Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTEK LAPANG

DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN

Teknik Budidaya Tanaman Labu


(Curcubita spp)

Oleh

YUDHA ALIMBA ABDI


E 281 12 058

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2014
HALAMAN PENGESAHAN

Judul Praktek : Teknik Budidaya Tanaman Labu (Curcubita spp)

Tujuan : Untuk Mengetahui Tehnik Budidaya, Identifikasi dan


Diagnosa Hama, Penyakit, Gulma dan Metode
Pengendaliannya.

Nama : Yudha Alimba Abdi

Stambuk : E 281 12 058

Kelompok : 10 (Sepuluh)

Program Studi : Agroteknologi

Fakultas : Pertanian

Universitas : Tadulako

Palu, 06 Januari 2014

Mengetahui
Koordinator Praktikum Asisten Penanggung Jawab

Miswanto
E 211 08 0 E 211 08 0

Menyetujui
Koordinator Mata Kuliah

Prof. Dr. Ir. H. Alam Anshary, M.si


NIP
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat

dan ridho-Nyalah sehingga Laporan Praktek Lapang Dasar-Dasar Perlindungan

Tanaman ini dapat terselesaikan dengan waktu yang ditentukan. Dan tak lupa pula

kita kirimkan salam dan taslim kepada junjungan besar kita nabi Muhammad

SAW beserta keluarga dan sahabatnya, dimana beliau telah mengantarkan kita

dari alam yang gelap ke alam yang terang benderang seperti saat ini.

Laporan lengkap praktikum Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman ini,

diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai teknik

budidaya tanaman Labu (Curcubita spp), baik dari cara penanamannya, hama dan

penyakit yang menyerang, serta pengendalian-pengendalian dari hama dan

penyakit tersebut.

Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran yang

membangun sangat diharapkan dari semua pihak, untuk penyusunan laporan-

laporan selanjutnya.

Palu,06 Januari 2012

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

HALAMAN PENGESAHAN

UCAPAN TERIMA KASIH

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ....................................................................................

1.2 Tujuan dan Kegunaan .........................................................................

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teknik Budidaya ...............................................................................

2.2 Hama ................................................................................................

2.3 Penyakit ............................................................................................

2.4 Gulma ...............................................................................................

III. METODE PRAKTEK

3.1 Tempat dan Waktu .............................................................................

3.2 Alat dan Bahan ...................................................................................

3.3 Cara Kerja ..........................................................................................


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil ....................................................................................................

4.1.1 Hama .................................................................................................

4.1.2 Penyakit .............................................................................................

4.1.3 Gulma ................................................................................................

4.2 Pembahasan ........................................................................................

4.2.1 Hama .................................................................................................

4.2.2 Penyakit .............................................................................................

4.2.3 Gulma ................................................................................................

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan .........................................................................................

5.2 Saran ....................................................................................................

LAMPIRAN

TABEL PENGAMATAN

DAFTAR PUSTAKA

BIODATA PENYUSUN
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada umumnya tanaman hortikultura merupakan komoditas yang memiliki

prospektif yang sangat baik untuk dikembangkan, karena memiliki nilai ekonomis

yang sangat tinggi khususnya bagi para petani. Tanaman Hortikultura diataranya

yaitu buah- buahan, obat-obatan, tanaman hias serta sayur-sayuran seperti kacang

panjang. Labu merupakan salah satu jenis dari sayur-sayuran dapat menjadi

pilihan yang mudah untuk sebagian masyarakat. Hasil penelitian dari Cancer

Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi UGM menunjukkan

bahwa daun labu berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat untuk dijadikan

kuaci. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa, sementara

bijinya menjadi obat cacing pita. Daging buahnya pun mengandung antiokisidan

sebagai penangkal kanker. Labu kuning juga dapat digunakan untuk

penyembuhan radang, pengobatan ginjal, demam, dan diare. Labu kuning

megandung Karotenoid (betakaroten), Vitamin A dan C, mineral, lemak serta

karbohidrat. (Endrah,2010)

Labu (Cucurbita spp.) adalah tumbuhan merambat penghasil buah konsumsi

berukuran besar bernama sama. Tanaman ini banyak terdapat di Amerika Utara,

Eropa tengah, Australia, Selandia Baru, India dan negara lainnya. Biasanya, yang

dinamakan labu dalam pengertian waluh atau pumpkin adalah tumbuhan yang

termasuk dalam empat jenis Cucurbita, yaitu Curcubita moschata, Curcubita

maxima, Curcubita mixta, dan Curcubita pepo. Nama labu secara awam juga
disematkan untuk beberapa anggota suku labu-labuan di luar Cucurbita, seperti

bligo, labu ular, dan labu siam. (Endrah, 2010)

1.2 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari Praktek Lapangan Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman yaitu

untukmengetahui teknik budidaya, identifikasi, dan diagnosa, hama, penyakit,

gulma dan teknik pengendalian dari tanaman Labu (Curcubita spp).

Kegunaan dari Praktikum Lapang ini, adalah agar praktikan dapat

memahami dan mengidentifikasi serta mendiagnosis hama, penyakit, dan gulma

pada tanaman budidaya Labu (Curcubita spp).


II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teknik Budidaya

2.1.2 Pengolahan Lahan

Pembukaan dan penyiapan lahann meliputi pekerjaan penyiapan suatu

luasan tanah non pertanian menjadi suatu lahan pertanian. Lahan pertanian adalah

suatu luasan tanah yang dipakai untuk pembudidayaan tanaman tertentu. Lahan

pertanian seringkali hanya disebut dengan istilah lahan saja. Tanah yang

biasanya diubah menjadi lahan pertanian semula dapat berupa hutan, rawa, atau

tanah gambut. Jika luasan tanah tersebut semula adalah berupa hutan, maka Mesin

dan Peralatan Pertanian yang digunakan misalnya : gergaji mesin (chain saw),

cutaway disk harrow, dan sebagainya. (Jones,2012)

Pengolahan tanah meliputi pekerjaan penyiapan / pengolahan lahan

sehingga siap ditanami. Pengolahan tanah secara umum dapat dibedakan menjadi

pengolahan tanah primer (pengolahan tanah pertama) dan pengolahan tanah

sekunder (pengolahan tanah kedua), meskipun pada kenyataannya pembedaan

tersebut kurang tegas (bisa saling tumpang tindih). Perbedaan antara pengolahan

tanah primer dan pengolahan tanah sekunder biasanya didasarkan pada kedalaman

pengolahan serta hasil olahannya. Pengolahan tanah pertama biasanya mempunyai

kedalaman olah yang lebih dalam ( >15 cm ) dengan bongkah tanah hasil

pengolahan lebih besar, sedangkan pengolahan tanah kedua mengolah tanah lebih

dangkal ( < 15 cm) serta hasil olahannya sudah halus dengan permukaan tanah

yang relatif rata (siap untuk ditanami). (Jones, 2012).


2.1.2 Pembibitan

Cara pembibitan labu kuning diawali dengan menyemaikan benih terlebih

dahulu. Benih labu dapat diambil dari biji buah labu yang telah tua. Biji

selanjutnya dikeringkan dan disemaikan di tempat persemaian yang cukup

lembab. Setelah biji-biji tersebut mulai tumbuh dan memiliki beberapa helaian

daun, maka penanaman bibit siap dilakukan. (Retro, 2011).

2.1.3 Penanaman

Untuk penanaman labu kuning tiap lubang tanam yang telah tertutup dengan

campuran pupuk kandang, kompos, dan tanah dibuat lubang kecil yang cukup

untuk menanam bibit. Kemudian, ke dalam lubang kecil tersebut dimasukkan

NPK masing-masing sebanyak 50 g 100 g. selanjutnya, tanamkan bibit ke dalam

lubang kecil tersebut, dan timbun dengan tanah serta siram dengan air hingga

cukup basah dan lembab. (Tjahjadi,1989)

2.1.4 Pemeliharaan

Berbagai kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pemeliharaan

tanaman labu kuning yaitu, Penyiraman terutama pada awal masa pertumbuhan

bibit, 1-2 sehari, penyulaman untuk pengganti bibit yang mati atau tumbuh tidak

normal, penggemburan tanah, pemasangan turus dan para-para, pemupukan

susulan, pemangkasan, pemasangan mulsa, pencengahan dan pengendalian

serangan hama dan bibit penyakit. (Tjahjadi,1989)

2.1.5 Panen

Waktu panen labu dilakukan dengan menyesuaikan tujuan dari pemanenan

tersebut. Berdasarkan tujuannya, pemanenan dapat dilakukan dalam tiga kondisi


atau tinggat ketentuan yaitu: sebagai bahan sayur, umumnya dipanen saat masi

muda, sebagai bahan baku dalam industri pengolahan makanan atau minuman,

dipanen setelah tua, sebagai buah meja yang dikomsumsi segar, khususnya labu

umumnya dipanen saat mendekati masak fisiologis. (Tjahjadi,1989)

2.2 Hama

Tanaman Labu (Curcubita spp) sering diserang hama Hama ulat grayak,

Kepik Leptoglossus australis, Kutu Kuya (Kumbang kuning), dan Lalat buah.

Hama ulat grayak (Spodoptera litura) dapat menghabiskan daun labu. Tanda

serangan bisa dilihat pada bekas gigitan yang sering hanya meninggalkan tulang

daun saja. Serangan ulat dilakukan malam hari. Waktu siang hari ulat

bersembunyi dalam tanah. Untuk pencegahannya, gulma di sekitar tanaman harus

dibersihkan. Selain itu, lakukan penyemprotan sedini mungkin dengan Azodrin,

dosisnya 2 cc/l. Kepik Leptoglossus australis menyerang buah labu. Bila hujan,

bekas tusukan hama ini akan terkena air hujan sehingga mudah dimasuki oleh

cendawan. Akibatnya buah menjadi lembek dan busuk. Bila menyerang daun,

bagian tengah tanaman atau seluruhnya menjadi kering. Penyemprotan dengan

Azodrin seperti dosis di atas juga mampu mengatasi serangan kepik. (Retro,2011)

Hama Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver). Kumbang daun berukuran 1

cm dengan sayap kuning polos merusak dan memakan daging daun sehingga daun

bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Dan hama yang terakhir

yaitu Lalat buah (Dacus cucurbitae), Lalat buah yang sering menyerang semangka

adalah musuh tanaman labu juga. Bila telumya sudah masuk ke dalam buah maka

buah sulit untuk dikonsumsi lagi. Pada belahan buah sering ditemui ulat-ulat kecil
dari telur yang sudah menetas. Akibat lainnya, bila menyerang batang, bagian

batang membengkak seperti bisul. Untuk mencegah serangan, kebersihan lahan

harus dijaga. Selain itu, buah diberongsong dengan kertas, daun pisang, atau

plastik. (Tjahjadi,1989)

2.3 Penyakit

Adapun penyakit yang sering menyerang tanaman labu ialah penyakit layu.

Penyebabnya ialah cendawan Fusarium sp. Bibit yang baru tumbuh dan tanaman

yang masih muda mudah sekali terserang. Mula-mula ujung daun layu, kemudian

mengerut, dan akhirnya kering. Bila tanaman yang terserang dalam areal masih

sedikit, cabut tanaman tersebut dan musnahkan. Penyemprotan Benlate 2 g/l air ke

tanaman serta di bekas tanah tempat tanaman terkena akan membantu kesehatan

tanaman yang lain. (Madrista.2010)

2.4 Gulma

Dari segi botani atau ilmu tumbuhan, gulma ialah tumbuhan tingkat tinggi

yang tidak diinginkan untuk tumbuh atau hidup pada suatu tempat, suatu waktu

atau periode, serta pada suatu keadaan tertentu pula, yang bersifat atau berdampak

merugikan pada umat manusia, baik langsung maupun tidak langsung.

Gulma yang sering tumbuh dibagian tanaman labu dan tanaman lainnya yaitu

gulma yang berdaun sempit (sejenis teki-tekian) dan gulma yang berdaun lebar.

(Madrista.2010)
III. METODE PRAKTIKUM

3.1 Tempat dan Waktu

Praktikum Lapang Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman bertempat di lahan

percobaan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas

Tadulako. Waktu pelaksanaan di mulai pada hari Kamis, Oktober 2013 pada

pukul 15.00 WITA sampai selesai.

3.2 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman

tentang Teknik Budidaya Tanaman Labu (Curcubita spp) yaitu cangkul, sube, tali

nilon, kayu dan ember. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan yaitu bibit

tanaman Labu (Curcubita spp), pupuk kandang, pupuk urea, dan air.

3.3 Identifikasi dan Diagnosis

Langkah pertama yaitu membersihkan lahan dari rerumputan,

ranting-ranting pohon dan sampah-sampah. Kemudian mencangkul tanah hingga

menjadi gembur. Selanjutnya, membuat bedengan .

Melakukan Identifikasi terhadap hama pada tanaman Labu

(Curcubita spp) yaitu dengan cara melihat ciri morfologi dan gejala serangan dari

serangga hama pada plot yang ada. Jenis hama yang ditemukan adalah Kumbang

kuning yang sering didapatkan menyerang pada tanaman Labu (Curcubita spp).

Selanjutnya yaitu dengan melakukan diagnosis penyakit pada lahan pertanaman


yang ditanam, yaitu dengan melihat gejala serangan yang disebabkan oleh

patogen, yang ada disekitar tanaman tersebut. Kemudian menentukan jenis

patogen yang menyerang tanaman tersebut.

Selanjutnya yaitu mengamati gulma disetiap plot pada lahan pertanaman

Labu (Curcubita spp) yang ada, kemudian mencatat jenis dan jumlah gulma yang

ada pada lahan pertanaman, kemudian mengamati jenis gulma apa saja yang ada

pada lahan pertanaman yang berada di luar daerah plot, sehingga dapat diketahui

bahwa gulma apa saja yang ada pada lahan pertanaman tersebut, dan kemudian

mencatat gulma yang mendominasi pada tanaman tersebut.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Berdasarkan dari pengamatan pada Praktikum Lapangan Dasar-Dasar

Perlindungan Tanaman maka diperoleh hasil sebagai berikut :

4.1.1 Hama

Tabel 1. Hasil Pengamatan Intensitas Serangan Hama Pada Tanaman Labu

Gambar 1. Morfologi Hama Kumbang Kuning (Aulocophora similis Oliver) Pada


Tanaman Labu (Curcubita spp.)

4.1.2 Penyakit

Tabel 2. Pengamatan Intensitas Serangan Penyakit Pada Tanaman Labu


(Cucurbita spp.).

Gambar 2. Daun Tanaman Labu (Curcubita spp) Diduga Terserang Penyakit Layu
4.1.3 Gulma

Tabel 3. Pengamatan Intensitas Serangan Gulma Pada Tanaman Labu


(Cucurbita spp.).

Gambar 3. Morfologi Gulma Berdaun Sempit

Gambar 4. Mo

Gambar 3. Morfologi Gulma Berdaun Lebar


No Hari/ Plot Pengamatan Hama Penyakit Gulma Keterangan
Tanggal

1. Minggu 1 Belalang - Daun -


Pertama sempit/
daun
Kamis lebar
2013
2 Belalang - Daun
sempit/
daun
lebar

3 Belalang - Daun
sempit/
daun
lebar

2. Minggu 1 Belalang Daun


Kedua sempit/
daun
Kamis lebar
2013
2 Belalang Daun
sempit/
daun
lebar

3 Belalang Daun
sempit/
daun
lebar
4.2 Pembahasan

4.2.1 Hama

Berdasarkan Hasil pengamatan praktikum Dasar-Dasar Perlindungan

Tanaman yang dilakukan dilapangan pada minggu pertama, terlihat bahwa

serangan hama pada tanaman labu sudah dapat terlihat walaupun masih sedikit,

salah satu hamanya adalah belalang. Pada pengamatan Plot pertama kami

dapatkan hama belalang sebanyak 1 ekor, pada pengamatan Plot kedua kami

dapatkan 1 ekor hama belalang, sedangkan pada Plot ketiga kami dapatkan hama

belalang sebanyak 3 ekor. Pada pengamatan Minggau kedua, pada plot pertama

kami dapatkan 2 ekor hama belalang pada tanaman labu kuning, pada plot kedua

kami dapatkan 3 ekor hama belalang, sedangkan pada plot ketiga kami dapatkan 1

ekor hama belalang. Hal ini membuktikan bahwa belalang adalah salah satu hama

pada tanaman labu kuning. Bahwa setiap harinya, pertumbuhan tanaman setiap

waktunya dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya ialah ketersediaan

makanan,air, pupuk, dan faktor yang tidak kalah penting yaitu faktor serangan

hama.

Hama Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver). Kumbang daun berukuran 1

cm dengan sayap kuning polos merusak dan memakan daging daun sehingga daun

bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Dan hama yang terakhir

yaitu Lalat buah (Dacus cucurbitae), Lalat buah yang sering menyerang semangka

adalah musuh tanaman labu juga. Bila telumya sudah masuk ke dalam buah maka

buah sulit untuk dikonsumsi lagi. Pada belahan buah sering ditemui ulat-ulat kecil

dari telur yang sudah menetas. Akibat lainnya, bila menyerang batang, bagian
batang membengkak seperti bisul. Untuk mencegah serangan, kebersihan lahan

harus dijaga. Selain itu, buah diberongsong dengan kertas, daun pisang, atau

plastik. (Tjahjadi,1989)

4.2.2 Penyakit

Pada pengamatan yang dilakukan dilapangan pada pengamatam minggu

pertama masih terlihat tanaman masih sehat dan segar dan belum terlihat adanya

gejala penyakit pada plot pertama, kedua, dan ketiga. Sedangkan pada minggu

kedua, nampak pada plot 2 sampai pada plot 3 terlihat daun pada tanaman Labu

(Curcubita spp) tampak layu dan kering. Hal tersebut disebabkan oleh penyakit

yaitu layu Fusarium yang biasa menyerang tanaman labu tersebut. Penyebab dari

layu tersebut disebabkan oleh kurangnya perawatan yang dilakukan dan

pengendalian-pengendalian yang jarang dilakukan.

Penyakit layu daun disebabkan oleh cendawan yang berbentu seperti koloni

yang berwarna putih, yang mana pathogen ini menyerang daun, dan lama-

kelamaan juga akan menyerang batang sampai pada perakarannhya, sehingga

tanaman menjadi layu bahkan mati. (Madrista,2010)

4.2.3 Gulma

Dari hasil pengamatan gulma yaitu pada minggu kepertama pada plot 1

dimana terdapat gulma daun lebar dan gulma berdaun sempit, gulma berdaun

lebar dan kecil dengan jumlah yang seimbang,pada plot 2, gulma dominan yang
nampak yaitu gulma yang berdaun lebar, begitu pula pada pengamatan plot ketiga

nampak gulma dominan yang ada yaitu gulma yang berdaun lebar, dibandingkan

gulma yang berdaun sempit.

Pada pengamatan minggu kedua, yaitu pada plot 1 sampai 2, terdapat gulma

yang berdaun lebar yang sangat dominan dibandingkan daun sempit lebih , begitu

pula dengan plot 3.

Dari segi botani atau ilmu tumbuhan, gulma ialah tumbuhan tingkat tinggi

yang tidak diinginkan untuk tumbuh atau hidup pada suatu tempat, suatu waktu

atau periode, serta pada suatu keadaan tertentu pula, yang bersifat atau berdampak

merugikan pada umat manusia, baik langsung maupun tidak langsung.

Gulma yang sering tumbuh dibagian tanaman labu dan tanaman lainnya yaitu

gulma yang berdaun sempit (sejenis teki-tekian) dan gulma yang berdaun lebar.

(Madrista.2010)
V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dilapangan maka dapat ditarik kesimpulan

sebagai berikut :

1. Hama yang sering menyerang pada tanaman Labu (Curcubita spp)

kelompok kami adalah hama kumbang kuning (Aulocophora similis Oliver),

yaitu menyerang pada bagian daun.

2. Pada pengamatan yang dilakukan, gulma yang mendominasi pada lahan

pertanaman labu (Curcubita spp) secara keseluruhan yaitu ialah jenis gulma

yang berdaun lebar, yang banyak ditemukan pada lahan tersebut.

3. Pengendalian tanaman labu (Curcubita spp) dapat dilakukan dengan cara

menanam bibit yang unggul, mengadakan penyemprotan terhadap hama

yang menggangu atau mendatangkan musuh alami sebagai predator.

5.2 Saran

Saran saya selaku praktikan yaitu agar fasilitas untuk praktikum lapang

selanjutnya harap diperhatikan, dalam hal ini air. Dimana kami selaku praktikan

sangat kesulitan untuk mendapatkan air, sehingga biasanya tanaman kami tidak

dilakukan penyiraman. Akibatnya, tanaman kami menjadi layu dan mati, dan jika

tanaman kami mati, itu sangat berpengaruh besar kepada nilai kami.
BIODATA PENYUSUN
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

Madrista, 2010. Poiensi Gulma. http://Potensi-Beberapa-Ekstrak-Gulma.html.


Diakses pada tanggal 06 Januari 2011.

Endrah, 2010. Labu Kuning. http://labu-kuning-cucurbita-moschata.html. Diakses pada


tanggal 08 Maret 2010.

Tjahjadi, Nur, 1989. Hama dan Penyakit Tanaman. Kanisius: Yogyakarta

Retro, Hamdan. 2011. Budi Daya Tanaman Labu Kuning. EGC:Jakarta

Jones, 2005. Tanaman Holtikultura. Binarupaka aksara: Tangerang

Lies, 2005. Aneka Olahan Beligu dan Labu. Kanisius:Yogyakarta