Anda di halaman 1dari 1

Victor frankl menyatakan bahwa keberadaan manusia adalah keberadaan spiritulal sebagai makhluk

transenden, dalam kehidupan spritualitias mewujudkan diri dalam upaya pencarian makna kehidupan,
melalui pencarian makna hidup dapat dijejeaki hubungan antara kesehatan dan spritualitas, berdampak
timbulnya dorongan positif dalam diri memberi makna dalam kontribusi status kesehatan, terutama
dalam penyembuhan penyakit (Pasiak, 2009). Makna hidup merupakan titik kunci dari spiritualitas yang
mempengaruhi kesehatan, makna hidup merupakan hasil dari kinerja otak terutama bagian otak yang
bernama cortex prefrontalis yang melakukan tiga fungsi 1) perencanaan masa depan, 2) pembuatan
keptusan, moralitas dan aspek nilai..?????

Beberapa riset membuktikan bahwa seorang yang mempraktikan spiritual menyebabkan seorang yang
depresi lebih cepat mengalami recovery, optimim, harapan dan kehidupan yang baik, lebih bertujuan
dan bermakna dalam kehidupan (Koenig H, 2004)

Kegiatan spiritual dapat mempengaruhi otak melalui mekanisme yang melibatkan sitokin dalam
memperbaiki kesehatan, kegiatan molecular memberi bantuan dalam memelihara hemostatis tubuh

Perbedaan agama dengan spiritualitas, agama lebih terhadap lembaga yang terdiri dari serangkaian ritus
wajib maupun pelengkap, beragama atau melaksanakan ritual-ritual agama tidak berari seseorang
memiliki spiritualitas, spiritualitas merupakn jantung dari agama-agama dan lebih merupakan kondisi
internalisasi dari apa-apa yang diperoleh dari ritus yang dilakukan (Aminof, 2003). Dalam ajaran Islam,
arah kehidupan manusia bersipat spiritual, semua tindakan menuju Allah, spiritualitas bukan hal yang
datang dari luar, namun bersifat inheren, ritual yang dilakukan dan pengalaman mistik yang dialami oleh
manusia merupakan cara manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Ritual agama yang dilakukan dengan suatu terstruktur terpola, berirama dan berulang-ulang merupakan
suatu transedensi spiritual, seperti dzikir dan berdoa yang dilakukan beruang ulang akan membawa
seseorang pada suatu konsentrasi yang disebut penyatuan, ibadah yang dilakukan dengan kea rah
kekhusuan akan membawa pengaktifan system saraf otonom, cortek frontalis, dan bagian otak yang lain
dalam kinerja yang sinergis dan padu memberikan pengaruh terhadap penyembuhan (mizan, 2000).
Ketika seseorang melakukan kegiatan spiritual maka adanya harapan tertentu yang dipersepsikan dengan
penyatuan Tuhan dan dengan kehadiran Tuhan dapat menghadirkan penyatuan aspek emosi, kognitif,
dan motoric ( New,bwerg).

Seorang yang beragama sebagian mempercayai adanya Tuhan dan mempraktikan keyakinan dalam
kehidupannya, berdoa merupakan suatu yang menghubungkan dengan Tuhan dimana mengharapkan
ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan (Yamani 2000)

Survaei tentang kepercayaan/ atau agama dalam praktik kesehatan berdasarkan waldgropfel (1998),
menyatakan bahwa 70%

Anda mungkin juga menyukai