Anda di halaman 1dari 13

SENSORY NEURAL HEARING LOSS YANG TERJADI SECARA TIBA-TIBA

DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

Oleh :

PRANINDYA NUR ADHA HADIWIDJOJO

110-2010-216

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat

untuk memperoleh gelar Dokter Muslim

pada

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

JAKARTA

APRIL 2014

i
ABSTRAK

SENSORY NEURAL HEARING LOSS YANG TERJADI SECARA TIBA-TIBA

DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

Telinga merupakan organ pendengaran dan keseimbangan. Kerusakan pada organ pendengaran
dapat menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi. Gangguan fungsi pendengaran merupakan
salah satu penyebab kesulitan berkomunikasi yang dapat dialami oleh seseorang. Sensory neural
hearing loss (SNHL) atau disebut juga dengan tuli saraf atau tuli perseptif merupakan
ketidakmampuan fungsi pendengaran karena kerusakan telinga dalam. Gangguan pendengaran
yang terjadi dapat bersifat total maupun parsial yang dapat mempengaruhi salah satu telinga
ataupun kedua duanya. Keadaan ini ditandai oleh hilangnya kemampuan mendengar yang dapat
disebabkan oleh gangguan di telinga dalam, gangguan pada jaras saraf dari telinga dalam ke otak
serta gangguan di otak. Tuli sensorineural ini dibagi menjadi dua yaitu tuli koklea dan tuli
retrokoklea. Tuli koklea apabila gangguan terdapat pada reseptor atau mekanisme penghantar pada
koklea dan tuli retrokoklea apabila terdapat gangguan pada nervus vestibulokoklearis atau satu
dari area pendengaran di lobus temporalis otak.
Tujuan umum dari penulisan skripsi ini adalah memberikan informasi tentang terjadinya sensori
neural hearing loss yang dapat terjadi secara tiba-tiba ditinjau dari kedokteran dan islam. Tujuan
khususnya adalah untuk mengetahui gejala, mekanisme dan penyebab terjadinya SNHL, serta
mengetahui tindak lanjut tatalaksana untuk penderita SNHL.

Kata kunci: Sudden Sensorineural Hearing Loss.

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT

yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Tak lupa shalawat dan salam penulis

sampaikan kepada Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya hingga akhir

zaman. Skripsi ini berjudul SENSORY NEURAL HERAING LOSS YANG

TERJADI SECARA TIBA-TIBA DITINJAU DALAM KEDOKTERAN

DAN ISLAM yang disusun dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan

untuk mencapai gelar dokter muslim pada Fakultas Kedokteran Universitas

YARSI Jakarta. Pada kesempatan ini perkenankan penulis untuk menyampaikan

ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya, kepada:

1. Dr. Insan Sosiawan A. Tunru, PhD selaku Dekan Fakultas Kedokteran

Universitas YARSI.

2. Dr. Syukrini Bahri, Sp.PK selaku Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran

Universitas YARSI.

3. Dr. H. Lilian Batubara, M.Kes selaku Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran

Universitas YARSI.

4. Dr. Resmi Kartini, MS selaku Pembimbing Medik yang telah meluangkan

waktu dan perhatiannya untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

iii
5. Dr. H. Zuhroni, MA selaku Pembimbing Agama Islam yang telah

meluangkan waktu dan perhatiannya untuk membimbing penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini.

6. Kepada yang tercinta, Ibunda (Linda Darmasari), Ayahanda (Prastjojo

Hadiwidjojo), dan Adik (Pranindianty Hadiwidjojo) yang telah banyak

memberikan dukungan, motivasi dan kasih sayang untuk menyelesaikan

tugas ini.

7. Kepada seluruh sahabat dan teman- teman yang tidak dapat penulis

sebutkan satu persatu yang telah memberikan semangat dan inspirasi bagi

penulis.

8. Seluruh staf perpustakaan Universitas YARSI yang telah membantu dalam

mencari buku-buku referensi dalam menyesuaikan skripsi ini.

9. Para dosen yang telah mendidik penulis, rekan-rekan mahasiswa

Universitas YARSI dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan

satu persatu.

Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari sempurna mengingat

keterbatasan ilmu yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis menerima saran

dan kritik demi perbaikan skripsi ini. Penulis berharap skripsi ini dapat

bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.

Wassalamualaikum Wr.Wb

iv
Jakarta, Desember 2015

Penulis

v
PERNYATAAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah kami setujui untuk dipertahankan di hadapan Penguji Skripsi,

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta.

Jakarta, April 2014

Penguji Bidang Medik Penguji Agama Islam

(Dr. Resmi Kartini, MS) (Dr. H. Zuhroni, MA)

vi
DAFTAR ISI

ABSTRAK ............................................................................................................................. ii

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... iii

LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................................. vi

DAFTAR ISI........................................................................................................................ viii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................................. 1

1.2 Permasalahan ..................................................................................................................... 4

1.3 Tujuan................................................................................................................................ 4

1.4 Manfaat.............................................................................................................................. 5

BAB II SENSORI NEURAL HEARING LOSS YANG TERJADI SECARA TIBA-

TIBA DITINJAU DARI KEDOKTERAN .................................................................... 6

2.1 Hearing Loss .......................................................................................................... 6

2.1.1. Definisi ...................................................................................................... 7

2.1.2. Fisiologi Pendengaran ............................................................................... 8

2.1.3. Macam-macam Hearing Loss ................................................................... 8

2.2 Sensori Neural Hearing Loss ................................................................................ 9

2.2.1 Definisi ........................................................................................................... 12

2.2.2 Epidemiologi ................................................................................................. 17

2.2.3 Etiologi ........................................................................................................... 19

2.2.4 Patogenesis ..................................................................................................... 19

2.2.5 Diagnosis ........................................................................................................ 20

2.2.5 Penatalaksanaan ............................................................................................. 26

vii
2.2.6 Pencegahan ..................................................................................................... 29

BAB III TINJAUAN ISLAM TERHADAP SENSORI NEURALHEARING

LOSS YANG TERJADI SECARA TIBA-TIBA ................................................... 39

3.1 Pendengaran Sebagai Ciptaan Allah .................................................................... 39

3.2 Manfaat Pendengaran Menurut Islam .................................................................. 45

3.3 Ancaman Bagi Yang Lalai Terhadap Pendenfaran Menurut Islam .................... 50

3.4 Tinjauan Islam Terhadap..................................................................................... 57

BAB IV KAITAN SEGI MEDIS DAN PANDANGAN ISLAM TENTANG

PENYAKIT SENSORINEURAL HEARING LOSS YANG TERJADI

SECARA TIBA-TIBA ............................................................................................ 60

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................. 63

5.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 63

5.2 Saran ..................................................................................................................... 65

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 66

viii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Telinga merupakan organ pendengaran dan keseimbangan. Kerusakan

pada organ pendengaran dapat menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi.

Gangguan fungsi pendengaran merupakan salah satu penyebab kesulitan

berkomunikasi yang dapat dialami oleh seseorang. Definisi gangguan

pendengaran sendiri adalah ketidakmampuan secara parsial atau total untuk

mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga. (Hendarto, 2006).

Sedangkan Tuli adalah penurunan fungsi pendengaran yang sangat berat yang bisa

disebabkan oleh suatu masalah mekanis didalam saluran telinga atau didalam

telinga tengah yang menghalangi penghantaran suara (penurunan fungsi

pendengaran konduktif). Selain itu disebabkan oleh kerusakan pada telinga dalam,

saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak yang merupakan

penurunan fungsi pendengaran sensorineural.

Gangguan pendengaran merupakan defisit sensorik yang paling sering

pada populasi manusia, mempengaruhi lebih dari 250 juta orang di dunia. Di

dunia, menurut perkiraan WHO pada tahun 2005 terdapat 278 juta orang

menderita gangguan pendengaran, 75 - 140 juta diantaranya terdapat di Asia

Tenggara. Sedangkan pada bayi, terdapat 0,1 - 0,2 % menderita tuli sejak lahir

atau setiap 1.000 kelahiran hidup terdapat 1 - 2 bayi yang menderita tuli.

9
Dari hasil WHO Multi Center Study pada tahun 1998, indonesia

termasuk 4 (empat) negara di Asia Tenggara dengan prevalensi ketulian yang

cukup tinggi (4,6%) yang dapat menimbulkan masalah sosial di tengah

masyarakat. Dari semua gangguan pendengaran yang terjadi, sekitar 90%

diantaranya disebabkan oleh SNHL. SNHL ditemukan sekitar 23% pada populasi

diatas usia 65 tahun. Insiden SNHL tiap tahunnya sekitar 5 sampai 20 kasus per

100.000 orang.

Ketulian dibagi menjadi tiga, pertama tuli konduksi (conduction hearing

loss) dimana kelaianan terletak antara meatus akustikus eksterna sampai dengan

tulang pendengaran stapes, tuli konduksi ini biasanya dapat ditolong baik dengan

pengobatan atau dengan suatu tindakan misalnya pembedahan. Kedua tuli

persepsi (sensori neural hearing loss) dimana letak kelaianan mulai dari organ

korti koklea sampai dengan pusat pendengaran diotak. Tuli persepsi ini biasanya

sulit dalam pengobatannya. Dan yang ketiga adalah tuli campuran (mix hearing

loss) dimana kelaianan merupakan gabungan antara tuli konduksi dengan tuli

persepsi.

1.2 Permasalahan

1. Penyakit sensori neural hearing loss ditinjau dari segi kedokteran.

2. Bagaimana pandangan Islam mengenai sensori neural hearing loss yang

terjadi secara tiba-tiba ditinjau dari Islam.

10
1.3 Tujuan

A. Tujuan Umum

Memahami dan menjelaskan tentang sensori neural hearing loss (SNHL)

yang dapat terjadi secara tiba-tiba ditinjau dari segi kedokteran dan Islam.

B. Tujuan Khusus

1. Mendapatkan informasi bagaimana perjalanan penyakit dari tuli

sensori neural.

2. Mendapatkan informai mengenai tindak lanjut dari tuli sensori neural.

3. Memahami dan menjelaskan pandangan Islam tentang manfaat

pendengaran sebagai ciptaan Allah

I.4 Manfaat

1. Bagi Penulis

Penulisan skripsi dapat memenuhi persyaratan kelulusan sebagai Dokter

Muslim Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dan dapat menambah

pengalaman dalam menyusun karya ilmiah yang baik dan benar seta

diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai sensorineural

hearing loss yang dapat terjadi secara tiba-tiba ditinjau dari kedokteran

dan Islam.

2. Bagi Civitas Akademika Universitas YARSI

Penulisan skripsi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta

sumber kepustakaan bagi civitas akademika khususnya mengenai

11
sensorineural hearing loss yang dapat terjadi secara tiba-tiba ditinjau dari

kedokteran dan Islam..

3. Bagi Masyarakat

Penulisan skripsi ini dapat memberikan informasi dan menambah

pengetahuan masyarakat mengenai sensorineural hearing loss yang dapat

terjadi secara tiba-tiba ditinjau dari kedokteran dan Islam.

12
13