Anda di halaman 1dari 6

MIND MAPPING HIPOSPADIA PADA An.

B DI RUANG JEUMPA 2
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

Etiologi :
Penyebabnya sebenarnya
Hipospadia adalah: sangat multifaktor dan
suatu keadaan dimana uretra sampai sekarang belum
terbuka di permukaan bawah diketahui penyebab pasti
penis, skrotum atau dari hipospadia. Namun,
peritonium. Hipospadia ada beberapa faktor yang
sendiri berasal dari dua kata oleh para ahli dianggap
yaitu hypo yang berarti di paling berpengaruh antara
bawah dan spadon yang lain :
berarti keratan yang panjang. 1. Gangguan dan
ketidakseimbangan
hormon
2. gagalnya sintesis
androgen
3. lingkungan
RPD: keluarga mengatakan sudah RPS: keluarga mengatakan tidak ada
mengetahui kelainan pada saluran anggota keluarga lainnya yang
kencing anaknya sejak lahir. Namun mengalami penyakit yang sama seperti
An. B (9 thn)
karena masih terlalu kecil, keluarga anaknya. Ibu juga mengatakan tidak
takut untuk berobat pernah ada kelainan selama
mengandung An. B
RPS: pasien datang ke RSUDZA tgl 19 feb
2012 dengan keluhan mengalami kelainan
Hasil lab: Terapi:
pada saluran kencingnya yang diderita sejak
Hb : 11,1 gr/dl Bed rest
lahir. An. B menjalani operasi release
Leu : 3,14 Diet MB
chordate atas indikasi hipospadia scrotal
Trom: 418 IVFD NaCl 15 tpm
pada tgl 20 feb 2012. Saat ini pasien
Ht: 24 mengeluh nyeri pada penisnya, nyeri pada Ceftriaxone
perut dan sudah 2 hari post op tidak BAB. Ketorolac
Saat BAB terasa sangat keras dan sakit. Ranitidine
Pasien juga mengeluh pusing.

Pengkajian Primer
Airway Breathing Circulation Disability Exposure Folley cateter Gastric Tube Heart rate
I : pasien I : dada simetris, I: wajah tidak I : kesadaran Pasien terpasang I: terpasang I; pasien tidak HR : 90 x/m
bernafas spontan, nafas teratur. pucat, mukosa kompos mentis, IVFD NaCl 15 tpm. kateter , warna terpasang NGT
tidak ada P: taktil fremitus lembab, bibir GCS 15 T: 36,7 urin kuning P : nyeri tekan
pernapasan kanan=kiri lembab, P : kekuatan otot Pasien tampak pekat epigastrik
cuping hidung, P: vesikuler pada konjungtiva 5555 5555 tegang dan takut P: blast normal P : timpani
RR : 35 x/m seluruh lapang paru merah muda 5555 5555 bergerak. Nyeri P : timpani A : peristaltic usus
P: kapiler refill < Skala tekan abdomen Pasien 4-6 x /m
2 dtk ketergantungan 3. dengan skala 4. mengatakan Pasien makan
Pasien terlihat Keluarga cemas sakit bila selang sedikit, dan tidak
malas untuk karena sudah sejak kateter bergeser suka makan sayur
bergerak dan setelah operasi dan buah. Kudapan
keluarga tidak pasien tidak BAB, tidak dihabiskan
melakukan dan BAB nya
mobilisasi keras.

Dx 1: gangguan eliminasi Dx 2: nyeri b/d bekas insisi Dx 3 : kurang pengetahuan Dx 4: resti infeksi b/d port de
fekal b/d kurang pengetahuan bedah pada penis keluarga b/d proses entre pemasangan kateter
keluarga ttg intake makanan penyembuhan post operasi
yang benar

Tujuan : pasien mendapat Tujuan : rasa nyeri dapat di Tujuan : keluarga mengerti Tujuan : infeksi tidak terjadi
intake makanan yang benar atasi dan hilang proses penyembuhan dan apa
agar BAB dengan lancar yang harus dilakukan

KH : KH: KH : KH :
Klien rutin makan serat Nyeri berkurang Keluarga paham
Kudapan dihabiskan Pasien tidak mengeluh mengenai proses Infeksi tidak terjadi
Porsi makan yang sakit penyembuhan Daerah perineum pasien
disediakan dihabiskan Pasien dapat mobilisasi Keluarga membantu bersih
Klien tidak nyeri perut maksimal tanpa nyeri pasien melakukan Luka bekas op segera
lagi mobilisasi dini sembuh
Klien BAB dengan Keluarga megetahui yang
lancar dan tidak keras harus dilakukan
Intervensi : Intervensi : Intervensi : Intervensi :
Kaji respon pasien Kaji intensitas, dan respon Kaji tingkat pemahaman Kaji tingkat resiko infeksi
terhadap makanan tinggi nyeri pasien keluarga Jelaskan pada pasien
serat Jelaskan pada pasien dan Jelaskan manfaat bahwa area perineum
Jelaskan manfaat makanan keluarga penyebab rasa mobilisasi dini bagi harus selalu bersih
serat bagi pasien nyeri kesembuhan pasien Jelaskan dan ajarkan
Jelaskan manfaat makanan Anjurkan pasien banyak Jelaskan akibat tidak keluarga cara
serat bagi kesenbuhan minum mobilisasi dini membersihkan area
pasien Kolaborasi pemberian Ajarkan mengubah posisi perineum
Ajarkan kluarga memiliih ketorolac pasien yang benar dan Jelaskan manfaat area
makanan yang baik untuk nyaman bagi pasien perineum selalu bersih
pasien

Implementasi : Implementasi ; Implementasi ; Implementasi ;


Menanyakan pasien sayur Menanyakan rasa nyeri Mengkaji tingkat Mengkaji resiko infeksi
dan buah apa yang yang dirasakan pasien pengetahuan keluarga pasien
disukainya Menjelaskan pada Menjelaskan manfaat dan Menjelaskan pada
Menjelaskan manfaat keluarga mengapa rasa akibat bila pasien tidak keluarga dan pasien untuk
buah dan sayur untuk nyeri itu terjadi mobilisasi dini selalu menjaga kebersihan
pasien dan Mengenjurkan pasien Menjelaskan hubungan area perineum
kesembuhannya banyak minum antara pasien tidak BAB Menjelaskan manfaat area
Mengajarkan keluarga Mengajarkan pasien dengan pasien tirah baring perineum harus selalu
memilih makanan yang tehnik relaksai nafas lama selain dari factor dalam keadaan bersih
diberikan dalam untuk mengurangi makanan
rasa nyeri Mengajarkan cara
Penyuntikan ketorolac mengubah posisi pasien
melalui bolus IV yang benar seperti duduk
Evaluasi Dx 1 tanggal 23 feb Evaluasi Dx 2 tanggal 23 feb Evaluasi Dx 3 tanggal 23 feb Evaluasi Dx 4 tanggal 23 feb
2012 2012 2012 2012
S: S: S: S:
Pasien mengatakan tidak Pasien mengatakan Pasien mengatakan tidak Pasien mengatakan tidak
pernah makan sayur dan perutnya sakit pernah mika-miki nyaman dengan
buah Pasien mengatakan takut Pasien mengatakan tidak pemasangan kateter
Pasien mengatakan tidak bergerak karena bekas op bisa duduk Keluarga mengatakan
suka sayur dan buah sakit Pasien mengataan takut tidak tahu cara
Pasien mengatakan kers O: jika selang kateter membersihkan perineum
saat BAB Pasien memberi respon bergerak sakit pasien
Keluarga mengatakan berlebihan saat selang O: Keluarga mengatakan
tidak pernah memeberi kateter di pegang Pasien sepanjang hari takut membersihkan area
kudapan yang tersedia A : masalah teratasi sebagian hanya tiduran perineum pasien
O: P : lanjutkan intervensi Pasien melakukan O:
Pasien terlihat tegang semuanya dibantu ibunya Pasien tampak tidak
Abdomen terasa keras Pasien tampak segar dan nyaman dengan kateter
Pasien nyeri saat abdomen mampu bergerak Area perineum tampak
di tekan A: masalah belum teratasi agak kotor
A: masalah belum teratasi P: lanjutkan intervensi Perban belum diganti
P: intervensi di lanjutkan A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Evaluasi Dx 1 tanggal 24 feb Evaluasi Dx 2 tanggal 23 feb Evaluasi Dx 3 tanggal 24 feb Evaluasi Dx 4 tanggal 24 feb
2012 2012 2012 2012
S: S: S: S:
Pasien mengatakan tidak Pasien mengatakan takut Pasien mengatakan Pasien mengatakan tidak
sudah makan buah sedikit bergerak karena bekas op dibantu duduk oleh nyaman dengan
Pasien hari ini belum sakit keluarganya pemasangan kateter
BAB Pasien mengatakan takut Keluarga mengatakan Keluarga meminta kateter
O: duduk pasien merasa enak dilepas
Pasien terlihat tegang O: setelah bergerak O: pasien tampak segar RR
Abdomen terasa keras Pasien memberi respon O: pasien tampak segar RR 28x/m, HR 80x/m Temp;
28x/m, HR 80x/m Temp;
Pasien nyeri saat abdomen berlebihan saat selang afebris
kateter di pegang RR: 30 afebris
di tekan RR: 30 x/m HR:
x/m HR: 80x/m, Temp: A: masalah teratasi Pasien tampak tidak
80x/m, Temp: afebris
afebris P: intervensi dihentikan nyaman dengan kateter
A: masalah sebagian teratasi
P: intervensi di lanjutkan A : masalah teratasi sebagian Area perineum tampak
I: P : lanjutkan intervensi bersih
Memberi dorongan dan I: Perban sudah diganti
pengetahuan pentingnya Membantu pasien duduk A: masalah sebagian teratasi
serat Membantu pasien P: lanjutkan intervensi
Mengannjurkan banyak mengalihkan nyeri dengan I: member pennjelasan kepada
minum tehnik relaksasi nafas keluarga mengenai tujuan
E: pasien sudah mulai paham dalam pemasangan kateter
pentingnya serat, lanjutkan Kolaborasi pemberian E: pasien segar, perawatan
intervensi ketorolac kateter baik,, lanjut intervensi
E: pasien masih tampak nyeri,
lanjut intervensi

PASIEN PULANG