Anda di halaman 1dari 4

BAB III

LANDASAN TEORI

A. Landasan Teori

Penyebab umum tersering konjungtivitis bakterial adalah mikroorganisme

Gram positif dan Gram negatif. Penyebab konjungtivitis bakteri Gram positif yaitu:

Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumonia, Streptococcus viridians, dan

Staphylococcus epidermidis. Penyebab konjungtivitis bakteri dari Gram negatif

adalah Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, Serratia marcescens, Proteus,

Enterobacter, dan spesies Pseudomonas.1,4,27,28

Hasil penelitian yang dilakukan di Manado konjungtivitis bakteri terbanyak

disebabkan Streptococcus non hemolitikus dan tersering pada kelompok umur

diatas 60 tahun. Dari penelitian didapatkan 12 sampel terdapat bakteri gram

positif, 1 sampel bakteri gram negatif dan 10 sampel campuran bakteri gram positif

dan negatif. Streptococcus non hemolitikus ditemukan pada 11 sampel (36,67%),

Bacillus subtilis pada 7 sampel (23,33%), Proteus sp pada 6 sampel (20%),

Staphylococcus albus pada 5 sampel (16,67%), Diplococcus gram negatif pada 4

sampel (13,33%), Lactobacillus sp pada 3 sampel (10%) dan Pseudomonas

aeuruginosa 1 sampel (3,33%).28 Dari sebuah penelitian di Nepal didapatkan

bahwa sebagian besar kasus AIC (Acute Infective Conjunctivitis) tidak berasal dari

flora normal. Gram positif coccus terlihat di 6,2% dari sampel sedangkan basil

Gram positif dan Gram negatif coccus terlihat di 1,5% dari sampel. Hasil yang

12
Universitas Lambung Mangkurat
13

sama dilaporkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan di India Selatan di mana

paling sering isolat bakteri terisolasi yang Gram positif coccus (70%) diikuti oleh

basil Gram negatif (15,85%) dan Gram positif basil (10%).Pada kultur agar darah,

pertumbuhan hanya terlihat dalam 11 kasus (18,9%). 1

Konjungtivitis juga dapat disebabkan adanya kolonisasi pada flora normal

pada mata. Jaringan pada permukaan mata dikolonisasi oleh flora normal seperti

Streptococcus, Staphylococcus dan jenis Corynebacterium. Perubahan pada

mekanisme pertahanan tubuh ataupun pada jumlah koloni flora normal tersebut

dapat menyebabkan manifestasi klinis. Perubahan pada flora normal dapat terjadi

karena adanya kontaminasi eksternal, penyebaran dari organ sekitar ataupun

melalui aliran darah.18 Penggunaan antibiotik topikal jangka panjang merupakan

salah satu penyebab perubahan flora normal pada jaringan mata, serta resistensi

terhadap antibiotik.19

Berdasarkan uraian teori diatas, maka dapat digambarkan kerangka

teori dan konsep sebagai berikut :

Universitas Lambung Mangkurat


14

Bakteri penyebab: Virus


Staphylococcus
aureus,
Streptococcus
pneumonia,
Streptococcus
viridians,Staphylo Bakteri Konjungtivitis
coccus
epidermidis.
Escherichia coli,
Klebsiella
pneumonia, Konjungtivitis
Serratia Jamur bakteri
marcescens,
Proteus,
Enterobacter,spesi
es Pseudomonas, Hiperemis konjungtiva ,
Haemophilus Alergi bengkak,sekret purulen,
influenza, hipersekresi air mata
Streptococcus
pneumonia, dan
spesies Moraxella

Lain-lain:trauma,
toksik,mekanik

Gambar 3.1 : Kerangka teori gambaran isolate bakteri aerob pada pasien
konjungtivitis di Poliklinik Mata RSUD Ulin Banjarmasin

Universitas Lambung Mangkurat


15

Jenis Bakteri yang


Konjungtivitis diisolasi dari pasien
konjungtivitis

-Jenis swab dan


media

-Bakteri

-Bakteri

Gambar 3.2 Kerangka konsep gambaran isolat bakteri aerob pada pasien
konjungtivitis di Poliklinik Mata RSUD Ulin Banjarmasin

Universitas Lambung Mangkurat