Anda di halaman 1dari 8

Serba Serbi

SEKILAS MENGENAI
BPJS KESEHATAN

Pembentukan BPJS jaminan kesehatan mulai tanggal 1 Januari 2014. Dan


Pendirian BPJS adalah dalam rangka memperluas cakupan bersamaan dengan itu, PT Jamsostek juga berubah
pemberian jaminan sosial kepada segenap lapisan rakyat menjadi BPJS Ketenagakerjaan.
Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam Ps.
28H ayat 3 dan Ps. 34 ayat 2 UUD 45 yaitu : BPJS Kesehatan
Guna mendukung operasional BPJS Kesehatan,
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi Pemerintah telah menerbitkan peraturan pelaksananya
seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yaitu Peraturan Presiden No.12/2013 tentang Jaminan
yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat Kesehatan dan Peraturan Presiden No. 111 /2013 tentang
kemanusiaan. perubahan Peraturan Presiden No. 12 / 2013.
Dalam peraturan tersebut, Peserta Jaminan Kesehatan
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah terdiri dari :
menerbitkan UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional (SJSN). 1. Penerima Bantuan Iuran (PBI) yaitu Fakir Miskin &
Orang Tidak Mampu yang iuran jaminan kesehatannya
Pasal 5 UU tersebut menyebutkan bahwa badan dibayar oleh Pemerintah.
penyelengara jaminan sosial yang sudah ada yaitu : 2. Bukan Penerima Bantuan iuran.
PT Jamsostek (Persero), Terdiri atas Pekerja Penerima Upah, Pekerja Bukan
PT Asuransi Kesehatan Indonesia (Askes) Persero, Penerima Upah dan Bukan Pekerja.
PT Taspen (Persero),
PT Asabri (Persero),

dinyatakan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan


Sosial. Apabila diperlukan badan penyelenggaran
jaminan sosial yang lain, dapat dibentuk dengan
undang-undang.

Selanjutnya melalui UU No. 24 tahun 2011 dibentuklah


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang terdiri
dari :
1. BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan :
- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK),
- Jaminan Hari Tua (JHT),
- Jaminan Kematian (JKm),
- Jaminan Pensiun (JP).
2. BPJS Kesehatan : menyelenggarakan program
Jaminan Kesehatan.
Sosialisasi BPJS Kesehatan kepada
PP BNI di YDD Swadharma
Melalui UU no. 24 / 2011, PT Askes bertransformasi
menjadi BPJS Kesehatan dan menyelenggarakan program

Info DPBNI 50 | 33
Serba Serbi

PESERTA BPJS

PBI NON
PBI

APBN APBD

JAMKESMAS JAMKESDA
(EXISTING)

PEKERJA PENERIMA UPAH PEKERJA BUKAN BUKAN PEKERJA


PENERIMA UPAH

PEGAWAI PEGAWAI 1. PENERIMA


INDIVIDU PENERIMA
PEMERINTAH NON VETERAN PENSIUN
PENSIUN
PEMERINTAH 2. INVESTOR
3. PEMBERI
1. PNS PUSAT 1. PENGACARA KERJA
1. PEG. BUMN 1. PP PNS -- VETERAN
2. PNS DAERAH 2. AKUNTAN 2. PP TNI -- PERINTIS
3. PNS 2. PEG. BUMD 3. ARSITEK
3. PEG. SWASTA 3. PP POLRI KEMER-
DIPERBANTUKAN 4. DOKTER, 4. PP PEJABAT DEKAAN
4. TNI 5. KONSULTAN NEGARA
5. POLRI 6. NOTARIS
6. PJBT NEGARA 7. PEDAGANG,
7. PEGAWAI 8. AKTUARIS
PEMERINTAH NON 9. PEMUSIK, dll.
PNS

Bagan 1 - Kepesertaan di BPJS

Keikutsertaan di BPJS serta kelompok Bukan Pekerja yaitu Pensiunan,


Penahapan kepesertaan / keikutsertaan pada BPJS investor, dan veteran, wajib mendaftarkan diri paling
Kesehatan diatur sesuai kelompok peserta sebagai lambat tanggal 1 Januari 2019.
berikut :
Diharapkan pada tanggal 1 Januari 2019,
a. Mulai tanggal 1 Januari 2014, sebanyak kurang lebih seluruh lapisan masyarakat dapat tercover jaminan
112 juta penduduk Indonesia otomatis menjadi kesehatan.
anggota. Jumlah tersebut berasal dari peserta
Askes (existing) 16,2 juta orang, peserta. PBI seperti Besaran Iuran BPJS
Jamkesmas / Jamkesda 86,4 juta orang, pengalihan Untuk kelompok PBI (Penerima Bantuan Iuran), iurannya
peserta program jaminan pemeliharaan kesehatan dibayar oleh Pemerintah sebesar Rp. 19.225,- per jiwa
ex. Jamsostek (8,5 juta orang), peserta dari Asabri per bulan, dengan fasilitas ruang perawatan Kelas III.
(TNI / Polri ) sebanyak 1,65 juta orang, serta Pegawai Untuk kelompok Pekerja Penerima Upah, pendaftaran
Negeri Sipil. sebagai peserta dilakukan oleh Pemberi Kerja. Bagi
Peserta dari kelompok lainnya (yang tidak disebutkan pegawai negeri sipil, TNI & Polri, iurannya menjadi
diatas) juga dapat mendaftarkan diri sejak tanggal beban bersama antara pegawai dan pemberi kerja,
ini. yaitu 2% beban pegawai dan 3% beban pemberi
kerja, dihitung dari upah dan tunjangan lainnya yang
b. Peserta dari kelompok Pekerja Penerima Upah sifatnya tetap.
yaitu pegawai BUMN, BUMD dan swasta, wajib
mendaftarkan diri paling lambat tanggal 1 Januari Bagi pegawai BUMN, BUMD dan swasta, iuran totalnya
2015. adalah sebesar 5%, dimana sebesar 1% merupakan
c. Peserta dari kelompok Bukan Penerima Upah yaitu beban pegawai dan 4% sisanya merupakan beban
pekerja mandiri, para profesional, pedagang, dlsb pemberi kerja, dihitung dari upah dan tunjangan lainnya
yang sifatnya tetap.

34 | Info DPBNI 50
Serba Serbi

Iuran tsb. adalah untuk satu keluarga terdiri dari maks. 5 Masuk dalam kelompok ini adalah para pekerja mandiri /
orang (suami, istri, dan 3 anak). Apabila ada tambahan profesional, pedagang, pengusaha, dan pensiunan BUMN
keluarga (tambahan anak, orangtua / mertua) yang serta pensiunan perusahaan swasta.
ingin dicover, dapat dilakukan dengan menambah iuran
sebesar 1% per jiwa per bulan, atas beban pegawai. Khusus bagi kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah dan
Peserta Bukan Pekerja yang berasal dari pensiunan PNS,
Iuran yang dibayar oleh Pekerja Penerima Upah diberi pensiunan TNI / Polri, pensiunan pejabat negara, beserta
batas bawah dan batas atas (maksimum). Untuk batas janda dan anak yatim / piatunya, iurannya menjadi beban
bawah, dasar perhitungan iuran minimal sebesar bersama antara peserta dan Pemerintah yaitu :
prosentase dari UMP masing-masing propinsi. Untuk
batas atasnya, iuran maksimal sebesar prosentase dari Beban Peserta : 2% dari jumlah pensiun pokok dan
dua kali Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) K1. tunjangannya. Beban Pemerintah : 3% dari jumlah
pensiun pokok dan tunjangannya.
Untuk kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah
dan Peserta Bukan Pekerja, mendaftarkan sendiri Sedangkan bagi veteran, perintis kemerdekaan beserta
keikutsertaannya dan iuran dibayar peserta ybs dengan janda dan anak yatim / piatunya, iurannya dibayar oleh
pilihan nominal sesuai kelas perawatannya yaitu : Pemerintah.

Kelas I : Rp. 59.500,- per jiwa per bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari uraian dalam tabel
Kelas II : Rp. 42.500,- per jiwa per bulan. dibawah ini
Kelas III : Rp. 25.500,- per jiwa per bulan.

Iuran Kepesertaan BPJS Kesehatan

Kelompok Pembayar Besaran Kelas


Peserta Iuran Iuran Perawatan
Penerima Bantuan Rp. 19.225,-
Pemerintah Kelas III
Iuran ( PBI ) / orang / bulan

Pekerja Penerima Upah : Pekerja : 2% dari Upah & Tunj.


Kelas I & II
PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara Pemberi kerja : 3% dari Upah & Tunj.
Pekerja : 0,5% dari Upah & Tunj. 01-1-2014 sd.
30-6-2015.
Pekerja Penerima Upah lainnya : Pemberi kerja : 4% dari Upah & Tunj. Kls. I & II
pegw. BUMN, swasta (usaha besar,
menengah, kecil, mikro). Pekerja : 1% dari Upah & Tunj. Mulai
01-7-2015.
Pemberi kerja : 4% dari Upah & Tunj. Kls. I & II

Rp. 59.500,- / jiwa / bln. Kelas I


Pekerja Bukan Penerima Upah
& Peserta Bukan Pekerja : Peserta Ybs. Rp. 42.500,- / jiwa / bln. Kelas II
Profesional, Pedagang, Pensiunan.
Rp. 25.500,- / jiwa / bln. Kelas III

Pensiunan : PNS, TNI / Polri, Peserta : 2% x (Pensiun Pokok + Tunj)


Pejabat negara, janda/duda & Kelas I & II
anak yatim/piatunya. Pemerintah : 3% x (Pensiun Pokok + Tunj)

Veteran, Perintis kemerdekaan, 5% x (45% x gaji pokok


janda/duda, dan anak yatim / Pemerintah PNS gol. III a ), Kelas I
piatunya. masa kerja 14 tahun.

Bagan 2 Besar Iuran BPJS

Info DPBNI 50 | 35
Serba Serbi

Fasilitas Kesehatan & Manfaat Yang Dijamin. Adapun Manfaat yang Dijamin atau diperoleh meliputi :
Masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan
dapat mengunjungi fasilitas kesehatan yang telah 1. Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama :
ditunjuk / telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Meliputi pelayanan kesehatan non spesialistik yang
yang meliputi : mencakup :

1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama : a. Administrasi pelayanan.


Pelayanan kesehatan tingkat pertama dilaksanakan b. Pelayanan promotif dan preventif.
melalui praktik dokter umum, praktik dokter gigi, c. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medik.
puskesmas, klinik pratama atau yang setara.
d. Tindakan medis non spesialistik, baik yang
2. Pelayanan kesehatan tingkat lanjutan :
operatif maupun non operatif.
Terdiri dari klinik utama atau yang setara, rumah
sakit umum (RSU, RSUD, RSU TNI/ Polri) dan rumah e. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai.
sakit khusus (RS Khusus Jantung / kardiovaskular, f. Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis.
RS Khusus Kanker / Onkologi, RS Khusus Paru, RS g. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium
Khusus Bersalin, RS Khusus Mata, RS Khusus Kusta, tingkat pertama.
RS Khusus Jiwa dan RS Khusus lainnya yang telah
h. Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan
terakreditasi).
indikasi medis.
Alur atau prosedur dalam memperoleh pelayanan
2. Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut
kesehatan diatur sebagai berikut :
Meliputi pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat
inap yang mencakup :

a. Administrasi pelayanan.
b. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi
spesialistik oleh dokter spesialis dan sub-
Pelayanan Kesehatan
spesialis.
& Prosedur
Pelayanan : c. Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun
non bedah sesuai dengan indikasi medis.
d. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai.
e. Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai
PELAYANAN KESEHATAN
TINGKAT PERTAMA : dengan indikasi medis.
Puskesmas, Dokter Praktek, f. Rehabilitasi medis / Fisioterapi.
Klinik Swasta,
Yang bekerjasama
g. Pelayanan darah.
Dengan BPJS Kesehatan h. Pelayanan kedokteran forensik klinik.
Peserta

Rujukan
i. Pelayanan jenazah pada pasien yang meninggal
setelah dirawat inap di fasilitas kesehatan yang
bekerjasama dengan BPJS, berupa pemulasaran
/ perawatan jenazah (tidak termasuk mobil
PELAYANAN KESEHATAN
TINGKAT LANJUTAN : jenazah dan peti mati).
Rumah Sakit j. Perawatan inap non intensif.
Yang bekerjasama
Dengan BPJS Kesehatan k. Perawatan inap di ruang intensif.

Pelayanan ambulan disediakan untuk pasien rujukan dari


Kondisi Gawat Darurat Medis
fasilitas kesehatan yang satu ke fasilitas kesehatan lainnya
dengan tujuan menyelamatkan nyawa pasien.

Bagan 3 Alur Penanganan Pasien

36 | Info DPBNI 50
Serba Serbi

Dalam ketentuan BPJS Kesehatan berlaku adanya Keikutsertaan Pensiunan BNI pada BPJS
Coordination of Benefit (koordinasi manfaat) dimana Kesehatan
BPJS Kesehatan mengcover pelayanan kesehatan sampai Pensiunan BNI termasuk dalam kelompok Peserta Bukan
di tingkat lanjut, sedangkan apabila peserta memerlukan Pekerja.
manfaat tambahan dapat dicover dari asuransi kesehatan Keikutsertaan di BPJS Kesehatan sesuai ketentuan dapat
komersial. dilakukan paling lambat tanggal 1 Januari 2019.

Sedangkan Pelayanan Kesehatan yang Tidak Dijamin Iurannya sebesar nominal sesuai kelas perawatan yang
meliputi : dikehendaki yaitu :
Kelas I : Rp. 59.500,- per jiwa per bulan.
a. Pelayanan Kesehatan yang dilakukan tanpa melalui Kelas II : Rp. 42.500,- per jiwa per bulan.
prosedur yang berlaku, antara lain tidak melalui Kelas III : Rp. 25.500,- per jiwa per bulan.
fasilitas kesehatan tingkat pertama terlebih dahulu,
kecuali dalam kondisi gawat darurat. Perbedaan kelas perawatan dimaksud hanya
b. Pelayayan kesehatan yang dilakukan di fasilitas pada akomodasi ruang perawatannya, sedangkan
kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS pengobatannya sama.
Kesehatan, kecuali dalam kondisi gawat darurat.
c. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh Sesuai informasi yang kami peroleh dari YDD
program jaminan kecelakaan kerja terhadap Swadharma, dalam tahun 2014 ini fasilitas kesehatan
penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau Pensiunan BNI masih dicover oleh BNI Life dengan
hubungan kerja (misal program Jaminan Kecelakaan benefit dan plafondnya tetap sama seperti tahun 2013.
Kerja dari Jamsostek) sampai sebesar nilai yang
ditanggung oleh program JKK. Sebagai persiapan untuk pendaftaran ke BPJS Kesehatan,
keikutsertaan Pensiunan BNI pada BPJS Kesehatan masih
d. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh
dalam proses pengkajian oleh YDD Swadharma dan PP
program jaminan kecelakaan lalu lintas (misal: Jasa
BNI.
Raharja) yang bersifat wajib, sampai sebesar nilai
yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan
Demikian uraian mengenai BPJS Kesehatan, semoga
lalu lintas.
dapat memberikan informasi bagi Bapak / Ibu Pensiunan
e. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri. serta kita semua yang akan terdaftar sebagai peserta
f. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika. BPJS Kesehatan.
g. Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi). ( IDhs ).
h. Gangguan kesehatan / penyakit akibat
Sumber :
ketergantungan obat dan atau alkohol.
- Materi presentasi BPJS Kesehatan (PT Askes).
i. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti - PP No. 101 / 2012.
diri sendiri, atau akibat melakukan hobi yang - Per.Pres. No. 12 / 2013.
membahayakan diri sendiri. - Per.Pres No. 111 / 2013
j. Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, - Per.MenKes. No. 71 / 2013.
termasuk akupuntur, shinse, chiropractic, dan lainnya - YDDS.
yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian
teknologi kesehatan (health technology assesment).
k. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan
sebagai percobaan (eksperimen).
l. Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi dan susu.
m. Perbekalan kesehatan rumah tangga.
n. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa
tanggap darurat, kejadian luar biasa, dan wabah.
o. Biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungannya
dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.
p. Klaim perorangan.

Info DPBNI 50 | 37
Serba Serbi

Mengenal Keanggotaan / Kepesertaan


Dari Lembaga-Lembaga Yang Berada Di Lingkungan BNI
Dimana bernaung manakala sepi, dimana bernaung manakala susah/sakit, dimana bernaung manakala
duka. Tentunya hanya kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa yang akan memberikan naungan kepada
umatnya. Tapi bukan itu yang akan menjadi topik dalam penulisan ini. Ada baiknya kita mengenal
beberapa lembaga di lingkungan BNI yang dapat mengayomi dalam menghadapi problema kehidupan
sosial para pensiunan.

Persatuan Pensiunan BNI Keanggotaan pada PP bersifat stelsel pasif, artinya

S aat menjalani masa semua pensiunan BNI dengan sendirinya menjadi


pensiun untuk anggota PP BNI tanpa harus melakukan perbuatan hukum
berhimpun dan bersatu (contoh. Mengisi formulir pendaftaran, dlsb), kecuali
tentunya pensiunan bagi mereka yang tidak bersedia menjadi anggotanya
memerlukan wadah yang yang harus memberitahukan secara tertulis kepada PP
dapat mengayominya. Pusat BNI / Wilayah / Cabang / Komda / Korwil setempat.
Wadah tunggal bagi para Pensiunan menjadi anggota PP pada unit PP BNI dimana
pensiunan yang dalam pensiunan bersangkutan berdomisili. Pensiun yang
gerak kiprahnya dapat dimaksud adalah semua penerima manfaat pensiun dari
membantu mengusahakan peningkatan kesejahteraan Dana Pensiun BNI termasuk Janda/Duda atau Anak Yatim
anggotanya, mewujudkan persatuan dan kesatuan Piatu Pensiunan yang masih terdaftar pada Dana Pensiun
diantara para pensiunan berdasarkan asas kekeluargaan. BNI serta belum mencapai 25 tahun dan/atau belum
kawin.
Bahwa menyadari akan cita-cita tersebut pada tanggal
22 Januari 1978 di Jakarta didirikan suatu organisasi dari Setiap anggota tentunya wajib membayar iuran bulanan
para pensiunan BNI dengan nama Persatuan Pensiunan yang besarnya ditetapkan oleh organisasi.
BNI.
Berakhirnya keanggotaan PP BNI karena :
Untuk mewujudkan cita citanya, sangat diharapkan
adanya perhatian, pengertian dan bantuan dari seluruh - Meninggal dunia (Bila pensiunan meninggal dunia,
organisasi BNI agar tujuan yang ingin dicapai PP BNI dapat keangotaannya dapat dilanjutkan oleh janda/duda
terwujud. Disamping itu, kelahiran PP BNI sebagai satu- atau anaknya sepanjang mereka masih memperoleh
satunya wadah untuk menyalurkan aspirasi dan inspirasi manfaat pensiun dari Dana Pensiun BNI).
bagi para anggota diharapkan dapat ikut membantu
- Mengundurkan diri.
memecahkan berbagai macam problema kehidupan
sosial para pensiunan beserta keluarganya. Bahwa setiap - Diberhentikan oleh pengurus karena sebab-sebab
Kepengurusan dari Persatuan Pensiunan Bank Negara tertentu, keanggotaannya tidak dapat dilanjutkan
Indonesia perlu menyadari ikut menjadi mitra dalam oleh isteri/suami atau anaknya).
upaya memelihara nilai-nilai dasar yang telah ada yaitu
asas kekeluargaan, gotong royong dan budi pekerti. - Tidak lagi memperoleh manfaat pensiun dari Dana
Pensiun BNI.
Untuk menampung anggota yang tersebar diseluruh
Indonesia, PP BNI Pusat berkedudukan satu kota dengan Hal hal di atas tercantum dalam Anggaran Dasar dan
Kantor Besar BNI dan memiliki perwakilan di daerah- Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PP BNI.
daerah dengan tingkatan PP Wilayah dan PP Cabang.

38 | Info DPBNI 50
Serba Serbi

Y ayasan Danar Dana Swadharma (YDDS) memiliki


maksud dan tujuan dibidang sosial dan kemanusiaan
yang sejalan dengan visinya yaitu Meningkatkan
Ruang lingkup kegiatan YDDS yaitu :
- Pengelolaan pembayaran Premi Assuransi bagi para
pensiunan.
kesejahteraan Pensiunan BNI. - Pemberian pinjaman lunak untuk biaya perawatan
yang tidak ditanggung Asuransi.
Awal didirikannya adalah berdasarkan akte no 150 - Pemberian pinjaman untuk keperluan pendidikan,
pada tanggal 21 Desember 1959 dengan nama Yayasan disamping pemberian beasiswa kepada anak
Dana Kesejahteraan BNI yang merupakan bentuk dari pensiunan yang berprestasi di unit pendidikan milik
pelaksanaan cita-cita Direksi BNI untuk menambah YDDS.
kesejahteraan pegawai dan pensiunan beserta - Penyaluran Emergency Fund.
keluarganya. Dalam Juklak-Asuransi Kesehatan Pensiun BNI, disebutkan
antara lain:
Pada kurun waktu Tahun 1980 s/d 1993, YDD BNI 1946 - Peserta/Tertanggung adalah Pen-siunan beserta
digabung dengan Yayasan Dapenso (sebelum berubah suami/isterinya.
menjadi DPBNI) Tujuan Yayasan selain mengelola manfaat - Pensiunan adalah mantan pegawai BNI yang
pensiun juga menyelenggarakan program hospitalisasi menerima manfaat pensiun dari Dana Pensiun BNI,
serta kesejahteraan lainnya baik bagi pegawai maupun dalam bentuk Manfaat Pensiun Normal, Manfaat
pensiun. Pensiun Diper-cepat, Manfaat Pensiun Cacat.
- Terhitung sejak menerima Manfaat Pensiun dari Dana
Sejalan dengan berlakunya UU No.11 Tahun 1992 tentang Pensiun BNI, peserta wajib membayar Iuran Dana
Dana Pensiun, dimana Dana Pensiun hanya dapat Hospitalisasi sebesar iuran bagi pensiunan yaitu
mengelola program pensiun, kegiatan diluar program 6,55% x manfaat pensiun perbulan.
pensiun dikembalikan kepada YDD, dan sejak awal - Pemberian manfaat program asuransi kesehatan
maret 1997 Yayasan mulai diberi tugas untuk membantu sejak ybs menerima manfaat pensiun dan mengacu
kesejahteraan peserta/ pensiunan. Peserta yang semula pada fasilitas yang diberikan kepada tertanggung
pegawai dan pensiunan menjadi hanya pensiunan saja. pensiunan (mantan pegawai ybs dan isteri/suami).
Dengan dikeluarkannya UU No.16/2001, tentang yayasan,
yang mewajibkan yayasan yang sudah ada mengubah Ilustrasi :untuk tahun 2013
anggaran dasar yang disesuaikan dengan ketentuan
UU tsb. Anggaran Dasar yang baru antara lain memuat Dengan iuran 6,55% sebulan atau setahun 78,6% bila
perubahan nama Yayasan Danar Dana menjadi Yayasan diasumsikan manfaat pensiun Rp.1 juta/bln, iuran
Danar Dana Swadharma disingkat YDDS. hospitalisasi yang disetor sebesar Rp.786.000,-/th dan
Iuran yang diterima sebesar tersebut digunakan untuk
Dalam perjalanan waktu YDDS telah mengalami berbagai membayar premi asuransi ybs beserta isteri/suami sebesar
perubahan sehingga akhirnya mempunyai maksud dan Rp 1.382.800,-. Peserta pensiunan (suami dan isteri) akan
tujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan memperoleh benefit rawat inap dengan plafond masing-
pensiunan BNI dan saat ini yang menjadi focus utama masing sebesar Rp.10.200.000,- (untuk pegawai dasar)
adalah fasilitas kesehatan untuk para pensiunan dan fasilitas kesehatan lainnya yang dikelola langsung
yang merupakan tantangan bagi YDDS untuk dapat oleh YDDS seperti bantuan kaca mata, rawat jalan khusus
mencarikan solusi agar program kesehatan pensiunan dan alat Bantu.
dapat memenuhi harapan dan bisa berkelanjutan.

Info DPBNI 50 | 39
Serba Serbi

Perkumpulan Kusuma b. Anggota Luar Biasa yaitu Pegawai Lainnya dan


Swadharma (PKS). Pihak Lainnya dengan stelsel keanggotaan aktif.

3. Hak dan Kewajiban Anggota:

L embaga lain yang berkaitan


dengan pensiunan
yaitu Perkumpulan Kusuma
Anggota Biasa berhak :

Swadharma (PKS). a. Memperoleh pelayanan dan fasilitas yang


berkaitan dengan pengurusan musibah
1. Tujuan dan Tugas Pokok kematian yang menimpa Anggota /Keluarga;
Tujuan perkumpulan adalah : b. Memiliki hak suara;
a. untuk menumbuh-kembangkan rasa
kekeluargaan yang saling menolong dalam c. Memilih dan dipilih menjadi Anggota Dewan
keluarga Besar BNI, dan sesama Anggota Pengurus atau Dewan Pengawas;
lainnya.
d. Bicara, mengajukan pendapat dan saran untuk
b. Turut berpartisipasi dan memberikan
kemajuan Perkumpulan baik secara lisan
sumbangsih dalam meningkatkan kepedulian
maupun tulisan.
sosial kepada masyarakat.
Anggota Luar Biasa berhak :
Sedangkan tugas pokok perkumpulan adalah:
a. Memberikan jasa pelayanan yang utuh a. Memperoleh pelayanan dan fasilitas yang
dan fasilitas perlengkapan yang berkaitan memadai terkait dengan pengurusan
dengan musibah kematian Anggota/Keluarga musibah kematian yang menimpa Anggota/
Anggota. Keluarganya;
b. Melakukan usaha-usaha lainnya untuk b. Bicara, mengajukan pendapat dan saran untuk
meningkatkan pelayanan kepada Anggota.
kemajuan Perkumpulan baik secara lisan
maupun tulisan.
2. Keanggotaan Perkumpulan
Keanggotaan Perkumpulan ini sebagaimana diatur Setiap Anggota Wajib :
dalam AD/ART yang menganut stelsel keanggotaan
a. Membayar iuran wajib bulanan yang
ganda yakni stelsel keanggotaan pasif dan stelsel
ditentukan perkumpulan
keanggotaan aktif.
b. Memenuhi segala peraturan Perkumpulan
Stelsel keanggotaan pasif (diberlakukan untuk
pegawai dan pensiunan BNI) menetapkan ke- Dalam hal Anggota meninggal dunia maka ahli
pesertaan keanggotaan ber-sifat otomatis tanpa warisnya (janda/duda/anaknya) yang berhak
keharusan mendaftarkan diri terlebih dahulu kecuali atas manfaat pensiun meneruskan keanggotaan
bagi mereka yang menyatakan tidak bersedia menjadi Perkumpulan dengan tetap memenuhi kewajibannya
anggota harus me-nyampaikan secara tertulis. sebagai anggota.

4. Berakhirnya Keanggotaan Perkumpulan, karena :


Sedangkan stelsel keanggotaan aktif menyatakan
kepesertaan keanggotaan secara aktif men- a. Meninggal dunia;
daftarkan terlebih dahulu kepada Perkumpulan, baik
b. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri;
perorangan maupun secara kolektif.
c. Diberhentikan oleh Dewan Pengurus karena
Anggota Perkumpulan terdiri dari : sebab-sebab tertentu atau
a. Anggota Biasa yaitu Pegawai dan Pensiunan dari
Keluarga Besar BNI dan keluarganya dengan ke- d. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai Anggota,
anggotaan stelsel pasif. diantaranya disebabkan 5 (lima) kali berturut-
turut tidak membayar iuran wajib bulanan.

40 | Info DPBNI 50