Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Latar belakang

Teh hitam merupakan bahan minuman yang sangat bermanfaat, terbuat

dari pucuk tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) dengan partikel atau

butiran yang berwarna hitam yang diperoleh melalui pengolahan tertentu. Manfaat

minuman teh ternyata dapat menimbulkan rasa segar dan dapat memulihkan

kesehatan badan. Sebab itulah teh sering disebut sebagai bahan penyegar.

Teh yang bermutu tinggi sangat diminati oleh konsumen. Teh dengan

kualitas yang baik hanya dapat dihasilkan dari bahan baku (pucuk teh) yang

bermutu tinggi, dengan teknologi pengolahan yang benar serta penggunaan mesin-

mesin atau peralatan pengolahan yang memadai.

Di Indonesia, sebagian besar teh yang dihasilkan oleh perkebunan-

perkebunan besar baik milik pemerintah maupun milik swasta masih diolah

menjadi teh hitam. Hingga kini sebagian dari produksi teh hitam Indonesia di

ekspor dan hanya sebagian kecil saja yang dikonsumsi di dalam negeri.

Industri teh beberapa tahun terakhir ini semakin menunjukkan

perkembangan dengan munculnya berbagai jenis produk minuman segar maupun

minuman kesehatan yang bahan baku utamanya berasal dari teh hitam. Untuk itu

diperlukan sistem pengolahan teh yang baik agar menghasilkan teh hitam kering

dengan kualitas baik. Dengan adanya sistem pengendalian proses dan mutu

produk, akan diketahui tingkat pencapaian mutu teh hitam dari proses pengolahan

tersebut.

Faktor penting yang ikut menentukan mutu teh adalah kondisi iklim

seperti: suhu, kelembaban udara, sinar matahari, panjang hari dan curah hujan.

Universitas Sumatera Utara


Kenyataan menunjukkan bahwa komposisi kimia pucuk teh akan baik pada

kondisi lingkungan yang kering dan banyak sinar matahari. Pucuk teh yang

berasal dari dataran tinggi adalah teh yang ditanam pada ketinggian 1000 meter

atau lebih dari permukaan laut (Wikipedia, 2011).

Di Indonesia dikenal dua jenis produk hasil pengolahan pucuk teh yaitu

teh hitam dan teh hijau (sebagai bahan baku dalam pembuatan teh wangi).

Perbedaan utama antara teh hitam dan teh hijau adalah pada cara pengolahannya.

Pada pengolahan teh hitam terdapat proses fermentasi, sedangkan pengolahan teh

hijau proses fermentasi justru tidak diinginkan sehingga penampakan hasil

olahannya tetap memiliki warna hijau.

Dalam hal produksi Indonesia termasuk dalam kelompok besar dunia.

Negara-negara penghasil teh dalam jumlah besar adalah India, Cina, Sri lanka,

Rusia, Kenya, Indonesia dan Turki. Sedangkan dalam jumlah lahan perkebunan

teh, yaitu Cina yang memiliki lahan yang paling luas. Kemudian disusul India,

Srilanka, Indonesia, Kenya dan Rusia. Namun produktivitas India lebih tinggi

daripada Cina.

Pengolahan teh hitam merupakan proses bertahap yang merubah helaian

pucuk teh menjadi bubuk teh hitam yang sangat berbeda dengan pucuk teh, baik

bentuk dan sifat-sifatnya. Pada dasarnya pengolahan ini melalui tahap-tahap yaitu

penerimaan pucuk segar di pabrik, pelayuan, penggulungan, sortasi basah,

fermentasi, pengeringan, sortasi kering, pengepakan dan penyimpanan. Proses ini

merupakan proses kimia terutama terjadi mulai proses pelayuan sampai dengan

proses pengeringan.

Universitas Sumatera Utara


Perkembangan pengolahan teh hitam senantiasa mengikuti perkembangan

pasar, yaitu konsumen. Beberapa tahun terakhir konsumen cenderung

menghendaki teh dengan ukuran partikel yang lebih kecil (broken tea) dan cepat

seduh (quick brewing). Untuk itu pada proses pengolahan teh, khususnya pada

tahap penggilingan memerlukan tekanan yang lebih besar. Dari pengolahan teh

hitam yang semula hanya dikenal dengan sistem-orthodox murni (teh dengan

ukuran partikel besar), kini berkembang menjadi sistem orthodox-rotorvane yang

bertujuan untuk memperoleh ukuran partikel teh yang lebih kecil dan halus

(broken tea). Rotorvane adalah mesin penggilingan yang biasa digunakan untuk

menghasilkan bubuk II, bubuk III dan seterusnya.

Sesuai dengan perkembangan pasar teh hitam dewasa ini, tentunya pihak

produsen selalu mempertahankan aspek mutu dari teh hitam yang dihasilkan.

Dengan melakukan langkah pengendalian mutu terpadu, diharapkan teh hitam

yang dihasilkan memiliki manfaat dan citarasa yang unik serta dapat diterima di

pasar dunia dengan nilai jual tinggi. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian

dalam rangka pengendalian mutu terpadu teh hitam di PT. Perkebunan Nusantara

IV Bah Butong. Penelitian ini menggunakan alat kendali statistik control chart

dan diagram sebab akibat.

Universitas Sumatera Utara


Tujuan

1. Untuk mengevaluasi kinerja mutu teh hitam dalam beberapa periode yang

berbeda (2009, 2010, 2011) di PT. Perkebunan Nusantara IV kebun Bah

Butong

2. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan

mutu teh hitam yang terjadi selama periode tersebut.

Kegunaan Penelitian

1. Bagi penulis yaitu sebagai bahan untuk menyusun skripsi yang merupakan

syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Program Studi Keteknikan

Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

2. Bagi mahasiswa, sebagai informasi pendukung untuk melakukan

penelitian lebih lanjut mengenai analisis kinerja mutu teh hitam.

3. Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkannya.

Batasan Penelitian

Penelitian mengenai Analisis Kinerja Mutu ini dibatasi hanya untuk

menguraikan dan menerangkan Analisis Kinerja Mutu Teh Hitam di PT.

Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Butong dengan pengolahan sistem

orthodox-rotorvane dan parameter syarat mutu meliputi kadar air, rasa (taste) dan

kenampakan (appearance) teh hitam.

Universitas Sumatera Utara