Anda di halaman 1dari 5

Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2015 - 2017

Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2015 - 2017 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun
2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 mengenai
gaji pegawai negeri sipil, mengalami kenaikan 6 persen.

Pada tanggal 4 Juni 2015, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 30
Tahun 2015 tentang Perubahan Ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977
mengenai gaji pegawai negeri sipil.

Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengalami kenaikan sebesar 6 persen di tahun 2015, dimana gaji
terendah PNS adalah Rp 1.488.500/bulan. Gaji pokok tersebut untuk PNS Golongan I a dengan masa
kerja 0 tahun. Sementara gaji pokok tertinggi PNS adalah Rp 5.620.300/bulan untuk PNS Golongan IV
e dengan masa kerja 32 tahun.

Berikut adalah rincian daftar gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Indonesia tahun 2015 - 2017 :

Golongan I

Golongan II

Golongan III

Golongan IV

Daftar diatas merupakan gaji pokok yang diterima oleh PNS tiap bulannya. Selain gaji pokok, PNS
juga berhak atas tunjangan seperti tunjangan fungsional, tunjangan jabatan bahkan tunjangan kinerja.
Tunjangan-tunjangan ini nilainya melebihi gaji pokok.

Catatan :

Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud dengan golongan kepangkatan dan
eselonisasi dalam jabatan Pegawai Negeri Sipil :
Daftar Golongan dan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Indonesia

Nama Pangkat Golongan Ruang Jenjang Pendidikan


GOLONGAN IV (Pembina)
Pembina Utama IV E
Pembina UtamaMadya IV D
Pembina Utama Muda IV C
Pembina Tingkat I IV B
Pembina IV A
GOLONGAN III (Penata)
Penata Tingkat I III D
Penata III C lulusan S3 atau sederajat
lulusan S2 sederajad/S1
Penata Muda Tingkat I III B
Kedokteran/S1 Apoteker
Penata Muda III A lulusan S1 atau sederajat
GOLONGAN II (Pengatur)
Pengatur Tingkat I II D
Pengatur II C lulusan D3 atau sederajat
Pengatur Muda Tingkat I II B lulusan D1/D2 atau sederajat
Pengatur Muda II A lulusan SMA atau sederajat
GOLONGAN I (Juru)
Juru Tingkat I I D
Juru I C
Juru Muda Tingkat I I B lulusan SMP atau sederajat
Juru Muda I A lulusan SD atau sederajat

Apa yang dimaksud dengan Juru, pengatur, penata dan pembina dalam golongan
kepangkatan PNS?

1. JURU

Juru merupakan jenjang kepangkatan untuk PNS golongan I/a hingga I/d. Apabila dilihat dari
persyaratan golongannya, maka yang menempati golongan ini adalah mereka dengan pendidikan formal
jenjang sekolah dasar, sekolah lanjutan pertama, atau yang setingkat. Dari ketentuan tersebut dapat
diasumsikan bahwa pekerjaan-pekerjaan di tingkat kepangkatan juru baru membutuhkan kemampuan
dasar dan belum menuntut suatu ketrampilan bidang ilmu tertentu. Dapat dikatakan bahwa juru
merupakan pelaksana pembantu (pemberi asistensi) dalam bagian kegiatan yang menjadi tanggung
jawab jenjang kepangkatan di atasnya (pengatur).

2. PENGATUR

Pengatur merupakan jenjang kepangkatan untuk PNS Golongan II/a hingga II/d dengan sebutan secara
berjenjang: pengatur muda, pengatur muda tingkat I, pengatur, dan pengatur tingkat I. Jika dilihat dari
persyaratan golongannya maka yang menempati golongan ini adalah mereka dengan pendidikan formal
jenjang sekolah lanjutan atas hingga diploma III, atau yang setingkat. Dari ketentuan tersebut dapat
diasumsikan bahwa pekerjaan-pekerjaan di tingkat kepangkatan pengatur sudah mulai menuntut suatu
ketrampilan dari bidang ilmu tertentu, namun sifatnya sangat teknis. dengan demikian pada tingkatan
ini, pengatur adalah orang yang melaksanakan langkah-langkah realisasi suatu kegiatan yang merupakan
operasionalisasi dari program instansinya.

3. PENATA

Penata merupakan jenjang kepangkatan untuk PNS Golongan III/a hingga III/d dengan sebutan secara
berjenjang: penata muda, penata muda tingkat I, penata, dan penata tingkat I. Jika dilihat dari persyaratan
golongannya maka yang menempati golongan ini adalah mereka dengan pendidikan formal jenjang S1
atau Diploma IV ke atas, atau yang setingkat. Dari ketentuan tersebut dapat diasumsikan bahwa
pekerjaan-pekerjaan di tingkat kepangkatan penata sudah mulai menuntut suatu keahlian bidang ilmu
tertentu dengan lingkup pemahaman kaidah ilmu yang telah mendalam. dengan pemahamannya yang
komprehensif tentang sesuatu maka penata bukan lagi sekedar pelaksana, melainkan sudah memiliki
tanggung jawab menjamin mutu proses dan keluaran kerja tingkatan pengatur.

4. PEMBINA

Pembina merupakan jenjang kepangkatan untuk PNS Golongan IV/a hingga IV/e dengan sebutan secara
berjenjang: pembina, pembina tingkat I, pembina utama muda, pembina utama madya dan pembina
utama. Sebagai jenjang tertinggi, kepangkatan ini tentunya diperoleh sesudah melalui suatu perjalanan
karier yang panjang sebagai PNS. Ini berarti pekerjaan pada kelompok kepangkatan pembina semestinya
bukan saja menuntut suatu keahlian bidang ilmu tertentu yang mendalam, namun juga menuntut suatu
kematangan dan kearifan kerja yang sudah diperoleh sepanjang masa kerjanya. dengan demikian,
pembina adalah model peran bagi jenjang-jenjang di bawahnya guna keperluan membina dan
mengembangkan kekuatan sumberdaya untuk jangkauan pandang ke depan.

Daftar Jabatan Struktural/Eselonisasi Pegawai Negeri Sipil Indonesia

Golong Golong
an an
Jabatan instansi
Eselo Pangka Pangka Jabatan instansi
Jabatan instansi pusat daerah
n t t daerah (provinsi)
(kabupaten/kota)
Terting Terend
gi ah
Sekretaris
Jenderal Direktur
Jenderal Sekretaris Sekr
etaris Utama Kepala
Badan Inspektur
Jenderal Inspektur
Ia IV/e IV/d
Utama Direktur
Utama Auditor
Utama Wakil Jaksa
Agung Jaksa Agung
Muda Deputi Wakil
Sekretaris Kabinet
Ib IV/e IV/c Staf Ahli Sekretaris Daerah
Asisten Staf Ahli
Gubernur Sekretaris
DPRD Kepala
Kepala Biro Kepala
IIa IV/d IV/c Dinas Kepala Sekretaris Daerah
Pusat Asisten Deputi
Badan Inspektur Dir
ektur RS Umum Daerah
Kelas A
Asisten Staf Ahli
Kepala Biro Direktur
Bupati/Walikota Sekr
RS Umum Daerah Kelas
etaris DPRD Kepala
B Wakil Direktur RS
IIb IV/c IV/b Dinas Kepala
Umum Kelas
Badan Direktur RS
A Direktur RS Khusus
Umum Daerah Kelas A
Kelas A
dan B
Kepala
Kepala Kantor Kepala
Kantor Camat Kepa
Bagian Sekretais pada
la Bagian Sekretaris
Dinas/
pada Dinas/
Badan/Inspektorat Kep
Badan/Inspektorat
ala Bidang Inspektur
Inspektur
Kepala Bagian Kepala Pembantu Direktur RS
Pembantu Direktur
IIIa IV/b IV/a Bidang Kepala Umum Kelas
RS Umum Kelas C
Subdirektorat C Direktur RS Khusus
Direktur RS Khusus
Kela B Wakil Direktur
Kelas B Wakil
RS Umum Kelas B
Direktur RS Umum
Wakil Direktur RS
Kelas A dan B Wakil
Khusus Kelas
Direktur RS Khusus
A Kepala UPT Dinas
Kelas A
Kepala Bidang pada
Dinas dan
Badan Kepala Bagian
Kepala Bagian pada RS
dan Kepala Bidang pada
IIIb IV/a Ill/d Daerah Kepala Bidang
RS Umum
pada RS Daerah
Daerah Direktur RS
Umum Daerah Kelas
D Sekretaris Camat
Lurah Kepala
Kepala
Subbagian Kepala
Kepala Subbagian Kepala Subbagian Kepala
IVa Ill/d Ill/c Subbidang Kepala
Subbidang Kepala Seksi Subbidang Kepala
Seksi Kepala UPT
Seksi
Dinas dan Badan
Sekretaris
Kelurahan Kepala
Seksi pada
Kelurahan Kepala
Subbagian pada
IVb Ill/c Ill/b UPT Kepala
Subbagian pada
Sekretariat
Kecamatan Kepala
TU Sekolah Menengah
Kejuruan
Kepala TU Sekolah
Lanjutan Tingkat
Va Ill/b Ill/a Kepala Urusan Pertama Kepala TU
Sekolah Menengah
Umum

Apa yang dimaksud dengan Eselon I, II,III,IV dalam jabatan struktural PNS?

1. ESELON I

Eselon I merupakan hirarki jabatan struktural yang tertinggi, terdiri dari 2 jenjang: Eselon IA dan
Eselon IB. Jenjang pangkat bagi Eselon I adalah terendah Golongan IV/c dan tertinggi Golongan IV/e.
Ini berarti secara kepangkatan, personelnya sudah berpangkat pembina yang makna kepangkatannya
adalah membina dan mengembangkan. Di tingkat provinsi, maka Eselon I dapat dianggap sebagai
pucuk pimpinan wilayah (Provinsi) yang berfungsi sebagai penanggungjawab efektivitas provinsi yang
dipimpinnya. Hal itu dilakukan melalui keahliannya dalam menetapkan kebijakan-kebijakan pokok
yang akan membawa provinsi mencapai sasaran-sasaran jangka pendek maupun jangka panjang.
2. ESELON II

Eselon II merupakan hirarki jabatan struktural lapis kedua, terdiri dari 2 jenjang: Eselon IIA dan
Eselon IIB. Jenjang pangkat bagi Eselon II adalah terendah Golongan IV/c dan tertinggi Golongan
IV/d. Ini berarti secara kepangkatan, personelnya juga sudah berpangkat pembina yang makna
kepangkatannya adalah membina dan mengembangkan. Di tingkat provinsi, maka Eselon II dapat
dianggap sebagai manajer puncak satuan kerja (Intansi). Mereka berperan sebagai penanggungjawab
efektivitas instansi yang dipimpinnya melalui keahliannya dalam perancangan dan implementasi
strategi guna merealisasikan implementasi kebijakan-kebijakan pokok provinsi.

3. ESELON III

Eselon III merupakan hirarki jabatan struktural lapis ketiga, terdiri dari 2 jenjang: Eselon IIIA dan
Eselon IIIB. Jenjang pangkat bagi Eselon III adalah terendah Golongan III/d dan tertinggi Golongan
IV/d. Ini berarti secara kepangkatan, personelnya juga berpangkat pembina atau penata yang sudah
mumpuni (Penata Tingkat I) sehingga tanggungjawabnya adalah membina dan mengembangkan. Di
tingkat provinsi, Eselon III dapat dianggap sebagai manajer madya satuan kerja (Intansi) yang
berfungsi sebagai penanggungjawab penyusunan dan realisasi program-program yang diturunkan dari
strategi instansi yang ditetapkan oleh Eselon II.

4. ESELON IV

Eselon IV merupakan hirarki jabatan struktural lapis keempat, terdiri dari 2 jenjang: Eselon IVA dan
Eselon IVB. Jenjang pangkat bagi Eselon IV adalah terendah Golongan III/b dan tertinggi Golongan
III/d. Ini berarti secara kepangkatan, personelnya berpangkat penata yang sudah cukup berpengalaman.
makna kepangkatannya adalah menjamin mutu. Oleh karenanya di tingkat provinsi, Eselon IV dapat
dianggap sebagai manajer lini satuan kerja (Instansi) yang berfungsi sebagai penanggungjawab
kegiatan yang dioperasionalisasikan dari program yang disusun di tingkatan Eselon III.