Anda di halaman 1dari 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Nama Kelompok :

Anggota :

Menagkap Makna Teks Tantangan

Siswa Tidak Boleh Mengendarai Sepeda Motor ke Sekolah

Anak usia di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor hingga menimbulkan kecelakaan lalu-
lintas tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga terjadi di beberapa daerah. Di beberapa daerah, anak
SMP sudah diizinkan orang tuanya mengendarai sepeda motor ke sekolah. Padahal, dari sisi usia
mereka belum berhak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Salah satu siswa SMP di daerah mengaku diizinkan orang tuanya mengendarai sepeda motor ke
sekolah. Orang tuanya mengizinkan asalkan hanya untuk ke sekolah. Pengakuan senada
disampaikan salah satu pelajar SMP dari daerah lain. Pelajar itu tersenyum ketika salah satu
wartawan menghampirinya. Dia diizinkan orang tuanya mengendarai sepeda motor ke sekolah
karena letak rumahnya jauh dari rumah. Jika pakai kendaraan umum, ia harus naik angkot dua kali.

Dengan mengendarai motor, pengeluarannya bisa hemat. Orang tua membelikan Arwin motor
untuk maksud itu. Untuk itu saya hati-hati di jalan, ujarnya. Sikap berbeda disampaikan Kosasim,
orang tua yang biasa menjemput anaknya di sekolah. Ia mengatakan tidak pernah membiarkan
anaknya mengendarai kendaraan sendiri, apalagi sampai ugal-ugalan di jalan. Biar repot sedikit,
asalkan anak tetap aman apalagi dia masih di bawah umur, kata Kosasim.

Petugas keamanan di salah satu SMP mengatakan bahwa sekolah melarang siswa mengendarai
kendaraan ke sekolah. Jika ketahuan, sekolah memanggil orang tuanya menghadap. Guru Madrasah
Tsanawiyah Negeri di salah satu daerah mengaku sudah sering menindak tegas siswa yang
kedapatan mengendarai kendaraan ke sekolah. Iya, ini instruksi dari Diknas dan jika ada yang
melanggar, kami tak segan-segan memulangkan ke orang tua, ujarnya.

Seorang guru SMP swasta mengakui ada beberapa siswa di sekolah itu sudah memiliki kendaraan
dan mereka sering ugal-ugalan di jalan. Bahkan, sudah ada yang jadi korban kecelakaan lalu lintas.
Adrian, guru SMP, Manado mengakui sekolahnya menyita sepeda motor siswa. Meskipun
demikian, mereka kesulitan juga dalam mengawasi tiap hari. Kepala Dinas Pendidikan Kota
Manado, Dante Tombeg menegaskan siswa tidak boleh mengendarai kendaraan jika belum
memiliki SIM.

Tombeg berulang kali meminta kepala sekolah agar memperhatikan hal ini. Saya melihat tren ini.
Orang tua karena sayang kepada anaknya memberikan kendaraan. Kami meminta agar
penggunanan kendaraan dibatasi di sekolah-sekolah, ujarnya. Dia pun meminta kepolisian rutin
menggelar razia. Saya meminta kepolisian tidak memberi toleransi terhadap hal ini, kata Tombeg.

Hingga bulan Agustus 2013, data kecelakaan lalu lintas (lakalantas) anak di bawah umur di Manado
mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2012. Selama tahun 2012 lakalantas anak
di bawah umur hanya berjumlah 34 orang, kini meningkat menjadi 112 orang hingga posisi Agustus
2013.

Tidak semua pelaku lakalantas adalah orang yang sudah berumur, tetapi ada juga korban anak di
bawah umur, kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Manado, Kompol Alfaris Pattiwael, Rabu
(11/9). Alfaris menambahkan, setiap hari pihaknya menindak pelanggar lalu lintas. Namun, semua
itu kembali kepada kontrol sosial dari masyarakat dan keluarga. Kita imbau masyarakat agar
berhati-hati dalam berkendara dan wajib mempunyai SIM yang masih berlaku, ujarnya.

Menurut Alfaris, polisi menerbitkan SIM sesuai dengan prosedur. Kalau umur belum sesuai
ketentuan, tidak akan diberikan SIM. Mengeluarkan SIM harus berdasarkan KTP, katanya.
(ren/dma/def/crz)

Isu/ masalah

Argumen menentang

Simpulan