Anda di halaman 1dari 7

ANATOMI FISIOLOGI MUSKULOSKELETAL

Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan mengurus


pergerakan. Komponen utama dari sistem muskuloskeletal adalah tulang dan jaringan ikat
yang menyusun kurang lebih 25 % berat badan dan otot menyusun kurang lebih 50%. Sistem
ini terdiri dari tulang, sendi, otot rangka, tendon, ligament, dan jaringan-jaringan khusus yang
menghubungkan struktur-struktur ini.
A. Anatomi Muskuloskeletal
1. OTOT
1) Sistem Otot
Semua sel-sel otot mempunyai kekhususan yaitu untuk berkontraksi. Terdapat
lebih dari 600 buah otot pada tubuh manusia. Sebagian besar otot-otot tersebut
dilekatkan pada tulang-tulang kerangka tubuh oleh tendon, dan sebagian kecil ada
yang melekat di bawah permukaan kulit.
Penopang tubuh dan mempertahankan postur. Otot menopang rangka dan
mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap
gaya gravitasi.Produksi panas. Kontraksi otot-otot secara metabolis menghasilkan
panas untuk mepertahankan suhu tubuh normal.
a. Ciri-ciri sistem muskuler/otot
Otot memiliki 3 karakter, yaitu:
Kontrakstilitas. Serabut otot berkontraksi dan menegang, yang dapat atau tidak
melibatkan pemendekan otot.
Eksitabilitas. Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh
impuls,Serabut otot memiliki kemampuan untuk menegang melebihi panjang
otot saat rileks.
Elastisitas. Serabut otot dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi
atau meregang.
2) JENIS OTOT
a. Otot rangka
merupakan otot lurik, volunter, dan melekat pada rangka.
Serabut otot sangat panjang, sampai 30 cm, berbentuk silindris dengan lebar
berkisar antara 10 mikron sampai 100 mikron.
Setiap serabut memiliki banyak inti yang tersusun di bagian perifer.
Kontraksinya sangat cepat dan kuat.

1
Struktur Mikroskopis Otot Skelet/Rangka
Otot skelet disusun oleh bundel-bundel paralel yang terdiri dari serabut-serabut
berbentuk silinder yang panjang, disebut myofiber /serabut otot.
Setiap serabut otot sesungguhnya adalah sebuah sel yang mempunyai banyak
nukleus ditepinya.
Cytoplasma dari sel otot disebut sarcoplasma yang penuh dengan bermacam-
macam organella, kebanyakan berbentuk silinder yang panjang disebut dengan
myofibril.
Myofibril disusun oleh myofilament-myofilament yang berbeda-beda
ukurannya.
b. Otot Polos
Merupakan otot tidak berlurik dan involunter. Jenis otot ini dapat ditemukan pada
dinding berongga seperti kandung kemih dan uterus, serta pada dinding tuba,
seperti pada sistem respiratorik, pencernaan, reproduksi, urinarius, dan sistem
sirkulasi darah.
Serabut otot berbentuk spindel dengan nukleus sentral.
Serabut ini berukuran kecil, berkisar antara 20 mikron (melapisi pembuluh
darah) sampai 0,5 mm pada uterus wanita hamil.
Kontraksinya kuat dan lamban.
c. Otot Jantung
Merupakan otot lurik
Disebut juga otot seran lintang involunter
Otot ini hanya terdapat pada jantung
Bekerja terus-menerus setiap saat tanpa henti, tapi otot jantung juga
mempunyai masa istirahat, yaitu setiap kali berdenyut.
2. Tulang
Tulang adalah jaringan yang paling keras diantara jaringan ikat lainnya yang
terdiri atas hampir 50 % air dan bagian padat, selebihnya terdiri dari bahan mineral
terutama calsium kurang lebih 67 % dan bahan seluler 33%.
1) Struktur tulang
Tulang diselimuti di bagian luar oleh membran fibrus padat disebut
periosteum. Periosteum memberikan nutrisi pada tulang dan memungkinkan tumbuh,
selain sebagai tempat perlekatan tendon dan ligament. Periosteum mengandung saraf,

2
pembuluh darah, dan limfatik. Lapisan yang terdekat mengandung osteoblast .
Dibagian dalamnya terdapat endosteum yaitu membran vascular tipis yang menutupi
rongga sumsum tulang panjang dan rongga dalam tulang kanselus. Osteoklast terletak
dekat endosteum dan dalam lacuna howship (cekungan pada permukan tulang).
Tulang tersusun dari 3 jenis sel yaitu :
a. Osteoblas
Osteoblas berfungsi dalam pembentukan tulang dengan mensekresikan matrik
tulang. Matrik tulang tersusun atas 98% kolagen dan 2% substansi dasar
(glukosaminoglikan/ asam polisakarida dan proteoglikan).
b. Osteosit
Osteosit adalah sel-sel tulang dewasa yang bertindak sebagai pemeliharaan
fungsi tulang dan terletak pada osteon (unit matrik tulang). Osteon yaitu unit
fungsional mikroskopik tulang dewasa yang di tengahnya terdapat kapiler dan
disekeliling kapiler tedapat matrik tulang yang disebut lamella.
c. Osteoklas
Osteoklas adalah sel-sel besar berinti banyak memungkinkan mineral dan matriks
tulang dapat diabsorpsi, penghancuran dan remodeling tulang. Tidak seperti
osteoblas dan osteosit, osteoklas mengikis tulang.
Berdasarkan bentuknya tulang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Tulang Panjang / Tulang Pipa
Tulang ini sering terdapat dalam anggota gerak. Fungsinya sebagai alat ungkit
dari tubuh dan memungkinkan untuk bergerak. Batang atau diafisis tersusun atas
tulang kortikal dan ujung tulang panjang yang dinamakan epifis tersusun terutama
oleh tulang kanselus. Plat epifis memisahkan epifiis dan diafisis dan merupakan
pusat pertumbuhan longitudinalpada anak-anak. Yang pada orang dewasa akan
mengalami kalsifikasi. Misalnya pada tulang humerus dan femur.
b. Tulang Pendek
Tulang ini sering didapat pada tulang-tulang karpalia di tangan dan tarsalia di
kaki. Fungsinya pendukung seperti tampak pada pergelangan tangan. Bentuknya
tidak teratur dan inti dari konselus (spongi) dengan suatu lapisan luar dari tulang
yang padat.
c. Tulang Pipih
Tulang ini sering terdapat di tengkorak, panggul / koxa, sternum, dan iga-iga,
serta scapula (tulang belikat). Fungsinya sebagai pelindung organ vital dan

3
menyediakan permukaan luas untuk kaitan otot-otot, merupakan tempat penting
untuk hematopoesis. Tulang pipih tersusun dari tulang kanselus diantara 2 tulang
kortikal.
d. Tulang Tak Beraturan
Berbentuk unik sesuai dengan fungsinya. Struktur tulang tidak teratur, terdiri dari
tulang kanselous di antara tulang kortikal. Contoh : tulang vertebra, dan tulang
wajah.
e. Tulang Sesamoid
Merupakan tulang kecil disekitar tulang yang berdekatan dengan persendian dan
didukung oleh tendon dan jaringan fasial. Contoh : tulang patella (Kap lutut).
3. Skeletal/rangka
Skeletal adalah rangkaian tulang yang mendukung dan melindungi beberapa
organ lunak, terutama dalam tengkorak dan panggul. Kerangka juga berfungsi sebagai
alat ungkit pada gerakan dan menyediakan permukaan untuk kaitan otot-otot
kerangka. Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat
pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah.
1) Pembagian Skeletal
Rangka Axial (kerangka sumbu)
Terdiri atas kepala dan badan, termasuk tulang-tulang berikut:
Bagian kepala Tulang wajah Tulang dada Tulang rusuk
(cranium) (sternum)
(spalchocranium) (costae)
Terdiri dari: Tulang
1 tulang kepala 2 tulang hulu (manubrium 7 pasang
belakang rahang atas sterni) tulang rusuk
(occipital) (Maxilla) Tulang sejati (costae
2 tulang ubun- 2 tulang badan (corpus vera)
ubun (parientale) rahang bawah sterni) 3 pasang
1 tulang dahi (Mandibula) Taju tulang rusuk
(frontale) 2 tulang pedang palsu ( costa
2 tulang pelipis pipi (proccesus sporia)
(temporale) (Zygomatic) xyphoideus) 2 pasang
2 tulang tapis 2 tulang tulang rusuk
(ethmoid) hidung (Nasale) melayang (costa
2 tulang 2 tulang fluctuantes)
spenoidal langit-langit
(sphenoidale) (Pallatum)
1 tulang
lidah
(Hyoideum)
2 tulang

4
air mata
(Lacrimale)
2 tulang
rongga mata
(Orbitalle)

Tulang gelang bahu Tulang gelang Tulang


(humerum) panggul (pelvis) belakang
2 tulang belikat (scavula) 2 tulang duduk (vertebrae)
2 tulang selangka (clavicula) (ichium) 7 ruas tulang leher
2 tulang kemaluan (vertebrae cervicale)
(pubis) 12 ruas tulang
2 tulang panggul punggung (vertebrae
(illium) thoracalis)
5 ruas tulang
pinggang (vertebrae
lumbalis)
5 ruas tulang
kelangkang (vertebrae
cacrum)
4 ruas tulang ekor
(vertebrae corcigeus)
4. Jaringan Penyambung
1) Sendi
Sendi atau artikulasi adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pertemuan
antara dua atau beberapa tulang kerangka, untuk memudahkan terjadinya gerakan.
Ilmu yang mempelajari persendian disebut artrologi. Terdapat tiga jenis sendi
utama, yaitu sendi fibrus, sendi tulang rawan dan sendi synovial. Sendi juga dapat
diklasifikasikan menurut kemungkinan geraknya: tak bergerak, sedikit bergerak,
dan bergerak luas.
2) Ligamen
Ligamen adalah jaringan ikat fibrosa yang menghubungkan satu tulang yang
lain. Menjadi jaringan ikat yang memfasilitasi gerakan, ligamen sangat elastis
untuk memungkinkan peregangan dan lentur sendi dan anggota badan untuk
memproduksi gerak. Ligamen dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori utama
Ligamen artikular, Ligamen Remnant fetal dan Ligamen peritoneal.
a. Ligamen artikular adalah jaringan ikat tulang-tulang yang menghubungkan
tulang untuk membentuk sendi. Ligamen ini sangat tangguh dan padat
berserat, yang diperlukan untuk bertahan dan keausan yang dialami oleh sendi.

5
Ligamen ini kebanyakan terdiri dari kelompok yang sangat padat dari serat
kolagen yang sangat tipis.
b. Ligamen Remnant Fetal adalah ligamen seperti struktur yang tetap dalam
tubuh organisme sejak masih janin dan telah berkembang menjadi jaringan
menyerupai ligamen. Struktur ini termasuk ligamentum venosum, ligamentum
arteriosum, tali arteri umbilikalis dan ligamentum lingkaran hati.
c. Ligamen peritoneal adalah lipatan jaringan ikat yang terbentuk di dalam dan
di sekitar lapisan membran dari rongga perut. Ligamen ini adalah ligamentum
hepatoduodenal dan ligamentum uterus.
3) Tendon
Tendon adalah jaringan ikat yang memiliki kekuatan tarik yang sangat tinggi
yang menghubungkan otot dengan tulang. Mirip dengan ligamen, tendon juga
terutama terdiri dari serat kolagen. Tendon secara struktural dirancang untuk
menahan jumlah tinggi tegangan otot dan mereka bekerja sama dengan otot untuk
mengerahkan kekuatan dalam yang digunakan untuk menarik hal-hal ke arah
tubuh. Selain serat kolagen padat, tendon juga terdiri dari elastin, glikoprotein
berat glikosilasi, kalsium, mangan dan tembaga.
2. FISIOLOGI MUSKULOSKELETAL
1) FUNGSI OTOT
Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak
dalam bagian organ internal tubuh.
Penopang tubuh dan mempertahankan postur. Otot menopang rangka dan
mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap
gaya gravitasi.
Produksi panas. Kontraksi otot-otot secara metabolis menghasilkan panas untuk
mepertahankan suhu tubuh normal.
2) Fungsi Tulang
Fungsi tulang terbagi 2 yaitu umum dan khusus.
a. Fungsi tulang secara umum :
1. Formasi kerangka: tulang tulang membentuk rangka tubuh untuk
menentukan bentuk dan ukuran tubuh, tulang tulang menyokong struktur
tubuh yang lain.

6
2. Formasi sendi: tulang tulang membentuk persendian yang bergerak dan tidak
bergerak tergantung dari kebutuhan fungsional, sendi yang bergerak
menghasilkan bermacam macam pergerakan
3. Perlengketan otot: tulang tulang menyediakan permukaan untuk tempat
melekatnya otot, tendo dan ligamentum untuk melaksanakan pekerjaannya
4. Sebagai pengungkit: untuk bermacam macam aktivitas selama pergerakan
5. Menyokong berat badan: memelihara sikap tegak tubuh manusia dan menahan
gaya tarikan dan gaya tekanan yang terjadi pada tulang, dapat menjadi kaku
dan menjadi lentur
6. Proteksi: tulang membentuk rongga yang mengandung dan melindungi
struktur yang halus seperti otak, medula spinalis, jantung, paru paru, alat
alat dalam perut dan panggul
7. Hemopoiesis: sumsum tulang tempat pembentukan sel sel darah, terjadinya
pembentukan sel sel darah sebagian besar pada sumsum tulang merah
8. Fungsi imunologi: limfosit B dan makrofag di bentuk dalam sistem
retikuloendotel sumsum tulang. Limfosit B diubah menjadi sel- sel plasma
membentuk antibody guna keperluan kekebalan kimiawi, sedangkan makrofag
merupakan fagositotik
9. Penyimpanan kalsium: tulang mengandung 97% kalsium yang terdapat dalam
tubuh baik dalam bentuk anorganik maupun garam garam terutama kalsium
fosfat. Sebagian besar fosfor di simpan dalam tulang dan kalsium di lepas
dalam darah bila di butuhkan
b. Fungsi tulang secara khusus
1. Sinus sinus paranasalis dapat menimbulkan nada khusus pada suara
2. Email gigi di khususkan untuk memotong, menggigit dan menggilas makanan,
email merupakan struktur yang terkuat dari tubuh manusia
3. Tulang tulang kecil telinga dalam mengonduksi gelombang suara untuk
fungsi pendengaran
4. Panggul wanita di khususkan untuk memudahkan proses kelahiran bayi