Anda di halaman 1dari 16

DESAIN PROGRAM FILM ANIMASI

POHON KECIL

oleh

Rachmat Ketut Jelantik


NIM: 01312145091

PROGRAM STUDI ANIMASI


SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA YOGYAKARTA
2016

1
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
A. Latar Belakang Program:
Kasih sayang seorang ibu memang tiada habisnya. Ibu yang selalu
merawat kita dari sebelum kita ada, sampai dewasa. Kasih sayangnya
akan membuat setiap manusia luluh hatinya apabila mendengar kisah
seorang Ibu.
Karena hal itulah banyak film maker mengangkat kisah seorang ibu
kedalam sebuah film. Namun, kasih sayang Ibu sebagai orang tua, tentu
tidak akan lengkap apabila tidak di dampingi seorang ayah yang hebat.
Kisah seorang ayah jarang diangkat dalam sebuah film, padahal dapat
menjadi kisah yang menarik. Selain itu, terkadang pembuat film tidak
menambahkan makna-makna tersirat tentang hal kebaikan lainnya yang
sebetulnya dapat digabungkan dalam suatu film.
Dari alasan diatas, penulis mencoba mengangkat kisah keluarga,
dan mengangkat jasa besar seorang ayah dalam keluarga tersebut.
Sekaligus menggabungkan pelajaran tambahan kepada penonton, dalam
hal ini adalah kecintaan terhadap lingkungan.

B. Tujuan Program:
Memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya
kasih sayang seorang ayah, dan menyayangi lingkungan serta memberi
pelajaran bahwa di balik kekurangan yang tampak pada diri makhluk
hidup selalu ada kekuatan yang dapat mendatangkan kebaikan bagi
makhluk hidup lainnya.

C. Sinopsis:
Aku dilahirkan di sebuah desa yang berada di antara lereng dan
bukit, di ramainya suara burung dan pepohonan. Rumahku berada di
dekat sebuah sungai yang tenang. Tapi sekarang tidak lagi. Sewaktu ayah
muda, ia selalu berpesan Sayangi alam, maka alam akan
menyayangimu. Bagiku, ia memang ayah yang bijak. Walaupun cara ia

2
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
berjalan selalu membuatku tertawa, dan topinya yang selalu saja terbang
ditiup angin. Tapi, topi itu selalu kembali lagi ke kepalanya yang cerdas.
Bertahun-tahun kemudian, benih-benih yang ditanam ayahku
tumbuh besar. Termasuk benih terakhir yang beliau tebar. Ia juga ingin
tumbuh perkasa seperti teman-temannya. Menjulang, dan melidungi. Tapi
apa daya, sepertinya ia dicukupkan tumbuh setinggi itu saja. Berulang kali
ia berusaha untuk tampak kekar, tapi selalu gagal. Ia hanya bisa tertunduk
lesu dan ditertawai teman-temannya.
Di suatu masa, turunlah hujan dan ayahku pun berlindung di bawah
pohon yang besar. Begitupun orang-orang yang berlalu lalang di
sekitarnya. Seiring berjalannya waktu, ayah bertemu dengan ibu, dan
mereka jatuh cinta di bawah teduhnya pohon-pohon yang perkasa.
Mereka pun pergi membina hidup. Sampai akhirnya aku pun terlahir ke
dunia. Seingatku ayah dan ibu selalu membawaku ke tempat itu di sore
hari untuk berteduh dan bercengkrama, bersenang-senang walaupun hari
hujan. Tapi pohon kecil itu selalu saja nampak murung dan sedih. Mungkin
ia malu karena tidak bisa menjadi tempat berteduh seperti dua kawannya
yang perkasa.
Tapi di sore itu ada yang berbeda. Suasana berubah menjadi panik
dan air tiba-tiba menaik. Semua orang berlomba naik ke puncak pohon,
termasuk ibu dan ayah yang mencoba menyelamatkan aku. Semua orang
berteriak banjir, mereka merasa panik dan ketakutan. Tapi ayahku tetap
bertahan, ia mencoba untuk terus naik ke atas pohon dan menyelamatkan
aku. Tiba-tiba tubuhku terlepas dari genggaman ayahku. Banjirpun
menghanyutkanku di atas luapan air yang semakin tinggi. Namun apa
yang terjadi? Tubuhku tersangkut di antara ranting-ranting pohon kecil.
Hingga akhirnya hujan mereda dan banjirpun menghilang. Ayah dan ibu
tergesa berlari ke arahku. Aku terselamatkan karena pohon kecil yang
pemalu itu. Ayah dan ibuku berterima kasih kepadanya karena telah
menyelamatkan aku.

3
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
Tahun berlalu, kami sudah tidak lagi tinggal di antara lereng dan
bukit itu. Aku juga sudah dewasa sekarang. Kali ini aku sempatkan datang
untuk menyapa lagi. Tiga pohon perkasa sahabat kami. Lagi-lagi topi ayah
masih saja tertiup angin yang ikut menyapa kedatangannya. Inilah cerita
dari ayahku, sekedar untuk mengingatkan aku untuk menyayangi alam
karena alam akan tetap menyayangi kita sepenuh hati.

Penokohan :
1. Aku
- Psikis : Penyayang, berwawasan, sabar
- Sosiologi : Sangat sayang kepada alam, dan kedua orang tuanya

2. Ayah
- Fisik : tinggi 165 cm, warna kulit putih, selalu menggunakan -
topi.
- Psikis : Penyayang, cerdas, sabar
- Sosiologi : Sangat sayang kepada anak dan isterinya serta
kecintaannya kepada alam sangat tinggi.

3. Ibu
- Fisik : tinggi 160 cm, warna kulit putih, berparas cantik.
- Psikis : Ramah, sabar dan penyayang
- Sosiologi : kecintaanya terhadap anak sangat tinggi

D. Deskripsi Program:
1) Media : Online

4
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
2) Format : Film Animasi
3) Style : 2D Shilhoutte
4) Judul : Pohon Kecil
5) Durasi : 7 menit
6) Sasaran :
Usia : 15 tahun ke atas
Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
Tingkat Pendidikan : SMP keatas

E. Desain Produksi
1) Sub Format : Narasi

5
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
2) Lokasi : Eksterior
3) Kerabat Kerja :
Producer : Rachmat Ketut Jelantik
Director : Muh. Nur Hasan
Script Writer : Mahdi Muhammad
Character Designer : Roni Imron Rosyidi
Storyboard Artist : Abdul Aziz Nurhayat
Dubbing Artist : Faradilla Aulia
Editor : Handreyas Iwan
Animator Supervisor : Anindya Puri

o Animator
Alvindra Surya Wardana
Achmad Bustomi
Muhammad Sidiq Nurohman
Haryo Adi Cahyono
Cahyono Adi Irawan
Render Man/Woman : Okta Wulan N.

6
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
7
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
N TANGGAL (Tahun 2016) KEGIATAN
O
1. 1 Januari Script Writing
2. 6 Januari Character Design
3. 1 Februari 1 Maret Storyboard
4. 15 Februari Voice Over
5. 1 Maret Animatic
6. 15 Maret 20 Maret Character rigging in Anime Studio Pro
7. 15 Maret 15 April Background and Coloring Background
8. 15 April 20 April Layout
9 20 April 20 Mei Animating
10 20 Mei 25 Mei Compositing ( SFX, Coloring, Rendering)

F. DAFTAR BAHAN BAKU DAN PERALATAN


No Nama Alat dan Total Harga
Spesifikasi Jumlah
. Bahan
1 Komputer Core i7 3.4 GHz, 1 unit Rp20.000.000,00

8
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
16 DDR 3 RAM,2
GB VGA
2 Komputer Core i5 3.4 GHz, Rp50.000.000,00
8 DDR 3 RAM, 2 5 unit
GB VGA
3 Tablet Graphic Intuous 5 5 unit Rp15.000.000,00
4 Kertas HVS F4 2 rim Rp60.000,00
5 Pensil Warna - 5 pack Rp250.000,00
6 Pensil 2B, 4B, 6B Masing- Rp100.000,00
masing 5
7 Light Box 1x1 m 5 buah Rp1.000.000,00
8 Software Anime PRO Version Rp10.000.000
5 lisensi
Studio PRO
9 Adobe Master CC Version Rp20.000.000
1 Lisensi
Collection CC
TOTAL Rp116.410.000,00

G. TREATMENT
NO SCENE CUT VISUAL DU AUDIO
R
1 1 1 Lereng hutan yang gundul, 18 1. Narasi
2. SFX suara
dengan cuaca mendung dan
suasana hutan
terlihat bekas pohon yang telah di
tebang.
CAM : LONG SHOT
2 2 Hamparan pegunungan, dan 15 1. Narasi
2. SFX Susana
terlihat sebuah sungai mengalir di
sungai
antara lereng-lereng tandus
CAM : FULLSHOT
3 2 1 tokoh ayah sedang menanam 25 1. Narasi

9
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
benih pepohonan di hamparan 2. SFX suara
tanah kosong, ayah berjalan dan keheningan
melanjutkan menanam pohonnya.
Terlihat topi ayah melayang dan
kembali lagi ke kepalanya. Lalu air
hujan terlihat turun dengan deras.
CAM : LONG SHOT
4 3 1 Dua pohon besar tertiup angin 10 1. Narasi
2. SFX Angin
yang kencang. Daun-daun
berterbangan berserakan.
CAM : FULL SHOT
5 2 Camera Zoom out pohon 30 1. Narasi
2. SFX Angin
tumbuh di sebelah kanan dua
pohon besar itu. Pohon ke-3
tumbuh ukuran paling kecil. Pohon
kecil bergerak-gerak keatas
mencoba untuk tumbuh besar,
namun gagal
CAM : FULL SHOT
6 3 Ayah datang menuju ke tiga 10 Narasi
pohon itu.
7 4 Ratusan orang berdatangan di 15 Narasi
pohon tersebut dengan
berlalulalang
8 6 Orang berdatangan dan 10 Narasi
berlindung dari angin dan hujan di
bawah kedua pohon yang besar
9 4 1 Orang berlalulalang menghilang 10 Narasi
10 2 Mucul wanita menghampiri ayah 15 Narasi
11. 3 Ayah dan wanita itu berpegangan 10 Narasi
tangan di bawah kedua pohon
yang besar
12. 4 Ayah dan wanita itu pergi sambil 10 Narasi
berpegangan tangan

10
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
13. 5 1 Tokoh ayah dan wanita (ibu) 20 Narasi
berjalan menuju 2 pohon besar
(CAM : Fulshot ayah dan ibu)
membawa kereta bayi berisi tokoh
aku
14. 2 Camera Zoom out Ketiga pohon 20 Narasi
terlihat. 2 Pohon besar terlihat
saling berdekatan.
Ayah dan ibu berada di bawah
dua pohon besar itu.
3 Camera Zoom out to Long shot 15 Narasi
terlihat ayah, ibu, 2 pohon besar
dan 1 pohon kecil
15. 4 Hujan deras 5 Narasi
16. 5 Banyak orang berteduh dibawah 20 Narasi
pohon besar
17. 7 1 Camera Zoom Orang berlarian, 50 Narasi
hujan semakin deras. Ayah
menaikan ibu ke atas pohon
besar. Ayah berusaha naik keatas
pohon dengan membawa
keranjang bayi anaknya. Air naik
dan terjadi banjir.
18. 2 Air terus naik dan keranjang bayi 20 Narasi
yang di pegang ayah terlepas
19. 8 1 Keranjang bayi terapung-apung 10 Narasi
dan terus menjauh dari jangkauan
ayah dan Ibu.
20. 2 Saat keranjang bayi melewati 20 Narasi
pohon kecil, pohon kecil itu
bergerak dan meraih keranjang
bayi tersebut
21. 9 1 Hujan mereda, air surut, orang 10 Narasi
orang berlarian meniggalkan

11
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
ketiga pohon
22. 2 Pohon kecil terlihat menurunkan 20 Narasi
keranjang bayi yang berisi tokoh
aku
23. 10 1 Ayah dan ibu berlari menghampiri 13 Narasi
keranjang bayi
25. 2 Ayah dan ibu menghampiri pohon 12 Narasi
kecil
26. 11 1 Tokoh aku dewasa, ibu dan ayah 19 Narasi
yang sudah tua menghampiri
pohon kecil dan berteduh
dibawahnya. Topi ayah tertiup
angin dan kembali lagi ke kepala
ayah.

H. SKENARIO
1. EXT. HUTAN GUNDUL SIANG
Cast. Aku (Narasi)
Lereng hutan yang gundul, dengan cuaca mendung dan terlihat
bekas pohon yang telah di tebang
Aku
Aku lahir diantara lereng dan bukit. Ditengah ramainya suara burung
dan pepohonan. Tapi sekarang tidak lagi. Menyedihkan....
FADE TO

2. EXT. SUNGAI SIANG


Cast. Aku (Narasi)
Hamparan pegunungan, dan terlihat sebuah sungai mengalir di antara
lereng-lereng tandus

.
Aku

12
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
Rumahku di dekat sungai besar dan tenang ini! Dan ini cerita ayahku
saat masa kecilku
FADE IN TO

3. EXT. TANAH KOSONG SIANG


Cast. Aku (narasi), Ayah
Ayah sedang menanam benih pepohonan di hamparan tanah kosong, ayah
berjalan dan melanjutkan menanam pohonnya. Terlihat topi ayah
melayang dan kembali lagi ke kepalanya. Lalu air hujan terlihat turun
dengan deras.
Aku
itu ayah sewaktu muda. Dia selalu berpesan sayangi alam. Maka alam
akan menyayangimu. Hmm ayah yang bijak. Walaupun cara berjalannya
lucu. Dan topi kesayangannya yang selalu di tiup angin. Tapi topinya
selalu kembali ke kepalanya yang cerdas. Ayaah ayah

CUT TO

4. EXT. TANAH KOSONG 5 TAHUN KEMUDIAN SIANG


Cast. Aku, Pohon besar, Pohon kecil
Dua pohon besar tertiup angin yang kencang. Daun-daun berterbangan
berserakan. Pohon terakhir tumbuh di sebelah kanan dua pohon besar itu.
Pohon ke-3 tumbuh ukuran paling kecil. Pohon kecil bergerak-gerak
keatas mencoba untuk tumbuh besar, namun gagal. Ayah datang menuju ke
tiga pohon itu. Ratusan orang berdatangan di pohon tersebut dengan
berlalulalang. Orang berdatangan dan berlindung dari angin dan hujan di
bawah kedua pohon yang. Orang berlalulalang menghilang kemudian
mucul wanita menghampiri ayah. Ayah dan wanita itu berpegangan tangan
di bawah kedua pohon yang besar. Ayah dan wanita itu pergi sambil
berpegangan tangan.

Aku

13
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
bertahun tahun kemudian, benih yang di tanam ayah tumbuh.
Termasuk benih terakhir yang ditanam beliau. Dia juga ingin tumbuh
perkasa seperti kedua temannya. Menjulang, dan melindungi. Tetapi
apadaya, sepertinya dia di cukupkan tumbuh secukup itu saja.Coba lihat,
berulang kali dia berusaha untuk tambah kuat dan besar, tapi selalu
gagal. Dia selalu tertunduk lesu dan di tertawai teman-temannya. Lihat,
itu ayahku datang. Juga beratus orang berlalu lalang berlindung di dari
angin dan hujan. Seiirng berjalannya waktu, ayah bertemu ibu. Dan
mereka jatuh cinta dibawah teduhnya pohon yang perkasa

CUT TO
5. EXT. TEMPAT KE TIGA POHON TUMBUH SIANG
Tokoh ayah dan wanita (ibu) berjalan menuju 2 pohon besar
membawa kereta bayi berisi tokoh aku. Dua Pohon besar terlihat
saling berdekatan. Ayah dan ibu berada di bawah dua pohon besar itu.
terlihat ayah, ibu, 2 pohon besar dan 1 pohon kecil. Terjadi hujan
sangat deras. Banyak orang berteduh dibawah pohon besar. Orang
berlarian, hujan semakin deras. Ayah menaikan ibu ke atas pohon
besar. Ayah berusaha naik keatas pohon dengan membawa keranjang
bayi anaknya. Air naik dan terjadi banjir. Air terus naik dan keranjang
bayi yang di pegang ayah terlepas Keranjang bayi terapung-apung dan
terus menjauh dari jangkauan ayah dan Ibu. Saat keranjang bayi
melewati pohon kecil, pohon kecil itu bergerak dan meraih keranjang
bayi tersebut Hujan mereda, air surut, orang orang berlarian
meniggalkan ketiga pohon. Pohon kecil terlihat menurunkan keranjang
bayi yang berisi tokoh aku. Ayah dan ibu berlari menghampiri
keranjang bayi. Kemudian mereka menghampiri pohon kecil
Aku
Sampai akhirnya, datanglah aku. Itu aku di kereta bayi, mungkin sedang
tidur, atau sedang ngompol. Seingatku ayah dan ibu selalu membawaku
jalan jalan kemari sewaktu sore. Berteduh dan bercengkerama bersama

14
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
walaupun hari hujan. Tapi, pohon kecil itu selalu nampak murung dan
sedih. Mungkin dia merasa malu karena tidak bisa melindungi seperti dua
kawannya yang lain. Sore itu ada yang berbeda
CUT TO
Terjadi hujan sangat deras. Banyak orang berteduh dibawah pohon
besar. Orang berlarian, hujan semakin deras. Ayah menaikan ibu ke
atas pohon besar. Ayah berusaha naik keatas pohon dengan membawa
keranjang bayi anaknya. Air naik dan terjadi banjir. Air terus naik dan
keranjang bayi yang di pegang ayah terlepas Keranjang bayi terapung-
apung dan terus menjauh dari jangkauan ayah dan Ibu. Saat keranjang
bayi melewati pohon kecil, pohon kecil itu bergerak dan meraih
keranjang bayi tersebut. Hujan mereda, air surut, orang orang
berlarian meniggalkan ketiga pohon. Pohon kecil terlihat menurunkan
keranjang bayi yang berisi tokoh aku. Ayah dan ibu berlari
menghampiri keranjang bayi. Kemudian mereka menghampiri pohon
kecil

Aku
Sore itu terlihat berbeda. Suasana di landa kepanikan dan air yang tiba-
tiba naik. Semua berlomba naik ke puncak pohon. Termasuk ibu dan ayah
yang mencoba menyelamatkan aku. BANJIR!. Semua orang panik
ketakutan. Tapi ayakhu tetap tenang. Dia terus mencoba naik dan
menyelamatkan aku. Tapi tiba-tiba......
CUT TO

Hujan mereda, air surut, orang orang berlarian meniggalkan ketiga


pohon. Pohon kecil terlihat menurunkan keranjang bayi yang berisi
tokoh aku. Ayah dan ibu berlari menghampiri keranjang bayi.
Kemudian mereka menghampiri pohon kecil
Aku

15
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091
Hujan mereda, dan banjirpun menghilang. Ayah dan ibu tergesa lari ke
arahku. Aku selamat dan semua karena pohon kecil yang menyelamatkan
aku. Ayah dan ibuku berterimakasih sekali padanya. Karena telah
menyalamatkanku

6. EXT. TEMPAT KE TIGA POHON TUMBUH SIANG


Tokoh Aku dewasa, Ibu dan Ayah yang sudah tua menghampiri
pohon kecil dan berteduh dibawahnya. Topi ayah tertiup angin dan
kembali lagi ke kepala ayah.
Aku
Tahun berlalu. Kami sudah tidak lagi tinggal di antara bukit dan lereng
itu. Dan aku juga sudah dewasa sekarang. Kali ini aku sempatkan datang
untuk menyapa lagi. Tiga pohon perkasa sahabat kami. Lagi-lagi topi
ayah teriup angin. Ya inilah cerita ayahku. Sekedar untuk mengingatkan
kita agar mencintai alam, karena alam akan tetap menyayangi kita
sepenuh hati

16
RACHMAT KETUT JELANTIK ANIMASI 5 - 01312145091