Anda di halaman 1dari 11

Law Firm PETITA

Alamat Kantor : Jl. Melati, No.16 Kab. Merangin 38567


No.Telp : +6285327565298
Fax : (021) 567899
Website : http://www.lawfirm_petita.com
Email : lawfirmpetita@justice.com

Merangin, 26 April 2016

KepadaYth.
Ketua Pengadilan Negeri MuaraBulian
Di Jl. Jend. Sudirman Km No. 2
Pematang Kandis, Bangko
Kabupaten Merangin, Jambi
Lampiran :-

Perihal : KESIMPULAN TERGUGAT

Dengan Hormat,

Yang bertandatangan di bawah ini, kami :

1. Khaisar Aji Prasetyo, S.H., Advokat/Penasehat Hukum;


2. Alfani Amalia M, S.H., M.Hum Advokat/Penasehat Hukum;

=====================================

Kesemuanya adalah Advokat dan Penasehat Hukum, yang berkantor di LBH Jambi
dengan alamat di Jalan Mawar, No. 38.A Desa Baru Tiang Pumpung Kecamatan Muara Siau
di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi (Kodepos : 37371), yang dalam perkara ini bertindak
baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 03
Maret 2016, bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa mewakili kepentingan warga
Kecamatan Pamenang, Kecamatan Pamenang Barat, Kecamatan Tabir Selatan, Kecamatan
Renah Pamenang, Kecamatan Tabir Lintas, dan Kecamatan Margo Tabir di Kabupaten
Merangin Provinsi Jambi yang terkena dampak pencemaran lingkungan akibat pembukaan
lahan di wilayah Kabupaten Merangin.
- Nama : Hilmi Prabowo
Pekerjaan : Petani
Tempat Tinggal : Desa Rancan RT 05/RW 03 Kecamatan Pamenang di
Kota/Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Mewakili Masyarakat adat GUGUK yang kemudian disebut sebagai Wakil kelas I;
- Nama : Anita Simbolon
Pekerjaan : Pedagang
Tempat Tinggal : Desa Tanjung Berugo RT 12/RW 05 Kecamatan Ranah
Pamenang di Kota/Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Mewakili Masyarakat Merangin yang Kemudian disebut sebagai Wakil kelas II;

Wakil kelompok tersebut di atas setidak-tidaknya mewakili anggota kelompoknya yang


berasal dari Kecamatan Pamenang, Kecamatan Pamenang Barat, Kecamatan Tabir Selatan,
Kecamatan Renah Pamenang, Kecamatan Tabir Lintas, dan Kecamatan Margo Tabir di
Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.

yang selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT.

Dengan ini Penggugat mengajukan Gugatan Perwakilan Kelompok (Class Action)


pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh :

- PT Tucunan Palm yang berkedudukan di Jalan Justisia No. 1, Mersam, Batang Hari,
Provinsi Jambi

Selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT I;

- PT Michael Handoko Group Tbk yang berkedudukan di Jalan Lubuk Ruso KM 70,
Pemayung, Batang Hari, Provinsi Jambi

Selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT II;

- Pemerintah Kabupaten Merangin yang berkedudukan di Jalan Jend. Sudirman Lintas


Sumatra KM.3 , Bangko, Kabupaten Merangin, Kota Jambi
Selanjutnya disebut sebagai TURUT TERGUGAT.

Sehubugan dengan telah selesainya diajukan Gugatan, Jawaban Tergugat, Replik,


Duplik, bukti-bukti para PENGGUGAT dan para TERGUGAT dan TURUT TERGUGAT,
serta telah didengarnya keterangan para saksi dari masing-masing pihak, maka
perkenankanlah bersama ini kami menyampaikan Kesimpulan dalam Perkara Perdata No.
245/Pdt.CA/2016/PN.Mb.N sebagai berikut;

1. Badan Hukum yang sah yang berdiri sendiri dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan
dan pertanggungjawaban perusahaan di dalam maupun diluar pengadilan sesuai
dengan pertanggungjawaban terbatas dalam pasal 3 ayat 1 UU No.40 Tahun 2007
Tentang Perseroan Terbatas
2. Diragukan kapasitasnya sebagai class member karena posita dari seluruh Kelompok
baik wakil kelompok maupun anggota kelompok, yang teridentifikasi maupun tidak
teridentifikasi tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap dan dalam surat gugatan
dikemukakan bahwa para Penggugat memiliki kerugian yang sama, yaitu tidak dapat
beraktivitas kembali seperti biasanya dalam kesehariannya karena terhalang oleh asap
yang di timbulkan akibat kebakaran lahan tersebut sehingga menyebabkan banyak
masyarakat yang merasa dirugikan atas hal tersebut.
3. Kerugian yang di kemukakan oleh para penggugat dalam gugatannya setelah kami
cermati tidak jelas karena jumlah kerugian per orang tidak di rinci secara jelas dan
tidak bisa dimengerti kesamaan kerugian yang di derita oleh para Penggugat;
4. sehingga dalil dari penggugat yang mengatakan bahwa TERGUGAT II mengetahui
segala kegiatan TERGUGAT I adalah tidak berdasar dan cenderung mengada-ada dan
memaksakan kehendak. ( Bukti T-2);

Menimbang, bahwa selanjutnya di persidangan akan dijelaskan bahwa TERGUGAT II


mengetahui segala kegiatan yang dilakukan TERGUGAT I adalah tidak kesadaran dan
cenderung mengada-ada dan memaksakan kehendak. Sebagaimana termuat dalam bukti T-2
tersebut;
Menimbang bahwa PENGGUGAT tidak mengetahui dampak dari kebakaran lahan
tersebut secara jelas, karena hanya TERGUGAT yang mengetahui kerugian yang dialami
berdasarkan data kerugian perusahaan. Sebagaimana termuat dalam bukti T-1;

Peristiwa Kebakaran sebagaimana termuat dalam bukti T-2 data dari BMKG tersebut;
Menimbang, hal yang senada juga diterangkan oleh pihak BMKG kebakaran yang
dimaksudkan akibat adanya faktor alam yang tidak dapat diprediksi. Dapat disimpulkan
terjadinya peristiwa kebakaran bukan dikarenakan kesalahan TERGUGAT;
Menimbang, bahwa selanjutnya dari bukti Vide hal. 26 bukti T-5 TERGUGAT telah
dengan sengaja melakukan pembakaran lahan gambut untuk keperluan pembukaan lahan
kelapa sawit atau setidak-tidaknya lalai mencegah dan menanggulangi terjadinya
kebakaranal ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan, pihak TERGUGAT telah melakukan
tindakan pencegahan dengan membuat batas berupa sekat bakar;
Pembukaan lahan telah diketahui oleh semua pihak sehingga mempunyai kewajiban
pengawasan terhadap pembukaan lahan, namun kelalaian dalam melakukan fungsi
pengawasan yang sesuai denan bukti Vide hal. 5 Bukti T-6;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan pula dalil-dalil
bantahan Tergugat apakah dari dalil bantahannya tersebut Tergugat dapat melumpuhkan
kebenaran dalil gugatan Penggugat ;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil bantahan Penggugat, Tergugat telah
mengajukan 16 bukti yang diberi tanda Bukti T-1 s/d T- 16 serta mengajukan 2 (dua) Orang
Saksi fakta dan 3 (tiga) Orang Ahli ;

NO KODE NAMA/JENIS SURAT KETERANGAN


1. T-1 Foto copy Akta Pendirian 1 Bendel
Perusahaan Tersbatas Tucunan
Palm
2. T-2 Foto copy Akta Pendirian 1 Bendel
Perusahaan Terbatas Michael
Handoko Group
3. T-3 Foto copy hasil Rapat Umum 1 Bendel, Surat hasil keputusan RUPS
Pemegang Saham (RUPS) PT.Tucunan yang telah disepakati oleh
PT.Tucunan Palm para pihak yang bersangkutan
4. T-4 Foto copy Anggaran Dasar/ 1 Bendel
Anggaran Rumah Tangga
5. T-5 Data BMKG (perkiraan cuaca) 1 Bendel Data BMGK mengenai perkiraan
cuaca
6. T-6 Foto copy Surat Perjanjian 1 Bendel Surat perjanjian pelaksanaan
Pelaksanaan Pekerjaan pekerjaan pembukaan lahan kelapa sawit
Pembukaan Lahan yang dibuat oleh pemerintah Kabupaten
Merangin dengan PT.Tucunan Palm
7. T-7 Data hasil deteksi dini dalam 1 Bendel
prasarana
8. T-8 Foto copy surat Izin Usaha 1 Bendel
Perkebunan
9. T-9 Foto copy sertifikat AMDAL 1 Lembar Sertifikat AMDAL yang telah
disahkan oleh Pemerintah Kabupaten
Merangin Provinsi Jambi
10. T-10 Foto copy dokumen UKL-UPL Dokumen UKL-UPL yang dibuat oleh
PT.Tucunan Palm
11. T-11 Data ketebalan lahan gambt Data ketebalan lahan gambut yang pakai
oleh PT. Tucunan Palm untuk menanam
kelapa sawit
12. T-12 Foto copy surat ijin tugas Untuk menerjunkan karyawan dalam
pembukaan lahan
13. T-13 Fotocopy Akta Notaris dalam Surat perjanjian pemborongan yang dibuat
Perjanjian Pemborongan oleh PT.Tucunan Palm dan PT.Pulo Mas
pembukaan lahan kelapa sawit
14. T-14 Foto copy sertifikat penghargaan Penghargaan dari pemerintah Kabupaten
Merangin Provinsi Jambi tentang
Lingkungan
15. T-15 Foto copy Kartu Tanda WNI, TTL Jawa Barat , 17 Agustus 1959
Penduduk (KTP) atas nama Alamat Jl.Dusun Delapan Kel. Mekar
Muhaeman Sawitan Jaya, Kec. Bajubang, Jambi
16. T-16 Foto copy Kartu Tanda WNI, TTL Jambi, 30 Januari 1962,
Penduduk (KTP) atas nama Alamat Jl.Tarmizi Kel.Pakuan Baru, Kec.
Syahqisty Jambi Selatan, Jambi

Menimbang, bahwa di dalam Pengantar bukti Tergugat tertanggal 04 Juli 2013 Tergugat
menjelaskan bahwa bukti ini membuktikan bahwa menurut PUSDAKARLAHUT pada
tanggal 23 dan 24 Maret 2012 terdapat titik panas di Wilayah Provinsi Jambi namun dibukti
yang lain yaitu bukti T-24 (keterangan ahli tentang analisa titik panas hotspot) sesuai
pengantar bukti tanggal 22 Juli 2013 Tergugat menerangkan bukti ini membuktikan bahwa
kebakaran pada tanggal 23 Maret 2012 di lahan PT. Tucunan Palm terjadi sebagai akibat
rembetan/penyebaran dari areal kebun dan dengan Bukti T-24 Ahli Tergugat DR. Ir. AGUS
KRISTIJONO, Msc melalui Laptop di persidangn telah memperlihatkan titik-titik panas yang
terjadi di Provinsi Jambi sejak tanggal 19 s/d tanggal 23 dan pada bukti T-5 ahli
menerangkan tanggal 23 Maret 2012 Titik hotspot Selatan berkurang aktifitasnya tetapi Titik
Utara kembali aktif pada Titik selatan terdeteksi 8 (delapan) hotspot baru, 6 di luar batas
lokasi kebun PT. Tucunan Palm dan 2 berada di batas Barat. Pada kelompok Utara terdeteksi
4 Hotspot,3 di luar batas lokasi kebun PT. Tucunan Palm, masuk di dalam batas ;

Dalam keterangan saksi

1. Saksi I Muhaiman Sawitan bekerja di PT. Pulauemas sebagai Direktur Utama, 35


tahun, Agama Kriten.
- Bahwa berdasarkan keterangan saksi, PT. Pulauemas adalah PT yang bergerak di
bidang kontraktor pembukaan lahan dan telah berpartner dengan banyak
Perusahaan perkebunan besar di Indonesia. Termasuk PT TUCUNAN dan MHG
Tbk.
- Bahwa PT. Pulauemas sudah melakukan kerjasama dengan PT. Tucunan untuk
pembukaan lahan mulai tahun 2013.
- Bahwa kerjasama yang dilakukan oleh PT. Pulauemas dengan cara kontrak sekali
proyek, jadi bukan kontrak berkala, sehingga dalam bekerja hanya menyesuaikan
dengan proyek yang akan dikerjakan pada saat itu. Hanyalah sebagai perusahaan
pemborongan berdasarkan permintaan dari pihak pertama, termasuk dalam segala
perizinan dan segala hal yang berkaitan dengan proses pembukaan. Intinya
bekerja sesuai dengan permintaan dari pihak TERGUGAT.
- Bahwa PT. Pulauemas memiliki SOP yang sesuai dengan peraturan perundang-
undangan, sehingga dalam melakukan pekerjaan tetap harus sesuai dengan
peraturan undang-undang yang ada, dalam system pembukaan lahan yang
dilakukan, sudah sesuai dengan UU PPLH.
- Bahwa benar lahan yang dibuka seluar 20.000 hektar. Lahan yang menjadi obyek
terletak di kecamatan pamenang, kabupaten merangin, jambi. Dan batas-batas
yang telah ditentukan adalah sebalah utara yaitu lahan milik pemerintah
Merangin, sebelah timur yaitu lahan milik masyarakat sekitar, sebalah selatan dan
barat merupakan hutan belantara. Dalam pembukaan yang dilakukan telah sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang ada yaitu SOP kami sendiri,
AMDAL yang telah diberikan oleh pemerintah, dan kalau dasar hukumnya ya dari
UUPLH, UU Perkebunan, Permentan No. 98 tahun 2013.
- Bahwa pembukaan lahan dalam hal ini tanpa bakar, yang biasa disebut land
clearing yang membutuhkan biaya operasional yang sangat besar karena harus
meyiapkan alat berat, sekaligus sarana dan prasarana untuk penunjang pembukaan
lahan, dimana hal ini tidak mungkin dilakukan karena sebelumnya wilayah lahan
ini tidak memiliki jalan utama atau jalan penghubung yang muat bagi kendaraan
pembawa alat berat, sehingga dengan memperhatikan efisiensi dalam hal biaya,
waktu, dan lainnya pihak dari PT TUCUNAN meminta untuk melakukan
pembukaan lahan dengan bakar, hal ini lumrah dilakukan dalam pembukaan
lahan, karena banyak pihak juga diluar perusahaan PT. Pulauemas melakukan
pembukaan lahan dengan cara bakar, dan masyarakat dalam pembukaan lahan pun
dengan cara bakar.
- Bahwa PT. Pulauemas hanyalah sebagai pemborong saja bukan pihak yang ikut
serta mengetahui perbuatan yang akan dilakukan oleh TERGUGAT atau PT.
Tucunan Palm. PT. Pulauemas tidak tahu secara rinci dampak yang timbul, tapi
dalam pembukaan lahan dengan cara bakar, tentu sudah memenuhi berbagai
persyaratan yang harus dipenuhi, seperti skat, dan sebagainya. Dan kalau masalah
dampak, tentu semua pekerjaan akan menghasilkan dampaknya, apalagi
bersangkutan dengan SDA, sama halnya dengan pencemaran limbah pabrik
industry, pembukaan lahan dengan cara bakar juga akan menghasilkan asap yang
mencemari udara. Dimana PT. Pulauemas sangat memperhatikan kearifan lokal.
- Bahwa tentu setiap pekerjaan itu ada kendala yang harus dihadapi, seperti
lumrahnya lahan atau hutan yang sebelumnya tidak dikelola dengan baik,
sehingga kendala pertama ialah sarana dan prasarana seperti jalan utama, letak
geografis yang sangat susah untuk dijangkau, sehingga sudah dianggap wajar
apabila pembukaan lahan mengambil alternative yaitu dengan cara membakar.
Dan pembakaran yang dilakukan juga bukan asal bakar, PT kami danPT Tucunan
juga pasti melaksanakan kontrak dengan memperhatikan hal-hal tersebut.
- Bahwa PT. Pulauemas hanya bertanggung jawab kepada PT TUCUNAN, dalam
hal seperti itu, PT. Pulauemas tidak memiliki kewajiban. Karena pada
kenyataannya juga proses pembukaan justru terhambat karena kejadian ini,
terlebih harus adanya penghentian proses pembukaan untuk dilimpahkan dalam
proses pemadaman api sudah berusaha semaksimal mungkin.
Bahwa berdasarkan keterangan saksi, saksi sangat tidak mengetahui apa yang
terjadi atau yang menjadi niat dari pihak TERGUGAT. Bahwa saksi hanya
merupakan rekan kerja yang hanya melakukan pemborongan melakukan pembukaan
lahan yang sesuai ketentuan yang terdapat dalam peraturan Undang-Undang dengan
memperhatikan kearifan lokal.

2. Saksi II Immawan Qori bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil), 39 tahun,
Agama Islam.
- Bahwa saksi sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas Kehutanan Propinsi
Jambi, dengan jabatan sebagai Kepala UPTD sejak tanggal 17 Maret 2014 sampai
dengan sekarang;
- Bahwa saksi tahu tentang kasus pembukaan lahan yang dilakukan oleh PT.
Tucuna Palm yang diajukan oleh Penggugat yang tercadi di 5 (lima) kecamatan
yang terdapat di Kabupaten Merangin;
- Bahwa lokasi pembukaan lahan yang dilakukan oleh PT. Tucuna Palm terdapat di
kecamatan pamenang, kabupaten merangin, jambi;
- Bahwa dalam pembukaan lahan terjadi kebakaran terjadi pada. yang lalu;
- Bahwa saksi tidak melihat langsung terjadinya kebakaran akan tetapi saksi sebagai
Kepala UPTD menerima laporan mingguan kegiatan PT.Tucuna Palm sesuai
dengan tupoksi saksi setiap 1 minggu sekali;
- Bahwa yang melaporkan kepada saksi adalah PT.Tucuna Palm setiap satu minggu
sekali ada laporannya berkaitan dengan terjadinya hospot dan kegiatan
pencegahan kebakaran lahan;
- Bahwa yang dilaporkan itu yang pertama berkaitan dengan jumlah regu pemadam
kebakaran yang dimiliki oleh perusahaan, jumlah alat alat kebakaran dan kapan
terjadinya kebakaran;
- Bahwa dari pihak Dinas Kehutanan bersama lingkungan hidup menindak lanjuti
isi laporan dan mengecek kelapangan apakah betul ada alat alat tersebut apakah
sesuai dengan apa yang dilaporkan;
- Bahwa pengecekan dilakukan jika akan ada kegiatan sampai selesai keggiatan itu
dilakukan;
- Bahwa secara kuantitas sarana yang pemadam kebakaran milik PT. Tucuna Palm
menurut saksi sudah cukup, regu kebakarannya 110 orang, ada 4 menara api untuk
masing-masing distrik, ada alat manual kepyo pemukul api, pompa air sebanyak 6
unit;
- Bahwa berdasarkan laporan yang disampaikan oleh PT. Tucuna Palm mengenai
luas areal lahan yang akan dibuka lebih kurang 24.000 ha;
- Bahwa melihat kondisi PT.Tucuna Palm ini adalah daerah gambut, berdasarkan
rasio sarana yang telah disediakan perusahaan sudah mencukupi;
- Bahwa pada areal diluar lahan yang akan dibuka khususnya daerah
.,.,..,.. dan.. sudah ada laporan ditemukan hotspot pada tanggal..
sampai.., sedangkan sebelum tanggal tersebut belum ada laporan;
- Bahwa saat peristiwa kebakaran apa yang telah dilakukan oleh Dinas Kehutanan
saksi tidak tahu karena pada saat kejadian saksi tidak berada ditempat karena
sedang menunaikan ibadah Haji;
- Bahwa saksi tidak ada menerima laporan dari UPTD Kabupaten tentang
kebakaran yang terjadi, saksi hanya menerima hasil pantauan saja;
- Bahwa berdasarkan SK Dirjen Kehutanan PT.Tucuna Palm sudah memenuhi
standar alat-alat pengaman kebakaran;
- Bahwa atas keterangan saksi tersebut, pihak Penggugat dan Tergugat akan
menanggapi dalam kesimpulan;

Kesimpulan
Bahwa berdasarkan keterangan saksi, TERGUGAT selalu melaporkan secara rutin
perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh TERGUGAT. Dan berdasarkan keterangan
saksi Bahwa saksi tidak ada menerima laporan dari UPTD Kabupaten tentang kebakaran
yang terjadi, saksi hanya menerima hasil pantauan saja.

Menimbang, bahwa tentang berapa banyak bukti yang diajukan oleh Pihak Tergugat
di persidangan merupakan hak mutlak dari pihak yang mengajukan bukti dengan demikian
berwenang untuk menentukan berapa jumlah bukti yang harus diajukan Tergugat di
persidangan meskipun hal tersebut sudah didalilkan dalam gugatan karena wewenang
menambahkan atau mencukupkan alat bukti berada dipihak yang mengajukan bukti tersebut
dan hal tersebut tidak berarti Tergugat tidak mampu membuktikan dalil gugatannya dengan
demikian dalil tersebut tidak beralasan dan harus dikesampingan;

Jumlah Saksi yang diajukan sedikit hanya 2 (dua) Orang dan seluruhnya adalah
Saksi-saksi yang sudah pasti tidak akan memberikan keterangan yang objektif yaitu Aktifis
YEL (Yayasan Ekosistem Lestari), suatu lembaga Masyarakat yang sedari awal turut
mendorong dilakukannya proses hukum terhadap Tergugat dan Penyidik PNS di lingkungan
Kementerian Lingkungan Hidup yang menjadi Penyidik Tergugat dalam perkara pidana
bahkan hampir seluruh bukti surat yang diajukan Tergugat di persidangan merupakan
dokumen yang diberikan oleh Penyidik itu sendiri.

Menimbang, bahwa dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata/RBG tidak


ada ketentuan yang menentukan bahwa saksi fakta yang diajukan oleh Tergugat harus lebih
dari 2 (dua) orang dan juga tidak melarang seorang Aktifis YEL (Yayasan Ekosistem
Lestari) dan PNS Penyidik menjadi saksi juga tidak ada ketentuan yang melarang seorang
ahli yang sering dijadikan ahli oleh Penggugat (langganan tetap) menjadi Saksi dalam perkara
Perdata, disamping itu di persidangan Majelis Hakim tidak menemukan fakta yang
menunjukkan bahwa saksi fakta dan ahli tersebut memihak kepada Tergugat bahkan fakta
membuktikan bahwa yang diterangkan oleh kedua saksi fakta dan ahli tersebut tentang
kebakaran di lahan Turut Tergugat bersesuaian pula yang terlihat dalam bukti P-10 (Photo
bekas kebakaran fisik di lahan Tergugat) dan bukti P-16 (Photo kebakaran di lahan Tergugat
yang diambil melalui Udara) serta bersesuaian pula dengan fakta pada saat dilakukan
persidangan pemeriksaan setempat dimana dari hasil pemeriksaan setempat telah terbukti
bahwa telah terjadi kebakaran di lahan gambut milik Turut Tergugat meskipun Turut
Tergugat berdalih bahwa kebakaran yang terjadi dilahannya hanya 20.000 hektar;

Menimbang, bahwa banyak diantara kita yang tidak memahami bahwa pembakaran
lahan gambut dapat mencemarkan dan merusak lingkungan hidup serta dapat menyebabkan
banjir dan merusak flora dan fauna yang ada bahkan ada yang beranggapan pembakaran
lahan gambut yang dilindungi Undang-undang merupakan hal yang biasa dan wajar seperti
yang dilakukan nenek moyang kita dahulu ;

Menimbang, bahwa kalau memang Tergugat menyayangi warga sekitar dan karyawan
yang berkerja padanya tentu pembakaran tersebut tidak dilakukan dengan cara sengaja;

M E N G A D I L I;

DALAM PROVISI

- MENYATAKAN GUGATAN PROVISI TIDAK DAPAT DITERIMA ;


- DALAM EKSEPSI ;
- MENOLAK EKSEPSI TERGUGAT UNTUK SELURUHNYA

DALAM POKOK PERKARA :

1. Mengabulkan gugatan Tergugat sebagian ;


2. Menolak dalil Replik PENGGUGAT seluruhnya ;
3. Mengabulkan Duplik yang diajukan TERGUGAT untuk seluruhnya ;
4. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar perkara ;

Demikian diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada hari Kamis tanggal
28 November 2013 oleh RAHMAWATI, SH., sebagai Hakim Ketua Majelis, RAHMA
NOVATIANA, SH., dan JUANDA WIJAYA, SH., masing-masing sebagai Hakim Anggota
berdasarkan penetapan Penunjukan Majelis Hakim oleh Ketua Pengadilan Negeri ---- No.
12/Pen.Pdt/2012/PN-MBO, putusan tersebut diucapkan dalam persidangan terbuka untuk
umum pada hari : Rabu, tanggal 8 Januari 2014 oleh Ketua Majelis tersebut didampingi oleh
Hakim Anggota tersebut, MUNIZAL, SH., Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri
Meulaboh serta dihadiri oleh Kuasa Penggugat bernama ABDUR KADIR, SH, ASKARI, SH.,
dan SYAFRUDDIN.SH, serta dihadiri Kuasa Tergugat ALFIAN C SARUMAHA., SH dan
REBECCA F ELIZABETH, SH.