Anda di halaman 1dari 13

KALIMAT MAJEMUK

Pengertian Kalimat Majemuk

Istilah "kalimat majemuk" mengacu pada jenis kalimat yang terdiri atas dua pola atau lebih. Hal ini didasarkan pada
pengertian dari kalimat majemuk, yaitu suatu kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih, atau dengan
kata lain kalimat yang terjadi dari beberapa klausa bebas. Jenis kalimat ini berasal dari perluasan atau penggabungan
kalimat tunggal, untuk selanjutnya membentuk satu atau lebih pola kalimat baru di samping pola yang sudah ada
sebelumnya. Kalimat majemuk dapat diartikan juga bahwa kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua
atau lebih kalimat tunggal. Setiap kalimat majemuk memiliki kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat
ini dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakan. Fungsi utama dari kalimat majemuk
adalah untuk menguraikan, menjelaskan, menjabarkan, dan memerinci.

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

Jenis-jenis kalimat majemuk dapat dibagi berdasarkan proses terjadinya atau proses pembentukannya. Berdasarkan
ini, kalimat majemuk terbagi menjadi 4 jenis, yaitu; kalimat majemuk setara, kalimat majemuk rapatan, kalimat
majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Berikut ini penjelasannya satu per satu:

1. Kalimat Majemuk Setara


Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat sederajat atau setara. Kalimat
majemuk setara ini tidak memiliki anak kalimat. Kalimat majemuk setara dicirikan dengan adanya kata penghubung
dan, lalu, atau, kemudian, namun, tetapi, sedangkan, dan melainkan.

2. Kalimat Majemuk Rapatan


Kalimat majemuk rapatan sebenarnya berasal dari kalimat majemuk setara yang dirapatkan bagian-bagiannya karena
frasa/kata-kata dalam kalimat itu menduduki posisi yang sama. Bagian yang dirapatkan bisa subjek atau predikat.
Perapatannya didapat dengan cara menghilangkan unsur-unsur yang sama.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat


Kalimat majemuk bertingkat merupakan satu jenis kalimat majemuk yang hubungan antara unsur-unsurnya tidak
sederajat. Kalimat majemuk jenis ini kedudukan klausa-klausanya bertingkat sebagai hasil perluasan terhadap salah
satu, beberapa, atau semua unsurnya hingga membentuk pola baru. Ada satu unsurnya yang berkedudukan sebagai
induk kalimat, dan unsur lainnya berkedudukan sebagai anak kalimat.

4. Kalimat Majemuk Campuran


Kalimat majemuk campuran adalah gabungan kalimat majemuk setara atau rapatan dengan kalimat majemuk
bertingkat. Umumnya dalam kalimat majemuk campuran, terdapat paling sedikit tiga kalimat tunggal.
KATA ULANG

Pengertian Kata Ulang

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata artinya unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan
perwujudan dari kesatuan perasaan dan pikiran yang bisa digunakan dalam berbahasa. dan arti dari
kata ulang yaitu kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi, misalnya; sehari-hari, dedaunan dan lain sebagainya.
Berdasarkan itu bisa diambil kesimpulan bahwa, Kata ulang ialah kata yang terjadi pengulangan pada kata dasarnya.

Kata ulang ini ialah kata yang menambah suatu ragam kekayaan kosa kata bahasa Indonesia. Ada banyak sekali
jenis- jenis kata ulang yang bisa kita temui dalam percakapan sehari hari, kata kata ulang tersebut diantaranya
adalah kata ulang sebagian, menyeluruh, dan masih banyak lagi.

Jenis - Jenis Kata Ulang

Dalam bahasa indonesia, kata ulang terbagi ke dalam empat jenis, yakni sebagai berikut.

Bentuk Ulang Utuh ( Perulangan Seluruh Bentuk Kata Dasar )


Perulangan ini disebut juga perulangan utuh atau dwilingga. Perulangan utuh terdiri atas dua macam. Pertama
perulangan terhadap kata dasar. Kedua , perulangan terhadap kata berimbuhan. Istilah bentuk ulang utuh yang
mengacu kemiripan dapat dilihat pada contoh berikut ini.

Bentuk Ulang Suku Awal ( Perulangan Sebagian )


Perulangan sebagian atau kata ulang dwipurwa adalah bentuk perulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk
dasar. Istilah bentuk ulang suku awal ( dwipurwa ) yang dibentuk melalui pengulangan konsonan awal dengan
penambahan 'pepet' dapat dilihat pada contoh berikut ini.

Perulangan Berimbuhan
Perulangan berimbuhan adalah bentuk perulangan yang disertai dengan proses pengimbuhan. Pengimbuhan tersebut
ada yang melekat pada komponen pertama dan ada pula yang melekat pada komponen kedua.

Bentuk Salin Suara ( Perulangan Berubah Bunyi )


Kata ulang berubah bunyi atau kata ulang salin suara, adalah bentuk perulangan yang disertai dengan perubahan
bunyi. Perubahan bunyi tersebut ada yang terjadi pada vokal ataupun bunyi konsonan. Istilah bentuk salin suara
dibentuk melalui pengulangan dengan perubahan bunyi, dan berikut ini adalah contohnya.
MAJAS

Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias.
Hal ini bertujuan membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah
emosional. Biasanya, majas bersifat tidak sebenarnya alias kias ataupun konotasi.

Macam-macam Majas

Majas Perbandingan

Jenis majas ini merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek
dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian. Dalam majas perbandingan, teman-
teman akan menjumpai beberapa subjenisnya.

1. Personifikasi

Gaya bahasa ini seakan menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap layaknya manusia.

2. Metafora

Yaitu meletakkan sebuah objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk ungkapan.

3. Asosiasi

Yaitu membandingkan dua objek yang berbeda, namun dianggap sama dengan pemberian kata sambung bagaikan,
bak, ataupun seperti.

4. Hiperbola

Yaitu mengungkapkan sesuatu dengan kesan berlebihan, bahkan hampir tidak masuk akal.

5. Eufemisme

Gaya bahasa yang mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik dengan padanan yang lebih halus.

6. Metonimia

Yaitu menyandingkan merek atau istilah sesuatu untuk merujuk pada pada benda umum.

7. Simile

Hampir sama dengan asosiasi yang menggunakan kata hubungan bak, bagaikan, ataupun seperti; hanya saja simile
bukan membandingkan dua objek yang berbeda, melainkan menyandingkan sebuah kegiatan dengan ungkapan.

8. Alegori

Yaitu enyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan.

9. Sinekdok
Gaya bahasa terbagi menjadi dua bagian, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte. Sinekdok pars
pro toto merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur untuk menampilkan keseluruhan sebuah benda.
Sementara itu, sinekdok totem pro parte adalah kebalikannya, yakni gaya bahasa yang menampilkan keseluruhan
untuk merujuk pada sebagian benda atau situasi.

10. Simbolik

Gaya bahasa yang mem

bandingkan manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya dalam ungkapan.

Majas Pertentangan

Majas pertentangan merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kias yang bertentangan dengan maksud
asli yang penulis curahkan dalam kalimat tersebut. Jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yakni sebagai
berikut.

1. Litotes

Berkebalikan dengan hiperbola yang lebih ke arah perbandingan, litotes merupakan ungkapan untuk merendahkan
diri, meskipun kenyataan yang sebenarnya adalah yang sebaliknya.

2. Paradoks

Yaitu membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikannya.

3. Antitesis

Yaitu memadukan pasangan kata yang artinya bertentangan.

4. Kontradiksi Interminis

Gaya bahasa yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya. Biasanya diikuti dengan konjungsi, seperti
kecuali atau hanya saja.

Majas Sindiran

Majas sindiran merupakan kata-kata kias yang memang tujuannya untuk menyindir seseorang ataupun perilaku dan
kondisi. Jenis ini terbagi menjadi tiga subjenis, yaitu sebagai berikut.

1. Ironi

Yaitu menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada.

2. Sinisme

Yaitu menyampaikan sindiran secara langsung.

3.Sarkasme

Yaitu menyampaikan sindiran secara kasar.


Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan jenis gaya bahasa yang bertujuan meningkatkan pengaruh kepada pembacanya agar
menyetujui sebuah ujaran ataupun kejadian. Jenis ini dapat dibagi menjadi tujuh subjenis, yaitu sebagai berikut.

1. Pleonasme

Yaitu menggunakan kata-kata yang bermakna sama sehingga terkesan tidak efektif, namun memang sengaja untuk
menegaskan suatu hal.

2. Repetisi

Gaya bahasa ini mengulang kata-kata dalam sebuah kalimat.

3. Retorika

Yaitu memberikan penegasan dalam bentuk kalimat tanya yang tidak perlu dijawab.

4. Klimaks

Yaitu mengurutkan sesuatu dari tingkatan rendah ke tinggi.

5. Antiklimaks

Berkebalikan dengan klimaks, gaya bahasa untuk antiklimaks menegaskan sesuatu dengan mengurutkan suatu
tingkatan dari tinggi ke rendah.

6. Pararelisme

Gaya bahasa ini biasa terdapat dalam puisi, yakni mengulang-ulang sebuah kata dalam berbagai definisi yang
berbeda. Jika pengulangannya ada di awal, disebut sebagai anafora. Namun, jika kata yang diulang ada di bagian
akhir kalimat, disebut sebagai epifora.

7. Tautologi

Yaitu menggunakan kata-kata bersinonim untuk menegaskan sebuah kondisi atau ujaran.

DISKUSI
Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara
mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa
pemahaman yang baik dan benar.
Setidaknya ada dua unsur diskusi yaitu;

1. Topik, dan

2. manusia yang berdiskusi

Namun seiring perkembangan zaman dan kebutuhan untuk memformalkan sebuah diskusi, berbagai diskusi formal
secara umum memiliki unsur-unsursebagai berikut;

1. Topik diskusi
2. Aparatur Diskusi (dalam hal ini moderator, notulen, anggota dan panelis khusus untuk diskusi panel, serta
pemrasaran untuk seminar)

3. Perlengkapan diskusi (rekaman, kertas dan alat tulis dll)

Jenis Diskusi

Ada beragam jenis diskusi menurut tata cara pelaksanaannya, di antaranya:

1. Seminar

Seminar adalah sebuah diskusi ilmiah besar yang terdri dari banyak orang dengan beberapa pemrasaran yang
menjadi tokoh sentral yang menjelaskan duduk permasalahan. Pemrasaran adalah para pakar yang memiliki
kompetensi berbeda yang berkaitan dengan topik pembahasan.

Para pemrasaran memberikan materi dan menyiapkan modul agar peserta dapat menangkap duduk persoalan
langsung dari ahlinya. Anggota dapat mengajukan pertanyaan, mengungkapkan pendapat, memberikan saran atau
bahkan menyanggah apa yang disampaikan anggota lain atau bahkan pemrasaran.

Seluruh pembahasan di dalam seminar harus berpokok pangkal pada pembaasan pemrasaran dan bukti-bukti otentik
dan ilmiah. karena sifatnya yang ilmiah itu, seminar seringkali memakan waktu cukup panjang dibandingkan
diskusi-diskusi yang lain.

Pada bagian akhir, moderator dengan ketajaman analisa dan hasil rangkuman beberapa pendapat mencoba
menyimpulkan hasil diskusi yang kemudian disepakati bersama sebagai keputusan dan sikap kolektif yang akan
diambil.

2. Diskusi Panel.

Diskusi panel biasanya menghadirkan dua atau lebih panelis. Berbeda dengan seminar, panelis yang dihadirkan
memiliki pandangan yang sangat berbeda atau bahkan bertolak belakang. Dalam diskusi panel peserta tidak diberi
kesempatan untuk bertanya, menyanggah atau berdiskusi. Peserta hanya mendengarkanproses diskusi dan mungkin
perdebatan yang terjadi antar panelis.

Pada bagian akhir, moderator tidak harus membuat kesimpulan akhir diskusi jika memang pandangan yang berbeda
sangat sulit untuk dipertemukan. Diskusi ini bertujuan untuk merangsang cara berpikir audiens agar memahami
posisi permasalahan antara dua atau lebih pendapat yang berbeda.

3. Konferensi.

Dalam skala yang lebih besar dari seminar, konferensi dapat dilakukan. Tukar pendapat dan saling sanggah dalam
konferensi tidak sebanyak dalam seminar. Semua pihak menyampaikan pandangannya dalam sebuah pidato pakar
yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Konferensi juga mencoba membuat kesepakatan bersama yang nantinya
akan ditandatangani dan menjedi hukum tertulis yang mengikat anggota yang menandatanganinya.

4. Sarasehan atau Simposium.

Sarasean adala sebua diskusi kecil, yang didalamnya berkumpul beberapa praktisi yang memberikansaran tentang
sebuah topik. asil kesimpulan sarasehan tidak mengikat, hanya bersifat himbauan saja.
5. Lokakarya

Lokakarya adalah ertemuan ilmiah kecil yang diadakan guna memecahkan seuatu permasalahan bersama.

6. Kongres

Kongres adalah kumpulan dari wakil-wakil organisasi yang saling mengemukakan pikiran untuk kemudian
membuat kesepakatan bersama.

BIOGRAFI
Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada
sekadar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan
yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut.

Ciri-Ciri Biografi

Adapun ciri-ciri biografi antara lain sebagai berikut..

1. Biografi terdiri dari struktur: orientasi, peristiwa atau masalah, serta reorientasi

2. Berisi informasi fakta dan disajikan dalam bentuk narasi atau cerita

3. Faktualnya (fakta) menurut peristiwa hidup seseorang yang dinarasikan dalam tokoh biografi.

4. Komponen penting dalam teks biografi adalah...

Judul
Menarik dan mengesankan dari kehidupan tokoh yang diceritakan
Mengagumkan dan mengharukan dari kehidupan tokoh yang diceritakan
Dapat dicontoh dan diteladani dari kehidupan tokoh

Struktur Biografi

Struktur biografi adalah sebagai berikut...

1. Orientasi: Orientasi merupakan bagian yang menjelaskan pengenalan tokoh yang berisi gambaran awal tokoh
yang diceritakan dalam biografi tersebut.

2. Peristiwa dan Masalah: Bagian peristiwa atau kejadian yang berisi sebuah peristiwa atau kejadian pernah
dialami, termasuk didalamnya berisi tentang masalah yang pernah dihadapinya dalam tujuan serta cita-citanya. Hal-
hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan mengharukan pernah dialami tokoh diuraikan dalam bagian
ini.

3. Reorientasi: Reorientasi adalah bagian penutup yang berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang bersifat
opsional artinya dapat ada atau tidak.
SEMINAR

A. Penjelasan seminar.

Yang dimaksud dengan seminar adalah pertemuan untuk membahas suatu masalah yang dilakukan secara ilmiah.
Pada seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja yang
sebelumnya telah di persiapkan.

Dalam seminar biasanya pembahasan berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang sudah di siapkan dan disusun
sebelumnya oleh para pembicara, dan tema pembahasan harus sesuai dengan permintaan panitia penyelanggara. Inti
dari pembahasan yang telah di tentukan sebelumnya akan dibahas oleh pembicara seminar secara teoritis dan jika
masalah yang dibahas terlalu luas, maka biasanya akan dibagi menjadi beberapa sub pokok pembahasan.

Pada seminar terdapat moderator yang bertugas memandu jalannya acara dan biasanya moderator akan mencatat
berbagai inti pembicaran mengenai masalah yang dibahas. Seminar akan diawali dengan sebuah pembahasan
mengenai pandangan umum permasalahan yang dibaca oleh moderator, sehingga nantinya tujuan dari seminar dapat
terarah.

Pembahasan masalah pada seminar umumnya membutuhkan waktu yang lama karena bersifat ilmiah. Jadi para
pembicara harus dapat mengendalikan waktu, oleh karena itu hindarilah menjelaskan hal-hal yang tidak terlalu
penting. Lalu setelah pembicara menjelaskan permasalahan, maka biasanya akan di lanjutkan sesi untuk tanya jawab
yang tentunya dipandu oleh moderator seminar. Setelah seluruh pertanyaan terjawab maka moderator akan
menyimpulkan permasalahan yang dibahas dan menutup seminar dengan cara untuk memecahkan masalah yang
dibahas.

Umumnya seminar diadakan bukan untuk menetapkan keputusan terhadap masalah yang dibicarakan. Tapi seminar
diadakan untuk membahas masalah secara menyeluruh dan untuk memecahkan masalah tersebut. Mengadakan
seminar akan lebih baik jika:

Adanya waktu yang cukup untuk melakukan membahasan masalah.


Masalah sudah di rumuskan sebelumnya.
Permasalahan dipecahkan secara sistematis dan juga menyeluruh.
Ketua atau pemimpin seminar sudah memahami metode yang digunakan untuk memecahkan masalah yang
dibahas.
Anggota atau peserta seminar dapat diajak berfikir logis mengani cara pemecahan masalah.

B. Yang terlibat dalam seminar.

Seminar merupakan salah satu jenis diskusi yang tujuannya untuk memecahkan masalah yang ada secara ilmiah, dan
seminar biasanya sering diselenggarakan oleh akademis, baiki tu lembaga akademis atau yang ditawarkan oleh
sebuah organisasi komersial maupun profesional. Adapun yang terlibat dalam seminar biasanya seperti:

Penyaji.
Moderator.
Key speker: pembahasan utama.
Pimpinan.
Anggota atau peserta.
Tim perumus.
Pembawa acara.

C. Susunan acara pada seminar.


Jika akan menyelenggarakan seminar kelas, pertama-tama susunlah organisasi peleksanaannya. Seorang di berikan
tugas untuk melakukan pembahasan secara khusus dari makalah atau kertas kerja yang sudah disiapkan. Seorang di
beri tugas sebagai moderator, lalu yang lainnya diberikan tugas sebagai narasumber dan sebagai notulis yang
nantinya bertugas untuk menyusun laporan. Adapun susunan acara pada seminar yang umumnya sering dibuat:

Laporan ketua.
Penyajian ketua.
Pembahasan oleh pembicara.
Diskusi atau tanya jawab.
Penyimpulan.
Penutupan.

Karena seminar salah satu bentuk diskusi, maka laporan seminarpun merupakan laporan seperti hasil diskusi. Jadi
laporan seminar harus berisi mengenai hal-hal yang memang dianggap penting.

D. Fungsi seminar.

Salah satu fungsi seminar yaitu untuk menyampaikan suatu gagasan ataupun sesuatu yang baru kepada para peserta
seminar dan berharap para peserta dapat memperoleh ilmu dan nantinya dapat dikembangkan lagi untuk
menyelesaikan masalah.

NOTULEN

Pengertian Notulen dan Contoh Notulen | Notulen atau notula adalah pencatatan hasil sebuah rapat. Petugas yang
membuat notulen biasanya disebut pembuat notula (notulis). Peran dan fungsi notulen sengatlah penting sebagai
arsip atas pelaksanaan sebuah rapat. Bila dikemudian hari ada yang membutuhkan hasil rapat, maka bisa membuka
notulen rapat pada saat tersebut. Notulen rapat yang disampaikan dalam laporan berfungsi untuk memperkuat isi
laporan. Laporan hasil diskusi biasanya juga dilengkapi dengan dokumen lain yang digunakan saat diskusi
berlangsung. Misalnya, makalah dari pembicara, foto kegiatan, dan lain-lain. Biasanya notulen juga dapat disertakan
juga daftar hadir peserta serta bahan-bahan lain yang diperlukan. Sesuai dengan keperluan yang diminta. Notulen
ditulis selama kegiatan berlangsung. Notulen berisi keterangan dan catatan hasil diskusi. Seseorang yang menulis
notula disebut notulis.

Tanggal: 19 November 2013


Waktu: Pukul 7.30 s.d. 8.30
Tempat: Aula SMA Negeri 2 Bantaeng
Peserta: Siswa Siswi SMA Negeri 2 Bantaeng
Tema Diskusi: Membangun Generasi Peduli Lingkungan
Tujuan:Memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan upaya penanganan terhadap lingkungan yang
sudah rusak.
Pembicara: Nur Afdan, S.Si dan Muh. Iqbal, S.Pdi
Keua/Moderator: Dimas
Notulis: Aisyah
Peserta yang hadir: 150 orang (daftar peserta terlampir)
Tidak hadir: -

1. Susunan acara
2. Pembukaan
3. Diskusi
4. Penutup
Pokok permasalahan yang dibicarakan:

1. Kerusakan yang terjadi di lereng Gunung Lompobattang.


2. Faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan di lereng Gunung Lompobattang.
3. Akibat yang mungkin ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan tersebut.

Kesimpulan:

1. Menyadarkan mayarakat akan pentimgnya menjaga lingkungan melalui penyuluhan.


2. Menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat.
3. Menegakkan hukum dengan menindak secara tegas para pelaku perusak lingkungan.
4. Melakukan upaya penghijauan kembali pada lahan yang telah rusak.

Bantaeng, 20 November 2013

Notulis, Ketua/Moderator

Aisyah Dimas

PROPOSAL
Proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja (KBBI, 2002), perencanaan secara
sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitian, baik penelitian di lapangan
(field research) maupun penelitian di perpustakaan (library research).

Tujuan Proposal adalah memperoleh bantuan dana,memperoleh dukungan atau sponsor, dan memperoleh
perizinan. Unsur-unsur proposal yaitu, nama/ judul kegiatan, pendahuluan,tujuan, waktu dan tempat, sasaran
kegiatan, susunan panitia, anggaran, penutup, tanda tangan dan nama terang.

FUNGSI PROPOSAL

1. Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi,
budaya, dan sebagainya.
2. Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
3. Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
4. Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
5. Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.

JENIS JENIS PROPOSAL

Secara umum proposal dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:

1. Proposal Bisnis - proposal ini berkaitan dengan dunia usaha baik itu perseorangan maupun kelompok dan
contoh dari proposal ini misalnya proposal pendirian usaha, proposal dalam bentuk kerjasama antar
perusahaan.
2. Proposal Proyek - pada umumnya proposal proyek ini mengacu pada dunia kerja yang berisikan
serangkaian rencana bisnis atau komersil misalnya proposal proyek pembangunan.
3. Proposal Penelitian - Jenis proposal ini lebih sering digunakan di bidang akademisi misalnya penelitian
untuk pembuatan skripsi, tesis dan lainnya.

3. isi dari proposal ini adalah pengajuan kegiatan penelitan.


4. Proposal Kegiatan - yaitu pengajuan rencana sebuah kegiatan bak itu bersifat individu maupun kelompok
misalnya proposal kegiatan pentas seni budaya.

Berdasarkan bentuknya proposal terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

1. Proposal bentuk formal - Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian
pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan
halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian
isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar
(anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan
biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
2. Proposal bentuk non formal - proposal non formal ini tidak selengkap proposal formal dan biasanya
disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat. proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal
berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.
3. Proposal semi formal - jenis proposal ini hampir sama dengan proposal non formal karena tidak selengkap
jenis proposal formal.

UNSUR-UNSUR PROPOSAL

1. Latar belakang masalah, Dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik
kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Selain itu,
dipaparkan secara ringkas tentang teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar, dan diskusi ilmiah
maupun pengalaman pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian,
masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.
2. Rumusan masalah, Rumusan masalah dinyatakan secara tersurat berupa pertanyaan-pertanyaan yang ingin
dicarikan jawabannya. Dalam hal ini hendaknya rumusan masalah disusun secara singkat, padat, jelas, dan
dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel
yang diteliti dan dapat diuji secara empiris.
3. Tujuan penelitian, Tujuan penelitian diungkapkan pada sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian.Tujuan
penelitian mengacu pada rumusan penelitian dan berupa pernyataan.
4. Hipotesis, Hipotesis diajukan berupa jawaban sementara terhadap masalah penelitian agar hubungan antara
masalah yang diteliti dengan kemungkinan jawabannya lebih jelas.Adapun rumusan hipotesis yang baik
hendaknya: dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas,
dapat diuji secara empiris, dan menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih.
5. Asumsi penelitian, Asumsi penelitian adalah anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan
berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Dalam hal ini tidak perlu dibuktikan kebenarannya,
tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil penelitian yang diperolehnya dari orang lain melalui karya
tulisnya.
6. Manfaat penelitian, Manfaat penelitian ditunjukkan untuk mengenai pentingnya penelitian terutama bagi
pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, bagian ini berisi
alasan kelayakan atas masalah yang diteliti.
7. Ruang lingkup, dan Keterbatasan Penelitian Ruang lingkup dan keterbatasan penelitian dikemukakan
karena sering dihadapi keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa harus dilakukan karena alasan-
alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena alasan logistik. keterbatasan penelitian karena kendala
yang bersumber dari adat, tradisi, etika, dan kepercayaan yang tidal memungkinkan peneliti mencari data
yang diinginkan.
8. Kajian pustaka, dan Kajian pustaka memaparkan teori-teori yang disusun berdasarkan kemutakhiran dan
relevansi yang diperlukan dalam penelitian.
9. Definisi operasional. Definisi operasional adalah definisi yang dirumuskan berdasarkan hal yang yang
dapat diamati oleh peneliti. Definisi operasional bukan definisi berdasarkan kamus atau pendapat para ahli.
Hal ini diperlukan terutama untuk istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok dalam
penelitian juga untuk menghindari perbedaan persepsi.

WAWANCARA
Pengertian Wawancara adalah proses tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Pewawancara
disebut sebagai interviewer dan orang yang diwawancarai disebut sebagai interviewee.

| Tujuan Wawancara |

Tujuan Wawancara yaitu, sebagai berikut :


1. Tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan data dari tangan pertama (primer).
2. Tujuan wawancara yaitu sebagai pelengkap teknik pengumpulan lainnya.
3. Tujuan wawancara ialah untuk menguji hasil pengumpulan data lainnya.

| Jenis Jenis Wawancara |

Jenis jenis wawancara terbagi atas ada dua jenis, yaitu :


1. Jenis Wawancara Terpimpin
Pengertian Wawancara Terpimpin adalah wawancara yang tidak terarah. Kelemahan dari wawancara terpimpin ialah
tidak efisien dalam hal waktu, biaya dan tenaga. Keuntungan dari wawancara terpimpin yaitu cocok untuk penelitian
pendahuluan, tidak memerlukan keterampilan bertanya dan dapat memelihara kewajaran suasana.
2. Jenis Wawancara Tidak Terpimpin
Pengertian Wawancara Tidak Terpimpin adalah tanya jawab yang terarah untuk mengumpulkan data-data yang
relevan saja. Kelemahan dari wawancara tidak terpimpin ialah kesan-kesan, seperti angket yang diucapkan serta
suasana menjadi formal dan kaku. Keuntungan wawancara tidak terpimpin yaitu pertanyaan yang diajukan
sistematis, sehingga mudah diolah kembali, pemecahan masalah menjadi lebih mudah, memungkinkan analisis
kuantitatif dan kualitatif dan kesimpulan yang diperoleh lebih reliabel.

Beberapa petunjuk untuk melakukan wawancara yaitu, sebagai berikut :

1. Dalam wawancara, interviewer harus mengenalkan dirinya kepada interviewee, baik itu secara langsung maupun
tidak langsung, serta menyampaikan maksud penelitian untuk kemajuan ilmu dan kepentingan bersama, serta
sekaligus meminta kesediaan kapan waktu wawancara boleh dimulai.
2. Dalam wawancara, interviewer harus menciptakan hubungan baik dengan interviewee dengan cara saling
menghormati, mempercayai, kerja sama, memberi dan menerima.
3. Dalam wawancara, ciptakan suasana santai dan tidak tergesa-gesa dalam mengajukan pertanyaan.
4. Dalam wawancara, interviewer hendaklah menjadi pendengar yang baik dan tidak memotong maupun menggiring
interviewee kepada jawaban yang diharapkan.
5. Dalam wawancara, interviewer harus terampil dalam bertanya. Agar terampil, maka harus mempertimbangkan
hal-hal berikut. Adakanlah pembicaraan pembukaan; gaya bicara jangan berbelit-belit; aturlah nada suara agar tidak
membosankan; sikap bertanya jangan seperti menghakimi atau menggurui; mengadakan parafasa; mengadakan
prodding, artinya penggalian yang lebih dalam, mencatat dan menilai jawaban; aturlah waktu bertanya; jangan lupa
buatlah pedoman sebagai bimbingan untuk mengajukan pertanyaan.