Anda di halaman 1dari 23

ANALISA DATA

N Data Dampak Masalah Masalah


o
1 DS : - klien mengeluh batuk Peradangan parenkim Bersihan jalan
berlendir paru nafas tidak efektif
- klien mengeluh sesak
nafas Keluarnya eksudut
DO : - TTV dalam alveoli
TD : 130/80 mmHg
N : 80 x/ mnt Peningkatan produksi
R : 24 x/ mnt sputum
SB : 36,5oC
- auskultasi paru ronchi Kemampuan batuk
+/ + menurun
- sputum kental
Tertahannya sekresi

Jalan nafas terganggu
2 DS : - klien mengatakan Proses penyakit Intoleransi aktivitas
aktivitasnya dibantu
DO : - BAB dan BAK Kelemahan tubuh
dilakukan di tempat
tidur Terpasang infuse di
- terpasang IVFD lengan kanan
dextrose 5% di lengan
kanan Aktivitas terbatas
3 DS : - klien mengeluh Adanya sputum pada Ketidakseimbanga
mengalami penurunan saluran pernafasan dan n nutrisi kurang
nafsu makan di bagian mulut dari kebutuhan
- klien mengeluh tubuh
mengalami penurunan Batuk produktif
berat badan
N Data Dampak Masalah Masalah
o
DO : - BB sebelum sakit : 46 Peningkatan frekuensi
kg, BB sesudah sakit : pernafasan
40 kg
Nafsu makan menurun
4 DS : - klien mengatakan Tingkat pendidikan Kurang
tidak mengerti tentang tamat SD pengetahuan
penyakitnya
DO : - pendidikan klien Kurang informasi
tamat SD tentang penyakitnya

Kurang pengetahuan

Prioritas Masalah :
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d produksi sputum yang kental
2. Intoleransi aktivitas b/d kelemahan tubuh dan proses pengobatan
3. Ketidakseimbangan nutrisi b/d produksi sputum yang kental
4. Kurang pengetahuan tentang penyakitnya b/d kurangnya informasi
ASUHAN KEPERAWATAN
N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
1 Bersihan jalan Bersihan jalan 11-8-08, S : - klien
nafas tidak efektif nafas kembali 1. Kaji fungsi 1. Penurunan jm.08.00 mengataka
b/d produksi efektif setelah pernafasan fungsi nafas 1. Melakukan n sesak
sputum ditandai diberikan seperti bunyi, dapat pengkajian berkurang
dengan : tindakan kecepatan dan menunjukkan frekuensi setelah
DS : - klien keperawatan irama setiap ketidakmamp pernafasan diatur pada
mengeluh selama 3 hari jam 06.00, uan untuk 24x/ mnt, posisi semi
batuk dengan kriteria 12.00, 18.00 membersihka iramanya fowler
berlendir hasil: setiap hari n jalan nafas. teratur, - klien
- klien - batuk terdengar mengataka
mengeluh berlendir ronchi dan n sputum
sesak nafas berkurang jenis yang
DO : - TTV atau hilang 2. pernafasan keluar
TD : - sekret encer 2. Observasi Penyimpanga torakal banyak
130/80mmHg - tanda-tanda tanda-tanda n normal TTV abdominal O : - TTV
N : 80 x/ vital dalam vital setiap jam menunjukkan 11-8-08, TD :
mnt putus normal 06.00, 12.00, perubahan jm.12.00 130/80
mmHg
R : 24 x/ - ronchi -/- 18.00 setiap status pasien. 2. Mengukur
N : 82 x/
mnt hari TTV
mnt
SB : 36,5oC TD :
R : 24 x/
- auskultasi 130/80mmHg
mnt
paru ronchi N : 84 x/
SB :
+/ + mnt
36,2oC
- sputum R : 24 x/ mnt
A : masalah
kental 3. Posisi SB : 36,2oC
belum
membantu
teratasi
3. Atur posisi ekspansi paru - Mengawasi
P : - kaji fungsi
klien dengan dan klien minum
N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
posisi semi menurunkan obat codein 1 pernafasan
fowler setiap upaya tablet dan setiap jam
kali klien pernafasan. cefixime 1 06.00,
merasa sesak tablet 12.00,
nafa 11-8-08, 18.00
4. jm.12.15 - observasi
4. Ajarkan teknik Memaksimalk 3. Merubah TTV setiap
nafas dalam an ventilasi posisi tidur 8 jam
dan batuk dan klien dari -
efektif pada meningkatkan tidur satu
pertahanka
pertemuan gerakan bantal
n posisi
pertama sekret ke menjadi
tidur semi
dalam jalan posisi semi
fowler
nafas besar fowler
- anjurkan
sebagai
klien untuk
mudah 11-8-08,
minum air
5. Anjurkan dikeluarkan jm.13.15
putih yang
pasien untuk 4. Mengajarkan
banyak
gunakan teknik 5. Melatih teknik nafas
- anjurkan
batuk efektif pasien untuk dalam dan
klien untuk
setiap ingin dapat belajar batuk efektif
tetap
batuk mengatasi pada klien
mengguna
batuk yang
kan teknik
dialaminya.
batuk
6. Anjurkan klien
efektif
untuk 11-8-08,
setiap
meningkatkan 6. Pemasukan jm.13.30
batuk
asupan cairan cairan yang 5.
sedikitnya banyak Menganjurka
N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
2.500 ml/ hari membantu n pasien
mengencerka untuk
n sekret. gunakan
teknik batuk
7. Kolaborasi beri efektif setiap
obat sesuai batuk
instruksi dokter 11-8-08,
Ranitidine inj 7. Beri obat jm.13.45
2x1 amp (06.00 dengan teratur 6.
& 18.00) mempercepat Menganjurka
Cefixime 2x1 proses n keluarga
tab (06.00, penyembuhan dan klien
12.00, 18.00) untuk
Codein 3x1 tab memenuhi
(06.00, 12.00, asupan cairan
18.00) yang cukup
Rifampisin 1x3 bagi klien
tab (06.00) dengan
INH 1x3 tab minum air
(06.00) putih yang
PZA 1x3 tab banyak +
(06.00) 2500 ml/ hari
Etambutol 1x3 11-8-08,
tab (06.00) jm.18.00
B6 1x1 tab 7. Memberikan
(06.00) obat sesuai
Alupurinol 1-0- instruksi
0 (06.00) ranitidine inj
1 ampul/ 3 cc
N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
melalui IVFD
Menganjurka
n klien untuk
minum obat
tablet secara
teratur dan
tidak boleh
berhenti
2 Intoleransi Klien dapat 11-8-08, S : - klien
aktivitas b/d beraktivitas 1. Monitor 1. Untuk jm.08.00 mengeluh
kelemahan tubuh dengan baik derajat mengetahui 1. Melakukan belum bisa
dan proses dengan kriteria mobilitas tingkat observasi sepenuhny
penyakit ditandai hasil : dengan ketergantunga derajat a
dengan : - Klien dapat menggunakan n ketergantunga beraktivita
DS : - klien beraktivitas skala n pada klien. s masih
mengatakan secara ketergantungan mandi = 4, terbatas
aktivitasnya mandiri berpakaian = pada
dibantu - BAB dan 4, eliminasi = mobilisasi
DO : - BAB dan BAK 3, mobilisasi - klien
BAK dilakukan = 2, pindah = mengeluh
dilakukan sendiri di 4, ambulasi = merasa
di tempat toilet 4, naik tangga lelah
tidur = 4. Hasil : O : - klien
- terpasang terjadi belum bisa
infus ketergantunga melakukan
dextrose n seluruh
5% di 2. Memenuhi aktivitas
lengan 2. Bantu pasien kebutuhan - BAB dan
kanan dalam sehari-hari 11-8-08, BAK di
pemenuhan klien jm.08.10 tempat
N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
kebutuhan 2. Membantu tidur
berdasarkan pasien dalam A : masalah
tingkat eliminasi belum
ketergantungan BAK dengan teratasi
nya 3. Melatih klien menyediakan P : - bantu klien
untuk tidak urinal dan dalam
tergantung pispot pada pemenuha
3. Anjurkan klien dan secara saat BAB n
untuk bertahap bisa 11-8-08, kebutuhan
beraktivitas mandiri jm.08.15 - anjurkan
secara bertahap 3. klien untuk
Menganjurka beraktivita
n klien untuk s secara
bisa mandiri
melakukan
mobilisasi
miring kiri,
miring kanan
dan duduk
secara
4. Pujian mandiri tanpa
membangkitk bantuan orang
4. Beri an semangat lain. Hasil :
reinforcement pasien untuk klien bisa
positif terhadap bisa mandiri melakukan
tingkat mobilisasi
keberhasilan miring kiri
klien dan miring
kanan
N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
11-8-08,
jm.08.15
4. Memberikan
pujian pada
klien karena
klien sudah
bisa
mobilisasi
secara
mandiri

3 Ketidakseimbanga Menunjukkan 12-8-08, S : - klien


n nutrisi kurang peningkatan 1. Catat nutrisi 1. Berguna jm.08.00 mengataka
dari kebutuhan b/d nutrisi dengan klien pada dalam 1. Mencatat n sudah
produksi sputum kriteria hasil : penerimaan, mendefinisika status nutrisi bisa makan
dan anoreksia - Peningkatan BB, turgor n derajat klien, hasil walaupun
ditandai dengan : BB kulit, adanya masalah dan nutrisi pasien masih
DS : - klien - Bebas tanda riwayat mual pilihan kurang dari dalam
mengeluh malnutrisi muntah atau intervensi kebutuhan, porsi
mengalami tidak yang tepat BB saat O : - porsi
penurunan masuk : 40 makan
nafsu kg, turgor dihabiskan
makan kulit baik, - frekuensi
- klien mual muntah makan
mengeluh tidak ada, meningkat
mengalami 2. Awasi nafsu makan - BB 40 kg
penurunan masukan 2. Berguna menurun A : masalah
berat badan makanan dan mengukur 12-8-08, teratasi
DO : - BB cairan. Awasi keefektifan jm.08.058 sebagian
sebelum pengeluaran nutrisi dan 2. Mengganti P : - awasi
N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
sakit : 46 urine, keringat dukungan cairan infuse masukan
kg, BB timbang BB cairan dari NaCl dan
sesudah setiap hari 0,9% diganti pengeluara
sakit : 40 dextrose 5% n
kg 3. Anjurkan klien 20 gtt/ mnt, - timbang
makan dalam 3. BB : 40 kg BB setiap
porsi sedikit Memaksimalk hari
tapi sering an masukan 12-8-08, -
dengan nutrisi jm.08.10
menganjur
makanan sebagai 3.
kan klien
TKTP kebutuhan Menganjurka
untuk tetap
energi n klien untuk
mempertah
makan sedikit
ankan
tapi sering
masukan
4. Kolaborasi ahli
nutrisi
gizi komposisi
diit 4. Memberikan
Pagi : bubur bantuan
dan telur, dalam 12-8-08,
Siang : nasi, perencanaan jm.12.00
telur/ ikan, diit dengan 4. Mengawasi
sayur, sup, nutrisi yang pola makan
buah, adekuat pasien, hasil
Sore : ekstra klien
telur, menghabiskan
Malam : nasi, makanannya,
telur/ ikan, porsi makan
sayur sedikit
4 Kurang Klien mengerti 13-8-08, S : - klien dan
pengetahuan tentang 1. Kaji 1. Belajar jm.08.00 keluarga
N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
tentang penyakitnya pengetahuan tergantung 1. Mengukur mengataka
penyakitnya b/d setelah klien tentang pada emosi kemampuan n mengerti
kurangnya diberikan penyakit TBC dan kesiapan klien untuk tentang
informasi ditandai penyuluhan yang fisik belajar, hasil penyakit
dengan : dengan kriteria dialaminya klien mau yang
DS : - klien hasil : diberikan diderita
mengatakan - Klien penyuluhan O : - klien dapat
tidak mengungkap menjelaska
mengerti kan 2. Jelaskan pada 2. Perawatan 13-8-08, n kembali
tentang pemahaman klien pengobatan di jm.08.20 pentingnya
penyakitny tentang pentingnya rumah sakit 2. Memberikan putus obat
a penjelasan perawatan dan penting untuk penyuluhan dan akibat
DO : - tingkat yang pengobatan di mengurangi kepada klien putus obat
pendidikan diberikan rumah sakit komplikasi dan keluarga A : masalah
klien tamat - Klien dapat tentang teratasi
SD menjelaskan pentingnya P : - anjurkan
kembali 3. Jelaskan pada 3. Memberikan perawatan di klien dan
secara umum klien tentang pengetahuan rumah sakit keluarga
penjelasan proses pada klien 13-8-08, berobat
yang penyakit, tentang jm.09.00 secara
diberikan pengobatan dan penyakitnya 3. Memberikan teratur dan
pencegahan penyuluhan tidak boleh
pada klien putus obat
dan keluarga
tentang
penyakit yang
diderita klien

4. Jelaskan pada 4. Mencegah


N Diagnosa
Tujuan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi
o Keperawatan
klien dan pasien putus
keluarga obat, dan
tentang dosis meningkatkan
obat, frekuensi, kerja sama 13-8-08,
alasan dalam jm.09.30
pengobatan pengobatan 4. Menjelaskan
lama dan pada klien
akibat putus dan keluarga
obat tentang
pentingnya
pengobatan
dan dampak
berhenti
minum obat
yaitu
pengobatan
dimulai dari
pertama dan
penyakit yang
diderita bisa
bertambah
parah.
CATATAN PERKEMBANGAN

Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
Senin, I 08.0 - Mengkaji S : - klien
11-08- 0 fungsi mengatakan
08 pernafasan klien masih batuk
Hasil : berlendir
pernafasan - klien
cepat, frekuensi mengeluh
24 x/ mnt, irama masih sesak
I, II teratur, jenis nafas
08.1 pernafasan O : - TTV
5 torakal/ TD :
abdominal 130/80m
mHg
- Melakukan
N : 82 x/
pengukuran
mnt
I TTV :
R : 22 x/
TD :
mnt
13.1 130/80mmHg
SB : 36,2oC
5 N : 82 x/ mnt
A : masalah belum
R : 24 x/ mnt
teratasi
SB : 36,2oC
P : - kaji fungsi
- Mengajarkan
pernafasan
teknik nafas
setiap jam
dalam dan batuk
06.00, 12.00,
efektif
18.00
I Hasil : klien
- observasi
dapat
TTV setiap
melakukan
pukul 06.00,
13.2 dengan baik,
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
I 5 klien dapat 12.00, 18.00
mengeluarkan - anjurkan
sekret, warna klien untuk
putih, encer menggunaka
I 13.3 jumlah + n teknik
0 sendok makan batuk efektif
- Merubah posisi setiap ingin
tidur klien dari batuk
tidur terlentang - anjurkan
13.4 menjadi semi klien untuk
5 fowler tetap
I, II, - Menganjurkan mengkonsum
III klien untuk si cairan yang
menggunakan banyak
teknik batuk - pertahankan
efektif setiap posisi semi
kali ingin batuk fowler
18.0 - Menganjurkan
0 keluarga dan
klien untuk
I, II memenuhi
asupan cairan
yang cukup bagi
klien dengan
minum air yang
banyak
18.0 - Memberikan
0 obat sesuai
instruksi
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
Ranitidine 1
ampul dan
menganjurkan
klien untuk
minum obat
tablet secara
teratur dan tidak
boleh putus
- Mengkaji TTV
dan fungsi
pernafasan
Hasil :
TD :
130/80mmHg
N : 82 x/ mnt
R : 22 x/ mnt
SB : 36,2oC
Fungsi
pernafasan baik,
irama teratur,
frekuensi 22 x/
mnt

Selasa, II 08.0 - Melakukan Diagnosa I


12-8- 0 observasi S : - klien
08 derajat mengatakan
ketergantungan masih batuk
pada klien berlendir
Hasil : - klien
Mandi = 2, mengatakan
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
berpakaian = 2, sesak nafas
eliminasi = 3, berkurang
mobilisasi = 2, O : - sputum putih
III pindah = 3, kental
08.0 ambulasi = 2, - R : 22 x/ mnt
0 naik tangga = 3 A : masalah
- Mencatat status teratasi
nutrisi klien sebagian
Hasil : nutrisi P : - pertahankan
kurang dari posisi semi
kebutuhan, BB fowler
saat masuk RS : - kaji frekuensi
I 40 kg, turgor pernafasan,
kulit baik, mual jenis dan
08.0 muntah tidak irama setiap
0 ada, nafsu jam 06.00,
makan menurun 12.00, 18.00
- Melakukan
III pengkajian Diagnosa II
frekuensi S : - klien
pernafasan 22x/ mengatakan
08.0 mnt, irama aktivitasnya
5 teratur, jenis masih
pernafasan dibantu
II, torakal O : - BAK
III abdominal dilakukan di
- Mengganti tempat tidur
cairan infuse A : masalah belum
08.1 dari NaCl 0,9% teratasi
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
0 diganti dextrose P : - bantu klien
5% 20 gtt/ mnt, dalam
II menimbang BB pemenuhan
hasil BB : 40 kg kebutuhan
- Membantu sehari
pasien untuk - anjurkan
08.1 eliminasi BAK untuk
5 dan mobilisasi beraktivitas
- Menganjurkan secara
I, klien untuk mandiri
III makan sedikit dengan
tapi sering bertahap
- Menganjurkan
klien untuk bisa Diagnosa III
12.0 melakukan S : - klien
0 mobilisasi mengatakan
sendiri tanpa sudah bisa
bantuan orang makan
lain walaupun
Hasil : klien dalam porsi
mau melakukan yang sedikit
I aktivitas O : - porsi makan
- Mengukur TTV dihabiskan
TD : - frekuensi
130/80mmHg makan
N : 82 x/ mnt meningkat
I, II 13.1 R : 22 x/ mnt A : masalah
5 SB : 36,5oC teratasi
- Mengawasi sebagian
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
pola makan P : - awasi
pasien pemasukan
Hasil : klien dan
18.0 menghabiskan pengeluaran
0 makanannya - timbang BB
porsi makan tiap hari
sedikit - anjurkan
- Menganjurkan klien untuk
klien untuk tetap makan
tetap dalam porsi
menggunakan sedikit tapi
teknik batuk sering
efektif setiap
ingin batuk
- Memberikan
suntikan
ranitidine inj 1
ampul via
IVFD,
menganjurkan
klien untuk
minum obat
tablet secara
teratur
Rabu, I, II, 08.0 - Melakukan Diagnosa I
13-8- III, 0 pengkajian S : - klien
08 IV frekuensi mengeluh
pernafasan 24 x/ batuk
mnt, irama berlendir
teratur, jenis O : - sputum
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
pernafasan kental
torakal - TTV
abdominal TD :
- Observasi 130/80m
mHg
derajat
N : 80 x/
ketergantungan,
mnt
mandi = 2,
R : 22 x/
berpakaian = 2,
mnt
eliminasi = 2,
SB : 36,5oC
mobilisasi = 0,
A : masalah belum
pindah = 3,
teratasi
ambulasi = 2,
P : - pertahankan
naik tangga = 3
posisi semi
III 08.2 - Mengukur
fowler
0 kemampuan
- anjurkan
klien untuk
klien untuk
belajar
meningkatka
Hasil : klien
n asupan
mau diberikan
cairan
penyuluhan
- anjurkan
- Memberikan
untuk tetap
penyuluhan
gunakan
08.3 kepada klien
teknik batuk
0 tentang
efektif
pentingnya
09.0 perawatan di
Diagnosa II
0 rumah sakit,
S : - klien
proses penyakit,
mengatakan
alasan
belum bisa
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
10.0 pengobatan beraktivitas
0 lama dan akibat sepenuhnya
putus obat masih
- Mengatur posisi terbatas pada
pasien semi mobilisasi
10.1 fowler O : - BAB dan
0 - Mengganti BAK di
cairan dari tempat tidur
dextrose 5% - berpakaian
dengan dextrose dibantu oleh
5% keluarga
12.0 - Menganjurkan A : masalah belum
0 klien untuk teratasi
menggunakan P : - anjurkan
teknik batuk klien
efektif setiap beraktivitas
ingin batuk mandiri
- Menganjurkan secara
klien untuk bertahap
terus
meningkatkan Diagnosa III
aktivitas secara S : - klien
13.0 mandiri mengatakan
0 - Mengobservasi sudah bisa
TTV dalam porsi
TD : sedikit
18.0 130/80mmHg - klien
0 N : 80 x/ mnt mengatakan
R : 22 x/ mnt sering makan
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
SB : 36,5oC O : - porsi makan
- Mengawasi sedikit,
pola makan makanan
klien, klien dihabiskan
makan dengan - BB : 40 kg
porsi sedikit A : masalah
makanan teratasi
dihabiskan sebagian
- Menimbang BB P : - anjurkan
pasien klien tetap
Hasil : BB = 40 mempertahan
kg kan asupan
- Memberikan nutrisi yang
suntikan via - timbang BB
IVFD ranitidine setiap hari
1 ampul
- Menganjurkan Diagnosa IV
untuk minum S : - klien
obat secara mengungkap
teratur jangan kan mengerti
sampai putus tentang cara
obat dan akibat pencegahan
putus obat penularan
- Menjelaskan penyakit dan
bahwa tugas di akibat putus
ruangan telah obat
selesai O : - klien dapat
menjelaskan
kembali cara
Hari/
Dx Jam Implementasi Evaluasi
Tgl.
pencegahan
dan akibat
putus obat
- klien dapat
minum obat
sendiri
A : masalah
teratasi
P :-
RENCANA PENDIDIKAN KESEHATAN
Topik : Tuberkolosis Paru, Pencegahan dan
Akibat Putus Obat
Tujuan : Meningkatkan Pengetahuan dan
Mencegah Klien Putus Obat
Sasaran : Klien dan Keluarga
Tempat : Irina C2 Kamar 212 RSU Prof. R.D.
Kandou Manado
Tanggal : 13 Agustus 2008 jam 08.20 wita

Aktivitas KMB Evaluasi


N Tujuan Medi
Materi Metode Petugas
o Khusus a Klien Proses Hasil
Kesehatan
1 Klien dan Konsep TB - - Menjelaska Memperhatika - Apa itu Klien dan
keluarga Paru Cera Flip n kepada n penjelasan penyakit keluarga
memahami 1. mah cha klien dan petugas dan tuberkolosi memahami
penyakit Pengerti - rt keluarga bertanya jika s? tentang
tuberkulosi an Tany - konsep tidak mengerti - konsep
s paru 2. a Lea tuberkolosis Penyebabn penyakit
Penyeba jawab flet paru ya? tuberkolosi
b - s paru
3. Gejala Gejalanya?
4. Cara - Cara
penular penularan?
an
2 Klien dan - Alasan - - Menjelaska Memperhatika - Mengapa - Klien
keluarga dirawat Cera Flip n : n penjelasan dirawat di dan
mengerti di RS mah cha - Alasan petugas dan RS? keluarga
tentang - - rt dirawat bertanya jika - Kenapa mengerti
alasan Penting Tany - di RS putus obat satu pentingnya mengapa
dirawat di nya a Lea - hari saja pengobata dirawat
RS, pengoba jawab flet Pentingn n? di RS
pentingnya tan dan ya - Akibat - Klien
pengobatan akibat pengobat dari putus dan
dan akibat putus an dan obat keluarga
dari putus obat akibat mengerti
obat putus pentingn
obat ya
pengobat
an dan
akibat
putus
obat
DAFTAR PUSTAKA

Rencana Asuhan Keperawatan, EGC. 1999 : Jakarta.


Marilynn Doenges. Rencana Asuhan Keperawatan, EGC. 2001 : Jakarta.
Arif Mansjoer, dkk. Kapita Selekta Jilid I, EGC. 1999 : Jakarta.
Arjatmo Tjokronegoro, Prof, dr. Ilmu Penyakit Dalam. Balai Penerbit FKUI. 2001