Anda di halaman 1dari 14

CARA MENCEGAH GIGI BERLUBANG

Sasaran : Pengunjung poli gigi dan mulut Rumah Sakit DR.Sukanto


Tujuan : Pengunjung dapat mengetahui Cara menjaga kesehatan gigi
dan mulut
Sasaran Pendidikan : Pasien poli gigi dan mulut RS. Polri
Pokok Bahasan :
a. Definisi Karies
b. Anatomi Gigi dan definisinya
c. Faktor-faktor yang menyebabkan gigi berlubang
d. Cara mencegah gigi berlubang
Metode :
a. Presentasi menggunakan proyektor
b. Tanya jawab interaktif
c. Kesimpulan
Alat Bantu Peraga : Bentuk Power Point
Waktu : 30 menit
Tujuan Akhir, agar sasaran mampu:
Mengetahui cara mencegah gigi berlubang
Memahami cara mencegah gigi berlubang
Daftar Pustaka

1. Definisi Karies
Karies berasal dari bahasa Latin yaitu caries yang artinya kebusukan. Karies
gigi adalah suatu proses kronis regresif yang dimulai dengan larutnya mineral
email sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya
yang disebabkan oleh pembentukan asam microbial dari substrat sehingga timbul
destruksi komponen-komponen organik yang akhirnya terjadi kavitas. Dengan

1
perkataan lain, dimana prosesnya terjadi terus berjalan ke bagian yang lebih dalam
dari gigi sehingga membentuk lubang yang tidak dapat diperbaiki kembali oleh
tubuh melalui proses penyembuhan, pada proses ini terjadi demineralisasi yang
disebabkan oleh adanya interaksi kuman, karbohidrat yang sesuai pada permukaan
gigi dan waktu.
Masalah gigi berlubang atau karies dialami oleh sekitar 85% anak usia di
bawah 5 tahun di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya
pengetahuan orang tua mengenai kebiasaan minum susu botol pada usia akhir
balita. Organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2003 menyatakan angka kejadian
karies pada anak 60-90%.
Studi epidemiologi menunjukkan bahwa kejadian karies sangat berbeda antara
kelompok-kelompok penduduk; tetapi diet dipertimbangkan sebagai perbedaan
utama antara kelompok-kelompok bangsa meskipun ada juga faktor genetik. Telah
dibukti kan dari berbagai penelitian bahwa gula dalam diet merupakan penyebab
utama karies. Suku bangsa yang mengkonsumsi gula lebih tinggi, kariesnya lebih
tinggi dibandingkan dengan penduduk asli Aborigin, Maori, dan Eskimo yang
sebelum mengenal diet modern keadaan kariesnya sangat rendah; tetapi setelah
diperkenalkan dengan kebudayaan Eropa & Amerika, karies meningkat.

2. Anatomi Gigi

2
Anatomi Gigi terdiri atas 2 bagian yaitu:

1. Mahkota
2. Akar

Mahkota terdiri dari :

1 Email adalah lapisan terluar gigi, yang menutupi seluruh mahkota gigi dan
merupakan bagian tubuh yang paling keras dan dibentuk oleh sel-sel yang
disebut ameloblast. Meskipun sangat keras, email rentan terhadap serangan
asam, baik langsung dari makanan atau dari hasil metabolisme bakteri yang
memfermentasi karbohidrat yang kita makan dan menghasilkan asam.Gigi
bisa hancur menjadi abu dalam suhu 649C
2 Dentin merupakan struktur penyusun gigi yang terbesar. Jaringan ini jauh
lebih lunak dibandingkan email karena komposisi material organiknya lebih
banyak dibandingkan email yaitu mencapai 20 %, di mana 85 % dari material
organik tersebut adalah kolagen. Sisanya adalah air sebanyak 10 % dan
material anorganik 70 %.
Akar gigi
1. Pulpa (pulp) adalah jaringan ikat yang berisi pembuluh darah dan
jaringan saraf yang menempati bagian dalam gigi.

3
2. Sementum adalah suatu lapisan jaringan kalsifikasi yang tipis dan
menutupi langsung permukaan akar gigi.
3. Ligamen periodontal (periodontal ligament) adalah jaringan yang
melekatkan gigi ke tulang alveolar. Jaringan ini bisa hancur oleh
penyakit periodontal lanjut yang menciptakan peningkatan mobilitas
gigi (kegoyangan pada gigi).
4. Tulang alveolar adalah bagian jaringan keras dari tulang maksila dan
mandibula yang membentuk dan mendukung soket gigi (tempat
tertanamnya gigi).
5. Syaraf pembuluh darah berfungsi untuk mensuplai nutrisi masuk
melewati pembuluh darah.1

Gingiva
1. Sulkus gingiva merupakan celah dangkal disekeliling gigi terletak
pada sisi sebelah dalam di dindingi oleh permukaan gigi, pada sisi
sebelah luar di dindingi oleh epitel sebelah dalam dari gingiva bebas.
2. Gingiva bebas (unattached gingiva) merupakan bagian gingiva paling
koronal dan tidak melekat ke permukaan gigi dan lebar gingiva sekitar
1,0 mm. gingiva berbatasan dengan gingiva cekat oleh alur gusi bebas.
3. Attached Gingiva merupakan bagian yang melekat erat ke periosteum
tulang alveolar yang berada dibawahnya.
4. Gingiva Interdental adalah bagian gingiva yang mengisi embrasur
gingiva (gingival embrassure), yaitu ruang interproksimal di bawah
area kontak gigi.2

3. Faktor Yang Menyebabkan Karies

a. Host (gigi dan saliva)

Komposisi gigi sulung terdiri dari email di luar dan dentin di dalam.
Permukaan email terluar lebih tahan karies dibanding lapisan di
bawahnya, karena lebih keras dan lebih padat. Struktur email sangat

4
menentukan dalam proses terjadinya karies.
Variasi morfologi gigi juga mempengaruhi resistensi gigi terhadap
karies. Di ketahui adanya pit dan fisur pada gigi yang merupakan daerah
gigi yang sangat rentan terhadap karies oleh karena sisa-sisa makanan
maupun bakteri akan mudah tertumpuk disini.
Saliva merupakan sistem pertahanan utama terhadap karies. Saliva
disekresi oleh tiga kelenjar utama saliva yaitu glandula parotida, glandula
submandibularis, dan glandula sublingualis, serta beberapa kelenjar saliva
kecil. Sekresi saliva akan membasahi gigi dan mukosa mulut sehingga gigi
dan mukosa tidak menjadi kering. Saliva membersihkan rongga mulut dari
debris-debris makanan sehingga bakteri tidak dapat turnbuh dan
berkembang biak.
Mineral-mineral di dalam saliva membantu proses remineralisasi email
gigi. Enzim-enzim mucine, zidine, dan lysozyme yang terdapat dalam
saliva mempunyai sifat bakteriostatis yang dapat membuat bakteri mulut
menjadi tidak berbahaya. Selain itu, saliva mempunyai efek bufer yaitu
saliva cenderung mengurangi keasaman plak yang disebabkan oleh gula
dan dapat mempertahankan pH supaya tetap konstan yaitu pH 6-7. Aliran
saliva yang baik akan cenderung membersihkan mulut termasuk
melarutkan gula serta mengurangi potensi kelengketan makanan. Dengan
kata lain, sebagai pelarut dan pelumas.

b. Substrat atau diet

Substrat atau diet dapat mempengaruhi pembentukan plak karena


membantu perkembangbiakan dan kolonisasi mikroorganisme yang ada
pada permukaan email. Selain itu, dapat mempengaruhi metabolisme
bakteri dalam plak dengan menyediakan bahan-bahan yang diperlukan
untuk memproduksi asam serta bahan yang aktif yang menyebabkan

5
timbulnya karies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang banyak
mengkonsumsi karbohidrat terutama sukrosa cenderung mengalami
kerusakan pada gigi, sebaliknya pada orang dengan diet yang banyak
mengandung lemak dan protein hanya sedikit atau sama sekali tidak
mempunyai karies gigi. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa
karbohidrat memegang peranan penting dalam terjadinya karies.

c. Mikroorganisme

Plak gigi memegang peranan penting dalam menyebabkan terjadinya


karies. Plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan
mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang
terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan.
Komposisi mikroorganisme dalam plak berbeda-beda. Pada awal
pembentukan plak, bakteri yang paling banyak dijumpai adalah
Streptokokus mutans, Streptokokus sanguis, Streptokokus mitis dan
Stretokokus salivarius serta beberapa strain lainnya. Selain itu, dijumpai
juga Lactobacillus dan beberapa spesies Actinomyces. Mikroorganisme
menempel di gigi bersama plak sehingga plak terdiri dari mikroorganisme
(70 %) dan bahan antar sel (30 %). Plak akan terbentuk apabila adanya
karbohidrat, sedangkan karies akan terbentuk apabila terdapat plak dan
karbohidrat.

d. Waktu

Waktu adalah kecepatan terbentuknya karies serta lama dan frekuensi


substrat menempel di permukaan gigi. Secara umum, lamanya waktu yang
dibutuhkan karies untuk berkembang menjadi suatu kavitas cukup
bervariasi, diperkirakan 6-48 bulan.3

6
Proses terjadinya karies :

Lapisan pellicle (acquired pellicle) Bakteri + sisa lapisan Plak


makanan
asam laktat

Penurunan PH (asam) Demineralisasi email


karies gigi

Penjalaran karies Dari lubang kecil sampai lama-kelamaan lubang menjadi


besar:
a. Karies inspiens, yaitu karies yang terjadi pada permukaan email
gigi (lapisan terluar dan terkeras dari gigi), dan belum terasa sakit
hanya ada perwarnaan hitam atau coklat pada email.
b. Karies superfisialis, yaitu karies yang sudah mencapai bagian
dalam dari email, kadang-kadang terasa sakit.
c. Karies media, yaitu karies yang sudah mencapai bagian dentin
(tulang gigi) atau bagian pertengahan antara permukaan gigi dan
kamar pulpa, gigi biasanya terasa sakit bila terkena rangsangan
dingin, makanan asam dan manis.
d. Karies profunda yaitu karies yang telah mendekati atau bahkan
telah mencapai pulpa sehingga terjadi peradangan pada pulpa.
Biasanya terasa sakit waktu makan dan bahkan sakit sakit secara
tiba-tiba tanpa rangsangan apapaun (spontan).
Pada karies profunda, apabila tidak segera dirawat dan ditambal,
maka gigi akan mati.

4. Cara Pencegahan Gigi Berlubang

Untuk mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang optimal, maka


diperlukan perawatan yang optimal secara berkala yaitu dengan cara:

a. Menyikat Gigi

7
Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih
sikat gigi yang tepat yaitu pilih bulu sikat yang halus dan lembut, kepala
sikat gigi yang berukuran kecil dan ramping, model sikat gigi yang pas
dengan mulut, serta terasa nyaman saat digunakan dan gagang sikat gigi
yang tidak licin agar sikat gigi tetap dapat digunakan dengan baik
walaupun dalam keadaan basah.4,5

Setelah selesai digunakan sebaiknya sikat gigi dikeringkan terlebih


dahulu dan simpan sikat gigi dalam posisi berdisri ditempatnya.Sebaiknya
sikat gigi diganti setelah 3 bulan pemakaian. Tetapi jika dalam waktu
kurang dari 3 bulan sikat terlihat tidak layak pakai berarti terdapat
kesalahan cara kita saat menyikat gigi. Satu hal yang harus diperhatikan
adalah sikat gigi harus milik pribadi, tidak boleh digunakan bersama
dengan orang lain. 4

Sikat gigi yang paling baik dilakukan 2 kali sehari pada pagi hari
sesudah sarapan dan malam hari sebelum tidur, penyikatan dilakukan
selama kira-kira 2-3 menit. Pada waktu malam hari sebelum tidur karena
ketika tidur, air ludah berkurang sehingga asam yang dihasilkan oleh plak
akan menjadi lebih pekat sehingga kemampuannya untuk merusak gigi
tentunya menjadi lebih besar dan pagi hari setelah sarapan karena agar
kondisi mulut tetap bersih sampai makan siang..4,5

Ketika menyikat gigi seluruh permukaan gigi harus terkena sikat untuk
mencegah terjadinya penumpukan plak di suatu permukaan yang tidak
terjangkau sikat gigi, permukaan-permukaan tersebut diantaranya:
1. Permukaan oklusal: permukaan pengunyahan gigi molar dan gigi
premolar.
2. Permukaan mesial: permukaan paling dekat garis tengah tubuh.

8
3. Permukaan lingual: permukaan paling dekat lidah di rahang bawah,
di rahang atas disebut permukaan palatal.
4. Permukaan distal: permukaan paling jauh dari garis tengah.
5. Permukaan bukal: permukaan paling dekat bibir dan
pipi.
6. Tepi insisal: gigi-gigi insisivus dan gigi-gigi kaninus mempunyai
tepi potong sebagai pengganti permukaan oklusal.

Tahap- tahap penyikatan gigi:

1) Bersihkanpermukaangigibagianluaryangmenghadapkebibir
dan pipi. Dimulai dari rahang atas terlebih dahulu kemudian
dilanjutkandenganrahangbawah.
2) Bersihkanpermukaangigiyangmenghadapkelidahdanlangit
langit dengan menggunakan teknik modifikasi Bass untuk
lengkunggigisebelahkanandankiri.
3) Bersihkan seluruh permukaan kunyah gigi pada lengkung gigi
sebelahkanandankiridengangerakanmajumundursebanyak10
20kaligosokanjuga.Lakukanpadarahangatasterlebihdahulu
laludilanjutkandenganrahangbawah.Bulusikatgigidiletakkan
tegaklurusmenghadappermukaankunyahgigi.
4) Untuklengkunggigibagiandepanbisakamubersihkandengan
caramemegangsikatgigisecaravertikal menghadapkedepan.
Lalu gunakan ujung sikat untuk menarik dari gusi kea rah
mahkota gigi. Lakukan pada rahang atas terlebih dahulu dan
dilanjutkandenganrahangbawah.
5) Sikatlah lidah untuk membersihkan bakteri yang berada
dipermukaan lidah. Permukaan lidah yang kasar dan berpapil
membuatbakterimudahmenempel.Selaindengansikatgigi,lidah

9
juga dapat dibersihkan dengan menggunakan sikat lidah. Bila
lidahbersihmakanafasjugaakanlebihsegar.
6) Idealnyasetelahmenyikatgigikitadapatmelakukanflossingagar
upaya pembersihan gigi menjadi sempurna. Flossing adalah
tindakanpembersihangigidenganmenggunakandentalflossatau
yanglebihdikenaldenganbenanggigi.Flossingbertujuanuntuk
mengangkat sisa makanan diantara gigi yang tidak tercapai
dengansikatgigi.Flossingdilakukanminimalsekalisehari.Cara
menggunakan benang gigi adalah dengan melingkarkan benang
gigidisekelilinggigiberbentukhurufCdanmenggeserkannya
padapermukaangigidariarahgarisgusikeluarsampai3kali
pergigidanulangipadagigisebelahnya.

b. Pemberian Fluor
Sebaiknya dalam memilih pasta gigi, pilihlah pasta gigi yang
mengandung fluoride karena pasta gigi yang mengandung fluoride juga
dapat membantu untuk menguatkan gigi. Busa yang biasa terbentuk saat
kita menyikat gigi sebaiknya jangan ditelan.Jumlah pasta gigi yang
diletakkan tidak perlu sepanjang bulu sikat, melainkan seperlunya saja.

10
Jadi, bukan jumlah pasta gigi yang berpengaruh terhadap kebersihan gigi
tetapi cara menyikatnya.6

Beberapa metode telah disarankan oleh para ahli. Metode Bass


merupakan teknik menyikat gigi yang populer dan sangat efektif untuk
membuang plak pada tepi gusi dan dibawah gusi, namun teknik ini
biasanya dilakukan pada orang dewasa dan bukan pada anak-anak karena
membutuhkan sedikit keterampilan. Oleh karena itu, untuk anak anak
yang terpenting adalah semua permukaan gigi tersikat bersih dan setelah
itu diikuti dengan flossing. Sampai saat ini belum dapat dibuktikan
bahwa metode yang satu belum tentu baik daripada yang lain.

c. Kontrol setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi

Dengan dilakukannya kunjungan ke dokter gigi secara rutin yaitu


setiap 6 bulan sekali dapat dilakukan untuk menciptakan kontak dan
ikatan kepercayaan pertama antara orang tua dengan dokter gigi, dengan
demikian diharapkan dapat terbentuk kesadaran, perilaku, dan sikap yang
positif serta bertanggung jawab mengenai prinsip-prinsip perawatan
kesehatan gigi dan mulut. 7,8

Meskipun kondisi gigi dan mulut tidak terdapat keluhan namun


kontrol ke dokter gigi tetap harus dilakukan setiap enam bulan sekali.
Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi gigi dan mulut seseorang
apakah terdapat gigi lain yang berlubang selain yang sudah dilakukan
penambalan atau perawatan gigi lainnya, sehingga dapat dilakukan
perawatan sedini mungkin. Pemeriksaan apakah kembali terjadi
penumpukkan karang gigi dan kelainan kelainan lain yang mungkin ada
juga diperiksa pada saat kontrol ke dokter gigi. Setelah dilakukan

11
perawatan, mereka juga diberikan pendidikan kesehatan gigi lagi agar
mereka tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut. 7,8

d. Diet Seimbang

Makanan juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan


mulut. Makanan yang sehat dan mencukupi kebutuhan gizi seseorang
akan berpengaruh baik terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan,
tidak terkecuali kesehatan gigi dan mulut.9

Pencegahan terhadap gigi berlubang dapat dimulai dari diet


makanan yang kita konsumsi. Orang dewasa apalagi anak-anak sangat
menyukai yang namanya permen, chiki atau makanan yang mengandung
coklat. Sebenernya bukan tidak boleh mengkonsumsi makanan tersebut,
sebaiknya setelah mengkonsumsi makanan yang manis, minimal kumur-
kumur dengan air putih dan lebih bagus lagi melakukan penyikatan gigi,
apalagi bila makanan tersebut lengket dan menempel di gigi seperti
caramel dan chiki.7

Dimulai dengan adanya plak pada permukaan gigi dan sukrosa


(gula) yang berasal dari sisa makanan yang lengket dan melekat pada
permukaan gigi serta diikuti dengan adanya bakteri pada waktu tertentu
yang menghasilkan asam sehingga menurunkan pH di dalam mulut dan
akan menyebabkan demineralisasi email. Apabila hal tersebut telah terjadi
maka lama-kelamaan gigi akan berlubang, dengan gejala-gejala mulai
linu saat minum air dingin, air panas atau pada saat makan makanan yang
manis. Berlanjut sampai sakit berdenyut dan bahkan sampai bengkak
pada gusi . Bila sudah demikian maka perawatannya menjadi lama dan
lebih kompleks.7,10

12
Makanan yang bagus untuk kesehatan gigi juga kesehatan tubuh
secara keseluruhan ialah dengan mengkonsumsi makanan yang banyak
mengandung serat, seperti buah-buahan dan sayuran. Selain bagus untuk
pencernaan, makanan yang berserat juga secara tidak langsung dapat
membersihkan sisa-sisa makanan yang lengket dan menempel pada gigi.

DAFTAR PUSTAKA

1. (http://drg.dionella.net/2011/11/28/mengenal-anatomi-gigi-manusia) di
unduh pada tanggal 17 januari 2015 pukul 19.30 WIB
2. (http://www.academia.edu/._makalah_fix) di unduh pada tanggal 17
januari 2015 pukul 20.15 WIB
3. (Donna, drg. Gigi Sehat Merawat Gigi Sehari-hari. 2007. Penebit buku
kompas: Jakarta.)
4. Ramadhan AG. Serba Serbi Kesehatan Gigi & Mulut. Kawah Media.
Jakarta Selatan: 2010; 17-30.
5. Syarifa. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut. Tersedia di:
http://scribd.com/doc/200705910 (Diakses 12 September 2014)
6. Pratiwi, Donna. Gigi Sehat, Merawat Gigi Sehari-hari. Buku Kompas.
Jakarta: 2007; 46-57.
7. Gigi Tiruan. Tersedia di:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18896/4/Chapter
%20II.pdf (Diakses tanggal 26 September 2014)

13
8. Status Kesehatan Gigi dan Mulut. Tersedia di:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25491/4/Chapter
%20II.pdf (Diakses tanggal 16 September 2014)
9. Menjaga Kesehatan Gigi Pada Anak. Tersedia di:
http://scribd.com/doc/57928735 (Diakses tanggal 16 September 2014)
10. Karies Gigi. Tersedia di:
http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-395-758510795-bab
%20ii.docx%20new%20prop.pdf
(Diakses tanggal 16 September 2014)

14