Anda di halaman 1dari 10

Pemetaan Dasar Laut

Pemetaan dasar laut dimaksudkan untuk menggambarkan topografi dasar laut,


sehingga elevasi seabed terhadap Mean Sea Level (MSL) dapat diketahui guna
perhitungan panjang tiang pancang yang tertanam dalam seabed. Dalam kegiatan
pemetaan dasar laut ada 2 kegiatan pengukuran yang dilakukan, yaitu :

Pengukuran titik-titik fix di atas permukaan air laut saat sounding dengan
metoda pengikatan ke muka menggunakan dua
pesawat theodolit atau total station posisi di darat.

Pengukuran kedalaman (sounding) dengan menggunakan peralatan


echosounder

Dimana kedua pengukuran tersebut diatas dilakukan secara bersamaan, pada saat
titik fix ditentukan saat itu juga sounding dilakukan.
Pengetian Batimetri

Bathy- yang berarti kedalaman dan -metry yang berarti ilmu ukur, sehingga
batimetri didefinisikan sebagai pengukuran dan pemetaan dari topografi dasar
laut.

Teknik Batimetri

Prinsip: Receiver merekam waktu bolak balik yang ditempuh oleh pulsa suara dari
permukaan hingga dasar perairan. Dengan mengetahui cepat rambat gelombang
bunyi di dalam air (v) dan waktu tempuh untuk menangkap kembali gelombang
bunyi yang dilepaskan (t), maka diperoleh kedalaman perairan (h).

Peubahan teknologi yang semakin canggih:

Pemanfaatan peta batimetri dalam bidang kelautan misalnya dalam penentuan alur
pelayaran, perencanaan bangunan pantai, pembangunan jaringan pipa bawah laut

Implementasi pemanfaatan peta batimetri:

a. penentuan jalur pelayaran yang aman,

b. perencanaan bangunan pinggir pantai dan lepas pantai,


c. pendeteksian adanya potensi bencana tsunami di suatu wilayah,

d. pertambangan minyak lepas pantai.

e. mengetahui kondisi morfologi suatu daerah perairan.

Side-scan sonar

Side-scan sonar menggunakan "ikan" yang ditarik di belakang kapal untuk


memberi gambaran lebih rinci tentang dasar laut.

Pemetaan Dasar Laut Dari Ruang Angkasa


Menggunakan pengukuran satelit
Mengukur fitur dasar laut berdasarkan tonjolan gravitasi di permukaan laut
Secara tidak langsung mengungkapkan batimetri
Satelit mengukur ketinggian permukaan laut, yang meniru dasar batimetri
laut.

STUDI KASUS BATHYMETRI


Metode & Teknologi Pengukuran Kedalaman (Tinggi dasar permukaan/Z)
Metode & Teknologi Pengukuran Posisi Horisontal (X,Y) nilai
Kedalaman/Z
Sinkronisasi Data (X,Y) dan (Z)
Koreksi dan Reduksi Data (Z)
SOP dan Spesifikasi Teknik
Cara Lain Untuk Melakukan Pemetaan Dasar Laut

Menurut David Sandwell dari Scripps Institution of Oceanography, California,


salah satu cara cepat dan komprehensif untuk memetakan bawah laut justru dari
luar angkasa. Penggunaan satelit luar angkasa telah berhasil memetakan teluk
Meksiko, Laut Tiongkok Selatan, dan Atlantik Selatan.

Sejauh ini pemetaan daerah perairan menggunakan dua pesawat luar angkasa,
milik European Space Agency dengan CryoSat-2 dan Jason-1 milik NASA.
Keduanya dirancang untuk melacak perubahan permukaan laut.

Untuk memetakan relief dasar laut, kedua satelit mendeteksi celah, lembah serta
punggung laut. Bahkan, gunung bawah laut. Satelit memprediksi pergerakan pada
dasar laut berdampak pada kedalaman laut semakin dalam.
Hidroakustik

Hidroakustik adalah teori tentang gelombang suara dan perambatannya di suatu


medium (dalam hal ini mediumnya adalah air laut), sehingga proses pembentukan
dan sifat perambatannya dibatasi oleh air laut

Untuk memperoleh informasi tentang objek di dalam air laut digunakan sistem
akustik sonar yang terdiri dari echosounder (sistem pancar vertikal) dan sonar
(sistem pancar horizontal)

Metode hydro-acoustic merupakan suatu usaha untuk memperoleh informasi


tentang obyek di bawah air dengan cara pemancaran gelombang suara dan
mempelajari echo yang dipantulkan

Konsep Dasar Hidroakustik

Prinsip: suara dalam berbentuk pulsa suara dipancarkan (biasanya dengan satuan
ping) ke dalam laut sehingga suara yang dipancarkan tersebut akan mengenai
obyek (target), kemudian suara itu akan dipantulkan kembali oleh obyek (dalam
bentuk echo) dan diterima kembali oleh alat transducer. Echo tersebut diubah
kembali menjadi energy listrik; lalu diteruskan ke receiver

PERANGKAT AKUSTIK (ACOUSTIC INSTRUMENT)

1. Echosounder
Memiliki beberapa pertimbangan sistem, diantaranya Side-Scan Sonar,
Sub-Bottom Profling, Single-Beam Echosounder, dan Multi-Beam
Echosunder.
Sistem Side-Scan Sonar dapat mengukur kedalaman dasar laut
(bathymetry), pemetaan dasar laut (Sea Bed Mapping) dan
pengidentifikasian jenis-jenis lapisan sedimen dibawah dasar laut
(subbottom profilers)
Sub-Bottom Profling adalah suatu sistem untuk mengidentifikasi dan
mengukur variasi dari lapisan-lapisan sedimen yang ada di bawah
permukaan air

Single-Beam Echosunder merupakan alat ukur kedalaman air yang


menggunakan pancaran tunggal sebagai pengirim dan penerima sinyal
gelombang suara

Multi-Beam Echosunder merupakan alat untuk menentukan kedalaman


air dengan cakupan area dasar laut yang luas. Prinsip operasi alat ini
secara umum adalah berdasar pada pancaran pulsa yang dipancarkan
secara langsung ke arah dasar laut
2. Fish Finder
Fish Finder bekerja berdasarkan pemantulan gelombang suara yang
dipancarkan dari permukaan perairan sampai dasar lautan.
Ketika bunyi yang dipancarkan kedasar lautan tersebut membentur
suatu benda dan kembali ke penerima sonar, maka jaraknya yang
ditempuh oleh bunyi tersebut dapat diukur, maka dapat diketahui
letak benda tersebut dibawah permukaan laut.

3. Sonar (Sound Navigation and Ranging)


Suatu peralatan atau piranti yang digunakan dalam komunikasi di
bawah laut, sonar sendiri bekerja untuk mencari atau mendeteksi suatu
benda yang ada di bawah laut dengan cara mengirim gelombang suara
yang nantinya gelombang suara tersebut dipantulkan kembali oleh
benda yang akan dideteksi.
Sonar biasa dimanfaatkan:
1. mengukur kedalaman laut (Bathymetry),
2. pengidentifikasian jenis-jenis lapisan sedimen dasar laut (Subbottom
Profilers),
3. pemetaan dasar laut (Sea Bed Mapping),
4. mendeteksi kapal selam dan ranjau,
5. analisa dampak lingkungan didasar laut,
6. menangkap ikan
7. berbagai kegiatan komunikasi di bawah laut

PENERAPAN TEKNOLOGI AKUSTIK BAWAH AIR


1. Pengukuran kedalaman laut (Bathymetry)
Dimana kedalaman dasar laut dapat dihitung dari perbedaan waktu
antara pengiriman dan penerimaan pulsa suara.

2. Pengidentifikasian Jenis-jenis Lapisan Sedimen Dasar Laut (Subbottom


Profilers)
Frekuensi yang lebih rendah dan sinyal impulsif yang bertenaga
tinggi yang digunakan untuk penetrasi kedalam lapisan-lapisan sedimen
dibawah dasar laut

3. Pemetaan Bawah Laut (Sea bed Mapping)


Peta dasar laut yang lengkap dan rinci ini dapat digunakan untuk
menunjang penginterpretasian struktur geologi bawah dasar laut dan
kemudian dapat digunakan untuk mencari mineral bawah dasar laut

4. Pencarian kapal-kapal karam didasar laut


Pencarian kapal-kapal karam dapat ditunjang dengan teknologi
side-scan sonar baik untuk untuk kapal yang sebagian terbenam di dasar
laut ataupun untuk kapal yang keseluruhannya terbenam dibawah dasar
laut

5. Penentuan jalur pipa dan kabel dibawah dasar laut


Peta dasar laut secara tiga dimensi dan ditunjang dengan data
subbottom profiler, jalur pipa dan kabel sebagai sarana utama atau
penunjang dapat ditentrukan dengan optimal dengan mengacu kepada peta
geologi dasar laut. Jalur pipa dan kabel tersebut harus melalui jalur yang
secara geologi stabil, karena sarana-sarana tersebut sebagai penunjang
dalam eksplorasi dan eksploitasi di Laut.
6. Analisa Dampak Lingkungan di Dasar Laut
Side-Scan Sonar dapat digunakan untuk memonitor perubahan-
perubahan yang terjadi disekitar daerah eksplorasi