Anda di halaman 1dari 4

Tugas Mata Kuliah Arsitektur Hijau

Efisiensi Energi pada Bangunan

Disusun oleh:

Sayyidatunnia (14/364086/TK/41886)
Hana
Cabot
Nina
Rere
Mela

Prodi Arsitektur
Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
2016
A. Pengertian Efisiensi Energi
Efisiensi energy merupakan cara untuk mengelola dan membatasi penggunaan
energy yang semakin meningkat. Penggunaan energy dikatakan efisien ketika
memberikan hasil yang lebih besar dalam sejumlah energy yang sama, atau
memerlukan energy yang lebih kecil untuk hasil yang sama. Sebagai contoh, lampu
CFL (compact florescent light) memerlukan energy yang lebih kecil (1/3 1/5) daripada
lampu pijar dalam menghasilkan jumlah cahaya yang sama, sehingga lampu CFL bias
dibilang efisien dalam penggunaan energy.
Efisiensi energy merupakan salah satu cara yang paling mudah dan murah
untuk mengatasi perubahan iklim, menjaga kebersihan udara, dan mengurangi biaya
energy bagi konsumen. .

Efisiensi Energi dalam Bangunan


Bangunan merupakan sektor yang memiliki konsumsi energy paling besar di
dunia, dan tercatat mengonsumsi lebih dari 1/3 total konsumsi energy di dunia.
Namun, permasalahan penggunaan energy dalam bangunan tidak sederhana karena
bentuk energi yang dibutuhkan sangat bervariasi, misalnya pencahayaan,
penghawaan, ventilasi dan pendingin ruangan, semuanya memerlukan energy. Secara
umum, tingkat efisiensi energy sebuah bangunan dihitung dari perbandingan jumlah
energy yang dikonsumsi terhadap luas lantai bangunan. Namun permasalahan
sebenarnya lebih kompleks karena material bangunan memiliki embodied energy.
Efisiensi energy pada bangunan tidak sesederhana mengurangi penggunaan
energy, karena desain juga sangat berpengaruh. Permasalahan kualitas ruang dan
efisiensi penggunaan space juga berperan penting, misalnya penggunaan cahaya
alami dapat mengurangi konsumsi energy listrik. Lokasi bangunan dan kondisi
sekitarnya juga berperan dalam pengaturan penghawaan dan pencahayaan.
Contohnya vegetasi, landscape, bukit dapat berfungsi sebagai shading alami ataupun
penghalang angin. Selain itu, peletakan jendela, ventilasi, dan skylight juga berperan
dalam mengurangi konsumsi energy.
Dalam tulisan ini kami membahas efisiensi energy pada bangunan dalam dua
aspek sebagai berikut:
a. Arsitektural
1. Pengaruh orientasi bangunan terhadap penggunaan energy
2. Elemen pencahayaan pada bangunan yang mempengaruhi efisiensi energi
3. Elemen penghawaan pada bangunan yang mempengaruhi efisiensi energi
b. Non arsitektural
1. Pemilihan alat atau teknologi yang mendukung efisiensi energi
2. Manajemen bangunan yang mendukung efisiensi energy

B. Aspek Arsitektural dalam Efisiensi Energi


1. Orientasi Bangunan

2. Pencahayaan

3. Penghawaan

C. Aspek Non Arsitektural dalam Efisiensi Energi


1. Pemilihan Teknologi

2. Manajemen Bangunan
Referensi
http://www.energy.gov/science-innovation/energy-efficiency (diakses tanggal 19
Agustus 2016, pukul 12:58 WIB)
http://www.iea.org/topics/energyefficiency/subtopics/sustainablebuildings/ (diakses
tanggal 19 Agustus 2016, pukul 12:52 WIB)
http://www.iea.org/topics/energyefficiency/ (diakses tanggal 19 Agustus 2016, pukul
12:51 WIB)
https://en.wikipedia.org/wiki/Efficient_energy_use#Building_design (diakses tanggal 19
Agustus 2016, pukul 12:44 WIB)