Anda di halaman 1dari 5

TEKANAN DARAH

Pengertian Tekanan Darah

Tekanan darah adalah tekanan yang ditimbulkan pada dinding arteri. Tekanan sistolik
adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung. Istilah ini secara khusus
digunakan untuk merujuk pada tekanan arterial maksimum saat terjadi kontraksi pada lobus
ventrikular kiri dari jantung. Rentang waktu terjadinya kontraksi disebut systole.Tekanan
diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung tidak sedang berkonstraksi atau
beristirahat. Pada kurva denyut jantung, tekanan diastolik adalah tekanan darah yang
digambarkan pada rentang di antara grafik denyut jantung. Tekanan darah adalah tekanan
yang dihasilkan oleh darah dari system sirkulasi atau sistem vaskuler terhadap dinding
pembuluh darah (James, 2008).

Tekanan darah biasanya digambarkan sebagai rasio tekanan sistolik terhadap tekanan
diastolik. Sebagai contoh, tekanan darah pada angka 120/80 menunjukkan tekanan sistolik
pada nilai 120 mmHg, dan tekanan diastolik pada nilai 80 mmHg. Nilai tekanan darah pada
orang dewasa normalnya berkisar dari 100/60 sampai 140/90. Rata-rata tekanan darah
normal biasanya 120/80 (Smeltzer & Bare, 2001).

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-
anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.
Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat
melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga
berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu
dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-
kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat
istirahat.

Menurut Hayens (2003), tekanan darah timbul ketika bersikulasi di dalam pembuluh
darah. Organ jantung dan pembuluh darah berperan penting dalam proses ini dimana
jantung sebagai pompa muskular yang menyuplai tekanan untuk menggerakkan darah, dan
pembuluh darah yang memiliki dinding yang elastis dan ketahanan yang kuat.

Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung.
Pada metode langsung, kateter arteri dimasukkan ke dalam arteri. Walaupun hasilnya
sangat tepat, akan tetapi metode pengukuran ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan
masalah kesehatan lain (Smeltzer & Bare, 2001). Bahaya yang dapat ditimbulkan saat
pemasangan kateter arteri yaitu nyeri inflamasi pada lokasi penusukkan, bekuan darah
karena tertekuknya kateter, perdarahan ekimosis bila jarum lepas dan tromboplebitis.
Sedangkan pengukuran tidak langsung dapat dilakukan dengan menggunakan
sphygmomanometer dan stetoskop. Sphygmomanometer tersusun atas manset yang dapat
dikembangkan dan alat pengukur tekanan yang berhubungan dengan rongga dalam manset
(Smeltzer & Bare, 2001). Alat ini dikalibrasi sedemikian rupa sehingga tekanan yang terbaca
pada manometer seseuai dengan tekanan dalam milimeter air raksa yang dihantarkan oleh
arteri brakialis. hymomanometer memiliki dua jenis, yaitu spymomanometer manual yang
menggunakan air raksa dan sphygmomanometer digital. Penggunaan spymomanometer
digital lebih mudah dibandingkan menggunakan spymomanometer manual. Namun
dibutuhkan dua kali pengukuran untuk mengetahui ketepatan hasil pengukuran tekanan
darah.

Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah

Tekanan darah tidak konstan namun dipengaruhi oleh banyak faktor secara kontinu
sepanjang hari. Tidak ada pengukuran tekanan darah yang adekuat menunjukkan tekanan
darah klien. Meskipun saat dalam kondisi yang paling baik, tekanan darah berubah dari satu
denyut jantung ke denyut lainnya (Perry &Potter,2005). Faktor-faktor yang mempengaruhi
tekanan darah menurut Perry and Potter (2005) adalah :

1. Usia
Tingkat normal tekanan darah bervariasi sepanjang kehidupan. Tingkat tekanan
darah anak-anak atau remaja dikaji dengan memperhitungkan ukuran tubuh dan usia
(Task Force on Blood Pressure Control in Children, 1987) Anak- anak yang lebih besar
(lebih berat atau lebih tinggi) tekanan darahnya lebih tinggi daripada anak-anak yang
lebih kecil dari usia yang sama. Tekanan darah akan meningkat sejalan dengan
bertambahnya usia. Hal ini berhubungan dengan berkurangnya elastisitas pembuluh
darah arteri. Dinding arteri akan semakin kaku, sehingga tahanan pada arteri akan
semakin besar dan meningkatkan tekanan darah. Kemampuan jantung memompa
darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun, hal ini menyebabkan
menurunnya kontraksi dan volume kehilangan elastisitas pembuluh darah karena
kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi, perubahan posisi tidur
ke duduk, duduk ke berdiri bias mengakibatkan tekanan darah menurun menjadi mmHg
yang mengakibatkan pusing mendadak, tekanan darah meninggi diakibatkan oleh
meningkatnya resistensi dari pombuluh darah perifer (Nugroho, 2000).
2. Stress
Ansietas, takut, nyeri, dan stress emosional akan merangsang saraf simpatik, yang
meningkatkan frekuensi darah, curah jantung, dan tahanan perifer. Efek stimulasi
simpatik meningkatkan tekanan darah.
3. Ras
Frekuensi hipertensi pada orang Afrika Amerika lebih tinggi dibanding pada orang
Eropa Amerika. Kematian yang dihubungkan dengan hipertensi juga lebih banyak pada
orang Afrika Amerika. Kecenderungan populasi ini terhadap hipertensi diyakini
berhubungan dengan genetik dan lingkungan.
4. Medikasi
Banyak medikal yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan
dengan tekanan darah. Salah satu golongan medikasi yang dapat mempengaruhi
tekanan darah adalah analgesik narkotik, yaitu dapat menurunkan tekanan darah.
5. Variasi Diurnal
Tingkat tekanan darah berubah-ubah sepanjang hari. Tekanan darah biasanya
rendah pada pagi-pagi sekali, secara berangsur-angsur naik pagi menjelang siang dan
sore, dan mencapai puncaknya pada senja atau malam. Tidak ada orang yang pola dan
derajat variasinya sama.
6. Jenis Kelamin
Secara klinis tidak ada perbedaan yang signifikan dari tekanan darah pada laki-laki
atau perempuan. Setelah pubertas, pria cenderung memiliki bacaan tekanan darah
yang lebih tinggi. Setelah menopause, wanita cenderung memiliki tekanan darah yang
lebih tinggi daripada pria pada usia tersebut.

Cara Mengukur Tensi Darah

Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri
darah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah
dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut 120 /80 mmHg.
Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung,
dan disebut tekanan sistolik (tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung). Nomor
bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat diantara pemompaan, dan
disebut tekanan distolik (tekanan darah pada saat jantung tidak sedang berkonstraksi atau
beristirahat).

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-
anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.
Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat
melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga
berbeda. Paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu
dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-
kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat
istirahat.

1. Alat pengukur tekanan darah yang baik untuk dipakai


Alat pengukur tekanan darah atau sfigmomanometer ada 3 jenis: yang
menggunakan air raksa, jenis jarum dan jenis digital. Pengukur yang paling ideal adalah
yang menggunakan air raksa. Namun penggunaannya harus benar. Bila tidak terampil
menggunakan sebaiknya memakai pengukur tekanan darah jenis digital, namun
sebaiknya sering dikalibrasi untuk lebih yakin alat pengukur tekanan darah digital Anda
masih berfungsi dengan baik.

Gambar 2. Tensi Jarum

Gambar 1. Tensi air raksa

Gambar 4. Stetoskop
Gambar 3. Tensi Digital

2. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah


Sebaiknya sebelum dilakukan pemeriksaan pastikan kandung kemih anda kosong
dan hindari konsumsi kopi, alkohol dan rokok, karena semua hal tersebut akan
meningkatkan tekanan darah dari nilai sebenarnya. Sebaiknya istirahat duduk dengan
tenang selama 5 menit sebelum pemeriksaan dan jangan berbicara saat pemeriksaan.
Tenangkan pikiran anda, karena pikiran yang tegang dan stress akan meningkatkan
tekanan darah.
3. Posisi yang baik saat melakukan pengukuran tekanan darah
Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk dengan siku
lengan menekuk di atas meja dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas dan
posisi lengan sebaiknya setinggi jantung.
4. Prosedur pemeriksaan tekanan darah
Setelah memperhatikan beberapa hal di atas, pemeriksaan tekanan darah dapat
dilakukan. Beberapa langkah yang dilakukan pada pemeriksaan tekanan darah
menggunakan sfigmomanometer air raksa :
Pasanglah manset pada lengan atas, dengan batas bawah manset 2-3 cm dari
lipat siku dan perhatikan posisi pipa manset yang akan menekan tepat di atas
denyutan arteri dilipat siku ( arteri brakialis).
Letakkan stetoskop tepat di atas arteri brakialis.
Rabalah pulsasi arteri pada pergelangan tangan (arteri radialis).
Pompalah manset hingga tekanan manset mencapai 30 mmHg setelah pulsasi
arteri radialis menghilang.
Bukalah katup manset dan tekanan manset dibiarkan menurun perlahan dengan
kecepatan 2-3 mmHg/detik.
Bila bunyi pertama terdengar, ingatlah dan catatlah sebagai tekanan sistolik.
Bunyi terakhir yang masih terdengar dicatat sebagai tekanan diastolik.
Turunkan tekanan manset sampai 0 mmHg, kemudian lepaskan manset