Anda di halaman 1dari 2

Cara pengisian partograf menurut WHO (2000) dan Depkes (2004), yaitu :

Informasi tentang ibu


1. Identitas pasien (nama pasien, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, nomor register pasien,
tanggal dan waktu kedatangan dalam "jam" mulai dirawat, waktu pecahnya selaput ketuban. Selain itu
juga mencatat waktu terjadinya pecah ketuban, pada bagian atas partograf secara teliti.

2. Kesehatan dan kenyamanan janin


mencatat pada kolom, lajur dan skala angka pada partograf , yaitu :
Hasil pemeriksaan DJJ setiap 30 menit digunakan untuk mengeahui adanya tanda-tanda gawat
janin. Setiap kotak menunjukkan waktu 30 menit. Skala angka di sebelah kolom paling kiri
menunjukkan DJJ. DJJ dicatat dengan memberi tanda titik pada garis yang sesuai dengan angka yang
menunjukkan DJJ. Kemudian hubungkan titik yang satu dengan titik lainnya dengan garis tidak
terputus.
Warna dan adanya air ketuban, dilakukan setiap kali melakukan pemeriksaan dalam, dan nilai
warna air ketuban jika selaput ketuban pecah, kemudian catat temuan-temuan klinis ke dalam kotak
yang sesuai di bawah lajur DJJ, menggunakan lambang-lambang seperti berikut:
U : jika ketuban utuh atau belum pecah
J : jika ketuban sudah pecah dan air ketuban jernih
M : jika ketuban sudah pecah dan air ketuban bercampur mekonium
D : jika ketuban sudah pecah dan air ketuban bercampur darah
K : jika ketuban sudah pecah dan tidak ada air ketuban atau "kering"
Molase atau penyusupan tulang-tulang kepala janin, menggunakan lambang-lambang berikut ini:
0 : jika tulang-tulang kepalajanin terpisah, sutura dengan mudah dapat dipalpasi
1 : jika tulang-tulang kepala janin hanya saling bersentuhan
2 : jika tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih, tapi masih dapat
dipisahkan
3 : jika tulang-tulang kepala janin tumpang tindih dan tidak dapat dipisahkan.
Hasil pemeriksaan dicatat pada kotak yang sesuai di bawah lajur air ketuban.

3. Kemajuan persalinan
Kolom dan lajur kedua pada partograf adalah untuk pencatatan kemajuan persalinan. Angka 0-10
yang tertera di tepi kolom paling kiri adalah besarnya dilatasi serviks. Setiap angka/kotak
menunjukkan besarnya pembukaan serviks. Kotak yang satu dengan kotak yang lain pada lajur di
atasnya, menunjukkan penambahan dilatasi sebesar 1 cm. Skala angka 1-5 menunjukkan seberapa
jauh penurunan kepala janin. Masing-masing kotak di bagian ini menyatakan waktu 30 menit.
Kemajuan persalinan meliputi :
Pembukaan serviks : penilaian dan pencatatan pembukaan serviks dilakukan setiap 4 jam atau
lebih sering dilakukan jika ada tanda-tanda penyulit. Saat ibu berada dalam fase aktif persalinan, catat
pada partograf hasil temuan dari setiap pemeriksaan dengan simbol "X". Simbol ini harus ditulis di
garis waktu yang sesuai dengan lajur besarnya pembukaan serviks di garis waspada. Hubungkan tanda
"X" dari setiap pemeriksaan dengan garis utuh atau tidak \terputus
Pencatatan penurunan bagian terbawah atau presentasi janin : dilakukan setiap kali melakukan
pemeriksaan dalam atau setiap 4 jam, atau lebih sering jika ada tanda-tanda penyulit. Kata-kata
"turunnya kepala" dan garis tidak terputus dari 0-5, tertera di sisi yang sama dengan angka
pembukaan serviks. Berikan tanda "--" pada garis waktu yang sesuai. Hubungkan tanda " "dari setiap
pemeriksaan dengan garis tidak terputus
Garis waspada dan garis bertindak : garis waspada dimulai pada pembukaan serviks 4 cm. dan
berakhir pada titik dimana pembukaan lengkap, diharapkan terjadi laju pembukaan 1 cm per jam.
Pencatatan selama fase aktif persalinan harus dimulai di garis waspada
4. Pencatatan jam dan waktu meliputi :
Waktu mulainya fase aktif persalinan, di bagian bawah pembukaan serviks dan penurunan,
tertera kotak-kotak yang diberi angka 1-16. Setiap kotak menyatakan waktu satu jam sejak dimulainya
fase aktif persalinan
Waktu aktual saat pemeriksaan dilakukan, dibawah lajur kotak untuk waktu mulainya fase
aktif, tertera kctak-kotak untuk mencatat waktu aktual saat pemeriksaan dilakukan. Setiap kotak
menyatakan satu jam penuh dan berkaitan dengan dua kotak waktu tiga puluh menit pada lajur kotak
di atasnya atau lajur kontraksi di bawahnya. Saat ibu masuk dalam fase aktif persalinan, catat
pembukaan serviks di garis waspada. Kemudian catat waktu aktual pemeriksaan ini di kotak waktu
yang sesuai. Kemudian catat kontraksi uterus pada bawah lajur waktu yaitu ada lima lajur kotak
dengan tulisan "kontraksi per 10 menit" di sebelah luar kolom paling kiri. Setiap kotak menyatakan
satu kontraksi. Setiap 30 menit, raba dan catat jumlah kontraksi daiam 10 menit dan lamanya
kontraksi dalam satuan detik. Nyatakan jumlah kontraksi yang terjadi dalam waktu 10 menit
menggunakan symbol :
: bila kontraksi lamanya kurang dari 20 menit
: bila kontraksi lamanya 20 - 40 menit
: bila kontraksi lamanya lebih dari 40 menit

5. Mencatat obat-obatan dan cairan intravena (IV) yang diberikan dalam kotak yang sesuai dengan
kolom waktu. Untuk setiap pemberian oksitosin drip, kita harus mendokumentasikan setiap 30 menit
jumlah unit oksitoksin yang diberikan per volume cairan (IV) dan dalam satuan tetesan per menit,
catat semua pemberian obat-obatan tambahan dan/atau cairan IV.

6. Kesehatan dan kenyamanan ibu ditulis dibagian terakhir pada lembar depan partograf, yaitu:
Nadi, tekanan darah dan temperatur tubuh,
Angka di sebelah kiri bagian partograf berkaitan dengan nadi dan tekanan darah ibu. Nilai dan catat
nadi ibu setiap 30 menit selama fase aktif persalinan atau lebih sering jika dicurigai adanya penyulit
menggunakan simbol titik (). Pencatatan tekanan darah ibu dilakukan setiap 4 jam selama fase aktif
persalinan atau lebih sering jika dianggap akan adanya penyulit. Penggunakan simbol pencatatan
temperatur tubuh ibu setiap 2 jam atau lebih sering dilakukan jika suhu tubuh ibu meningkat ataupun
dianggap adanya infeksi dalam kotak yang sesuai.
Volume urin, protein atau aseton,
Ukur dan catat jumlah produksi urin ibu sedikitnya setiap 2 jam atau setiap kali ibu berkemih spontan
atau dengan kateter. Jika memungkinkan setiap kali ibu berkemih, lakukan pemeriksaan adanya
aseton atau protein dalam urin.

7. Asuhan, pengamatan dan keputusan klinik lainnya


Catat semua asuhan lain, hasil pengamatan dan keputusan klinik di sisi luar kolom partograf, atau buat
catatan terpisah tentang kemajuan persalinan. Cantumkan juga tanggal dan waktu saat membuat
catatan persalinan. Asuhan, pengamatan dan keputusan klinik mencakup: jumlah cairan per oral yang
diberikan, keluhan sakit kepala atau pengelihatan kabur;, konsultasi dengan penolong persalinan
lainnya, persiapan sebelum melakukan rujukan, upaya rujukan.