Anda di halaman 1dari 7

Prosiding Presentasi llmiah Daur Bahan BakarNuklir V ISSN 1410-1998

P2TBDU dan P2BGN-BATAN Jakarta, 22 Pebruari 2000

ID0200105
PENGOLAHAN MONASIT DARI LIMBAH PENAMBANGAN TIMAH :
PEMISAHAN LOGAM TANAH JARANG (RE) DARI U DAN TH

Hafni LN, Faizal R, Sugeng W, Budi S, Arif S, Susilaningtyas


Pusat Pengembangan Bahan Gaiian Nuklir-BATAN

ABSTRAK
PENGOLAHAN MONASIT DARI LIMBAH PENAMBANGAN TIMAH: PEMISAHAN LOGAM
TANAH JARANG (RE) DARI U DAN Th. Telah dilakukan pemisahan logam tanah jarang (RE) dari
U dan Th hasil digesti monasit Bangka dengan sistem pengendapan menggunakan reagen
NaOH. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh kondisi pengendapan RE(OH)3 yang terbaik
sehingga menghasilkan rekoveri RE semaksimal mungkin dan kemurnian RE yang tinggi dari
pengotor radioaktif U dan Th. Parameter derajat keasaman (pH), normalitas NaOH dan waktu
pengendapan diperoleh kondisi pengendapan terbaik pH 9,8; 1N NaOH dan waktu 3 jam. Pada
kondisi tersebut diperoleh rekoveri pengendapan RE(OH)3 99,79 %, Th 4,52 %, U dan PO4 tidak
terambil. Kemurnian dari produk tersebut adalah RE(OH)3 98,868 % , Th(OH)4 0,009 % atau 90
ppm dan lainnya 1,123 % .
ABSTRACT
MONAZITE PROCESSING OF TIN MINING WASTE : RARE EARTH SEPARATION FROM U
AND Th. Separation of Rare Earths from U and Th of Bangka monazite digestion solution, by
using NaOH reagent and precipitation system has been carried out. The aim of the experiment is
to find a condition of RE(OH)3 precipitation to produce maximal RE recovery and high purity of RE
that are free from radioelements U and Th. Parameters studied were pH, NaOH normality and
precipitation time. The optimal conditions obtained were pH 9.8, 1N NaOH and 3 hours
precipitation time. At this condition recovery ofthe RE(0H)3 is 99.79 % and Th 4.52 % . However
uranium and phosphate were not detected. Purity of the products are RE(OH)3 98.868 % ,Th(OH)4
0.009 % and the others 1.123 %

Penelitian bertujuan memperoleh kondisi


PENDAHULUAN
pengendapan yang terbaik, sehingga produk
RE bebas dari U dan Th. Paramater yang
Monasit sebagai limbah dari diamati adalah pengaruh derajat keasaman,
penambangan timah di Bangka diolah secara normalitas reagen NaOH dan waktu
kimiawi akan menghasilkan garam unsur pengendapan.
U,Th, RE dan fosfat. Pada bidang industri
nuklir, uranium dan torium digunakan sebagai
TEORI
bahan bakar nuklir, disamping itu torium
digunakan juga sebagai bahan pembuatan
kaos lampu. Garam unsur RE banyak Pemisahan atau pemurnian logam
digunakan pada industri magnetik, tanah jarang (RE) dari U dan Th dapat
optoelektronik dan elektronik. Sedangkan dilakukan dengan berbagai cara yaitu
fosfat sebagai bahan dasar pembuatan ekstraksi, resin penukar ion dan
pupuk kimia TSP (Tri Super Posfat) seperti di pengendapan. Umpan yang digunakan dalam
Petrokimia, Gresik. penelitian ini adalah larutan RECI3 (Gambar
1). Pada proses ekstraksi, jenis pelarut yang
Garam unsur U, Th, RE dan fosfat banyak dipakai dalam industri pengolahan
sebagai komoditas perdagangan maka RE uranium dan torium maupun RE diantaranya
mempunyai nilai jual yang tinggi Amine, TBP, D2EHPA dan TOPO. Pelarut
dibandingkan dengan yang lainnya, dimana tersebut sangat sulit membentuk komplek
produk RE harus memiliki kemurnian tinggi, dengan ion klorida, maka untuk
bebas dari unsur radioaktif U, Th dan unsur mengekstraksi RE dari RECI3 harus
pengotor lainnya seperti PO 4 , TiO2 dan lain dilakukan methatesis terlebih dahulu menjadi
sebagainya. RE(NO3)3 atau RE2(SO4)3[11, sehingga
prosesnya panjang dan tidak efektif.
Pada penelitian ini dilakukan
pemisahan logam tanah jarang (RE) dari U Dengan resin penukar ion,
dan Th dengan pengendapan. Hal ini pemisahan RECI3 dari U dan Th dapat
dilakukan karena filtrat RECI3 yang diperoleh menggunakan jenis resin Dowex 2 dan
dari pengendapan sebelumnya (pH 6,4) Amberlite IRA-400. Hasil penelitian
masih mengandung U dan Th (Gambar 1). berdasarkan pustaka 121,dengan mengunakan

54
ISSN 1410-1998 Prosiding Presentasi llmiah DaurBahan BakarNuklir V
P2TBDU dan P2BGN -BATAN Jakarta, 22 PBRUARI2000

umpan RECI3 dari monasit dan resin UO2CI2 + 2 NaOHoU0 2 (OH) 2 +2NaCI... (2)
Amberlite IRA-400 diperoleh rekoveri RE 0%,
ThO2 1% dan U > 99%. Dari hasil tersebut Th Cl4 + 4 NaOHoTh (OH)4 + 4 NaCI (3)
terlihat bahwa uranium terabsorpsi cukup r, adalah kecepatan pengendapan
tinggi sedangkan RE dan Th rendah sekali, RE ke arah kanan sedangkan r2 adalah
resin tersebut hanya cocok untuk kecepatan pengendapan ke arah kiri.
mengadsorpsi U dan masih diperlukan jenis Besarnya kecepatan pengendapan
resin lain untuk mengadsorpsi Th. dipengaruhi oleh konsentrasi umpan dan
Pemisahan RE dari U dan Th dengan reagen, waktu pengendapan, derajat
umpan larutan RECI3 yang berasal dari bijih keasaman, suhu dan luas muka pengadukan
Rirang pernah diteliti oleh Faizal Riza P1 dsb'4'' Rekoveri pengendapan sangat
melalui sistem pengendapan, hasil dipengaruhi oleh kecepatan reaksi maka
penelitiannya menyatakan bahwa pada kalau kecepatan pengendapan r, semakin
kondisi pengendapan pH 10 didapat rekoveri besar maka rekoveri RE semakin besar pula.
RE mendekati 100%, rekoveri U < 3% dan Besarnya rekoveri RE dibatasi oleh titik
toriun tidak terdeteksi. Dari uraian tersebut kesetimbangan kondisi pengendapan karena
dapat disimpulkan bahwa sistem reaksi pengendapan adalah reaksi bolak
pengendapan untuk memisahkan RE dari U balik
dan Th diperoleh hasil yang lebih baik, Berdasarkan pada pustaka m reaksi
disamping cara kerjanya lebih mudah dan pengendapan U dan Th hidroksida secara
sederhana dari sistem lain. Dengan sempurna terjadi pada pH (5,7-6,4), jika pH >
demikian, pada penelitian ini dipilih sistem 6,4 rekoveri U, Th hidroksida akan
pengendapan, tetapi tidak menutup mengalami penurunan. Pada pH
kemungkinan digunakan sistem yang lain pengendapan RE antara (9,6-10, 4) U dan Th
bilamana hasilnya kurang memuaskan. yang masih ada diharapkan berada dilarutan.
Selama pengendapan akan terjadi Reagen yang digunakan adalah NaOH oleh
reaksi sebagai berikut: karena itu tidak menutup kemungkinan akan
terbentuk Na diuranat (Na2U2O7) pada pH >
7,0131. Penggunaan reagen NaOH
dimaksudkan untuk efisiensi dan
RE Cl3 +3 NaOHoRE(OH) 3 +3 NaCI. (1)
pengumpulan data pengendapan.mengingat
r2 reagen tersebut juga digunakan untuk proses
dekomposisi dan pengendapan (U,Th)
Disamping itu reaksi pengendapan
hidroksida.
U, Th adalah sbb:
NaOH

Monasit
DEKOMPOSISI
NaOH
Air panas
Filtrasi Penguapan Na3PO4

Residu
HCI
PELARUTAN Residu / limbah
Filtrat RE Cl3
Lar.NaOH pH 6,4
PENGENDAPAN (UJh)OH - Endapan (U<Th)OH
Filtrat RE Cl3
Lar. NaOH pH 9,6-10,4
PENGENDAPAN RE(OH)3 - > Filtrat

Endapan RE (OH)

Gambar 1. Pengolahan monasit secara basa

55
Prosiding Presenfas/ llmiah DaurBahan BakarNuklir V ISSN 1410-1998
P2TBDU dan P2BGN-BATANJakarta, 22 Pebruari 2000

PERALATAN DAN METODE KERJA normalitas NaOH dan waktu pengendapan


dilaksanakan sesuai dengan metode kerja ini.
Peralatan :
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Gelas ukur
2. Pengaduk magnetik 1. Pengaruh derajat keasaman (pH)
3. Corong
4. Pipet Pada penelitian dengan pengaruh
5. Stop watch derajat keasaman (pH), umpan yang
6. Hot plate digunakan berasal dari monasit A yang diolah
7. pH meter sesuai dengan Gambar 1. pH penelitian
Bahan : dimulai dari 9,6, hal ini dikarenakan sebelum
penelitian mulai dilaksanakan telah dilakukan
1. NaOH percobaan pendahuluan terlebih dahulu.
2. Kertas saring Hasil dari percobaan pendahuluan
3. Larutan RECI3 sebagai umpan ada 2 menyatakan bahwa pada pH < 9,6 diperoleh
macam yang berasal dari : Bijih monasit rekoveri RE2O3 < 88%, Th 5 % dan U tidak
yang digunakan untuk membuat umpan : terambil. Maka untuk penelitian dengan
a.Bijih monasit A dengan kadar U : parameter pH, range pH ditentukan antara
2410,05 ppm ; Th : 3,04 % ;RE2O3 : 9,6 -10,4. Selama penelitian, pengaturan pH
65,71 % dan PO4 : 27,30 %. dilakukan dengan meneteskan larutan 1N
b.Bijih monasit B dengan kadar U : NaOH. Hasil analisis kadar umpan RECI3
2427,86 ppm ; Th : 2,62 % ;RE2O3 : yang digunakan, ion pospat tidak terdeteksi,
62,10 % d a n P O 4 : 24,58% tetapi unsur U; Th dan RE terdeteksi. Tidak
terdeteksinya pospat dalam umpan
METODE KERJA
disebabkan oleh kandungannya < 5 ppm atau
selama tahapan proses penyiapan umpan,
100 ml larutan umpan RE Cl3
ion pospat sudah terambil. Hasil penelitian
dimasukkan ke dalam gelas beker, sambil
dengan variasi pH (9,6-10,4) yang tertulis
diaduk dengan pengaduk magnetik
pada Tabel 1 diperoleh rekoveri RE2O3
diteteskan larutan 1N NaOH sampai
(71,44 - 91,67) %, Th (6,91 - 8,34) %, U dan
mencapai pH 9,6, pH tersebut dipertahankan
PO4 tidak terambil. Semakin besar pH maka
selama 1 jam (sebagai waktu pengendapan).
semakin besar rekoveri RE2O3. Pada pH 9,8
Slurry yang terbentuk disaring dengan corong
yang telah dilapisi kertas saring. Endapan diperoleh rekoveri RE2O3 tertinggi 91,67 %
dicuci dengan 100 ml larutan 1 N NaOH (pH karena pada pH tersebut terjadi titik
9,6) sebanyak 3 kali kemudian dikeringkan, kesetimbangan dimana tidak ada
ditimbang dan dianalisis kadar U, Th, RE dan penambahan ataupun pengurangan jumlah
PO4. Filtrat hasil saringan dicampur dengan pengendapan. Tetapi setelah pH lebih besar
pencuci, diaduk dan diukur volumenya dari 9,8 rekoveri RE2O3 mulai mengalami
kemudian dianalisis kadar U, Th, RE dan penurunan.
PO4. Metode kerja ini untuk penelitian Penurunan rekoveri RE2O3 dari 91,67
pengendapan dengan parameter pH (9,6 ; % menjadi 80,63% yang disebabkan oleh
9,8; 10; 10,2; 10,4). Metode kerja untuk adanya kenaikan pH dari 9,8 menjadi 10, hal
penelitian pengendapan dengan parameter tersebut terjadi karena adanya ionisasi

Tabel 1 Pengaruh derajat keasaman (pH) terhadap rekoveri.


PH NaOH Rekoveri, %
No. (ml)
U* Th RE2O3 PO4
1. 9,6 143 - 6,91 88,56
2. 9,8 145 - 6,28 91,67 -
3. 10,0 148 - 8,32 80,63 -
4. 10,2 150 - 8,33 72,02 -
5. 10,4 151 - 8,34 71,44 -
Kondisi percobaan:
Umpan (RECI3) = 100 ml; U = 107,1 ppm; Th = 271,01 ppm; RE2O3 = 96,6664 mg/ml;
PO4 = ttd.; waktu pengendapan = 1 jam; pH awal = 5,17- 5,24; 1N = NaOH; * = <0.45%

56
ISSN 1410-1998 Prosiding Presentasi tlmiah DaurBahan BakarNuktir V
P2TBDU dan P2BGN -BATAN Jakarta, 22 PBRUARI2000

sebagian RE(OH)3 dan NaCI, dimana ion-ion oleh kondisi reaksi endapan yang arahnya
yang terbentuk akan bereaksi kembali bolak balik.
membentuk RECI3 dan NaOH. Semakin
Hasil penelitian yang tertulis pada
tinggi pH maka ionisasi akan makin
Tabel 2 terlihat bahwa pada normalitas
sempurna dan reaksi akan bergeser dari arah
NaOH antara 0,5 sampai 1,0N rekoveri
kanan ke kiri sehingga rekoveri RE2O3
RE2O3 mengalami kenaikan karena menurut
semakin turun tajam (Tabel 1). Pada torium
Archenius , kecepatan reaksi pengendapan
semakin besar pH maka rekoveri Th semakin
RE(OH)3 semakin besar jika konsentrasi
naik dimana pada pH lebih besar 9,6 maka
reagen pembentuknya semakin besar pula.
torium yang ada pada umpan akan
Karena reaksi pengendapan adalah bolak-
mengendap dengan reaksi yang lambat.
balik (reaksi 1) maka pada normalitas NaOH
Adanya uranium dalam umpan kemungkinan
1 N, pH 9,8 dan waktu pengendapan 1 jam
disebabkan tidak sempurnanya proses
diperoleh rekoveri RE2O3 sebesar 90,24%
penyiapan umpan pada pH pengendapan 6,4
adalah merupakan titik kesetimbangan
(Gambar 1). Menurut pustaka<2> uranium
dimana tidak terjadi reaksi kekanan maupun
sebagai hidroksida akan mengendap
kekiri. Jika normalitas diperbesar melewati
sempurna bersama-sama torium hidroksida
1N maka rekoveri RE akan semakin
pada pH 5,7-6,4 dan sebagai ADU
berkurang hal ini diakibatkan oleh adanya
(ammonium diuranat) mengendap sempurna
perubahan reaksi ke arah kiri dimana
pada pH 7.0 dan setelah pH > 7.0 ADU mulai
RE(OH)3 dan NaCI yang terbentuk akan
larut kembali sehingga pada proses
terionisasi dan bereaksi kembali menjadi
pengendapan (REOH)3 yang dimulai pada
larutan RECI3 dan NaOH. Untuk torium pada
pH 9,6 uranium tidak terdekteksi dalam
normalitas NaOH (0,5-2,0) mengalami
endapan.
kenaikan yang sangat kecil, hal ini
Untuk melakukan parameter disebabkan reaksi pengendapan torium yang
penelitian berikutnya maka diambil kondisi sangat lamban pada kondisi tersebut. Untuk
pH terbaik 9,8 dengan menghasilkan rekoveri uranium tidak terlihat pada endapan (REOH)3
RE2O3 91,67%, Th 6,28%, U dan PO4 tidak karena pada pH 9,6 uranium dalam bentuk
terambil. larutan(2'.
Untuk melakukan parameter
2. Pengaruh normalitas reagen (N NaOH) penelitian berikutnya maka diambil kondisi
normalitas terbaik 1N NaOH, pH 9,8 yang
Pada penelitian pengendapan pada menghasilkan rekoveri RE2O3 90,24%, Th
normalitas reagen (N NaOH) digunakan 5,42%, U dan PO 4 tidakterambil.
umpan seperti pada parameter pH. Reagen
NaOH sebagai pembentuk endapan
3. Pengaruh waktu pengendapan
hidroksida dengan RE sangat dipengaruhi
oleh normalitas yang berbanding lurus
dengan konsentrasinya. Jika diinginkan Pada penelitian dengan parameter
kecepatan reaksi semakin besar maka pengaruh waktu pengendapan, umpan yang
normalitas reagen NaOH harus semakin digunakan berasal dari monasit B. Kalau
besar tetapi besarnya normalitas dibatasi melihat kadarnya (pada bahan) maka
komposisi monasit A dan monasit B tidak
Tabel 2. Pengaruh normalitas reagen ( NNaOH) terhadap rekoveri
Endapan
No. NNaOH (gr) Rekoveri (%)
U* Th RE2O3 PO4
1. 0,5 9,8 - 5,66 81,93 -
2. 0,75 9,9 - 5,32 81,95 -
3. 1,0 10,0 - 5,29 90,24 -
4. 1,5 9,9 - 5,42 90,14 -
5. 2,0 9,8 - 5,66 86,49 -
Kondisi percobaan:
Umpan (RECI3) = 100 mt; U =107,1 ppm; Th =271,01 ppm; RE2O3 = 96,6664 mgr/ml;
PO4 = ttd; pH awal = 5,17-5,25; pH pengendapan = 9,8 dan waktu pengendapan = 1
jam; *=<0,46%

57
Pmsiding Presentasi llmiah DaurBahan BakarNuklir V ISSN 1410-1998
P2TBDU dan P2BGN-BA TAN Jakarta, 22 Pebrvari 2000

jauh berbeda. Larutan umpan yang diperhatikan, agar Th tidak terlalu banyak ikut
dihasilkan dari monasit B berada dari monasit mengendap bersama sama RE, sehingga
A terutama pada kadar uraniumnya. Hal ini menambah impuritis pada produk RE(OH)3.
disebabkan oleh alat pH meter yang Dengan demikian maka diambil waktu
digunakan pada waktu pembuatan larutan pengendapan RE(OH)3 terbaik 3 jam.
umpan (pH 6,4) ada perbedaan sehingga
mempengaruhi kesempurnaan reaksi yang Pada kondisi terbaik pengendapan
terjadi dan menghasilkan umpan yang RE(OH)3 (Tabel 4) tertulis bahwa kemurnian
berbeda pula. Dari hasil pengendapan RE(OH)3 terhadap pengotor radioaktif Th
dengan parameter pH (Tabel 1) dan adalah 98,868% dan kandungan Th(OH)4
normalitas reagen (Tabel 2) yang dilakukan nya 0,009% setara dengan 90 ppm,
dengan waktu pengendapan 1 jam maka sedangkan unsur lainnya 1,123%. Sebagai
hasil rekoveri RE2O3 maksimum yang bahan perbandingan, berdasarkan pada
diperoleh mendekati 9 1 % . Sebagai hasil pustaka '5l menyatakan bahwa produk cerium
akhir dari proses pengolahan monasit oksida sebagai bahan poles gelas
diinginkan rekoveri RE2O3 mendekati 100% mempunyai kadar minimal 45% dan ThO2
sedangkan U, Th dan PO4 adalah tidak 0,05% setara dengan 500 ppm. Dengan
terambil. Waktu 1 jam pada percobaan demikian produk RE(OH)3 yang dihasilkan
pertama dan kedua masih belum cukup untuk sudah dianggap memenuhi syarat.
menyempurnakan reaksi sehingga waktu
perlu divariasi untuk memperoleh waktu SIMPULAN
pengendapan optimal supaya reaksi
pengendapannya sempuma. Dari hasil penelitian pengendapan
RE(OH)3 yang telah dilakukan diperoleh
Pada Tabe! 3 terlihat bahwa umpan kondisi terbaik pengendapan RE(OH)3 pada
yang digunakan untuk penelitian kadar U dan pH 9,8, NaOH 1 N dan waktu 3 jam. Pada
PO4 nya tidak terdeteksi dan pada endapan kondisi tersebut didapatkan rekoveri RE2O3
RE(OH)3 kadar U dan PO4 juga tidak 99,79%, Th 4,52%; U dan PO4 tidak terambil
terdeteksi, dikarenakan kadarnya <5 ppm. dan komposisi produk RE(OH)3 98,868%;
Hasil penelitian dengan pengamh waktu Th(OH)4 0,009%; dan lain-lain 1,123%.
pengendapan 3 jam adalah waktu terbaik
untuk pengendapan RE dan diperoleh SARAN
rekoveri RE2O3 99,79% dan Th 4,52%. Pada
waktu pengendapan melebihi 3 jam terlihat Jika dipasaran dikehendaki produk
rekoveri RE2O3 tidak mengalami perubahan. RE(OH)3 bebas dari zat radioaktif torium dan
Hal ini disebabkan reaksi pengendapan RE uranium maka untuk memperkecil kadar
telah sempurna, sedangkan rekoveri Th torium dan uranium pada hasil perlu dikaji
mengalami kenaikan 4%. Kenaikan rekoveri ulang proses pengolahan monasit. Salah
Th setelah waktu 3 jam menunjukkan bahwa satu cara pengambilan torium dan uranium
reaksi pengendapan Th sangat lambat adalah dengan cara ekstraksi maka produk
karena rekoveri yang dicapai masih < 10%. harus dilarutkan dengan asam, tetapi
Kondisi waktu pengendapan perlu RE(OH)3 sangat sulit larut dengan asam atau
Tabel 3. Pengaruh waktu pengendapan terhadap rekoveri
No. Waktu Rekoveri, %
(jam)
U Th RE2O3 PO4

1. 0,5 4,14 87,57


2. 1,0 - 4,59 92,47 -
3. 1,5 - 4,20 95,41 -
4. 2,0 - 4,77 95,31 -
5. 3,0 - 4,52 99,79 -
6. 4,0 - 8,23 99,75 -
Kondisi percobaan :
Umpan (RECI3> = 100 ml; U = ttd; Th = 163,56 ppm; RE2O3 = 106,34 mgr/ml;
PO4 = ttd; pH awal = 5,20 - 5,25; pH pengendapan = 9,8; 1N NaOH

58
ISSN 1410-1998 Pivsiding Presentasi llmiah DaurBahan BakarNuklir V
P2TBDU dan P2BGN -BATAN Jakarta, 22 PBRUARI2000

Tabel 4. Kemurnian RE pada kondisi terbaik pengendapan


Endapan Berat Kadar produk, RE(0H)3 hasil analisis Komposisi/kemurian
produk (%)
(gr) U Th RE (OH)3 PO4 dll RE(OH)3 Th(OH)4 dil
(mg) (mgr) (gr) fart
RE(OH)3 12,5 ttd 0,739 12,3585 ttd 0,1407 98,868 0,009 1,123
Kondisi percobaan:
pH = 9,8 ; 1N= NaOH; waktu = 3jam ; suhu = suhu kamar; ttd = < 5 ppm

sangat kecil kelarutannya sehingga proses Standar intenasional unsur radioaktif


ekstraksi torium dan uranium menjadi tidak belum kami peroleh hanya saja informasi
efektif. Maka untuk mengatasinya setelah dari PT Timah produk harus bebas
proses dekomposisi asam dilakukan radioaktif.
ekstraksi torium dan uranium terlebih dahulu,
kemudian baru dilakukan proses Rudi Pudjianto
pengendapan. Mohon penjelasan angka 1,123%
PUSTAKA dikaitkan dengan angka yang muncul
pada kemurnian produk yaitu RE(OH)3
98,868%, Th(OH)4 0,009%, perhitungan
[1]. BENEDICT, M., et,al., Nuclear Chemical
angka-angka terakhir tersebut didasarkan
Engineering, Second Edition, Mc Graw-
pada berat kering produk. Dan penyaji
Hill Book Company, USA. (1957).
menyebutkan angka 1,123% adalah air
[2]. CUTHBERT F.L., Thorium Production atau impuritas.
Technology, Addison-Wesley Publishing
Company, Inc, Massachusetts USA, Hafni Lissa Nuri
(1958). Mengenai angka 1,123% kemungkinan
[3]. FAIZAL RIZA, Scientist Exchange adalah kadar air karena kadar air tidak
Program, Ningyo Toge Works, PNC, kami analisakan dan selama pengeringan
Japan, (1997). kemungkinan menggunakan timbangan
yang kurang sensitif. Seiain kadar air di
[4]. ROBERT H. PERRY AND CECIL H.
dalamnya juga terkandung impuritas Si
CHELTON, Chemical Engineering Hand
dan Ti karena kedua unsur dalam bijih
Book, Fifth Edition, Mc Grow-Hill
monasit cukup besar dan untuk
Company, USA, (1953).
peneletian lanjutan unsur impuritas Si
[5]. CALLOW, R.J., The Industrial Chemistry dan Ti akan kami analisa.
of the Lanthanous, Yttrium, Thorium and
Uranium, Pergamon Press, London, Amir Rusli
(1967).
Melihat hasil penelitian cukup baik,
bagaimana dengan prospek ekonominya
TANYA JAWAB ke depan.
Bagaimana tentang ketersediaan bahan
Mukhlis baku dan scale up nya
Rekoveri dipengaruhi oleh ukuran butiran
tetapi kok tidak ada di abstrak dan Hafni Lissa Nuri
ukuran butirnya berapa Ketersediaan bahan baku monosit saat
Untuk standar internasional unsur ini di Bangka ada 10.000 ton. Untuk
radioaktif Th dan U sampai berapa ppm scale up dan proses akan kami lakukan
diperbolehkan. setelah kondisi secara keseluruhan dari
pengolahan monosit diperoleh dimana
Hafni Lissa Nuri pada kondisi tersebut dapat
Rekoveri yang kami hitung adalah menghasilkan RE2O3 dengan rekoveri
rekoveri pengendapan dan proses dan kualitas semaksitnal mungkin
pengendapan adalah merupakan proses
akhir dari monosit basa untuk Darmawan
menghasilkan produk akhir RE blok atau Litnbah yang tertulis di judul lebih baik
RE(OH)3dan ukuran butir sebagai umpan diganti dengan hasil samping.
adalah -200 mesh.

59
Pmsiding Presentasi llmiah DaurBahan BakarNuklir V ISSN 1410-1998
P2TBDU dan P2BGN-BA TAN Jakarta, 22 Pebruari 2000

Apakah proses pemisahan ini juga dapat ada perbedaan proses maupun hasilnya
dilakukan untuk monosit yang ada di karena unsumya hampir sama yaitu RE,
Rirang , kalau sudah apakah perbedaan U, Th dan PO4. Rirang mengandung U
proses maupun hasilnya. tinggi, Th rendah sedangkan monosit
. mengandung U rendah dan Th tinggi dan
Hafni Lissa Nun untuk kadar R E hampir s a m a yaitu
Mengenai judul sudah merupakan fin0/
kesepakatan di KPTP P2BGN.
Proses pemisahan telah dilakukan untuk
monosit yang ada di Rirang, hampir tidak

60