Anda di halaman 1dari 1

Pilihan lain yaitu untuk menghindari intubasi tradisional dengan memasukkan kateter kedalam trakea

bayi dengan visualisasi langsung oleh laringoskop dibarengi dengan menjaga CPAP dengan aliran tinggi.
Setelah kateter diposisikan, laringoskop dilepas dan bayi dirawat selama pernapasan spontan saat dalam
CPAP. Pendekatan ini dapat menurunkan kebutuhan ventilasi mekanik dan dalam suatu percobaan
penatalaksaan berbasis kateter menghasilkan lebih sedikit BPD dibandingkan INSURE. Hasil dari cara
pendekatan yang berbeda untuk memasukkan surfaktan kedalam paru ini sangat bergantung pada
operator dan detail. Sebagai contoh, penggunaan sedatif dan analgetik untuk laringoskop akan
mengubah respon bayi terhadap pengobatan. Bayi yang di rawat/obati menggunakan pendekatan
INSURE dapat diventilasi dengan singkat sedangkan teknik kateter membutuhkan pernapasan spontan
yang lebih. Pada akhirnya, klinisi harus menentukan seberapa banyak kontrol untuk jalan napas yang
dibutuhkan untuk pengobatan surfaktan yang aman untuk setiap bayi. Variable penting diantaranya
yaitu usaha napas bayi, ukuran bayi, keparahan dan progress dari RDS.

Tujuan utama dari pengobatan surfaktan yaitu untuk memasukkan aerosol surfaktan sembari
membantu bayi dengan CPAP. Pendekatan yang sebagaimana rupa yang dapat menghindari intubasi dan
ventilasi mekanik dan menghindari perubahan cardiovascular akut yang terjadi saat bayi merespon
surfaktan yang masuk. Masalah strategi aerosolosasi sebenarnya substansial (besar, pokok, penting) :
dosis dan volume surfaktan besar, (alat)aerosolizer dapat menginaktivasi surfaktan, surfaktan cenderung
tersimpan dibagian paru-paru yang terventilasi dan bukan bagian paru yang atelectasis atau area
dimana terdapat udara yang terperangkap, dan banyak aerosolnya terjebak dan terdeposit di hidung
dan faring. A Cochrane Neonatal Review pada tahun 2012 menyimpulkan bahwa terdapat data yang
insufisien (tidak cukup) untuk mengevaluasi surfaktan yang teraerosolisasi untuk kepentingan klinis.
Pada salah satu percobaan hanya menyimpulkan bahwa surfaktan yang teraerosol untuk bayi pada CPAP
aman. Bagaimanapunjuga, terdapat inovasi baru pada desain nebulizer yang dapat meningkatkan
efisiensi dalam memasukkan surfaktan. Penelitian terbaru pada model hewan juga mendukung
kemungkinan terjadinya strategi aerosol. Aerosilisasi dari surfaktan sedang dalam pengembangan untuk
bayi dengan RDS.