apakah yang terjadi pada usia yang umum
dan yang khas dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari masing-masing
periode perkembangan.

2.Menemukan kapan perubahan-perubahan itu terjadi.

3.Menemukan sebab-sebabnya.

4.Menemukan bagaimana perubahan itu mempengaruhi perilaku.

5.Menemukan dapat atau tidaknya perubahan-perubahan itu diramalkan.

6.Menemukan apakah perubahan itu bersifat individual atau universal.7

7. Desmita, Psikologi Perkembangan (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2007), hal 10.

6
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Psikologi Perkembangan ialah suatu cabang dari psikologi yang


membahas tentang gejala-gejala jiwa seseorang, baik yang menyangkut
perkembangan ataupun kemunduran perilaku seseorang sejak masa konsepsi
hingga dewasa.Disamping itu para psikolog juga tertarik akan masalah sampai
seberapa jauhkah perkembangan masyarakatya. Maka dapatlah dimengerti tentang
ruang lingkup dari pembahasan ilmu ini bahwa psikologi perkembangan
merupakan: Cabang dari psikologi; Objek pembahasannya ialah prilaku atau
gejala jiwa seseorang; Tahapannya dimulai dari masa konsepsi hingga masa
dewasa.

Dan psikologi perkembangan juga mempunyai tujuan yaitu: Memberikan,


mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan
yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat umur dan yang mempunyai ciri-
ciri universal, dalam arti yang berlaku bagi anak-anak di mana saja dan dalam
lingkungan sosial-budaya mana saja; Mempelajari perbedaan-perbedaan yang
bersifat pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu; Mempelajari
tingkah laku anak pada lingkungan tertentu yang menimbulkan reaksi yang
berbeda; Mempelajari penyimpangan dari tingkah laku yang dialami seseorang,
sepeti kenakalan-kenakalan, kelainan-kelainan dalam fungsionalitas inteleknya,
dan lain-lain.

7
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Shaleh Munawar, Psikologi Perkembangan Jakarta: PT. Rineka
Cipta, 2005.

Desmita, Psikologi Perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2007.

Yusuf, Syamsu LN, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja, Bandung: PT.
Remaja Rosda Karya, 2005.