Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

I.A Latar Belakang

Kompleksitas obat-obat yang digunakan saat ini dan berkembangnya

polifarmasi dalam pengobatan menyebabkan kemungkinan terjadinya interaksi

obat yang besar.(1) Interaksi obat dapat didefinisikan sebagai fenomena yang

terjadi ketika efek dan atau farmakokinetik dari suatu obat berubah karena adanya

pemberian obat yang lain.(2)

Interaksi obat dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Interaksi

yang merugikan dapat menyebabkan ribuan orang harus dirawat di rumah sakit.

Hampir satu dari empat pasien yang mendapatkan resep pernah mengalami

interaksi obat. Interaksi demikian telah menimbulkan gangguan yang serius

sehingga kadang-kadang menyebabkan kematian. Namun jumlah interaksi yang

menimbulkan kematian ini hanya sebagian kecil dari jumlah interaksi obat

seluruhnya yang terjadi. Interaksi yang meningkatkan toksisitas atau turunnya

efek terapi pada pengobatan yang menyebabkan pasien tidak merasa cepat sehat

kembali adalah kasus yang lebih sering terjadi.(3)

Berbagai faktor yang dapat berpengaruh pada terjadinya interaksi obat,

faktor terpenting adalah polifarmasi dan peningkatan usia. Polifarmasi

didefinisikan sebagai pengobatan multiple oleh satu pasien dan sering terjadi pada

pasien lanjut usia.(4)

1
2

Prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan peningkatan usia. Beberapa

penelitian menyimpulkan bahwa prevalensi hipertensi pada usia lanjut berkisar

antara 53-72%. Hal ini mungkin disebabkan karena secara fisiologik, pada pasien

usia lanjut terjadi penurunan curah jantung dan peningkatan resistensi vaskuler

perifer. Akan tetapi pada berbagai hal ternyata juga berperan dalam meningkatkan

curah jantung, sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat.(5)

Sebagian besar pasien hipertensi usia lanjut pada akhirnya akan menjalani

terapi menggunakan obat antihipertensi. Pengobatan hipertensi secara farmakologi

pada usia lanjut, sedikit berbeda dengan usia muda karena adanya perubahan-

perubahan fisiologis akibat proses menua. Selain karena adanya perubahan

fisiologis, perubahan farmakokinetika, farmakodinamika, serta kecenderungan

komplikasi penyakit dan berkembangnya polifarmasi pada usia lanjut

menyebabkan populasi ini rentan mengalami masalah terkait Drug Related

Problems (DRPs) yang akan meningkatkan resiko efek samping dan interaksi

obat.(6,5)

Menurut penelitian tentang interaksi obat-obat yang melibatkan 350 pasien

rawat jalan di Poli Geriatri RSUD Dr. Soetomo yang berusia lebih dari 60 tahun,

menunjukkan adanya 230 kejadian (65,7%) DRP yang berkaitan dengan

penggunaan antihipertensi. DRP tersebut meliputi DRP actual efek samping obat

(2,0%), ketidaksesuaian dosis dan frekuensi penggunaan (0,3%), serta interaksi

obat potensial (62,0%).(5)

Tingginya prevalensi hipertensi serta masalah-masalah interaksi obat yang

muncul pada pasien geriatri, maka penelitian tentang interaksi obat pada pasien
3

lansia yang menderita penyakit hipertensi di dalam Instalasi Rawat Inap Rumah

Sakit Umum Daerah Kota Depok ini perlu dilakukan.

I.B Rumusan Masalah

Dengan memperhatikan latar belakang di atas, maka disusunlah rumusan

masalah penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana gambaran usia pasien hipertensi pada usia lanjut di Instalasi

Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok Periode Januari-

Desember 2015?

2. Golongan obat antihipertensi apa saja yang digunakan pada pasien lansia

di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok?

3. Bagaimanakah gambaran interaksi obat yang terjadi antara obat

antihipertensi dengan obat lain yang terjadi pada pasien lansia di Instalasi

Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok periode Januari-

Desember 2015 berdasarkan software Drug Interaction Facts?

I.C Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui gambaran usia pasien hipertensi pada usia lanjut di

Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok periode

Januari-Desember 2015.
4

2. Untuk mengetahui golongan obat antihipertensi yang digunakan pada

pasien lansia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota

Depok.

3. Untuk mengetahui gambaran interaksi obat yang terjadi antara obat

antihipertensi dengan obat lain pada pasien lansia di Instalasi Rawat Inap

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok periode Januari-Desember 2015

berdasarkan software Drug Interaction Facts.

I.D Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi adanya

interaksi obat bagi seorang farmasi atau tenaga kesehatan lainnya sehingga

memiliki kemampuan yang kompeten dalam mempertimbangkan obat-obatan

yang tepat bagi pasien.