Anda di halaman 1dari 8

Resume Pasien Keperawatan Jiwa

Hari/Tanggal : 7-10 Desember 2016


Inisial pasien : Tn. R
Usia : 32 tahun
Ruang Rawat : Cendana

1. Pengkajian
Tn. R berusia 32 tahun, sudah selama 2 tahun berada di rumah sakit jiwa provinsi
Kalimantan Barat. Saat pengkajian, pasien mengatakan perasaannya senang. Dahulu
pekerjaan pasien adalah penjaga mesin judi. Pasien mengatakan dating ke rumah sakit
dibawa oleh adik pasien, karena sering berbicara sendiri. Menurut pasien, ia berbicara
dengan Tuhan. Tuhan yang dimaksud pasien tidak tampak, namun sering mendengar
pembicaraan Tuhan. sehingga pasien tampak berbicara sendiri. Pasien mengatakan lupa
pengalaman pertama bisa bicara dengan Tuhan, yang diingatnya Tuhan marah ketika dia
bekerja sebagai penjaga mesin. Dan akhirnya dia berhenti menjadi penjaga mesin judi.
Saat ini ia sering sekali berbicara dengan Tuhan, ia begitu yakin bahwa itu adalah Tuhan,
padahal sudah dijelaskan bahwa manusia tidak ada yang bisa berbicara dengan Tuhan. Isi
halusinasinya adalah ia menanyakan kepada Tuhan, kapan dia bisa sembuh, dan Tuhan
menjawab Nanti. Ia mengatakan Tuhan tidak pernah memerintahkannya untuk
melakukan perbuatan dosa dan membahayakan. Halusinasi muncul setiap hari, 3-4 kali
sehari. Halusinasi muncul saat pasien sendiri. Saat suara Tuhan terdengar, pasien tidak
menginginkan suara itu hilang. Pasien mengatakan tidak boleh cuek terhadap Tuhan.
Pasien mengatakan merasa nyaman dengan suara itu. Pasien sangat percaya bahwa dia
dapat berbicara dengan Tuhan, walaupun sudah diorietasikan ke realita, pasien tidak
dapat menerima realita.
Tn. R tampak jarang berkomunikasi dengan yang lainnya, selain dengan Tn. Y.
tn. Y adalah teman tidur Tn. R. Saat perawat pertama kali bicara dengan pasien, pasien
tampak cuek. Namun, setelah kenalan pasien mulai menceritakan halusinasinya, dan
pasien menganggap hal itu menarik. Tn. R aktif saat diminta bantuan. Pasien dapat
berkomunikasi dengan baik kepada perawat. Kontak mata baik dengan perawat, hanya
sesekali mengalihkan kontak mata.
Tn. R mengatakan agamanya islam, dan percaya akan adanya Tuhan. Namun
tidak pernah menjalankan sholat. Pasien mengatakan tidak memiliki sarung untuk sholat.
Penampilan pasien kurang rapi. Penggunaan pakaian sesuai dan cara berpakaian
seperti biasanya. Kaki pasien tampak kotor. Makan, mandi, BAK, BAB, dan istirahat
tidak ada masalah. Pasien dapat melakukannya sendiri. Rambut pasien tampak sudah
panjang.

2. Masalah Keperawatan/Diagnosis
Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi (Pendengaran)

3. Rencana Keperawatan
Tujuan Umum Tujuan Khusus Tindakan
a. Membantu a. Membantu pasien mengenal a. Sapa klien dengan ramah
pasien realita baik verbal maupun non

mengenal b. Mengidentifikasi jenis verbal.


b. Adakan kontak sering dan
realita halusinasi
singkat secara bertahap.
b. Membantu c. Mengidentifikasi isi halusinasi
c. Klien dapat
pasien untuk d. Mengidentifikasi waktu
mengungkapkan
mengenal halusinasi
perasaannya terhadap
halusinasi e. Mengidentifikasi frekuensi halusinasinya.
c. Membantu halusinasi d. Observasi tingkah laku
pasien untuk f. Mengidentifikasi situasi yang klien terkait dengan
mengontrol menimbulkan halusinasi halusinasinya bicara dan
halusinasinya. g. Mengidentifikasi respons klien tertawa tanpa stimulus
terhadap halusinasi memandang ke kiri atau ke
kanan atau ke depan
seolah- olah ada teman
bicara.
e. Bantu klien mengenal
halusinasinya.
f. Jika menemukan klien
sedang halusinasi,
tanyakan apakah ada suara
yang didengar.
g. Jika klien menjawab ya
lanjutkan apa yang
dikatakan.
h. Katakan bahwa perawat
percaya klien mendengar
suara itu, namun perawat
tidak mendengarnya
(dengan nada bersahabat
tanpa menuduh atau
menghakimi).
i. Katakan bahwa klien lain
juga seperti klien.
j. Katakan bahwa perawat
akan membantu klien.
k. Diskusikan dengan klien
tentang :
Situasi yang
menimbulkan atau
tidak menimbulkan
halusinasi.
Waktu dan frekuensi
terjadinya halusinasi
(pagi, siang, sore dan
malam atau jika
sendiri, jengkel atau
sedih).
Diskusikan apa yang
dirasakan klien jika
terjadi halusinasi
(marah, takut, sedih,
senang) beri
kesempatan
mengungkapkan
perasananya.

4. Catatan Keperawatan
Tanggal 7 Desember 2016
Waktu Tindakan Keperawatan Respon Klien Rencana tindak lanjut
10.00 Menyapa klien dengan Pasien mau berkomunikasi 1. Orientasikan pasien
ramah baik verbal maupun dengan perawat kepada realita tanpa
non verbal. menuduh dan
10.00 Memperkenalkan diri Pasien mau diajak menghakimi
dengan sopan. berkenalan 2. Evaluasi kejadian
10.05 Menanyakan nama Pasien menjawab nama halusinasi
lengkap dan nama lengkap dan nama panggilan 3. Ajarkan pasien cara
pangilan klien yang yang disenangi menghardik
disukai. halusinasi dan
10.08 Menjelaskan tujuan Pasien mendengarkan menerapkan kedalam
pertemuan. dengan baik, dengan kontak jadwal harian
mata minimal
10.10 Menunjukan sikap empati Pasien tampak merasa
dan menerima klien apa diperhatikan dan mau
adanya. Memberi berkomunikasi dengan
perhatian pada klien. perawat.
10.12 Membantu pasien Pasien tidak mau menerima
mengenal realita realita, dan menyangkal
pendapat perawat, dan
selalu membenarkan
keyakinannya.
10.15 Mengidentifikasi jenis Pasien menjelaskan bahwa
halusinasi sering mendengar suara,
tetapi tidak melihatnya.
10.18 Mengidentifikasi isi Pasien menjelaskan isi
halusinasi halusinasinya tentang
pembicaraannya dengan
Tuhan
10.25 Mengidentifikasi waktu Pasien mengatakan
halusinasi halusinasi muncul pagi
siang dan malam.
10.27 Mengidentifikasi Pasien mengatakn dalam 1
frekuensi halusinasi hari, terjadi 3-4 kali.
10.30 Mengidentifikasi situasi Pasien mengatakan saat
yang menimbulkan pasien diam.
halusinasi
10.35 Mengidentifikasi respons Pasien merasa nyaman
klien terhadap halusinasi dengan suara tersebut dan
tidak merasa terganggu.
10.45 Menjelaskan bahwa Pasien tetap menyangkal
situasi tersebut tidak nyata bahwa hal itu nyata.

Tanggal 8 Desember 2016


Waktu Tindakan Keperawatan Respon Klien Rencana tindak lanjut
Menyapa klien dengan Pasien mau berkomunikasi 1. Orientasikan pasien
ramah baik verbal maupun dengan perawat kepada realita tanpa
non verbal. menuduh dan
Menyebutkan tujuan Pasien mendengarkan menghakimi
pertemuan dengan baik, dengan kontak 2. Evaluasi kejadian
mata minimal halusinasi
Mengevaluasi kejadian Pasien menceritakan 3. Ajarkan pasien cara
halusinasi dan respon halusinasinya dengan mengendalikan
pasien terhadap komunikatif halusinasi dengan
halusinasinya bercakap-cakap
Mengorientasikan pasien Pasien tidak menerima dengan orang lain dan
kepada realita tanpa realita, dan selalu menerapkan kedalam
menuduh dan menghakimi menyangkal pendapat jadwal harian
perawat, serta membenarkan
pendapatnya.
Mengajarkan pasien cara Pasien sudah mengetahui
menghardik halusinasi cara menghardik namun
dan menerapkan kedalam tidak mau melakukan
jadwal harian menghardik dengan alasan
takut Tuhan yang diajaknya
bicara marah.

Tanggal 9 Desember 2016


Waktu Tindakan Keperawatan Respon Klien Rencana tindak lanjut
Menyapa klien dengan Pasien mau berkomunikasi 1. Orientasikan pasien
ramah baik verbal maupun dengan perawat kepada realita tanpa
non verbal. menuduh dan
Menyebutkan tujuan Pasien mendengarkan menghakimi
pertemuan dengan baik, dengan kontak 2. Evaluasi kejadian
mata minimal halusinasi
Mengevaluasi kejadian Pasien menceritakan 3. Bantu pasien memilih
halusinasi dan respon halusinasinya dengan cara yang paling
pasien terhadap komunikatif disenangi ketika
halusinasinya terjadi halusinasi.
Mengorientasikan pasien Pasien tidak menerima
kepada realita tanpa realita, dan selalu
menuduh dan menghakimi menyangkal pendapat
perawat, serta membenarkan
pendapatnya.
Mengajarkan pasien cara Pasien sudah mengetahui
menghardik halusinasi cara menghardik halusinasi
dengan cara bercakap- dengan cara bercakap-cakap
cakap dengan orang lain namun tidak mau
dan menerapkan kedalam melakukan menghardik
jadwal harian dengan alasan takut Tuhan
yang diajaknya bicara
marah.

Tanggal 10 Desember 2016


Waktu Tindakan Keperawatan Respon Klien Rencana tindak lanjut
Menyapa klien dengan Pasien mau berkomunikasi 1. Orientasikan pasien
ramah baik verbal maupun dengan perawat kepada realita tanpa
non verbal. menuduh dan
Menyebutkan tujuan Pasien mendengarkan menghakimi
pertemuan dengan baik, dengan kontak 2. Evaluasi kejadian
mata minimal halusinasi
Mengevaluasi kejadian Pasien menceritakan 3. Bantu pasien memilih
halusinasi dan respon halusinasinya dengan cara yang paling
pasien terhadap komunikatif disenangi ketika
halusinasinya terjadi halusinasi.
Mengorientasikan pasien Pasien tidak menerima
kepada realita tanpa realita, dan selalu
menuduh dan menghakimi menyangkal pendapat
perawat, serta membenarkan
pendapatnya.
Membantu pasien Pasien mengatakan nanti
memilih cara yang paling akan diterapkan dalam
disenangi ketika terjadi jadwal kegiatan harian, tapi
halusinasi. masih ragu karena menurut
pasien tidak boleh
memperlakukan Tuhan
seperti itu.

Singkawang, Desember 2016


Mahasiswa Pembimbing Klinis

Anisa Pebriani Lusia Ari K, A.Md. Kep


NIM I4051161027 NIP 19800416 200312 2 005