Anda di halaman 1dari 4

Nama: Luthfiah Pertiwi

Nim : 08061381621077
Tema: Hak Asasi Manusia

LGBT di Indonesia

LGBT seperti yang kita ketahui akronim dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan
Transgender. Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an menggantikan frasa
komunitas gay karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang
memiliki kelainan orientasi seksual.
Lesbian merupakan salah satu orientasi seksual terhadap sesama jenis
(wanita), gay atau homoseks adalah orientasi seksual penyuka sesama jenis (laki-
laki), biseksual merupakan orientasi seksual yang bisa terjadi kepada keduanya
baik wanita maupun laki-laki, serta trangender adalah seseorang yang ingin
merubah bentuk fisiknya misalnya ketika lahir laki-laki namun ingin menjadi
wanita atau sebaliknya.
Di negara Indonesia, komunitas LGBT belum bisa diterima masyarakat.
Tidak sedikit masyarakat berpandangan miring dari benci, kotor, serta jijik sampai
mengucilkan dan menjauhi mereka. Namun demikian terdapat juga kelompok
masyarakat yang justru pro terhadap komunitas ini. Salah satu bentuk
pengaplikasiannya terbentuk beberapa LSM seperti Swara Srikandi di Jakarta,
LGBT Gaya Nusantara, LGBT Arus Pelangi, Lentera Sahaja dan Indonesian Gay
Society di Yogyakarta.
Komunitas LGBT yang semakin terbuka menunjukkan identitas diri di
ruang publik dan gencar memanfaatkan teknologi informasi termasuk media
sosial. Sarana chatting berupa facebook dijadikan ruang untuk saling mengetahui,
mengenal dan berbagi cerita yang menjadi ajang pencarian pasangan. Bukti-bukti
di atas merupakan salah satu contoh berkembangnya komunitas LGBT yang
menurut mereka merupakan hak asasi mereka yang patut dilindungi.
Sejumlah orang terang-terangan mempublikasikan diri sebagai kaum
homoseksual di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar dan
Yogyakarta. Mereka yang termasuk dalam kelompok LGBT memiliki berbagai
macam profesi dari orang biasa, artis, perancang busana, dll. Di Indonesia sendiri
terdapat beberapa contoh orang-orang yang berani mempublikasikan dirinya gay
seperti Dede Oetomo yang merupakan presiden Gay di Indonesia, Samuel
Wattimena seorang designer terkenal memberikan pengakuan sebagai gay di
Kompas edisi 18 Maret 2001, dan Jupiter Fourtissimo merupakan seorang aktor
yang membuat pernyataan langsung di acara Silet 24 Januari 2008.
Terlepas dari pro dan kontra, akhir-akhir ini kelompok LGBT menjadi
pembicaraan hangat dikarenakan menginginkan komunitasnya dilegalkan oleh
negara. Keinginan dari kelompok ini mendapat tentangan dari berbagai elemen
masyarakat. Perilaku LGBT juga menjadi sorotan publik, dimana beberapa waktu
yang lalu pasangan homoseksual/gay di Boyolali, melangsungkan sebuah acara
hajatan.
Dalam acara itu Darno atau yang dikenal dengan Ratu Airin Karla dan
Dumani adalah pasangan gay yang menggunakan pakaian adat jawa layaknya
sepasang pengantin. Keberadaan Support Group and Resource Center on
Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia (UI) yang
menawarkan konseling bagi kelompok LGBT juga menjadi sorotan publik.

Analisis:
Kasus LGBT di Indonesia merupakan salah satu kasus Hak Asasi Manusia
yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Lesbi Gay Biseksual Transgender
(LGBT) merupakan penyimpangan orientasi seksual yang sangat bertentangan
dengan fitrah manusia baik dari segi agama maupun adat di Indonesia.
Penyimpangan kaum LGBT ini disebabkan oleh ideologi sekularisme yang
menyebar di masyarakat Indonesia. Sekularisme adalah ideologi yang
memisahkan agama dari kehidupan. Dalam pandangan islam, Allah SWT telah
memberi cap perbuatan LGBT sebagai perbuatan yang keji dan melampaui batas
seperti yang terdapat pada Quran surat al-araf ayat 80-81 dan dalam hadits yang
berbunyi:
(80)

(81)

Artinya:
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia
berkata kepada mereka, "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu,
yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?"
Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada
mereka), bukan kepada wanita, bahkan kalian ini adalah kaum yang melampaui
batas."
Rasulullah SAW bersabda Siapa saja yang menemukan pria pelaku
homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut. (HR Abu Dawud, At Tarmidzi,
An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaki).
Al-Quran dan Sunnah diatas sudah menerangkan dengan jelas bahwa
praktik homoseks merupakan satu dosa besar dan sangat berat sanksinya di dunia.
Apabila tidak dikenakan didunia, maka sanksi tersebut akan diberlakukan di
akhirat. Sedangkan hukuman bagi pelaku sihaq (lesbi) menurut kesepakatan para
ulama adalah tazir, dimana pemerintah yang memiliki wewenang untuk
menentukan hukuman yang paling tepat sehingga bisa memberikan efek jera bagi
pelaku perbuatan haram ini.
Terhadap pelaku LGBT, Allah SWT dan Rasulullah SAW benar-benar
melaknat perbuatan tersebut. Al imam abu abdilah adz-zahabiy rahimahullah
dalam kitabnya al-kabair memasukkan homoseks sebagai dosa yang besar.
Dalam Al-Quran dan hadist sudah jelas larangan tentang LGBT namun
beberapa orang masih mengabaikannya karna pendidikan agama yang didapatkan
sangat kurang sehingga mereka masih melakukan perbuatan keji yang merupakan
salah satu dosa besar tersebut.
Dampak-dampak yang ditimbulkan dari LGBT sendiri antara lain:
1. Dampak Kesehatan
78% pelaku homoseksual terjangkit penyakit kelamin menular (ruedah, E.
the homosexual network old Greenwich, conn., the devine adair company,
1982, p.53).
2. Dampak Sosial
Penelitian menyatakan seorang gay mempunyai pasangan antara 20-106
orang pertahun. Sedangkan pasangan zina seorang tidak lebih dari 8 orang
seumur hidup.
3. Dampak Pendidikan
Adapun dampak pendidikan diantaranya yaitu siswa ataupun siswi yang
menganggap dirinya sebagai homo menghadapi putus sekolah 5 kali lebih
besar daripada siswa normal karena mereka merasakan ketidakamanan.
4. Dampak Keamanan
Kaum homo seksual menyebabkan 33% pelecehan seksual pada anak-anak di
Amerika Serikat padahal populasi mereka hanyalah 2% dari keseluruhan
penduduk Amerika.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa LGBT merupakan


penyimpangan seksual yang memiliki dampak-dampak negatif yang sangat
banyak, salah satunya dapat merusak moral bangsa dan mengancam kelestarian
manusia. LGBT juga merupakan penyakit yang tidak sesuai dengan fitrah
manusia, agama, dan adat Indonesia. Maka dari itu, sudah selayaknya kita sebagai
seorang muslim yang bertakwa kepada Allah SWT berperan aktif melawan
penyebaran LGBT didalam negeri ini dengan cara memberikan pendidikan agama
tentang LGBT.