Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN


JL. Laksamada Muda Yos Soedarso, Telp. (0388) 22198, 21068, 21606
OENALI - SOE

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Program : Pembangunan Infrastruktur Pedesaan


Kegiatan : Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Bersih Perdesaan
Pekerjaan : Pengawasan Teknik Air Bersih

Tahun Anggaran : 2017

Sumber Dana : Dana Alokasi Umum

Lokasi : Tersebar di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Pagu Anggaran : Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah)

I. LATAR BELAKANG
a. Dasar Hukum
- Undang Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
- Undang undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah Daerah
- Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang pengembangan system
penyediaan Air Minum
- Peraturan Menteri PU No. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

b. Gambaran Singkat

Ketersediaan infrastruktur yang memadai dan berkesinambungan merupakan kebutuhan


mendesak untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Air minum
merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat diperlukan dalam meningkatkan
kualitas kehidupan manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Untuk
mendukung tujuan pembangunan SPAM diantaranya terciptanya pengelolaan dan
pelayanan air minum yang bekualitas dengan harga terjangkau dan meningkatnya
efisiensi dan cakupan pelayanan air minum, maka diperlukan suatu langkah sistematis
dalam menjamin kuantitas dan kualitas konstruksi yang dibangun (termasuk kegiatan
pengadaan dan pemasangan) sesuai dengan kriteria standar yang telah ditentukan dan
dokumen perencanaan yang telah disusun.

Dalam PP No 16 Tahun 2005 dapat terlihat bahwa dalam hal pelaksanaan pekerjaan,
penyelenggara air minum dituntut untuk senantiasa konsisten berupaya menjamin mutu
konstruksi prasarana dan sarana penyediaan air minum, sehingga dapat menjamin
terpenuhinya syarat kualitas air minum. Konsistensi jaminan tersebut dilandasi dengan
selalu mengutamakan manfaat bagi masyarakat dan pemenuhan terhadap pelaksanaan
program pemerintah.

Untuk mendukung dasar pemikiran tersebut diperlukan kegiatan supervisi/pengawasan


sehingga keluaran hasil pelaksanaan pembangunan infrastruktur air minum ini
diharapkan dapat memenuhi syarat spesifikasi teknis prasarana dan sarana SPAM yang
mencakup pada masa persiapan pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan
pembangunan.

c. Alasan Kegiatan Dilaksanakan

Untuk mendapatkan keluaran hasil pelaksanaan pembangunan infrastruktur air minum


yang memenuhi syarat spesifikasi teknis prasarana dan sarana SPAM yang mencakup
pada masa persiapan pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan
pembangunan.

Untuk itu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Timor
Tengah Selatan pada tahun anggaran 2017 menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan
Pengawasan Teknis Air Bersih yang akan dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konsultansi.

II. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

a. Uraian Kegiatan

Kegiatan Konsultan Pengawasan Pekerjaan Jaringan Air Bersih meliputi kegiatan


pengawasan terhadap kegiatan pembangunan prasarana dan sarana air minum yang
meliputi tahapan masa persiapan pelaksanaan, pasca pelaksanaan pembangunan,
dan penyiapan kelembagaan khusus untuk jaringan perdesaan.
b. Batasan Kegiatan

1. Melakukan penelaahan terhadap dokumen kontrak penyedia jasa konstruksi,

spesifikasi teknis, gambar rencana dan detail serta rencana anggaran biaya

pelaksanaan.

2. Melakukan observasi lapangan terhadap lokasi pekerjaan untuk

mengidentifikasi apakah dokumen perencanaan sesuai dengan kondisi

lapangan atau perlu dilakukan review desain.

3. Melakukan review desain apabila bila ada pekerjaan yang tidak memungkinkan

dikerjakan akibat kondisi lapangan yang mungkin sudah berubah. Review

desain harus dikoordinasikan dengan Tim Teknis dan PPK Program

Pembangunan Infrastruktur Perdesaan

4. Melakukan koordinasi dengan penyedia jasa konstruksi mengenai persiapan

pelaksanaan, metode kerja, jadwal pelaksanaan dan format-format laporan.


5. Melakukan pengawasan terhadap material yang digunakan, termasuk kualitas

dan kuantitasnya serta kebenaran penggunaan ukuran,tenaga dan peralatan

disesuaikan dengan spesifikasi yang ada.

6. Melakukan penelaahan terhadap sertifikasi bahan/material dan peralatan yang

diajukan oleh penyedia jasa konstruksi.

7. Memeriksa, mengevaluasi dan merekomendasikan gambar-gambar kerja ( shop

drawing) yang diajukan oleh kontraktor, serta memberikan saran-saran metode


pelaksanaan yang tepat.

8. Memeriksa dan menyetujui request (permintaan pelaksanaan pekerjaan) yang

diajukan oleh penyedia jasa konstruksi.

9. Melaksanakan pengawasan langsung di lapangan selama proses pelaksanaan

pekerjaan.

10. Memberikan teguran-teguran dan arahan secara tertulis kepada penyedia jasa

konstruksi apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan, dan tembusannya

disampaikan kepada pemilik pekerjaan.

11. Melakukan inisiasi pelaksanaan rapat-rapat lapangan untuk mengevalusai

progress pelaksanaan pekerjaan dan pemecahan masalah-masalah

pelaksanaan konstruksi.

12. Bersama dengan direksi teknis melakukan opname mingguan terhadap hasil

pelaksanaan pekerjaan.

13. Membuat dan menyampaikan laporan secara berkala (laporan mingguan

(kumpulan laporan harian) dan bulanan dan laporan akhir dari hasil

pengawasan yang meliputi kemajuan pekerjaan fisik, status keuangan proyek,

serta melaporkan jadwal pelaksanaan dan masalah-masalah yang ada di

lapangan.

14. Membuat dokumentasi pelaksanaan pada kemajuan pelaksanaan pekerjaan

fisik 0 %, 25 %, 50 %, 75% dan 100 %.

15. Memeriksa As Built Drawing yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana, dimana As

Built Drawing tersebut benar-benar menunjukkan hasil akhir dari pekerjaan


yang telah dilakukan.

16. Melakukan fungsi pengelolaan (manajemen) proyek, pengendalian terhadap

pelaksanaan pembangunan/pengembangan/pemeliharaan Jaringan Air Bersih

dalam hal ini meliputi pemantauan persiapan pelaksanaan pekerjaan,

melakukan analisis kondisi pekerjaan, analisis potensi risiko atau kemungkinan


yang akan timbul, memberikan masukan dan nasihat kepada berbagai pihak

yang terkait dalam hal bidang teknis dan non teknis.

III. MAKSUD DAN TUJUAN PEKERJAAN

Maksud dilaksanakan Pekerjaan Pengawasan Teknis Air Bersih ini adalah dalam rangka

monitoring dan pengendalian pelaksanaan kegiatan pekerjaan fisik, sehingga didapatkan

hasil kegiatan SPAM pada DPA Tahun Anggaran 2017 dilingkungan Dinas Perumahan

Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Timor Tengah Sekatan yang sesuai dengan

target Biaya, Mutu dan Waktu (BMW).

Tujuan dilaksanakannya pekerjaan ini adalah :

1. Membantu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Timor

Tengah Selatan dalam melakukan Pengawasan Teknis terhadap kegiatan pekerjaan

konstruksi di lapangan yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi,

berhubung adanya keterbatasan tenaga baik dari segi Kuantitas maupun kualifikasinya.

2. Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi oleh Penyedia pekerjaan

konstruksi di lapangan dalam menerapkan desain yang memenuhi persyaratan

spesifikasinya.

3. Memberi kepastian dan jaminan kepada Pengguna Jasa bahwa pekerjaan yang

dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan spesifikasi dan

persyaratan teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.

4. Membantu menyelesaikan revisi desain dan rekayasa lapangan, bilamana terdapat

perbedaan antara desain yang ada dengan kondisi di lapangan.

5. Melakukan Pengendalian pelaksanaan pekerjaan di lapangan untuk mendapatkan hasil

pekerjaan konstruksi yang memenuhi persyaratan yang tercantum di dalam spesifikasi

(tepat mutu), dan dilaksanakan secara tepat biaya serta tepat waktu.

6. Terlaksananya kegiatan pemantauan status pekerjaan, koordinasi, komunikasi,

kemajuan, permasalahan yang timbul, pengumpulan data serta informasi, dan lain-lain

terkait dengan pengembangan SPAM.

7. Terlaksananya suatu mekanisme pengelolaan (manajemen), pengendalian mutu

konstruksi, dan pengawasan (supervisi) terhadap pelaksanaan pekerjaan

pengembangan SPAM di setiap lokasi pembangunan/ pengembangan/ pemeliharaan

infrastruktur SPAM.
IV. INDIKATOR DAN KELUARAN YANG DIINGINKAN
a.Indikator
Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terlaksananya fungsi pengendalian,
pemantauan, dan pendataan terhadap kegiatan konstruksi SPAM di Kabupaten Timor
Tengah Selatan yang dibiayai dari Sumber Dana DAK.

b.Keluaran

Keluaran yang dihasilkan adalah berupa laporan supervisi pelaksanaan


pembangunan/pengembangan SPAM, meliputi:

1) Laporan Pendahuluan

Laporan ini berisi antara lain latar belakang kegiatan, ruang lingkup, pendekatan,
metodologi dan strategi pelaksanaan pekerjaan, organisasi pelaksana, serta rencana
dan jadwal kegiatan. Laporan diserahkan 14 (empat belas) hari sejak diterbitkan
SPMK dan dibuat sebanyak 5 buku.

2) Laporan Mingguan

Laporan ini berisi antara lain konsolidasi kemajuan pelaksanaan pekerjaan harian
yang telah dilaporkan oleh kontraktor pelaksana pekerjaan konstruksi, temuan
permasalahan, rencana kerja, dan lain-lain terkait aspek teknis dan manajemen
konstruksi masing-masing pelaksanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur SPAM.
Laporan diserahkan setiap satu minggu sejak dimulainya pelaksanaan pekerjaan fisik
sebanyak 5 buku. Laporan diserahkan pada pemilik pekerjaan

3) Laporan Bulanan

Laporan ini berisi kemajuan pelaksanaan pekerjaan, grafik kemajuan pekerjaan


terlaksana dan rencana jadal kerja, foto foto pelaksanaan konstruksi, analisis
permasalahan, rencana kerja, Surat perintah perubahan pekerjaan dan lain-lain terkait
aspek teknis dan manajemen konstruksi masing-masing pelaksanaan pekerjaan
pembangunan/pengembangan /pemeliharaan infrastruktur SPAM. Laporan
diserahkan setiap awal bulan mulai bulan kedua pelaksanaan pekerjaan sebanyak 5
buku. Laporan diserahkan pada pemilik pekerjaan.

4) Laporan Review Design dan Usulan Perubahan Pekerjaan

Laporan ini berisi antara lain perubahan perencanaan, Data asli sesuai dokumen
kontrak, catatan lengkap untuk dari seluruh data perencanaan yang dipergunakan
untuk review design, rekaman dari semua perubahan &addendum yang telah
disahkan, dan lain-lain terkait aspek teknis yang mendasari perubahan konstruksi,
konsultan akan menyususn laporan detail review design dan meminta pengesahan
dari Pihak Pejabat Pembuat Komitmen. Laporan diserahkan pada akhir pelaksanaan
pekerjaan sebanyak 5 buku. Laporan diserahkan pada pemilik pekerjaan.
5) Laporan Akhir

Laporan ini berisi kemajuan pelaksanaan pekerjaan terakhir, analisis dan


pembahasan seluruh rangkaian dan aspek pekerjaan pengawasan sebanyak 5 buku.
Laporan diserahkan pada pemilik pekerjaan.

IV. LOKASI KEGIATAN


Lokasi kegiatan tersebut diatas tersebar di Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan rincian
sebagai berikut :

No. Uraian Pekerjaan Keterangan

1. Pembangunan SPAM IKK Nunbena

2. Pembangunan SPAM IKK Santian

3. Pembangunan SPAM IKK Nunkolo

4. Pengembangan SPAM IKK Toianas

5. Pembangunan Jaringan Air Bersih Desa Nuapin

6. Pembangunan Jaringan Air Bersih Desa KokFeu

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


a. Lingkup pekerjaan
(1) Pada Tahap Persiapan Proyek dan Tahap Pelaksanaan Proyek
1. Melaksanakan managemen kegiatan secara keseluruhan meliputi teknis,
administrasi dan keuangan serta melakukan koordinasi dengan Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Timor Tengah
Selatan dan badan lain yang berkepentingan untuk melancarkan
implementasi program
2. Mengawasi kemajuan pelaksanaan pekerjaan dan menyiapkan laporan
kemajuan pelaksanaan pekerjaan secara teratur sesuai dengan yang
diminta dalam syarat-syarat khusus kontrak.
3. Membuat laporan revisi rencana dan revisi gambar.
4. Menghitung volume kerja berdasarkan gambar rencana.
5. Memperkirakan biaya konstruksi atas dasar analisa harga satuan.
6. Menjalankan pengendalian mutu dalam pengawasan kontruksi dengan
mengikuti acuan sebagai berikut :

Bersama Tim Teknis, memeriksa dan mengarahkan Rencana Kerja,


Program Mutu, Metode Pelaksanaan Pekerjaan, Bahan/Material,
Mobilisasi Peralatan dan Personil sesuai dengan yang diajukan oleh
Penyedia Jasa Konstruksi.
Bersama Tim Teknis, memeriksa dan mengarahkan jadwal waktu
Pengadaan Bahan/Material, Mobilisasi Peralatan dan Personil sesuai
dengan yang diajukan oleh Penyedia Jasa Konstruksi.

Bersama Tim Teknis, memeriksa titik kontrol dan bench marks untuk
acuan pekerjaan kontruksi yang dipasang oleh penyedia jasa
konstruksi.

Membuat gambar rencana/gambar kerja dan diajukan kepada penyedia


jasa konstruksi dari tiap tiap perubahan di lokasi pekerjaan.

Bersama Tim Teknis dan Tim Pemeriksa Barang, memeriksa


bahan/material yang akan digunakan oleh penyedia jasa konstruksi
sebelum pekerjaan dilaksanakan dalam pelaksanaan kontruksi.

Mengawasi serta mengarahkan tes labolatorium sesuai dengan


spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi yang diajukan oleh penyedia
jasa konstruksi.

Meninjau lokasi material yang akan digunakan serta jumlah material


yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi.

Melakukan pemeriksaan metode konstruksi, tampilan lokasi kerja


mengikuti spesifikasi teknis.

Memastikan tampilan hasil kerja dari penyedia jasa konsruksi baik dari
segi mutu dan kemajuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis.

Memeriksa pengajuan penyedia jasa konstruksi tentang pembayaran


kemajuan pekerjaan agar sesuai dengan kondisi sebenarnya di
lapangan.

Memeriksa as built drawing yang dibuat oleh penyedia jasa konstruksi


untuk disetujui Tim Teknis dan Pejabat Pembuat Komitmen.

Melakukan pemeriksaan akhir dari seluruh pekerjaan yang dikerjakan


oleh penyedia jasa konstruksi dan mengeluarkan sertifikasi lengkap.

(2) Pada Tahap Pasca Pelaksanaan proyek


1. Membuat Evaluasi atas pelaksanaan proyek
2. Menyusun semua laporan berkala (mingguan, bulanan) /laporan akhir /berita
acara serah terima/laporan evaluasi dan data visual serta semua arsip yang
diperlukan menjadi sebuah Dokumen Proyek yang lengkap

b. Pendekatan Teknis & Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan


Uraian detil tentang rencana pendekatan teknis dan metodologi yang dipergunakan
dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis ini adalah sebagai berikut :
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan dimulai setelah pihak Penyedia Jasa Konstruksi yang
bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) menerima Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK) dari Pejabat Pembuat Komitmen. Tahapan pekerjaan persiapan ini
merupakan kegiatan awal yang sangat penting untuk dapat melaksanakan
tahap pelaksanaan kontruksi dengan baik. Secara umum pekerjaan persiapan
akan mencakup kegiatan evaluasi data perencanaan terhadap kondisi lapangan
yang ada, proses mobilisasi penyedia jasa konstruksi dan koordinasi awal. Dalam
tahap kegiatan pekerjaan persiapan, konsultan akan melakukan detail aktifitas
sebagai berikut :
i. Koordinasi Awal; Dalam melaksanakan pekerjaan kontruksi diperlukan
koordinasi antara pihak pihak Pejabat Pembuat Komitmen, Tim Teknis,
Konsultan dan Penyedia jasa konstruksi. Koordinasi kerja diperlukan untuk
memperlancar pelaksanaan pekerjaan serta pencapaian hasil pekerjaan
yang sebaik baiknya.
Untuk itu diperlukan kejelasan mengenai tugas, wewenang dan tanggung
jawab masing masing pihak. Dalam hal ini, konsultan supervisi bertugas
membantu Pejabat Pembuat Komitmen dalam pengawasan teknis,
memberikan nasihat dan saran penyelesaian permasalahan serta
pengadministrasian program. Selanjutnya koordinasi yang erat selama
periode pelaksanaan kontruksi dilakukan dengan mengadakan pertemuan
berkala secara teratur.
ii. Evaluasi Dokumen Kontrak ; Konsultan akan melakukan pengecekan secara
detail terhadap seluruh kelengkapan data yang akan dipergunakan sebagai
acuan pelaksanaan konstruksi, antara lain :
Persyaratan kontrak
Spesifikasi Teknik
Gambar Rencana
iii. Mobilisasi Kontraktor ; Pelaksanaan kontruksi akan terselenggara dengan
baik apabila didukung dengan personil, peralatan dan perlengkapan teknis
lainnya secara lengkap dengan kondisi baik serta tepat waktu dalam
pengadaannya. Untuk itu konsultan akan memeriksa dan memberikan saran
saran yang mencakup proses mobilisasi berikut ini :
Rencana lay out Base Camp.
Mobilisasi personil, peralatan penyedia jasa konstruksi dan material yang
akan dipergunakan.
Selain dari pada itu, konsultan akan mengevaluasi secara detail terhadap
rencana kerja penyedia jasa konstruksi seperti berikut :
Jadwal pelaksanaan pekerjaan.
Rencana anggaran biaya.
Metode pelaksanaan.
Metode pengujian mutu bahan dan pekerjaan pelaksanaan.
Prosedur pengajuan dan persetujuan melaksanakan pekerjaan.
Sistim pelaporan.
Rapat koordinasi.
Konsultan akan memeriksa, membuat koreksi perbaikan dan memberikan
usulan agar diperoleh efisiensi waktu dan biaya pelaksanaan kontruksi
dengan pertimbangan yang dapat diterima secara teknis.
iv. Persiapan Konsultan Supervisi ; Konsultan akan menyiapkan format standar
untuk dipergunakan dalam pengawasan pekerjaan konstruksi, berupa format :
Laporan mingguan.
Laporan pengujian mutu bahan dan pekerjaan terlaksana.
Pengukuran dan perhitungan kuantitas pekerjaan.
Permohonan dan persetujuan melaksanakan pekerjaan.
Korespondensi.

2. PENGAWASAN DETAIL TEKNIK


Konsultan akan melakukan pengawasan dan monitor secara rutin terhadap
seluruh kegiatan penyedia jasa konstruksi yang berkaitan dengan pelaksanaan
pekerjaan kontruksi. Secara garis besarnya kegiatan pengawasan detail teknik ini
akan mencakup aspek berikut :
i. Pengendalian Mutu
Kendali mutu merupakan aspek yang paling penting dalam pengawasan
teknik ini, konsultan akan menggunakan metode, langkah pengawasan serta
sistim pelaporan yang teliti sehingga dapat menjamin setiap pekerjaan
kontruksi terlaksana sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Pekerjaan pengendalian mutu akan meliputi kegiatan kegiatan sebagai
berikut :
(a). Penentuan Titik Referensi Pengukuran; sebelum pelaksanaan pekerjaan
kontruksi dimulai, konsultan bersama dengan penyedia jasa konstruksi akan
memeriksa patok bench marks sebagai titik kontrol vertikal dan horizontal.
Untuk memudahkan pelaksanaan kontruksi, konsultan akan memeriksa stake
out yang dibuat penyedia jasa konstruksi. Setiap penyimpangan akan dicatat
dan diselesaikan dengan penyedia jasa konstruksi, kemudian seluruh data
survey dirangkum dalam bentuk buku lapangan.
(b). Pengujian Bahan dan Pekerjaan Terlaksana; pekerjaan pengujian mutu
dilakukan oleh penyedia jasa kontruksi dengan menggunakan peralatan tes di
lapangan maupun di labolatorium yang disediakan penyedia jasa konstruksi
serta mengikuti standar prosedur pengujian seperti yang tercantum dalam
Dokumen Kontrak.
Pengujian mutu dilakukan secara rutin dengan mengambil contoh secara acak
pada lokasi lokasi yang telah ditentukan konsultan. Secara garis besar
pekerjaan pengujian mencakup hal berikut ini :
Pengujian Material kontruksi.
Pengujian hasil pekerjaan terlaksana.
Pengujian campuran bahan.
(c). Pengawasan Detil dan Inspeksi ; pekerjaan ini merupakan dasar untuk
menjamin mutu pekerjaan terlaksana sesuai dengan spesifikasi teknis. Selain
melakukan pengawasan dan monitor pelaksanaan kontruksi, konsultan akan
melakukan setiap usaha membantu penyedia jasa konstruksi dalam
menyelesaikan permasalahan yang ada, menghindari kesalahan kontruksi,
mengoptimalisasi biaya dan waktu pelaksanaan.
Untuk memulai suatu pekerjaan tertentu, penyedia jasa konstruksi harus
mengajukan surat permintaan memulai pekerjaan kepada konsultan. Dalam
pengajuan tersebut harus dilengkapi dengan penjelasan detail mengenai jenis
pekerjaan, lokasi pekerjaan, gambar kerja, perkiraan volume, rencana jadwal
kerja, metode pelaksanaan dan kelengkapan pengujian bahan yang akan
dipergunakan dan tambahan lainnya yang diperlukan.
ii. Kendali Biaya Kontruksi
Konsultan harus melakukan setiap usaha pengendalian biaya yang
berhubungan dengan pekerjaan dari permulaan hingga akhir tahap kontruksi.
Sistem pengolahan data dan pengontrolan biaya akan dilaksanakan secara
tepat dan teliti untuk didapat hasil yang optimasi biaya.
Konsultan harus memeriksa surat penagihan pembayaran dari penyedia jasa
konstruksi. Jumlah pembayaran akan diteliti dan dihitung terhadap pekerjaan
terlaksana yang telah selesai dan diterima secara kuantitatif maupun kualitatif
serta pengujian mutu yang telah diperiksa dan disetujui pemberi tugas dan
konsultan.
Konsultan harus menyiapkan sertifikat pembayaran bulanan atas pekerjaan
yang telah selesai dan disetujui. Sertifikat ini ditanda tangani oleh konsultan
dan penyedia jasa konstruksi kemudian diteruskan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen untuk pemeriksaan terakhir guna persetujuan pembayaran.

iii. Kendali Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan pekerjaan secara menyeluruh telah ditetapkan pada


pekerjaan persiapan, demikian pula jadwal kerja untuk setiap jenis pekerjaan
harus diajukan penyedia jasa konstruksi dalam surat permohonan memulai
pekerjaan dan ditetapkan sebelum pelaksanaaan suatu jenis pekerjaan
dimulai.

Konsultan akan memonitor dan mengevaluasi jadwal kerja penyedia jasa


konstruksi secara berkesinambungan berdasarkan data kemajuan pekerjaan
mingguan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data tingkat kemajuan
pekerjaan, mendeteksi kemungkinan terjadi keterlambatan termasuk faktor
penyebabnya dan menentukan langkah langkah perbaikan yang harus
diambil secara lebih awal.

Apabila keterlambatan akan mempengaruhi critical path, konsultan akan


segera melakukan rapat khusus dengan penyedia jasa konstruksi untuk
mendiskusikan seluruh item pekerjaan yang berkaitan dengan masalah
tersebut, menunjukkan secara tepat permasalahannya, memberikan
pengarahan untuk pemecahan dan menginstruksikan penyedia jasa
konstruksi untuk segera mengambil tindakan.

iv. Pekerjaan Tambah Kurang

Dalam periode pelaksanaan pekerjaan, terdapat kemungkinan timbulnya


beberapa perubahan jenis pekerjaan yang akan tertuang dalam bentuk
perintah perubahan pekerjaaan. Konsultan akan melakukan evaluasi yang
diperlukan sehubungan dengan rencana perubahan pekerjaan tersebut.
Sebagai bahan evaluasi, konsultan akan menyiapkan data penunjang dan
membuat analisa terhadap :

Rencana pendahuluan pekerjaan perubahan.


Perkiraaan kuantitas pekerjaan.
Perkiraaan biaya kontruksi.
Perkiraan waktu pelaksanaaan.
Persyaratan umum dan spesifikasi teknis.
Aspek aspek yang mempengaruhi keseluruhan pekerjaan.

Selanjutnya hasil evaluasi konsultan ini akan diserahkan kepada Pejabat


Pembuat Komitmen untuk evaluasi akhir dan pengambilan keputusan. Apabila
rencana perubahan diterima, konsultan akan menyiapkan perintah perubahan
pekerjaan untuk ditanda tangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan
Penyedia Jasa Konstruksi.

3. KOORDINASI KERJA
Dengan mengadakan koordinasi kerja yang baik antara Pejabat Pembuat
Komitmen, Konsultan dan Penyedia Jasa Konstruksi maka akan dapat dicapai
hasil yang sebaik baiknya dalam menyelesaikan pekerjaan kontruksi. Koordinasi
kerja yang dimaksud adalah selalu mengadakan pertemuan secara rutin dalam
jangka waktu tertentu.
i. Rapat Dua Mingguan

Rapat ini dihadiri oleh Pejabat Pembuat Komitmen, Tim Teknis, Konsultan dan
Penyedia Jasa Konstruksi. Rapat ini dilakukan pada awal pekan untuk
merangkum seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam periode dua mingguan
dan menjelaskan rencana kerja dua mingguan berikutnya termasuk permasalahan
dan solusi yang akan ditempuh. Konsultan akan menyusun risalah hasil rapat ini
sebagai salah satu arsip Kegiatan.

ii. Rapat Bulanan

Rapat ini dilakukan pada awal dan akhir bulan dan dihadiri Pejabat Pembuat
Komitmen beserta staf Kegiatan, Tenaga Ahli Konsultan dan Tim Inti Penyedia
Jasa Konstruksi. Konsultan akan menyiapkan agenda rapat dan melaporkan hasil
pengawasan bulanan terhadap kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang mencakup
masalah kemajuan pekerjaan, kendali mutu, pengajuan pembayaran serta
penanganan masalah yang ada.

Status kemajuan pekerjaan terakhir disajikan dalam grafik dan ditetapkan sebagai
acuan untuk kemajuan pekerjaan selanjutnya. Konsultan akan menyiapkan risalah
hasil rapat yang merupakan arsip.

4. PENYELESAIAN KONSTRUKSI
Konsultan akan menyiapkan langkah langkah yang diperlukan untuk membantu
tahap penyelesaian kontruksi secara teliti. Sekurangkurangnya 14 (empat belas)
hari sebelum tanggal penyelesaian pekerjaan, Konsultan akan memeriksa hal-hal
sebagai berikut :
1. Rencana demobilisasi yang mencakup pekerja, peralatan kontruksi, gambar
kerja dan gambar terlaksana, pelaporan dan sebagainya.
2. Konsultan akan melakukan inspeksi pendahuluan dan membuat daftar koreksi
kekurangan fisik pekerjaan dilapangan dan administrasi menyangkut fisik
maupun keuangan.
3. Inspeksi akhir dilaksanakan untuk menjamin penyelesaian pekerjaan yang
lengkap dan memuaskan sesuai dengan dokumen kontrak dan konsultan
akan memberikan rekomendasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk
proses penerimaan pekerjaan.
VII. PERSONIL YANG DIBUTUHKAN

Untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan ini dibutuhkan tenaga dengan kualifikasi


sebagai berikut :
A. TENAGA PROFESIONAL
1. Team Leader/Site Engineering
Disyaratkan seorang sarjana Strata 1 (S1) Jurusan Teknik Lingkungan/Teknik Sipil
yang mempunyai pengalaman kerja sejenis minimal 4 tahun 1 orang tenaga ahli
bersertifikat.
2. Ahli Muda Struktur/Chief Inspektor
Disyaratkan seorang sarjana Strata 1 (S1) Jurusan Teknik Lingkungan/Teknik Sipil
yang mempunyai pengalaman kerja sejenis minimal 3 tahun 1 orang tenaga ahli
bersertifikat.

B. TENAGA SUB PROFESIONAL

1. Inspector
Inspector adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (STM) yang
berpengalaman pada bidang pengawasan jaringan perpipaan air bersih sekurang-
kurangnya 3 tahun.
2. Surveyor/Juru Ukur/Juru Gambar
Surveyor lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (STM) yang berpengalaman pada
bidang pengukuran jaringan air bersih sekurang-kurangnya 3 tahun.

C. TENAGA SUB PROFESIONAL


1. Administrasi/Operator Komputer
2. Pesuruh

E. WAKTU PELAKSANAAN

Waktu yang disediakan untuk melaksanakan pekerjaan adalah 120 (Seratus Dua
Puluh) hari Kalender.

SoE, Juni 2017


Pejabat Pembuat Komitmen Program
Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Kabupaten TTS Tahun Anggaran 2017

HANA F. S. SELAN, ST
NIP. 19800229 201212 2 001