Anda di halaman 1dari 3

Tutorial 1 Skenario A

Tutor :

Moderator : Gillien Padli

Sekretaris Papan : Yogi Kurniawan

Sekretaris Meja : Citra Olivia Dinanti

Nama Anggota : M. Ahsanul Khuluqi

Vinthia Yuriza

M. Aditya Alfarizki

Muhammad Rizqi Firyal

Novinda Mutiara Fajar

Reza Agustiantwo Putra

Astri Ningsih

Klarifikasi Istilah :
1. Hamil Tua : Kondisi kehamilan seseorang atau wanita yang
2. Sectio Cecaria :
3. Resusitasi : Menghidupkan kembali seseorang yang telah Pelahiran janin lewat insisi menembus
dinding abdomen dan uterus
4. Atresia Ani :
5. Meningitis : Radang pada selaput otak
6. Diagnosis : Proses penentuan jenis penyakit berdasarkan tanda atau keluhan penderita.
7. Keluhan : Ungkapan yang mencerminkan penderitaan
8. Kejang Kejang : Kondisi dimana urat atau otot otot terasa kaku dan tegang.
9. Kompensasi : Pencarian keputusan dalam suatu bidang untuk mendapatkan pengganti
kekecewaan
10. Dirujuk :
11. Operasi Pembuatan Anus Buatan :
12. Panas : Suhu tubuh tinggi
Identifikasi Masalah :

1. Ny. Kusuma , 24 tahun, kondisi hamil tua dating ke RS A untuk melahirkan anaknya pada tanggal
yang ia inginkan.
2. Dua hari kemudian Ny. Kusuma melaporkan pada dokter jaga, bahwa perut bayinya kembung
dan muntah muntah dokter jaga mengatakan hal tersebut biasa biasa saja Karena kondisi
semakin buruk pasien diperiksa kembali oleh dokter anak, ternyata bayi Ny. Kusuma mengalami
Atresia Ani.
3. Segera setelah itu bayi Ny. Kusuma dirujuk ke RS B untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan
anus buatan pasien dinyatakan sehat. Sepuluh hari kemudian pasien dating lagi ke RS B dengan
keluah panas dan kejang kejang yang didiagnosis meningitis oleh dokter Anak RS B.
4. Dokter anak RS B menyatakan kepada orang tua pasien bahwa meningitis tersebut terjadi akibat
kesalahan dokter di RS A.yang terlambat mendiagnosis atresia ani.
5. Walaupun berdasarkan teori yang ada, tidak ada hubungannya antar kejadian

Analisis pertanyaan :

1. A. Tepatkan keputusan medic yang diambil oleh dokter ahli kebidanan terhadap Ny. Kusuma?
b. Apa yang dimaksud dengan keputusan medic?
c. Apa saja hal hal yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan medic?
d. Bagaimana tahapan keputusan medic yang tepat?
e. Pandangan Islam mengenai pengambilan keputusan yang tepat?

2. a. Tepatkah apa yang dilakukan oleh dokter jaga dan dokter anak?

b. Apakah tindakan yang diambil oleh dokter jaga itu sesuai dengan

c. Apa saja hak dan kewajiban pasien?

d. Apa saja hak dan kewajiban dokter?

e. Bagaimana cara melakukan diagnosis?

3. a. Hal hal apa saja yang harus diperhatikan dalam merujuk pasien?

b. Prosedur apa saja yang harus dilakukan pada pasien sebelum melakukan tindakan operasi?

c. Apa yang dimaksud dengan informed consent?

d. Apa saja yang dimaksud dengan persetujuan dan permintaan tindakan medis?
4. a. Apakah tindakan dokter RS B sudah sesuai dengan etika komunikasi sesama dokter?

b. Bagaimana komunikasi sesame dokter yang baik?

c. Apa yang dimaksud dengan KODEKI?

d. Apakah tindakan dokter RS B telah sesuai dengan KODEKI?

e. Apa saja sanksi sanksi jika melanggar KODEKI?

f. Apa yang dimaksud dengan Sumpah Hipocrates?

g. Mengapa orang tua pasien menuntut dokter anak di RS A?

h. Apa yang dimaksud dengan sengketa medis?

i. Bagaimana prosedur penyelesaian sengketa medis?

j. Bagaimana pandangan Islam mengenai komunikasi?

5. a. Apa yang seharusnya dilakukan oleh pimpinan RS A?

b. Apa yang seharusnya dilakukan oleh keluarga pasien?

c. Bagaimana Kode Etik Rumah Sakit Indonesia?

d. Bagaimana pedoman dasar imbalan jasa dalam praktik kedokteran?

Hipotesis : Ny. Kusuma mengalami sengketa medic dikarenakan pengambilan keputusan klinis yang
kurang tepat dan kurangnya komunikasi medik antara dokter dan pasien.

Kerangka Konsep :