Anda di halaman 1dari 20

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SEKARWANGI


BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
Jalan Raya Siliwangi Nomor. 49 Telepon 0266-531261 faksimil 0266-531646

E-mail : rsusekarwangi@gmail.com Website : www.rssekarwangi.go.id

CIBADAK-SUKABUMI 43351

PANDUAN PELAYANAN HEMODIALISIS

A. Pengertian
1. Hemodialisi sadalah salah satu terapi pengganti ginjal yang
menggunakan alat khusus dengantujuanuntukmengatasi gejala dan
tanda akibat laju filtrasiglomelurus yang rendah sehingga diharapkan
dapat memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas kehidupan
2. Unit hemodialisis adalahtempat pelayanan hemodialisis yang terdiri
dari minimal 4 mesin dialysis, didukung dengan unit pemurnian air
(water treatment) dan peralatan pendukung serta mempunyai tenaga
medis minimal terdiri dari 2 perawat mahir hemodialisis, 1 orang
dokter bersertifikat HD, yang diawasi oleh 1 orang dokter internis-
konsul tanginjalhipertensi (KGH)
3. UPHDIRS adalah upaya pelayanan hemodialisis di dalam institusi
rumah sakit yang berada dibawah instalasi penyakit dalam (SMF
penyakit dalam)

B. Tujuan
1. TujuanUmum
Meningkatkan kualitas pelayanan pasien gagal ginjal kronik melalui
pelayanan hemodialisis yang berorientasi pada keselamatan dan
keamanan pasien
2. TujuanKhusus
a. Menjadi panduan/acuan dalam regulasi dan manajemen
pelayanan hemodialisis

1
b. Memberi panduan tugas pokok dan fungsi serta kompetensi
masing-masing tenaga yang terlibat dalam pelayanan hemodialisis
c. Memberikan acuan sarana dan prasaranan yang dibutuhkan
dalam pelayanan hemodialisis

C. Ruang Lingkup
1. Instalasi Rawat jalan
2. Instalasi Rawat Inap
3. Instalasi Gawat darurat
4. Instalasi Intensif

D. Ketenagaan
Ketenagaan pelayanan hemodialisis terdiri dari
1. Tenaga medis yang terdiri dari dokter supervisor, dokter internis
yang bersertifikat HD sebanyak 1 orang, dokter umum yang
bersertifikat HD sebanyak 1 orang.
2. Perawat yang terdiri dari perawat mahir HD sebanyak 4 orang dan
perawat biasa sebanyak 4 orang
3. Teknisi 1orang
4. Tenaga administrasi 1 orang
5. Tenaga lain yang mendukung program

E. Alur pasien dalam pelayanan Hemodialisis


PASIEN LAMA HD PASIEN HD BARU

TDK GAWAT DARURAT GAWAT DARURAT GAWAT DARURAT TDK GAWAT DARURAT

RUJUKAN IGD INSTALSI RAWAT INSTALSI RAWAT


INAP JALAN

RUANG HEMODIALISIS RUMAH SAKIT


F. Persyaratan Minimal ObatdanAlatKesehatanHabisPakai
1. Daftarobat
No NamaObat Jumlah satuan
1 Adrenalin HCL 1 mg ampul
2 Dexamethason 10 mg flacon
3 Dopamin 50 mg dan 100 mg Ampul
4 KCL 1mEq/ml 25 ml flacon
5 Heparin 5000 IU 5000 unit/ml flacon
6 Protaminsulfat 50 mg/ml ampul
7 BicarbonatNatrikus 8,4% 25 ml dan 100 ml flacon
8 Anti histamine ampul
9 Clodinin 0,15 mg ampul
10 Dextrose 40% 25 ml flacon
11 Diazepam 10 mg ampul
12 Lidocain HCL 2% 20 mg/ml ampul
13 NaCL 0,9% 500 ml kolf
14 Dextrose 5% dan 10% 500 ml kolf
15 Nifedipin 5 mg tablet
16 Captopril 12,5 mg tablet
17 Isosorbiddinitrate 5 mg tablet
18 Parecetamol 500 mg tablet
19 H2O2 3% larutan
20 Iodine rovidone 10% larutan
21 Antiseptik (Savlon, hibiscrub, larutan
dll)
22 Alkohol 70% larutan
23 amiodaron ampul
24 Atropin sulfa ampul

3
Jika daftar obat diatas ada yang termasuk high alert medication
maka penyimpanan diatur sesuai dengan panduan high alert
medication

2. Daftar Alat Kesehatan HabisPakai


No Nama Alat Kesehatan
1 Hollow fiber/dializerberbagaiukuran
2 Blood line
3 AV Fistula
4 Bicarbonat pouder (Bibag)
5 Part A
6 Disposible syringe ukuran 20cc, 5cc, dan 1 cc
7 KassaSteril
8 Blood set/infus set
9 Masker Disposible
10 Sarungtangansteril
11 Plester/hipafik
12 OksigenTabung/ central
13 Havox/sunclin (untukdesifektanmesinsesuaipetunjukpabrik)
14 Citric acid (untuk desinfektan mesin)
15 CampuranPerasetic Acid & HO (untukdialiser proses ulang)

G. Sarana dan Prasarana


1. Prasarana Ruangan
a. RuangTindakan Hemodialisis
b. Ruang pemeriksaan dokter/konsultasi
c. Ruang dokter
d. Ruang perawat/nurse station
e. Ruang pengolahan air (water treatmen)

4
f. Tempat penyimpanan obat termasuk tempat khusus obathigh alert
medication
g. Tempat adminitrasi
h. Ruang pendaftaran/penerimaan pasien dan rekam medic
i. Tempat penunjang non medic seperti gudang peralatan, tempat
suci dan pantry
j. RuangTunggu keluarga
k. Toilet yang masing-masing untuk petugas dan pasien/keluarga
l. Tempat spoelhok
m. Tempat reuse
2. Ruangan memenuhi persyaratan kebersihan, ventilasi, penerangan
dan keselamatan kerja dan kebakaran (APAR)
3. Mesin hemodialisis dilakukan kaliberasi secara berkala sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
4. Memiliki fasilitas listrik dan penyedian air bersih (water treatment)
sesuai persyaratan
5. Mempunyai sarana pengolahan limbah dan pembuangan sampah
sesuai dengan panduan pencegahan resiko infeksi (limbah infeksi
uske dalam kantong plastic kuning dsb)
6. Memiliki fasilitas internet untuk mengirimkan laporanberkalake
supervisor dan PERNEFRI Pusat (registrasi PERNEFRI)

H. Peralatan di Ruang Hemodialisis


1. Mempunyai 11 mesin hemodialisis
2. Terdiri atas 11 tempat tidur pasien yang menjalan ihemodialisis
3. Peralatan medic standar seperti stetoskop, tensimeter, timbangan
badan elektrik dan sebagain sesuai kebutuhan
4. Peralatan resusitasi kardiopulmonar
5. Troli emergency
6. Troli kerja
7. Set perawatan luka
5
8. Set pemasangan catheter double lumen
9. Timbangan berat badan elektrik dan pengukur tinggi badan
Peralatan pengolahan air sehingga air untuk dialysis memenuhi
standar AAMI (Association for the Advancement of Medical
Instrumentation)
10. Peralatan sterilisasi kering alat medis
11. Mesin reuse untuk dializer pakai ulang
12. Peralatan pemadam kebakaran (APAR)
13. Peralatan telekomunikasi
14. Peralatan kegiatan perkantoran
15. Perlengkapan alat tenun sesuai kebutuhan dan peralatan lain
sesuai ke butuhan.
I. Pelayanan Hemodialisis
1. Konsep pelayanan hemodialisis
a. Dilakukan secara komperhensif
b. Pelayanan diberikan sesuai standar
c. Peralatan yang tersedia harus memenuhi ketentuan
d. Semua tindakan harus terdokumentasi dengan baik
e. Harus ada sistem monitor dan evaluasi
2. Prosedur pelayanan hemodialisis
a. Tindakan inisiasi hemodialisis (HD pertama) dilakukan setelah
melalui pemeriksaan/konsultasi dengan konsultan atau dokter
spesialis penyakit dalam yang telah bersertifikat HD
b. Setiap tindakan hemodialisis terdiri dari :
1) Persiapan pelaksanaan hemodialisis : 30 menit
2) Pelaksanaan hemodialisis selama4,5 jam
3) Evaluasi pasca hemodialisis : 30 menit

Sehingga untuk setiap pelaksanaan hemodialisis memerlukan


waktu mulai dari persiapan sampai dengan waktu pasca
hemodialisis minimal 5,5 jam

6
c. Harus memberikan pelayanan sesuai standar profesi dan
memperhatikan hak pasien termasuk membuat informed consent
3. Tatalaksana hemodialisis (SPO)
a. Lakukan tindakan aseptik dan antiseptik dengan
membersihkan tempat yang akan dilakukan penusukan
dengan betadin 10% kemudian dengan alkohol 70%.
b. Depper dan kasa yang telah dipakai untuk desinfektan dibuang
pada tempat sampah medis yang telah disediakan
c. Cari tempat yang lebih mudah dilakukan penusukan
d. Jarak penusukan inlet dan outlet diusahakan lebih dari 7 cm
e. Lakukan penusukan pertama kali pada daerah vena (out let)
disertai pemberian loading heparin 1000 U, atau sesuai dosis
kemudian dilakukan penusukan pada daerah arteri (inlet)
f. Dengan ABL (arteri blood line) dan dijalankan blood pump
dengan kecepatan mulai dari 100 ml/menit sampai seluruh
blood line terisi penuh, baru disambungkan dengan bagian
jarum fistula outlet.
g. Kemudian set mesin hemodialisis sesuai program HD
h. Bila kecepatan aliran darah kurang dari 100 ml/menit karena
ada penyulit, pertimbangkan untuk dilakukan penusukan pada
akses yang lain.
i. Untuk proses selama hemodialisis lakukan monitoring
terhadap mesin dan pasien setiap satu jam atau sesuai
keadaan.
j. Untuk mengakhiri hemodialisis pastikan bahwa waktu HD
sudah cukup
k. Darah pasien dimasukkan didorong dengan cairan Nacl 0,9% .
l. Periksa keadaan umum pasien dan vital sign

7
m. Bilakondisi pasienbaik,cabut jarum fistula dan tekanbekas
penusukan sampai tidak ada lagi perdarahan dari tempat
tusukan
n. Bekas tempat tusukan ditutup dengan tensoplast atau dibalut
bila di perlukan.
o. Alat-alat dibereskan
p. Timbang berat badan pasien.
q. Lengkapi status pasien.
r. Mendesinfektan mesin hemodialisis dan membersihkan badan
mesin
s. Mematikan mesin HD(bila tidak dipakai lagi)
J. Sistem pembiayaan
1. Sumber pembiayaan pasien berdasarkan
a. Biaya sendiri
b. Asurasi kesehatan(asuransi kesehatan masyarakat miskin (JKBM
plus/Jamkesmas))
2. Polatarif
a. Konsul dokter
b. Tindakan yang terdiri atas jasa medic, jasa rumah sakit
sertabahan dan alat

K. Pengendalian Limbah
Pengendalian limbah untuk ruang hemodialisis mengikuti pengendalian
limbah di rumah sakit serta aturan yang telah ditetapkan oleh dinas
kesehatan

L. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3RS)


1. Kewaspadaan universal yang ketat (pasien , staf, penggunaan alat
medic dan non medik)
2. Mengacu pada pedoman keselamatan (patient safety)

8
3. Belum mampu melayani HD pada pengidap penyakit hepatitis B
(VHB) ,pengidap penyakit hepatitis C (VHC) dan HIV oleh karena
tidak tersedianya mesin isolasi.
4. Pemakaian dialiser ulang untuk pasien yang tidak mengidap penyakit
hepatitis B (VHB) ,pengidap penyakit hepatitis C (VHC) dan HIV
M. Pencatatan dan Pelaporan
1. Dalam rekam medic dicatat diagnosis medic berdasarkan ICD X dan
dilaporkan ke dinas kesehatan dan departemen kesehatan
2. Mengirin Pelaporan kepusat PERNEFRI secara berkalatiap bulan

N. Evaluasi dan Pengendalian Mutu


1. Evaluasi internal yaitu dinilai dari SDM, sarana dan prasarana
Hemodialisis
2. Evaluasi eksternal yaitu dinilai dari kegiatan hemodialisis (jumlah
pasien, adekuasi hemodialisis, morbiditas dan mortalitas, tarif
hemodialisis)
3. Evaluasi terhadap buku pedoman pelayanan hemodialisis setiap 5
tahun sekali oleh PERNEFRI & Depkes serta panduan dirumah sakit
disesuaikan atas pedoman yang berlaku/dikeluarkan PERNEFRI
&Depkes.

9
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT SEKARWANGI
KABUPATEN SUKABUMI

NOMOR TAHUN 2014

TENTANG

PENUNJUKAN KEPALA UNIT PELAYANAN HEMODIALISIS


PADA SMF PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN BADUNG

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPETEN BADUNG

Menimbang : a. bahwa dalam upaya optimalisasi fungsi pelayanan di


Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung maka
dipandang perlu adanya penambahan jenis pelayanan yang
dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

b. bahwa perkembangan pelayanan dan perawatan pada


penyakit Ginjal pada umumnya dan penyakit Ginjal kronik
khususunya memerlukan upaya tindakan medik berupa
tindakan hemodialisis.

c. bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik


Indonesia Nomor 812/ MENKES/ PER/ VII/ 2010 pasal
bagian kedua tentang persyaratan penyelenggaraan
pelayanan hemodialisis. Unit pelayanan hemodialisis di
rumah sakit disebut dengan unit dialisis. Unit dialisis
dipimpin oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam yang terlatih.

d. bahwa pegawai yang tercantum pada lampiran surat


keputusan ini dipandang cakap dan terampil untuk

10
mengkoordinir pelayanan pada unit hemodialisis Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung Kabupaten Badung.

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud


dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Badung tentang Penunjukan Kepala Unit Pelayanan
Hemodialisis pada SMF Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Badung.

Mengingat : 1 Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan


Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah
Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor
122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
1655);

2 Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tamabahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
3 Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 144).

4 Kep.MenKes No: 983/SK/ XI/ 1992: Tentang Pedoman


Organisasi
Rumah Sakit

5 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 159 /b/Menkes/1988


tentang Rumah Sakit

6 Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 436 Tahun 1993


tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit Dan Standar
Pelayanan Medis

11
7 Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 3 Tahun 2002
Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung;

8 Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 7 Tahun 2008


tentang Pembentukan Organisasi dan Tata laksana Kerja
Perangkat Daerah Kabupaten Badung
9 Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 62 Tahun 2010
tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Badung sebagai Badan Layanan Umum (Lembaran Daerah
Kabupaten Badung Tahun 2010 Nomor 42);

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

KESATU : Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten


Badung tentang Kepala unit pelayanan Hemodialisis pada
SMF Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Badung;

KEDUA : Mengangkat pegawai yang namanya tersebut pada lampiran


surat keputusan ini sebagaikepala unit pelayanan
Hemodialisis pada SMF Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Badung

: Kepala unit pelayanan mempunyai tugas untuk:


1. Melakukan persiapan pembentukan, pengembangan
jenis pelayanan Hemodialisis pada SMF Penyakit Dalam
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung.
2. Berkoordinasi dan bekerjasama dengan Bidang
Pelayanan membuat rancangan regulasi tentang jenis
pelayanan Hemodialisis pada SMF Penyakit Dalam
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung, yang
direkomendasikan ke Direktur untuk dapat ditetapkan
sehingga dapat diberlakukan pada Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Badung.
3. Melakukan evaluasi dan menyampaikan rekomendasi
hasil evaluasi terhadap perkembangan jenis pelayanan
Hemodialisis pada SMF Penyakit Dalam Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Badung kepada Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung melalui
bidang terkait.

12
KETIGA :Biaya yang dipergunakan untuk kelancaran tugas pengelola
jenis pelayanan Hemodialisis pada SMF Penyakit Dalam
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung
dibebankan pada anggaran Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Badung.

KEEMPAT : Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 2 April


2012 dan akan diadakan perbaikan apabila dikemudian
hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini.

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

NOMOR : TAHUN 2012

TENTANG : KOORDINATOR UNIT PELAYANAN HEMODIALISA PADA SMF


PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN
BADUNG

Daftar Nama Koordinator Unit Pelayanan Hemodialisa pada SMF Penyakit


Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung

No Unit Pelayanan Koordinator Keteranga


n

2 Hemodialisa Nama : dr I B
Mahendra,SpPD

Nip :

Pangkat/Gol:

13
Ditetapkan di : Mangupura
Pada tanggal : Maret 2012
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Badung

dr.Agus Bintang Suryadhi, M.Kes


Pembina
NIP: 1963061599503 1 004

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN BADUNG

NOMOR 90 TAHUN 2012

TENTANG

PEMBENTUKAN UNIT PELAYANAN HEMODIALISIS


PADA SMF PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN BADUNG

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPETEN BADUNG

Menimbang : a. bahwa dalam upaya optimalisasi fungsi pelayanan di


Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung maka
dipandang perlu adanya penambahan jenis pelayanan yang
dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

14
b. bahwa perkembangan pelayanan dan perawatan pada
penyakit Ginjal pada umumnya dan penyakit Ginjal kronik
khususunya memerlukan upaya tindakan medik berupa
tindakan hemodialisis.

c. bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik


Indonesia Nomor 812/ MENKES/ PER/ VII/ 2010 pasal
bagian kedua tentang persyaratan penyelenggaraan
pelayanan hemodialisis bahwa pelayanan hemodialisis di
rumah sakit disebut dengan unit hemodialisis.

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud


dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Badung tentang pembentukan Unit Pelayanan Hemodialisis
pada SMF Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Badung.

Mengingat : 1 Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan


Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah
Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor
122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
1655 );

2 Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tamabahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

3 Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 144).

15
4 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 159
/b/Menkes/1988 tentang Rumah Sakit

5 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 812/


Menkes/Per/VII/2010 tentang Penyelenggaraan Pelayanan
Dialisis pada fasilitas pelayanan kesehatan.

6 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 983/SK/ XI/ 1992


tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit

7 Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 436 Tahun 1993


tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit Dan Standar
Pelayanan Medis

8 Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 3 Tahun 2002


Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung;

9 Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 7 Tahun 2008


tentang Pembentukan Organisasi dan Tata laksana Kerja
Perangkat Daerah Kabupaten Badung;

8. Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 62 Tahun 2010


tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Badung sebagai Badan Layanan Umum (Lembaran Daerah
Kabupaten Badung Tahun 2010 Nomor 42);

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

KESATU : Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten


Badung tentang Pembentukan Unit Pelayanan Hemodialisis
pada SMF Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Badung

KEDUA : Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung membuka


layanan Unit Pelayanan Hemodialisis pada SMF Penyakit
Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung,

16
dengan struktur organisasi sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Keputusan ini.

KETIGA : Unit Pelayanan Hemodialisis mempunyai tugas dan fungsi


untuk menyelenggarakan pelayanan Hemodialisis yaitu
melakukan terapi ginjal yang menggunakan alat khusus
dengan tujuan mengeluarkan toksin uremik dan mengatur
cairan, elektorlit tubuh.

KEEMPAT : Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat ditetapkannya


Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Badung.

KELIMA : Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan


dan akan diadakan perbaikan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapan keputusan ini.

Ditetapkan di : Mangupura
Pada tanggal : 20 Maret 2012

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN BADUNG

DR. AGUS BINTANG SURYADHI, M.KES


PEMBINA
NIP: 1963061599503 1 004

LAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

KABUPATEN BADUNG

NOMOR : 90 TAHUN 2012

TANGGAL : 20 MARET 2012


TENTANG : PEMBENTUKAN UNIT PELAYANAN HEMODIALISIS
PADA SMF PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KABUPATEN BADUNG

17
Susunan Orgnasisi Unit Pelayanan Hemodialisis

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung

DIREKTUR

BIDANG PELAYANAN

KA.SMF PENYAKIT
DALAM

PENANGGUNG
JAWAB

PELAKSANA HARIAN

PERAWAT ADMINISTRASI LABORATORIUM TEHNISI GIZI

Uraian Tugas

1 Direktur Bertanggung jawab terhadap seluruh operasional


pelayanan pada unit hemodialisis

2 Bidang 1. Merencanakan, mempersiapkan, memfasilitasi


Pelayanan pembentukan unit pelayanan hemodialisis

18
2. Membangun, mengembangkan kerjasama
dengan pihak lain yang mempunyai
kemampuan atau keterkaitan pada pelayanan
hemoodialisis

3. Melakukan pembinaan terhadap operasional


unit pelayanan hemodialisis

4. Melakukan evaluasi terhadap perkembangan


unit pelayanan hemodialisis dapat melalui
laporan harian/ bulanan

3 Kepala SMF
Penyakit Dalam

4 Penanggung
Jawab/
Supervisor

5 Pelaksana 1. Melakukan assesment terhadap pasien yang


Harian menjalani hemodialisis, melakukan konsultasi
kepada supervisor untuk menentukan tindakan
definitife, bekerjasama dengan perawat
melakukan informed concern.

2. Bekerjasama dengan perawat melakukan


hemodialisis kepada pasien

3. Mengkorrdinir staf lainnya dalam upaya


kelancaran tugas pada hemodialisisi

7 Perawat 1. Memberikan asuhan keperawatan pasien yang


menjalani Hemodialisis

2. Membantu dokter Penanggung


jawab/supervisor, dokter pelaksana
memberikan pelayanan kepada pasien,
memberikan KIE.

19
8 Administrasi

9 Tehnisi 1. Menyiapkan mesin dan perlengkapannya

2. Menjalankan dan merawat mesin dialisis dan


pengolah air, bekerjasama dengan tehnisi pabrik
pembuatnya (agen)

10 Laboratorium

11 Gizi

20