Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat-
Nya lah dan hidayah-Nya jualah penulisan makalah ini dapat selesai dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk dijadikan referensi yang lengkap dan menyeluruh tentang
Elektrosintesis.
Makalah ini disusun secara khusus dan sistemika untuk memenuhi tugas dari Mata Kuliah
Elektrokimia dan penyusunannya dilakukan secara kelompok. Substansi yang terdapat dalam
makalah ini berasal dari beberapa referensi buku dan literature-literatur lain, ditambah pula dari
sumber-sumber lain yang berasal dari media elektronik melalui pengambilan bahan dari internet.
Sistematika penyusunan makalah ini terbentuk melalui kerangka yang berdasarkan acuan
atausumber dari buku maupun literatue-literatur lainnya.
Makalah yang berjudul Elektrosintesis ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi
mahasiswa, dosen atau masyarakat umum dan juga sebagai bahan pembanding dengan makalah
lain yang secara substansial mempunyai kesamaan. Tentunya dari konstruksi yang ada dalam
makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah Elektrokimia banyak terdapat kekurangan.
Oleh karena itu, penulis berharap diberikan kritikan yang membangun kepada para pembaca.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
A. Latar Belakang................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan.............................................................................................. 2
D. Manfaat Penulisan............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................... 3
A. Pengertian elektrosintesis ................................................................................ 3
B. Prinsip kerja elektrosintesis.............................................................................. 5
C. Perlengkapan Elektrosintesis............................................................................ 9
D. Aplikasi Metode Elektrosintesis....................................................................... 15
E. Contoh Produk dan Bahan Baku dalam proses sisntesis senyawa-senyawa organic secara
elektrokimia...................................................................................................... 17
F. Keuntungan Metode Eletrosintesi ........................................... 22
BAB III PENUTUP........................................................................................................ 28
A. Kesimpulan....................................................................................................... 28
B. Saran................................................................................................................. 28
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aspek elektronik dan reaksi kimia. Elemen yang
digunakan dalam reaksi elektrokimia di karakterisasikan dengan banyaknya elektron yang
dimiliki. Dengan kata lain adalah cabang ilmu kimia yang berhubungan dengan arus listrik dan
potensi.
Metode elektrosintesis adalah suatu cara untuk mensintesis/membuat dan atau memproduksi
suatu bahan yang didasarkan pada teknik elektrokimia. Pada metode ini terjadi perubahan
unsur/senyawa kimia menjadi senyawa yang sesuai dengan yang diinginkan. Teknik sintesis
secara elektrokimia tidak memerlukan bahan pengoksidasi dan katalis. Karena anoda dapat
berungsi sebagai tempat berlangsungnya oksidasi sebagai katalis.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian sel elektrosintesis?
2. Bagaimana prinsip kerja elektrosintesis?
3. Apa saja perlengkapan elektrosintesis?
4. Bagaimana aplikasi metode elektrosintesis?
5. Apa saja contoh dalam metode elektrosintesis?
6. Apa keuntungan menggunakan metode elektrosintesis?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini, adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui cabang elektrokimia dengan metode elktrosintesis .
2. Untuk mengetahui prinsip kerja dalam elektrosintesis.
3. Untuk mengetahui aplikasi dalam dunia industry yang menggunakan elektrosintesis
D. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini, adalah sebagai berikut:
1. Sebagai acuan atau referensi bagi mahasiswa yang akan mempelajari tentang elektrosintesis.
2. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah elektrokimia.
3. Sebagai sarana atau sumber pemberian informasi bagi pembaca tentang elektrosintesis.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian elektrosintesis
Elektrosintesis adalah suatu cara untuk mensintesis/membuat dan atau memproduksi
suatu bahan yang didasarkan pada teknik elektrokimia. Pada metode ini terjadi perubahan
unsur/senyawa kimia menjadi senyawa yang sesuai dengan yang diinginkan. Teknik sintesis
secara elektrokimia tidak memerlukan bahan pengoksidasi dan katalis. Karena anoda dapat
berungsi sebagai tempat berlangsungnya oksidasi sebagai katalis.

B. Prinsip Elektrosintesis

Prinsip dari metode elektrosintesis didasarkan pada penerapan teori-teori elektrokimia biasa
sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Baik teknik elektrosintesis maupun metode sintesis
secara konvensional, mempunyai variabel-variabel yang sama seperti suhu, pelarut, pH,
konsentrasi reaktan, metode pencampuran dan waktu. Akan tetapi perbedaannya, jika di
elektrosintesis mempunyai variabel tambahan yakni variabel listrik dan fisik seperti elektroda,
jenis elektrolit, lapisan listrik ganda, materi/jenis elektroda, jenis sel elektrolisis yang digunakan,
media elektrolisis dan derajat pengadukan.

Pada dasarnya semua jenis sel elektrolisis termasuk elektrosintesis selalu berlaku hukum Faraday
yakni:

Jumlah perubahan kimia yang terjadi dalam sel elektrolisis, sebanding dengan muatan
listrik yang dilewatkan di dalam sel tersebut

Jumlah muatan listrik sebanyak 96.500 coulomb akan menyebabkan perubahan suatu
senyawa sebanyak 1,0 gramekivalen (grek)

Sebelum melaksanakan elektrosintesis, sangatlah penting untuk memahami reaksi yang terjadi
pada elektroda. Di dalam sel elektrolisis akan terjadi perubahan kimia pada daerah sekitar
elektroda, karena adanya aliran listrik. Jika tidak terjadi reaksi kimia, maka elektroda hanya akan
terpolarisasi, akibat potensial listrik yang diberikan. Reaksi kimia hanya akan terjadi apabila ada
perpindahan elektron dari larutan menuju ke elektroda (proses oksidasi), sedangkan pada katoda
akan terjadi aliran elektron dari katoda menuju ke larutan (proses reduksi). Proses perpindahan
elektron dibedakan atas perpindahan elektron primer, artinya materi pokok bereaksi secara
langsung pada permukaan elektroda, sedangkan pada perpindahan elektron secara sekunder,
elektron akan bereaksi dengan elektrolit penunjang, sehingga akan dihasilkan suatu reaktan
antara (intermediate reactan), yang akan bereaksi lebih lanjut dengan materi pokok di dalam
larutan. Reaktan antara ini dapat dihasilkan secara internal maupun eksternal:

Perpindahan elektron secara primer : O + ne P


Perpindahan elektron secara sekunder : X + ne I, O + I P

Perlu diketahui juga dalam mengelektrosintesis terutama sintesis senyawa organik bahwa reaksi
pada elektroda dapat saja berubah bila kondisi berubah. Salah satu parameter yang penting untuk
memahami reaksi yang terjadi adalah dengan mengetahui potensial elektrolisis untuk reaksi
oksidasi dan reduksi. Tabel 1 dan 2 berikut ini memperlihatkan potensial reduksi dan oksidasi
beberapa senyawa organik:

Senyawa E1/2 Senyawa E1/2


(Volt) (Volt)
Phenacyl Bromide 0.16 Anthracene 1.20
Kloroform 1.67 Phenantherene 1.68
Methylen Klorida 2.33 Napthalene 1.72
Benzoquinon + 0.44 Phenol 1.35
Benzoquinon 0.40 Anisol 1.67
Mesityl oxide 1.6 Thioanisol 1.82
Camphor Anil 2.6 Bitropyl 1.29
Benzalanin 1.83 Tropylidiine 1.39
Anthracene 1.94 Thiopene 1.91
Phenantherene 2.46
Tabel. 2 Potensial oksidasi
Napthalene 2.47
senyawa organik
Tabel . 1 Potensial reduksi
senyawa organik

Sumber: Buchori 2003

Pengaturan potensial juga amat penting dilakukan terutama bila reaksi melibatkan molekul
bergugus fungsi banyak (kompleks polyfunctional molecule). Sebagai contoh reaksi reduksi
kromida aromatik pada kondisi katon dan alkil klorida tidak aktif dan alpha-kromoketon yang
lebih mudah tereduksi dari pada arilkromida. Reaksi reduksi selektif ini dapat diramalkan
berjalan sesuai dengan arah yang diinginkan melalui pengaturan potensial. Pengaturan potensial
juga berguna untuk suatu reaksi transformasi pembuatan suatu senyawa organik yang melibatkan
iodikal, karbanion ataupun korbonium, yang secara kimia biasa tidak dapat dilakukan ternyata
dapat dilaksanakan secara elektrokimia.

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa sebenarnya dasar dari terjadinya
reaksi elektrosintesis adalah :

1. Pemutusan ikatan tunggal


Beberapa jenis ikatan tunggal yang elektroaktif antara lain : alkil halida, ikatan karbon-
oksigen, ikatan karbon-nitrogen, ikatan karbon-belerang, ikatan karbon-fosfor dan ikatan
oksigen-oksigen.

2. Reduksi Ikatan rangkap (rangkap dua dan rangkap tiga)


Beberapa kelompok ikatan rangkap yang elektroaktif, antara lain gugusan karbonil
(aldehida, keton, karboksilat dan turunannya), ikatan ganda karbon nitrogen (Irium,
turunan karbonil lainnya), gugus nitro (senyawa nitro aromatik, nitro alifatik), ikatan
rangkap lainnya (senyawa azo dan nitrozo, diazo dan diazinum).

C. Perlengkapan Elektrosintesis
Teknik elektrosintesis secara eletrokimia terjadi dalam sel elektrolisis yang diberi
sumber arus yang terdiri elektroda positif (anoda) dan elektroda negative (katoda) serta elektrolit.
Biasanya elektroda yang digunakan adalah:

a. elektroda kerja

sebagai katoda atau anoda tergantung pada proses sintesis secara elektrokimia. Beberapa
logam yang dapat digunakan sebagai anoda dan katoda :

Elektroda Jenis logam

Anoda Platinum, grafit, karbon, plumbum oksida, ruthenium, lridium,


rubidium, nikel oksida, argentum oksida, mangan oksida, besi
oksida, dan emas

Katoda Merkuri, plumum, timah, zink, cadmium, nikel, kromium,


alumunium, kuprum, platinum, argentum an emas

b. elektroda pelengkap

elektroda untuk melengkapi sel elektrolisis yang berguna untuk mengalirkan arus dalam
larutan.

c. eletroda rujukan

elektroda yang berfungsi untuk mngukur potensial elektroda kerja

d. katalis

katalis elektrokimia adalah katalis heterogen yang digunakan sebagai elektroda dalam
reaksi elektrokimia. Elektroda dalam reaksi tersebut berfungsi sebagai pertukaran muatan,
sehingga dapat disebut katalis elektrokimia.

e. elektrolit

elektrolit sebagai pembawa arus melalui larutan. Syarat bahan yang dapat digunakan
ialah tidak mudah mengalami reduksi atau oksidasi, konduktor yang baik dan tidak mudah
bereaksi.

D. Aplikasi Metode Elektrosintesis


Metode elektrosintesis telah banyak dimanfaatkan oleh para peneliti dalam mensintesis
senyawa organik (elektrosintesis organik) dan elektrosintesis bahan konduktor organik serta yang
tak kalah bergengsinya dan sedang dikembangkan saat ini adalah pemanfaatan polutan menjadi
senyawa yang bermanfaat melalui metode elektrosintesis. Aplikasi di luar yang penulis ketahui
sebagaimana tersebut di atas mungkin telah sangat jauh berkembang karena memang sifat ilmu
pengetahuan yang dinamis dan selalu berkembang seiring waktu.

Untuk sintesis bahan organik, didasarkan pada reaksi penggabungan, substitusi, siklisasi dan
reaksi eliminasi yang diikuti pengaturan kembali secara elektrokimia. Ini berbeda dengan metode
secara konvensional yang memakai dasar reduksi aldehid, oksidasi alkohol, reduksi senyawa
nitro dan oksidasi senyawa sulfur. Kesulitan yang timbul selama elektrosintesis organik yakni
apabila zat antara yang diinginkan memiliki kestabilan yang rendah, cara mengatasinya adalah
dengan menyediakan zat perangkap (trapping agent) di dalam larutan dengan syarat zat
perangkap ini tidak bereaksi dengan zat elektroaktif dan tidak mengalami elektrolisis.

Beberapa contoh dari elektrosintesis organik adalah pembuatan chiral drug untuk industri
farmasi (Weinberg, 1997), sintesis p-aminofenol melalui reduksi nitrobenzena secara elektrolisis
(Suwarso., et al, 2003), pembuatan soda (NaOH) dan asam sulfat (H2SO4) dari Na2SO4 melalui
proses splitting electrochemistry (Genders., et al, 1995), reduksi senyawa
Triphenylbiomoethylene menjadi Triphenilethylene dan Triphenylethane (Miller, 1968) serta
ratusan senyawa organik lainnya yang telah berhasil dibuat untuk keperluan bahan baku obat
(Buchari, 2003). Untuk skala perusahaan/pabrik telah dilakukan oleh Perusahan Monsanto
(Kanada) dengan memproduksi adiponitril (bahan dasar nylon 6,6) dan produksi fluorokarbon
oleh Perusahaan Philips (Belanda).

Sedangkan metode elektrosintesis bahan konduktor organik telah dilakukan oleh para
peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Bahan (P3IB) Batan Indonesia yakni polipirol
dan polialanin, pembuatan lapisan tipis superkonduktor YBCO-123 dan Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O serta
pengkajian pembuatan prekursor superkonduktor YBCO-123.Bi-Pb-Sr-Ca-Cu-O, Ti-Sr-Ca-Cu-O
dan lain-lain yang didasarkan pada elektrodeposisi unsur-unsur penyusun superkonduktor
tersebut.

Penanggulangan masalah polutan dalam arti pemisahan polutan dari lingkungan mungkin telah
sering kita dengar, tetapi metode atau aspek lain pemanfaatan polutan menjadi senyawa yang
bermanfaat mungkin hal baru bagi sebagian orang (terutama non kimia). Untuk tujuan ini,
elektrosintesis merupakan metode yang paling banyak mendapat perhatian dan sedang giat
dikembangkan oleh para ahli lingkungan dewasa ini. Polutan yang paling banyak diteliti dalam
perspektif elektrosintesis adalah karbondioksida. Karbon dioksida mendapat perhatian khusus
karena polutan ini merupakan gas buangan paling banyak yang ditemukan dan dampaknya yang
sudah dikenal secara luas terhadap atmosfir bumi, terutama terjadinya efek rumah kaca.
Penelitian untuk pemanfaatan karbondioksida yang sedang dilakukan dewasa ini adalah
pengubahan polutan ini menjadi metana, yang telah dikenal luas sebagai bahan bakar ramah
lingkungan. Meskipun baru dalam tahap pengembangan, hasil percobaan oleh Kaneco., et al
(2002) telah menunjukkan tingkat konversi karbon dioksida menjadi metana hingga sekitar 45%.
Di samping metana, hasil lain dari elektrosintesis dengan bahan baku karbondioksida yang telah
diidentifikasi adalah asetilena dan metanol, yang juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Meskipun jumlah polutan yang diteliti masih terbatas, hasil yang dicapai dengan elektrosintesis
ini mempunyai makna lain, yakni tidak tertutup kemungkinan bahwa polutan lain baik yang
terdapat dalam limbah cair, padat dan gas untuk dapat dimanfaatkan menjadi senyawa yang
bermanfaat dengan penggunaan metode yang sama.

E. Contoh Produk dan Bahan Baku dalam proses sisntesis senyawa-senyawa organic
secara elektrokimia.

a. bahan yang digunakan melalui proses di anoda (>10.000 metric ton/tahun)

No Produk Bahan baku Nama industry Status Skala


pengeluaran
(t/a)

1 Adiponitril akrilonitril Mosanto D 300.000

2 Bleached montan wax Raw montan Hoechst D 11.000


wax

3 Tetraalkilplumbum alkilklorida Nalco D >10.000

b. bahan yang diperoleh melalui proses katoda (>100-10.000 metric ton/tahun)

No Produk Bahan baku Nama industry Statu Skala


. s

1. 2-metildehi-droindol 2-metil indol L.B. Holliday, D 120


BASF

2. Heksahidrokarbazol Tetrahidrokarbasol L.B. Holliday, D 120


BASF

3. Asam dehidrophtha-lic Asam phthalik BASF D 600

4. Piperidin Piridin Robinson bros D 100-500(50


tahun
komersial)

5. 2,2-dikloro-1-(4- 3,3,3-trikloro-1- Japan C 120


hidroksietena) hidroksi-1-(4-
hidroksi penil
etena)
6. 3-dihidroksi benzyl 3-hydroksi Mitsui toatsu C 100
alcohol benzoic asam

7. Tetrafluoro-p-xylen Bis-quat, garam Europ C 200


ammonium

c. bahan yang diperoleh melalui proses anoda (>100-100.000 metric ton/tahun)

No. Produk Bahan baku Nama industry STATUS Skala


pengeluaran

1 Dimetil Monometil Asahi C -


sabacat adipat

2 Anisik 4-metoksi BASF C 3500


aldehid toluene

3 4-t-butil ben- 4-t-butil BASF C -


zaldehid toluene

4 Tolual dehid -xylen BASF C 1000

5 Substitusi Substitusi BASF, Otsuka, C >1000


aromatic toluene hydroquebec
aldehid

6 antraquinon Antracen L.B. C 100


Holiday,ECRC

F. Keuntungan Metode Eletrosintesis

Penggunaan metode ini oleh para peneliti dalam mensintesis bahan didasarkan oleh
berbagai keuntungan yang ditawarkan seperti peralatan yang diperlukan sangat sederhana, yakni
terdiri dari dua/tiga batang elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik, potensial
elektroda dan rapat arusnya dapat diatur sehingga selektivitas dan kecepatan reaksinya dapat
ditempatkan pada batas-batas yang diinginkan melalui pengaturan besarnya potensial listrik serta
tingkat polusi sangat rendah dan mudah dikontrol. Dari keuntungan yang ditawarkan
menyebabkan teknik elektrosintesis lebih menguntungkan dibandingkan metode sintesis secara
konvensional, yang sangat dipengaruhi oleh tekanan, suhu, katalis dan konsentrasi. Selain itu
proses elektrosintesis juga dimungkinkan untuk dilakukan pada tekanan atmosfer dan pada suhu
antara 100-900oC terutama untuk sintesis senyawa organik, sehingga memungkinkan
penggunaan materi yang murah.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang di dapat adalah sebagai berikut :
Elektrosintesis adalah suatu cara untuk mensintesis/membuat dan atau memproduksi
suatu bahan yang didasarkan pada teknik elektrokimia.
Teknik elektrosintesis secara eletrokimia terjadi dalam sel elektrolisis yang diberi sumber
arus yang terdiri elektroda positif (anoda) dan elektroda negative (katoda) serta elektrolit.

Perlengkapan Elektrosintesis meliputi : elektroda kerja, elektroda pelengkap, elektroda


rujukan, katalis dan elektrolit

Kelebihan metode ini yaitu tidak memerlukan bahan oksidasi dan reduksi, tidak
menimbulkan masalah lingkungan, biaya untuk pengolahan air limbah dapat dihindarkan.

B. SARAN
Adapun saran yang dapat kami ajukan adalah alangkah lebih baiknya makalah ini mendapat
kritik yang membangun agar dalam penyusunannya dapat lebih sempurna lagi. Dan alangkah
baiknya jika isi dari makalah ini dapat dikoreksi oleh dosen pengajar agar tidak terjadi
kesalahfahaman dalam memahami materi tentang Elektrosintesis ini.