Anda di halaman 1dari 11

PENGETAHUAN DASAR DESIGN INJECTION MOLD

PENGETAHUAN DASAR DESIGN INJECTION MOLD

i. 4 Kunci Mencapai Keberhasilan Suatu Produk

1. Design Konstruksi Produk


Bentuk dan konstruksi produkl akan menentukan design dan layout mold itu sendiri.

2. Material
Hal hal yang perlu diperhatikan :
Jenis Material plastik (Penyusutan)
Viscositas material
Kandungan material, sifat asam, basa, mengandung serat, dsb.
Ttik Cair & titik bekunya.
Sifat Mekanis material.
3. Proses
Ada 4 Variabel kunci keberhasilan pembentukan produk plastik :
Viskositas material
Tekanan Injeksi
Kecepatan alir material
Pendinginan
Juga dipengaruhi oleh : Temperatur cetakan dan temperatur kerja.
4. Design Cetakan
Bentuk dan konstruksi mold disesuaikan dengan bentuk produk yang akan dibuat.
Dengan menggunakan kaidah2 dalam perancangan produk, yaitu :
Ketebalan dinding harus merata.
Bentuk sudut harus dibuat radius/fillet
Selalu memakai draft Angle (1 s.d 1.5)
75/25 bagian yang menonjol
o bagian yang menonjol dari permukaan tidak lebih dari 75% dari ketebalan dinding
nominan. Jika lebih besar akan menyebabkan sinkmark.
o Bagian yang menonjol tidak lebih besar dari 2.5 kali ketebalan dinding nominal. Jika
lebih besar akan menyulitkan pengisian plastik.

Rib atau penguat


Umumnya dipasang pada produk yang berdinding tipis atau pada permukaan yang
lebar sebagai penguat, sehingga produk tidak mudah melenting/bengkok karena
tekanan.
ii. Elemen Perancangan

Dalam teknik perancangan cetakan/mold, unsur yang berpengaruh terhadap


konstruksi cetakan dapat diklasifikasikan dalam 4 elemen :

1. Disain Produk

Geometri produk
Bahan produk
Jumlah kaviti
2. Proses pencetakan/spesifikasi mesin

Data kapasitas mesin


Jenis proses
Sistem cetakan

3. Perencanaan Cetakan

Layout kaviti
Dimensi cetakan/ mold base
Perencanaan konstruksi part aktif ( inser atau non insert )
Bahan cetakan ( material insert )

4. Disain cetakan

Penentuan parting line


Sistem saluran
Sistem pendingin
Sistem ejeksi

iii. Bentuk dasar dan cara kerja cetakan

Pada intinya suatu konstruksi mold / cetakan hanya terdiri dari dua bagian utama yaitu
bagian
Inti Core dan Cavity. Pada pemasangannya pada mesin injeksi dua bagian tersebut dibedakan
menjadi :
Sisi tetap / Fixed side ( bagian cavity )
Sisi bergerak / moving plate ( bagian Core )
Sedangakan pada Layout perancangan yang ada di MTI, dua bagian tersebut
dibedakan menjadi :
Plan View Eject Side ( Bagian Core )
Plan View Hot side ( Bagian Cavity)

iv. Perencanaan Cavity

Cavity adalah pelat cetakan yang memebentuk produk dalam rongga cetak.
Perencanaanya melibatkan unsur yang bersumber pada kebutuhan pemesan
( customer ) dan kapasitas mesin yang akan dipergunakan. Perencanaan kaviti
berdasarkan kapasitas mesin diperhitungkan berdasarkan :
Gaya Cekam
Kapasitas injeksi
Kapasitas alir cairan plastik
Jumlah cavity dan class mold. Jumlah cavity berpengaruh pada balancing
pengisian dan pressure dengan pengaturan jalan runnernya. Balancing akan mudah
dicapai dengan jumlah cavity part : 2, 4, 8, 16, 32,2 n .
Semakin banyak jumlah cavity berpengaruh juga pada clamping force yang
dibutuhkan sehingga pemilihan mesin moldingnyapun terpengaruh.

Perhitungan jumlah kaviti berdasarkan gaya cekam mesin dihitung dari


persamaan :

P = Tekanan injeksi ( N/cm)


F = Gaya cekam (N)
N = Jumlah kaviti
Ar = Luas proyeksi produk (cm)
Ar = Luas proyeksi runner (cm)
Berikut beberapa model layout berdasar jumlah cavity.

v. Perencanaan Runner

Runner adalah saluran penghubung aliran cairan plastik dari Sprue pada
rongga produk melalui gate. Secara empiris, dimensi runner ditentukan dengan
memperhitungkan tebal dinding dan mengambil bentuk dasar diameter.
D = S + 1.5 (mm)

D = Diameter Runner (mm)


S = Ketebalan maksimal dinding produk (mm)
Bentuk bentuk Runner :
Runner circular
Runner setengah diameter
Runner Trapesium
Runner persegi

vi. Perencanaan Gate


Gate adalah Lubang tempat masuknya cairan plastik ke dalam rongga cetak.
Karena pengaruh faktor injeksi yang tidak tetap untuk tiap jenis material, adanya
perubahan tekana pada runner, serta faktor perubahan suhu, maka perhitungan hate
dilakukan dengan pendekatan empiris berdasarkan hasil percobaan yang pernah
dilakukan.

W= nA H = n.t
30

W = Lebar gate (mm)


A = Luas permukaan kaviti (mm)
Tt = Tebal dinding produk rata rata (mm)
Nn = Konstanta material :
o 0.6 untuk PE, PS
o 0.7 untuk POM, PC,PP,ABS
o 0.8 untuk CA, PMMA, PA
o 0.9 untuk PVC
Jenis jenis gate yang sering digunakan pada perancangan mold di MTI adalah :
v Edge Gate
v Fan Gate
v Vertical gate
v Sub Gate

vii. Perencanaan Sistem Pendingin

Sistem cooling berpengaruh pada cooling time, sehingga alirannya harus


ideal dan optimum dalam mendinginkan temperatur mold. Variabel yang
mempengaruhi pendinginan mold:

a. Jarak cooling line dengan part. Perlu diperhatikan tool designer.


b. Konduktivitas panas/ daya hantar panas cor/ cav insert. Perlu diperhatikan tool
designer.
c. dT (delta T) ---(suhu cooling vs plastik melt)
d. Jumlah panas yang harus dihilangkan.
e. Luas core / cavity insert.

Jarak pengeboran cooling yang dianjurkan (tanpa memperhitungan


bentuk part dulu).

P= 3-5 X D (diameter cooling)


S= 1.5 2 X D
Contoh.
Untuk cooling dia 8.0 maka jarak antar cooling=P= 5 x 8.0 = 40.0 dan jarak cooling
dengan permukaan/part/pl =S= 2 x 8.0=16.0

Berikut contoh sistem cooling..


Berikut contoh sistem cooling terhadap part.

Pada no 1-3 tampak cooling menggunakan baffle sebagai perantara arah ke atas.
Banyak digunakan untuk part yang tinggi.
Pada no 4 sebelah bawah cooling hanya pada bingkai luar insert jadi tidak efektif
dibandingkan gambar diatasnya.
Pada no 5 sistem cooling untuk part circular dimana aliran melingkari part sehingga
efektif.

Komponen Penunjang dan bentukan lain. Diperlukan ruangan yang cukup


dan diperhitungkan dalam suatu layout terhadap adanya komponen-komponen
penunjang seperti slider, floting core, lifter , striper dan lainnya. Demikian pula tata
letak dari bentukan dalam insert seperti screw, lubang, shutoff, mempunyai ruang
tersendiri. Hindari terjadinya jarak antar komponen ataupun bentukan yang riskan
terhadap kebocoran cooling, perkaratan, crack ataupun kemungkinan kesalahan
pengerjaan.
Spesifikasi mesin molding, data tentang mesin digunakan dalam design
injection mold diantaranya tinggi max / min mold, jarak masuknya nozzle, tonnase,
ejection stroke, tie bar space dan lainnya.
Dari beberapa factor tersebut dipadukan dan diusahakan sebuah layout
design ideal yang mempunyai resiko terkecil dengan tingkat keberhasilan terbesar
sesuai dengan keinginan. Yang diharapkan dari sebuah layout awal adalah
gambaran tentang penempatan cavity part sesuai jumlah permintaan, ukuran mold
base, aliran resin, penempatan komponen lainya seperti ejector-slider-flotingcore
dan parting lainnya.
Sebuah gambar kerja yang ideal haruslah mempunyai informasi selengkap-
lengkapnya mengenai tool yang akan dikerjakan dibagian produksi. Dari layout
design yang dibuat terlebih dulu tersebut dilanjutkan dan dikembangkan menjadi
sebuah tool design yang lebih lengkap yang menggambarkan bentuk jadi tool
tersebut. Data yang ada meliputi data gambar, dimensi maupun berupa text yang
diperlukan. Pengecekan gambar diperlukan sebelum sebuah gambar akan direlease
untuk diproses machining menjadi cetakan