Anda di halaman 1dari 10

PLTGU yang merupakan siklus kombinasi mempunyai komponen utama yang terdiri dari :

PLTG dan alat bantunya serta generator

HRSG dan alat bantunya

Turbin uap dan alat bantunya serta generator

Turbin gas dan alat bantunya pada umumnya merupakan suatu paket set unit PLTG yang dapat berdiri
sendiri maupun digabung menjadi siklus kombinasi. Susunan HRSG dan alat bantunya harus dirancang
agar dapat menyerap panas gas buang (exhaust gas) dari turbin gas seoptimal mungkin sehingga dapat
menghasilkan uap dengan tekanan dan temperatur yang diperlukan untuk memutar turbin uap. Sistem
sirkulasi air uap yang diterapkan disesuaikan dengan temperatur gas buang dari turbin gas agar fleksibel
terhadap pembebanan.

Jumlah tingkat dan jumlah silinder dari turbin uap disesuaikan dengan tekanan dan temperatur uap yang
dihasilkan oleh HRSG. Turbin uapnya biasanya non ekstraksi, karena pemanasan air dilakukan didalam
HRSG.

Apabila PLTG akan digunakan dalam siklus kombinasi, maka panas gas buang harus mempunyai suhu
sekitar 500 derajat Celcius agar dapat dimanfaatkan untuk menguapkan air didalam Heat Recovery
Steam Generator. Apabila PLTD (Diesel) akan digunakan dalam siklus kombinasi, maka kapasitasnya
harus cukup besar, yaitu sekitar 25 MW agar air pendingin mesin dapat dimanfaatkan untuk pemanas
awal air pengisi boiler.

Terdapat beberapa variasi dari siklus kombinasi PLTGU dalam memanfaatkan gas buang untuk
menghasilkan uap sebagai penggerak turbin PLTU. Gambar di bawah menunjukkan contoh variasi siklus
PLTGU :
PLTU dan PLTGU digambung dengan peleburan besi

PLTGU dengan turbin gas bebahan bakar batu bara

Ditinjau dari konfigurasi jumlah turbin gas dan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) dan turbin
uapnya, suatu PLTGU dapat di susun dengan beberapa konfigurasi, tetapi umumnya dibedakan menjadi
3, yaitu :

Konfigurasi : 1 turbin gas (GT), 1 HRSG, 1 turbin uap (ST) = konfigurasi 1 1 1

Konfigurasi : 2 turbin gas (GT), 2 HRSG, 1 turbin uap (ST) = konfigurasi 2 2 1


Konfigurasi : 3 turbin gas (GT), 3 HRSG, 1 turbin uap (ST) = konfigurasi 3 3 1

Konfigurasi 1 1 1

Konfigurasi ini merupakan PLTGU yang paling sederhana karena hanya terdiri dari 1 turbin gas (GT), 1
HRSG dan 1 turbin uap (ST). Pada sebagian PLTGU ini bahkan generatornya hanya satu sehingga turbin
gas, turbin uap dan generator merupakan mesin satu poros (single shaft combined cycle). Posisi
generator dapat berada diantara turbin gas dan turbin uap atau turbin uap diatara turbin gas dan
generator.

Kelebihan susunan PLTGU 111 antara lain adalah mampu memenuhi kebutuhan permintaan daya
secara cepat dan ekonomis, konsumsi air dan bahan bakar nya rendah serta konsumsi listrik pemakaian
sendiri (works power) juga rendah.

Diagram PLTGU dengan konfigurasi 1 - 1 - 1

Konfigurasi 2 2 1

PLTGU dengan susunan 221 lebih fleksibel dalam pengoperasian maupun pemeliharaan dibanding
susunan 111. Dengan susunan 221, apabila satu turbin gas terganggu, maka turbin gas yang lain
tetap dapat beroperasi dalam siklus kombinasi. Sedangkan bila HRSG nya yang terganggu, maka turbin
gas dapat beroperasi dalam mode siklus terbuka (open cycle).
Diagram PLTGU dengan konfigurasi 2 - 2 - 1

Konfigurasi 3 3 1

Konfigurasi 331 merupakan konfigurasi yang menghasilkan output daya paling besar dengan variasi
operasi paling banyak.
Diagram PLTGU dengan konfigurasi 3 - 3 - 1

SISTEM-SISTEM PLTGU

Peralatan bantu PLTGU selain terdiri dari peralatan yang berbentuk komponen juga terdapat peralatan
bantu berupa suatu siklus atau sirkit yang disebut sistem. Adapun sistem tersebut diantaranya:

Sistem Udara Pendingin dan Perapat

Sebagaimana telah disebutkan diatas sistem udara berfungsi untuk menyediakan udara untuk
pembakaran, dimana udara dihasilkan oleh kompresor. Tetapi udara dari kompresor ini sebagian juga
digunakan sebagai pendingin dan perapat. Udara pendingin berfungsi untuk mendinginkan sudu-sudu
turbin.
Material turbin gas akan mengalami stress karena dilalui oleh gas yang temperaturnya sangat tinggi hasil
dari pembakaran bahan bakar. Untuk mencegah agar tidak terjadi overheating, maka bagian turbin yang
dilalui oleh gas panas tersebut didinginkan dengan udara. Sudu-sudu gerak (moving blade) didinginkan
dengan udara yang diambil dari kompresor tingkat tertentu. Udara pendingin ini sebelum digunakan,
didinginkan terlebih dahulu dengan media udara atau air (air cooler atau water cooler).

Sudu-sudu diam (fixed blade) atau diafragma dari turbin tingkat pertama akan menerima temperaratur
dan tekanan yang paling tinggi. Oleh karena itu udara pendinginnya diambil dari kompresor utama
tingkat terakhir yang tekanannya paling tinggi. Sedangkan sudu diam tingkat kedua didinginkan dengan
udara yang diambil dari kompresor tingkat yang lebih rendah.

Pendinginan sudu gerak dan sudu diam dilakukan dengan mengalirkan udara kedalam rongga (lubang)
yang ada didalam sudu-sudu tersebut. Udara ini kemudian keluar dari permukaan sudu dan melapisi
permukaan sudu sehingga melindungi dari kontak langsung dengan gas panas. Selain digunakan sebagai
pendingin sebagian udara dari kompresor juga digunakan sebagai perapat pada bantalan (bearing seal
air). Fungsi udara perapat adalah mencegah bocornya minyak pelumas dari ujung bantalan (celah antara
rumah bantalan dan poros). Sebagaimana pada udara pendingin, udara perapat sebelum digunakan juga
didinginkan terlebih dahulu.

Lubang saluran pendingin pada sudu gerak dan sudu diam


Diagram sistem udara pendingin dan perapat

Sistem Udara Pengabut (Automizing)

Proses pembakaran akan berlangsung dengan sempurna apabila bahan bakar dapat bercampur dengan
oksigen (udara) yang cukup. Untuk mempermudah percampuran antara bahan bakar dan udara dalam
proses pembakaran, maka bahan bakar harus dipecah menjadi partikel yang sangat kecil. Proses
memecah bahan bakar menjadi partikel yang kecil ini disebut atomisasi (pengabutan). Atomisasi dapat
dilakukan secara mekanik (dengan tekanan tinggi) dengan media uap atau udara.

Bahan bakar minyak pada turbin gas umumnya diatomisasi dengan udara. Pada saat start, udara
pengabut biasanya diambil dari kompresor khusus, dan setelah operasi normal udara pengabut diambil
dari kompresor utama.
sistem udara pengabut

Sistem Pendingin

Sistem pendingin berfungsi untuk mendinginkan peralatan bantu dan sistem PLTG. Peralatan yang
mendapat pendinginan antara lain adalah minyak pelumas, udara pendingin, mesin diesel start up,
generator dan sebagian. Media pendingin mengunakan air denim yang diberi bahan kimia. Pemberian
bahan kimia bertujuan untuk mencegah korosi dan pergerakan. Jenis bahan kimia yang digunakan
adalah Magnesium chormat. Air persediaan ditampung dalam tangki yang akan menambahkan bila
jumlahnya berkurang.

Sirkulasi air pendingin merupakan siklus tertutup. Setelah mendinginkan peralatan, air pendingin ini
didinginkan dengan udara dari kipas (fin fan) didalam radiator.
sistem air pendingin

Sistem Bahan Bakar

Bahan bakar minyak

Bahan bakar minyak yang banyak digunakan di PLTG adalah HSD (High Speed Diesel), walaupun minyak
IDO (Industrial Diesel Oil) dan residu juga dapat digunakan apabila unit PLTG dilengkapi dengan sarana
pengolah bahan bakar, misalnya dengan memasang pemanas minyak dan centrifuge. Penerimaan bahan
bakar minyak dari pemasok dapat dilaksanakan melalui tongkang, mobil tangki maupun langsung
menggunakan pipa.

Di site PLTG, bahan bakar minyak tersebut ditampung didalam bunker atau tangki bulanan (monthly
tank). Untuk pemakaian seharihari, bahan bakar tersebut terlebih dahulu ditranfer kedalam tangki
harian (daily tank) lalu dipompakan ke unit yang memerlukannya. Untuk PLTG yang tidak
dilengkapi dengan tangki harian, pengambilan minyak langsung dari tangki bulanan.

Selanjutnya bahan bakar akan dihisap oleh Fuel Forwarding Pump atau booster pump (3) yang berfungsi
untuk menjamin agar sisi hisap Main Fuel Pump (5) tidak mendapat tekanan negatif. Tidak semua PLTG
memiliki fuel forwarding pump. Filter yang lebih halus (4) sekitar 200 mesh mencegah berfungsi agar
kotoran tidak terbawa masuk kedalam Main Fuel Pump (5).