Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

PERANCANGAN UNIT PENGOLAHAN

INDUSTRI PENGOLAHAN TAHU

OLEH

Lalu Noval Urbaya J1A014051


Mirriyadhil Jannah J1A014067
Nifo Winona Al Gasyiya J1A014079
Reza Zam Zami Amin J1A014103
Rizki Ameliya J1A014107
Roni Kurnia Putra J1A014109

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2017
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tahu merupakan salah satu makanan yang terbuat dari kedelai dengan kandungan
protein tinggi. Tahu banyak di konsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat mulai dari
tingkat rendah hingga menengah atas. Hampir 80 % kedelai dibutuhkan untuk memenuhi
kebutuhan industri tahu dan tempe, sedangkan sisanya digunakan oleh berbagai macam
industri seperti kecap, susu kedelai, makanan ringan dan sebagainya.
Industri pembuatan tahu hingga sejauh ini masih termasuk industri skala kecil atau
rumah tangga. Tingginya minat konsumen terhadap tahu seharusnya semakin
meningkatkan industri pengolahan tahu. Yang pada awalnya hanya industri rumahan harus
meningkat menjadi industri lebih besar untuk mencukupi kebutuhan pasar akan adanya
tahu. Peningkatan industri harus diiringi dengan peningkatan peralatan yang menunjang
proses produksi, sehingga akan dihasilkan tahu dengan kuantitas dan kualitas yang lebih
besar dalam waktu yang cepat.
Peningkatan produksi tahu dalam suatu industri harus memperhatikan beberapa hal
diantaranya yaitu pemilihan proses, neraca massa, neraca energi dan utilitas, spesifikasi
peralatan dan tata letak peralatan. Dalam rangka meningkatkan dan memperbaiki suatu
industri maka harus dilakukan suatu scale up atau peningkatan skala pada industri yang
telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, penulisan dan penyusunan makalah ini sangat
penting untuk memberikan informasi mengenai proses produksi tahu skala besar dengan
efisiensi peralatan yang canggih dan modern.

Tujuan
Adapun tujuan penulisan dan penyusunan makalah ini adalah untuk memberikan
informasi mengenai alternative pemilihan proses, neraca massa, neraca energi dan utilitas,
spesifikasi peralatan dan tata letak peralatan pada industri pengolahan tahu.
DESKRIPSI PRODUK

Tahu adalah gumpalan protein kedelai yang diperoleh dari hasil penyaringan kedelai
yang telah digiling dengan penambahan air. Berdasarkan pustaka kuno dari Cina dan
Jepang, pembuatan tahu dan susu kedelai pertama kali diperkenalkan oleh Liu An pada
tahun 164 SM pada zaman dinasti Han.seperti tempe, tahu juga dikenal sebagai makanan
rakyat karena harganya yang murah, dapat dijangkau oleh masyarakat lapisan bawah
sekalipun. Selain harganya murah, tahu disukai karena dapat diolah menjadi berbagai
macam menu dan masakan misalnya tahu goreng, tahu isi, bistik tahu, semur tahu,
perkedel tahu, kari tahu, gulai tahu, tahu campur, dan bakso tahu.

Selain sebagai sumber protein, tahu juga mengandung zat gizilainnyayang


diperlukan oleh tubuh seperti lemak, vitamin dan mineral. Kadar lemak tahu memang tidak
tinggi, sekitar 4,3%. Namun, lemak tahu tergolong bermutu tinggi karena 80% dari asam
lemak penyusunnnya terdiri dari asam lemak tak jenuh. Kadar asam lemak produk ini
hanya sekitar 15% dan tidak mengandung kolesterol. Kedelai juga mengandung asam
lemak linoleat yang tinngi. Asam lemak ini termasuk asam lemak esensial. Disamping itu,
juga terdapat lesitin yang dapat mengurangi penimbunan asam lemak lain maupun
kolesterol yang terakumulasi dalam organ-organ tubuh tubuh seperti pembuluh darah. Oleh
karenanya, tahu sangat baik untuk diet bagi orang yang berkolesterol tinggi.
Adanya kandungan protein yang cukup tinggi dan lemak, tahu termasuk produk yang
mudah atau cepat busuk. Protein dan lemak tersebut merupakan media yang baik untuk
pertumbuhan jasad renik pembusuk seperti bakteri. Dalam suhu ruang ruang dan tanpa
kemasan, umur simpan tahu hanya 1-2 hari. Lebih dari waktu tersebut rasanya menjadi
asam, lalu berangsur-angsu menjadi busuk. Untuk mengatasinya, cara perebusan atau
kemudian perendaman dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpan tahu sampai 3-
4 hari. Sementara pendinginan dapat mempertahankan umur simpan tahu sekitar 5 hari.
Proses pembuatan tahu terdiri dari dua bagian, yaitu pembuatan susu kedelai dan
penggumpalan proteinnya. Susu kedelai dibuat dengan merendam kedelai dalam air bersih.
Perendaman dimaksudkan untuk melunakkan struktur selular kedelai sehingga mudah
digiling dan memberikan dispersi dan suspensi bahan padat kedelai lebih baik pada waktu
ekstraksi. Perendaman juga dapat mempermudah pengupasan kulit kedelai akan tetapi
perendaman yang terlalu lama dapat mengurangi total padatan.
FLOWCHART PEMBUATAN TAHU
Kedelai 100 kg

Penyortiran

Air untuk mencuci Pencucian Air limbah

Kedelai bersih

Air Perendaman Air limbah

Kedelai rendaman

Penirisan

Air Penggilingan

Bubur kedelai

Perebusan/pemasakan
(70-80 oC)

Penyaringan

Penambahan garam/asam
cuka

Endapan tahu dan cairan

Pengepresan Air limbah

Pencetakan

Tahu
DESKRIPSI FLOWCHART

1. Penyortiran
Penyortiran kedelai dilakukan secara manual menggunakan pekerja. Kedelai dilirkan dari
penampungan bahan baku melalui belt konveyor. Kedelai yang dipilih harus bersih dan
ukuran kedelai yang besar dan seragam. Penyortiran dilakukan untuk mencegah adanya
kotoran berupa batu dan biji kedelai yang rusak (tidak layak pakai).
2. Pencucian
Kedelai yang mengalami tahap pencucian untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang
masih menempel berupa debu pada kedelai sehingga tidak mengganggu dalam proses
penggilingan ataupun tahap-tahap lainnya. Proses pencucian yang digunakan untuk mencuci
harus memakai air yang bersih dan higienis terutama dengan menggunakan air mengalir. Pada
proses pencucian ini, alat yang digunakan sama dengan alat yang digunakan dalam proses
penyortiran, dan dibagian atas langit-langit terdapat pipa yang berfungsi untuk mengalirkan
air untuk pencucian kedelai.
3. Perendaman dan penirisan
Pada tahapan ini, kedelai dimasukkan ke dalam sebuah wadah tabung berukuran yang
berisi air dan kedelai direndam selama kurag lebih 3 jam. Jumlah air yang dibutuhkan
tergantung dari jumlah kedelai, intinya kedelai harus terendam semua. Tujuan dari
perendaman ini adalah untuk mempermudah proses penggilingan sehingga dihasilkan bubur
kedelai yang kental. Selain itu, perendaman juga dapat membantu mengurangi jumlah zat
antigizi (Antitripsin) yang ada pada kedelai. Zat antigizi yang ada dalam kedelai ini dapat
mengurangi daya cera protein pada produk tahu sehingga perlu diturunkan kadarnya. Proses
perendaman dilakukan di dalam tabung yang berukuran besar yang dilengkapi dengan alat
peniris tempat meletakkan kedelai. Setelah kedelai menjadi empuk/lunak, penirisan perlu
dilakukan untuk mengurangi kandugan air yang masih banyak terdapat pada bahan. Alat
peniris dilengkapi dengan gantungan (tuas), sehingga setelah melalui proses perendaman,
penirisan perlu dilakukan dengan menarik tuas yang tersambung dengan peniris sehingga alat
peniris menjadi terangkat. Kemudian setelah ditiriskan, kedelai dialirkan menuju ke tahap
selanjutnya.
4. Penggilingan dan penambahan air sedikit
Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kedelai
dengan tenaga penggerak motor listrik. Mesin penggilingan ini menggunakan mesin pembuat
tahu otomatis. Tujuan penggilingan ini adalah untuk memperoleh bubur kedelai yang
kemudian dimasak sampai mendidih. Saat proses penggilingan biasanya ditambahkan dengan
air sedikit demi sedikit untuk mendapatkan kekentalan bubur yang diinginkan. Proses
penggilingan bubur kedelai kemudian dialirkan menuju panci secara otomatis untuk dilakukan
perebusan.
Kedelai yang masuk ke mesin pemisahan ampas dan sari tahu akan memalui beberapa
proses yaitu saat kedelai masuk mesin, akan di campur dengan air sesuai takaran, dan setelah
itu dilakukan pemisahan, hasil pemisahan berupa ampas tahu di buang ke tempat
penampungan, dan sari tahu akan ke tahap selanjutnya.
5. Perebusan/pemasakan
Proses perebusan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendenaturasi protein dari kedelai
sehingga protein mudah terkoagulasi saat penambahan asam. Titik akhir perebusan ini
ditandai dengan timbulnya gelembung-gelembung panas dan mengentalnya larutan/bubur
kedalai. Proses perebusan ini dilakukan otomatis pada mesin pembuat tahu otomatis dimana
pada bagian perebusan di bagian bawah pancinya sudah dilengkapi dengan alat pemanas di
dalamnya sampai bubur menjadi mendidih. Pada tahap ini kedelai yang telah dihaluskan tadi
dimasukkan ke dalam wadah besar untuk dimasak sampai matang. Dengan suhu 90 oC. Pada
saat pemasakan campurkan sari bahari agar tahu mengembang sesuai takaran.
6. Penyaringan
Kedelai yang masuk ke mesin pemisahan ampas dan sari tahu akan memalui beberapa
proses yaitu saat kedelai masuk mesin, akan di campur dengan air sesuai takaran, dan setelah
itu dilakukan pemisahan, hasil pemisahan berupa ampas tahu di buang ke tempat
penampungan, dan sari tahu akan ke tahap selanjutnya. Proses penyaringan disertai dengan
proses pengadukan:
a) Tahap pengadukan yang pertama, dengan putaran cepat
b) Tahap pengadukan yang kedua dengan adukan lebih merata dan putaran lambat:
c) Tahap penyaringan air dengan cara disedot ke atas dan meninggalkan endapat tahu;
d) Tahap penuangan ke cetakan yang telah disesuaikan
7. Pencetakan dan pengepresan
Proses ini merupakan tahap akhir dalam proses pembuatan tahu. Setelah melalui tahap
pengadukan dan penyedotan, tahu akan dicetak sesuai ukuran dan akan berjalan melalui
konveyor untuk tahap pengepresan kemudian ke tahap pemotongan perbagian tahu dengan
menggunakan mesin pemotong otomatis.
NERACA MASSA

1. Tahap perendaman
Perbandingan kedelai : air = 1:4
Asumsi semua kulit ari terpisah (10% dari berat biji) dan air yang terserap 40% dari berat
biji kedelai kering.
Berat kedelai kering = 100 kg
Air yang terserap = 40% x 100 kg
= 40 kg
Kulit ari = 10% x 100 kg
= 10 kg
Air perendaman = 4 x berat kedelai kering
= 4 x 100 kg
= 400 kg
Air yang terbuang = air perendaman air yang terserap
= 400 kg 40 kg
= 360 kg
Masuk keluar
Kedelai : 100 kg kedelai : 130 kg
Air perendaman : 400 kg kulit ari : 10 kg
Air : 360 kg
500 kg 500 kg
2. Tahap penggilingan
Pada tahap ini, perbandingan antara kedelai dengan air = 1:10
Masuk keluar
Kedelai : 130 kg slurry : 1430 kg
Air : 1300 kg
1430 kg 1430 kg
3. Tahap pemasakan
Pada tahap ini, diasumsikan air yang menguap selama pemasakan 1% dari slurry
Masuk keluar
Slurry : 1430 kg slurry : 1415,7 kg
Air (1%) : 14,3 kg
1430 kg 1430 kg
4. Tahap penyaringan
Masuk keluar
Slurry : 1415,7 kg filtrat (60%) : 849,42 kg
Ampas (40%) : 566,28 kg
1415,7 kg 1415,7 kg
5. Tahap penggumpalan
Pada tahap ini, curd yang diperoleh diperkirakan sekitar 40 % dari filtrat. Penggumpalan
menggunakan asam cuka dengan konsentrasi 1%.
Curd = 40% x filtrat
= 40% x 849,42 kg
= 339,768 kg
Masuk keluar
Filtrat : 849,42 kg curd : 339,768 kg
Asam cuka (1%) : 8,4942 kg whey : 518,1462 kg
857,9142 kg 857,9142 kg
6. Tahap pengempaan dan pencetakan dan
Masuk keluar
curd : 339,768 kg tahu (88%) : 298,99584 kg
air (12%) : 40,77216 kg
339,768 kg 339,768 kg
Teknologi Energi
Air
1300 kg
Kulit ari 10 kg

Kedelai
Kedelai : 100 kg Perendaman 130 kg Penggilingan
Air perendam : 400 kg

Slury 1430 kg

Air 360 kg
Pemasakan
Air 14,3 kg

Slury 1415,7 kg

Penyaringan
Ampas 566,28 kg

Filtrat 849,42 kg

Asam cuka 8,4942 kg Penggumpalan Whey 518, 142


kg
Curd 339,768 kg

Pengempaan
dan Pencetakan Air 40,77216 kg

Tahu 298,99584 kg
SPESIFIKASI PERALATAN

1. Deskripsi Timbangan

Timbangan yang digunakan pada industri pengolahan tahu berdasarkan ruang


pemakaiannya ada dua yaitu timbangan di ruang penyortiran dan timbangan di ruang
pengemasan. Kedua timbangan ini merupakan jenis timbangan duduk. Timbangan duduk
yaitu timbangan dimana benda yang ditimbang dalam keadaan duduk atau sering kita
ketahui Platform Scale. Meskipun memiliki jenis yang sama, namun timbangan tersebut
memiliki bentuk dan kapasitas yang berbeda. Timbangan duduk di ruang penyortiran
merupakan timbangan duduk nagata dengan tipe A 500 W dengan kapasitas 500 kg.
Platform timbangan ini memiliki luas 60 cm x 80 cm. Sedangkan timbangan duduk di
ruang pengemasan merupakan timbangan duduk nagami. Timbangan ini memiliki
kapasitas 5 Kg, 10 Kg dan 20 Kg dan Pan size 23 cm x 23 cm. Harga alat ini yaitu Rp.
5.200.000,00.
2. Conveyor Pemilah biji kedelai
Proses penyortiran dan pencucian menggunakan alat Autocad Belt Conveyor. Alat ini
terdiri dari sabuk yang tahan terhadap pengangkutan bahan padat. Sabuk yang digunakan terbuat
dari karet, plastik, kulit ataupun logam yang tergantung dari jenis dan sifat bahan yang akan
diangkut. Dalam proses pembuatan tahu ini, sabuk yang digunakan terbuat dari logam. Hal ini
disebabkan karena bahan logam tahan terhadap karat, material penyusun kaku, keras dan tidak
mudah mencemari bahan. Pada tahap pencucian, bahan yang berada diatas conveyor di berikan
air yang mengalir dari pipa-pipa dengan tekanan kecil sehingga dapat menembus bahan dan
membersihkan bahan tersebut. Spesifikasi alat ini adalah dengan diameter 1550x1200x1200 mm,
bahan hopper mild steel, motor penggerak Pk, dengan kapasitas produk 150kg/jam. Harga dari
mesin ini adalah Rp. 10.000.000,00.
3. Mesin pengangkat bubur tahu

Hydraulic Hand Trucks merupakan alat yang dioperasikan dengan cara pemompaan pada
hydroulis dalam mengangkat beban. Dilengkapi roda pada setiap sisinya sehingga
memungkinkan beban tersebut dapat dipindahkan dengan mudah dari satu area ke area yang lain.
Sangat cocok difungsikan untuk semua jenis beban karena memiliki permukaan meja rata dan
lebar. Seperti halnya pada pabrik pembuatan peralatan, lift table sangat membantu dalam proses
perakitan maupun proses produksi lainnya. Banyak yang menjadikan alat ini pilihan sebagai alat
pembantu yang efisien dalam kegiatan operasional perusahaan khususnya pada bagian produksi.
Menggunakan standart keselamatan yang canggih sehingga sangat aman digunakan untuk semua
jenis beban dan area penggunaan. Jenis alat ini digunakan untuk memindahkan barang, tapi
dilengkapi dengan mekanisme pengangkat secara hydraulic. Type :CA Series, kapasitasnya
3.000kg, ukurannya 685 x 1220 mm, Harga : Rp. 3.135.055,00.
4. Alat Pembuat Tahu Otomatis

Alat ini dilengkapi dengan:


a. Mesin penggiling biji kedelai/ mesin pengupas kulit ari
b. Mesin pemisah ampas tahu dan sari tahu

c. Mesin pemanas bubur kedelai

d. Mesin pengaduk dan penyaringan


e. Mesin pencetakan dan pemotongan tahu

Alat ini merupakan alat pembuat tahu otomatis mulai dari tahap penggilingan kedelai
sampai dengan tahap pencetakan tahu. Spesifikasi dari alat ini adalah :
No Model : FR-150
Type : Soybean Machinery
Voltage : 220V, 220V or 380V/50Hz
Power (W) : 2.2KW+1.5KW
Weight : 200Kg
Ukuran : 1250x1050x1880mm
Power : 2.2KW+1.5KW
Input (Soybean) : 60kg/h
Boiling pan capacity : 170 L x 2
Output (soy milk) : 680L
Suction pump capacity: 750W+370W
Harga : Rp 52.000.000,00
5. Freezer tahu

Spesifikasi dari alat ini yaitu:


Model : 1,5 LG
Ukuran : 1450 x 780 x 2050 mm
Ukuran internal : 640 x 630 x 1470 x 2 mm
Kapasitas : 1200 L
Suhu kabinet : 0-10 AND -5 (-18) oC
Power : 550 Watt/ 760 Watt
Tagangan : 220 V/50 Hz
Berat : 198 Kg
Harga : Rp. 25.000.000,00

6. Alat pengemas tahu


Power : 2,5 Kwatt
Power Supply : 220-240 V/ 50-60 Hz
Sealing Speed : 960-2500 cup/jam
Seal material : PP, PE, PET/PE
Ukuran mesin : 1800 x 540 x 1400 mm
Berat Mesin : 360 kg
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 200 kg
Harga : Rp 10.725.000,00
NERACA ENERGI

Kapasitas bahan baku : 100 kg biji kedelai yang telah direndam


Satuan : kilo kalori (kcal)
Suhu basis : 0 oC
Keterangan data:
Menurut Heldmann dan Lund (1992): Cp air = 1 kkal/kg oC
Cp biji kedelai = 0,8 kkal/kg oC
Menurut Smith dan Van Ness (1987): air pada t 80 oC = 551,82 kkal/kg
a. Tahap pemasakan
Suhu bahan masuk = 27 oC
Suhu bahan keluar = 80 oC
Cp slurry = 0,8 x 15,25% + 1 x 84,75%
= 0,122 + 0,8475
= 0,9695 kkal/kg oC
Masuk
H slurry = m. Cp. t
= 1430 kg x 0,9695 x (27 0)
= 37.432,395 kkal
Panas yang disuplai =Q
Total = (37.432,395 + Q) kkal

Keluar
H slurry = m. Cp. t
= 1415,7 kg x 0,9695 x (80 0)
= 109.801,692 kkal
H air = m (Cp uap x t + )
= 14,3 kg (0,45 x (80-0) + 551,82)
= 1.066,62 kkal
Pada pemanasan dianggap kehilangan panas sebesar 5% dari panas yang disuplai
Panas yang hilang = 0,05 Q
Total = 109.801,692 + 1.066,62 + 0,05Q
= 110868,312 + 0,05Q
Panas masuk = panas keluar
37.432,395 = 110.868,312 + 0,05Q
= 1.468.718,34 kkal
Panas yang disuplai = 1.468.718,34 kkal
Panas yang hilang = 0,05 x 1.468.718,34 kkal
= 73.435,917 kkal
Masuk Keluar
H slurry : 37.432,395 H slurry : 109.801,692
Q disuplai : 1.468.718,34 H air : 1.066,62
Q yang hilang : 73.435,917
1506150,735 184304,229
TATA LETAK PABRIK
TATA LETAK PERALATAN
BIAYA PRODUKSI DAN ANALISIS EKONOMI

Biaya Investasi
1. Tanah = (32 x 11)m2 x Rp 350.000,-
= Rp 123.200.000,-
2. Gedung = Rp 300.000.000,-
3. Peralatan = Rp 106.060.055,-
Total = Rp 529.260.055,-
Biaya primer (per bulan)
1. Kedelai = Rp 20.000.000,-
2. Air = Rp 5.500.000,-
3. Asam cuka = Rp 2.340.000,-
4. Biaya tenaga kerja langsung = Rp 4.500.000,-
5. Biaya kemasan dalam
1 bulan (12000 kemasan) = Rp 12.000.000,-
Total = Rp 44.340.000,-
Total (per tahun) = Rp 44.340.000,- x 12
= Rp 532.080.000,-
Biaya overhead pabrik (per bulan)
Tenaga kerja tidak langsung = Rp 4.000.000,-
Bayar rekening listrik = Rp 3.000.000,-
Bayar telepon = Rp 1.000.000,-
Bayar Air = Rp 2.500.000,-
Total = Rp 10.500.000,-
Total (per tahun) = Rp 10.500.000,- x 12
= Rp.126.000.000
Biaya komersial
Biaya admis dan umum = Rp. 500.000,-
Biaya pemasaran = Rp. 100.000,-
Biaya pajak = Rp. 100.000,-
Total = Rp. 700.000,-
Total (per tahun) = Rp 700.000,- x 12
= Rp. 8.400.000
Biaya produk = biaya primer + biaya overhead pabrik + biaya
komersial
= Rp 44.340.000,- + Rp 10.500.000,- + Rp 700.000,-
= Rp. 55.540.000,-/ bulan
Biaya produk/ 1 unit kemasan = Rp. 55.540.000 : 12000= 4.628
Keuntungan yang diinginkan (95% x 4.628) = Rp 4.165,-
Harga jual = Rp 4.628+4.396
= Rp 9.024,-
Tahun Biaya Manfaat B-C DF (12%) PV PV kumulatif
Investasi Primer Overhead Komersial Total (C) (Benefit)

1 529260055 0 0 0 529260055 0 -529260055 0.893 -472629229.1 -472629229.1


2 0 532080000 126000000 8400000 666480000 1.039.564.800 373084800 0.797 297348585.6 -175280643.5
3 0 532080000 126000000 8400000 666480000 1.169.510.400 503030400 0.712 358157644.8 182877001.3
4 0 532080000 126000000 8400000 666480000 1.234.483.200 568003200 0.636 361250035 544127036.3
5 0 532080000 126000000 8400000 666480000 1.234.483.200 568003200 0.567 322057814.4 866184850.7
6 0 532080000 126000000 8400000 666480000 1.169.510.400 503030400 0.507 255036412.8 1121221264
7 0 532080000 126000000 8400000 666480000 1.039.564.800 373084800 0.452 168634329.6 1289855593
8 0 532080000 127000000 85000000 744080000 909619200 165539200 0.4038 66844728.96 1356700322
9 0 532080000 127000000 85000000 744080000 779673600 355936600 0.3606 128350738 1485051105
10 0 532080000 127000000 85000000 744080000 649728000 -94352000 0.322 -30381344 1454669761

A. Net Present Value (NPV)


t n b c
NPV t tt ko
t 1 1 i
Nilai NPV = 1454669761
NPV > 0, maka proyek menguntungkan dan layak dilaksanakan

B. Pay Back Period (PBP)


PBP = Tahun sebelum balik modal + (biaya yang belum balik pada awal tahun/aliran kas pada tahun tersebut)
= 2 + (175280643.5/182877001.3)
= 2,96 tahun
C. Gross B/C Ratio

Net B/C ratio


PV positif
- PV negatif
1957680289
=
(503010573.1)
= 3,89
Kesimpulan : Nilai B/C Ratio > 1 (layak)
DAFTAR PUSTAKA

Suhaidi, I. 2003. Pengaruh Lama Perendaman Kedelai Dan Jenis Zat Penggumpal Terhadap
Mutu Tahu. Sumatera.USU.

Saragih , Y.P. 2001. http// www.books.google.com (diakses pada tanggal 20 April 2017)