Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM)


DENGAN METODE SOXHLETASI
SEBAGAI SABUN CAIR ANTISEPTIK TANGAN

BIDANG KEGIATAN :
PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh :
Alif Nur Laili Rachmah 1431410133 2014
Ahmad Fariza 1541220028 2015
Mamluatus Saadah 1541160078 2015
Muhammad Ulil Albab 1531140068 2015
Tazkia Roid bee 1541160039 2015

POLITEKNIK NEGERI MALANG


MALANG
2017

i
PENGESAHAN LAPORAN KEMAJUAN PKM-P

1. Judul Kegiatan :
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Alif Nur Laili Rachmah
b. NIM : 1431410133
c. Jurusan : Teknik Kimia
d. Universitas/Institut/Politeknik : Politeknik Negeri Malang
e. Alamat rumah dan No HP : 085730519508
f. Email : lalifnur989@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Ir Sri Ruliana MP.
b. NIDN :
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
6. Biaya Kegiatan Total
a. Kemristekdikti :
b. Sumber lain :
7. Jangka Waktu Pelaksanaan :

Malang, 12 Mei 2017


Menyetujui,
Dosen Pendamping Ketua Pelaksana Kegiatan

(Ir.Sri Ruliana MP.) (Alif Nur Laili Rachmah)


NIP. NIM. 143`410133

Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan

(Drs. Sidiq Ismanu, M.Si)


NIP. 19561108198803 1 001

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... . ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. . iii
BAB 1. PENDAHULUAN. ........................................................................... . 1
1.1 LATAR BELAKANG .................................................................... . 1
1.2 RUMUSAN MASALAH ............................................................... . 1
1.3 TUJUAN ......................................................................................... . 1
1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN . 2
1.5 MANFAAT...... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA................................................. 3
2.1 DAUN KEMANGI .................................... 3
2.2 MINYAK ATSIRI ................................................................... 4
2.3 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MINYAK ATSIRI.......... ............ 5
2.3 EKSTRAKSI METODE SOXLHETASI ................................ 6
2.4 SABUN CAIR ......................................................................... 6
BAB 3. METODE PENELITIAN.................................................................. . 7
3.1 METODE PELAKSANAAN PROGRAM EKSTRAKSI MINYAK
ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum) SEBAGAI
SABUN CAIR ANTISEPTIK TANGAN.................................... 7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.. 9
4.1 ANGGARAN BIAYA..... 9
4.2 JADWAL KEGIATAN.... 9
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... . 10
LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing.
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti

iii
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Kemangi merupakan tanaman perdu yang tumbuh baik di daerah tropis.
Kemangi mayoritas hanya dimanfaatkan sebagai pelengkap pada makanan atau
sering disebut lalapan, juga sebagai hiasan untuk mempercantik penampilan dari
suatu masakan. Namun, tidak banyak orang mau mengonsumsi daun kemangi.
Perlu di ketahui bahwa daun kemangi mempunyai kandungan senyawa zat
flavonoid dan eugenol cukup tinggi yang berperan sebagai antioksidan. Dimana
antioksidan berfungsi untuk membunuh atau meminimalisir virus dan bakteri.
Oleh karena itu kami melakukan penelitian dalam pemisahan minyak atsiri dari
daun kemangi untuk digunakan sebagai antiseptik dengan senyawa eugenol.
Merujuk dari beberapa jurnal ilmiah, pemisahan minyak atsiri banyak
menggunakan metode penyulingan, tetapi kuantitas minyak atsiri yang di hasilkan
kurang banyak. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
memisahkan minyak atsiri dari daun kemangi dengan cara ekstrasi menggunakan
metode soxhletasi.
Soxhletasi adalah suatu metode pemisahan komponen dari senyawa
menggunakan pelarut organik yang berupa minyak atsiri yang di formulasikan
menjadi suatu produk yaitu sabun cair antiseptik tangan. Karena di dalam
kemangi tersebut terdapat beberapa senyawa seperti eugenol yang merupakan
antoiksidan. Antioksidan yang terdapat dalam senyawa tersebut akan
meminimalisir virus dan bakteri.

1.2. RUMUSAN MASALAH


Dari uraian latar belakang tersebut muncul beberapa permasalahan
antara lain :
1. Bagaimana pengaruh jenis pelarut etanol, n-heksan terhadap minyak
daun kemangi?
2. Berapa persen rendemen minyak atsiri pada daun kemangi yang di
hasilkan ?
3. Bagaimana cara membuat sabun antiseptik tangan dari minyak atsiri daun
kemangi ?

1.3. TUJUAN PENELITIAN


Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut etanol, n-heksan terhadap
minyak daun kemangi
2. Untuk mengetahui persen rendemen minyak atsiri pada daun kemangi
yang di hasilkan
3. Untuk mengetahui cara membuat sabun antiseptik tangan dari minyak
atsiri daun kemangi
2

1.4. LUARAN YANG DIHARAPKAN


Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan minyak atsiri yang
banyak dari daun kemangi dan dapat di kembangkan secara kontinyu.
2. Dapat menyusun jurnal dari hasil penelitian ekstraki minyak atsiri dari
daun kemangi sebagai sabun cair antiseptik tangan.

1.5. MANFAAT
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah :
1. Dapat memanfaatkannya daun kemangi yang hanya mempunyai.
2. Menciptakan varian - varian baru sabun cair antiseptik tangan
3. Meningkatkan pola pikir kritis dan responsif dengan mengetahui
permasalahan di lngkungan sekitar.
3

BAB II
TARGET LUARAN

2.1. Target Luaran


Pada penelitian ekstraksi dari daun kemangi menggunakan variabel
pelarut etanol dan N-Heksan untuk menghasilkan ekstrak kemangi, dan di jadikan
sebagai bahan tambahan warna dan pewangi alami pada pembuatan sabun cair
cuci tangan. hasil dari penelitian ini tak sebatas produk saja. Produk sabun cair
cuci tangan akan di publikasikan melalui media web dan blog yang disusun sistem
informasinnya sedemikian rupa. Melalui publikasi ini, target yang diharapkan
adalah menjadikan produk sabun cair cuci tangan menjadi salah satu sabun yang
mempunyai bahan tambahan alami dan mempunyai khasiat karena mempunyai
kandungan eugenol yang cukup tinggi.

Untuk produk yang dihasilkan yaitu sabun cair cuci tangan, diupayakan
dapat di bersaing dengan produk sabun lainnya dengan mempuyai kelebihan yaitu
penambahan ekstrak alami dari daun kemangi, dan pemasarannya mulai dari toko
kecil terdekat, dan akan di promosikan juga melalui media sosial facebook,
instagram, blog, dan lain-lain.

Gambar 1 . Daun kemangi Gambar 2 . Daun kemangi yang


Dikeringkan
Sumber : www.google.lizaherbal.com
4

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. METODE PENELITIAN


Skematik metode penelitian dari penelitian ini antara lain :
a. Persiapan
Keringkan
Daun Kemangi Oven suhu 110 C selama 3-4 jam

Haluskan hingga menjadi serbuk

b. Ekstraksi padat-cair dengan metode soxhlet

Rangkai Alat
Ekstraksi

Erlenmeyer asa Pelarut organik

Timbang kertas Bungkus serbuk


saring kosong daun dan ikat

Timbang untuk
mengetahui berat
serbuk

Masukkan ke Destilasi
dalam tabung Cair - cair
soxhlet

Gambar 3. Diagram alir ekstraksi minyak atsiri daun kemangi


5

2. Analisa Kandungan Eugenol

Timbang minyak
Tambah pelarut
kemangi
organik

Analisa eugenol menggunakan GC


(Gas Cromatography)

Gambar 4. Diagram alir analisa kandungan eugenol menggunakan GC


(Gas Cromatography)

3. Pembuatan sabun cair dan uji sifat fisik sabun

Timbang minyak
kemangi

Tambahkan larutan
Aduk adonan pasta
KOH

Adonan pasta + Aduk adonan pasta


ekstrak daun
kemangi
Panaskan

Sabun cair transparan

Uji sifat fisik kimia

Gambar 5. Diagram alir pembuatan sabun cair dan uji sifat fisik sabun cair
6

3.2. Cara Kerja penelitian ini sebagai berikut :

1. Ekstraksi minyak atsiri daun kemangi


a. Ekstraksi padat cair metode Soxhlet Daun kemangi Keringkan pada
oven dengan suhu 1000C selama 3 sampai 4 hari kemudian di haluskan
hingga menjadi serbuk.
b. Ekstraksi padat cair metode Soxhlet. Rangkai alat ekstraksi padat cair
metode soxhlet, kertas saring kosong dan bersih ditimbang kemudian di
ungkus serbuk daun kemangi yang akan di ekstrak dengan kertas saring
dan ikat dengan benang, jumlah secukupnya asal mudah di masukkan ke
dalam tabung soxhlet. Dan kertas saring yang telah berisi bahan yang di
ekstraksi ditimbang untuk mengetahui berat dari bahan serbu daun
kemangi. Dilakukan ekstraksi sokhlet dengan pelarut yang sesuai baik
ethanol, metanol maupun n-heksan. Setelah selesai, pisahkan ekstrak cair
dengan cara di uapkan.
c. Dan soxhletasi ialah cairan yang di panaskan sampai mendidih .uap
penyanyi akan naik melalui pipa samping, kemudian diembunkan lagi oleh
pendingin tegak. solven turun untuk menyaring zat aktif dalam simplisia.
Dan bila ekstrak mencapai sifon, maka cairan akan turun ke labu alas bulat
dan terjadi proses sirkulasi.
2. Destilasi
Dilakukan distilasi dengan tujuan untuk memiahkan ekstrak daun kemangi
dengan pelarut yang digunakan berdasarkan titik didih dimana titik didih
etanol sebesar, titik didih metanol sebesar dan titik didih n-heksan sebesar.
3. Analisa kandungan Eugenol
Meninjeksikan masing-masing standar sebanyak 0.5 mikroliter ke dalam
GC dengan mode temperatur terprogram (Init-Temp:149oC: Init-Time: 2.0
min; Rate: 7.5oC/min; Final-Temp:249oC. Dengan mencampurkan 0.25
ml sampel dengan 0.25 standart benzyl-alkohol. Kemudian menijeksikan
0.5 mikroliter ke dalam GC. Buat Kurva standar Rasui Massa Vs Rasio
Luas Puncak . Menetukan kadar eugenol dalam sampel berdasarkan kurva
standar.

2. Cara Pembuatan Sabun Cair


Timbang minyak kelapa sebnayak 100 gra, timbang KOH sebanya
16.8 gram pada aquades 15.6 gram dan aduk hingga homogen.
Memasukkan larutan KOH Kedalam minyak yang sudah di timbang dan di
aduk terus menerus hingga memadat dan membentuk pasta. Memanaskan
hingga transparan dan aduk setiap 30 menit selama 2 jam. Timbang
adonan pasta sebanyak 100 gram dan timbang 400 gram blender
(perbandingan 1: 4) dan memanaskan ekstrak daun kemangi hingga
mendidih lalu memasukkan pasta tersebut hingga mencair. Dari tahap
pembuatan sabun cair ini akan di peroleh sabun cair yang transparan.
7

3. Uji Sifat Fisik Kimia


Uji PH Pengujian PH dilakukan dengan menggunakan PH meter atas
kertas PH Kadar asam lemak bebas sampel dimasukkan ke dalam
Erlenmeyer. Menambahkan alkohol netral, batu didih dan 10 tetes
indikator phenolpetalein. Panaskan di atas penangas air memkai pendingin
tegak selama 30 menit, kemudia dititar dengan larutan KOH 0.1 N dalam
alkohol smapai timbul warna merah.
Uji Organoleptik yang dilakukan merupakan uji fisik dari sabun mandi
cair meliputi warna, bau dan bentuk
Bobot jenis, pengujian bobot jenis menggunakan piknometer untuk
mengetahui massa jenisnya
8

BAB IV
HASIL YANG DICAPAI

4.1. Kesesuaian Hasil dengan Luaran yang Diharapkan


Penelitian ekstraksi minyak atsiri dari daun kemangi dilaksanakan sesuai
dengan metode pelaksanaan yang telah diuraikan sebelumnya, sudah dilaksanakan
ekstraksi daun kemangi sampai dengan tahap pembuatan sabun cair cuci tangan.
dan penelitian akan dilanjutkan dengan tahap analisa eugenol dan analisa sabun
cair cuci tangan.
Hasil dari penelitian ini, yang utama adalah sudah mendapatkan ekstrak
daun kemangi dan digunakan sebgai bahan tambahan sabun cair cuci tangan
9

DAFTAR PUSTAKA

Agral, O., Fatimawali., Yamlean, P., & Sri Supriati, H., 2013, Formulasi Uji
Kelayakan Sediaan Krim Anti Inflamasi Getah Tanaman Patah Tulang
(Euphorbia tirucalli L), Pharmacon, Vol. 2 No. 03.

Dorman, H. J. D. & Deans, S. G., 2000, Antimicrobial Agents from Plants:


Antibacterial Activity of Plant Volatile Oils, Journal of Applied
Microbiology, 308-310.

Dyer, D., Gerenraich, K. B., & Wadhams, P. S., 1998, Testing a New Alcohol-
Free Hand Sanitizer to Combat Infection, AORN Journal, 68(4), 239-251.

Ginanjar, E. F., Retnaningrum, E., Septriani, N. I., Octaviani, A., Wiyati, D. A. T.


M., & Rosrinda, E., 2010, Handy Gel Carrota Hasil Fermentasi Daun
Wortel Sebagai Antibakteri Penyebab Penyakit Kulit, Seminar Nasional
Biologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1169.

Girou, E., Loyeau, S., Legrand, P., Oppein, F., & Brun-Buisson, C., 2002,
Efficacy of Handrubbing With Alcohol Based Solution Versus Standard
Handwashing With Antiseptic Soap: Rondomised Clinical Trial, British
Medical Journal, Vol. 325, 362-364.

Guenther, E., Heageen, A. J., Edward E. Langenau., & George, U., 1987,
Minyak Atsiri, Jilid I, diterjemahkan oleh S. Ketaren, 132-133, Jakarta,
Universitas Indonesia Press.

Gunawan dkk, 2001, Keragaman Selasih (Ocimum Spp.) Berdasarkan Karakter


Morfologi, Produksi, dan Mutu Herba, Jurnal Littri, 14(4), 141-148.

Mahmood et al., 2008 Antimicrobial Activity of Essential Oil and Other Plant
Extracts, Journal of Applied Microbiology, 86, 985-990. Lukman, A.,
Susanti, E., & Oktaviana, R., 2012, Formulasi Gel Minyak Kulit Kayu
Manis (Cinnamomum burmannii BI) Sebagai Sediaan Antinyamuk, Jurnal
Penelitian Farmasi Indonesia, 1(1), 24-29.

Naibaho, O. H., Yamlean, P. V. Y., & Wiyono, W., 2013, Pengaruh Basis Salep
Terhadap Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum
sanctum L.) Pada Kulit Punggung Kelinci Yang Dibuat Infeksi
Staphylococcus aureus, Pharmacon, Vol.2, No.02, 30.
10

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan Penunjang

Justifikasi
No. Material Kuantitas Harga satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian
1. Peralatan
Blender buah 1 Rp 400.000,00 Rp 400.000,00
Neraca analitik buah 1 Rp 100.000,00 Rp 100.000,00
Soxhlet + destilasi buah 1 Rp 1.000.000,00 Rp 1.000.000,00
Elektro mantel set 1 Rp 500.000,00 Rp 500.000,00
Corong pemisah buah 1 Rp 550.000,00 Rp 550.000,00
Klem + statif buah 3 Rp 100.000,00 Rp 300.000,00
Gelas beaker 100
buah 2 Rp 45.000,00 Rp 90.000,00
mL
Gelas beaker 250
buah 2 Rp 50.000,00 Rp 100.000,00
mL
Spatula buah 1 Rp 50.000,00 Rp 50.000,00
Kaca arloji buah 1 Rp 40.000,00 Rp 40.000,00
Sewa GC (Gas
buah 1 Rp 500.000,00 Rp 500.000,00
Cromatography)
Batang Pengaduk buah 2 Rp 10.000,00 Rp 20.000,00
Penjepit Kayu buah 1 Rp 10.000,00 Rp 10.000,00
Hote Plate buah 1 Rp 200.000,00 Rp 200.000,00
Erlenmeyer250 ml buah 3 Rp 50.000,00 Rp 150.000,00
Labu ukur 100 ml buah 1 Rp 75.000,00 Rp 75.000,00
Buret 50 ml buah 1 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00
Pipet ukur 25 ml buah 2 Rp 50.000,00 Rp 100.000,00
Pipet Filler buah 2 Rp 50.000,00 Rp 100.000,00
Piknometer buah 1 Rp 500.000,00 Rp 1.500.000,00
SUB TOTAL Rp 8.855.000,00

2. Bahan habis Pakai


Justifikasi
No. Material Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian
1. Daun Kemangi kg 10 Rp 30.000,00 Rp 300.000,00
HCL liter 1 Rp 150.000,00 Rp 150.000,00
KOH kg 1/2 Rp 150.000,00 Rp 150.000,00
Kertas PH kotak 1 Rp 50.000,00 Rp 50.000,00
N-Hexan liter 2 Rp 50.000,00 Rp 100.000,00
Etanol liter 2 Rp 50.000,00 Rp 100.000,00
Methanol liter 2 Rp 50.000,00 Rp 100.000,00
Kertas saring kotak 1 Rp 50.000,00 Rp 50.000,00
Alkohol liter 2 Rp 100.000,00 Rp 100.000,00
Phenolpetalein liter 1 Rp 80.000,00 Rp 80.000,00
SUB TOTAL Rp 1.080.000,00
11

3. Perjalanan

Justifiasi
No. Tempat/Kota Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp)
Perjalanan
Perjalanan
1. Orang 5 Rp 350.000,00 Rp 1.750.000,00
membeli bahan
SUB TOTAL Rp 1.750.000,00

4. Lain-lain
No. Justifiasi Harga
Kebutuhan Kuantitas Jumlah (Rp)
Perjalanan Satuan
1. Pembuatan
kali 1 Rp 30.000,00 Rp 30.000,00
proposal
2. Pembuatan
kali 1 Rp100.000,00 Rp 100.000,00
laporan akhir
SUB TOTAL Rp 130.000,00
TOTAL Rp 11.815.000,00