Anda di halaman 1dari 10

Tugas Kelompok Dosen Pembimbing

Manajemen Dinamika Kelompok

MAKALAH
Manajemen Dinamika Kelompok

DISUSUN OLEH KELOMPOK II


ARIS FEBRIANTO
BETTY AUGUSTTA
BILLARDO NADA
NURAINI
YESSI YULIANTI
YESSY HERNA

JURUSAN MANAJEMEN S1
FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Sejarah berdirinya Perusahaan Listrik Negara ini dilatar belakangi oleh

beberapa factor kebutuhan manusia terhadap listrik antara lain sebagai penerangan

untuk melangsungkan kehidupan ini.

Pada tahun 1927 pemerintah Belanda membentuk LWB yaitu perusahaan

listrik Negara yang mengelola PLTA pelanggan, PLTA Lamajan, PLTA Bangkok dan

PLTU di Jakarta.

Pemerintah Belanda menyerah kepada Jepang dalam perang dunia ke II, maka

Indonesia dikuasai oleh Jepang perusahaan listrik dan gas juga dikuasai oleh Jepang.

B. Rumusan masalah

C. Tujuan dan manfaat


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah PT. PLN (Persero) di Indonesia

Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai


ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan
pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri. Antara tahun 1942-1945
terjadi peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah
Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat
Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh
listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan
KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-
perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden
Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan
Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.
Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN
(Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan
kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan
negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara
dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.
Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik
Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang
Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi
kepentingan umum.
Tahun 1972, Pemerintah Indonesia menetapkan status Perusahaan Listrik Negara
sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Tahun 1990 melalui Peraturan Pemerintah
No. 17, PLN ditetapkan sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan.

Tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk


bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik. Sejalan dengan kebijakan di atas, pada bulan
Juni 1994 status PLN dialihkan dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan
(Persero).
Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor
swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN
beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai
Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dalam menyediakan listrik bagi
kepentingan umum hingga sekarang.
Setelah terbentuk menjadi persero di tahun 1992, PT. PLN (persero) memiliki
beberapa aktifitas bisnis, antara lain:

a. Di bidang Pembangkitan listrik

Pada akhir tahun 2003 daya terpasang pembangkit PLN mencapai 21.425 MW yang
tersebar di seluruh Indonesia.

Kapasitas pembangkitan sesuai jenisnya adalah sebagai berikut :

- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), 3.184 MW

- Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 3.073 MW

- Pembangkit Llistrik Tenaga Uap (PLTU), 6.800 MW

- Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), 1.748 MW

- Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), 6.241 MW

- Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), 380 MW

b. Di bidang Transmisi dan Distribusi Listrik

Di Jawa-Bali memiliki Sistem Interkoneksi Transmisi 500 kV dan 150 kV sedangkan


di luar Jawa-Bali PLN menggunakan sistem Transmisi yang terpisah dengan tegangan 150
kV dan 70 kV.

Pada akhir tahun 2003, total panjang jaringan Transmisi 500 kV, 150 kV dan 70 kV
mencapai 25.989 kms, jaringan Distribusi 20 kV (JTM) sepanjang 230.593 kms dan Jaringan
Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 301.692 kms.

c. Sistem Kontrol

Pengaturan daya dan beban Sistem Ketenagalistrikan di Jawa-Bali dan supervisi


pengoperasian sistem 500 kV secara terpadu dilaksanakan oleh Load Dispatch Center / Pusat
Pengatur Beban yang terletak di Gandul, Jakarta Selatan. Pengaturan operasi sistem 150 kV
dilaksanakan oleh Area Control Center yang berada di bawah pengendalian Load Dispatch
Center. Di Sistem Jawa-Bali terdapat 4 Area Control Center masing-masing di Region
Jakarta dan Banten, Region Jawa Barat, Region Jawa Tengah & DI Yogyakarta dan Region
Jawa Timur & Bali.
Cakupan operasi PLN sangat luas meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari
13.000 pulau.

2.2. Visi PT. PLN (Persero)


Diakui sebagai pengelola ketenagalistrikan yang efisien, handal dan berkualitas di
wilayah Indonesia Timur dengan mengedepankan kearifan local.

2.3. Misi PT. PLN (Persero)


1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada
kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan
masyarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

Motto PT. PLN (Persero)


Listrik untuk kehidupan yang lebih baik.

2.4. Teori Dinamika kelompok


Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain
yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Dinamika kelompok
juga dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu
bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-
ubah. Dinamika kelompok mempunyai beberapa tujuan, antara lain:
A. Tujuan Dinamika Kelompok
Tujuan adanya dinamika kelompok adalah untuk :
a. Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap
anggota kelompok yang lain, sehingga dapat menimbulkan rasa saling
menghargai;
b. Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling menghormati
dan saling menghargai;
c. Menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota
kelompok;
d. Menimbulkan adanya itikad yang baik diantara sesama anggota
kelompok

Proses dinamika kelompok mulai dari individu sebagai pribadi yang masuk ke dalam
kelompok dengan latar belakang yang berbeda-beda, belum mengenal antar individu yang
ada dalam kelompok. Mereka membeku seperti es. Individu yang bersangkutan akan
berusaha untuk mengenal individu yang lain. Es yang membeku lama-kelamaan mulai
mencair, proses ini disebut sebagai ice breaking. Setelah saling mengenal, dimulailah
berbagai diskusi kelompok, yang kadang diskusi bisa sampai memanas, proses ini disebut
storming. Storming akan membawa perubahan pada sikap dan perilaku individu, pada
proses ini individu mengalami forming. Setiap kelompok harus ada aturan main yang
disepakati bersama oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua anggota
kelompok, proses ini disebut norming. Berdasarkan aturan inilah individu dan kelompok
melakukan berbagai kegiatan, proses ini disebut performing.

Jika dilihat dari asal katanya, dinamika memiliki arti tenaga/kekuatan yang selalu
bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap setiap keadaan
keadaan. Sedangkan kelompok merupakan kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan
sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama.

Dengan demikian dinamika kelompok merupakan sebuah konsep yang


menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat
menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah. Selain itu dinamika kelompok
dapat juga diartikan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu,
memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat
berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Berdasarkan pernyataan diatas maka
dinamika kelompok pada dasarnya merupakan proses-proses kelompok yang
menggambarkan semua hal yang terjadi dalam kelompok akibat adanya interaksi individu-
individu yang ada dalam kelompok itu.

Dinamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam
sebuah kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:

Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. (Bagaimanapun


manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.)

a. Memudahkan segala pekerjaan. (Banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan

tanpa bantuan orang lain)

b. Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban

pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesien.
(pekerjaan besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing / sesuai

keahlian)

c. Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat (setiap individu bisa

memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam

masyarakat)

Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun

memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam

kelompok tersebut.

a. Kelebihan Kelompok

Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi &

pendapat anggota yang lain. Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan

kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi. Kemampuan secara

emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah disepakati kelompok.

b. Kekurangan Kelompok

Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau

jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas dan

kuantitas pertemuan.

2.5. Contoh Dinamika Kelompok di PT. PLN (Persero)


contoh hubungan dengan pekerja misalnya, dengan memperhatikan kesejahteraan
pekerja beserta keluarganya, mendukung serikat pekerja dan menghindari hal-hal yang dapat
menimbulkan ketidakadilan pada pekerja dapat meningkatkan hubungan antara pekerja dan
perusahaan. Dalam hal ini pekerja akan merasa lebih di hargai, nyaman dan
hubungannya tidak sekedar dia bekerja menerima upah tetapi dapat menimbulkan
loyalitas terhadap perusahaan. Hal ini akan meningkatkan kinerja dan produktivitas
pekerja yang tentu saja akan meningkatkan produktivitas perusahaan.
2.6. Cara mengatasi konflik yang ada di PT. PLN (Persero)
Cara mengelola konflik bergantung pada jenis konflik, karakteristik orang-orang yang
terlibat didalamnya, keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik, isu yang
menimbulkan konflik, serta ketersediaan waktu dan tenaga. Strategi penyelesaian konflik
mempertimbangkan dimensi kerja sama atau tidak kerja sama, dan dimensi bertindak tegas
atau tidak tegas.
Keempat dimensi tersebut melahirkan lima metode penyelesaian konflik, yaitu
metode bersaing yang dapat digunakan apabila anda percaya bahwa anda memiliki lebih
banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak
ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik yang
baru.
Metode kedua adalah Berkolaborasi di mana pihak-pihak pada suatu konflik masing-
masing sangat berkeinginan untuk memuaskan sepenuhnya kepentingan dari semua pihak.
Metode ketiga adalah Menghindar. Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau
masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak
seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya.
Metode keempat adalah Mengakomodasi, memberi kesempatan pada orang lain untuk
mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang
lain. Strategi kelima adalah Kompromi, masing-masing memberikan dan menawarkan
sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan
kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak. Nah, kenalilah konflik
dan temukan strategi yang tepat untuk mengatasinya.
BAB 3
PENUTUP
DAFTAR
http://www.intipsejarah.com/2014/10/sejarah-berdirinya-pt-pln-persero.html
Kozier, B., et al. 1997. Professional Nursing Practice: Concepts and Perspective.3rd edition.
California: Addison Wesley Longman
Ratna, S.,dkk. 2003. Dinamika Kelompok. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Santosa, S. 2004. Dinamika Kelompok. Jakarta: PT Bumi Aksara