Anda di halaman 1dari 9

makalah gizi dasar (vitamin E dan K)

VITAMIN E DAN VITAMIN K

OLEH :

Agita Kurniawati

Hardini Aqrizhna Putri

Isyna Saiidah

Kevinti Febrina

Maharani

Septianifitri Nur Sulistyonindah

FAKULTAS D3 GIZI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II

KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Makalah ini memuat tentang vitamin E dan vitamin K yang sangat


penting bagi kesehatan seseorang. Oleh karena itu makalah ini disusun agar
pembaca dapat memperluas ilmu tentang apa itu vitamin E dan vitamin K serta
kegunaanmya yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih dosen kami yang telah


membimbing dalam pembuatan makalah ini sehingga makalah ini terselesaikan
dengan baik dan benar.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun
mohon untuk saran dan kritiknya.

Penyusun

Kelompok

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Vitamin merupakan nutrisi tanpa kalori yang penting dan dibutuhkan untuk metabolisme
tubuh manusia. Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia, tetapi diperoleh dari
makanan sehari-hari. Fungsi khusus vitamin adalah sebagai kofaktor (elemen
pembantu) untuk reaksi enzimatik.

Vitamin juga berperan dalam berbagai macam fungsi tubuh lainnya, termasuk
regenerasi kulit, penglihatan, sistem susunan syaraf dan sistem kekebalan tubuh dan
pembekuan darah.

Tubuh membutuhkan jumlah yang berbeda untuk setiap vitamin. Setiap orang punya
kebutuhan vitamin yang berbeda.

Anak-anak, orang tua, orang yang menderita penyakit atau wanita hamil membutuhkan
jumlah yang lebih tinggi akan beberapa vitamin dalam makanan mereka sehari-hari.

Vitamin ditemukan di berbagai jenis makanan, buah-buahan, sayur-sayuran, sereal (biji-


bijian), daging, ikan dan produk-produk susu. Kadar vitamin termasuk penyimpanan dan
pengolahannya tergantung dari jenis makanan itu sendiri. Penyimpanan dan pengolahan
yang lama akan mengurangi kadar vitamin di dalam makanan.

Sebuah tema yang sangat menarik tentunya apabila kita mengetahui betapa pentingnya
ilmu yang akan kita pelajari ini. Karena melalui makalah inilah penulis berupaya
mempresentasikan mengenai definisi, peranan dan juga sumber vitamin yang
dibutuhkan oleh tubuh, terutama vitamin E dan K.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditarik beberapa rumusan


masalah yang dikaji dalam makalah ini :
1. Definisi vitamin E dan K
2. Sejarah penemuan vitamin E dan K
3. Sifat-sifat vitamin E dan K
4. Vitamin E dan K berikut manfaatnya
5. Fungsi vitamin E dan K
6. Sumber vitamin E dan K
7. Jumlah vitamin E dan K yang dibutuhkan
8. Gejala kekurangan vitamin E dan K
9. Tanda kekurangan vitamin E dan K
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah :

1. Pembaca dapat mengerti akan definisi vitamin E dan K

2. Pembaca dapat mengetahui sejarah penemuan vitamin E dan K

3. Pembaca dapat mengetahui sifat-sifat vitamin E dan K

4. Pembaca dapat mengetahui vitamin E dan K berikut manfaatnya

5. Pembaca dapast mengetahui fungsi vitamin E dan K

6. Pembaca dapat mengetahui sumber vitamin E dan K

7. Pembaca dapat mengetahui jumlah vitamin E dan K yang dibutuhkan

8. Pembaca dapat mengetahui gejala kekurangan vitamin E dan K

9. Pembaca dapat mengetahui tanda kekurangan vitamin E dan K

BAB II

PEMBAHASAN

A. VITAMIN E

a. DEFINISI
Vitamin E (alfa-tokoferol) adalah suatu antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh
terhadap kerusakan oleh senyawa kimia reaktif yang dikenal sebagai radikal
bebas. Vitamin E dan selenium (suatu mineral esensial yang merupakan
komponen dari enzim antioksidan) mempunyai sifat yang sama.

b. SEJARAH PENEMUAN

Vitamin E pertama kali ditemukan pada tahun 1922 oleh Dr. H.M Evans dari
California melalui penelitian untuk mempertahankan kehamilan normal tikus
betina diperlukan suatu subtansi tak dikenal. Tanpa bahan ini, janin tikus akan
mati dalam sepuluh hari saat dikandung. Tikus jantan yang kekurangan bahan ini
juga mengalami kelainan pada testisnya. Sehingga saat itu vitamin E disebut
sebagai vitamin anti kemandulan. Pada wanita juga dianjurkan sebagai
perawatan untuk kemandulan, kelainan menstruasi, peradangan vagina, gejala
menopause, mencegah keguguran dan kesuburan benih.

Vitamin E pertama kali diisolasi pada tahun 1936 dari minyak tepung gandum.
Disebut vitamin E karena ditemukan setelah vitamin-vitamin yang sudah ada
yaitu A, B, C, dan D. Bentuk vitamin E merupakan kombinasi dari delapan
molekul yang sangat rumit yang disebut tocopherol.

Kata tocopherol berasal dari bahasa Yunani: Toketos yang berati kelahiran
anak dan Phero berarti saya bawa, akhiran -ol ditambahkan untuk
menunjukkan bahwa bahan ini merupakan salah satu dari alkohol yang
menyebabkan mabuk jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

c. SIFAT-SIFAT

Tocopherol tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut lemak seperti minyak,
lemak, alkohol, aseton, eter dan sebagainya. Karena tidak larut dalam air,
vitamin E dalam tubuh hanya dapat dicerna dalam empedu hati.

Vitamin E stabil pada pemanasan namun akan rusak bila pemanasan terlalu
tinggi. Vitamin E bersifat basa jika tidak ada oksigen dan tidak terpengaruh oleh
asam pada suhu 100o C. Bila terkena oksigen di udara, akan teroksidasi secara
perlahan-lahan. Sedangkan bila terkena cahaya warnanya akan menjadi gelap
secara bertahap.

Vitamin E adalah golongan vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, vitamin ini
terdapat dalam bagian makanan yang berminyak, dan dalam tubuh hanya dapat
dicerna oleh empedu, di hati, karena tidak larut dalam air. Vitamin E sangat di
butuhkan oleh tubuh kita.

2. VITAMIN E DAN MANFAATNYA


Vitamin E dan radikal bebas (free radical). Kedua istilah ini pasti sering Anda
dengar. Tak hanya pada makanan, tapi juga pada berbagai produk
kecantikan, vitamin E selalu diunggulkan ampuh untuk memerangi
radikal bebas.
Apa sih vitamin E itu? Mengapa selalu dihubungkan dengan radikal
bebas? Apakah vitamin E hanya ampuh untuk melawan radikal bebas?
Vitamin E adalah golongan vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, vitamin
ini terdapat dalam bagian makanan yang berminyak, dan dalam tubuh hanya
dapat dicerna oleh empedu, di hati, karena tidak larut dalam air.
a. Fungsi vitamin E

Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatasi stres,


meningkatkan fertilitas, meminimalkan risiko kanker dan penyakit jantung
koroner, vitamin E memiliki peran sangat penting bagi kesehatan kulit.

Vitamin E menjaga, meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit,


mencegah proses penuaan dini, melindungi kulit dari kerusakan akibat
radiasi sinar ultraviolet, serta mempercepat proses penyembuhan luka.
Selain itu, fungsi vitamin E ialah :

Dapat mencegah keguguran pada wanita.


Dapat mengurangi rasa panas di dalam tubuh dan mengurangi
depresi pada wanita menopause.
Sangat penting untuk memaksimalkan fungsi otot.
mencegah peroxidation pigmentasi akibat pembentukan asam lemak
tak jenuh tinggi.
mencegah nekrosis hepatik yang disebabkan oleh kekurangan
belerang yang mengandung asam amino dan selenium.
Vitamin E membantu melawan radikal bebas, yang bermanfaat bagi
kulit dan membantu mencegah pembentukan kerutan dengan
mencegah kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh sinar ultraviolet.
merupakan pelindung penyakit jantung dan diabetes.
mencegah kerusakan jaringan dalam kasus iskemia dan cedera,
mengurangi gejala kaki kram dan rheumatoid arthritis, dan memiliki
efek antikoagulan.
vitamin e berguna dalam membatasi kerusakan oksidatif yang
disebabkan oleh merokok, dan kerusakan jaringan dari radikal bebas
yang dipercepat dengan pecandu alkohol.
Melindungi tubuh dari berbahaya tumor
Vitamin E mengurangi penggumpalan darah di dalam pembuluh
darah.

b. Lalu, mengapa vitamin E sering dihubungkan dengan radikal bebas?

Radikal bebas adalah hasil oksidasi molekul di dalam tubuh. Sebenarnya,


jika diproduksi dalam jumlah yang pas, radikal bebas dibutuhkan bagi
kesehatan dan fungsi tubuh, yaitu untuk memerangi peradangan,
membunuh bakteri merugikan serta mengendalikan tonus otot polos
pembuluh darah dan organ lain dalam tubuh. Tapi bila diproduksi melebihi
batas, radikal bebas dapat menyerang sel-sel tubuh. Sehingga berubah
fungsi. Perubahan fungsi sel ini memicu proses penuaan yang belum
waktunya, serta berbagai gangguan kesehatan.
KEKURANGAN VITAMIN E

a. Gejala kekurangan

Ketika kadar vitamin E dalam darah sangat rendah, sel darah merah rusak dan
terbelah. Proses pembelahan sel darah merah ini disebut hemolisis eritrodit.
Kondisi ini menyebabkan gangguan pada sistem syaraf dan otot. Gejala yang
dirasakan adalah kesulitan berjalan dan nyeri yang menetap pada otot betis.
Vitamin E tingkat rendah dalam darah dapat meningkatkan risiko kanker tertentu
paru-paru, payudara dan saluran pencernaan.

b. Tanda Kekurangan Vitamin E

Menurut buku the Complete Idiot's Guide to Vitamin and Mineral, kekurangan
vitamin E dalam jangka panjang bisa mendatangkan kerusakan saraf, khususnya
saraf di tulang belakang. Kadang juga terjadi kerusakan di retina mata.

Kekurangan vitamin E harusnya jarang terjadi. Itu karena dari makanan sehari-
hari hampir semua orang mendapatkan asupan 7-11 mg vitamin E. Meskipun
begitu, ternyata di AS yang terkenal makmur dan banyak makan, tercatat
kekurangan ringan vitamin E.

Selain dari asupan makanan sehari-hari, kekurangan vitamin E juga bisa


disebabkan kondisi medis seperti:

1.Menderita cystic fibrosis Penyebabnya, penderita penyakit ini tidak bisa


mencerna lemak dengan baik, sehingga tidak bisa menyerap cukup vitamin E.

2. Menderita chron's disease Penderita penyakit ini tidak bisa menyerap cukup
vitamin E lewat usus.

3. Menderita penyakit lever Penderita penyakit lever tidak bisa menggunakan


vitamin E dengan benar.

4. Sedang menjalani diet rendah lemak dan rendah kalori Kurangnya lemak
di dalam tubuh menyebabkan terganggunya pasokan vitamin E. Ini karena
vitamin E termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Kita butuh sedikit lemak
untuk bisa menyerap vitamin E.

5. Minum obat-obatan tertentu Minum obat penurun kolesterol bisa


menurunkan penyerapan vitamin E dan vitamin yang larut dalam lemak lainnya.

Menurut buku Vitamins and Mineral's Handbook, ada tanda-tanda tubuh


seseorang butuh tambahan vitamin E, yakni tubuh mudah memar, luka lama
sembuh, varises, kurang gairah seks, infertilitas dan hilangnya kekuatan otot.
c. Makanlah vitamin Anda

Pastikan Anda tidak meninggalkan vitamin E karena takut akan asupan lemak
yang datang bersamaan dari sumber makanannya. Lemak, pada dasarnya
penting bagi kesehatan. Dengan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin E,
Anda tidak hanya akan mendapatkan berbagai manfaat seperti yang telah
disebutkan di atas tetapi makanan ini juga merupakan sumber energi yang tidak
mempunyai dampak negatif terhadap kadar gula darah.

B.VITAMIN K

a. DEFINISI
Vitamin K adalah nama generik untuk beberapa bahan yang diperlukan dalam
pembekuan darah yang normal. Bentuk dasarnya adalah vitamin K1 (filokuinon),
yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, terutama sayuran berdaun hijau.
Bakteri dalam usus kecil sebelah bawah dan bakteri dalam usus besar
menghasilkan vitamin K2 (menakuinon), yang dapat diserap dalam jumlah yang
terbatas.

b. SEJARAH PENEMUAN

Pada 1929, ilmuwan Denmark Henrik Dam meneliti peran kolesterol dengan
memberi makan ayam diet kolesterol-habis. Setelah beberapa minggu, binatang
dikembangkan perdarahan dan mulai berdarah. Cacat ini tidak bisa dikembalikan
dengan menambahkan kolesterol dimurnikan untuk diet. Tampak bahwa-
bersama-sama dengan kolesterol senyawa kedua telah diekstraksi dari
makanan, dan senyawa ini disebut vitamin koagulasi. Vitamin baru menerima
surat K karena penemuan awal yang dilaporkan dalam jurnal Jerman, di mana ia
ditunjuk sebagai''Koagulationsvitamin''. Edward Adelbert Doisy dari Saint Louis
University melakukan banyak penelitian yang mengarah pada penemuan struktur
dan sifat kimia dari Dam K. Vitamin dan berbagi Doisy 1943 Hadiah Nobel untuk
obat untuk pekerjaan mereka di laboratorium vitamin K.

c. SIFAT-SIFAT

-Merupakan golongan Naphthoquinone. Dalam alam ada dua bentuk, yaitu :


Vitamin K1 (Phytomenadione) dan Vitamin K2. Derivat aktifnya yaitu Menaphtone
(Vitamin K3). Preparat sintesisnya yaitu vitamin K analogue (misal :
Acetomenaphthone).

-Vitamin K dari alam larut dalam lemak. Vitamin K analogue sintesis larut dalam
air.

-Stabil terhadap pemanasan dan reducing agents.

-Labil terhadap Oxidizing agents, asam kuat, alkali, dan cahaya.


-Vitamin K1 dan K2 berwarna kuning. Vitamin K sintesis tak berwarna

2. Vitamin K dan manfaatnya

a. Fungsi Vitamin K

Vitamin K berfungsi membuat protein yang dibutuhkan untuk pembekuan


darah
Vitamin K berfungsi membantu menjaga kalsium tetap di luar dari arteri
Vitamin K berfungsi mensintesis protein yang ditemukan pada plasma,
tulang dan ginjal
Vitamin K berfungsi penting untuk konversi glutamat asam amino ke asam
gamma-carboxyglutamic (GCA)
Vitamin K berfungsi membantu kalsium masuk ke tulang
Vitamin K terlibat dalam karboksilasi osteocalcin (OC), dalam rangka
untuk mengikat kalsium

b. Sumber vitamin K
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin K terbilang cukup mudah karena selain
jumlahnya terbilang kecil, sistem pencernaan kita mengandung bakteri yang
mampu mensintesis vitamin K yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati.
Namun begitu tubuh pun perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan.

Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh bakteri di
dalam sistem pencernaan, namun Anda dapat memperoleh vitamin K dari
makanan seperti hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak,
sayuran sejenis kobis (kol) dan susu.

Vitamin K dalam konsentrasi tinggi juga ditemukan pada susu kedelai, teh hijau,
susu sapi, serta daging sapi dan hati. Jenis-jenis makanan probiotik, seperti
yoghurt yang mengandung bakteri sehat aktif, bisa membantu menstimulasi
produksi vitamin ini.

c. Jumlah yang dibutuhkan

Menurut standar RDA (Recommended Dietary Allowance), kebutuhan vitamin K


seseorang tergantung dari berat badannya. Untuk dewasa, setidaknya
membutuhkan 1 mikrogram setiap hari per kg berat badan. Jadi, kalau berat
badan Anda 50 kg maka kebutuhan perharinya mencapai 50 mikrogram.

3. Kekurangan vitamin K
a. Gejala Kekurangan
Jika vitamin K tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat membeku. Hal ini
dapat meyebabkan pendarahan atau hemoragik. Bagaimanapun, kekurangan
vitamin K jarang terjadi karena hampir semua orag memperolehnya dari bakteri
dalam usus dan dari makanan. Namun kekurangan bisa terjadi pada bayi karena
sistem pencernaan mereka masih steril dan tidak mengandung bakteri yang
dapat mensintesis vitamin K, air susu ibu mengandung hanya sejumlah kecil
vitamin K. Untuk itu bayi diberi sejumlah vitamin K saat lahir.

Pada dewasa, kekurangan dapat terjadi karena minimnya konsumsi sayuran


atau mengonsumsi antobiotik terlalu lama. Antibiotik dapat membunuh bakteri
menguntungkan dalam usus yang memproduksi vitamin K. Terkadang
kekurangan vitamin K disebabkan oleh penyakit liver atau masalah pencernaan.

b. Tanda kekurangan

Kekurangan vitamin K dapat terjadi setelah pengobatan jangka panjang dengan


antibiotik oral. Orang-orang berisiko terkena kekurangan vitamin K adalah
mereka yang menderita kekurangan gizi kronis, mempengaruhi penyerapan
vitamin dalam makanan untuk mengurangi obstruksi pada saluran empedu,
celiac penyakit atau sariawan, kolitis ulseratif, regional enteritis.

Suatu ketika anak Anda tiba-tiba terpental dari sepeda. Betisnya tergores
sehingga meneteskan darah. Luka kecil itu lalu dibersihkan memakai kapas
sambil sedikit ditekan. Tak lama, darah pun berhenti menetes dan luka ringan itu
ditutup plester supaya anak bermain sepeda lagi.

Apa yang membuat darah berhenti menetes dengan sendirinya sehingga Anda
tak perlu repor mengatasinya? Ya.. Itulah salah satu kegunaan penting vitamin K.
Vitamin ini merupakan kebutuhan vital untuk sintesis beberapa protein termasuk
dalam pembekuan darah. Disebut juga vitamin koagulasi, vitamin ini bertugas
menjaga konsitensi aliran darah dan membekukannya saat diperlukan. Vitamin
yang larut dalam lemak ini juga berperan penting dalam pembentukan tulang dan
pemeliharaan ginjal.