Anda di halaman 1dari 107

METODE PELAKSANAAN

BAB II

PEKRJAAN PERSIAPAN

1. PEKERJAAN PERSIAPAN

1.1. Lingkup Pekerjaan


a. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Pembangunan Sarana Atletik dan Lingkup pekerjaan
yang akan dilaksanakan dan perinciannya mencakup antara lain :

Pekerjaan Bongkaran

Pekerjaan Struktur

Pekerjaan Arsitektur

Pekerjaan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing Termasuk juga di dalam lingkup pekerjaan ini
adalah :

1) Menyediakan tenaga kerja, dan tenaga ahli yang memadai dan berpengalaman dengan
jenis dan volume pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan.
2) Menyediakan bahan-bahan bangunan dalam jumlah yang cukup untuk setiap pekerjaan
yang akan dilaksanakan serta tepat pada waktunya.
3) Meyediakan peralatan berikut alat-alat bantu lainnya seperti mesin pengaduk beton,
mesin las, alat-alat bor, compactor, vibrator, scaffolding, alat-alat pengangkat dan
peralatan-peralatan lain yang benar-benar diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini,
serta mengadakan pengamanan, pengawasan dan pemeliharaan terhadap bahan-
bahan, alat-alat kerja maupun hasil pekerjaan selama masa pelaksanaan berlangsung,
sehingga seluruh pekerjaan selesai dengan sempurna sampai dengan diserah-
terimakannnya pekerjaan tersebut kepada Pemberi Tugas.

1.2 Persiapan di Lapangan

1.2.1. Mobilisasi Peralatan dan Demobilisasi

a. Kami akan menyediakan tenaga kerja, peralatan kerja termasuk alat bantu kerja yang
digunakan dalam perencanaan maupun pelaksanaan fisik dilokasi proyek sesuai dengan
lingkup pekerjaan serta memperhitungakan biaya yang ditimbulkan.

b. Pada saat mempergunakan jalan umum, dalam mengadakan dan atau mengembalikan
peralatan berat, baik material / bahan, maka Kami akan menjaga ketertiban selama
perjalanan sehingga lalu lintas tidak terganggu demi kelancaran pengadaan yang
dimaksud.

c. Menyediakan fasilitas penempatan untuk tempat tinggal para pekerja, dan gudang
penyinpanan peralatan kerja serta bahan/material, juga menempatkan petugas demi
keamanan.

d. Kami akan menyediakan alat-alat bantu sehingga dapat bekerja pada kondisi apapun,
seperti terpal plastik untuk bekerja pada saat hujan, perancah (Scaffolding) untuk bekerja
pada dinding yang tinggi serta peralatan bantu lainnya. Biaya untuk peralatan peralatan
tersebut akan sudah diperhitungkan pada harga satuan yang terkait.

1.2.2. Dilokasi proyek Kami akan menetapkan lokasi penempatan material, Direksi keet, kantor Kami
Gudang bahan dan alat, KM/WC sementara sesuai dengan denah maupun kondisi lapangan,
sehingga terjadi ineffisiensi dalam pelaksanaan pekerjaan. Selama berlangsungnya pekerjaan,
Direksi keet, kantor Kami, gudang, KM/WC sementara dan lokasi pekerjaan akan senantiasa
bersih dan bebas dari sampah-sampah sisa pekerjaan.

1.2.3. Direksi keet, kantor Kami, Gudang dan Los Kerja

a. Kami akan membuat Direksi Keet minimal seluas 9 M2 (3 M x 3 M) untuk ruang pengawas
dan ruang rapat, yang dilengkapi dengan kursi, meja kerja, meja rapat dan alat-alat kantor
yang diperlukan (lantai diplester, dinding papan/triplek dan atap genting/asbes, pintu dan
jendela yang dapat dikunci). Direksi Keet juga akan dilengkapi dengan 1(satu) buah
jendela nako, letak dan arah hadapnya akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan.

b. Perlengkapan bangunan direksi keetManajemen Konstruksi


2 (dua) buah meja tulis biro ukuran 60 cmx 120 cm dengan laci dan lemari yang
dapat dikunci.

2 (dua) buah kursi duduk dari metal beralas busa (chitose atau setara)

1 (satu) meja rapat ukuran 120 cm x 240 cm dari multiplek 8 mm.

8 (delapan) buah kursi duduk untuk perlengkapan meja rapat.

1 (satu) buah white board ukuran 60 cm x 120 cm lengkap dengan spidol (selama
proyek) dan penghapusnya.

2 (dua) buah papan triplek 120 cm x 240 cm untuk menempel gambar.

Rak dari multiplek untuk contoh material dan file

Sebuah ruangan untuk buang air dan cuci tangan dengan persediaan air yang cukup.

c. Kami juga berkewajiban membuat Kantor Kami, Los kerja, Gudang penyimpanan barang
yang dapat dikunci, tempatnya akan ditentukan bersama oleh Pemberi Tugas, Manajemen
Konstruksi dan Koordinator.

d. Kantor Kami, Kantor Manajemen Konstruksi, Gudang dan Los bahan yang dibuat oleh
Pihak Kami, setelah selesai pelaksanaan pembangunan/ pekerjaan tersebut, akan segera
dibongkar / dibersihkan oleh pihak Kami kecuali ada ketentuan lain dari Owner/Pengawas.

f. Penyedian tempat penyimpanan bahan/material dilapangan akan Kami amankan dari


segala kerusakan, kehilangan dan hal-hal yang dapat mengganggu pekerjaan lain yang
sedang berjalan.

1.2.4. Penyedian tempat penyimpanan bahan/material dilapangan akan Kami amankan dari segala
kerusakan, kehilangan dan hal-hal yang dapat mengganggu pekerjaan lain yang sedang
berjalan.

1.2.5. Pagar Proyek


a. Sebelum pelaksanaan kontruksi dimulai, Kami akan memasang pagar proyek dilokasi
seperti yang dipetakan di dalam gambar dan atau atas petunjuk lainnya dari
Manajemen Konstruksi.

b. Tinggi Pagar Proyek minimum 2,00 M dari permukaan tahan dengan bahan dari seng
gelombang BJLS 32 dicat, kolom setempat dari kayu Borneo ukuran 5/7, memenuhi
persyaratan kekuatan, dan sesuai dengan peraturan Pemerintah Daerah setempat.

1.2.6. Pekerjaan penyediaan sarana air dan daya listrik untuk bekerja :
a. Penyediaan air untuk penyediaan pelaksanaan pekerjaan (air kerja), air bersih untuk
pekerja dan KM/WC (sementara) selama proyek berlangsung, akan sesuai dengan
petunjuk dan persetujuan dari Manajemen Konstruksi / Owner. Kami akan
memperhitungkan biaya penyediaan air bersih untuk kebutuhan tersebut.

b. Air yang dimaksud adalah air bersih, bebas dari bau, bebas dari lumpur, minyak dan bahan
kimia lainnya yang merusak, yang berasal dari sumber air maupun bak penampungan,
dengan membuat sumur pompa di tapak proyek atau diperoleh dari supplier / pemasok
air.

Kontraktor bertanggung jawab dalam pendistribusian air untuk KM/WC serta air untuk
kerja.

c. Kami akan menyediakan sumber tenaga listrik yang diperoleh dari sambungan PLN atau
dengan Genset untuk keperluan peralatan kerja, penerangan proyek pada malam hari,
Direksi Keet dan bedeng pekerja. Penyediaan penerangan/sumber tenaga listrik
berlangsung selama 24 jam setiap hari. Semua perijinan perlengkapan, serta biaya
pengadaannya menjadi tanggungjawab Kami.

d. Penggunaan Diesel / Genset untuk pembangkit tenaga listrik tidak mengganggu Pemberi
Tugas atau lingkungan sekitar proyek.

1.2.7. Penyediaan Alat Pemadam Kebakaran


Selama pembangunan berlangsung, Kami akan menyediakan alat pemadam kebakaran (fire
extinguisher) lengkap dengan isinya, yang dapat digunakan untuk memadamkan api akibat
dari listrik, minyak dan gas dengan tabung kapasitas 7 kg.

1.2.8. Papan Nama Proyek


Bila diakankan oleh Pemerintah Daerah setempat, maka Kami akan memasang Papan Nama
Proyek sesuai dengan peraturan Peraturan Daerah yang berlaku, biaya pembuatan
sepenuhnya menjadi tanggungjawab Kami. Papan nama proyek dibuat dalam ukuran yang
memadai dan dipasang kokoh pada tempatnya, dengan besar tulisan yang dapat terbaca pada
jarak yang cukup. Bahan papan nama dapat dibuat dari papan kayu atau baja pelat lembaran
lapis seng.

1.2.9. Dokumentasi
Kontraktor Kontruksi akan memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi proyek serta
pengirimannya ke Project Management.

Yang dimaksud dengan pekerjaan dokumentasi antara lain :

a. Laporan laporan perkembangan proyek

b. Foto-foto proyek, berwarna minimal ukuran postcard dan dilengkapi dengan album

c. Surat-surat dokumen lainnya

Foto-foto dukumentasi proyek menggambarkan kemajuan proyek dari waktu mulai


dilaksanakan pekerjaan sampai dengan selesainya pelaksanaan pekerjaan. Foto
dokumentasi dibuat pada saat kemajuan fisik bangunan mulai 0% dan secara berkala setiap
bulan sampai dengan 100%.

1.2.10. Drainase / Saluran Tapak Sementara

Dengan mempertimbangkan keadaan Topografi / kontur tanah yang ada di tapak, Kami akan
membuat saluran sementara yang berfungsi untuk pengeringan air hujan, dan air tanah
sehingga dapat menjamin terhindarnya proyek dari kemungkinan genangan air yang
mengganggu kelancaran pekerjaan maupun daerah kerja sekitarnya, arah aliran ditujukan ke
saluran yang sudah ada dilingkungan pembangunan.
1.2.11. Kebersihan :

a. Selama proyek berlangsung, Kami akan menjaga kebersihan dan mengatur lokasi bahan
bangunan dan alat kerja serta daerah kerja sehingga kelancaran pelaksanaan pekerjaan
tidak terlambat karenanya.

b. Pembersihan tumbuh tumbuhan yang ada pada lokasi peruntukan kerja sesuai petunjuk
Gambar Kerja dan Pengawas Lapangan.

c. Sesudah proyek selesai dan sebelum melakukan penyerahan pekerjaan kepada pemilik
proyek, Kami akan membersikan seluruh daerah kerja dari segala macam peralatan
tersebut, sisa-sisa bahan baungunan, bekas bongkaran dan bangunan-bangunan
sementara, termasuk pengangkutannya ke suatu tempat dilingkungan Pemilik
Proyek tanpa tambahan biaya.

1.3. Pengukuran Ketinggian Permukaan Dan Posisi Bagian- Bagian Pekerjaan

1) Pekerjaan dengan Data ketinggian-ketinggian tanah yang ada, tinggi air tanah, dan lain-lain
yang diterapkan pada gambar-gambar, dimaksudkan sebagai informasi umum dan titik-titik
tolak untuk pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Seluruh titik ukur sehubungan dengan pekerjaan ini didasarkan pada ukuran-ukuran
setempat, yaitu titik-titik ukur yang ada dilapangan proyek seperti yang direncanakan dalam
gambar-gambar.
3) Kami akanmeneliti situasi tapak, terutama keadaaan lokasi, sifat dan luasnya pekerjaan dan hal
lain yang dapat mempengaruhi harga penawaran. Penawaran yang diserahkan Kami akan
sudah meliputi semua biaya untuk pelaksanaannya sesuai dengan ukuran-ukuran dan
ketinggian-ketinggian yang ditentukan pada gambar-gambar. Kelalaian atau kekurang telitian
kontraktor dalam hal ini tidak dijadikan alasan untuk mengajukan claim / tuntutan.
4) Kami akan menyediakan semua peralatan, perlengkapan dan tenaga kerja termasuk juru ukur,
yang diperlukan dalam hubungannya dengan pekerjaan pengukuran letak bangunan dan
lantai-lantai di atasnya. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudutnya dilakukan dengan alat
waterpass / theodolit. Pengukuran sudut siku-siku dengan prisma atau benang secara azas
segitiga Phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang telah disetujui oleh
Owner/ Pengawas.
5) Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kami akan melakukan pengukuran kondisi tapak
terhadap posisi rencana bangunan baru. Hasil pengukuran akan diserahkan kepada
Manajemen Konstruksi / Owner dan Konsultan Perencana ketidakcocokan yang terjadi antara
Gambar Kerja dan Keadaan lapangan yang sebenarnya akan segera dilaporkan ke Owner /
Manajemen Konstruksi untuk diminta keputusannya.
6) Pengukuran papan bangunan (bouwplank)
a. Pekerjaan penentuan peil finishing Arsitektur adalah permukaan lantai finishing ruangan
yaitu setinggi +170 cm di atas permukaan lantai satu (Existing) site seperti tertera seperti
Gambar Kerja. Selanjutnya peil 0.00 ini ditandai dengan Cat yang ditentukan dilapangan
dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi.

b. Dibawah pengamatan Manajemen Konstruksi, Kami akan membuat satu titik elevasi
permanen (sebagai acuan) dicat berwarna merah.

c. Titik duga akan dijaga kedudukan-kedudukannya serta tidak terganggu selama


pekerjaan berlangsung dan tidak dibongkar sebelum mendapat izin tertulis dari
Manajemen Konstruksi.

d. Ketetapan letak bangunan diukur dibawah pengawasan Manajemen Konstruksi dengan


patok yang terpancang kuat-kuat dan papan terentang dengan ketebalan 2 cm di ketam
rata pada sisi-sisinya.
Kami akan menyediakan pembantu yang ahli dalam cara-caramengukur alat penyipat
datar (theodolit / waterpass), prisma silang pengukuran menurut situasi dalam kondisi
tanah bangunan, yang selalu berada dilapangan.

e. Kami akan memasang patok-patok lain yang penting di tapak untuk patokan titik mula
setiap bagian pekerjaan.

7) Kami akan memperhatikan dan mempelajari segala petunjuk yang tertera dalam Gambar kerja
untuk memastikan posisi dan ketepatan dilapangan bagi setiap bagian pekerjaan. Perbedaan
antara Gambar Kerja dengan keadaan dilapangan akan dilaporkan kepada Manajemen
Konstruksi/Owner untuk mendapatkan pemecahan setelah berkonsultasi dengan perencana,
kami tidak akan mengambil tindakan tanpa sepengetahuan Manajemen Konstruksi / Owner.
8) Pembentukan dan Penyelesaian tanah akan mengikuti bentuk, kemiringan / kontur / peil yang
tertera dalam Gambar Kerja. Kemiringan yang dibuat akan cukup untuk mengalirkan air
hujan menuju kesolokan yang ada disekitarnya serta mengikuti persyaratan-persyaratan
yang tertera dalam Gambar Kerja. Tidak dibenarkan adanya genangan air.
9) Kami akan bertanggungjawab atas kebenaran penetapan ketinggian dan perletakkan
bangunan di lapangan dan akan disetujui secara tertulis oleh Manajemen Konstruksi.
Pencocokan peralatan ketinggian di lapangan oleh Pengawas. Kami juga akan melindungi dan
menjaga dengan hati-hati semua patok tetap, bouwplank dan benda-benda lain yang
digunakan dalam penetapan letak dan ketinggian bangunan.

1.4. Persiapan dan setandar Bahan - Bahan

1) Sepanjang tidak ada ketetepan lain dalam RKS maupun dalam Berita Acara Penjelasan
Pekerjaan, bahan-bahan yang akan dipergunakan maupun Metode Pelaksanaan akan
memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia
(PUBI th.1982), Standar Industri Indonesia (SID untuk bahan termaksud, serta ketentuan-
ketentuan dan syarat bahan-bahan lainnya yang berlaku di Indonesia. Kami akan mengadakan
dan menyediakan semua peralatan konstruksi dan bahan, baik untuk pekerjaan permanen
maupun pekerjaan sementara termasuk segala macam barang lainnya yang diperlukan.

2) Bahan/material dan komponen jadi yang dipasang/dipakai akan sesuai dengan yang tercantum
di dalam Gambar, RKS dan atau Risalah Aanwijzing, memenuhi standar spesifikai bahan
tersebut, dan mengikuti peraturan Persiapan Bahan bangunan yang berlaku.

3) Kami akan terlebih dahulu akan memberikan contoh-contoh semua bahan-bahan yang
diperlukan untuk bangunan tersebut kepada Manajemen Konstruksi/Owner untuk
mendapatkan persetujuan secara tertulis sebelum semua bahan-bahan tersebut
didatangkan/dipakai.

4) Contoh bahan tersebut yang akan diserahkan kepada Manajemen Konstruksi adalah sebanyak
3 (tiga) buah dari suatu bahan yang ditentukan untuk menetapkan Standard of
Appearance dan disimpan di ruang 10.4 Manajemen Konstruksi/Owner. Paling
lambat waktu penyerahan contoh bahan adalah 2 (dua) minggu sebelum jadwal pelaksanaan.

5) Merk Bahan/Material dan Komponen Jadi. Kecuali ditentukan lain, nama-nama atau merk-merk
dagang dari bahan yang disebutkan dalam Syarat Teknis, ditujukan untuk maksud-maksud
perbandingn kualitas, terutama dalam hal mutu, model, bentuk, jenis dan sebagainya. Dan
hendaknya tidak diartikan sebagai persyaratan (merk) yang mengikat. Dalam hal dimana
disebutkan 3 (tiga) merk dagang atau lebih untuk jenis bahan/pekerjaan yang sama, maka
Kontraktor Konstruksi diakankan untuk dapat menyediakan salah satunya. Disyaratkan bahwa
hanya satu merk pembuatan atau merk dagang yang diperkenankan untuk setiap jenis bahan
yang boleh dipakai dalam pekerjaan ini.
6) Kami akan mengusulkan merk-merk dagang lainnya yang setara dalam mutu, model,
bentuk, jenis dan sebagainya setelah mendapatkan persetujuan Konsultan Perencana.
Penggunaan bahan produk lain dengan apa yang dipersyaratkan akan setara atau lebih baik,
disertai data teknis bahan, atau test dan Laboratorium Lembaga Pengujian Bahan, baik
mengenai kualitas, ketahanan serta kekuatannya dan akan disetujui Manajemen Konstruksi
secara tertulis dan diketahui Konsultan Perencana.

7) Dalam hal pengadaan semua bahan baku, barang jadi, bahan setengah jadi dan lain-lain,
penggunaan barang produksi dalam negeri akan sangat diperhatikan/diutamakan, selama
barang tersebut memenuhi syarat-syarat minimum yang ditetapkan, sesuai dengan petunjuk
dan persetujuan Manajemen Konstruksi dan Perencana.

8) Apabila dianggap perlu, Manajemen Konstruksi berhak untuk menunjuk tenaga ahli yang
ditunjuk oleh pabrik dan atau supplier yang bersangkutan tersebut sebagai pelaksana.

9) Keputusan bahan, jenis, warna, tekstur, dan produk yang dipilih, akan diinformasikan
kepada Kami selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender setelah penyerahan contoh bahan
tersebut.

10) Penyimpanan dan pemeliharaan bahan akan sesuai dengan persyaratan pabrik yang
bersangkutan dan atau sesuai dengan spesifikasi bahan tersebut. Penyimpanan bahan-
bahan akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan,
dan bahan-bahan tersebut tidak rusak.

1.5. Gambar Kerja (Shop Drawing)


1) Shop Drawing merupakan gambar detail pelaksanaan di lapangan yang akan dibuat oleh Kami
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan lapangan.
Kami akan membuat shop drawing pada setiap akan melaksanakan suatu pekerjaan dan untuk
membuat detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam Gambar Kerja/Dokumen Kontrak
maupun yang diminta oleh Manajemen Konstruksi.

2) Dalam shop drawing ini akan jelas dicantumkan dan digambarkan semua data yang diperlukan
termasuk pengajuan contoh dari semua bahan, keterangan produk, cara pemasangan dan
atau spesifikasi/persyaratan khusus sesuai dengan spesifikasi pabrik yang belum tercakup
secara lengkap di dalam Gambar Kerja/Dokumen Kontrak maupun dalam RKS.

3) Kami akan mengajukan shop drawing tersebut sebanyak 3 (tiga) rangkap atas biaya oleh
pihak Kami kepada Manajemen Konstruksi untuk mendapat persetujuan tertulis dari
Manajemen Konstruksi. Persetujuan tersebut tidak melepaskan Kontraktor dari tanggung
jawab atas kesalahan yang dilakukan Kontraktor.

4) Pelaksanaan pekerjaan fisik dilakukan berdasarkan shop drawing yang telah disetujui
Manajemen Konstruksi. Apabila karena metode pelaksanaan, detail pada shop drawing
berbeda dengan yang dimaksud dalam Gambar Kerja/Dokumen Kontrak, maka untuk
perbedaan tersebut akan diminta persetujuan Konsultan Perencana.

1.6. Gambar Perubahan


1) Gambar Kerja/Dokumen Kontrak hanya dapat berubah atas permintaan tertulis oleh Pemberi
Tugas dan dibuat oleh Konsultan Perencana.
2) Perubahan rencana ini akan dibuat gambarnya yang sesuai dengan apa yang diperintahkan
oleh Pemberi Tugas, yang jelas memperlihatkan perbedaan antara gambar kerja dan
perubahan rencana.
3) Gambar tersebut akan diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) berikut kalkirnya (gambar asli) dan
diberikan kepada Kontraktor melalui Manajemen Konstruksi.

1.7. Gambar Sesuai Kenyataan ( As Built Drawing )


1) Gambar pelaksanaan adalah gambar yang sesuai dengan apa yang dilaksanakan, baik
karena penyimpangan ataupun tidak, termasuk semua perubahan atas perintah dan
persetujuan Konsultan Perencana/Owner, dan yang tidak terdapat dalam Gambar Kerja.

2) Kami akan membuat gambar-gambar yang sesuai dengan apa yang dilaksanakan. Gambar
tersebut memperlihatkan perbedaan antara gambar rencana dengan pekerjaan yang
dilaksanakan, serta akan diserahkan kepada Manajemen Konstruksi sebanyak 3 (tiga) rangkap
berikut gambar asli (kalkir) atas biaya ditanggung Kontraktor.

3) Penyerahan gambar pelaksanaan (as built drawing) dilakukan setelah pekerjaan selesai dan
diserah-terimakan.

1.8. Supplier dan Sub Kontraktor

1) Jika Kami menunjuk supplier dan atau Kontraktor bawahan (Sub- Kontraktor) yang memang
sudah ahli dan terbiasa dalam melaksanakan pekerjaan yang ditawarkan dan dalam hal
pengadaan bahan/material dan pemasangannya, maka Kami akan memberitahukan terlebih
dahulu kepada Manajemen Konstruksi untuk mendapatkan persetujuan.

2) Kami akan mengadakan koordinasi pelaksanaan atas petunjuk Manajemen Konstruksi


dengan Kontraktor bawahan atau Supplier bahan.

3) Supplier wajib hadir mendampingi Manajemen Konstruksi di lapangan untuk pekerjaan


khusus dimana pelaksanaan dan pemasangan bahan tersebut perlu persyaratan khusus sesuai
instruksi pabrik.

1.9. Penjagaan Keamanan Lapangan Pekerjaan

Kami akan menjaga lapangan terhadap barang-barang milik proyek, Manajemen Konstruksi dan
milik pihak ketiga yang ada di lapangan. Untuk maksud-maksud tersebut, Kami akan membuat
pagar pengaman dari seng dan rangka kayu atau bahan lain yang biayanya menjadi tanggungan
Kami.

Bila terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui Manajemen Konstruksi, baik
yang telah dipasang maupun belum adalah menjadi tanggungjawab Kami dan tidak akan
diperhitungkan dalam biaya pekerjaan tambah.

Apabial terjadi kebakaran, Kami akan bertanggungjawab atas akibatnya, baik berupa barang-barang
maupun keselamatan jiwa. Untuk itu Kami akan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang
siap dipakai yang ditempatkan di tempat-tempat yang akan ditetapkan kemudian oleh Manajemen
Konstruksi dan dianjurkan untuk mengasuransikan pekerjaan terhadap bahaya kebakaran.

Kami akan membuat jalan masuk sementara menuju lokasi pekerjaan. Lokasi dan arah jalan masuk
akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Lapangan. Kami juga akan memasang rambu-rambu
peringatan pada tempat-tempat yang mudah dilihat baik oleh pejalan kaki maupun pengemudi
kendaraan bermotor.

1.10. Jaminan dan Keselamatan Kerja

1) Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa pemeliharaan, Kami akan
bertanggungjawab atas keselamatan dan keamanan pekerja, bahan dan peralatan teknis serta
konstruksi yang diserahkan Pemberi Tugas. Dalam hal terjadinya kerusakan-kerusakan, maka
Kami akan bertanggung jawab memperbaikinya.

2) Kami akanmenjamin keselamatan para tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan
dari segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan dan ketentuan kesehatan dan
keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
3) Kami akan menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi
segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dari pekerja lapangan.

4) Kami akan menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada


Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi
segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dari pekerja lapangan.

5) Kami akan menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada


Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi
segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dari pekerja lapangan.

6) Kami akan menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada


Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi
segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dari pekerja lapangan.

7) Sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Tenaga Kerja
Nomor : 30/KPTS/1984 dan Kep-07/Men/1984 tanggal 27 Januari 1984 Tentang Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 1977 Bagi Tenaga Kerja Borongan Harian Lepas Pada
Kontraktor Induk maupun Sub Kontraktor yang melaksanakan Proyek-Proyek Pembangunan,
pihak Kami yang ikut serta dalam program ASTEK dan memberitahukan secara tertulis
kepada Pemimpin Pelaksana Proyek.

1.11. Pemeliharaan Pekerjaan


1) Jangka waktu pemeliharaan adalah : 180 (seratus delapan puluh) hari kalender dihitung dari
tanggal penyerahan pekerjaan pertama (pekerjaan selesai 100%). Dalam jangka waktu tersebut,
Kami akan memperbaiki cacat-cacat tersembunyi, hasil pekerjaan yang tidak baik dan
melengkapi kekurangan-kekurangannya yang dilakukan oleh pihak kami akibat tidak baiknya
pelaksanaan pekerjaan dan kurangnya mutu bahan seperti tertulis dalam Rencana Kerja dan
Syarat-syarat (RKS) dan Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan ini atas biaya Kami.

2) Bila dalam jangka waktu pemeliharaan atas perintah Manajemen Konstruksi, Kami tidak
melaksanakan pekerjaan perbaikan tersebut, maka Pemberi Tugas berhak menyuruh
pihak ketiga (Kontraktor lain) untuk mengerjakannya atas beban Kami.

3) Penyerahan pekerjaan kedua kalinya (terakhir) akan dilakukan sesudah habis jangka waktu
pemeliharaan, dan sampai berakhirnya pekerjaan perbaikan yang akan dilaksanakan.

2.12. Penyerahan Pekerjaan

1) Pada waktu penyerahan pekerjaan, Kami akanmenyerahkan :

4 (empat) set Gambar As built Drawing, terdiri dari 1 (satu) set asli dan 3 (tiga) copy.

Laporan Kegiatan Pelaksanaan. Album Poto Kegiatan Pelaksanaan.


Jaminan kir instalasi yang disetujui oleh lembaga pemerintah yang berwenang.

2) Penyerahan pekerjaan terakhir kepada Pemberi Tugas hanya dapat dilaksanakan apabila
seluruh pekerjaan telah dapat berfungsi secara sempurna dan dapat diterima oleh
Pemberi Tugas. Selain itu seluruh kewajiban Kami seperti memberi latihan operasi kepada
petugas yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas dan kewajiban lainnya telah dilaksanakan dan dapat
diterima oleh Pemberi Tugas.
BAB III

PEKERJAAN STRUKTUR

1. PEKERJAAN GALIAN, URUGAN PASIR DAN LANTAI KERJA

1.1. Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan tenaga, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu
lainnya yang diperlukan untuk pekerjaan ini, yaitu dan tidak terbatas pada :

Pekerjaan Galian, Pengurugan dan Pemadatan, Urugan Pasir, dan Lantai Kerja

1.2. Metode
Pelaksanaan Sebelum pelaksanaan pekerjaan ini, Kami akan mempelajari dengan seksama gambar
Kerja, Kami akan sudah memperhitungkan segala kondisi dilapangan.
1) Pekerjaan Galian
a. Pekerjaan galian tanah adalah pekerjaan pembuatan lubang/galian ditanah yang diperlukan
untuk :
Pondasi/Pile Cap
Galian lain seperti yang ditujukan dalam Gambar Kerja dan atau oleh Pengawas.

b. Pekerjaan galian ini baru boleh dilaksanakan setelah papan Patok Ukur terpasang lengkap
dengan penandaan sumbu, ketinggian dan bentuk telah diperiksa disetujui oleh Pengawas.
c. Galian untuk kontruksi akan sesuai dengan Gambar kerja dan bersih dari tanah urug bekas
serta sisa bahan bangunan.
d. Urutan penggalian ini akan diatur sedemikian rupa dengan mengikuti petunjuk-petunjuk
Pengawas sehingga tidak menimbulkan gangguan pada lingkungan tapak atau
menyebabkan timbulnya genangan air untuk waktu lebih dari 24 jam.
e. Jika pada galian terdapat akar kayu, kotoran dan bagian tanah yang tidak padat atau
longgar maka bagian ini akan dikeluarkan seluruhnya, kemudian lubang yang terjadi akan
ditutup urugan pasir yang dipadatkan dan disiram air setiap ketebalan 5 cm lapis demi lapis
sampai jenuh sehingga mencapai ketinggian yang diinginkan. Biaya pekerjaan ini menjadi
tanggungjawab Kami tidak dapat diklaim sebagai pekerjaan tambah.
f. Bila pada galian terdapat instalasi existing, Kami akan mengikuti prosedur seperti terurai
dalam pasal 1.5
g. Bila Kontraktor melakukan pengalian yang melebihi kedalaman yang ditentukan dalam
Gambar Kerja, maka Kami akanuntuk menutup kelebihan dengan urugan pasir yang
dipadatkan dan disiram air setiap ketebalan 5 cm lapis demi lapis jenuh sehingga mencapai
ketinggian yang diinginkan.
h. Biaya pekerjaan ini ditanggung oleh pihak Kami tidak dapat diklaim sebagai pekerjaan
tambah.
i. Dasar galian akan dikerjakan dengan teliti, datar sesuai dengan Gambar kerja dan akan di
bersihkan dari segala macam kotoran.
j. Galian Pondasi/Sloof akan dilakukan dengan lebar lantai kerja Pondasi atau seperti yang
tercantum dalam Gambar Kerja, dengan penampang Lereng galian kiri dan kanan
dimiringkan 10o kearah luar pondasi, dan sumbu, ketinggian serta bentuk selesai sesuai
Gambar Kerja, diperiksa seta disetujui Pengawas.
k. Kelebihan tanah galian akan dibuang keluar dan dalam Tapak Konstruksi. Area antara Papan
Patok Ukur dengan Galian akan bebas dari timbunan tanah.
l. Untuk menjaga lereng-lereng lubang galian agar tidak longsor atauruntuh, maka apabila
dianggap perlu oleh Perencana, Kami akan menahan kontruksi penahan / casing sementara
dari bahan seng Gelombang BJLS 50 atau setara. Atau dari papan papan tebal 3 cm
diperkuat denga kayu-kayu dolken, minimal 8 cm sehingga kontrusi tersebut dapat
manjamin kestabilan lereng.
m. Apabila dan atau permukaan Air Tanah tinggi, Kami akan menyediakan pompa Air
secukupnya untuk mengeringkan air yang menggenang galian. Di syaratkan bahwa
seluruh permukaan galian, terutama lantai galian, akan kering untuk pekerjaan- pekerjaan
selanjutnya, khususnya untuk pekerjaan
Poer beton dan sloof beton bertulang
Pengurugan dan pemadatan
n. Biaya untuk lingkup yang terurai pada butir 1.10 std 1.12 diatas ditanggung oleh pihak Kami,
tidak dapat diklaim sebagai pekerjaan tambah.

2) Pekerjaan Pengurugan dan Pemadatan


a. Pekerjaan pengurugan dan pemadatan ini untuk :
Semua Galian sampai permukan yang ditentukan atau sebagai Gambar kerja
Semua Tanah lantai bangunan sampai permukan yang ditentukan atau sesuai
Gambar Kerja.
b. Kami akan melakukan tes kepadatan tanah apabila diminta oleh Owner / Pengawas
sebagai titik yang ditentukan oleh pengawas.
c. Sebelum pelaksanaan pekerjaan ini, seluruh area pembangunan akan sudah bersih dari
humus, akar tanaman, benda-benda organis, sisa bongkaran dan bahan lain yang dapat
mengurangi kualitas pekerjaan ini.
d. Sebelum pelaksanaan pemadatan, seluruh area pemadatan akan dikeringkan terlebih
dahulu.
e. Urugan akan terbebas dari segala bahan yang membusuk, sisa bongkaran dan atau yang
mempengaruhi kepadatan urugan. Tanah urug dapat diambil dari bekas galian atau tanah
yang didatangkan dari luar yang tidak mengandung bahan-bahan seperti tersebut diatas
atau telah disetujui Pengawas.
f. Penghamparan tanah urugan dilakukan lapis demi lapis langsung dipadatkan dengan
Rollersampai mencapai permukaan atau peil yang diinginkan. Ketebalan perlapis setelah
dipadatkan tidak melebihi 15 cm atau 20 cm. Setiap kali penghamparan akan dapat
persetujuan dari Pengawas yang menyatakan bahwa lapisan dibawahnya telah memenuhi
kepadatan yang disyaratkan dan seluruh prosedur pemadatan ini akan ditulis dalam berita
acara yang disetujui Pengawas.
g. Pelaksanaan pemadatan akan dilaksanakan dalam cuaca baik.
Apabila hari hujan, pemadatan akan dihentikan. Selama pekerjaan ini, kadar air akan dijaga
agar tidak lebih besar dari 2% kadar air optimum.

3) Pekerjaan Urugan Pasir


a. Urugan pasir akan dilaksanakan pada bagian-bagian dasar/bawah pasangan keramik atau
lainnya sesuai gambar
b. Ketebalan urugan pasir ditentukan Tebal 5 cm untuk dibawah pasangan keramik, Ketebalan
ukuran pasir tersebut, adalah ketebalan padat dengan cara ditimbris sambil disiram air.
c. Pasir urug yang digunakan akan bersih dari kotoran- kotoran/humus-humus.
4) Pekerjaan Lantai Kerja
a. Pekerjaan Lantai Kerja ini untuk :
Semua galian sampai permukaan yang ditentukan atau sesuai Gambar kerja Semua Tanah
lantai bangunan sampai permukaan yang ditentukan atau sesuai Gambar kerja.
b. Campuran dalam adukan yang dimaksud adalah campuran dalam volume. Cara
pembuatannya menggunakan Mixer selama 3 (tiga) menit.
c. Lantai kerja adalah campuran 1 PC : 3 PS : 5 KRKL diletakan diatas permukaan tanah
tingginya 5 cm.
d. Pekerjaan Lantai Kerja ini baru boleh dilaksanakan setelah papan Patok Ukur terpasang
lengkap dengan penandaan sumbu, ketinggian dan bentuk telah diperiksa disetujui oleh
Pengawas.
e. Lantai kerja untuk Kontruksi akan sesuai dengan gambar kerja dan bersih dari tanah bekas
serta sisa bahan bangunan.
2. PEKERJAAN LAPISAN BATU KOSONG DAN PONDASI BATUKALI

2.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja bahan -bahan dan alat- alat bantu yang dibutuhkan
dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

Pekerjaan lapisan batu kosong dan pondasi batukaliini meliputi seluruh detail yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Manajemen Konstruksi/Perencana.

2.2. Persiapan Bahan

Lapisan Pondasi Batu Kosong terdiri atas campuran batu kali dan pasir urug kemudian pembuatan
pondasi batukali dilakukan diatasnya.

a. Semen Portland /PC dalam ASTM C150M, Semen hidrolis blended: ASTM C595M kecuali Tipe IS
(>70), yang tidak diperuntukkan sebagai unsur pengikat utama beton structural, Semen hidrolis
ekspansif: ASTM C845;
- Semen hidrolis: ASTM C1157M;
- Abu terbang (fly ash) dan pozzolan alami: ASTM C618;
- Semen slag: ASTM C989;
- Silica fume: ASTM C1240.
Semen yang telah mengeras sebagian / seluruhnya, tidak diperkenankan untuk digunakan.
b. Pasir : Pasir akan terdiri dari pasir dengan butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan bahan
organis, Lumpur dan lain sebagainya, serta memenuhi komposisi butir dan kekerasan seperti
yang tercantum dalam SNI 2847-2013.
c. Air : Air yang digunakan akan air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak
,asam,garam alkalis serta bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat merusak beton. Air
tersebut akan memenuhi syarat-syarat menurut SNI 2847-2013.
d. Batukali : Batukali yang digunakan adalah baru pecah, tidak berpori serta mempunyai kekerasan
sesuai dengan syarat-syarat dalam SNI 2847- 2013. Ukuran maksimum nominal agregat kasar
akan tidak melebihi: (a) 1/5 jarak terkecil antara sisi cetakan, ataupun (b) 1/3 ketebalan slab,
ataupun (c) 3/4 jarak bersih minimum antara tulangan atau kawat, bundle tulangan, atau
tendonprategang, atau selongsong.

2.3. Metode Pelaksanaan


a. Rujukan pelaksanaan pekerjaan ini ialah gambar rencana dalam Dokumen Pengadaan;
pelaksanaan yang menyimpang dari gambar wajib dikonsultasikan terlebih dahulu dengan
konsultan supervisi dan keputusan perubahannya akan dinyatakan dalam Berita Acara.
b. Kami wajib mengadakan kembali pengukuran terhadap kondisi existing dengan setepatnya,
perbedaan yang ditemukan wajib
c. dikonsultasikan dengan konsultan supervisi.
d. Sebelum mendatangkan material, Kami akan memberikan contoh material kepada konsultan
supervisi untuk mendapatkan persetujuannya. Material yang didatangkan tidak sesuai contoh
yang telah disetujui akan ditolak dan sesegera mungkin dikeluarkan dari lokasi pekerjaan.
e. Sebelum memulai pekerjaan, baik awal pekerjaan maupun awal bagian pekerjaan, Kami wajib
memberitahukan paling lambat 2 hari sebelumnya kepada konsultan supervisi.
f. Galian tanah yang sudah rapi dilapisi pasir urug lalu batubelah dengan tinggi lapisan batum
kosong 15 cm, kemudian pengerjaan pondasi batu kali dengan tinggi disesuaikan dengan
gambar teknis.
g. Bagian pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai petunjuk konsultan supervisi, akan segera
dibongkar atas resiko Kami.
h. Kami wajib melaporkan dan melakukan konsultasi dengan konsultan supervisi bila
menemukan hal-hal yang akan dapat melengkapi/meningkatkan maksud dari pekerjaan ini.
2.4. Metode Pemeliharaan
a. Kami wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/ cacat, perbaikan dilaksakan sedemikian
rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya.
b. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan, maka Kami
wajib memperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh Manajemen Konstruksi/Perencana , Biaya
yang timbul untuk pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Kami.
c. Kami wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat
dihindarkan dari kerusakan.
d. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Kami.

3. PEKERJAAN BETON

3.1 Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi :


1) Pekerjaan Beton Bertulang
a. Pek. Pondasi Strauss Pile
b. Pek. Pondasi Poer Cap
c. Pek. Pondasi Plat/Pile Cap
d. Pek. Tie Beam / sloof
e. Pek. Kolom
f. Pek. Balok
g. Pek. Plat
h. Dan lain-lain yang tercantum dalam gambar kerja Mutu Beton adalah K300 atau fc=24.9
Mpa
2) Pekerjaan Beton tidak Bertulang
a. Pekerjaan Lantai Kerja
b. Dan lain-lain yang tercantum dalam gambar kerja

3.2. Persiapan Bahan


Bahan yang digunakan, pada dasarnya semua jenis bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini akan
memenuhi syarat sesuai yang tertera di buku RKS diantaranya :

a. Portland Cement (PC)


PC/semen : digunakan satu jenis semen sekualitas TIGA RODA atau yang memenuhi persyaratan
dalam ASTM C150M, Semen hidrolis blended: ASTM C595M kecuali Tipe IS (>70), yang tidak
diperuntukkan sebagai unsur pengikat utama beton structural, Semen hidrolis ekspansif: ASTM
C845;

- Semen hidrolis: ASTM C1157M;

- Abu terbang (fly ash) dan pozzolan alami: ASTM C618;

- Semen slag: ASTM C989;

- Silica fume: ASTM C1240.

Semen yang telah mengeras sebagian / seluruhnya, tidak diperkenankan untuk digunakan.
Tempat penyimpanan semen akan diusahakan sedemikian rupa sehingga semen bebas dari
kelembapan Manajemen Konstruksi dapat memeriksa semen yang disimpan dalam gudang
pada setiap waktu sebelum dipergunakan. Kami akan bersedia untuk memberi bantuan yang
dibutuhkan oleh Manajemen Konstruksi Pekerjaan untuk pengambilan contoh-contoh tersebut,
semen yang tidak dapat diterima sesuai pemeriksaan oleh Manajemen Konstruksi.

b. Pasir Beton
Pasir Beton terdiri dari pasir dengan butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan bahan
organis, Lumpur dan lain sebagainya, serta memenuhi syarat ASTM C330M Semua pasir yang
akan dipakai pasir alam.

Agregat halus tidak mengandung lumpur lebih dari 5 %. Apabila lumpur melampaui 5 % yang
dimaksud dengan lumpur adalah bagian yang dapat melalui ayakan 0.0063 mm . apabila kadar
agregat melampaui 5 % agregat akan dicuci.

Kami akan menyerahkan contoh kepada Manajemen Konstruksi/Direksi sebagai bahan


pemeriksaan pendahuluan dan persetujuan, contoh seberat 15 kg dari pasir alam yang diusulkan
untuk dipakai sedikitnya 14 (empat belas) hari sebelum diperlukan Timbunan pasir alam akan
dibersihkan semua dari tumbuh- tumbuhan, kotoran dan bahan-bahan lain yang tidak dapat
dipakai akan disingkirkan. Bahan akan diayak dan dicuci sebagaimana diperlukan untuk
menghasilkan pasir alam sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan disini.

c. Agregat/Koral Beton

Koral yang digunakan akan bersih dan bermutu baik serta mempunyai gradasi dan kekerasan
sesuai persyaratan yang tercantum dalam SNI-2847;2013, dan akan memenuhi salah satu dari
ketentuan berikut:

- Agregat normal: ASTM C33M;


- Agregat ringan : ASTM C330M.

Perkecualian: Agregat yang telah terbukti melalui pengujian atau penggunaan nyata
dapatmenghasilkan beton dengan kekuatan dan keawetan yang baik dan disetujui oleh instansi
tata bangunan.

Ukuran maksimum nominal agregat kasar akan tidak melebihi:


(a) 1/5 jarak terkecil antara sisi cetakan, ataupun
(b) 1/3 ketebalan slab, ataupun
(c) 3/4 jarak bersih minimum antara tulangan atau kawat, bundle tulangan, atau tendon
prategang, atau selongsong.

Batasan ini tidak berlaku bila dalam pertimbangan insinyur profesional bersertifikat, kelecakan
(workability) dan metoda pemadatan adalah agar beton dapat dicor tanpa keropos atau rongga
udara.

d. Air
Air yang digunakan adalah air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam, garam
alkalis serta bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat merusak beton. Dan Air yang digunakan
pada campuran beton akan memenuhi ASTM C1602M.

Apabila dipandang perlu Pengawas dapat meminta kepada Kami supaya air yang dipakai
diperiksa dilaboratorium pemeriksaan bahan yang resmi atas biaya Kami. Air pencampur yang
digunakan pada beton prategang atau pada beton yang di dalamnya tertanam logam
aluminium, termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat, tidak mengandung ion klorida
dalam jumlah yang membahayakan.

e. Tulangan Baja
Tulangan yang digunakan adalah tulangan ulir, kecuali untuk tulangan spiral atau baja
prategang diperkenankan tulangan polos; dan tulangan yang mengandung stud geser
berkepala.

Pengelasan baja tulangan akan memenuhi ANSI/AWS D1.4 dari American Welding Society (AWS).
Tipe dan lokasi sambungan las dan persyaratan pengelasan lainnya akan ditunjukkan pada
dokumen kontrak. Spesifikasi ASTM untuk tulangan batang, kecuali untuk ASTM A706M, akan
dilengkapi untuk mensyaratkan laporan properti material yang diperlukan untuk memenuhi
persyaratan dalam AWS D1.4.

1) Tulangan Ulir
Tulangan ulir akan memenuhi persyaratan untuk batang tulangan ulir dalam salah satu
ketentuan berikut:

(a) Baja karbon: ASTM A615M;

(b) Baja low-alloy: ASTM A706M;

(c) Baja stainless: ASTM A955M;

(d) Baja rel dan baja gandar: ASTM A996M. Batang tulangan dari baja rel menggunakan Tipe
R.

Baja tulangan ulir akan memenuhi salah satu spesifikasi ASTM yang disebutkan diatas, kecuali
untuk batang tulangan dengan mutu baja (fy) kurang dari 420 MPa, kekuatan lelehnya akan
diambil sebesar tegangan yang berhubungan dengan regangan sebesar 0,5 persen, dan
untuk batang tulangan dengan (fy) paling sedikit 420 MPa, kekuatan lelehnya akan
diambil sebesar tegangan yang berhubungan dengan regangan sebesar 0,35 persen. Dan
untuk Anyaman batang baja untuk penulangan beton akan memenuhi ASTM A184M. Baja
tulangan yang digunakan dalam anyaman akan memenuhi ASTM A615M atau ASTM A706M.
dan akan disetujui oleh Manajemen Konstruksi.

2) Tulangan Polos
Batang tulangan polos untuk tulangan spiral memenuhi ASTM A615M, A706M, A955M, atau
A1035M. Kawat polos untuk tulangan spiral akan memenuhi ASTM A1064M, kecuali untuk
kawat dengan fymelebihi 420 MPa, kuat lelehnya akan diambil sebesar tegangan yang
berhubungan dengan regangan sebesar 0,35 persen.

3) Tulangan Stud Geser berkepala


Stud berkepala dan gabungan stud berkepala akan memenuhi ASTM A1044M.

4) Baja Prategang
Baja untuk prategang akan memenuhi salah satu dari spesifikasi berikut:

(a) Kawat: ASTM A421M;


(b) Kawat dengan relaksasi rendah: ASTM A421M, termasuk Persyaratan Pelengkap S1 Low-
Relaxation Wire and Relaxation Testing;
(c) Strand: ASTM A416M;
(d) Batang tulangan berkekuatan tinggi: ASTM A722M.

Kawat, strand, dan batang tulangan yang tidak secara khusus tercakup dalam ASTM A421M,
ASTM A416M, atau ASTM A722M, diperkenankan untuk digunakan asalkan tulangan tersebut
memenuhi persyaratan minimum spesifikasi tersebut di atas dan tidak mempunyai sifat yang
membuatnya kurang memuaskan dari sifat yang terdapat dalam ASTM A421M, ASTM A416M,
atau ASTM A722M.

5) Baja structural, Pipa, Atau Tabung baja

Baja struktural yang digunakan dengan batang tulangan beton dalam komponen struktur
tekan komposit yang memenuhi persyaratan salah satu dari spesifikasi berikut:

(a) Baja karbon: ASTM A36M;

(b) Baja low-alloy berkekuatan tinggi: ASTM A242M;

(c) Baja berkekuatan tinggi, low alloy, Colombium-Vanadium: ASTM A572M;


(d) Baja berkekuatan tinggi, low-alloy, 345 MPa: ASTM A588M;

(e) Bentuk-bentuk struktural (structural shapes): ASTM A992M.

Pipa atau tabung baja untuk komponen struktur komposit tekan yang terdiri dari inti beton
berselubung baja sesuai persyaratan berikut:

(a) Black steel, hot-dipped, zinc-coated: Mutu B ASTM A53M;

(b) Cold-formed, welded, seamless: ASTM A500M;

(c) Hot-formed, welded, seamless: ASTM A501.

Baja tulangan Beton bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat-cacat seperti
serpih-serpih, karat dan zat kimia lainnya yang dapat mengurangi/merusak daya lekat antara
baja tulangan dengan beton.

Ukuran diameter baja tulangan sesuai dengan gambar rencana dan tidak diperkenankan
adanya toleransi bentuk ukuran. diameter besi ulir adalah diameter dalam. Ukuran baja
tulangan tersebut sesuai dalam Gambar Kerja, penggantian dengan diameter lain dengan
persetujuan tertulis dari Direksi. Segala biaya yang diakibatkan oleh penggantian tulangan
terhadap yang digambar sejauh bukan kesalahan Gambar Kerja adalah tanggung jawab Kami.

f. Penyimpanan Material
Material sementisius dan agregat akan disimpan sedemikian rupa untuk mencegah kerusakan,
atau intrusi material yang mengganggu. Setiap material ang telah terganggu atau
terkontaminasi tidak digunakan untuk pembuatan beton.

g. Bekisting
Bekisting dibuat dari panel multiplex 12 mm atau papan borneo tebal minimal 2 cm dengan
rangka penguat penyokong dan penyangga dibuat dari kayu borneo 5/7, 5/10 secukupnya,
sehingga mampu mendapatkan kekuatan dan kekakuan mendukung beton sampai selesai
proses ikatan beton. Untuk kolom struktur dipakai papan borneo tebal 3/20. Steger cetakan /
Bekisting pipa besi (scaffolding).

3.3. Metode Pelaksanaan

a. Beton dibentuk dari semen Portland/PC, pasir, kerikil, batu pecah, air seperti yang ditentukan;
semuanya dicampur dalam perbandingan yang sesuai dan diolah sebaik-baiknya sehingga
sampai didapat kekentalan yang tepat. Ramset anti-karat untuk bout diameter 22 mm, panjang
sesuai gambar.
nilai fcyang digunakan pada bangunan yang direncanakan sesuai dengan aturan-aturan dalam
Standar ini, tidak kurang daripada 17 MPa. Bila kriteria perancangan dalam pasal 8.6.1, 12.2.4(d),
dan 22.2.4 SNI 2847-2013 menyediakan untuk penggunaan nilai kekuatan tarik belah beton, fct,
pengujian laboratorium akan dilakukan sesuai dengan ASTM C330M untuk menghasilkan nilai
fctyang berhubungan dengan fc
b. Komposisi campuran beton dibuat dengan perbandingan volume dengan multibeton
berdasarkan mix disain sebagai berikut :
c. Ukuran maksimum dari agregat pasir dalam beton tidak melampaui ukuran yang ditetapkan
dalam Persiapan Bahan beton dan akan memperhituingkan celah lubang antar tulangan agar
tidak terjadi rongga- rongga beton.
d. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan
(sesuai kelas mutu) akan ditetapkan dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan
demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan.
e. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang
dihasilkan yang mempunyai kekedapan, keawetan dan kekuatan yang dikehendaki.
f. Faktor air semen dari beton tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat dan tidak melebihi 0,55
(dari beratnya) pengujian beton akan dilakukan oleh Kontraktor dan perbandingan-
perbandingan campuran akan diubah jika perlu untuk tujuan-tujuan seperti diatas dan
Kontraktor tidak berhak klaim atas perubahan-perubahan yang demikian.

g. Proporsi bahan untuk beton akan dibuat untuk:


1) Memberikan kelecakan dan konsistensi yang menjadikan beton mudah dicor ke dalam
cetakan dan ke celah di sekeliling tulangan dengan berbagai kondisi pelaksanaan
pengecoran yang akan dilakukan, tanpa terjadinya segregasi atau bleeding yang berlebih;
2) Memenuhi persyaratan untuk kategori paparan yang sesuai dari Pasal 4;
3) Memenuhi persyaratan uji kekuatan;
Agar dihasilkan suatu konstruksi beton yang sesuai dengan yang
direncanakan,maka factor air semen ditentukan sebagai berikut :
Faktor air semen Untuk pondasi, sloof, poer, maksimum 0,65
Faktor air semen untuk kolom, balok, plat lantai, tangga, dinding beton, dan
listplank/parapet maksimum 0,60
Faktor air semen untuk konstruksi plat atap dan tempat-tempat basah lainnya maksimum
0,55.

h. Untuk lebih mempermudah dalam pengerjaan beton, dan dapat dihasilkan suatu mutu sesuai
dengan yang direncanakan, maka untuk konstruksi beton dengan factor air semen maksimum
0,55 akan memakai Plasticizer sebagai bahan additive. Pemakaian merk dari bahan additive
tersebut akan mendapat persetujuan dari Manajemen Konstruksi/direksi.
i. Pengujian beton akan dilakukan oleh Manajemen Konstruksi pekerjaan atas biaya oleh pihak
Kami pelaksana. Perbandingan campuran beton jika dipandang perlu akan diubah untuk tujuan
penghematan yang dikehendaki, workability, kepadatan,kekedapan,atau kekuatan. dan
kontraktor tidak berhak atas claim yang disebabkan perubahan yang demikian.
j. Pengujian dari Konsistensi Beton dan Benda-benda uji Beton
1) Banyaknya air yang dipakai untuk beton akan diatur menurut keperluan untuk menjamin
beton dengan konsistensi yang baik dan untuk menyesuaikan variasi kandungan lembab
atau gradasi (perbutiran) dari agregat waktu masuk dalam mesin pengaduk (mixer).
Penambahan air untuk mencairkan kembali beton padat hasil pengadukan yang terlalu
lama atau yang menjadi kering sebelum dipasang tidak diperkenankan.
2) Keseragaman konsistensi beton untuk setiap kali pengadukan sangat perlu. Nulai slump
dari beton (pengujian kerucut slump) +/- 12 cm untuk segala beton yang dipergunakan.
3) Benda uji untuk uji kekuatan akan diambil sesuai dengan ASTM C172.
Benda uji silinder untuk uji kekuatan akan dicetak dan dirawat secara standar sesuai dengan
SNI 03-4810-1998 dan diuji sesuai dengan SNI 03-1974-1990. Silinder akan berukuran 100 kali
200 mm atau 150 kali 300 mm.
4) Tingkat kekuatan suatu mutu beton individu akan dianggap memenuhi syarat jika dua hal
berikut dipenuhi:

(a) Setiap nilai rata-rata aritmetika dari semua tiga uji kekuatan yang berurutan
mempunyai nilai yang sama atau lebih besar dari fc;
(b) Tidak ada uji kekuatan di bawah fc dengan lebih dari 3,5 MPa jika fc sebesar 35 MPa
atau kurang; atau dengan lebih dari 0,10 fcjika fclebih dari 35 MPa.
Pengujian slump disesuaikan dengan SNI 2847-2013 dan Kami akan menyediakan
fasilitas yang diperlukan untuk mengerjakan cuntoh-contoh pemeriksaan yang
representatif, frekuensi akan ditetapkan oleh Manajemen Konstruksi/Direksi.

5) Kriteria untuk menentukan mutu beton adalah persyaratan bahwa hasil pengujian benda-
benda uji akan memberikan BK(kekuatan tekan beton kareteristik) yang lebih besar dari
yang ditentukan.
BAB IV

PEKERJAAN ASPAL

4. PEKERJAAN ASPAL

4.1. PERKERASAN ASPAL

4.1.1. Lapis resap pengikat dan lapis perekat


1. Pekerjaan menyangkut penyediaan aspal dan penyiraman pada lokasi yang telah
dipersiapkan sebelumnya.
a. Lapis perekat pengikat, digunakan pada lapisan yang belum beraspal.
b. Lapis perekat, digunakan pada permukaan yang sudah beraspal.

2. Pembatasan oleh cuaca dan musim


a. Lapis perekat pengikat akan dilaksanakan hanya pada permukaan yang kering atau
sedikit lembab.
b. Lapis perekat akan dilaksanakan pada permukaan yang betul-betul kering.
c. Lapis resap pengikat dan lapis perekat tidak boleh dilaksanakan pada waktu
hujan atau akan turun hujan dan saat angin kencang, kecuali dengan
persetujuan direksi teknik akan dilaksanakan pada musim kering.

3. Kualitas pekerjaan dan perbaikan dari pekerjaan yang tidak memuaskan


a. Lapis yang telah selesai dilaksanakan akan merata dan menutup seluruh permukaan.
b. Permukaan lapis perekat akan mempunyai daya lekat yang baik terhadap lapisan
aspal yang akan dilaksanakan di atasnya.
c. Lapis rekat pengikat akan dikeringkan selama minimal 6 jam agar meresap ke
dalam lapisan pondasi. Lapis pondasi yang telah disiram dengan lapis resap
pengikat akan menunjukkan warna permukaan hitam, tidak terdapat genangan aspal
atau campuran agregat halus dengan aspal.
d. Kontraktor diakankan melakukan perbaikan terhadap pekerjaan yang tidak
memuaskan seperti yang diperintahkan oleh direksi teknik dengan membuang bahan
yang berlebihan atau penggunaan agregat penutup atau mengulang pekerjaan
pelapisan atau pekerjaan lain yang diperlukan.

4. Pelaporan
a. Kami akan melakukan pemeriksaan kualitas bahan dengan jumlah dan jenis
pemeriksaan sesuai dengan permintaan direksi teknik dalam waktu minimal 14 hari
kalender sebelum pekerjaan dilaksanakan. Pemeriksaan ini akan diulang setipa kali
diadakan pengiriman aspal baru.
b. Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor akan menyerahkan laporan hasil
pemeriksaan tersebut dan akan menyerahkan contoh penyemprotan di atas karton
dengan jumlah semprotan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
c. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kami akan memberitahukan terlebih dahulu
kepada direksi teknik. Pekerjaan tidak mulai dilaksanakan sebelum diijinkan oleh
direksi teknik.

5. Pengaturan pekerjaan dan keamanan


a. Dijaga kemungkinan adanya aspal yang menempel pada pohon, pagar, dan
bangunan lain yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan.
b. Tidak diperbolehkan membuang aspal ke dalam saluran air yang berada di sekitar
lokasi pekerjaan.
c. Disediakan peralatan guna mencegah terjadinya kebakaran.
d. Pelaksanaan pekerjaan diatur sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan
gangguan terhadap kelancaran dan keamanan arus lalu lintas. Apabila dipandang
perlu akan ditempatkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas.
e. Segala resiko yang timbul akibat pelaksanaan pekerjaan ini sepenuhnya menjadi
tanggungjawab Kami.

6. Material
a. Lapis resap pengikat
Aspal minyak penetrasi 60/70 atau 80/100 yang memenuhi AASHTO M226-80,
kemudian dicampur dengan minyak tanah.
b. Lapis perekat
Aspal minyak penetrai 60/70 yang memenuhi AASHTO M266-80 kemudian dicampur
dengan minyak tanah. Perbandingan yang digunakan yaitu 25-30 bagian minyak
dicampur dengan 100 bagian aspal.

7. Peralatan
a. Penyemprotan dilakukan dengan mesin penyemprot yang mempunyai takaran
terkendali dalam batasan 0,15-0,24 liter/m2.
b. Sebelum pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan pengujian takaran pemakaian dengan
penyemprotan aspal di atas daerah pengujian yang terbuat dari bahan yang tidak
tembus aspal dengan ukuran 25 cm x 25 cm, berat sebelum dan sesudah disemprot
aspal akan ditimbang untuk mengetahui jumlah aspal yang melekat. Pengujian ini
akan dilakukan berkali-kali sehingga dapat diketahui cara dan arah penyemprotan
yang tepat untuk menghasilkan jumlah aspal yang memenuhi persyaratan.

8. Pelaksanaan pekerjaan
a. Permukaan yang akan diberi lapisan akan dibersihkan dari material- material
lepas, debu, dan kotoran-kotoran lain yang mengganggu
b. Permukaan yang akan diberi lapis akan rata sehingga tonjolan yang ada akan dibuang.
Apabila perlu akan dilakukan pemadatan ulang.
c. Suhu penyemprotan

Jenis bahan pengikat Suhu


Cutback, 25 pph kerosen 110 100 C
Cutback, 30 pph kerosen (jenis MC-70)
Cutback, 75 pph kerosen (jenis MC-30) 102 100 C
Catback, 100 pph korosen 45 100 C
Cutback> 100 pph korosen
30 100 C tidak dipanaskan
Aaspal emulsi dan aspal emulsi di encerkan
20 100 C

d. Takaran penyemprotan
Lapis resap pengikat : 0,40 1,30 liter/m2.
Lapis perekat

Jumlah takaran (liter/m2)


Jenis bahan pengikat Permukaan lapuk /
Permukaan baru / licin
Berpori
Cutback 25 pph
0,1 0,15-0,35
Aspal emulsi 5
0,20-0,50
Aspal amulsi encer 1 : 0,2
0,40-1,00
1 0
0,4
e. Penyemprotan akan dilakukan 0merata ke arah seluruh permukaan.
Penyemprotan akan dihentikan jika ada ketidaksempurnaan dari mesin penyemprot.
f. Lokasi mesin penyemprot paling jauh 5 m dari lokasi yang disemprot.
g. Secara periode akan dilakukan pengecekan pemakaian aspal yang disemprotkan
dengan cara memasukkan tongkat pencelup sebelum dan sesudah penyemprotan,
sehingga dapat diketahui jumlah aspal yang disemprotkan pada luasan yang telah
dicapai.
h. Pada tempat-tempat yang menunjukkan adanya aspal yang berlebihan akan ditutup
dengan agregat penutup yang ditebarkan minimal 4 jam setelah penyemprotan
dilakukan.

9. Pemeliharaan
a. Lapis resap pengikat
Kami akan memelihara pembukuan yang telah diberi lapis resap pengikat
sesuai dengan yang ditetapkan pada nomor 3 seksi ini.
Permukaan yang telah diberi lapis pengikat akan ditutup untuk segala jenis
lalu lintas sampai lapisan meresap ke dalam lapis pondasi dan telah
mengering dengan waktu minimal sesuai yang ditetapkan pada nomor 3.c seksi
ini.
b. Lapis perekat
Segera setelah lapis perekat dipasang lapisan diatasnya akan dilaksanakan untuk
memperoleh kondisi yang tepat dari kelengketan lapis perekat dengan lapisan di
atasnya.

10. Pengendalian mutu


a. Bahan aspal akan dilakukan pengujian seperti yang disyaratkan pada nomor 4.a
seksi ini.
b. Mesin penyemprot akan diuji minimal 1 kali untuk setiap pemakaian 150.000 liter
bahan sesuai dengan ketentuan nomor 7 seksi ini.
c. Kami akan membuat dan menyerahkan kepada direksi teknik catatan harian
tentang hasil pekerjaan dan jumlah aspal yang digunakan.

11. Pengukuran hasil kerja


Berdasarkan hasil kerja yang telah dilaksanakan dan diterima oleh direksi teknik
ditentukan volume pekerjaan dalam liter.

4.2. CAMPURAN ASPAL PANAS

4.2.1. LATASTON (HRS)

1. Umum

Lataston adalah campuran aspal panas dengan agregat bergradasi senjang.

Lataston merupakan lapisan aus dengan tingkat kekedapan air yang tinggi dan tidak
mempunyai nilai struktural. Lataston akan cocok dipergunakan setelah tebal rencana
perkerasan terpenuhi. Tebal nominal digunakan 3 cm untuk HRS A.
Pekerjaan meliputi material, penghamparan, pemadatan di atas pondasi jalan yang telah
dipersiapkan

2. Material

a. Agregat kasar

Agregat ini terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah hasil produksi mesin pemecah
batu dengan gradasi sebagai berikut :

Ukuran saringan Prosentase yang


ASTM lolos
(mm)
menurut berat
20 `` 100
12,7 `` 30-100
9,5 3/8 `` 0-55
4,75 #4 0-10
0.0075 # 200 0-1

b. Agregat halus
Agregat halus terdiri dari abu batu hasil produksi mesin pemecah batu atau pasir alam atau
kombinasi dari keduanya dengan gradasi sebagai berikut :

c. Bahan pengisi
Bahan pengisi yang dapat digunakan adalah abu batu kapur, semen portland, abu
terbang atau abu tanur semen yang akan lolos saringan #200 tidak kurang dari 75 %.

d. Aspal
Aspal yang dipakai adalah aspal penetrasi 60/70 yang memenuhi persyaratan
sebagaimana ditetapkan menurut AASHTO M226-78.

3. Persiapan campuran

a. Dalam melaksanakan perencanaan campuran aspal dilakukan dalam 2 tahapan yaitu :

Membuat campuran mortar (agregat halus + aspal) sesuai dengan standar Bina
Marga No.12/PT/B/83 dan bila dilakukan pemeriksaan menurut PC.0201-76 memenuhi
ketentuan sebagai berikut :

Stabilitas Marshal pada 2 x 50 tumbukan : 450 850 kg

Rongga dalam campuran :48%

Marshall Quotient : 150 300 kg/mm

Kadar aspal (terhadap berat total) : 8 10 %

Mencampur agregat kasar dengan campuran mortar yang sudah memenuhi syarat
dan bila dilakukan pemeriksaan menurut PC 0201- 76 memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
Agregat kasar dalam total campuran HRS A : 25 30 %

Stabilisasi marshall pada 2 x 50 tumbukan : 10 20 %

Kadar rongga udara campuran padat : > 550 kg

Marshall Quotient :200-350 kg/mm

Stabilitas Marshall tersisa setelah perendaman :75 %

24 jam pada suhu 600 terhadap stabilitas semula

b. Kadar aspal dalam campuran tergantung dari kadar aspal optimum mortar dan
prosentase agregat kasar yang dipergunakan.

4. Metode Pelaksanaan

a. Agregat dan aspal dicampur di dalam Asphalt Mixing Plant dalam keadaan panas.
Campuran aspal panas yang selesai dicampur di dalam AMP diangkut dengan dump truck
ke lapangan.

b. Pada saat dump truck meninggalkan AMP, campuran aspal panas di atas bak dump truck
akan ditutup dengan terpal untuk mencegah penurunan temperatur campuran aspal yang
berlebihan.

c. Di lokasi penghamparan campuran aspal, permukaan jalan yang akan dilapisi dengan
campuran aspal panas diberi lapis perekat (tack coat) terlebih dahulu.

d. Penyerahan campuran aspal panas ke dalam asphalt finisher akan dalam keadaan panas
dengan teperatur antara 1200 C 1500 C.

e. Pemadatan pertama dilaksanakan pada saat temperatur campuran aspal panas antara 1100
C 1200 C.

f. Pemadatan antara dilaksanakan pada saat temperatur campuran aspal panas antara 950
C 1100 C.

g. Pemadatan akhir dilaksanakan pada saat temperatur campuran aspal panas antara
800 C 950 C.

h. Agar persyaratan teknis dipenuhi, maka ketebalan akhir yang dicapai dari pelaksanaan ini
tidak kurang dari 10 % terhadap tebal nominal yang telah ditetapkan.

i. Bila dijumpai ketebalan akhir kurang dari persyaratan teknis yang disyaratkan,
maka hasil akhir tidak dapat diterima dan akan diadakan pelapisan ulang dengan ketebalan
minimal 1,5 kali diameter agregat terbesar.

5. Pengendalian mutu

a. Di lokasi pencampuran aspal panas


Pengontrolan gradasi agregat halus dan kasar dilakukan pada saat tumpukan material yang
baru, pada setiap tumpukan pasir, sumber material. Pengontrolan temperatur pemanasan
agregat pada dryer dan temperatur aspal pada tempat pemanasan aspal dilakukan setiap 4
jam sekali.

b. Di lokasi penghamparan
Permukaan akan sudah diberi lapis perekat yang merata sesuai dengan ketentuan.
Pengontrolan temperatur pada saat campuran aspal panas di atas dump truck sebelum
dimasukkan ke dalam asphalt finisher. Pengontrolan temperatur penghamparan pada saat
dilakukan penghamparan dengan asphalt finisher dan pada saat pemadatan dengan alat
pemadat yang ada. Pengontrolan ketebalan penghamparan dilakukan dengan cara
membagi berat campuran yang dihampar tiap dump truck dengan luas penghamparan dan
berat jenisnya.

6. Pengukuran dan pembayaran

No. Mata
Uraian Satuan Pengukuran
Pembayaran
6.2 Lataston (HRS-A) m2

Seksi 1.2.2. : Asphalt Treated Base (ATB)

1. Umum

ATB adalah campuran aspal panas dengan agregat bergradasi menerus. ATB dipergunakan di atas
lapis pondasi atas yang telah dipersiapkan atau lapis perkerasan dengan sistem penetrasi macadam.
Lapisan ini merupakan pelindung lapis pondasi atau lapis pekerasan dengan sistem penetrasi
macadam.

2. Material

a. Agregat kasar

Agregat kasar terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah hasil produksi mesin pemecah batu
dengan gradasi sebagai berikut :

Ukuran Saringaan ASTM Campuran Normal Campuran Lapis Perata


(mm)
20 100 100
17.7 30-100 95-100
9.5 3/8 0-55 50-100
4.75 #4 0-10 0-50
0.0075 #200 0-10 0-50

b. Agregat halus

Agregat halus terdiri dari abu batu hasil produksi mesin pemecah batu atau pasir alam atau
kombinasi dari ke duanya dengan gradasi sebagai berikut :

Ukuran saringan ASTM Prosentase lolos menurut


(mm) berat
9,5 3/8 100
4,75 #4 90-100
2,36 #8 80-100
0,60 # 30 25-100
0,75 # 200 3-11

c. Bahan pengisi (Filler)


Bahan pengisi yang dapat dipergunakan adalah abu batu kapur, semen portland, abu terbang,
atau abu tanur semen yang akan lolos saringan # 200 tidak kurang dari 75 %.

d. Aspal
Aspal yang dipakai adalah aspal semen penetrasi 60/70 yang memenuhi persyaratan
sebagaimana ditetapkan menurut AASHTO M266-78.

e. Campuran
Campuran aspal untuk ATB akan memenuhi standar Bina Marga No. 13/PT/B/83 dan bila
dilakukan pemeriksaan menurut PC 0201-76 akan didapat hasil sebagai berikut :

Kadar aspal (terhadap berat total) :47%

Kadar rongga udara dari campuran padat :38%

Stabilisasi marshall pada 2 x 75 tumbukan : > 600 kg

Kelelehan : 2 4 mm

Marshall Quotient : 200 350 kg/mm

Gradasi campuran ATB : Batas-batas gradasi kombinasi campuran ATB

Ukuran saringan Prosentase yang lolos


ASTM
(mm) menurut berat
25,0 1 100
19,0 80 100
12,7 -
9,5 3/8 60 80
4,75 #4 48 64
2,36 #8 35 50
0,60 # 30 19 30
0,30 # 50 13 23
0,15 # 100 7 15

Toleransi campuran

Uraian Toleransi
Gabungan agregat yang lolos saringan 9,5 mm 7 % berat total campuran
Gabungan agregat yang lolos saringan 2,36 mm 5 % berat total campuran
Gabungan agregat yang lolos saringan 150
mikron 2 % berat total campuran

(No. 100)
Gabungan agregat yang lolos saringan 75
mikron 1,5% berat total campuran

(No. 200)
+ 0,3 % berat total campuran
Kadar aspal
- 0,0 % berat total campuran

3. Pelaksanaan

a. Agregat dan aspal dicampur dalam AMP dalam keadaan panas.


Campuran aspal panas yang selesai dicampur di dalam AMP diangkut dengan dump truck ke
lapangan.

b. Pada saat dump truck meninggalkan AMP, campuran aspal panas di atas bak dump truck akan
ditutup dengan terpal untuk mencegah penurunan suhu campuran yang berlebihan.

c. Di lokasi penghamparan campuran aspal, permukan jalan yang akan dilapisi dengan
campuran aspal panas diberi lapisan perekat terlebih dahulu.

d. Penyerahan campuran aspal panas ke dalam asphalt finisher akan dalam keadaan panas
dengan temperatur antara 1200C-1500C.

e. Pemadatan pertama dilaksanakan pada saat temperatur campuran aspal panas antara 1100 C
1200 C.

f. Pemadatan antara dilaksanakan pada saat temperatur campuran aspal panas antara 950 C
1100 C.

g. Pemadatan akhir dilaksanakan pada saat temperatur campuran aspal panas antara 800 C
950 C.

h. Agar persyaratan teknis dipenuhi, maka ketebalan akhir yang dicapai dari pelaksanaan ini
tidak boleh kurang dari 10 % terhadap tebal nominal yang telah ditetapkan.

i. Bila dijumpai ketebalan akhir kurang dari persyaratan teknis yang disyaratkan, maka hasil
akhir tidakadapat diterima dan akan diadakan pelapisan ulang dengan keebalan minimal 1,5 kali
diameter agregat terbesar.

4. Pengendalian mutu

a. Di lokasi pencampuran aspal


Pengontrolan gradasi agregat halus dan kasar dilakukan pada saat tumpukan material
yang baru, pada setiap tumpukan pasir, sumber material. Pengontrolan temperatur
pemanasan agregat pada dryer dan temperatur aspal pada tempat pemanasan aspal
dilakukan setiap 4 jam sekali.

Pengontrolan kadar aspal dalam campuran aspal panas dilakukan pada awal,
pertengahan, menjelang akhir produksi dengan cara melakukan ekstraksi. Pengontrolan
properties dari campuran aspal panas dilakukan dengan metode Marshal.

b. Di lokasi penghamparan
Permukaan akan sudah diberi lapis perekat yang merata sesuai dengan ketentuan. Pengontrolan
temperatur pada saat campuran aspal panas di atas dump truck sebelum dimasukkan ke
dalam asphalt finisher. Pengontrolan temperatur penghamparan pada saat dilakukan
penghamparan dengan asphalt finisher dan pada saat pemadatan dengan alat pemadat yang
ada. Pengontrolan ketebalan penghamparan dilakukan dengan cara membagi berat campuran
yang dihampar tiap dump truck dengan luas penghamparam dan berat jenisnya

5. Pengukuran
Untuk ATB yang dihamparkan di atas permukaan yang telah di-levelling, pengukuran dihitung
dari perkalian panjang, lebar dan tebal penghamparan.

Campuran ATB yang dipasang pada permukaan jalan yang tidak teratur permukaannya dimana
dipergunakan lapisan pertama (levelling) dari ATB maka pengukuran kuantitasnya dengan
menggunakan berat.
BAB V

PEKERJAAN STRUKTUR BAJA

5. PEKERRJAAN STRUKTUR BAJA

5.1. Lingkup Pekerjaan

Yang termasuk pekerjaan struktur baja adalah seluruh pekerjaan baja sesuai dengan gambar
pelaksanaan, termasuk didalamnya tapi tidak terbatas pada :

a. Pengadaan dari semua peralatan, perlengkapan, tenaga serta bahan-bahan seperti pelat, profil,
baut, angkur dan lain-lain menurut kebutuhan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan
persyaratan teknis pelaksanaan pekerjaan.

b. Pekerjaan pembuatan bagian-bagian konstruksi baja, seperti sambu- ngan-


sambungan, pengelasan baik las sudut, maupun las penuh, sambungan dengan baut dan lain-lain
sesuai dengan gambar pelaksanaan dan persyaratan teknis pelaksanaan pekerjaan.

c. Melaksanakan pekerjaan pabrikasi baja struktur, pengiriman hasil pabrikasi baja sampai ke Site
dan melaksanakan erection konstruksi baja, pengujian dan inspeksi dari baja struktur.

d. Pemasangan dan penyelesaian rangka ikatan angin, ikatan pengaku, gording, trekstang,
pengecatan dan lain-lain sesuai dengan gambar pelaksanaan dan persyaratan teknis
pelaksanaan pekerjaan.

e. Konstruksi baja sementara.

f. Pengecatan di lapangan, sentuhan akhir, pemakaian cat pelindung dasar kedua untuk semua
bagian baja dan persiapan pengecatan akhir termasuk dalam bagian pengecatan.

5.2. Persiapan material atau bahan

a. Besi Batangan, Besi Profil dan Pelat Rolled Steel

Besi Batangan, Besi Profil dan Pelat Rolled Steel dari jenis yang sama kualitasnya. Mutu baja
beserta tegangan leleh baja yang disyaratkan adalah ST-37 dengan tegangan leleh baja sebesar
2400 kg/cm2 sesuai SII.

b. Besi Tube berbentuk bulat

Besi Tube berbentuk bulat sesuai dengan ASTM A501 (tegangan leleh minimum 2500 kg/cm2).

c. Besi Tube benbentuk kotak

Besi Tube berbentuk kotak sesuai dengan ASTM A500, Grade B (tegangan leleh minimum 3150
kg/cm2)

d. Baut dan Angkur

Baut-baut dan angkur yang dipakai sesuai dengan ASTM 307 , grade A (kekuatan tarik
minimum akan 4200 kg/cm2) atau batang besi yang diulir sesuai ASTM A-36 dengan heav y
hexagonal nut dilaskan pada dasar dari ulir batang tersebut. Termasuk dua hexagonal nut dan
dua plain washers di setiap bautnya. Sediakan washer dengan ukuran yang sesuai di atas base
plate dengan ukuran lubang yang lebih besar.

e. Baut yang tidak difinish, Washers dan Nut.


Baut yang tidak difinish akan baut mutu tinggi A-325, sesuai dengan ASTM A325 Grade A
dengan nut segi enam, sediakan nut segi enam yang sesuai dengan plain washernya.

f. Pengencang Kekuatan Tinggi (Hihg-Strenght Fasteners)


1) Baut-baut akan berdiameter sesuai dengan gambar kerja dan sesuai dengan JIS B1186
(tipe 2B) dan atau ASTM A325 atau ASTM A490 sebagaimana dicantumkan pada gambar.

2) Baut yang dapat dikontrol tegangan tariknya seperti spline type, dengan mur dan ring
yang sesuai dapat diterima sebagai alternatif dari sambungan dengan baut.

3) Tidak mempergunakan ring yang rusak.

g. Elektroda Las
1) Elektroda las dari seri E70, elektroda hidrogen rendah sesuai dengan JIS 23212 dan AWS
5.1, A5.5, A5.17, atau A5.20. sesuai gambar kerja.

2) Sediakan sarana penyimpanannya yang memadai agar elektroda-elektroda tersebut


terjaga kualitas fluksnya.

h. Cat

1) Cat yang digunakan adalah oksida primer kecuali diindikasikan lain sesuai spesifikasi
AISC dan Code of Standard Practice dan SSPC Steel Structure Painting manual.

2) Koordinasikan agar cat primer sesuai dengan cat finishnya.

5.3. Penyerahan Gambar Kerja (Shop Drawing) dan Prosedur Pelaksanaan


Kami akan menyerahkan gambar kerja dan prosedur pelaksanan kepada Direksi Lapangan/MK
sebagai berikut :

a. Gambar kerja akan diajukan sesuai dengan persyaratan pada bagian penyerahan.

b. Gambar perencanaan/kontrak tidak direproduksi menjadi gambar kerja. Dibutuhkan waktu


yang cukup untuk mereview gambar kerja.

c. Gambar kerja akan dengan jelas mengidentifikasikan profil, ukuran, jarak dan lokasi dari
seluruh elemen baja, termasuk sambungan, tambahan (attachment), pengangkuran,
bukaan pada frame, ukuran dan tipe fasteners, metoda pengencangan fasteners, cambers,
jumlah dan tipe serta jarak headed shear connector.

d. Lampirkan perhitungan struktural yang dilakukan oleh Engineer untuk setiap pekerjaan
yang diusulkan, dimana itu merupakan varian dari pekerjaan yang ada gambarnya, maupun yang
dispesifikasikan.

e. Lampirkan secara tertulis prosedur pengelasan untuk setiap tipe sambungan las seperti
yang tercantum dalam Appendix E dari AWS Structural Welding Code.

f. Lampirkan Sertifikat Mill yang mengindikasikan bahwa baja yang disuplai sesuai dengan
atau memenuhi spesifikasi. Sertifikat juga akan mencakup ladle analysis untuk seluruh baja dan
laporan uji tarik serta uji banding untuk berbagai bentuk.

g. Lampirkan sertifikat yang menunjukkan bahwa baut mutu tinggi yang dipakai sesuai dengan
spesifikasi.

h. Lampirkan urutan dan prosedur erection yang digunakan oleh erector baja.

i. Lampirkan daftar material yang lengkap untuk semua item yang dibutuhkan, termasuk
produk, katalog manufactur dan data teknis, spesifikasi dan instruksi pemasangan.
5.4. Kontrol Kualitas di Lapangan.
Kami akan mengkoordinasikan dengan Badan Pengujian dan Direksi Lapangan/MK untuk
mengendalikan mutu dari item-item sebagai berikut :

a. Las

Inspeksi dari baja struktur selama erection akan termasuk inspeksi visual dan inspeksi ultrasonik
dari sambungan las, las untuk shear struds, dan las untuk metal decking. Inspeksi akan dilakukan
oleh Inspektor las yang bersertifikat AWS. Pengujian akan sesuai dengan AWS Structural
Welding Code. Inspeksi visual dari sambungan las termasuk pengecekan dari penyetelan dan
prosedur pengelasan. Pengawasan ini akan mencakup semua sambungan penetrasi.

b. Baut
Inspeksi sambungan baut selama pelaksanaan akan mencakup visual dan uji fisik, sebelum
melakukan inspeksi visual, uji tarik dengan menggunakan alat yang terkalibrasi akan
mengindikasikan kuat tarik minimum 5% melampaui dari minimum persyaratan AISC.
Pengujian akan sesuai dengan AISC spesification for structural joints Using ASTM A325 atau
A490 High Strength Bolts.

5.5. Kontrol Kualitas Fabrikator


a. Fabrikator akan mempunyai prosedur fabrikasi dan baja hasil fabrikasi ini diuji dan diawasi oleh
badan pengujian yang independen sesuai yang ditunjuk oleh Direksi Lapangan/MK. Biaya dari
seluruh pengujian dan pengawasn tersebut ditanggung oleh pihak Kami.

b. Pengujian dan inspeksi akan dilkakukan oleh orang yang mempunyai Sertifikat Welding.
Lampirkan laporan hasil inspeksi kepada Direksi Lapangan/MK.

c. Maksud dari dilakukannya inspeksi tersebut adalah agar badan pengujian dapat
memverifikasikan bahwa secara umum baja fabrikasi ini memenuhi spesifikasi yang telah
ditentukan. Pengawasan yang direkomendasikan akan dilakukan minimum seminggu sekali.
Pengawasan pertama akan dijadwalkan pada tahap awal. Kami akan memberitahukan Direksi
Lapangan/MK untuk inspeksi awal. Pengujian dan inspeksi akan mencakup antara lain:

1) Mempelajari laporan dari mill uji dan verifikasikan bahwa material yang digunakan
sama dengan material yang diajukan/dilaporkan.

2) Mereview prosedur pengelasan dari fabrikator, verifikasikan bahwa prosedur pengelasan


telah dipatuhi. Pastikan bahwa tukang las mempunyai sertifikat resmi dan Kami akan
mendemonstrasikan cara/teknik pelaksanaan para tukang las.

3) Mempelajari prosedur pembautan mutu tinggi. Verifikasikan bahwa pada pemasangan


baut mutu tinggi di bengkel sudah sesuai dengan spesifikasi AISC.

4) Mengecek persiapan joint untuk menghasilkan sambungan penetrasi yang


sempurna. Pengelasan penetrasi akan diuji ultrasonik.

5) Mengecek las sudut untuk ukuran, profil, tebal las, porosity dan pembalikan ujung.

6) Mengecek elemen baja untuk lamination. Periksa di tempat (spot cek) dimensi dan ukuran
lubang.

7) Mengecek tepian lubang baut terhadap kurang sempurnanya pelubangan.

5.6. Pengecekan dan Penyimpanan Material


a. Kami akan mengecek secara keseluruhan material yang tiba ditempat fabrikasi. Hasil
pengecekan dan laporan dari hasil uji material akan dapat ditunjukan kepada Direksi
Lapangan/MK. Material yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan tidak
digunakan.
b. Material yang disimpan diatas tanah, tidak bersinggungan dengan tanah agar memudahkan
pemeriksaan dan investigasi. Penyimpanan baja dan barang-barang yang masih dipacking
akan dengan suatu cara sehingga terjadi perlindungan terhadap kontak dengan bahan-bahan
yang bisa merusak. Material akan ditandai dengan jelas sesuai dengan klasifikasinya untuk
mengetahui lokasi dan jumlahnya.

5.7. Koordinasi Pelaksanaan

Kami akan mengkoordinasikan pengangkutan dan erection dari baja struktur dan bahan-bahan yang
terkait dalam suatu jadwal waktu sehingga proyek ini dapat diselesaikan dengan baik.

5.8. Ketentuan Pelaksanaan Pekerjaan

a. Ketentuan Umum
1) Kami akan menyiapkan gambar kerja untuk fabrikasi dengan skala yang cukup dari
berbagai komponen berdasarkan pada gambar dan dokumen perencanaan serta akan
disampaikan kepada Direksi Lapangan/MK untuk memperoleh persetujuan. Bila ada gambar
yang merupakan bagian dari gambar perencanaan/kontrak yang dipakai untuk gambar
fabrikasi, akan mendapat ijin dari Direksi Lapangan/MK.

2) Pelaksanaan fabrikasi akan dimulai setelah gambar kerja untuk fabrikasi


memperoleh persetujuan dari Direksi Lapangan/MK.

3) Gambar-gambar ini akan digunakan untuk fabrikasi baja struktur dan materialnya
dan nantinya akan digunakan juga di lapangan. Oleh sebab itu diperlukan juga sejumlah
salinan dari gambar tersebut di lapangan.

4) Camber dengan 1/1000 dari bentang akan disediakan bila ada balok dengan bentang
melebihi 8 m (bila tidak dispesifikasikan).

5) Kami akan menyediakan seluruh peralatan yang diperlukan untuk keperluan pekerjaan
erection/pemasangan.

b. Pita Pengukur Baja Standar


1) Kami akan memeriksa apakah ada ketidaksesuaian antara pita pengukur baja standar yang
digunakan pada fabrikasi dan yang digunakan di lapangan dan akan memperoleh
persetujuan dari Direksi Lapangan/MK.

2) Pita pengukur baja standar akan memenuhi JIB7512 atau yang sebanding.
Batasan yang jelas akan dibuat antara pita pengukur baja standar dan pita pengukur untuk
keperluan umum, yang digunakan pada bengkel di lapangan. Pita pengukur untuk
penggunaan secara umum pada pabrik dan lokasi konstruksi akan dibandingkan dengan
pita pengukur standar yang disebutkan di atas sebelum dimulainya pekerjaan dengan
maksud memeriksa kesalahan - kesalahannya dan hanya pita pengukur yang tidak
menunjukkan penyimpangan yang dapat dipergunakan.

c. Pemotongan

1) Permukaan bidang potongan dari setiap material akan tegak lurus terhadap sumbu
absis, dengan perkecualian bagian tersebut dispesifikasikan dalam gambar.

2) Permukaan bidang potongan akan bersih dari ketidakrataan, takikan (notches)


tumpukan bekas slag, dan lain-lain.
3) Pemotongan dengan gas akan dilakukan dengna alat potong gas yang otomatis. Bila
pemotongan dengan gas secara manual tidak dapat dihindari, hal tersebut hanya dapat
dilaksanakan dengan persetujuan Direksi Lapangan/MK.

4) Pekerjaan pemotongan akan dilakukan dengan mempertimbangkan adanya


kontraksi/deformasi akibat fabrikasi dan persyaratan yang diperlukan untuk finishing.

d. Perbaikan Akibat Deformasi

1) Semua deformsi material dan deformasi yang diakibatkan oleh pekerjaan fabrikasinya
akan diperbaiki dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan pada material.

2) Perbaikan akibat deformasi pada high tension steel dan heat treated steel pada
prinsipnya akan dilakukan dengan koreksi dingin (cold Correction). Koreksi panas (hot
correction) hanya boleh digunakan untuk tipe baja yang lain.

3) Deformasi pada material akan segera diperbaiki setelah material diterima, akan
diperhatikan juga ketelitian dan produk akhir dan fabrikasinya. Ketentuan pada butir
ini tidak berlaku bilamana material diproses menjadi produk akhir dengan memotong
menjadi potongan-potongan kecil.

4) Bagian yang lebih kecil seperti pelat buhul dan pelat sambungan dengan 4 sisi yang
dipotong dengan menggunakan gas atau dipotong secara geser (shears) akan diperiksa
kerataannya setelah pemotongan, dan setiap deformasi akan diperbaiki dengan peralatan
pengepres atau peralatan lain.

5) Deformasi pada sayap dari profil I pada prinsipnya diperbaiki dengan koreksi dingin seperti
press roller dan sebagainya, tetapi koreksi panas seperti pemanasan linier dapat
juga digunakan untuk perbaikan lokal. ketidaksempurnaan bidang tegak lurus dari
sayap akan diperbaiki dengan peralatan pengepres yang dilengkapi dengan cetakan
khusus atau akan dilakukan secara koreksi panas dengan linier healing. Pada kasus baja
struktur lengkung dari profil H sebaiknya dilakukan proses penyesuaian di daerah joint.

6) Metode pekerjaan ini dan prosedurnya akan dipelajari dengan teliti dengan tujuan
untuk meminimalisasi terjadinya deformasi.

e. Koreksi Dingin

1) Untuk meratakan permukaan baja struktur, akan dihindari hal-hal yang dapat
mengakibatkan cacat pada permukaan material seperti pemakaian pukulan palu dan
sebagainya.

2) Peralatan khusus yang cocok dengan bentuk baja struktur akan disiapkan bila akan
memperbaiki deformasi baja struktur dengan pengepresan.

3) Perbaikan dari deformasi sayap baja struktur bentuk I akan dilaksanakan dengan
menggunakan peralatan exclusive roller connection atau pengepres khusus. Pada kasus
lain, perhatian khusus akan diberikan dengan maksud untuk menghindari terjadinya suatu
deformasi pada badan. Deformasi akan diperbaiki secara koreksi dingin, kecuali dengan ijin
khusus dari Direksi Lapangan/MK dengan maksud untuk menjaga ketepatan dimensi final
pada produk akhir.

f. Koreksi Panas
1) Deformasi sudut setempat dapat diperbaiki secara koreksi panas dengan pemanasan
linier.
2) Perbaikan pada kerataan panel dan sebagainya, karena kekenduran yang
diakibatkan pengelasan pada 4 sisi akan diperbaiki dengan pengontraksian yang dibuat
melalui pemanasan titik.

3) Temperatur pemanasan pada koreksi panas akan dibatasi pada suatu nilai sehingga
tidak akan mengakibatkan perubahan pada karakteristik material. Temperatur pemanasan
pada baja lunak akan melebihi 9000C. Bila high tension steel memerlukan pemanasan,
akan segera didinginkan dengan udara sampai dengan suhu kurang dari 6500C, diikuti
dengan pendinginan memakai air.

4) Jika perbaikan deformasi dengan pemanasan ternyata dibarengi dengan deformasi


kontraksi, maka akan dilakukan pemotongan elemen dengan memperhitungkan margin
kontraksi yang diperkirakan cukup agar sesuai dengan keadaannya. Temperatur
pemanasan dan area pemanasan akan dikontrol berdasarkan pada rencana yang dibuat
dengan hati-hati.

g. Pembengkokan

1) Pembengkokan dingin (cold bending) akan dilakukan dengan memakai press


roller.

Pembengkokan yang dilakukan dengan panas akan dilakukan dengan menggunakan


metode pemanasan linier, atau cetakan mekanik dengan peralatan mekanik seperti
pengepress dan sebagainya setelah pemanasan total.

2) Pembengkokan panas yang dilakukan dengan memanaskan material tersebut melapaui


temperatur 9000C, tidak ada gaya luar yang diberikan pada material tersebut sampai
suhunya menurun kembali pada temperatur 200 - 4000C.

3) Heat treated steel pada prinsipnya akan dilakukan dengan pembengkokan dingin.
Apabila ternyata pelaksanaan pembengkokan panas tidak dapat dihindari, akan
diperlukan tindakan perbaikan tambahan misalnya dengan perawatan panas yang baru,
sebagaimana disyaratkan.

4) Radius lengkung minimum pada sisi dalam dari baja struktur yang dilakukan dengan
pembengkokan dingin akan 1,5 kali tebal pelat. Pembengkokan panas akan dilakukan bila
radius pelengkungan lebih kecil dari pada persyaratan yang disebutkan diatas.

5) Pada kasus pembengkokan pipa baja dan profil baja untuk bentuk lengkungan, bending
roller khusus untuk tujuan tersebut akan digunakan dengan maksud untuk menghindari
terjadinya penyimpangan pada bagian penampangnya.

6) Pada kasus baja yang dibengkokan dengan sudut besar, persiapan seperti memotong
sayap, badan dan sebagainya akan dilaksanakan.

7) Pada kasus pelat yang dibengkokan dengan kurva yang besar, sisi luar dari material akan
dibuat dengan menggunakan gerinda atau alat lainnya.

8) Pemberian tanda untuk pemboran lubang baut dan bagian dudukan dari elemen lain
pada sekitar bagian yang dibengkokan akan dilakukan setelah pembengkokan dilakukan.

9) Pembetulan panjang dari bagian baja dikarenakan pembengkokan akan dilakukan pada
panjang sumbu garis netral.

10) Ketepatan pembengkokan akan diperiksa dengan menggunakan skala kurva, tetapi pada
kasus baja struktur yang panjang, pemeriksaaan akan dilakukan berdasarkan nilai
simpangan dari lintasan garis lurus antara batas-batas ekstrim dari struktur tersebut.

h. Permukaan Yang Menerima Gaya Tekan


Pada tempat seperti bagian kontak antara kolom dan pelat bagian bawah, sambungan dari
kolom dengan bagian yang tertekan dari pengaku sebagaimana yang dispesifikasikan dalam
gambar, akan diselesaikan dengan mesin. hal ini dimaksudkan agar memungkinkan
pencapaian kontak yang sempurna.

i. Pengukuran Pada Lokasi Konstruksi

Pada tempat-tempat yang sukar untuk menjaga ketepatan dimensinya yang disebabkan oleh
suatu kondisi pada lokasi konstruksi serta metode konstruksi dan sebagainya, tindakan
ketelitian seperti pengukuran dimensi yang sesungguhnya dilaksanakan dilapangan agar dapat
mengatasi masalah- masalah pada pekerjaan konstruksi, akan dilaksanakan dengan persetujuan
Direksi Lapangan/MK.

j. Pemeriksaan Dimensi Aktual

Dimensi aktual dari baja struktur akan diperiksa oleh Direksi Lapangan/MK di pabrik dimana baja
tersebut dibuat. Semua biaya yang diperlukan dalam pemeriksaan ini akan dibayar oleh
Kontraktor terkecuali biaya perjalanan Direksi Lapangan/MK.

k. Pengecatan di pabrik (Untuk Struktur Non-Komposit)

1) Bagian-bagian baja yang diproses dan dirangkai di pabrik akan diperiksa oleh Direksi
Lapangan/MK sebelum dikirim, Kami akan memberikan perawatan anti karat pada baja
tersebut setelah memperoleh persetujuan dari Direksi Lapangan/MK.

2) Bila Kami tidak dapat melakukan pengecatan seperti yang ditentukan di pabrik karena
alasan metode konstruksi atau hal lain atau bila diperlukan untuk melakukan pengecatan
sebelum pemeriksaan dari pelaksanaan penggabungan/rangkaian elemen- elemen baja,
Kami akan memperoleh persetujuan dari Direksi Lapangan/MK.

l. Rencana Pengecatan

1) Kami akan menyusun rencana pengecatan dengan memperhatikan kondisi geografis dari
lokasi pengecatan, kondisi cuaca, selang waktu pengecatan, kesukaran atau kemudahan
dari pekerjaan pengecatan dan faktor lingkungan yang dengan mudah dapat
mengakibatkan korosi setelah pekerjaan pengecatan.

2) Direksi Lapangan/MK dan Kami akan melakukan konsultasi bersama dengan tujuan
menyusun rencana pengecatan.

3) Pekerjaan pengecatan di pabrik akan dilasanakan sesuai dengan aturan- aturan pada Bagian
ini dan JASS18 painting Work. Bahan cat, jumlah lapis, metode pengecatan dan lingkup dari
pengecatan akan sesuai dengan spsifikasi.

m. Pemeriksaan Produk Akhir

1) Pemeriksaan produk akhir akan terdiri dari pemeriksaan internal, dimana pabrik
manufaktur yang relevan akan menjamin kualitas produk dan pengujian untuk menyetujui
produk yang didesain oleh Direksi Lapangan/MK dan ditentukan pada gambar
perencanaan.

2) Pada kasus pengujian intern, yang dilakukan dalam perusahaan tersebut, bagian-bagian
yang diuji akanlah yang dijelaskan dalam instruksi fabrikasi. Setelah menyelesaikan
pengujian tersebut, Kami akan menyimpan laporan pangujian dan memberikan salinannya
kepada Direksi Lapangan/MK.

3) Dokumen yang disimpan akan diklasifikasikan untuk kolom, balok, rangka batang dan
perawatannya. Dokumen yang disimpan, secara umum meliputi beberapa item sebagai
berikut :
a) Dimensi standar yang berguna untuk menggambarkan ukuran struktur
keseluruhan, dimensi dari satu joint ke joint yang lain dan tinggi tiap lantai.

b) Dimensi utama yang mencakup dimensi baja termasuk lebar kolom dan dimensi tinggi
balok dan panjang bracket.

c) Torsi kolom.

d) Posisi dan dimensi sleeves, lubang baut yang digunakan untuk menyakinkan bahwa
penyambungan rangka baja sudah berjalan dengan benar. Selain dari sleeves, hanya
bagian yang mewakili struktur yang perlu diuraikan, tergantung pada situasinya.

e) Pemeriksaan terhadap pengelasan.

f) Setiap joint pada pekerjaan di lapangan. g) Ukuran tebal pengelasan dari hasil las.

h) Kondisi permukaan terhadap friksi dan posisi serta diameter lubang baut, dan
sebagainya.

4) Setelah selesai melakukan inspeksi, Direksi Lapangan/MK akan mengawasi hasil produk,
Kami akan menempatkan produk, secara baris per baris untuk memudahkan dalam
pengujian.

5) Alat-alat yang dipakai akan dari tipe yang baik dan akan bisa digunakan untuk pengukuran
sesuai dengan setiap item yang akan diuji.

6) Direksi Lapangan/MK akan menentukan hal-hal yang diperlukan sebagai persyaratan


diterimanya suatu produk dan mengujinya berdasarkan hasil-hasil dari pengujian internal.
Hasil- hasil tersebut kemudian akan dilaporkan dalam Pernyataan Hasil Uji yang
diterima. dan ditunjukkan kepada Direksi Lapangan/MK untuk disetujui.

7) Pengujian suatu produk pada prinsipnya dilakukan sebelum pengecatan.

8) Jika ditemukan suatu bagian yang cacat, pengukuran akan dilakukan segera untuk
memperbaikinya dan bagian tersebut akan diuji kembali.

9) Jikja ada item-item khusus di dalam gambar perencanaan yang berkenaan dengan
pengujian dari produk-produk percobaan/fabrikasi sementrara, ketentuan dari bagian
ini akan dipenuhi.

n. Hal-hal tentang Pengujian

1) Pengujian yang dilakukan pada prinsipnya ditujukan terhadap beberapa hal dibawah ini.
Pemilihan ditentukan berdasarkan jenis dari pekerjaan dan tingkat kepentingan dan setiap
item pekerjaan.

a) Uji dimensi

b) Uji penyambungan

c) Uji tampilan

d) Uji pengelasan stud

e) Uji non-destruktif bagian pengelasan

2) Hasil dari pengujian, jika ada hal-hal yang dianggap cacat, maka bagian tersebut akan
segera diperbaiki dengan cara yang disebutkan dibawah ini dan Kami akan melakukan
pengujian kembali pada bagian tersebut.
a) Jika panjang elemen baja, tinggi permukaan balok baja dan panjang penyambungan
melebihi kondisi yang diijinkan/dibutuhkan, Kami akan memberitahukan dampak
tersebut kepada Direksi Lapangan/MK, dan melakukan pengukuran yang tepat untuk
memperbaiki camber dan sweep, torsi, lengkungan pada sayap profil, rolling dan
sudut penyambungan.

b) Ketelitian lubang dan pengencangan baut mutu tinggi penahan geser, jika
ditemukan kesalahan/cacat, Kami akan memberitahukannya kepada Direksi
Lapangan/MK dan melakukan tindakan perbaikan yang tepat.

o. Pengujian Mutu Pekerjaan

1) Sebelum dimulainya pelaksanaan pabrikasi/pemasangan, Kontraktor diakankan


memberikan kepada Direksi Lapangan/MK Certificate Test dari bahan baja profil, baut-
baut, kawat las dan cat dari produsen/pabrik.

2) Pengujian atas baja profil, baut, kawat las di laboratorium akan dilaksanakan oleh Penguji
yang mempunyai Certificate Test.

3) Pengujian Benda Uji

a) Pengujian contoh akan disiapkan untuk tiap type dari pengelasan dan tiap type dari
bahan yang akan dilas. Pengujian contoh akan diadakan sesuai dengan persyaratan
ASTM A370.

b) Jumlah dan jenis uji yang dilakukan adalah sebagai berikut :

Untuk uji ultrasonic diambil 5% (lima persen) dari keseluruhan pengelasan,


kecuali ditentukan lain oleh Direksi Lapangan/MK.

untuk uji Radiographic diambil 1% (satu persen) dari keseluruhan pengelasan


kecuali ditentukan lain oleh Direksi Lapangan/MK.

Jumlah uji yang dijelaskan di atas adalah untuk hasil uj yang lulus, sedangkan hasil
uji yang tidak lulus tidak ikut diperhitungkan.

4) Sambungan las dari bagian-bagian konstruksi baj akan diuji sesuai dengan kualitas las
standar AWS D.10

a) Pengujian secara Radiographic akan sesuai dengan AWS D.10 pengelas dan
operator pengelas akan memberi tanda pengenal pada baja yang seperti ditentukan,
dengan tanda-tanda yang lengkap dan sempurna dan operasi pengelasan dapat
diketahui.

b) Kami akan menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan pengujian secara Radiographic


dan Ultrasonic termasuk sumbe tenaga dan utilitas lainnya tanpa adanya tambahan
biaya pada Pemberi Tugas.

c) Daerah las yang diketahui rusak melebihi standard yang ditentukan pada AWS D.10,
yang dinyatakan dari Radiographic 100% dari pekerjaan pengelasan adalah atas
biaya oleh pihak Kami.

d) Pemeriksaan dengan Ultrasonic untuk las dan teknik serta standard yang dipaki akan
sesuai dengan AWS atau akan sesuai dengan persyaratan ASTM.

p. Tanda Pemasangan
1) Kami akan mempersiapkan gambar-gambar yang menunjukan tanda- tanda yang dapat
membantu pada tahap pemasangan. Tanda-tanda ini akan jelas terlihat untuk menjamin
pemasangan secara mudah oleh para pekerja.

2) Setiap bagian akan diperjelas dengan tanda pengenal yang sesuai dengan tanda
masing- masing gambar. Tanda-tanda lainnya (atas, bawah, kanan, kiri dan tanda-tanda
untuk permukaan yang disambung) juga diperlihatkan.

3) Bobot berat dari elemen baja yang berat akan diperlihatkan. Demikian juga perhatian untuk
titik berat dan trusses serta elemen-elemen baja lainnya, bila tandanya sulit untuk
ditempatkan, titik pusatnya akan ditandai dengan cat pada bagian yang tidak akan
berpengaruh pada pekerjaan konstruksi.

4) Kami akan mempersiapkan daftar elemen-elemen baja, memeriksa tanda-tanda


pemasangan serta mengecek kualitas/mutu dari elemen-elemen konstruksi baja yang
direncanakan sudah sejalan dengan pelaksanaannya.

5.9. Sambungan Las

a. Bagian ini melingkupi arc manual welding dan non-gas shielded arc semi-automatic
welding (pengelasan manual), gas shielded arc semi-automatic welding (Pengelasan semi
otomatis) dan submerged arc automatic welding (Pengelasan otomatis).

1) Pada cara pengelasan manual/semi otomatis, diperlukan bukti dokumen yang


memperlihatkan pengalaman kerja dalam bidang mengelas dan hasil yang didapat, sistem
kontrol pekerjaan pengelasan, mesin-mesin dan peralatan yang dipergunakan, peraturan-
peraturan intern dalam pelaksanaan pekerjaan serta tugas inspeksi, akan ditunjukkan
kepada Direksi Lapangan/MK untuk disetujui sebagai syarat administrasi kemampuan
pekerja sebelum pekerjaan dimulai.

2) Pada cara pengelasan otomatis, pernyataan seperti tersebut pada butir 1) diatas juga
ditunjukan kepada Direksi Lapangan/MK. Pengujian mengenai pekerjaan tersebut akan
dilaksanakan apabila dianggap perlu oleh Direksi Lapangan/MK dan persetujuannya akan
didapat sebelum pekerjaan dimulai.

3) Khusus pada pengelasan stud, mesin automatic stud welding akan digunakan.

4) Dukang las yang terlibat dalam pekerjaan pengelasan akan disetujui terlebih dulu oleh
Direksi Lapangan/MK dengan persyaratan sebagai berikut :

a) Tukang las haus memiliki kemampuan yang kompeten dalam pekerjaan pengelasan dan
menunjukkan sertifikat kualifikasi (yang dikeluarkan oleh organisasi yang berwenang
dalam hal ini) termasuk juga menunjukkan data-data lain yang diperlukan.

b) Apabila ada keraguan terhadap kemampuan dari tukang las, Direksi Lapangan/MK akan
melaksanakan uji kemampuan atas beban Kontraktor dan menentukan apakah tukang
las tersebut kompeten.

c) Pekerjaan pengelasan akan dilakukan di bawah pengawasan teknisi khusus yang


mempunyai keahlian yang cukup dan memiliki pengetahuan tentang pekerjaan
tersebut. Teknisi-teknisi ini akan berada di tempat pelaksanaan konstruksi pada saat
pengerjaan di lapangan.

b. Ketentuan material yang akan dilas dan material las

1) Bentuk dari tepi profil baja boleh langsung disempurnakan berdasarkan


pengalaman dibengkel kerja, sekalipun demikian sebelumnya diperlukan persetujuan
Direksi Lapangan/MK.
2) Tepi-tepi dipotong dengan gas otomatis atau dengan proses mesin. Untuk bidang
tepi dimana presisinya kurang baik atau apabila tepi-tepi itu mempunyai permukaan
yang tidak halus, akan diperbaiki.

3) Bidang tepi akan dibuat sesuai dengan yang terdapat pada gambar rencana dan spesifikasi
dalam instruksi fabrikasi yang telah disetujui Direksi Lapangan/MK, dan akan sesuai
dengan metode pengelasannya. Pada cara dengan menggunakan manual gas cutting,
diperlukan ijin dari Direksi Lapangan/MK.

4) Material yang digunakan dalam proses pengelasan akan disimpan dalam tempat yang
kering sehingga material tidak kotor dan terkorosi. Kualitas arus dari elektroda-elektroda
akan terjamin.

5) Material untuk pengelasan akan ditangani secara hati-hati. Apabila ada bagian
elektroda las yang terkelupas atau sangat kotor atau kualitasnya berubah karena lembab
atau berkarat, maka material untuk pengelasan tidak digunakan. Elektroda-elektroda yang
menyelimuti tidak menjadi lembab. Batang las yang lembab sebaiknya tidak digunakan.

c. Perakitan Material

1) semua komponen akan dirakit secara akurat, contohya dengan menggunakan jig yang
tepat. Las sudut akan dilas dengan kedekatan jarak yang benar. Bentuk bagian tepi pada
bagian butt welding akan sesuai dengan spesifikasi dalam gambar dan dilas dengan
baik agar tidak menyimpang dari spesifikasi terutama sudut, root gap, dan potongannya.

2) Backing strip akan dekat dan dilas secara hati-hati dengan base metalnya. Kesalahan pada
perakitan akan diperbaiki sesuai dengan ketentuan fabrikasi dan jika ditemui kesulitan,
tindakan langsung akan diambil atas instruksi Direksi Lapangan/MK.

3) Pada perakitan yang terdiri dari potongan-potongan material, suatu percobaan akan
dilakukan untuk mengurangi hambatan sebanyak mungkin bila digabungkan
dengan strukturnya. Pengukuran yang diperlukan akan dilaksanakan dan akan disesuaikan
dengan pola pengelasan dengan mempertimbangkan regangan dan kekangan yang
mungkin terjadi agar bentuk tetap terjaga sampai pada akhir pengelasan.

4) Perakitan elemen-elemen baja akan dilaksanakan sesuai ketentuan- ketentuan


sebagai berikut :

a) Saat perakitan, posisi yang benar dan sudut dari setiap potongan akan tetap
terjaga ketepatannya. Hal ini dapat dilakukan secara benar dengan menggunakan pelat
dasar dan beberapa jig yang tersedia untuk pekerjaan. Apabila tidak dapat dihindari
pengelasan jig ke elemen metal, kecermatan akan dijaga agar tidak berpengaruh
kepada metal dasarnya, akibat panas. Setelah pengelasan selesai, jig secara hati-hati
akan dilepas dan permukaan kembali dihaluskan.

b) Jika diperlukan penggunaan lubang baut sementara, metoda yang dipakai akan
ditentukan sebelumnya dan disetujui oleh Manajer Kontruksi.

c) Untuk mengurangi besarnya deformasi akibat pengelasan, regangan balik yang cukup
dan memadai atau kekangan akan diperbaiki untuk mengantisipasi banyaknya
kontraksi akibat pekerjaan pengelasan.

d) Untuk las tumpul, root gap akan dijamin agar tidak mengakibatkan berkurangnya
kemampuan penyatuan (fusion) yang dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan las.
Demikian juga permukaan di bagian backing strip dan metal dasar akan sebaik
permukaan elemen metal pada las sudut dan akan dilas dengan kedekatan jarak yang
sesuai.
e) Untuk las tumpul atau las penetrasi parsial, pada pengelasan yang baik, kedua ujung
dari elemen metal yang disambung akan menggunakan end- tabs, bentuknya sama
dengan sambungan joint.

f) End-tabs adalah pelat kecil baja dengan bagian bawahnya dilas pada ujung metal dasar
pengelasan. Demikian pula untuk las sudut, end-tabs akan digunakan seperti untuk las
tumpul, atau akan dilakukan dengan proses pengelasan cantum.

d. Tack Welding
1) Penggunaan tack welding akan dihindari, terutama bila bagian tack welding akan
dilewati pekerjaan pengelasan yang tidak ada cacat. Apabila terpaksa akan melakukan
pengelasan bagian tack welded dan dapat menyebabkan retak pada pengelasan akhir,
bagian yang retak akan dibuang sampai mencapai las bagian dasarnya. Pengelasn akhir
dilaksanakan setelah bagian yang retak selesai diperbaiki.

2) Jika tack welding dibuat dengan proses arc manual welding, proses gas shielded arc semi-
automatic welding atau proses submerged arc automatic welding, panjang dari tack
welding akan sesuai dengan Tabel 1 sebagai berikut :

Tabel 1 Besaran Standar

Panjang Standar Tack Welding (mm)


Tebal Las
Arc manual welding/carbonic acid gas
(mm) Submerged
shielded arc semi-automatic welding/non- arc automatic
gas shield arc semi- automatic welding welding.
T < 32 30 dan 40 dan lebih
lebih
3.2 < t < 25 40 dan 50 dan lebih
lebih
25 < t 50 dan 70 dan lebih
lebih
3) Bila material las mempunyai tegangan tarik lebih dari 5000 kg/cm2 atau ketebalan
lebih dari 25 mm, akan menggunakan elektroda las jenis low hydrogen. Juga hal ini
akan diterapkan pada material yang mempunyai ketebalan lebih dari 12 mm pada proses
pengelasan dengan submerged arc automatic.

4) Tack welding tidak dapat dibuat pada bagian seperti tepi sambungan, titik sudut
(corner), titik awal atau titik akhir (terminal) pada akhir pengelasan, karena pada bagian
tersebut akan mudah timbul masalah dengan kekuatan produk dan keakhlian serta
ketelitian pengerjaan.

5) Jika baut penahan geser mutu tinggi dikombinasikan dengan las, maka baut tersebut akan
dikencangkan dahulu.

e. Mesin Las
mesin las akan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kualitas dan dimensi dari elemen baja
dari suatu struktur dan bentuk sambungan. Mesin-mesin ini akan dapat berfungsi dengan
baik untuk menjamin pengerjaan las yang stabil.

f. Pembersihan
Sebelumm pengelasan dimulai, permukaan baja akan dibersihkan dari debu atau gumpalan-
gumpalan logam kasar, air, minyak, cat, dan bahan-bahan lain yang dapat mempengaruhi proses
pengelasan.

g. Pelaksanaan Pengelasan

1) Pekerjaan pengelasan akan dilaksanakan dengan arus listrik yang cukup dan voltase yang
sesuai dengan kecepatan pengelasan yang dibutuhkan serta kondisi posisi pengelasan. Jika
mesin las digunakan pada arus DC maka polaritas yang diambil akan disesuaikan dengan
material yang ada dan kondisi-kondisi lain.

2) Pada pekerjaan pengelasan yang dilakukan di Bengkel, akan memasang jig yang cukup
termasuk memasang beberapa rotary jig dan penentu posisi serta pekerjaan pengelasan
akan dilakukan sedapat mungkin pada kondisi yang rata.

3) Pemanasan yang cukup akan dilakukan apabila diperlukan dengan memperhatikan


tipe dari material baja dan ketebalan pelat baja. Secara umum dalam kondisi apapun,
apabila temperatur di lapangan 0o C sampai 15oC, pemanasan akan dilakukan untuk
menjaga permukaan material sejarak 100 mm dari bagian/titik pengelasan akan berada pada
suhu 50o atau lebih.

4) Akan dibuat dan ditentukan proses dan urutan pekerjaan pengelasan untuk
memperkecil regangan dan tegangan sisa. Jika baut penahan geser mutu tinggi atau baut
biasa digunakan bersamaan, metode atau urutan dari pekerjaan pengelasan akan
ditentukan berdasarkan instruksi dari Direksi Lapangan/MK. Jika bagian tack welding
ditemukan retak sebelum pengelasan final (final welding) dilakukan atau terjadi pada masa
pengelasan tersebut, seperti cacat tack-welded end-tabs yang tampak, maka bagian
tersebut akan dibuang, dan pemotongan pada bagian ini akan diselesaikan dengan baik
agar tidak membahayakan penampang dari profil tersebut.

5) Bagian yang sudah dilas akan mempunyai permukaan yang halus dan bentuk permukaan
bergelombang yang seragam serta ukuran las dan panjangnya tidak kurang dari dimensi
yang direncanakan. Ukuran dan panjang las boleh sedikit lebih besar dari pada dimensi yang
direncanakan. Kelebihan pengisian atau bentuk permukaan yang tidak teratur
tidak diperbolehkan. Bagian las akan bersih dari cacat seperti retak, penyatuan yang
kurang, penetrasi yang salah, inklusi, undercur, overlap, atau bentuk kaki yang tidak teratur.

6) Ketelitian akan dilakukan agar tidak terjadi penetrasi yang tidak sempurna dan tidak terjadi
inklusi pada titik awal dari pengelasan. Proses pengelasan akan dilakukan sepanjang metal
dasarnya atau imbuhan metal dari titik ujung las atau ujung rangkaian penyambungan.
Ketelitian akan dijaga agar tidak timbul retak pada ujung titik las atau akhir dari rangkaian
las.

7) End-tab akan di-tack-welded pada kedua ujung akhir las tumpul atau las sudut, bentuknya
sama dengan sambungan. Pengelasan dimulai dari end-tab tack-welded dan berakhir pada
end- tabs bagian lainnya. Setelah pengelasan selesai, apabila perlu end-tabs dapat dilepas.

8) Pada kasus las tumpul atau las sudut dengan penetrasi parsial, end-tabs akan di-tack-
welded pada kedua ujung lasnya dengan panjang yang cukup. Tanpa seijin Direksi
Lapangan/MK tidak ada end-tabs yang boleh digunakan apabila hal tersebut mudah
ditangani sehingga dari segi kekuatan dan R (jarak bukaan) memungkinkan untuk
menghindari bagian las menjadi rusak akibat las cantum atau proses-proses lain.

9) End-tabs yang natinya tidak kelihatan dan akan dibuang, akan disisakan 3 mm sampai 5 mm.

10) End-tabs yang kelihatan akan dibuang, dan pemotongan pada bagian ini diselesaikan
dengan tidak membahayakan penampangnya.

h. Pembersihan dan perbaikan

1) Setelah pekerjaan pengelasan selesai, gumpalan benda padat dan serpihan- serpihan akan
dibuang. Kami akan menguji pekerjaan ini, melaporkan kepada Direksi Lapangan/MK,
menjelaskan hasil uji yang didapat dan memperoleh persetujuan dari Direksi Lapangan/MK.
2) Jika ada bagian las yang mengalami gangguan cacat/ seperti penyatuan yang tidak lengkap,
tidak sempurna penetrasinya, inklusi, pit dan blow hole, bagian- bagian tersebut akan
dibuang dan dilas kembali.

3) Jika bagian las mengalami retak, seluruh panjang dari endapan las akan dibuang dan dilas
kembali serta bagian ini akan dicatat. Sekalipun jika batas dari retak tersebut sudah jelas
dengan melalui pengujian yang tepat, bagian tersebut akan tetap dibuang sampai 50 mm
dari akhir batas retakan dan dilakukan pengelasan kembali.

4) Jika metal dasar retak akibat pengelasan maka metal dasar itu akan diganti.

5) Elektroda yang berdiameter kurang dari 4 mm akan digunakan untuk memperbaiki


bagian las yang jelek.

i. Perlindungan Terhadap Cuaca

1) Pekerjaan pengelasan tidak dilakukan pada saat angin bertiup kencang atau jika metal dasar
(base metal) basah karena hujan atau salju. Apabila tindakan pencegahan yang diambil
sudah cukup tepat tetapi timbul faktor- faktor yang tidak diharapkan, pekerjaan
pengelasan boleh dilaksanakan, dengan ketentuan akan mendapat persetujuan dan Direksi
Lapangan/ MK.

2) Jika kelembaban di lapangan cenderung tinggi, dan metal dasar menjadi basah, pekerjaan
pengelasan tidak boleh dilakukan. Akan tetapi jika perawatan yang dilakukan cukup
untuk menjamin tidak timbulnya efek pada pengelasan, Kontraktor boleh melaksanakan
pengelasan, dengan ketentuan akan mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan/MK.

3) Jika bangunan adalah struktur komposit, baja struktur tidak dilapisi cat.

4) Pengecatan yang dilakukan di Bengkel akan mempertimbangkan bagian- bagian yang


akan dilas di lapangan.

5) Bagian yang pengelasannya akan dilakukan di lapangan, tidak dicat.

Batas area pengecatan hanya boleh dilakukan sekitar kurang lebih 200 mm dari bagian yang
akan di las di lapangan karena akan mengganggu pengujian ultrasonic flaw-detecting.
Kontraktor tidak melakukan pengecatan pada bagian tersebut walaupun menggunakan cat
yang tidak berpengaruh terhadap pengujian tersebut.

6) Jika bagian-bagian yang direncanakan untuk dilas di lapangan dikhawatirkan akan timbul
karat maka akan dilakukan tindakan yang tepat untuk mencegah hal tersebut.

j. Tindakan pencegahan terhadap kecelakaan


Peralatan las akan Kami amankan terhadap resiko seperti bunga api listrik atau arus pendek dan
akan dilengkapi dengan peralatan pencegah kebakaran untuk melindungi alat- alat tersebut dari
api akibat lelehan metal dan percikan bunga api. Misalnya pada saat Kontraktor melakukan
pengelasan pada area yang sempit atau ruangn yang ventilasinya kurang memadai maka akan
menyediakan peralatan untuk mencegah arus pendek dan penyejuk ruangan (kipas angin).

5.10. Sambungan Dengan Baut

a. Mutu Baut dan Ketentuan Sambungan

1) Mutu baut yang digunakan pada sambungan baut konstruksi baja untuk tempat-
tempat penting sebagai kekuatan struktur, akan sesuai dengan klasifikasi / Middle Class 3
tipe 4T dari JIS B 1180 baut heksagonal atau sesuai dengan ASTM A307. Mutu dari Mur
akan sesuai dengan JIS B1181 mur heksagonal atau setara.
2) Diameter lubang baut akan dibuat 0,5 mm lebih besar dari diemeter baut, kecuali dalam
kasus- kasus khusus.

3) Lubang baut akan diatur dengan jarak yang tepat sepanjang garis bantu dan dibuat
dengan bentuk silinder. Arah dari lubang akan tegak lurus dengan permukaan material
dan ketika potongan-potongan material tersebut disambung. Lubang baut akan
sedapat mungkin membentuk suatu garis lurus.

4) Yang dimaksud dengan panjang baut adalah panjang nominal seperti pada tabel
terlapir menurut JIS B 1180 untuk baut heksagonal dan dipilih berdasarkan panjang
pengencangan yang kuat. Ringh akan digunakan pada baut sebagai penerima gaya geser
dan panjang pegangan pada beberapa baut akan diseleksi agar penampang ulir tidak
menahan gaya geser.

5) Baut-baut akan dikencangkan dengan kuat menggunakan alat bantu pengencang


(hand Wrenches, impact wrenches, dan lain-lain) agar tidak kendor.

6) Baut yang digunakan sebagai alat penyambung, baut angkur dan baut-baut lainnya
yang khusus disebutkan dalam gambar akan dikunci dengan pengunci yang baik seperti mur
dobel, mur pengunci dan ring per untuk mencegah kendornya mur, kecuali baut-baut yang
tertanam dalam beton

b. Inspeksi Setelah Pekerjaan Pengencangan

1) Setelah pengencangan baut-baut selesai, minimum 10%-nya akan diinspeksi untuk menjamin
bahwa baut-baut itu bebas dari hal-hal berikut :

a) Baut-baut yang tidak sesuai dengan kujalitas yang direncanakan.

b) Baut-baut yang tidak sesuai dengan dimensi yang telah ditentukan. c) Baut-baut yang
kendor atau kurang kencang.

2) Hasil insperksi akan disimpulkan oleh Kontraktor dalam suatu laporan dan ditunjukan
kepada Direksi Lapangan/MK. Semua ketidaksesuaian/cacat akan diperbaiki sesuai dengan
instruksi dari Direksi Lapangan/MK.

c. Penanganan baut yang cacat


Baut-baut yang cacat akan diganti dengan baut-baut yang memenuhi ketentuan yang telah
disyaratkan baik dalam gambar perencanaan maupun dalam Metode kerja dan RKS dan akan
dikencangkan dengan benar. Hasil dari pengencangan akan dilaporkan. Baut-baut yang tidak
kencang/longgar akan dikencangkan dengan benar. Setelah koreksi pengencangan, maka
Direksi Lapangan/MK akan melakukan inspeksi.

d. Sambungan dengan baut friksi mutu tinggi (High Strength Friction Grip)

1) Kualitas baut mutu tinggi yang terdiri dari baut heksagonal mutu tinggi, mur heksagonal
dan pelat ring untuk sambungan geser akan sesuai dengan JIS B1186 Set atau sesuai dengan
ASTM A325 atau A490.

Tabel 2 Tipe dan Kelas Baut Mutu Tinggi

Klasifikasi berdasarkan sifat mekanis


Tipe dari berbagai Set dari komponen mekanis yang dipakai

Klasifikasi Klasifikasi Pelat


berdasarkan berdasarkan Baut Mur
sifat mekanis nilai koefisien Ring
Tipe 2 Tipe B F10T F10 F35
Catatan : setiap Set terdiri dari baut, 1 mur, dan 2 pelat ring.

2) Setelah penerimaan di Lapangan untuk baut mutu tinggi dan baut khusus mutu tinggi yang
sesuai dengan JIS (Japanese Industrial Standard) atau ASTM A325 atau A490, beberapa
uji akan dilakukan untuk mengecek nilai dari koefisien torsi. Untuk kasus-kasus yang mudah
dan sederhana, pengujian ini dapat dipermudah dengan persetujuan dari Direksi
Lapangan/MK.
3) Panjang baut mutu tinggi adalah panjang yang dihitung mulai dari bawah leher.
Panjang tersebut adalah panjang yang dihasilkan dengan menambahkan panjang
yang disebutkan pada tabel 3 di bawah ini dengan panjang pengencangan. Penggolongan
dari panjang yang digunakan dapat dikurangi sepanjang dijamin tidak akan menimbulkan
masalah.
Tabel 3 Panjang yang ditambahkan pada Panjang Pengencangan

Diameter baut nominal Panjang yang ditambahkan pada panjang


pengencangan (mm)

M16 30 atau lebih


M20 35 atau lebih
M22 40 atau lebih
M24 45 atau lebih

4) Panjang untuk baut khusus mutu tinggi akan disesuaikan terhadap panjang pengencangan
dan penggolongan dari penambahan panjang dapat dikurangi, sepanjang dijamin tidak
akan menimbulkan
5) Nilai-nilai dari gaya tarik baut standar diperlihatkan pada Tabel 4 di bawah ini.

Tabel 4Gaya Tarik pada Baut Standar

Diameter Nominal pada baut

Tipe dari set (Tipe M16 M20 M22 M24


baut- baut)
Tipe-2 (F10T) 11.7 118.2 22.6 26.2

6) Diameter dari lubang baut didapat dengan menambahkan nilai dari Tabel 5 dengan nilai
diameter baut.

Tabel 5 Ukuran yang ditambahkan pada Diameter Baut (mm)

Diameter Baut ukuran yang ditambahkan pada


diameter baut

20 atau kurang 1.0


Lebih dari 1.5
7) Lubang dudukan20
baut akan dibor dibengkel.

e. Penanganan Baut

1) Produk yang sudah siap akan disimpan dengan hati-hati dan dijaga agar terhindar dari
timbulnya kerusakan pada bagian berulir, karat, adhesi dengan material lain, kontaminasi,
dan lain sebagainya.
2) Produk yang sudah siap akan dibawa ke lapangan dalam kotak penyimpanan dan baru
boleh dibuka segera seberum digunakan.

3) Baut yang digunakan pada pengujian dan penyetelan/pengencangan tidak digunakan


kembali, baik pada pengujian maupun untuk konstruksi sambungan.

f. Perawatan dari Permukaan Friksi

1) Mill scale pada permukaan friksi akan dieliminasi dengan blasting atau dengan
menggunakan alat gurinda Uflat grinder) dan permukaan seluruhnya akan bersih dari karat.
Permukaan ini akan bersih dari cacat, deformasi atau cekungan yang diakibatkan oleh
pemakaian alat gurinda.

2) Pelat pengisi (filler plate) akan dikerjakan seperti dijelaskan dalam Rencana Kerja dan
Syarat- syarat (RKS) ini. Terutama ketika pelat pengisi dipasang pada elemen dengan
las, hal ini sangat diperlukan untuk memastikan terjadinya oksidasi.

3) Jika ada ledakan (burst), deformasi dan sebagainya ditemukan pada bagian dari baja
struktur yanbg berhubungan dengan baut dan pelat ring, permukaan akan diratakan
dengan alat gurinda atau lainnya.

g. Hal-hal yang akan diperhatikan sebelum dan sesudah erection

1) Perhatian khusus akan diberikan untuk perlindungan pada permukaan friksi. Pada kasus
munculnya pengelupasan karat, minyak cat, debu, dan lain-lain yang akan mengurangi
friksi, maka hal-hal tersebut akan dibuang terlebih dulu sebelum proses erection.

2) Jika ada perbedaan 1 mm atau lebih pada ketebalan material disambungan, kompensasi
akan dilakukan dengan menggunakan pelat pengisi.

3) Jika inklinasi 1/20 atau lebih pada permukaan dari sambungan yang berhubungan
dengan kepala baut atau mur, maka ring miring (tapered washer) akan digunakan.

4) Jika bagian lubang baut tidak lurus setelah erection sementara, hal ini akan dikoreksi
dengan menggunakan reamer. Pada kasus ini, cek kembali untuk memindahkan reaming
chips dari sambungan. Kontraktor jangan menggunakan drift pins untuk memperbaiki
letak dari tengah lubang, karena hal ini akan menyebabkan deformasi dari lubang sehingga
menimbulkan ketidakcocokan baja struktur.

h. Peralatan untuk pengencangan dan Inspeksi

1) Peralatan yang digunakan untuk mngencangkan dan inspeksi akan sesuai dengan baut-baut
yang direncanakan, dan akan diserahkan pada saat inspeksi.

2) Peralatan seperti alat pengatur torsi (torque control impact wrenches), yang mudah
mengukur fluktuasi torsi, akan distel gaya pengencangannya setiap pagi dan sore hari
sebelum memulai pekerjaan. Pengaturan akan dilakukan untuk membatasi kesalahan torsi
sebesar kurang lebih 7% dari nilai yang ada dan catatan pengukuran akan
ditunjukkan kepada Direksi Lapangan/MK untuk disetujui.

i. Pengencangan

1) Sebelum penyambungan yang sebenarnya, baut-baut akan dikencangkan sementara


untuk menjamin hubungan yang baik dengan pelat. Khususnya bagi baut-baut khusus mutu
tinggi, pengencangan akan dilakukan dengan hati-hati. Banyaknya baut-baut sementara
akan 1/3 dari jumlah total baut, dengan jumlah minimum 2 buah baut.
2) Sebelum pekerjaan pengencangan, karakteristik dari baut-baut seperti panjang,
material, ukuran nominal, dan lain-lain akan diperiksa untuk menyakinkan bahwa baut-
baut tersebut sudah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

3) Pengencangan dari kumpulan baut akan dimulai dari pusat kumpulan dan diakhiri pada
bagian tepi kumpulan baut.

j. Inspeksi Pengencangan

1) Inspeksi akan diadakan setelah pengencangan baut dari sambungan yang sebenarnya
selesai dikerjakan.

2) Inspeksi pengencangan akan dilakuan dengan mengencangkan mur-murnya dengan kunci


torsi. Torsi yang ada akan diukur saat murnya mulai berputar.

3) Setiap kumpulan baut minimal 10% dari jumlah total baut, dengan minimum 1 baut akan
diajukan untuk dilakukan inspeksi pengencangan. Jika inspeksi ini hasilnya memuaskan,
banyaknya baut yang diuji pada inspeksi berikut boleh dikurangi dengan persetujuan dari
Direksi Lapangan/MK.

4) Nilai torsi, T dianggap memuaskan apabila hasil yang didapat dalam inspeksi sesuai dengan
hubungan berikut : 0.9 To < 1.1 To , dimana :

To = (k x dl No ) 1 1000

T = Nilai torsi yang diukur selama inspeksi (kg.m) To = Nilai torsi standar (kg.m)

K = Nilai dari koefisien torsi

Dl = Dimensi standar dari diameter terpotong dari bagian ulir baut (mm) No = Gaya tarik
baut standar yang didapat dari Tabel 4 (kg)

Catatan : Hasil dari inspeksi pengencangan akan diserahkan kepada Direksi Lapangan/
MK untuk mendapatkan persetujuan.

k. Pelaksanaan sambungan dengan baut

1) Pelaksanaan dari pekerjaan meliputi semua pekerjaan yang termasuk dalam


kelengkapan rangka baja, termasuk klasifikasi dari lemen yang dibawa ke lapangan,
framing, sambungan pada elemen-elemen dan pekerjaan lain untuk instalasi fasilitas
sementara.

2) Chief Engineer dari Kami akan menunjuk Engineer khusus yang akan bertanggung jawab
pada pekerjaan struktur rangka baja, sebanyak yang dibutuhkan serta akan menjelaskan
tentang tugas-tugas dan tanggung jawabnya. Engineer ini akan dapat mengkoordinasikan
pekerjaan struktur rangka baja dan pekerjaan-pekerjaan lain yang terkait, memeriksa
elemen- elemen baja tentang kualitas dan efisiensi yang berhubungan dengan spesifikasi
standar dan gambar-gambar yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan struktur
rangka baja.

3) Engineer yang bertugas, akan membuat jadwal pekerjaan berdasarkan pada Rencana
Pelaksanaan Pekerjaan.

5.11. Pemasangan baut angkur


a. Pemasangan baut Angkur
1) Angkur akan dipasang dengan menggunakan rangka dudukan untuk menjamin stabilitas
ketika pengecoran beton dilakukan.
2) Posisi angkur setelah pengecoran beton akan sesuai dengan gambar perencanaan serta
Metode kerja dan RKS.

3) Bagian ulir angkur akan dilindungi untuk mencegah karat atau kerusakan selama
periode pemasangan angkur sampai erection baja.

4) Setelah baja diberdirikan, mur akan dikencangkan sehingga gaya tarik dari tiap angkur
menjadi seragam. Paling tidak, 1/3 dari bagian ulir angkur akan terlihat setelah
pengencangan mur.

b. Pengukuran Dimensi Dasar


1) Sebelum pelaksanaan erection, pengukuran terhadap ukuran-ukuran dasar dari
bentang, sambungan-sambungan internal kolom, bagian-bagian yang bersudut dan level
horisontal dari beberapa elemen baja akan dilakukan untuk rekonfirmasi.

2) Angkur yang tidak terpasang dengan abaik akan diperbaiki sesuai gambar perencanaan.

c. Erection
1) Pada saat melaksanakan perakitan di Lapangan sebelum erection, alat-alat yang tepat guna
dan efektif akan digunakan untuk menjamin ketepatan dan kebenaran dimensinya.
Perakitan tersebut akan dilaksanakan sesuai standar yang dinyatakan pada butir 4.12.11
Penyambungan di Lapangan.

2) Alat yang paling cocok akan diseleksi dengan memepertimbangkan beban maksimum,
ruang lingkup, skala dan bentuk bangunan. Rencana pemakaian crane akan ditetapkan
sesuai dengan karakteristik khusus crane itu sendiri dan pencegahan dengan derajat
keamanan yang cukup akan diambil terhadap kejutan-kejutan yang tidak diharapkan.

3) Erection rangka baja akan dilaksanakan sesuai rencana. Diagonal bracing dan lain-lain, akan
dipasang sesuai keperluan pada saat pekerjaan erection. Khususnya pada saat pemasangan
elemen perkuatan, perhatian khusus akan diberikan sesuai dengan perencanaannya.

4) Penyangga sementara akan dipasang untuk menyangga rangka baja apabila diperlukan.
Tiang- tiang penyangga sementara tersebut akan dipertahankan sampai elemen-elemen
rangka tersambung seluruhnya dan kedudukannya sudah stabil.

5) Kondisi elemen-elemen baja dari rangka baja akan dicek dari waktu ke waktu sesuai
keperluan pada saat pekerjaan erection. Pekerjaan akan tetap berlangsung walau ada
bagian-bagian yang perlu diperbaiki/dikoreksi.

6) Pengencangan baut pasang sebelum posisi final.


Elemen-elemen baja akan secara prinsip dihubungkan dengan baut biasa, dimana
diameternya serupa dengan baut mutu tinggi yang sebenarnya sehingga menjamin
keamanan dari rangka baja yang sedang dikerjakan. Pengencangan sementara akan
dilaksanakan pada 1/3 dari dari jumlah baut biasa yang diperlukan, tetapi tidak kurang dari 2
buah baut. Dalam hal apapun pada saat erection, seluruh sambungan elemen baja atau
elemen-elemen yang berhubungan akan ditempelkan dengan baut pasang.

d. Menentukan Posisi Akhir


1) Apabila diperlukan guna menambah kekuatan untuk mencapai posisi final, rosedur
perlindungan yang diperlukan akan dilaksanakan sehingga elemen baja pada rangka tidak
ada yang rusak.

2) Meskipun rangka baja tersebut mempunyai bracing dengan turn buckles, bracing tidak
digunakan untuk mengoreksi regangan.

3) Penentuan posisi akhir akan dilakukan dengan cara tertentu sehingga memenuhi syarat-
syarat yang termuat pada butir 4.12.10 Ketepatan Pada Erection.
e. Rangka Baja yang Sudah Selesai Akan Diuji
1) Sebelum pengencangan, regangan akan dikoreksi. Untuk rangka baja yang sudah selesai
dikerjakan akan dilakukan pengujian dan laporan hasil pengujiannya tersebut akan
diserahkan kepada Direksi Lapangan/MK. Direksi Lapangan/MK akan menguji pekerjaan
tersebut dan memberikan persetujuan.

2) Pengelasan akhir akan dilaksanakan setelah regangan dikoreksi pada erection pertama

f. Ketepatan dari Erection


1) Prosedur perlindungan akan dilakukan pada saat erection.

2) Rangka baja yang sedang dikerjakan akan diberi penguat dan pengaku dengan
bracing/pengaku sementara dan penyangga lainnya terhadap angin dan beban lainnya.

3) Pada saat pengangkatan rangka baja dan elemen baja lainnya, gunakanlah potongan
baja atau kayu apabila diperlukan sebagai elemen penguat.

4) Apabila Kontraktor meminta untuk memasang sementara elemen-elemen baja pada rangka
yang sedang dikerjakan, Kami akan mendapatkan persetujuan dari Direksi Lapangan/MK
sebelumnya dan baru memperkuat rangka baja bila diperlukan.

g. Pengelasan di Lapangan
Engineer/Akhli dari Kontraktor yang bertugas akan menerangkan dengan jelas tentang
metode dan cara-cara pengelasan serta kondisi check list dari pengelasan dilapangan, kepada
administrasi pelaksanaan pekerjaan.

h. Sistem Administrasi
Pembagian tugas dan tanggung jawab dari orang-orang yang bertugas akan ditentukan dan
dijelaskan sebelumnya serta akan melaksanakan metode administrasi proyek yang sistematis.

i. Metode Untuk Dan Cara Pengelasan


Secara prinsip pengelasan di Lapangan dilakukan secara manual atau pengelasan semi
otomatis. Menyangkut cara pengelasan di lapangan tersebut, akan ditentukan dengan
mempertimbangkan regangan yang terjadi sebagai hasil dari pengelasan pada ketepatan saat
erection yang memungkinkan dapat melebihi batas yang diijinkan. Perhatian khusus juga akan
diberikan agar tidak menghasilkan tegangan yang melebihi batas. Kondisi suhu akan
diperhatikan sebelum memulai pengelasan.

j. Tukang Las
Tukang las yang bertugas melaksanakan pengelasan di lapangan akan mempunyai kualifikasi
yang tercantum dalam butir 4.10.1. Beberapa tukang las yang mempunyai kualifikasi tersebut
apabila diperlukan dapat diminta untuk menempuh beberapa ujian tambahan terhadap
kondisi yang sama dengan yang ada di lapangan.

k. Sambungan Dengan Baut dan Las


Apabila dalam satu sambungan digunakan baut geser mutu tinggi dan las secara bersama, maka
baut geser tersebut akan dipasang dan dikencangkan terlebih dahulu, setelah itu baru
dilaksanakan pengelasan. Kecuali apabila ditentukan lain didalam gambar perencanaan.

l. Bracing Dengan Turnbuckles


Apabila bracing dengan turnbuckles digunakan, hentakan awal akan terdistribusi pada segala
bagian dari barcing.

5.12. Pekerjaan Pengecatan

a. Pengecatan di Lapangan (Untuk Struktur Non-Komposit)


1) Pekerjaan Pengecatan di lapangan akan dilaksanakan sesuai dengan syarat dari JASS 18
Pekerjaan Pengecatan. Material untuk pengecatan, jumlah lapisan pengecatan,
metode pengecatan dan lingkup pengecatan akan ditentukan. Lapisan finishing akan terdiri
dari 2 lapisan. Lapisan utama dan lapisan finishing akan berbeda warna. Kami akan
menunjukkan contoh cat termasuk warna yang akan dipakai kepada Direksi Lapangan/MK
untuk disetujui..

2) Pengecatan pada bagian yang belum dicat atau bagian yang terkelupas (rusak) di
lapangan.

3) Persiapan untuk dapat melakukan penyesuaian pada permukaan dari bagian- bagian yang
menggunakan baut geser mutu tinggi, sambungan dengan baut ataupun dengan las akan
dilaksanakan sesuai dengan JASS 18 dan cat tahan karat akan dilaksanakan pada
permukaannya seperti yang seakannya dilakukan di bengkel.

4) Bagian yang rusak atau catnya terkelupas akan dibersihkan, sedangkan bagian cat aktifnya
akan tetap menempel pada permukaan baja. Bagian yang mulai berkarat akan dibersihkan
dulu dengan sikat kawat dan baru dicat tahan karat setelah cat lamanya dibuang.

c. Pengecatan Anti Korosi Untuk Baja


1) Pengecatan anti korosi akan disesuaikan dengan kebutuhan terhadap material-
material konstruksi yang akan dicat sebagai berikut :

a) Cat anti korosi dan cat finishing untuk semua baja struktur pekerjaan sipil dan
pekerjaan konstruksi bangunan.

b) Cat anti korosi dan cat finishing untuk fitting baja.

c) Pengecatan untuk pekerjaan metal yang lain dan cat finishing untuk interior /
eksterior dari bangunan.

2) Kami akan memberikan katalog kepada Direksi Lapangan/MK, contoh- contoh warna dan
sertifikat kualitas yang mengindikasikan dengan jelas kualitas karakteristik dari semua cat
yang digunakan, untuk memperoleh persetujuan.

3) Lebih jauh, Kami akan memberikan kepada Direksi Lapangan/MK rencana warna yang
akan dipakai, dengan tujuan untuk diseleksi dan disetujui.

d. Persiapan Permukaan Untuk Baja


1) Seluruh permukaan yang akan dicat akan dibersihkan dari Oli dan gemuk dengan
cairan pelarut, debu dan kotoran lainnya juga akan dibersihkan.

2) Semua permukaan baja akan dibersihkan dengan menggunakan sikat mekanik sebelum
melakukan pengecatan anti korosi di pabrik dan sebelum melakukan pengecatan anti korosi
di lokasi untuk bagian-bagian yang perlu di cat ulang.

3) Setelah dibersihkan dengan alat pembersih sikat mekanik, debu pada permukaan akan
ditiup dengan sebuah alat penyembur udara (air blower)

e. Material cat
Jenis cat yang akan digunakan dalam pekerjaan pengecatan adalah sebagaimana disebutkan
dalam tabel dibawah ini. Pemakaian produk ICI atau produk lainnya yang setipe dengan yang
disebutkan disini akan memperoleh persetujuan dari Direksi Lapangan/MK.

f. Rencana Pengecatan
1) Semua spesifikasi berdasarkan Pengecatan Anti Korosi untuk Baja baik nomor dari
metoda dry film yang dipakai maupun jumlah lapis ketebalan yang dipakai (untuk coat).

2) Spesifikasi 1
a) Permukaan eksterior dan interior baja At shop No. 1 2 35 BR

b) Setelah diantar ke lokasi, semua permukaan akan dicuci dengan air guna
membersihkan kotoran, partikel-partikel garam, dan lain-lain yang menempel
selama transportasi.

c) Permukaan yang rusak akan dibersihkan dengan power tool pada SIS St- 3. Nomor dari
metoda dry film yang dipakai.

Jumlah lapis ketebalan yang dipakai (untuk coat) No. 1 : (Touch-up primer) 2 35 BR
No. 2 : (finish coat) 1 25 BR/AS

3) Spesifikasi 2

a) Pekerjaan baja termasuk rangka dan sebagainya, pengecatan primer akan dilakukan
di pabrik. At shop No. 1 15 BR/AS At shop

b) Setelah pengiriman sampai di lokasi, semua permukaan akan dicuci dengan air
untuk membersihkan kotoran, partikel, garam, dan lain sebagainya yang timbul dari
pengaruh sewaktu pengangkutan dan terjadinya kerusakan dari cat primer yang sudah
dilakukan di pabrik, akan dibersihkan dengan power tool pada SIS SS-3.0 No. 1 1 35
BR (touch-up primer) No. 2 2 25 BR (finish coat) Keterangan :

BR = Brush

AS = Airless spray

RL = Roller brush

STA = Spatula

g. Aturan Umum
1) Cat yang tahan api akan disimpan pada tempat tersendiri, terisolasi dan berventilasi
dengan baik serta terlindung dari cahaya matahari secara langsung.

2) Lokasi pengecatan akan dipastikan mempunyai ventilasi yang baik untuk


menghindari agar para pekerja tidak keracunan karena larutan dan juga untuk mencegah
kebakaran.

3) Perhatian khusus akan diberikan untuk mencegah bahaya kebakaran. Api akan
dijauhkan/dihindarkan dari lokasi pengecatan. Penyimpanan cat akan sedemikian rupa
sehingga dapat terhindar dari terjadinya ledakan, kebakaran api, dan sebagainya. Kain atau
karung yang digunakan untuk membersihkan atau yang terendam cat dapat
membahayakan apabila terkena hawa panas yang tiba-tiba, karena itu bahan-bahan
tersebut akan segera dibuang.

4) Pekerjaan pengecatan akan ditunda pada kondisi sebagai berikut :

a) Temperatur atmosfir dibawah 5oC dan kelembaban relatif lebih dari 80%.

b) Selama hujan, angin kencang dan hari-hari dimana cuaca tersebut akan terjadi.

c) Kondisi kerja yang jelek, dimana tidak mungkin pekerjaan yang baik dapat dihasilkan.

d) Permukaan yang dicat atau rusak atau terganggu oleh pekerjaan yang lain.

e) Ventilasi yang tidak mencukupi sehingga pengeringan yang diharapkan tidak dapat
terpenuhi.
5) Metode aplikasi yang sesuai akan diterapkan agar dapat diperoleh pengecatan yang
baik, dan pengecatan akan dilakukan dengan baik sehingga tidak meninggalkkan noda-
noda, kotoran-kotoran, gelembung-gelembung, dan sebagainya.

6) Cat akan dikirim ke lapangan dalam keadaan di segel.

7) Secara umum, cat akan digunakan sebagaimana mestinya, bagaimanapun tergantung pada
kekerasan/kehalusan dari permukaan, derajat penyerapan, temperatur atmosfir dan
sebagainya.

8) Sudut atau bagian dimana dua warna yang berbeda bertemu akan dilakukan
penanganan khusus dan garis batas akan dibuat secara jelas.

9) Permukaan yang telah dicat akan dilindungi dengan baik dari kontaminasi dan kerusakan
sampai permukaan tersebut seluruhnya menjadi kering dan lantai dari permukaan lain pada
lokasi yang akan dicat akan ditutup atau dilindungi dari noda sebelum pekerjaan
pengecatan dimulai.

10) Setelah dilakukan pembersihan pada permukaan baja, cat primer akan dikerjakan
secepat mungkin dengan maksud untuk menghindari terjadinya karat.

11) Instruksi dari pabrik akan diperhatikan secara teliti untuk meyakinkan pekerjaan
pengecatan yang benar dan baik.
BAB VI

PEKERJAAN NON STRUKTUR

1. PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN KONVENSIONAL

1.1. Lingkup Pekerjaan

Penyediaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan termasuk alat-alat bantu
dan alat angkut di perlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai hasil
pekerjaan yang bermutu baik.

Pekerjaan plesteran dan acian dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar serta
seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar.

1.2. Persiapan Bahan


a. PC/semen : digunakan satu jenis semen sekualitas semen padang, semen gresik atau yang
memenuhi persyaratan dalam peraturan Portland Cement Indonesia NI-8 atau ASTM C-150 Type I
Atau Standard Inggris BS-12.

b. Pasir pasang : digunakan pasir yang berbutir tajam dan keras dengan kadar Lumpur yang
terkandung maximal pasir akan bersih dan tidak mengandung bahan organic/kotoran yang
merusak kondisi campuran dan Pasir akan memenuhi SIN 2847 -2013

c. Air yang digunakan akan air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak ,asam,garam
alkalis serta bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat merusak beton. Air tersebut akan
memenuhi syarat-syarat menurut SNI 2847-2013

1.3. Penggunaan adukan plesteran:

a. Adukan I pc :3 pasir yang di pakai untuk adukan air untuk seluruh plesteran.

b. Adukan 1 pc : 5 pasir dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya.

c. Seluruh permukaan plesteran difinish acian dari bahan PC atau tertentu atas petunjuk
Perencana/Konsultan Pengawas .

1.4. Metode Pelaksanaan


a. Plesteran dilaksanakan sesuai standar spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan
petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas /Perencana, dan persyaratan tertulis dalam
uraian dan syarat pekerjaan ini.

b. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan
dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan pengawas /Perencana sesuai uraian dan
syarat pekerjaan yang tertera dalam spesifikasi teknis.

c. Campuran aduk perekat yang di maksud adalah campuran dalam volume, cara
pembuatannya menggunakan mixer selama 3 menit dan memenuhi persyaratan sebagai berikut

1) Untuk bidang kedap air, beton, pasangan batu bata yang berhubungan dengan
udara luar, dan semua pasangan batu bata dibawah permukaan tanah sampai ketinggian 30
cm dari permukaan lantai dan 160 cm dari permukaan lantai untuk kamar mandi, WC/Toilet
dan daerah basah lainnya dipakai plesteran I pc : 3 pasir.
2) Untuk aduk kedap air, akan ditambah dengan Daily Bond, dengan perbandingan bagian
PC : I bagian Daily Bond.
3) Untuk bidang lainnya diperlukan plesteran campuran I pc : 5 pasir.
4) Plesteran halus (acian) dipakai campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran
yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur delapan hari (kering
benar), untuk adukan plesteran finishing akan ditambah dengan addivite plamix dengan
dosis 300-250 gram plamix untuk setiap 50 kg semen.
5) Semua jenis aduk perekat tersebut diatas akan disiapkan sedemikian rupa sehingga
selalu dalam keadaan baik dan belum mengering. Diusahakan agar jarak waktu
pencampuran aduk perekat tersebut dengan pemasangnnya tidak melebihi 30 menit
terutama utnuk adukan kedap air.
d. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalasi
pipa, listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.

e. Untuk beton sebelum diplester permukaannya akan dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan
kemudian diketrek (scrath) terlebih dahulu dan semua lubang- lubang bekas pengikat bekisting
atau from tie akan tertutup aduk plester.

f. Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat
dipakai plesteran halus (acian diatas permukaan plesterannya).

g. Untuk dinding tertanam didalam tanah diberapen dengan memakai spesi kedap air I pc : 3 pasir
pasangan.

h. Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaanya diberi alur-alur garis
horizontal atau diketrek (scarth) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan
finishingnya, kecuali yang menerima cat

i. Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 1 meter, dipasang tegak dan menggunakan keping-
keping plywood setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang.

j. Ketebalan plesteran akan mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan


dalam gambar, atau sesuai peil -peil yang diminta gambar. Tebal peesteran maksimum 2,5 cm,
jika ketebalan melebihi 2,5 cm akan diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya
lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang dizinkan Perencana/Konsultan Pengawas.

k. Bila plesteran menggunakan mortar DRY MIX maka Kami akanmengikuti semua persyaratan dari
mulai penanganan bahan, proses pengerjaan, cara kerja untuk dinding bata, selkon, dan
sejenisnya maupun permukaan beton, cara perlindungan dan cara pemeliharaan dari
produsen D R Y M I X t a n p a terkecuali. Demikian juga untuk acian plesteran.

l. Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang
datar, akan diberi naat (tali air) dengan ukuran lebar 0,7 cm dalamnya 1 cm, kecuali bila ada
petunjuk dalam gambar atau ditentukan lain oleh Pengawas/Konsultan Pengawas.

m. Untuk permukaan yang datar, akan mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak
melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 m. jika melebihi Kontraktor berkewajiban memperbaikinya
dengan biaya tanggungan Kontraktor.

n. Kelembaban plesteran akan dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-
tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering, selama 7 (tujuh) hari
terns menerus dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan-bahan penutup
yang bisa mencegah penguapan air secara cepat.

o. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, plesteran akan dibongkar
kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Perencana/Konsultan Pengawas
dengan biaya atas tanggungan Kontraktor. Setelah acian selesai, acian akan dibasahi terus
menerus sekurang- kurangnya 7 (tujuh) hari.
p. Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang sebelum difinish, Kami
akanmemelihara dan menjaganya terhadap keresakan- kerusakan dan pengotoran bahan lain.
Setiap kerusakan menjadi tanggungjawab Kami dan wajib diperbaiki.

q. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih
dari 2 (dua) minggu.

2. PEKERJAAN METAL SHEET

2.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, pengadaan tenaga kerja, alat alat dan bahan berikut
pemasangan penutup atap metalsheet ( square ribbed steel roof ) dan perlengkapannya, seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

2.2. Persiapan Bahan


Standar/Rujukan :

1. Australian Standard AS 1397 G550 AZ 150, AS 3566

2. Standar Nasional Indonesia (SNI) - SNI 03-1588-1989

Referensi Produk : Geasindo, Utama Deck, Kana KZ Penutup Atap Zincalume Zip Deck

Spesifikasi

a. Lebar : m

b. Tebal : 0.5 mm warna

2.3. Metode Pelaksanaan


a. Rangka sudah terpasang kokoh pada tempatnya sesuai gambar kerja dan telah disetujui oleh
Manajemen Konstruksi/Direksi.

b. Atap dipasang secara berurutan dan dimulai dari ujung kanan dan akan dipasang tegak lurus
dengan penumpunya untuk penggunaan multiple modul, panel dipasang dari kanan ke kiri atau
sesuai gambar kerja.

c. Seluruh kelengkapan atau barang dan pekerjaan lain yang diperlukan demi kesempurnaan
pemasangan (walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar ataupun
dipersyaratkan di RKS) akan diadakan / disediakan / dikerjakan.

d. Pihak Kami akan menjamin kekuatan dan ketahanan semua struktur yang dipakai untuk
tumpuan kuda-kuda berdasarkan spesifikasi desain dan pembebanan yang telah disepakati.
Berkenaan dengan hal itu, pihak Konsultan Perencana struktur berhak meminta informasi
mengenai reaksi perletakan kuda-kuda.

3. PEKERJAAN LOGAM METAL

3.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan dan alat bantu yang dibutuhkan
dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Pekerjaan ini meliputi
Pengadaan pemasangan Hand Railling Tangga dan Besi Tulangan seperti tertera pada gambar
lengkap seperti ditunjukkan dalam gambar.
3.2. Persiapan Bahan DanTeknis

a. Referensi Produk : KS, SJ, KSS Hand Railling Tangga, pipa stainless steel 2,5 (diatas
Balustrade) Besi Tulangan BJTP 24 polos dan BJTD 40 Ulir.

b. Semua bahan baja yang digunakan dan akan memenuhi persyaratan normalisasi di Indonesia
dan Standard ASTM A-36

c. Semua bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini akan diperoleh dari leveransir yang dikenal
dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi/Direksi. Semua bahan tersebut akan lurus, rata
permukaan tidak cacat, bebas karat, noda-noda lain yang dapat mengurangi mutunya.

d. Batang pipa maupun bahan lain yang digunakan akan sesuai penampangnya, bentuk, tebal,
ukuran, berat, dan detail-detail lainnya dengan yang tercantum dalam Gambar Kerja.

e. Semua bahan yang akan dipakai dalam pekerjaan ini terlebih dahuluakan disetujui secara tertulis
oleh Manajemen Konstruksi/Direksi

3.3. Fabrikasi

a. Tenaga-tenaga yang dipergunakan akanlah tenaga-tenaga ahli pada bidangnya, yang


melaksanakan pekerjaan dengan baik dan teliti sehingga dapat menjamin bahwa seluruh
bagian pekerajan dapat cocok satu sama lain pada waktu pemasangan.

b. Manajemen Konstruksi mempunyai kebebasan sepenuhnya untuk setiap waktu melakukan


pemeriksaan pekerjaan. Tidak satu pekerjaan pun dibongkar dan disiapkan untuk dikirim
sebelum diperiksa dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Setiap pekerjaan yang cacat atau
tidak sesuai dengan gambar rencana atau spesifikasi ini akan ditolak dan akan segera diperbaiki.
Kami akan menyediakan atas biaya sendiri, semua alat -alat perancah dan sebagainya yang
diperlukan sehubungan dengan pemeriksaan pekerjaan.

c. Pola (maal) pengukuran dan peralatan -peralatan lain yang dibutuhkan untuk menjamin
ketelitian pekerjaan akan disediakan oleh Kontraktor. Semua pengukuran akan
dilakukan dengan menggunakan pita- pita baja yang telah disetujui Manajemen
Konstruksi.

d. Pekerjaan baja dapat dipotong dengan cara mengguntingnya, menggergajinya atau dengan
las pemotong. Permukaan yang diperoleh dari hasil pemotongan akan diselesaikan siku
terhadap bidang yang dipotong, tepat dan rata menurut ukuran yang diperlukan.

e. Pekerjaan las akan dikerjakan oleh tenaga las, dibawah pengawasan langsung seorang yang
menurut anggapan Manajemen Konstruksi mempunyai training dan pengalaman yang
sesuai untuk menyelenggarakan pekerjaan tersebut.

f. Sub Kami akan mengajukan cara pengelasan kepada Manajemen Konstruksi untuk
mendapatkan persetujuan, dan persetujuan yang telah diberikan tidak dapat diubah tanpa
persetujuan lebih lanjut.

g. Detail-detail khusus yang menyangkut cara persiapan sambungan, cara pengelasan jenis dan
ukuran elektrode, tebalnya masing-masing bagian yang dilas dan ukuran dari las serta kekuatan
arus listrik untuk las tersebut akan diajukan Sub Kontraktor terlebih dahulu untuk
mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksisebelum pekerjaan las listrik tersebut
dilakukan.

h. Ukuran elektroda, arus dan tegangan listrik serta kecepatan busur listrik, yang digunakan
pada las listrik, akan seperti yang dinyatakan oleh pabrik las listrik tersebut dan tidak dapat
diadakan penyimpangan tanpa persetujuan tertulis dari Manajemen Konstruksi.
i. Pipa-pipa yang akan dilas akan bebas dari kotoran -kotoran besi, minyak, cat, karat atau lapisan
lain yang dapat mempengaruhi mutu las. Las dengan retak susut, retak pada bagian dasar
lubang dan kurang tepat letaknya akan disingkirkan.

3.4. Metode Pemasangan (Erection)


a. Kami akan menyediakan seluruh perancah dan alat- alat yang diperlukan untuk pekerjaan
memasang baut dan atau las dari seluruh pekerjaan besi tersebut.

b. Pekerjaan besi tidak boleh dipasang sebelum cara, alat dan sebagainya yang akan
digunakan mendapat persetujuan dari Manajemen Konstruksi. Semua pekerjaan akan
dikerjakan secara hati-hati dan dipasang dengan teliti.

c. Drift yang dipakai mempunyai diameter yang lebih kecil dari lubang baut, dan digunakan untuk
membaca bagian-bagian pada posisinya yangtepat seperti disyaratkan dibawah ini. Penggunaan
martil yang berlebihan yang dapat merusak atau mengga nggu mat erial tidak diperke nanka n.

d. Setiap kesalahan pada pekerjaan di bengkel yang menyulitkan pekerjaan montase serta
menyulitkan pengepasan bagian-bagian pekerjaan yang ada akan dilaporkan kepada
Manajemen Konstruksi. Permukaan yang dikerjakan dengan mesin perkakas akan dibersihkan
sebelum dipasang.

3.5. Metode Pengecatan

a. Semua pasangan pipa yang akan dipasang perlu dicat di pabrik dengan cat dasar yang telah
disetujui oleh Manajemen Konstruksi kecuali pada bidang-bidang yang dikerjakan dengan mesin
perkakas misalnya pada perletakan.

b. Pengecatan terdiri dari:

1) Pembersihan seluruh sambungan lapangan dan bidang-bidang yang telah dicat dibengkel,
yang telah rusak pada saat transportasi atau pada saat pemasangan serta bidang-bidang
lain seperti yang diperintahkan oleh Manajemen Konstruksi.

2) Pemakaian cat dasar dan bahan sejenis seperti yang disyaratkan dalam RKS pada
bidang-bidang yang tertera pada point di atas.

3) Pemakaian cat akhir dengan cat Zincromat setara IMPRA untuk seluruh bidang pekerjaan
besi yang terbuka.

c. Seluruh permukaan dari pekerjaan besi bangunan akan dibersihkan, agar menjadi logam yang
bersih, bebas dari gemuk, olie, karat, lumpur atau lain -lain yang melekat padanya. Luas bidang
permukaan yang dibersihkan akan segera ditutup dengan cata dasar, sebelum terjadi oksidasi
(karat), permukaan akan dibersihkan kembali sebelum pengecatan dasar dilakukan.

d. Pengecatan akhir dapat dilakukan dengankwas tangan yang disetujui atau dengan cara yang
disyaratkan oleh Manajemen Konstruksi. Pengecatan tidak dapat dilakukan pada cuaca
berkabut, lembab atau berdebu atau pada cuaca lain yang jelek, kecuali diusahakan tindakan-
tindakan seperlunya yang sesuai dengan pendapat Manajemen Konstruksi untuk menghindari
pengaruh-pengaruh cuaca tersebut.

e. Permukaan yang akan dicat akan kering dan tidak berdebu. Lapisan berikutnya tidak dilakukan
sebelum lapisan cat sebelumnya kering betul. Lapisan penutup dilakukan di atas lapisan cat
dasar dalam tempo kurang Iebih enam bulan dan tidak dilakukan Iebih cepat dari 48 jam setelah
pengecatan dasar.

f. Bila terjadi demikian maka permukaan pipa perlu dibersihkan kembali atau dicat dasar lagi sepeti
diuraikan di atas.
g. Cat (termasuk penyemprotan) bila diperintahkan oleh Manajemen Konstruksi akan disapu
dengan kuat pada permukaan baja, baut -baut pada setiap sudut-sudut, sambungan pelat
lekuk-lekuk sebagainya. Kemudian diratakan dengan baik.

h. Setiap bagian yang dapat menampung air, atau dapat dirembesi air, diisi dengan cat tebal, atau
bila diperintahkan oleh Manajemen Konstruksi dapat mempergunakan semen kedap air atau
bahan lain yang disetujui sebelum penyelesaian cat dasar.

i. Setiap lapisan yang telah selesai akan tampak sama rata. Pemakaian cat rata ialah 12,5 m2sampai
15 m2per liter untuk cat dasar, dan 15 sampai 20 m2per liter untuk lapisan berikutnya.

2.6. Metode Pelaksanaan

a. Sebelum pelaksanaan dilaksanakan, pelaksana wajib memberikan soft drawing yang sesuai
dengan gambar rencana untuk disetujui pihak direksi dan konsultan perencana

b. Seluruh kelengkapan atau barang dan pekerjaan lain yang diperlukan

demi kesempurnaan pemasangan (walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar
ataupun dipersyaratkan di RKS) akan diadakan / disediakan / dikerjakan

c. Pengelasan :

1) Pengelasan akan dilakukan hati-hati dan cermat. Logam yang akan dilas akan bersih dari
retak dan cacat lain yang mengurangi kekuatan sambungan dan permukaannya akan
halus. Juga permukaan yang dilas akan sama, rata dan kelihatan teratur.

2) Pekerjaan las sedapat mungkin dikerjakan dibengkel/pabrik, dan atau dalam ruangan yang
beratap, bebas angin dan dalam keadaan kering. Benda pekerjaan ditempatkan
sedemikian rupa sehingga pekerjan las dapat dilakukan dengan baik dan teliti.

d. Las perapat/Pengendap

Dalam setiap posisi dimana dua bagian (dari suatu benda) saling berdekatan, akan digunakan las
perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas terlepas apakah diberikan detailnya atau
tidak dalam Gambar Kerja apakah barang tersebut terkena cuaca luar atau tidak dan Kontraktor
tidak dapat mengklaim pekerjaan ini sebagai pekerjaan tambah.

e. Macam dan tebal las:

1) Macam las yang dipakai adalah las lumer (las dengan busur listrik)

2) Ukuran las akan sesuai dengan Gambar Kerja dan atau tebal untuk Konstruksi minimum
tV2 dimana t adalah tebal bahan terkecil.

3) Panjang las minimum 8xtebal bahan atau 40 mm

4) Panjang las maksimum adalah 40 x tebal bahan.

5) Kekuatan dari bahan las yang dipakai paling kecil sama dengan kekuatan baja yang dipakai-
Perbaikan Las.

f. Bila pekerjaan las ternyata memerlukan perbaikan, maka akan dilakukan oleh Kontraktor
sebagaimana yang diperintahkan oleh Manajemen Konstruksi/Direksi dan tidak dapat diklaim
sebagai pekerjaan tambah. Las yang menunjukan cacat akan dipotong dan dilas kembali atas
biaya oleh pihak Kami.
4. PEKERJAAN PINTU BESI

4.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan dan alat bantu yang dibutuhkan
dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

Pekerjaan ini meliputi Pengadaan pemasangan pintu besi seperti tertera pada gambar lengkap
dengan perlengkapannya pada ruang utilitas dan ruang pintu masuk utama dan ruang-ruang seperti
ditunjukkan dalam gambar.

4.2. Persiapan Bahan

a. Referensi Produk : KS, KSS, SJ

Pintu Besi untuk Ruang Utilitas dan Ruang pintu masuk Utama

Konstruksi Pintu terdiri atas :

a) Kusen, Besi C 125.50.20.3,2 mm

b) Daun pintu dari plat baja, Rangka Hollow 40x40x2 mm + Handle. c) Kaca menggunakan
Laminated Glass, tebal 8 mm.

Pintu dicat dengan cat seperti yang ditentukan pada pekerjaan pengecatan, warna akan
ditentukan kemudian oleh Pemberi tugas. Hardware yang dipakai sesuai dengan rekomendasi
dari pabrik pembuat.

4.3. Metode Pelaksanaan

a. Sebelum pemasangan, Kami akan menyerahkan shop drawing kepada Konsultan untuk
diperiksa. Shop drawing tersebut minimal akan memperlihatkan detail detail pemasangan
serta deskripsi bahan / hardware yang dipakai. Gambar gambar tersebut akan dibuat dalam
skala yang cukup besar untuk memudahkan pemeriksaan.

b. Semua bahan sebelum dikerjakan akan ditunjukan Pemberi Tugas untuk mendapatkan
persetujuan, lengkap dengan ketentuan / persyaratan pabrik yang bersangkutan.

c. Cara-cara pelaksanaan pekerjaan akan mengikuti petunjuk dan ketentuan dari pabrik yang
bersangkutan dan atas petunjuk Pemberi Tugas dan Konsultan Perencana.

5. PEKERJAAN ALLUMUNIUM
5.1. Lingkup PekerjaanPekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan dan alat bantu
yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik DAN
Pekerjaan ini meliputi :

- Pekerjaan kusen allumunium

- Pekerjaan pintu dan jendela allumunium.

- Pekerjaan Allumunium Composite Panel

5.2. Persiapan Bahan

a. Referensi produk :

1. Kusen : Alcan, Alexindo, Indal, Superex


2. Accessories : Deckson, solid dan SES

3. Kaca : Panasap , Asahimas,

4. ACP : Alcobond, alucomp

b. Allumunium Composite Panel

1) Allumunium Composite Panel tebal minimal 4 mm yang modul ukuran disesuaikan dengan
gambar rencana.

2) Accessories Allumunium Composite Panel lengkap sesuai dengan gambar rencana dan
merupakan satu kesatuan dari perlengkapan produksi..

Jenis : Insulated panel.

Ukuran : Disesuaikan dengan gambar rencana.

Finishing Permukaan : jenis PVDF.

Komposisi : - Alumunium extrusion tebal 1.2 mm

- Anti-corrosive component and no timber

Warna : Ditentukan kemudian

3) Siku allumunium pengikat ACP uk. 20x20 mm tebal 1.4 mm

4) Sealent, digunakan type Neutral sealant (non Acid)

c. Kusen Allumunium :

1) Alluminium, warna white powder coating 4Digunakan ukuran :

1. Dimensi : 4 x 2

2. Tebal profil : minimal 1.30 mm

2) Alloy/Billet : menggunakan bahan asli, tidak terbuat dari bahan- bahan scrap/sisa, standard
bahan : 6063 S-T5.

3) Tebal anodising yang dipergunakan minimal 20 micron dengan sifat teknis sebagai berikut :
Lapisan anodic film 10 mm.

1. Lapisan resin film 12 mm.

2. Tahan alkali, tidak terjadi perubahan setelah 96 jam

3. Tahan asam, tidak terjadi perubahan setelah 96 jam

4. Tahan karat, tidak terjadi perubahan setelah 96 jam

5. Tahan air panas (100 derajat C) tidak terjadi perubahan setelah 5 jam

6. Tahan air semen, tidak terjadi perubahan setelah 96 jam

4) Sekrup, hardware dan part dipergunakan bahan dari stainless steel

5) Sealent Silicon.
Referensi produk : Ecoseal, Kingseal, Glazing A, Dow Corning, Klebermen. Sealent
silikon yang dipakai akan sesuai dan memenuhi persyaratan fungsinya seperti
yang disyaratkan dipabrik.

6) List Karet

List karet dengan elastisitas yang baik dan pemuaian yang baik juga sebagai penahan kaca
dengan alumunium untuk kusen alumunium kaca atau daun jendela alumunium kaca.

d. Daun Pintu dan Jendela Allumunium :

1) Daun Jendela Curtain Wall, Allumunium 4 White Powder Coating

2) Daun Jendela, Allumunium White Powder Coating + Kaca Polos 5 mm

3) Daun Pintu Ruangan, Engineering Door Kayu Meranti Oven lapis HPL dengan Peredam
Suara

4) Daun Pintu Toilet, Rangka Allumunium White Powder Coating lapis Double ACP

5) Alloy/Billet : menggunakan bahan asli, tidak terbuat dari bahan- bahan scrap/sisa, standard
bahan : 6063 S-T5.

6) Tebal anodising yang dipergunakan minimal 20 micron dengan sifat teknis sebagai berikut :

- Lapisan anodic film 10 mm.

- Lapisan resin film 12 mm.

- Tahan alkali, tidak terjadi perubahan setelah 96 jam

- Tahan asam, tidak terjadi perubahan setelah 96 jam

- Tahan karat, tidak terjadi perubahan setelah 96 jam

- Tahan air panas (100 derajat C) tidak terjadi perubahan setelah 5 jam

- Tahan air semen, tidak terjadi perubahan setelah 96 jam

Sekrup, hardware dan part dipergunakan bahan dari stainless steel.

e. Sealent Silicon.

Sealent Silikon yang dipakai akan sesuai dan memenuhi persyaratan fungsinya seperti yang
disyaratkan dipabrik.

f. List Karet

List karet dengan elastisitas yang baik dan pemuaian yang baik juga sebagai penahan kaca
dengan alumunium untuk kusen alumunium kaca atau daun jendela alumunium kaca.

5.3. Metode Pelaksanaan

1) Allumunium Composite Panel

a. Kami akan mengajukan contoh-contoh bahan yang akan digunakan untuk mendapat
persetujuan dari Manajemen Konstruksi/Konsultan Perencana.
b. Sebelum pekerjaan dilakukan Kami akanmengadakan pemeriksaan, pengukuran dilapangan
agar mendapat ukuran yang tepat dengan keadaan dilapangan.

c. Kekuatan konstruksi dan rangka Allumunium Composite Panel akan sesuai gambar dan
petunjuk dari Konsultan Perencana.

d. Pasangan Allumunium Composite Panel akan lurus horizontal/waterpass, permukaan


dinding arah vertikal akan lot dan rata tidak bergelombang.

e. Semua pelaksanaan pekerjaan pemasangan yang berhubungan dengan pekerjaan


lain/paket lain akan dikoordinasikan terlebih dahulu dan disetujui oleh Manajemen
Konstruksi.

2) Kusen, pintu dan jendela alluminium

a) Kami akan bertanggung jawab terhadap pekerjaan kusen dan pintu aluminium yang
dikejakan oleh produsen aluminium termasuk pekerjaan kaca dan kusen kusen aluminium.

b) Pelaksanaan pekerjaan kusen, pintu dan jendela aluminium akan dikerjakan oleh tenaga
dengan keahlian, terlatih dan berpengalaman dalam bidang tersebut yang mempunyai surat
jaminan dari extruder aluminium dengan persetujuan Direksi Lapangan / Manajemen
Konstruksi

c) Pengerjaan, kusen dan jendela aluminium dengan menggunakan alat alat yang terbaik.

d) Pemasangan sambungan akan tetap tanpa celah sedikitpun hubung antara aluminium
dengan aluminium pada bagian dalam, sambungan - sambungannya akan ditutup
coulking\sealant.

e) Semua pekerjaan pembentukan (forming) akan dikerjakan lebih dahulu daripada pekerjaan
finishing atau anodizing.

f) Semua detail pertemuan aluminium akan runcing, halus dan rata, bersih dari goresan
goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan aluminium. Aluminium yang cacat
akibat proses anodizaing yaitu rack atau gripper yang timbul dipermukaan aluminium
akan dibuang.

g) Setiap sambungan dengan dinding atau benda yang berlainan sifatnya akan diberi
sealant.

3). Daun pintu

Perletakan/tempat daun pintu adalah sesuai petunjuk gambar, bingkai pintu dari
allumunium. Pintu-pintu tersebut akan dibuat dengan ukuran dan detail yang diberikan dalam
gambar yang bersangkutan.

4). Perlengkapan Pintu

a) Setiap daun pintu dipasang dengan 3 (tiga) buah engsel.

b) Sebelum alat-alat perlengkapan tersebut dipasang, maka Kontraktor diakankan


menyerahkan contoh-contoh untuk mendapatkan persetujuan dari Manajemen
Konstruksi.

5). Kaca

a) Kaca jendela yang dipergunakan kaca polos 5 mm.

b) Kaca Curtain Wall One Way Stopsol, Panasap/Asahimas, Silver Green tebal 8 mm.
c) Tepi kaca (bekas pemotongan) akan diasah/dihaluskan sebelum dipasang.
Pemasangan rapi dan cukup rapat dengan mengingat kemungkinan mengembang dan
menyusut akibat perubahan temperatur.

6. PEKERJAAN PLAFOND GRC DAN GYPSUM

6.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan, tenaga kerja, peralatan bantu dan pemasangan papan
GRC dan aksesori pada tempat- tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan Spesifikasi
Teknis.

6.2. Persiapan Bahan

perti ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis.

Standar/Rujukan :

1. Australian Standard (AS)

2. American Standard for Testing and Materials (ASTM).

Referensi Produk : GRC sekualitas Kalsiboard

a. Papan GRC
Plafon GRC setara Kalsiboard ling 6 R2 1200 x 2400 mm, t = 6 mm Jarak dan ukuran sesuai yang
ditunjuk dalam gambar tetapi tidak kurang dari yang diperlukan agar sesuai dengan standard
ASTM C 754.

b. Semen Coumpond.
Semen penyambung papan GRC akan sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat papan
GRC. Rangka.Hollow galvanis 40x40x0.4 mm, Rangka untuk pemasangan dan penumpu papan
GRC akan dibuat dari bahan (anti korosi) baja ringan lapis seng dan alumunium dalam bentuk
dan ukuran yang dibuat khusus untuk pemasangan papan GRC, seperti buatan Jof Metal,
Buman, Jayabord atau yang setara.

c. Alat Pengencang.

Alat pengencang berupa sekrup dengan tipe sesuai jenis pemasangan akan sesuai rekomendasi
dari pabrik pembuat papan GRC yang memenuhi ketentuan AS 2589 Perlengkapan Lainnya.
Perlengkapan lainnya untuk pemasangan papan gipsum, antara lain seperti tersebut berikut,
akan sesuai rekomendasi dari pabrik pembuat papan gipsum :

- Perekat

- Pita kertas berperforasi,

- Cat dasar khusus untuk permukaan papan gypsum Dan lainnya disesuaikan dengan
kebutuhan agar papan gipsum terpasang dengan baik.

6.3. Metode Pelaksanaan

Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kami akan untuk meneliti gambar-gambar yang ada serta
penyesuaian dengan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang), termasuk mempelajari bentuk, pola
layout/penempelan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail.
a. Pemasangan baru boleh dilaksanakan setelah rangka telah terukur dengan baik dan rangka
penggantung telah tersedia. sebelum pelaksanaan, Kontraktorakan mengajukan contoh/sample
untuk disetujui oleh Manajemen Konstruksi.

b. Kami akan membuat shop drawing secara lengkap dengan memperlihatkan layout, type dari
panel GRC, detail angkur, perkuatan, juga sambungan -sambungan, bukaan dan
kelengkapan lain yang diperlukan untuk penyelesaian pemasangan GRC.

c. Kami akan membuat mock-up sesuai dengan material system dan pola yang telah disetujui
oleh Manajemen Konstruksi untuk dipakai.

d. Penyimpanan bahan/material di tempat pekerjaan akan diletakkan pada ruang atau


tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca luar secara langsung dan
terlindung dari kerusakan.

e. Akan diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos - klos, baut, angker-angker dan
penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan / menjaga
kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak ada lubang- lubang atau cacat bekas
penyetelan.

f. Urutan dan cara kerja akan mengikuti persyaratan, rekomendasi dari produsen dan ketentuan
Konsultan Perencana / Manajemen Konstruksi.

g. Perhatikan semua sambungan dengan material lain serta sudut-sudut pertemuandengan bidang
lain. Bilamana tidak ada kejelasan dalam gambar, Kontraktorwajib menanyakan hal ini
kepada Konsultan Perencana/Manajemen Konstruksi.

7. PEKERJAAN FLOOR HARDENER

7.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan, tenaga kerja, peralatan kerja, pemasangan adukan cair pada
pekerjaan pekerjaan seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan / atau petunjuk Konsultan MK.

7.2. Persiapan Bahan

a. Standar/Rujukan :

1. American Society for Testing and Materials (ASTM)

2. British Standard (BS)

3. Persyaratan beton struktural untuk bangunangedung (SNI 2847- 2013).

Referensi produk : Seperti Sika Grout 214-11, Conbextra GPXtra dari Fosroc, atau yang setara
yang disetujui Konsultan MK.

b. Air .

Air sebagai bahan pencampur / pengencer akan air yang bersih seperti disyaratkan dalam
Spesifikasi Teknis.

c. Cetakan / Acuan.

Bahan cetakan / acuan dibuat dari bahan besi pelat atau kayu lapis dengan ketebalan yang
sesuai, yang dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan ukuran dan bentuk yang ditunjukkan
dalam Gambar Kerja. Cetakan / acuan akan sama pada semua tempat yang menhendaki ukuran
dan bentuk yang sama.
7. 3. Metode Pelaksanaan

a. Adukan encer dapat dituangkan atau dipompakan ke dalam cetakan / acuan atau sesuai
petunjuk pabrik pembuat. Penggetaran halus akan memperlancar aliran.
b. Penggunaan tali atau rantai akan memperlancar aliran pada bagian yang berjarak lebih dari 100
cm (gerakan menggergaji dari tali atau rantai melancarkan aliran adukan encer cara ini akan
dilakukan sedemikian rupa agar tidak terbentuk ruang kosong).
c. Aliran adukan encer akan tetap terjaga sampai adukan encer mengisi rongga cetakan dan telah
memenuhi seluruh panjang cetakan pada sisi lainnya. Penempatan adukan encer akan dilakukan
dari salah satu sisi saja.

8. PEKERJAAN PELAPIS LANTAI TRACK

8.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan dan alat bantu yang dibutuhkan
dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Pekerjaan ini meliputi
pekerjaan pelapis lantai seluruh area lintasan dan lapangan atletik sesuai yang disebutkan /
ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Manajemen Konstruksi/MK.

8.2. Persiapan Bahan

a. Standar/Rujukan ;

1. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982)

2. Standar Nasional Indonesia (SNI) - SNI 03-4062-1996 Ubin Lantai Keramik Bergaris

3. Australian Standard (AS)

4. British Standard (BS)

5. American National Standard Institute (ANSI).

6. Specifications for Architectural Granite and Recommedation of The National Building


Granite Quarries Association, Inc. (NBGQA)

b. Referensi Produk : sekualitas Regupol Tartan.( Jerman ), Polytan ( Jerman ). Herculan ( Belanda )

Permukaan Lintasan Atletik Sintetis adalah material berupa lapisan sintetis yang impermeable,
dengan System Sandwich yang strukturalnya terdiri dari beberapa bagian utama, yakni Lapisan
bawah dari lapisan karet SBR+Binder dan lapisan atas terdiri dari bahan Pollyurethane ( PU )
dengan taburan butiran karet granule EPDM. Lapisan Sintetis akan mempunyai karakteristik dan
memenuhi syarat untuk aktifitas Olahraga dan kegiatan pemeliharaan. Untuk itu akan
memenuhi persyaratan flexibitas, tingkkat kelicinan, kerataan drainase, ketahanan terhadap
keausan dari sepatu olahraga yang menggunakan paku (spike), tidak meninggalkan bekas tapak,
ketahanan terhadap kebakaran, tingkat pelapukan, daya rekat, dan tahan terhadap sinar ultra
violet. Adapun konsumsi material Sintetis adalah sebagai berikut:

1. PU. Adhesive: sebagai perekat Rubber shockpad dengan dasar Rubber shockpad (10 mm)
yang direkatkan atau dituangkan pada lantai setelah perekat yang menggunakan PU
Adhesive.

3. Sealer for shockpad

4. Polyurethane ( diaplikasikan 2 lapis) min. 3mm

5. Rubber EPDM Granule Catatan : Total ketebalan 13 mm


8.3. Metode Pelaksanaan

a. PERSIAPAN LAHAN KERJA :

Lahan kerja akan bebas dari gangguan pekerjaan sipil lainnya dan bebas dari lalu lintas pihak luar
selain pekerja pemasangan Lintasan Sintetis. Lahan kerja juga akan bebas dari debu, bebas dari
kotoran akibat tiupan angin ke dalam lokasi, bebas dari segala bentuk resapan air ke dalam
lahan kerja.

b. PERSIAPAN PERMUKAAN :

1. Proses persiapan permukaan yang benar mutlak diperlukan untuk kelekatan lapisan dan
hasil akhir dari apikasi Syntetic surface System.

2. Masa curing aspal minimum 21 hari sebelum pemasangan lapisan sintetis. Toleransi
kemiringan permukaan aspal : 0,8 1 %

3. Permukaan beton, plester akan melampaui masa curing minimal 28 hari.

4. Permukaan akan rata, kering, bebas dari minyak, kotoran, debu, cat, karat, butir-butir pasir,
curing compounds, dll partikel lepas lainnya.

5. Semua permukaan yang menonjol akan diratakan, dengan demikian juga area lekukan
akan diisi dengan leveling compound sampai mencapai permukaan rata.

6. Permukaan yang akan diaplikasikan akan kering. Permukaan tidak basah karena embun
atau kondensasi. Pengetesan kekeringan permukaan mutlak dilakukan dengan Concrete
Moisture Meter dimana kelembaban permukaan tidak melebihi 3 %.

7. Pengisian retak :

Retak kecil/retak yang tidak bergerak : cukup dibersihkan dengan vacuum cleaner atau
dengan kuas.

Retak yang besar akan diisi dengan Joint-Filler Thix setelah dibersihkan, sedangkan
untuk retak yang kecil, tidak perlu diisi.

Untuk retak Joint Non-Structural namun bergerak ( control joint, etc) dibersihkan
dengan vacuum cleaner atau dengan kuas atau udara dari mesin kompresor, kemudian
diisi dengan Joint-Filler Thix.

Untuk retak struktur yang bergerak (control joints, dll ) perlu mengkonsultasikan hal ini
dengan arsitek perencana.

Lindungi semua area di sekeliling yang berbatasan langsung dengan area pekerjaan
dengan lembaran polyethylene dan tentukan garis awal untuk memulai pemasangan
lembaran karet ( Rubber Matting ).

c. APLIKASI SYSTEM : Semi Prefabrikasi, Cast insitu

1. Tuangkan PU adhesive dan ratakan dengan menggunakan UN 700 Blade, dengan daya
sebar 0.6kg - 1kg/m2.

2. Segera gelar Rubber Shock Pad ( tebal 10 mm) sesuai dengan tanda garis yang telah
dipasang. Inspeksi semua yang terpasang dan lakukan koreksi apabila perlu.

3. Tuangkan Sealer for shocpad dan ratakan dengan roskam besi dengan daya sebar 700 - 1.4
kg/m2. Semua celah antara Rubber Mat dan dinding, socket lantai, dll akan diisi oleh Sealer,
koreksi dan melakukan sealer ulang apabila dipandang perlu.
4. Biarkan Sealer mengering selama satu malam.

5. Aplikasikan self-levelling Lapisan Pertama dengan daya sebar 650 gr/m2 ( perataan cairan
dengan menggunakan alat squeeze).

6. Biarkan self-levelling Resin mengering selama 16-18 jam ( satu malam).

7. Periksa ulang semua permukaan yang sudah diaplikasikan self- levelling Lapisan Pertama,
bila perlu lakukan pengamplasan bidang-bidang menonjol, lalu bersihkan dari semua debu.

8. Tuangkan Self Leveling Resin lapisan kedua dan ratakan dengan alat squeeze dengan posisi
90 derajat ke lantai.

9. Biarkan Self-Levelling Resin lapisan kedua mengering dalam satu malam.

10. Aplikasikan PU Colored Top Coating pada permukaan ( yang sudah diperiksa dan dikoreksi
antara lain dengan mengamplas permukaan yang tidak rata lalu dibersihkan.

Aplikasi PU sebagai berikut :

a. Pertama, dengan kuas, 10 cm dan rol selebar 25 cm untuk menyebarkan PU .

b. Kedua, dengan rol 50 cm dengan overlap 15 cm terhadap aplikasi sebelumnya.

c. Ketiga, dengan rol 75 cm overlap 30 cm terhadap aplikasi sebelumnya.

11. Biarkan Colored Top Coating mengering selama 24 jam sebelum menerima proses aplikasi
garis permainan ( line marking ).

12. Pemasangan garis permainan : dengan Marking Paint dilakukan sesuai dengan standard
sebagai berikut :

- Futsal = HItam

- Bulutangkis = Putih

- Basket = Merah

- Volley = Hijau

- Tenis = Kuning

Atau sesuai dengan petunjuk / persyaratan dari konsultan dan / asosiasi yang berwenang
dengan pemasangan masking tape parallel dengan jarak 5 cm. Aplikasikan Marking Tape
Paint dengan kuas yang disusul dengan alat foam roller setelah 5 menit. Segera setelah
selesai, masking tapenya dilepas.

13. Syntetic Sport Floor System yang terpasang dibiarkan melampaui curing selama 3 hari.

9. PEKERJAAN LAPIS LANTAI DAN DINDING

9.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya,
termasuk pengankutan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang
dinyatakan dalam gambar, memenuhi uraian dan syarat-syarat dibawah ini serta memenuhi
spesifikasi dan persyaratan dari pabrik pembuatnya.

9.2. Persiapan Bahan


Standar/Rujukan ;

1. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982)

2. Standar Nasional Indonesia (SNI) - SNI 03-4062-1996 Ubin Lantai Keramik Bergaris

3. 7. Australian Standard (AS)

4. British Standard (BS)

5. American National Standard Institute (ANSI).

6. Specifications for Architectural Granite and Recommedation of The National Building Granite
Quarries Association, Inc. (NBGQA)

Referensi Produk : Granite (Essenza, Niro dan Granito)

Basement, Elv. -4.00 s.d 0.00 : Pelapis lantai, Granite Silver Star 60x60 cm unpolish Pelapis
lantai, Granite Silver Star 60x60 cm polish Border, Granite PrinceRubert 80x80 cm polish.

Lantai 1 (Lantai Dasar) Elv. 0.00 s.d + 4.50 : Pelapis lantai, Granite Paper Grey 60x60 cm polish
Pelapis lantai, Granite Paper Grey 60x60 cm unpolish Pelapis lantai (koridor), Granite Grigio Perla
Border, Granite Grigio Perla 30x60 cm, Trap Tangga+Bordes, Homogenius tile 30x60 cm
(termasuk stair noshingnya) Pelapis lantai Toilet, Homogenius tile 60x60 cm unpolish Pelapis
dindingToilet, Homogenius tile 30x60 cm polish

Lantai 2 Elv. + 4.50 s.d + 9.50 : Pelapis lantai, Granite Paper Grey 60x60 cm polish Pelapis lantai,
Granite Paper Grey 60x60 cm unpolish Pelapis lantai Toilet, Homogenius tile 60x60 cm unpolish
Pelapis dindingToilet, Homogenius tile 30x60 cm polish

Lantai 3 (Tribun) Elv. + 9.50 s.d + 15.65 : Pelapis lantai, Granite Paper Grey 60x60 cm polish
Pelapis lantai, Granite Paper Grey 60x60 cm unpolish

Dinding Exterior : Batu Andesit dicoating

9.3. Pelaksanaan

a. Pelaksanaan pemasangan granite dilaksanakan dengan adukan 1 pc : 5 ps di atas lantai beton


yang ada atau lantai beton ringan dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 kr, tebal 10 cm (Khusus lantai
dasar yang berhubungan dengan tanah) dengan ketebalan speci rata-rata 3 mm. Untuk
pemasangan di atas permukaan pelat beton (lantai atas) akan dilapisi pasir dengan
ketebalan rata-rata 3 cm. Lantai dasar beton dan adukan akan rata dan tidak bergelombang.

b. Pada ruang-ruang toilet dengan kemiringan yang tepat kearah pembuangan air (floor
drain). Permukaan lantai akan bersih dan cukup kering. Sebelum dipasang granite lantai terlebih
dahulu dilapisi oleh kawat ayam diseluruh permukaan lantai.

Memotong Granit tile tidak diijinkan berbentuk gerigi-gerigi, akan diratakan dan diasah agar
mendapat sisi yang rata, halus dan rapi.

Memasang Granit tile akan tegak lurus, siar-siar diantara Granit tile akan merupakan satu garis
lurus dan sekecil mungkin. Untuk kemudian diisi dengan bahan semen tertentu (grouting) yang
tahan asam, basa serta kedap air yang sewarna dengan Granit tile nya.

Apabila terjadi ketidakteraturan, jalur ini akan diperbaiki. Sesudah cukup kering, lantai
akan dicuci dengan air dan disikat sampai bersih.

Selama pemasangan dan sebelum kering akan dihindarkan injakan terhadap lantai dan
gangguan lain.
Lebar nat yang dianjurkan, untuk lantai 3 mm dengan campuran pengisi nat (Grout) semen atau
bahan khusus yang ada dipasaran. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint
pada setiap jarak 3 - 4 m. Kami akan mengajukan teknik system pemasangan expansion joint
kepada PENGAWAS atau perencana terlebih dahulu sebelum pemasangan keramik/ Granit tile .

Setiap luasan 36 m pada nat half slab dipasang selang kecil/atau selang waterpass agar tidak
terjadi pemuaian pada sebagian granite yang mengakibatkan granite pecah/hancur.

10. PEKERJAAN PENGECETAN

1.Lingkup Pekerjaan 1.1 Lingkup pekerjaan ini mencakup pengangkutan dan pengadaan

semua peralatan, tenaga kerja dan bahan-bahan yang berhubungan

dengan pekerjaan pengecatan selengkapnya, sesuai dengan Gambar

Kerja dan Spesifikasi Teknis.

Kecuali ditentukan lain, semua permukaan eksterior dan interior akan

dicat dengan standar pengecatan minimal 1 (satu) kali cat dasar dan

2.Persiapan Bahan

2.1 2 (dua) kali cat akhir.

Standar/Rujukan :

1. Steel Structures Painting Council (SSPC).

2. Swedish Standard Institution (SIS).

3. British Standard (BS).

4. Petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat. Referensi Produk :

Cat Dinding Eksterior, Sigma, Akjonobel (heavy duty) dan Jotun

Cat Dinding Interior, Dulux ICI, Mowilex dan Jotun

Cat Plafond, Dulux ICI, Mowilex dan Jotun

Cat Kayu/Besi, sekualitas Seiv, ICI

2.2 Umum

Cat akan dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup patri/segel, dan masih jelas menunjukkan
nama/merek dagang, nomor formula atau Spesifikasi cat, nomor takaran pabrik, warna, tanggal
pembuatan pabrikpetunjuk dari pabrik dan nama pabrik pembuat, yang semuanya
akan masih absah pada saat pemakaiannya. Semua bahan akan sesuai dengan Spesifikasi yang disyaratkan
pada daftar cat.

Cat dasar yang dipakai dalam pekerjaan ini akan berasal dari satu pabrik/merek dagang dengan cat akhir
yang akan digunakan.

Untuk menetapkan suatu standar kualitas, disyaratkan bahwa semua

cat yang dipakai akan berdasarkan/mengambil acuan pada cat-cat hasil produksi Mowilex, Attaboy, Levis
Akzo Nobel, Jotun atau setara.

Cat Epoxy digunakan untuk permukaan dinding sesuai gambar rencana dan skedule finishing dengan
ketebalan 600 mikron untuk dinding dan 1000 mikron untuk lantai. Bahan yang digunakan adalah setara
produk Jotun, Akzo Nobel, Attaboy, atau setara.

2.3 Cat Dasar

Cat dasar yang digunakan akan sesuai dengan daftar berikut atau setara :

- Water-based sealer untuk permukaan pelesteran, beton, papan gipsum dan panel kalsium silikat.

- Masonry sealer untuk permukaan pelesteran yang akan

menerima cat akhir berbahan dasar minyak.

- Wood primer sealer untuk permukaan kayu yang akan menerima cat akhir berbahan dasar minyak.

- Solvent-based anti-corrosive zinc chomate untuk permukaan besi/baja.

2.4 Undercoat

Undercoat digunakan untuk permukaan besi/baja.

2.5 Cat akhir yang digunakan akan sesuai dengan daftar berikut, atau yang setara :

- Emulsion untuk permukaan interior pelesteran, beton, papan

gipsum dan panel kalsium silikat.

- Emulsion khusus untuk permukaan eksterior pelesteran, beton, papan gipsum dan panel kalsium
silikat.

- High quality solvet-based high quality gloss finish untuk permukaan interior pelesteran
dengan cat dasar masonry sealer, kayu dan besi/baja..

2.6 Persyaratan Lain


2.4.1 Semua material cat, baik cat dasar, cat akhir maupun bahan pengencernya, akan merupakan
produk asli keluaran satu produsen yang sama, seperti : Dulux ICI,

atau setara.

2.4.2 Tidak dibenarkan melakukan pencampuran cat sendiri (meng-oplos) atau menggunakan
material yang berbeda dengan yang telah ditentukan/disyaratkan oleh produsen.

3.Syarat-syarat

Pelaksanaan

3.1 Contoh dan Bahan Untuk Perawatan

3.1.1 Kami akan menyiapkan contoh pengecatan tiap warns dan jenis cat pada lembaran Teakwood
atau papan Gypsum ukuran 30 x 30 cm 2, dan pada bidang- bidang tersebut akan dicantumkan dengan jelas
warna, formula cat, jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar s/d lapisan akhir).

3.1.2 Semua bidang contoh tersebut akan diperlihatkan kepada Pengawas dan Perencana, jika contoh-
contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh pengawas, selanjutnya Kontraktor dapat membuat
mock-up.

4.Pekerjaan Persiapan 4.1 Sebelum pengecatan dimulai, Kami akan membuat Mock-Up pada satu
bidang untuk tiap warna dan jenis cat yang diperlukan. Bidang-bidang akan dijadikan contoh pilihan warna,
texture, material dan cara pengerjaan. Bidangbidang yang akan dipakai sebagai Mock-Up ini akan
ditentukan oleh Perencana dan Pengawas.

4.2 Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh Pengawas dan Perencana, bidang-bidang
ini akan dipakai sebagai standard minimal keseluruhan pekerjaan pengecatan.

5.Pekerjaan

Pengecatan Lisplank

5.1 Permukaan kayu/ Lisplank yang akan dicat akan dibersihkan dulu dari semua debu, kotoran minyak,
gemuk, dan sebagainya

Dengan Cat Kayu dengan menggunakan material yang cocok, scaraper atau amplas,
kemudian dilap dengan kain bersih.

5.2 Seluruh permukaan / Lisplank akan dicek dan dipastikan bahwa

semua bekas lubang, paku, pasak telah diisi dengan dempul atau

wood filler dan diamplas.

5.3 Aplikasikan wood primer sealer dengan alat semprot sebanyak 2

kali dengan ketebalan masing-masing 30

5.4 Setelah benar-benar kering, dapat diaplikasikan Vynil Acriliyc

Emulsion sebanyak 2 kali dengan ketebalan masing-masing

30 atau synthetic high gloss enamel sebanyak 2 kali dengan ketebalan masing-masing 40

6. Pekerjaan

Pengecatan Besi

/Logam lainnya

6.1 Permukaan yang akan dicat dibersihkan dari semua debu, kotoran minyak, gemuk, dan
sebagainya dengan cara mencuci dengan solvent yang cocok, kemudian dilap dengan kain bersih.

6.2 Semua karat dan kerak yang ada dihilangkan terlebih dahulu dengan mengerok/ menggosok
dengan sikat baja atau dengan mengamplas permukaannya.

6.3 Setelah seluruh bidang metal tersebut rata, bersih, dan halus, diberi cat dasar zynchromate paint 2
kali aplikasi secara merata sesuai

yang diterangkan dalam brosur produk masing-masing dengan ketebalan 40

6.4 Pengecatan akhir dimulai lapis demi lapis sebanyak 2 kali secara merata dengan menggunakan alat
yang direkomendasikan produsen dan mendapat persetujuan Pemcana/MK dengan ketebalan masing-

masing 40

6.5 Aplikator diwajibkan mengikuti semua persyaratan teknis aplikasi dari produsen tanpa terkecuali.

6.6 Apabila terjadi kerusakan baik yang terlihat maupun yangtersembunyi dan tidak disebabkan oleh
pemilik atau pemakai maka Kontraktor

wajib memperbaiki seluruh pekerjaan yang rusak sampai dengan disetujui oleh Perencana dan Pengawas
dengan seluruh biaya ditanggung Kontraktor.

6.7 Kami akan menyerahkan material pengecatan kepada Pengawas untuk kemudian akan
diteruskan kepada Pemilik tiap warna dan jenis cat yang dipakai sebanyak 5% dari volume masing-

masing atau atas persetujuan Pengawas. Kalengkaleng cat tersebut akan tertutup rapat dan mencatumkan
dengan jelas identitas cat

yang ada didalamnya, cat ini akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan oleh Pemilik.
6.8 Kami akan memberikan jaminan/garansi, untuk cat yang

terpasang dari terkelupasnya cat, dan memudarnya warna cat selama 5 tahun kepada pengguna barang.

PASAL 18

PEKERJAAN WATER PROOFING

1.Lingkup Pekerjaan 1.1

1.2 Yang termasuk pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan- bahan peralatan dan alat-alat
bantu lainnya termasuk pengangkutannya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai
dengan yang dinyatakan dalam gambar, memenuhi uraian syarat-syarat di bawah ini serta memenuhi
spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan.

Pekerjaan ini meliputi pekerjaan lapisan water proofing seperti yang

ditunjukkan dalam gambar.

2.Persiapan Bahan

2.1

Referensi Produk : sekualitas Musterguard

2.2
2.2 Standar dari bahan dan produser yang ditentukan oleh pabrik dan

standar-standar lainnya seperti : NI.3, ASTM 828, ASTME, TAPP I 803 dan 407. Kontraktor tidak dibenarkan
merubah standar dengan cara

apapun tanpa ijin dari Pemberi tugas.

Lapisan waterproofing terbuat dari Masterguard yang diperkuat dengan

2.3 lapisan komposit polyethylene dengan aspal karet jenis expose yang tahan

terhadap UV.

Warna bahan waterproofing akan ditentukan kemudian oleh Pemberi

Tugas.

3.Syarat Pelaksanaan

3.1

3.2

Kami akan mengajukan contoh bahan dan kelengkapan lainnya untuk mendapat persetujuan dari Pemberi
Tugas.

Sebelum pemasangan dimulai, Kami akan memastikan bahwa

3.3 kemiringan plat beton sudah cukup untuk mengalirkan air hujan ke pipa-

pipa pembuangan (kemiringan minimal 2%)

Semua cara pemasangan, cara-cara pelapisan sampai dengan

perlindungan permukaan setelah pemasangan akan mengikuti petunjuk-

petunjuk yang dikeluarkan pabrik/produsen.


PASAL 19

SYARAT SYARAT TEKNIS UMUM PEKERJAAN ELEKTRIKAL DAN MEKANIKAL

1.Lingkup Pekerjaan 1.1 Syarat-syarat teknis umum Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal ini berisi

perincian yang memperjelas / menambahkan hal-hal yang tercantum dalam

Buku Syarat-syarat Administrasi. Buku Syarat-syarat Administratif saling

melengkapi dengan Syarat-syarat Umum Teknis Elektrikal dan Mekanikal.

1.2 Pekerjaan instalasi sistim ini meliputi seluruh pengangkutan dan pengadaan

bahan-bahan serta peralatan-peralatan utama, peralatan bantu, peralatan

untuk instalasi, tenaga kerja, pembuatan alat-alat pemasangan, termasuk

pengadaan listrik dan air untuk keperluan pengujian dan keperluan kerja.

1.3 Dalam Pekerjaan ini akan termasuk sertifikat pabrik dari peralatan yang

akan dipakai dan pekerjaan-pekerjaan kecil lain yang berhubungan dengan

pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci di dalam RKS

tetapi dianggap perlu untuk keselamatan dan kesempurnaan fungsi dan

operasi sistem distribusi listrik.

1.4 Perincian umum pekerjaan instalasi ini adalah sebagai berikut (perincian

lebih lanjut dapat dilihat pada syarat-syarat teknis masing-masing bidang

pekerjaan) :

1.4.1 Pekerjaan Elektrikal Standar

a. Pekerjaan Kabel Daya

(Ref.Produk Kabel Setara 3 besar : kabel Metal, Supreme, Kabelindo)

- Instalasi kabel NYFGbY 3 x 6 mm2 dari panel existing.


- Clamp, bolt dan material support

- Perijinan, testing dan commissioning

Pekerjaan Elektrikal Non Standar a. Pekerjaan Telepon

Ref.Produk PABX setara : LG-Erricson, NEC, Panasonic b. Pekerjaan DATA/LAN

Ref. Produk : LG

c. Pekerjaan Tata Suara

Ref. Produk : TOA, Bosch, Panasonic, Phillips d. Pekerjaan CCTV

Ref. Produk : Panasonic, Samsung, Sony e. Pekerjaan MATV

Ref. Produk : ikuisi, irco, Telkom Vision f. Pekerjaan Pengidera Kebakaran

Ref. Produk : NOHMI, Siemens, Horinglih

1.5 Penyetelan seluruh sistim agar lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan persyaratan
dokumen pelelangan dan gambar-gambar yang ada.

1.6 Pengadaan pemasangan seluruh sistim instalasi Elektrikal dan Mekanikal sesuai gambar, spesifikasi
dan dokumen lainnya sesuai dengan kontrak.

1.7 Segala sesuatu mengenai lingkup pekerjaan ini yang masih kurang jelas, kontraktor dapat
menanyakan lebih lanjut kepada Konsultan Perencana

/Pengawas atau pihak lain yang ditunjuk untuk ini.

1.8 Apabila sampai terjadi kelalaian dan kekurangan, Kami akan bertanggung jawab atas
kerugian-kerugian yang mungkin terjadi.

1.9 Semua pengadaan, pemasangan dan pengujian pekerjaan instalasi Elektrikal dan Mekanikal
akan berdasarkan gambar dokumen lengkap dan sesuai dengan spesifikasi teknik, serta adendum lainnya.

2.Standart dan

Peraturan

2.1 Instalasi yang dinyatakan di dalam spesifikasi ini akan dilaksanakan

sesuai dengan undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku saat ini di Indonesia serta tidak
bertentangan dengan ketentuan Keselamatan Kerja dari badan terkait.

2.2 Cara dan teknik pemasangan akan memenuhi syarat-syarat yang tercantum
dan telah ditetapkan sebagai peraturan pemasangan instalasi oleh badan yang berwenang dalam hal ini,
bila tidak ada petuniuk dari Manajemen Konstruksi.

2.3 Pelaksanaan pekerjaan akan ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam instalasi Elektrikal dan
Mekanikal, untuk dapat dipertanggung jawabkan.

2.4 Tenaga ahli akan ditempatkan di lapangan oleh Kontraktor sehingga dapat

berdiskusi dengan Manajemen Konstruksi pada waktu pelaksanaan pekerjaan.

2.5 Kontraktor diakankan melaksanakan pekerjaan test penuh di bawah persyaratan operasionil.
Testing akan disaksikan oleh Manajemen Konstruksi.

2.6 Penggantian material yang kurang baik atau kesalahan pemasangan adalah tanggungjawab
Kontraktor dan Kami akan mengganti / memperbaiki hal tersebut diatas.

2.7 Semua biaya dan pengurusan perijinan, lisensi, pengujian adalah tanggungjawab Kami.

2.8 Semua syarat-syarat penerimaan bahan, peralatan, cara-cara pemasangan kualitas pekerjaan dan
lain-lain, untuk sistim instalasi Elektrikal ini akan sesuai dengan standar-standar sebagai berikut :

2.8.1 Persyaratan Umum Instalasi Listrik th. 2000

2.8.2 Peraturan lainnya yang telah ditentukan oleh PLN.

2.8.3 Pedoman Pengawasan Instalasi Listrik, Departemen Tenaga

Kerja & Transmigrasi No. 59/DP/1980.

2.8.4 Pedoman dan Petunjuk Keselamatan Kerja PLN No. 48.

2.8.5 Peraturan internasional lain yang relevan, digunakan umum dan diakui di Indonesia.

2.8.6 Peraturan-peraturan lain yang berlaku setempat.

2.9 Selain dari persyaratan tersebut, untuk semua peralatan dan mesin sistim Elektrikal dan Mekanikal,
juga tidak menyimpang dari persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.

3.Kontraktor 3.1 Yang dimaksud dengan Kontraktor di dalam spesifikasi ini adalah badan
pelaksana yang telah terpilih dan memperoleh kontrak kerja untuk penyediaan dan pemasangan instalasi
Elektrikal dan Mekanikal ini sampai selesai.

Kontraktor bertanggungjawab atas pelaksanaan instalasi Elektrikal dan Mekanikal dalam proyek ini dan
menempatkan paling tidak seorang tenaga ahli yang setiap saat dapat berdiskusi dan dapat
memutuskan setiap

persoalan teknis dan administrasi di lapangan.

3.2 Kami akan bersedia mengikuti peraturan-peraturan di lapangan yang di tentukan oleh Manajemen
Konstruksi .

3.3 Kami akan mempelajari dan memahami semua undang-undang, peraturan-peraturan,


persyaratan umum, maupun suplementernya, persyaratan standar internasional, persyaratan pabrik
pembuat unit-unit peralatan, buku-buku dokumen pelelangan, bundel gambar-gambar serta segala
petunjuk tertulis yang telah dikeluarkan.

3.4 Kontraktor dapat meminta penjelasan kepada Manajemen Konstruksi atau pihak lain yang ditunjuk,
bilamana menurut pendapatnya pada dokumen- dokumen pelelangan, gambar-gambar atau lainnya
terdapat hal-hal yang kurang jelas.

3.5 Kami akan mempelajari dan memeriksa juga pekerjaan-pekerjaan pelaksanaan dari pihak-pihak
Kontraktor lain yang ikut mengerjakan proyek ini apabila pekerjaan pihak lain dapat mempengaruhi
kelancaran pekerjaannya.

4.Koordinasi dengan

Pihak Lain

4.1 Untuk kelancaran pekerjaan, Kami akan mengadakan koordinasi / penyesuaian pelaksanaan
pekerjaannya dengan seluruh disiplin pekerjaan lainnya atas petunjuk ahli sebelum memulai pekerjaan.

Gangguan dan konflik di antara Kami akan dihindari.

Keterlambatan pekerjaan akibat tidak adanya koordinasi menjadi tanggungjawab Kami.

4.2 Kami akanbekerja sama dengan pihak-pihak lainnya demi kelancaran pelaksanaan proyek ini,
terutama koordinasi dengan pihak Kontraktor sipil maupun arsitektur.

4.3 Kami akanberkonsultasi dengan pihak-pihak lainnya, agar sedapat mungkin digunakan peralatan-
peralatan yang seragam dan merk yang sama

untuk seluruh proyek ini agar mudah memeliharanya.

4.4 Untuk semua peralatan clean mesin yang disediakan, atau diselesaikan oleh pihak lain atau yang
dibeli dari pihak lain yang termasuk dalam lingkup instalasi sistem ini, Kami akan bertanggungjawab penuh
atas segala peralatan dan pekerjaan ini.

4.5 Kami akan mengijinkan, mengawasi, dan memberikan petunjuk kepada Kontraktor lainnya untuk
melakukan penyambungan kabel-kabel, pemasangan sensor-sensor, perletakan peralatan / instalasi,
pembuatan sparing dan lain-lain pada dan untuk peralatan Elektrikal dam mekanikal agar sistim
keseluruhan dapat berjalan dengan sempurna. Kontraktor masih tetap bertanggung jawab penuh atas
peralatan-peralatan tersebut.

4.6 Penolakan Pekerjaan Sistem Elektrikal dan Mekanikal.

Apabila sistem pekerjaan ini tidak lengkap atau ada bagian yang cacat, gagal atau tidak memenuhi
persyaratan dalam spesifikasi dan gambar, dan

Kontraktor gagal untuk melaksanakan perbaikan ini dalam waktu yang cukup menurut Manajemen
Konstruksi serta pihak yang berwenang, maka

keseluruhan atau sebagian dari sistem ini dapat ditolak dan diganti.

Dalam hal ini Pemberi Tugas / Pemilik dapat menunjuk pihak ketiga untuk melaksanakan pekerjaan tersebut
di atas dengan baik atas biaya dan tanggungjawab Kami.
5.Gambar-gambar 5.1 Gambar Perancangan (Design drawing).

Yang dimaksud dengan gambar perancangan adalah gambar- gambar yang menyertai RKS, gambar-gambar
penjelas dan segala gambar-gambar addendumnya.

Kami akan mempelajari gambar-gambar perancangan dan

secepatnya melaporkan kepada Manajemen Konstruksi, apabila terdapat hal-hal yang dianggap kurang
jelas, segera mungkin setelah diadakannya rapat pra pelaksanaan.

Gambar-gambar dalam perancangan ini tidak dimaksudkan untuk mencantumkan semua detail konstruksi
seperti detail pemasangan, detail penumpu, detail pengikat dan detail lainnya terutama yang berhubungan
dengan peralatan yang akan disediakan/dipasang oleh Kontraktor.

Kontraktor tetap akan memasang instalasi tersebut dan akan membuat shop drawing yang terinci untuk
menjelaskan hal-hal tersebut di atas.

Ukuran-ukuran bangunan yang tepat dan seakannya diikuti adalah

ukuran yang disebutkan pada gambar-gambar Arsitektur/Finishing dan/atau Struktur/Sipil sehingga bila
terjadi perbedaan ukuran antara gambar-gambar Instalasi-Utilitas bangunan dengan gambar-gambar
tersebut di atas maka ukuran tersebut akan dibaca sebagaimana yang tertulis pada gambar-gambar
Arsitektur dan atau Sipil-Struktur.

5.2 Gambar Kerja (Shop Drawing).

Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kami akan membuat gambar kerja (shop drawing) untuk memperjelas
detail, teknis pelaksanaan dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan serta perubahan lain bila ada.
Gambar ini digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Gambar kerja tersebut akanlah gambar yang telah dikoordinasikan dengan semua disiplin pekerjaan pada
proyek ini dan disesuaikan dengan koordinasi lapangan yang ada. Pekerjaan baru dapat dimulai bila gambar
kerja telah diperiksa dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi.

Gambar kerja dibuat dengan berpedoman pada gambar perancangan, spesifikasi teknis serta disesuaikan
dengan kondisi lapangan, sehingga tidak terjadi kesalahan pada pelaksanaan di lapangan.

6.Persyaratan

Pelaksanaan

6.1 Persetujuan material dan bahan.

Kami akan memberikan contoh semua material dan bahan yang akan digunakannya kepada Manajemen
Konstruksi atau pihak yang ditunjuk untuk dimintakan persetujuannya secara tertulis sebelum dipasang.

6.2 Kami akan membuat jadwal / skedul waktu pelaksanaan, skedul tenaga kerja, skedul pengadaan
peralatan dan network planning yang terinci
untuk setiap pekerjaannya dan diserahkan kepada Manajemen Konstruksi atau pihak lain yang ditunjuk
untuk mendapatkan persetujuannya.

6.3 Kami akan menyerahkan :

6.3.1 Laporan kegiatan pekerjaan harian.

6.3.2 Laporan prestasi pekerjaan dan pengadaan material mingguan.

6.3.3 Laporan prestasi pekerjaan bulanan beserta foto-foto dokumentasi.

6.4 Di dalam setiap pelaksanaan pengujian dan trial-run pekerjaan sistim Elektrikal dan Mekanikal,
akan dihadiri pihak Manajemen Konstruksi. Bila diperlukan Manajemen Konstruksi dapat meminta
Konsultan Perencana dan atau Supplier untuk menyaksikan pengujian. Untuk selanjutnya dibuat berita

acara pengujian. Semua biaya pada waktu pengetesan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Kami.

6.5 Kami akanmelaporkan kepada Manajemen Konstruksi atau ahli yang ditugaskan apabila sekiranya
terjadi kesulitan atau gangguan-gangguan yang mungkin terjadi pada saat melaksanakan pekerjaan.

6.6 Setiap hari setelah selesai bekerja, Kami akan membersihkan lapangan yang digunakan.

Kontraktor hendaknya menghubungi pihak-pihak lain untuk koordinasi pembersihan lapangan tersebut.

6.7 Setelah pekerjaan Kontraktor selesai, Kami akan memindahkan

semua sisa bahan pekerjaan dan peralatannya, kecuali yang masih diperlukan selama masa
pemeliharaan.

7.Petunjuk Operasi, Pemeliharaan dan Pendidikan

7.1 Pada saat penyerahan untuk pertama kali, Kami akan menyerahkan :

7.1.1 Gambar-gambar terlaksana (as-built drawing), dalam bentuk gambar cetak yang telah
disesuaikan dengan gambar Arsitek, Struktur, dll.

7.1.2 Katalog produk yang dipasang, alamat supplier.

7.1.3 Suku cadang (spare-parts).

7.2 Buku petunjuk operasi dan Buku petunjuk perawatan, untuk peralatan yang terpasang dalam
kontrak ini. Buku petunjuk sebaiknya dalam bahasa Indonesia.
Data-data tersebut akanlah diserahkan kepada pemilik sebanyak 2 (dua) set dan kepada Manajemen
Konstruksi 1 (set) set. Bila gambar dan data- data tersebut belum lengkap diserahkan maka pekerjaan
Kontraktor belum

dapat dianggap selesai.

7.3 Kami akan memberikan pendidikan teori dan praktek mengenai operasi dan perawatannya
kepada petugas-petugas teknik yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas / Pemilik, secara cuma-cuma sampai
cakap menjalankan tugasnya.

7.4 Kami akan pula menyerahkan ringkasan petunjuk operasi dan perawatan yang dibuat dalam
bahasa Indonesia kepada Manajemen Konstruksi dan sebuah lagi hendaknya dipasang dalam suatu kaca
berbingkai atau plastik laminasi dan ditempatkan pada dinding dalam ruang mesin utama lain yang ditunjuk
Manajemen Konstruksi.

8.Service dan Garansi 8.1 Kami akan bertanggung jawab atas seluruh peralatan yang rusak selama
masa garansi, termasuk penyediaan suku cadang.

8.2 Kami akan menyerahkan surat jaminan (sertifikat) untuk unit mesin dari pabrik pembuat mesin
tersebut, sehingga denganndemikian Kontraktor atas jaminan tersebut dan atas jaminan yang dikeluarkan
olehnya sendiri,

wajib memperbaiki dan mengganti setiap bagian yang rusak dan atau tidak berfungsi secara baik
sebagaimana seakannya.

8.3 Bila terjadi kerusakan atau ketidak-sempurnaan kerja dari peralatan, unit mesin, bagian dari
peralatan atau bagian dari unit mesin selama masa jaminan/garansi, Kami akan melakukan perbaikan atas
biayanya

sendiri sampai peralatan atau unit mesin tersebut dapat bekerja kembali secara baik dan benar.

8.4 Kami akanmengganti biaya sendiri setiap kelompok barang-barang atau sistim yang tidak sesuai
dengan persyaratan spesifikasi, akibat kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama jangka waktu
180 (seratus delapan puluh) hari setelah proyek ini diserah terimakah untuk

pertama kalinya.

8.5 Kami akanmenempatkan 1 (satu) orang supervisor sekali seminggu untuk memeriksa atau
melakukan penyetelan peralatan selama masa pemeliharaan.

9.Izin 9.1 Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang mungkin diperlukan untuk
melaksanakan Instalasi ini akan dilakukan oleh Kontraktor atas tanggungan dan biaya oleh pihak Kami.

9.2
9.3 Semua pemeriksaan, pengujian dan lain-lain, beserta keterangan resminya yang mungkin
diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini akanlah dilakukan oleh Kontraktor atau pihak lain yang
ditunjuk oleh Direksi / Pengawas dengan semua biaya atas beban Kontraktor.

Kami akan bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat yang

9.4 dipatenkan atau lisensi serta kemungkinan tuntutan ganti rugi dan biaya-

biaya yang diperlukan untuk ini. Untuk hal ini Kami akanmenyerahkan

Surat Pernyataan mengenai hal tersebut diatas.

Kami akan menyerahkan semua izin atau keterangan resmi yang

9.5 diperolehnya mengenai instalasi proyek kepada Manajemen Konstruksi atau

pihak yang ditunjuk, sebelum penyerahan kedua dilakukan.

Kami akan memperoleh izin terlebih dahulu dari Manajemen

9.6 Konstruksi setiap akan memulai suatu tahapan pekerjaan.

Kami akan mendapatkan izin-izin yang berhubungan dengan pajak,

pemerintahan setempat, badan yang berwenang terhadap instalasi yang

dikerjakan.

10.Kolerasi Pekerjaan

10.1

10.2

Pekerjaan galian dan penimbunan tanah untuk keperluan instalasi Elektrikal dan Mekanikal yg
dilaksanakan, akan sudah memperhitungkan pengangkutan bekas galian dan pembersihan.

Semua pekerjaan pembuatan lubang-lubang dan penutupan kembali pada


10.3 dinding, lantai, langit-langit untuk jalannya pipa dan kabel, dilaksanakan oleh

Kontraktor berikut perapihan / finishing-nya kembali.

Kami akan menyediakan dan menyambung kabel-kabel listrik dari

10.4 peralatan-peralatan ke panel listrik yang di sediakan oleh Kontraktor lain (bila

ada) sesuai dengan gambar dokumen tender. Untuk itu Kami akanmemeriksa terlebih dahulu panel
tersebut apakah sudah sesuai dengan peralatan yang akan disambungkan. Segala akibat yang timbul akibat
penyambungan ini menjadi tanggung-jawab Kontraktor.

Semua pekerjaan pembuatan pondasi untuk mesin di lakukan oleh

10.5 Kontraktor. Kami akan memberikan data-data, ukuran-ukuran,

gambar-gambar dan peralatan yang diperlukan kepada Manajemen

Konstruksi untuk mendapat persetujuan.

Semua fasilitas yang diperlukan pada saat proyek berjalan, yaitu air, listrik,

10.6 saniter darurat akan disediakan oleh Kontraktor, dengan terlebih dahulu

membuat gambar untuk mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. Untuk pipa yang menembus
dinding, lantai, langit-langit dan lain-lain, akan
10.7 di beri lapisan isolasi peredam getaran dan pipa selubung (sleeve) untuk

memudahkan perbaikan dan pemeliharaan dari segi teknis.

Untuk itu Kontraktor di akankan menyerahkan gambar kerja Manajemen

Konstruksi untuk di minta persetujuannya. Segala akibat pekerjaan tersebut akan sudah di perhitungkan
dalam penawaran oleh Kontraktor.

Akibat pekerjaan tersebut diatas (pembobokan, pembongkaran dsb.) akan

10.8 di tutup kembali seperti semula dan dirapikan / difinish yang rapi sehingga

tidak terlihat lagi bekas-bekas pembobokan.

Segera sesudah ditunjuk, Kami akan menyerahkan gambar / data

teknis listrik sesuai dengan keperluan peralatan yang akan di pasang, agar

peralatan tersebut dapat beroperasi dengan baik berikut pengamanannya. Jika hal ini tidak di laksanakan,
segala akibatnya menjadi tanggung-jawab Kontraktor.

11.Persiapan Bahan

11.1

Pada saat penawaran tender, Kami akan menyerahkan brosur teknis peralatan utama Elektrikal dan
Mekanikal. Pada brosur-brosur peralatan / bahan yang ditawarkan akan diberi tanda yang jelas, merk dan
type peralatan yang ditawarkan. Ditambahkan lembar rekapitulasi berisi jenis bahan / material

/ peralatan, merk dan typenya.

11.2 Material atau bahan yang diajukan akan disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi teknis, atau
acuan merk yang disebutkan. Bila Material atau

bahan yang disebutkan pada gambar atau spesifikasi teknis tidak terdapat di pasaran atau sudah diganti
dengan type lain, Kami akan menggantinya dengan yang setara dan disertai pernyataan dari supllier.

11.3 Semua Pelaksanaan instalasi yang berbeda dengan spesifikasi dan gambar, tanpa persetujuan
tertulis dari pihak yang berwenang akan diperbaiki dan diubah sesuai dengan spesifikasi dan gambar
yang telah disepakati

bersama, atas tanggungan biaya oleh pihak Kami.

11.4 Semua bahan yang digunakan dalam instalasi ini akan baru, dalam keadaan baik, tidak bercacat,
sesuai dengan spesifikasi dan gambar. Kami akan menjaga kebersihan serta melindungi semua bahan-
bahan yang
digunakan dalam instalasi ini sebelum dipasang.

11.5 Bilamana ternyata bahan / peralatan yang dipergunakan cacat atau rusak, Kami akan menggantinya
dengan bahan-bahan atau peralatan yang baru dan tetap sesuai dengan spesifikasi dan gambar, atas biaya
tanggungan Kontraktor.

11.6 Tidak diperkenankan mendatangkan bahan / peralatan masuk ke site sebelum contoh atau
brosur disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Semua

bahan yang telah masuk di site dan menyimpang dari ketentuan dalam spesifikasi, contoh ataupun brosur
yang telah disetujui, maka bahan / peralatan tersebut akan secepatnya dikeluarkan dari site.

12.Peralatan dan

Fasilitas Kerja

12.1 Peralatan kerja yang dipergunakan akan sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang dilakukan, dan
akan mengikuti teknik-teknik pelaksanaan yang wajar dan terbaik.

12.2 Alat-alat atau cara-cara yang tidak sewajarnya untuk digunakan/ dilakukan pada suatu pekerjaan,
misalnya mengencangkan baut dengan kunci Inggris, mengupas kabel dengan api/dibakar, sama sekali
tidak diperkenankan.

12.3 Kami akan menyediakan sendiri peralatan tersebut di atas termasuk kebutuhan lainnya yang
diperlukan selama pekerjaan berlangsung.

12.4 Kami akan bertanggungjawab sendiri atas penyediaan listrik dan air untuk kebutuhannya selama
masa pelaksanaan berlangsung, dengan anggapan bahwa fasilitas yang tersedia di tapak tidak diijinkan
untuk dipergunakan.

PASAL 20

SYARAT SYARAT TEKNIS KHUSUS PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

1.Lingkup Pekerjaan 1.1 Syarat-syarat teknis khusus Pekerjaan Instalasi Listrik berisi perincian yang
memperjelas / menambahkan hal-hal yang tercantum dalam Buku Syarat-

syarat Umum Teknis Elektrikal dan Mekanikal dan Buku Syarat-syarat

Administrasi. Semua buku tersebut saling melengkapi.

1.2 Pekerjaan instalasi sistim ini meliputi seluruh pengangkutan dan pengadaan

bahan-bahan serta peralatan-peralatan utama, peralatan bantu, peralatan

untuk instalasi, tenaga kerja, pembuatan alat-alat pemasangan, termasuk

pengadaan listrik dan air untuk keperluan pengujian dan keperluan kerja.

1.3 Dalam Pekerjaan ini akan termasuk sertifikat pabrik dari peralatan yang

akan dipakai dan pekerjaan-pekerjaan kecil lain yang berhubungan dengan

pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci di dalam RKS

tetapi dianggap perlu untuk keselamatan dan kesempurnaan fungsi dan

operasi sistem distribusi listrik.

1.5 Pekerjaan instalasi listrik meliputi :

1.5.1 Modifikasi panel existing / penerangan termasuk di dalam pekerjaan

ini adalah penarikan kebel / konduktor pentanahan netral / badan panel.

1.5.2 Pengadaan dan pemasangan kebel-kabel jenis NYFGbY, untuk penghubung antar panel daya /
penerangan dan kabel-kabel daya menuju peralatan.

1.5.3 Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dan stop kontak. Termasuk pekerjaan
ini adalah pengadaan dan pemasangan armatur penerangan.

1.5.4 Pengadaan dan pemasangan instalasi underfloor duct lengkap dengan material bantu yang
dibutuhkan.

1.5.5 Sistem Pembumian Pengaman.

Yang termasuk di dalam pekerjaan sistem pembumian meliputi batang elektroda pengebumian dan bare
copper conductor atau kabel yang menghubungkan peralatan yang akan dibumikan dengan elektroda
pembumian termasuk seluruh peralatan- peralatan bantu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan sistem ini.

1.5.6 Peralatan Penunjang Instalasi.

Pekerjaan ini meliputi junction box, conduit, sparing, doos outlet daya, doos saklar, doos penyambungan,
doos pencabangan, elbow, metal flexible conduit, klem dan peralatan-peralatan lain yang dibutuhkan
untuk kesempurnaan Sistem Distribusi Listrik meskipun peralatan-peralatan ini tidak disebutkan
dan

digambarkan dengan jelas di dalam Gambar Perencanaan.

1.5.7 Peralatan bantu/pendukung lainnya yang diperlukan untuk kesempurnaan kerja sistem, meskipun
peralatan tersebut tidak disebutkan secara jelas atau terinci di dalam Gambar Perencanaan dan
Persyaratan Teknis.

1.6 Gambar - Gambar


Gambar-gambar elektrikal menunjukkan secara khusus teknik pekerjaan listrik yang di dalamnya
dicantumkan besaran-besaran listrik dan mekanis

serta spesifikasi tertentu lainnya. Pengerjaan dan pemasangan peralatan- peralatan akan disesuaikan
dengan kondisi lapangan.

Gambar-gambar arsitektur, struktur, elektrikal dan kontrak lainnya akanlah

menjadi referensi untuk koordinasi dalam pekerjaan secara keseluruhan. Kami akan menyesuaikan
peralatan terhadap perencanaan dan memeriksanya kembali. Setiap kekurangan / kesalahan perencanaan
akan disampaikan kepada Manajemen Konstruksi atau pihak lain yang ditunjuk untuk itu.

2.2.5 Lokasi yang tepat dan jenis perlengkapan yang diperlihatkan boleh berbeda menurut keperluan
penyesuaian material pabrik, sejauh bahwa fungsi dan operasi yang dimaksud dapat dicapai. Akan tetapi,
identifikasi gambar, tata letak, skedul dan lain-lain akan diikuti dalam urutan yang tepat untuk
mempermudah pemeriksaan bangunan (konstruksi)

2.2.6 Tempat struktur bus-bar dan hubungan-hubungannya akan dibangun dan ditunjang untuk dapat
menahan arus hubung- singkat yang terjadi pada lokasi tertentu tersebut. Hubungan- hubungan akan
dibaut, dilas atau diklem serta diatur untuk

menjamin daerah kontrak yang baik.

2.3.4 Label

Semua kabinet panel daya, panel kontrol, switch, fuse unit, isolator switch group, pemutus daya (CB) dan
peralatan-peralatan lainnya akan diberi label sesuai dengan fungsinya untuk

mengindahkan/mengidentifikasikan penggunaan alat tersebut. Label ini terbuat dari bahan logam anti
karat dengan huruf-huruf hitam.

2.4 Papan Nama

Setiap pemutus daya (circuit breaker) akan dilengkapi dengan papan nama yang dipasang pada pintu panel
dekat dengan pemutus daya dan dapat

dilihat dengan mudah. Cara-cara pemberian nama akan menunjukkan

dengan jelas rangkaian dari pemutus daya atau alat-alat yang tersambung padanya. Keterangan mengenai
hal ini akan diajukan dalam gambar kerja. Mimic diagram berwarna biru akan dipasang pada pintu, lengkap
dengan komponen-komponen dan tanda-tanda untuk komponen tersebut.

2.5 Cadangan Sambungan di Kemudian Hari

Bila di dalam gambar dinyatakan adanya cadangan, maka ruangan- ruangan tersebut akan dilengkapi
dengan pemutus daya cadangan, terminal, klem-

klem pemasangan, pendukung dan sebagainya, untuk peralatan yang dipasang di kemudian hari.
Kemungkinan penyambungan dikemudian hari
dapat berupa peralatan baru, misalnya saklar, pemutus daya, kontraktor dan lain-lain.

2.6 Bus-Bar / Rel Daya

2.6.1 Bus-bar akan diatur sedemikian rupa, sehingga tersusun secara mendatar dengan rapih sepanjang
panel di dalam ruang yang berventilasi.

2.6.2 Jarak antar rel daya akan memenuhi ketentuan pemasangan rel daya di dalam PUIL 2000.

2.6.3 Bus-Bar akan terbuat dari bahan tembaga jenis "hard drawn high conductivity" yang memenuhi
standar B.S. 1433, dilapisi perak pada bagian luarnya secara menyeluruh dengan ukuran sesuai

dengan kemampuan 150 % dari arus beban terpasang. Ukuran Bus-Bar akan disesualkan dengan peraturan
PUIL 2000. Sernua Bus-Bar akan dipegang dengan kokoh oleh bahan isolator yang

terbuat dari bahan yang tidak menyerap air (non-hygroscopic) misalnya perselain atau moulded isulator,
sedemikian rupa sehingga mampu menahan gaya mekanis yang terjadi akibat hubung singkat.

2.6.4 Rel daya dicat dengan warna yang sesuai dengan penandaan fasa menurut PUIL 2000. Cat tersebut
akan tahan terhadap temperatur sampai 70C

2.6.5 Setiap panel akan mempunyai bus-bar netral dengan kapasitas penuh (full netral) yang diisolir
terhadap pentanahan dan sebuah

bus pentanahan yang telanjang, diklem dengan kuatpada kerangka dan dilengkapi dengan klem untuk
pengaman dari peralatan yang perlu ditanahkan. Dalam hal ini, konfigurasi bus- bar adalah 3 fasa - 4 kawat -
5 bus.

2.6.6 Semua hubungan dari bus-bar menuju pemutus daya atau saklar

dengan arus Iebih besar dari 63 A akan dilakukan melalui batang- batang tembaga dari jenis yang sama
dengan bus-bar. Untuk arus yang Iebih kecil, diizinkan menggunakan kabel berisolasi PVC (NYY atau NYA)

2.6.7 Kami akan untuk menyerahkan gambar kerja yang menunjukkan ukuran-ukuran bus-bar dan
susunannya. Ukuran

dari bus-bar akan merupakan ukuran sepanjang panel dan disediakan cara-cara untuk penyambungan di
kemudian hari.

2.6.8 Apabila saluran keluar (out going feeder) yang menuju ke satu terminal terdiri atas beberapa buah
kabel, tidak diperkenankan menumpuk lebih dari 2 (dua) buah sepatu kabel pada satu

terminal atau bus-bar.Bila terjadi hal demikian, akan dilakukan dengan cara memasangkan batang tembaga
tambahan untuk menyatukan sepatu kabel tersebut pada satu terminal yang berlainan.

2.7 Alat-alat Ukur

2.7.1 Setiap panel akan dilenqkapi dengan alat-alat ukur dan trafo ukur seperti yang ditunjukkan di dalam
gambar rencana.

Bila digunakan amper meter selector switch (saklar pindah), pada saat pemindahan pengukuran arus,
saklar untuk ampere meter akan dalam keadaan terhubung singkat.

Meter-meter akan dari type besi putar (moving iron) khusus untuk
dipasang secara tegak lurus di pintu panel. Kelas alat ukur yang paling tinggi 1,5 dengan penunjukan
melingkar (minimum 90), skala linier, dipasang secara flush dalam kotak tahan getaran, dengan ukuran 96
mm x 96 mm.

Posisi dari saklar putar untuk volt meter dan amperemeter akan ditandai dengan jelas.

2.8 Kabel-kabel Kontrol

2.8.1 Kabel kontrol (control wiring) dari panel-panel akan sudah dipasang di pabrik / bengkel secara
lengkap dan dibundel serta dilindungi terhadap kerusakan mekanis.

2.8.2 Ukuran kabel kontrol minimum 1,5 mm2 dari jenis NYMHY

dengan tegangan nominal 600 volt.

2.8.3 Pada setiap ujung kabel kontrol ataupun pengukuran akan dipasangkan sepatu kabel dengan
ukuran kabelnya dan dikencangkan dengan alat penekan (press-tang / kraft-tang) secara baik, sehingga
dapat dicegah terjadinya hubung longgar

(lost contact).

2.8.4 Setiap pemasangan ujung kawat kontrol atau pengukuran pada terminal peralatan akan cukup
kencang dan kokoh.

2.9 Peralatan Pengaman / Pemutus Daya EarthLeakage Circuit Breaker (ELCB)

2.9.1 Untuk pemutus daya cabang dengan arus lebih kecil dari 50 A

digunakan jenis rumah tuangan (earth leakage circuit breaker - ELCB) yang memenuhi standar B.S. 4752
Part 1 1977 atau IEC

157.1 dan sesuai untuk temperatur operasi 400C (fully tripicalized) dan mampu beroperasi untuk tegangan
660 VAC dengan rating 1.000 VAC.

2.9.3 Kontak utama yang akan meneruskan arus beban akan terbuat

dari bahan silver / tungsten dan mekanisme operasinya dirancang untuk menutup dan membuka kontak-
kontak utamanya secara menyapu (wiping action).

2.9.4 Mekanisme operasi akan dari jenis "quick make" dan "quick

break" secara simultan pada ketiga / keempat kutubnya sewaktu opening, closing maupun trip.

2.9.5 Mekanisme ini akan trip-free untuk mencegah kontak utama menutup kembali tanpa sengaja.

2.9.10 Kapasitas pemutus arus kesalahan (breaking capacity) tidak kurang dari 50 kA.

2.10.10 Hasil perhitungan dan katalog pemutus daya yang disarankan

untuk digunakan akan disertakan pada saat penawaran pekerjaan.


3.Persyaratan Peralatan Instalasi Listrik Tegangan Rendah

3.1 Meliputi pengadaan dan pemasangan power receptacle outlet (stop kontak), saklar, kontak-kontak
tarik (pull box), kabel, alat-alat bantu dan semua peralatan lain yang diperlukan untuk mendapatkan hasil
pekerjaan yang memuaskan dari sistem instalasi daya tegangan rendah 220 / 380 V dan penerangan.

3.2 Kotak Pencabangan (junction box) dan kotak saklar/outlet (doos)

3.2.1 Jenis

Kotak (doos) akan sesuai dengan persyaratan VDE, PUIL, AVE atau standar lain. Kotak ini bisa berbentuk
single / multi gang box empat persegi atau segi delapan.

Junction box dan inbow doos akan tertutup rapi dan dipasang dengan baik dan benar.

3.2.2 Ukur

Setiap kotak outlet akan diberi bukaan untuk konduit hanya di tempat yang diperlukan.

Setiap kotak akan cukup besar untuk menampung jumlah dan ukuran konduit, sesuai dengan persyaratan
dan ukuran yang ditperlukan.

3.2.3 Tipe Tahan Cuaca (Weatherproof Type)

Kotak-kotak outlet di tempat-tempat tersebut dibawah ini akan dari tipe yang diberi gasket tahan cuaca :

tempat-tempat yang kena matahari,

tempat-tempat yang kena hujan,

tempat-tempat yang kena minyak,

tempat-tempat yang kena udara lembab,

tempat-tempat yang ditunjuk di dalam gambar

3.2.4 Outlet Pada Permukaan Khusus.

Kotak outlet untuk stop kontak dan saklar-saklar yang dipasang pada partisi, blok beton, mamer, frame
besi, bata atau dinding kayu akan berbentuk persegi dan akan mempunyai sudut dan sisi-sisi tegak

3.3 Saklar dan Stop Kontak.

3.3.1 Bahan Doos.

Kecuali tercatat atau disyaratkan lain, maka kotak-kotak outlet untuk saklar dinding dan receptacle
outlet akan dari bahan

galvanis steel dan tidak berukuran lebih dari 10,1 cm x 10,1

cm untuk peralatan tunggal dan 11,9 cm x 11,9 cm untuk dua peralatan dan kotak-kotak multi gang untuk
lebih dari dua peralatan.

3.3.2 Cara Pemasangan.


Saklar-saklar akan dari jenis rocker mechanis dengan rating minimum 10A / 250 V. Saklar pada umumnya
dipasang rata terhadap permukaan tembok, kecuali ditentukan lain pada gambar. Jika tidak ditentukan
lain, bingkai saklar akan dipasang pada ketinggian 140 cm di atas lantai finish. Saklar-saklar tersebut akan di
pasang doos (kotak) yang sesuai. Sambungan hanya diperbolehkan antara kotak yang berdekatan. Stop
kontak akan dipasang rata terhadap permukaan dinding dengan ketinggian

110 cm atau 30 cm dari permukaan lantai finish, sesuai petunjuk

Manajemen Konstruksi.

3.3.3 Jumlah Kutub.

Stop kontak satu fasa akan dari jenis tiga kutub (fasa, netral dan pentanahan) dengan ranting minimum 10
A / 220 V. Cara pemasangan akan disesuaikan dengan peraturan PUIL dan diberi saluran pentanahan.

3.3.4 Pendukung dan Pengikat.

Kotak-kotak pelat baja didukung atau diikat dengan cukup supaya mempunyai bentuk yang tetap.

3.3.5 Untuk stop kontak PLN dan UPS warna dibedakan, dimana stop kontak PLN warna biasa dan stop
kontak UPS warna orange.

4.Persyaratan Kabel Listrik Tegangan Rendah

4.1 Kabel pada instalasi daya dan penerangan bertegangan rendah meliputi kabel tegangan rendah,
kabel kontrol, accessories, peralatan-peralatan dan barang-barang lain yang diperlukan untuk melengkapi
dan menyempurnakan pemasangan serta operasi dari semua sistem dan peralatan.

4.2 Syarat Kabel Instalasi Tegangan Rendah (sampai 600 V)

4.2.1 Kabel tegangan rendah yang digunakan akan memenuhi persyaratan PUIL, IEC, VDE, SPLN dan
LMK untuk pengganguan sebagai kabel instalasi dan peralatan (mesin), kecuali untuk peralatan khusus
seperti disyaratkan atau dianjurkan oleh pebrik pembuatnya.

4.2.2 Ukuran kabel daya / instalasi terkecil yang diizinkan adalah 2,5 mm2 kecuali untuk pemakaian
kontrol pada sistem remote control yang kurang dari 30 meter panjangnya bisa menggunakan kabel
dengan ukuran 1,5 mm2.

4.2.3 Kecuali disyaratkan lain, kabel tanah akan jenis NYFGbY dan kabel instalasi di dalam bangunan dari
jenis NYY, NYM dan

NYMHY (untuk kebel kontrol).

4.10 Pendukung Kabel

Setiap kotak tarik (pull box) termusuk kotak-kotak yang ada diatas daya dan panel daya motor, akan diberi
cukup banyak klem dan peralatan pendukung Iain-lainnya.

Kabel dipasang dengan cara yang rapi dan teratur yang memungkinkan pengenalan, sehingga tidak ada
kabel yang membentang tanpa pendukung.

4.11 Konduit Tertanam


Pull box yang dihubungkan pada konduit tertanam / tersembunyi akan juga dipasang secara tertanam dan
penutupnya rata terhadap dinding atau langit- langit.

7.Pengujian

/Penyetelan Peralatan dan Sistem

7.1 Pekerjaan ini meliputi ketentuan-ketentuan dasar untuk mengadakan pengujian (testing)
penyetelan serta commissioning dari seluruh peralatan listrik yang dipasang.

7.2 Semua testing, kalibrasi dan penyetelan dari peralatan-peralatan dan kontrol yang tergabung
dalam pekerjaan renovasi sistem listrik ini serta penyediaan semua instrumentasi dan tenaga kerja akan
dilaksanakan oleh kontraktor. Kami akan menempatkan seorang ahli listrik yang berkompeten dan
berpengalaman untuk melaksanakan pengujian dan commisioning.

7.3 Pengujian-pengujian yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor di bawah pengawasan Manajemen
Konstruksi antara lain :

7.3.1 pengujian tahanan isolasi kabel baru yang dipasang, baik perbagian (section) maupun
keseluruhan (overall)

7.3.2 pengujian pentanahan panel

7.3.3 pengujian kontinuitas konduktor

7.3.4 pengujian fungsi kontrol manual dan otomatis pada panel-panel daya

7.3.5 pengujian keseimbangan pembebanan (phasing-out)

7.3.6 load testing

7.3.7 penyetelan semua peralatan pengaman (overcurrent dan overload) dan mencatat data
setelah yang dilakukan.

7.3.8 semua instalasi Iistrik yang baru akan mendapat pengesahan dari PLN atau badan resmi yang
ditunjuk Manajemen Konstruksi

7.4 Hasil-hasil pengujian akan sesuai dengan syarat-syarat teknis yang telah diuraikan di atas atau
standar-standar yang berlaku dan dicatat serta

dibuatkan berita acara pengujiannya.

SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN SANITASI


PASAL 21

1.Lingkup Pekerjaan 1.1 Syarat-syarat Teknis Pekerjaan Plumbing / Sanitasi yang diuraikan di sini
adalah persyaratan yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor meliputi pengerjaan dan pengujian instalasi
maupun pengadaan material dan peralatan.

Syarat-syarat Umum teknis pekerjaan Mekanikal / Elektrikal adalah bagian dari Syarat-Syarat Teknis.

2.Persiapan Bahan Referensi Produk : TOTO, American Standar, HCG Pekerjaan Sanitary
terdiri atas :

1. Pemasangan Kloset Duduk CW 421 J

2. Pemasangan kloset Jongkok with flasing CE 9

3. Pemasangan Urinal

4. Pemasangan Partisi Urinal

5. Pemasangan Wastafel Meja

6. Pemasangan Kaca Cermin + Accessories (terpasang)

7. Pemasangan Jet Washer

8. Pemasangan Head Shower

9. Pemasangan Tempat tissue

10. Pemasangan Tempat Sabun

11. Pemasangan Kitchen Sink (bangunan pendukung)

12. Pemasangan Kran Kitchen Sink (bangunan pendukung)

13. Pemasangan Floor Drain ((bangunan pendukung)

14. Pemasangan Kran Dinding Toilet

Batasan dan Lingkup Pekerjaan Plambing dan Sanitasi ini meliputi dan tidak terbatas pada penguraian
dibawah, sesuai dengan spesifikasi teknis dan memenuhi persyaratan / standart yang berlaku, sehingga
berfungsi dengan baik.

Lingkup pekerjaan plambing dan sanitasi meliputi antara lain :

2.1 Instalasi Air Bersih

2.1.1 Pengadaan, pemasangan dan pengujian sistem pemipaan dari toilet sampai saluran pembuangan.

2.1.2 Pengadaan tenaga kerja yang berpengalaman dalam


menangani instalasi plumbing serta peralatan-peralatannya.

2.1.3 Pembersihan pipa (flushing) dengan menggunakan aliran air yang bertekanan oleh pompa yang
disediakan oleh Kontraktor.

2.1.4 Pengujian terhadap kebocoran pipa-pipa dengan tekanan hidrolis untuk seluruh sistem
pemipaan serta mengadakan pengamatan sampai sistem bekerja dengan baik dan aman.

2.1.5 Pengangkutan bekas galian dan penimbunan kembali serta pembersih site.

2.2 Instalasi Air Kotor / Air Buangan

2.2.1 Pengadaan dan Pemasangan pipa air kotor / air buangan lengkap dengan peralatan dan berada di
dalam bangunan, antara lain Roof drain, clean out dan lain sebagainya.

2.2.2 Pengadaan dan pemasangan pipa air kotor / air buangan dari dalam bangunan menuju saluran
pembuangan.

2.2.3 Pengangkutan bekas galian dan penimbunan kembali.

2.2.4 Pengujian instalasi pemipaan terhadap kebocoran dengan test remdam.

2.2.5 Pengadaan tenaga kerja yang berpengalaman dan alat-alat

kerja yang diperlukan.

3.Pengecatan, Peralatan Dan Ukuran

3.1 Pengecatan.

3.1.1 Kami akan mengecat semua pipa, rangka penggantung, rangka penyangga, semua unit yang dirakit
di lapangan dan bahan-bahan yang mudah berkarat dengan lapisan cat dasar (prime coating), cat akan
sesuai dengan persyaratan pengecetan yang sesuai dengan bahan masing-masing.

3.1.2 Pengecatan tidak diperlukan bila alat-alat sudah dicat di pabriknya atau dinyatakan lain dalam
spesifikasinya atau

untuk bahan alumunium atau PVC.

3.1.3 Untuk peralatan atau pipa besi, yang tampak, maka bahan- bahan tersebut akan dicat akhir dengan
cat besi dengan

warna sebagai berikut :

- Pipa air bersih : biru

- Gantungan/supprot : hitam

- Panah pengarah : putih.


3.1.4 Kami akan memberikan tanda-tanda huruf dan nomor identifikasi bagi peralatannya dengan cat.

Sebelumnya Kami akan memberitahukan mengenai

tanda-tanda yang hendak dipasang pada peralatan-perlatan itu kepada Manajemen Konstruksi .

3.2 Peralatan

3.2.1 Kami akan menyediakan dan memasang pengumpul kotoran pada tempat-tempat rendah tertutup.

3.2.2 Kami akan menyediakan dan memasang tap fitting untuk penempatan alat ukur yang tidak
dipasang tetap pada tempat-tempat yang penting.

3.2.3 Semua alat ukur yang dipasang akan dalam batas ukur yang baik dan ketelitian tinggi.

3.2.4 Kami akan menyediakan dan memasang tanda panah pada pipa ditempat tempat tertentu untuk
menunjukkan arah aliran dengan cat.

3.2.5 Kami akan menyediakan dan memasang automatic air release valve serta penampungannya pada
tempat yang

memungkinkan terjadinya pengumpulan udara.

3.3 Ukuran (Dimensi)

3.3.1 Ukuran-ukuran pokok dan ukuran-ukuran detail terdapat pada gambar akan ditaati oleh
Kontraktor.

3.3.2 Kontraktor akan meneliti (mempelajari) gambar perencanaan, dan bila terjadi perbedaan
antara suatu dengan

yang lain, akan segera dibicarakan dengan Manajemen

Konstruksi .

3.3.3 Kontraktor diwajibkan melakukan semua pekerjaan pengukuran dan penggambaran yang
diperlukan guna memudahkan pelaksanaan.

4.Instalasi Air Bersih 4.1 Pipa

Pipa utama maupun pipa cabang, termasuk yang menuju fixtures

menggunakan pipa PPR-PN10 Dia. 65 mm, Dia 50 mm, Dia 40 mm, Dia

32 mm, Dia 25 mm, Dia 20 mm, Dia 15 mm.

4.2 Fitting.

Fitting-fitting akan terbuat dari material yang sama dengan bahan pipa.

4.3 Valves.

4.3.1 Valve dengan diameter kurang dari 3" menggunakan sambungan ulir (screwed).
4.3.2 Valve pada fixture dari brass metal atau bahan yang tidak berkarat, khusus dibuat untuk fixture
tersebut, akan mengkilat tanpa cacat.

4.3.3 Semua valve akan mempunyai diameter yang sama besar dengan pipanya.

4.3.4 Semua valve dari merek Kizt, Buterfly atau yang setara. Kelas valve yang digunakan adalah klas 150
psi.

4.4 Pemasangan Pipa

4.4.1 Pipa Tegak

Pipa tegak yang menuju fixture akan ditanam di dalam tembok / lantai. Kami akan membuat alur-alur dan
lubang-lubang yang diperlukan pada tembok sesuai pada

kebutuhan pipa. Setelah pipa dipasang, diklem dan diuji akan ditutup kembali sehingga tidak keliharan dari
luar. Cara penutupan kembali akan seperti semula dan finish yang rapi sehingga tidak terlihat bekas-bekas
dari bobokan.

4.4.2 Pipa Mendatar.

Untuk pipa yang berada di atas atap dan di bawah lantai, pipa akan dipasang dengan penyangga (support)
atau penggantung (hangger). Jarak antara pipa dengan dinding penggantungan bisa disesuaikan dengan
keadaan lapangan.

4.4.3 Penyambung Pipa.

a. Sambungan Ulir.

Penyambungan ulir antara pipa dengan fitting dilakukan untuk pipa dengan diameter sampai 50 mm (2").

Kedalaman ulir pada pipa akan dibuat sedemikian rupa,

sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir. Semua sambungan ulir
akan menggunakan perapatan henep dan zinkwite dengan

campuran minyak.

Semua pemotongan pipa menggunakan pipe cutter dengan pisau roda. Tiap ujung pipa bagian dalam akan

dibersihkan dari bekas pemotongan dengan reamer. Semua pipa akan bersih dari bekas bahan perapat

sambungan.

b. Sambungan Lem.

Penyambungan antara pipa dengan fitting PVC menggunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa dan
menurut rekomendasi pabrik.

Pipa akan masuk sepenuhnya pada fitting, dan hal ini

dapat dilakukan dengan alat press khusus. Pemotongan pipa akan tegak lurus terhadap pipa.

c. Sambungan Las.

Sambungan las hanya diijinkan untuk pipa kecuali pipa air minum. Sambungan las ini berlaku antara pipa
baja dan

fitting las, dengan kawat las / elektrode yang sesuai. Tukang las akan mempunyai sertifikat untuk
pekerjaan tersebut.
Setiap bekas sambungan las akan segera di cat dengan cat khusus untuk itu.

4.4.4 Penanaman Pipa di Dalam Tanah.

a. Dasar dari lubang parit akan diratakan dan dipadatkan. Diberi pasir urug padat setebal 10 cm

a. Pada setiap sambungan pipa akan dibuat lubang galian yang dalamnya 50 mm untuk penempatan pipa
sambungan pipa.

b. Pengadaan testing terhadap tekanan dan kebocoran.

c. Setelah hasilnya baik, ditimbun kemhali dengan pasir urug padat setebal 15 cm dihitung dari alas pipa.

d. Di sekitar fitting dari pipa akan dipasang halok / penguat

dari beton agar fitting-fitting tidak bergerak jika beban tekan diberikan.

e. Kemudian diurug dengan tanah bekas galian sampai seperti keadaan semula

4.4.5 Pengujian Terhadap Tekanan dan Kebocoran.

b. Setelahsemua pipa dan perlengkapannya terpasang, akan diuji dengan tekanan hidrolis Kg/Cm2
selama 24 jam tanpa terjadi perubahan/penurunan tekanan.

b. Peralatan pengujian ini akan disediakan oleh kontraktor.

c. Pengujian akan disaksikan oleh Manajemen Konstruksi atau yang kuasakan untuk itu.

d. Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian Kontraktor

akan memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan melakukan pengujian kembali sampai berhasil dengan
baik.

e. Dalam, hal ini semua biaya ditanggung oleh pihak Kami, termasuk biaya pemakaian air dan listrik.

4.4.6 Pengujian Sistem Kerja (Trial Run)

Setelah semua instalasi air bersih lengkap, temasuk penyambungan ke pipa distribusi, Kontraktor
diakankan

melakukan pengujian terhadap sistem-sistem kerja (trial run) dari seluruh instalasi air bersih, yang
disaksikan oleh Manajemen Konstruksi atau yang ditunjuk untuk itu sampai sistem bisa bekerja dengan
baik.

4.4.7 Pekerjaan Lain-Lain

Termasuk di dalam pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor adalah pembobokan dinding /
selokan, penggalian dan pengangkutan tanah dari hasil dan lain-lain yang ditemui di site, serta memperbaiki
kembali seperti semula.

5.Instalasi Air Kotor/ Air Buangan


5.1 Material

5.1.1 Pipa di Dalam Bangunan.

Pipa utama maupun pipa cabang menggunakan pipa PVC Class AW Dia. 100 mm, Dia. 65 mm, Dia. 50 mm,
Dia. 40 mm (Wavin, tigris, Westpex, Rucika)

5.1.2 Pipa di luar Bangunan

Dari ujung pipa di dalam bangunan menuju ke saluran drainase menggunakan pipa PVC Class AW Dia. 100
mm, Dia. 65 mm, Dia. 50 mm, Dia. 40 mm (Wavin, tigris, Westpex, Rucika).

5.1.3 Accessories.

a. Fitting dari pipa PCV akan dari bahan yang sama (PVC)

yang dibuat dengan cara injection moulding.

b. Floor drain dan clean out dari bahan stainless-steel.

c. Saringan air hujan / roof drain terbuat dari besi tuang atau fibe yang sejanis.

d. yang mempunyai bentuk badan cembung yang berfungsi sebagai sediment bowl.

5.2 Cara Pemasangan Pipa.

5.2.1 Pipa di Dalam Bangunan (termasuk pipa vent).

a. Pipa Mendatar.

Pipa dipasang dengan kemiringan (slope) 1-2 %. Perletakan pipa akan diusahakan berada pada tempat

yang tersembunyi baik di dinding / tembok maupun pada

ruang yang berada di bawah lantai.

Setiap pencabangan atau penyambungan yang merubah arah akan menggunakan fitting dengan sudut 45
(misalnya Y branch dan sebagainya) jenis long radius.

b. Pipa di Dalam Tanah.

Pipa dipasang dan ditanam di bawah permukaan tanah / jalan dengan tebal / tinggi timbunan minimal 80
cm diukur dari atas pipa sampai permukaan tanah / lantai.

Sebelum pipa ditanam pada dasar galian akan diurug

dahulu dengan pasir padat setebal 10 cm.

Selanjutnya setelah pipa diletakkan, di sekeliling dan di atas pipa kemudian diurug dengan tanah sampai
padat. Kontruksi permukaan tanah / lantai bekas galian akan dikembalikan seperti semula.

c. Penanaman Pipa.

Dasar dari lubang parit akan diratakan dan dipadatkan. Pada tiap-tiap sambungan pipa akan dibuat galian
yang dalamnya 50 mm. Untuk mendapatkan sambungan pipa pada bagian yang membelok ke atas
(vertikal) akan diberi landasan dari beton. Caranya seperti pada gambar
perencanaan.

Dalamnya perletakan pipa disesuaikan dengan memiringan 1-2% dari titik mula di dalam gedung sampai ke
saluran drainage.

5.2.2 Pipa Saluran Luapan Septic Tank.

Pipa dipasang dan ditanam di hawah permukaan tanah / jalan kemiringan 1-2% dari titik permulaan septic
tank ke drainage kota.

Untuk perletakan pipa yang melintasi jalan kendaraan dengan

kedalaman kurang dari 90cm, pada bagian atas pipa akan dilindungi pelat beton bertulang dengan tebal 10
cm, pelat beton tersebut tidak tertumpu pada pipa.

5.2.3 Penyambungan Pipa

a. Pipa PVC dengan 0 3" ke atas yang dipasang di bawah pelat lantai dasar akan disambung dengan rubber
ring joint

a. Sedangkan pemipaan lainnya disambung dengan solvent cement

b. Pipa yang akan disambung dengan solvent cement akan dibersihkan terlebih dahulu sehingga bebas
dari kotoran dan lemak.

c. Pembersihan tersebut dilakukan terhadap bagian permukaan dan dalam dari pipa yang akan saline
melekat.

d. Pada waktu pelaksanaan penyambungan, bagian dalam dari pipa yang akan disambung akan bebas dari
benda- benda / kotoran yang dapat mengganggu kelancaran air di dalam pipa.

PASAL 22

PEKERJAAN PLUMBING

1.Lingkup Pekerjaan 1.1 Umum

Spesifikasi ini melingkupi kebutuhan untuk pelaksanaan pekerjaan

plumbing, sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar rencana yang

terdiri dari :

1.1.1 Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih dan

air kotor dan bekas.


1.1.2 Pengadaan dan pemasangan peralatan peralatan bantu bagi seluruh peralatan plumbing

1.1.3 Pengetasan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang kecuali sanitary.

1.1.4 Mengadakan pemeliharaan selama jangka waktu yang diberikan oleh pemberi tugas.

1.1.5 Pembuatan shop drawing bagi instalasi yang akan di pasang dan pembuatan as built drawing bagi
instalasi yang telah

terpasang.

1.2 Koordinasi

1.2.1 Tujuan dari spesifikasi ataupun ganbar rencana adalah menunjukkan secara detail berbagai
macam item pekerjaan dari peralatan peralatan dan pemyambungan

penyambungannya. Kami akan melengkapi dan memasang seluruh peralatan peralatan yang dibutuhkan
untuk melengkapi pekerjaan.

1.2.2 Gambar gambar rencana menunjukkan tata letak secara umum dari peralatan, pemipaan,
kabinet dan lain lain.

Kami akan memodifikasi tata letak tersebut sebagaimana yang dibutuhkan untuk mendapatkan
pemasangan pemasangan yang sempurna sesuai dengan pekerjaan arsitek dari peralatan peralatan
tersebut.

1.2.3 Setiap pekerjaan yang disebutkan dalam spesifikasi ini, tapi tidak di tunjukkan dalam gambar
atau sebaliknya, akan

dilengkapi dan di pasang seperti pekerjaan lain yang di sebut oleh spesifikasi dan ditunjukkan dalam
gambar.

1.3 Kualifikasi Pekerja

1.3.1 Untuk pemasangan dan pengetesan pekerjaan pekerjaan ini akan dilakukan oleh pekerja
pekerja dan supervisor yang benar benar ahli dan berpengalaman. Tukang las akan mempunyai sertifikat.

1.3.2 Konsutlan pengawas dapat menolak atau menunda

pelaksanaan satu pekerjaan, bila di nilai bahwa pelaksanaan tersebut tidak terampil / tidak berpengalaman.

2.Persiapan Bahan 2.1 Ref. Produk : Wavin, Tigris, westpex, ATP toro, SD, Genova

Ref. Produk Valve : KITZ, Buterfly, Genova

a. Instalasi Air Bersih :

- Pemasangan pipa Header PPR-PN10 Dia. 65 mm


- Pemasangan pipa PPR-PN10 Dia. 65 mm (meteran ke reservoir)

- Pemasangan pipa PPR-PN10 Dia. 50 mm (reservoir ke rooftank)

- Pemasangan pipa PPR-PN10 Dia. 40 mm

- Pemasangan pipa PPR-PN10 Dia. 32 mm

- Pemasangan pipa PPR-PN10 Dia. 25 mm

- Pemasangan pipa PPR-PN10 Dia. 20 mm

- Pemasangan pipa PPR-PN10 Dia. 15 mm

- Gate Valve 65 mm

- Gate Valve 50 mm

- Gate Valve 40 mm

- Gate Valve 32 mm

- Gate Valve 25 mm

- Gate Valve 20 mm

- Gate Valve 15 mm

- Fitting , Accessories.

- Water level control

- Floating valve 65 b. Instalasi Air kotor

Ref. Produk : Wavin, Rucika, Vinilon

- Pemasangan pipa PVC Class AW Dia. 100 mm

- Pemasangan pipa PVC Class AW Dia. 65 mm

- Pemasangan pipa PVC Class AW Dia. 50 mm

- Pemasangan pipa PVC Class AW Dia. 40 mm

- Pipa Vent PVC Class5 kg/cm2 Dia. 40 mm

- Pemasangan pipa PVC Class AW Dia. 40 mm

- Vent cap 100

- Clean Out 50

- Bak control 600x600 mm

- Fitting, Accessories

- Testing Commissioning
Lihat Bagian

Bagian pemipaan

Bagian instalasi dan pengecekan

Bagian katub / valves

3.Syarat-syarat

Pelaksanaan

3.1 Pengajuan-pengajuan

Pada saat sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kami akan mengajukan :

3.1.1 Material list dari seluruh item peralatan yang akan di pasang.

3.1.2 Shop drawing yang menunjukkan secara detail pekerjaan pekerjaan / pemasangan peralatan dan
pemipaan, penyambungan dengan pekerjaan pekerjaan lain, pekerjaan

pekerjaan yang sulit di laksanakan atau perubahan

perubahan atau modifikasi yang diusulkan terhadap gambar rencana.

3.1.3 Prosedur pemasangan yang dikeluarkan oleh pabri (jika ada)

dari peralatan peralatan yang akan di pasang.

3.1.4 Contoh contoh material (brosur brosur untuk peralatan

peralatan yang besar) dari material / peralatan yang akan di pasang.

3.2 Review

Manajemen Konstruksi akan memeriksa (meriview) mengajuan

pengajuan dari Kami dan memberi komentar atas hal tersebut.

Kami akan memodifikasi atau merevisi pengajuaannya sesuai dengan komentar, sampai di dapat
persetujuan dari Manajemen Konstruksi.

3.3 Standart dan Code

Kecuali ketentuan lain dalam gambar rencana, maka pada pekerjaan ini berlaku peraturan-peraturan
sebagai berikut :

3.3.1 Peraturan Badan Pemadam Kebakaran.


3.3.2 Ketentuan Pencegahan dan penanggulangan Kebakaran pada Bangunan Gedung Departemen
P.U.

3.3.3 Pedoman Plambing Indonesia.

3.4 Gambar Instalasi Terpasang dan Petunjuk Operasional

3.4.1 Apabila pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan setelah serah terima pertama Kami wajib
menyerahkan gambar-gambar instalasi terpasang sebanyak tiga set cetak biru dan satu set CD.

3.4.2 Kami juga berkewajiban untuk menyerahkan tiga set petunjuk operasi dan maintenance dari
system yang dipasang dalam bentuk buku dan CD.

3.5 Bagian yang Berhubungan

Bagian yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah :

3.5.1 Bagian Pemipaan

Bagian Isolasi dan pengecatan

3.6 Sistem Air Bersih

3.6.1 Air bersih yang didapat dari sumur dalam (existing).

3.6.2 Dari water reservoir, air bersih ini dengan menggunakan pompa didistribusikan ke setiap unit
pemakai.

3.7 Sistem Air Bekas atau Air Kotor

3.7.1 Pada dasarnya air buangan yang berasal dari Roof drain.

3.7.2 Selanjutnya seluruh air buangan ini disalurkan ke Saluran

Eksisting dan Resapan

3.8 Sistem Air Hujan

3.8.1 Pada dasarnya air hujan dari atap bangunan disalurkan melalui pipa-pipa tegak sampai ke bak
kontrol yang ada

dilantai dasar.

3.8.2 Dari bak kontrol ini, air hujan disalurkan ke saluran drainase yang ada disekeliling gedung untuk
selanjutnya dialirkan ke

lokasi pembuangan akhir/saluran kota.

3.9 Masa Garansi

3.9.1 Kontraktor berjanggung jawab atas pencegahan bahan/peralatan untuk instalasi ini dari
pencurian atau kerusakan. Bahan/peralatan yang hilang atau rusak akan diganti oleh Kami tanpa biaya
tambahan.

3.9.2 Kami akan menggunakan tenaga-tenaga yang ahli dalam bidangnya (Skiller Labour) agar dapat
memberikan hasil kerja terbaik dan rapi. Sebelum suatu pipa tertutup (oleh dinding, langit-langit dan lain-
lain) akan diuji dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi dan wakilnya yang ditunjuk.

3.9.3 Kami akan memberikan garansi tertulis kapada


Manajemen Konstruksi, bahwa seluruh instalsi penyediaan dan distribusi air bersih, instalasi pemadam
kebakaran, intalasi pembuangan air kotor akan bekerja dengan memuaskan, dan bahwa Kami akan
menanggung

semua biaya atas kerusakan-kerusakan/penggantian yang perlu selama jangka waktu satu tahun.

PASAL 23

PEKERJAANKABELDAYATEGANGANRENDAH

1.Lingkup Pekerjaan 1.1

1.2 Meliputi pengadaan bahan, peralatan, pemasangan, penyambungan, pengujian, dan perbaikan
selama masa pemeliharaan, serta semua perijinan yang terkait dengan pekerjaan kelistrikan, tanaga teknisi,
dan tenaga ahli.

Dalam lingkup ini termasuk seluruh pekerjaan Kabel Daya

Tegangan Rendah yang tertera dalam gambar dan spesifikasi teknis

ini maupun ketentuan/tambahan lainnya.

2.Persiapan Bahan

2.1

Referensi Produk :

Pabrikasi rak Kabel sekualitas Cablofil Legrand, bevamesh

Kabel sekualitas 3 besar : Kabel Metal, Supreme, Kabelindo


2.2

Kabel Daya Tegangan Rendah yang digunakan adalah bermacam - macam ukuran dan type sesuai yang
diterangkan dalam gambar rencana. Instalasi Kabel ( NYY 4x70 mm2, NYY 4x4 mm2 , NYA 6 mm2

, NYY 4x6 mm2 , NYY 4x 35 mm2 ).

Kabel Daya Tegangan Rendah ini akan sesuai dengan standard SII

2.3 atau S.P.L.N. dan memenuhi peraturan PULL 2000/LMK.

Semua Material kabel akan baru dan jelas ditandai dengan ukuran,

2.4 jenis kabel, nomor, dan jenis pintalannya.

Semua kabel dengan penampang 6 mm2 akanlah terbuat secara

2.5 dipilin (stranded).

Tidak diperkenankan memakai kabel dengan penanpang 2.5 mm2

2.6 kecuali untuk pemakaian remote control.

Kecuali ditentukan lain, kabel konduktor yang digunakan adalah dari

tipe:

2.6.1 Untuk instalasi penerangan adalah NYM, NYA dengan

konduit Hight Impact PCV

2.6.2 Untuk kabel distribusi NYY, dan penerangan luar/jalan dengan menggunakan kabel NYY.

2.6.3 Untuk kabel-kabel dari LVMDP menuju ke panel -panel hydrant, pressurization fan, panel lift
menggunakan kabel jenis FRC.

2.6.4 Untuk FRC digunakan merk : Nexan , Fuji, Draka.

Semua kabel NYY yang ditanam didalam perkerasan

(tembok, jalan, beton, dll) akan berada di dalam pipa konduit galvanis yang disesuaikan dengan
ukurannya.

2.7 Bahan Isolasi

Semua bahan isolasi untuk splice, connection dan lain -lain seperti karet, PVC, asbes, tape sintetis, resin,
splice case, compostion dan lain-lain akan dari tipe yang disetujui oleh Perencana/Manajemen

Konstruksi.

Untuk penggunaan, lokasi voltage dan lain -lain tertentu itu akan dipasang memakai cara yang disetujui
menurut anjuran perwakilan Pemerintah dan/ atau Pabrik pembuat.
3.Syarat syarat

Pelaksanaan

3.1 Splice (Pencabangan)

3.1.1 Tidak diperkenankan adanya "Splice" ataupun sambungan- sambungan baik dalam feeder maupun
cabang-cabang, kecuali pada outlet atau kotak-kontak penghubung yang

bisa dicapai (accessible).

3.1.2 Sambungan pada kabel sirkuit cabang akan dibuat secara mekanis dan akan teguh secara
elektrik, dengan

cara-cara "Solderless Connector". Jenis kabel tekanan, jenis compression atau soldered.

3.1.3 Dalam membuat "Splice" konektor akan dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan baik,
sehingga semua konduktor tersambung, tidak ada kabel -kabel telanjang yang kelihatan dan tidak bisa
lepas oleh getaran.

3.1.4 Semua sambungan kabel baik di dalam kotak sambung, panel ataupun tempat lainnya akan
mempergunakan konektor yang terbuat dari tembaga yang diisolasi dengan porselen atau
bakelite ataupun PVC, yang

diameternya disesuaikan dengan diameter kabel.

3.2 Penyambungan Kabel

3.2.1 Semua penyambungan kabel akan dilakukan dalam kotak sambung.

3.2.2 Penyambung yang khusus untuk itu (misalnya kotak sambung dan lain-lain). Kami akan
memberikan brosur-brosur mengenai cara-cara penyambungan yang dinyatakan oleh pabrik kepada
Perencana/Manajemen

Konstruksi.

3.2.3 Kabel-kabel akan disambung sesuai dengan warna -warna atau nama-namanya masing-masing, dan
akan diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan. Hasil
pengetesan akan tertulis

dan disaksikan oleh Manajemen Konstruksi/Manajemen

Konstruksi

3.2.4 Penyambungan kabel tembaga akan mempergunakan penyambunganpenyambungan tembaga


yang dilapisi dengan timah putih dan kuat. Penyambungan- penyambungan akan dari ukuran
yang sesuai.
3.2.5 Penyambungan kabel yang berisolasi PVC akan diisolasi dengan pipa PVC / protolen yang
khusus untuk listrik.

3.2.6 Penyekat-penyekat khusus akan dipergunakan bila perlu untuk menjaga nilai isolasi tertentu.

3.2.7 Cara-cara pengecoran yang ditentukan oleh pabrik akan diikuti, misal temperaturtemperatur
pengecoran dan

semua lubang-lubang udara akan dibuka selama pengecoran.

3.2.8 Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang

terbuka, maka akan dilindungi dengan pipa baja dengan tebal 3 mm atau minimal 2,5 mm.

3.3 Saluran Penghantar dalam Bangunan

3.3.1 Untuk instalasi penerangan di daerah tanpa menggunakan ceiling gantung, saluran penghantar
(conduit) ditanam dalam beton.

3.3.2 Untuk instalasi penerangan di daerah yang menggunakan ceiling gantung, saluran penghantar
(conduit) dipasang

diatas kabel tray dan diletakkan di atas ceiling dengan tidak membebani ceiling.

3.3.3 Untuk instalasi saluran penghantar diluar bangunan,

dipergunakan saluaran beton, kecuali untuk penerangan taman, dipergunakan pipa galvanized dengan
diameter

sesuai standarisasi. Saluran beton dilengkapi dengan hand-hole untuk belokanbelokan.

3.3.4 Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan

pipa konduit minimum 0 5/8". Setiap pencabangan ataupun pengambilan keluar akan menggunakan kotak
sambung yang sesuai dan sambungan yang lebih dari satu akan menggunakan terminal strip di dalam kotak
sambung.

3.3.5 Kotak sambung yang terlihat dipakai kotak sambung ex.

Jerman atau Eropa, tutup blank plate stainless steel, tipe

star point.

3.3.6 Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan kotak sambung hangs dilengkapi dengan
Socket/Lock nut, sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel. Bila tidak

ditentukan lain, maka setiap kabel yang berada pada ketinggian muka lantai sampai dengan 2 m, akan
dimasukkan dalam pipa PVC dan pipa akan diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm.

3.4 Pemasangan Kabel dalam Tanah

3.4.1 Kabel tegangan rendah akan ditanam minimal sedalam 80 cm.

3.4.2 Kabel yang ditanam langsung dalam tanah hams dilindungi

dengan bata merah, dan diberi pasir, ditanam minimal sedalam 80 cm.
3.4.3 Untuk yang lewat jalan raya ditanam sedalam 100 cm

dan dilindungi dengan pipa Galvanized dengan diameter minimum 2 kali.

3.4.4 Kabel-kabelyang menyeberang jalur selokan, dilindungi dengan pipa galvanized atau pipa beton
yang dilapisi dengan pipa PVC tipe AW, kabel akan berjarak tidak kurang dari 30 cm dari pipa gas, air
dan lain -lain.

3.4.5 Galian untuk menempatkan kabel yang dipasang dalam tanah akan bersih dari bahan-bahan yang
dapat merusak isolasi kabel, seperti : batu, abu, kotoran bahan kimia dan lain sebagainya. Alas galian
(lubang) dilapisi dengan pasir kali setebal 10 cm. kemudian kabel diletakkan, diatasnya

diberi bata dan akhirnya ditutup dengan tanah urug.

3.4.6 Penyambungan kabel dalam tanah tidak diperkenankan secara langsung, akan mempergunakan
peralatan khusus

untuk penyambungan kabel dalam tanah.

3.4.7 Penanaman dan penyambungan kabel akan diberikan marking (tanda pengenal) yang jelas
pada jalur jalur

penanaman kabelnya. Agar memudahkan dalam pengoperasian, pengurutan kabel dan menghindari
kecelakaan akibat tergali/tercangkul.

4.Pengujian dan

Komisioning

4.1 Pengujian Pabrik

4.1.1 Pengujian Individuil

Pengujian ini dilakukan pada setiap potong kabel dan terdiri dari pengujian sebagai berikut :

ngujian ukuran tahanan hantaran

Pengujian dielektrik

- Pengukuran loss factor

4.1.2 Pengujian Khusus

Pengujian ini dilakukan terhadap sample dari kabel yang akan dipakai. Pengujian tersebut terdiri dari test
sebagai berikut

Pengujian tegangan impuls

- Pengujian mekanikal
Pengukuran loss factor pada bermacam-macam temperature

Pengujian dielektrik

Pengujian perambatan (Creep Test)

4.2 Pengujian Lapangan

Pengujian setelah penanaman kabel. Setelah kabel ditanam, penyambunganpenyambungan dan


pemasangan kotak akhir, maka dilakukan pengujian dielektrik'insulation lest.

4.3 Marking

Pemberian marking (Tanda Pengenal) kabel untuk pemasangan kabel di dalam tanah akan jelas dan tidak
dapat dihapus.

2.8 Pengujian

Pengujian dilakukan dengan disaksikan oleh Manajemen Konstruksi yang disahkan oleh lembaga yang
berwenang pengujian meliputi :

2.8.1 -Pengujian ketahanan isolasi

- Pengujian kekuatan tegangan impuls

- Pengujian kenaikan suhu.

- Pengujian continuity.

PASAL 24

PEKERJAAN PEMBERSIHAN, PEMBONGKARAN DAN PENGAMANAN SETELAH PEMBANGUNAN


1.Lingkup Pekerjaan 1.1 Pembersihan tapak konstruksi dan pada semua pekerjaan yang

termasuk dalam Lingkup Pekerjaan seperti tercantun dalam Gambar

Kerja dan terurai dalam buku ini dan semua barang atau bahan

bangunan lainnya yang dinyatakan tidak digunakan lagi setelah

pekerjaan yang menjadi tanggungjawab Kami yang bersangkutan

setelah selesai.

Selama pembangunan berlangsung, Kami akan menjaga

Keamanan bahan/Material bahan maupun bangunan yang

dilaksanakannya sampai tahap serah terima.

1.2 Sebelum penyerahan pertama,Kami akanmeneliti semua bagian pekerjaan yang belum sempurna
dan akan segera diperbaiki,semua ruangan akan bersih,halaman akan ditata rapih dan semua barang yang
tidak berguna akan disingkirkan dari proyek.Pemberesan halaman ini akan dilaksanakan sesuai petunjuk
Manajemen Konstruksi.

PASAL 25

PEKERJAAN LAIN-LAIN

1.Lingkup Pekerjaan 1.1

1.2 Hal-hal yang timbul pada pelaksanaan yang memerlukan penyelesaian di lapangan akan
diatur/dibicarakan dilapangan oleh Manajemen Konstruksi dan kontraktor,bila diperlukan akan dibicarakan
dengan konsultan perencana .

Selain persyaratan teknis yang tercantum di atas,Kami diwajibkan

pula mengadakan pengurusan pengurusan perizinan antara lain;

Surat Bukti Keer Listrik/Pengetesan dari PLN,dan pengetesan lainnya bila diperlukan.

PASAL 26

PEKERJAAN PENUTUP
1.Lingkup Pekerjaan 1.1 Selama pemeliharaan, Kami wajib merawat, mengamankan dan

memperbaiki segala cacat yang timbul, sehingga sebelum penyerahan

kedua dilaksanakan pekerjaan benar-benar telah sempurna

1.2 Semua yang belum tercantum dalam peraturan ini (RKS) akan ditentukan

kemudian dalam Rapat Penjelasan(Aanwiijzing),dan akan

dituangkan/dimuat dalam Berita Acara Rapat Penjelasan.