Anda di halaman 1dari 5

Ingat !!!

Batas Akhir
Pengambilan Data BOS SM
Tahap ke 3 adalah 15 April
2015
Diposting Tanggal: 31 Maret 2015

Yth Operator Dapodikmen

Di Seluruh Indonesia

Berdasarkan Surat Dirjen Dikmen Nomor: 387/D/KU/2015 tentang Pemanfaatan Data

Dapodikmen untuk BOS SM dan PIP tahun 2015 dan Juknis BOS SMA/SMK 2015, maka

dapat kami sampaikan beberapa hal berkaitan dengan informasi seputar baseline data BOS SM

yang saat ini digunakan oleh Ditjen Dikmen (Direktorat Pembinaan SMA dan Direktorat
Pembinaan SMK) dalam penyaluran dana BOS SM Periode I : Januari - Juni tahun 2015

sebagai berikut :

1. Batas waktu akhir Pengambilan data Dapodikmen (cut off) untuk penyaluran dana BOS

SM dilakukan 2 kali (2 tahap), yaitu pada tanggal 31 Januari 2015 dan 3 Maret 2015.

Untuk pengambilan data per 31 Januari 2015 sesuai data semester ganjil 2014/2015

sedangkan pengambilan data per 3 Maret 2015 sesuai data semester ganjil dan semester

genap 2014/2015.

2. Sekolah yang sudah menerima dana BOS SM tahap ke-1 adalah sekolah yg sudah

melakukan entri data dapodikmen dan sinkronisasi per 31 Januari 2015 dengan kondisi

data siswa sudah masuk rombel dan ber-NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) valid.

NISN dinyatakan valid jika sudah melalui proses VERVALPD (Verifikasi dan

Validasi Peserta Didik) dengan tuntas, yaitu dengan melakukan tahapan VERVALPD

(data residu data referensi) dan diakhiri dengan konfirmasi data di VERVALPD

sehingga data NISN turun ke Manajemen Pendataan Dapodikmen dengan laman:

http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id.

3. Sekolah penerima BOS SM adalah sekolah yang telah mengisi status penerimaan BOS

di Aplikasi Dapodikmen, yaitu data periodik sekolah terutama partisipasi BOS SM

(status : menerima atau menolak) pada menu: Sekolah -> Data Rinci Sekolah ->

Data Periodik.

4. Bagi sekolah yang jumlah siswanya belum terhitung datanya di tahap ke-1, maka akan

dihitung pada tahap ke-2 dengan batas waktu akhir pengambilan data (cut off) per 3

Maret 2015. Pada tahap ke-2 ini, Direktorat Pembinaan SMK mempunyai kebijakan

bahwa akan menghitung data siswa yang telah ber-NISN maupun yang belum ber-

NISN. Sedangkan Direktorat Pembinaan SMA mempunyai kebijakan bahwa hanya


akan menghitung data siswa yang telah ber-NISN valid, yaitu yang telah dilakukan

proses VERVALPD dengan tuntas.

5. Pengisian NISN pada data siswa di aplikasi Bansos/BOS SM tidak dengan diinput

melalui Aplikasi Dapodikmen oleh operator sekolah, akan tetapi melalui proses

konfirmasi data pada VERVALPD. Apabila data NISN belum dapat turun

ke http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id lebih dari 1x24 jam silakan operator sekolah

menghubungi helpdesk vervalpd PDSP (Telepon kantor PDSP : 021-57905184, kontak

person PDSP : Prayudi Permana Indrayuwana ; 081219416301, Ismail Iyus Yusuf :

081219218833, Wisnu Broto : 08129143404, Mursid Triasmanto : 081322580608).

6. Bagi sekolah yang memiliki kelas jauh (filial), maka data siswanya harus

dimasukkan ke Aplikasi Dapodikmen sekolah induk (menginduk).

7. Dari hasil evaluasi terhadap pengambilan data untuk BOS tahap ke-1 dan ke-2 diketahui

bahwa ada beberapa perilaku operator yang mengakibatkan kondisi data tidak terhitung

di tahap ke-1 maupun tahap ke-2 sehingga dana BOS SM belum dapat dicairkan.

Kondisi-kondisi tersebut adalah:

(a) Sekolah belum menjalankan pendataan Dapodikmen. (b)Sekolah telah menjalankan

Pendataan Dapodikmen tetapi belum lengkap, misalnya baru memasukkan data siswanya

sebagian saja, baru mengerjakan di semester ganjil/genap saja. (c) Sekolah telah mengerjakan

datanya lengkap, tetapi terlambat melakukan sinkronisasi (melewati batas waktu akhir

pengambilan data (Cut Off). (d) Sekolah belum melakukan proses VERVALPD atau sudah

melakukan VERVALPD tetapi belum tuntas, hal ini disebabkan operator sekolah belum

melakukan proses Konfirmasi data. Konfirmasi data yang belum dilakukan menyebabkan data

NISN belum masuk ke aplikasi bansos sehingga berdampak dana BOS nya di tahap ke-1

maupun tahap ke-2 baru dicairkan sebagian dari total siswa (belum seluruh total siswa), hal ini

khususnya terjadi untuk SMA.


8. Mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka Direktorat Jenderal Pendidikan

Menengah mengambil kebijakan untuk menambahkan tahap ke-3 pencairan BOS SM

pada periode Januari Juni 2015. Surat Keputusan penyaluran BOS SM tahap ke-3

akan diambil berdasarkan data Dapodikmen per tanggal 15 April 2015. Oleh karena itu

seluruh sekolah segera melengkapi dan melakukan update data serta menyelesaikan

proses VERVALPD pada tanggal tersebut. Apabila pada batas waktu akhir

pengambilan data tanggal 15 April 2015, data siswa belum masuk maka dana BOS SM

pada periode Januari Juni 2015 tidak dapat dicairkan lagi (HANGUS).

Bagi sekolah yang membutuhkan informasi masalah teknis Aplikasi Dapodikmen dan untuk

melakukan konfirmasi data terkait BOS SM dapat menghubungi tim Support Helpdesk

Dapodikmen dengan kontak person yang telah dipublikasi pada berita di laman:

http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id.

(http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/portal/web/laman/detailBerita/2015-02-

11/layanan_konsultasi_interaktif_dapodikmen_dengan_whatsapp).

Sedangkan untuk informasi tentang teknis pencairan dana BOS SM, nomor rekening,

pemanfaatan/alokasi dana BOS, RAB BOS, dan laporan BOS SM dapat menghubungi

Direktorat Teknis.

TIM BOS SMA, Direktorat Pembinaan SMA.


Hotline BOS Direktorat Pembinan SMA dapat menghubungi

mail: bos.sma@kemdikbud.go.id danbos.ditpsma.2015@gmail.com Hotline BOS

SMA: 0812 10 805 805 (Telkomsel) atau 0815 74 805 805 ( Indosat ). Kontak Person =

Wiwiet Heriyanto : 08180716210, Hastuti : 081294947882

TIM BOS SMK, Direktorat Pembinaan SMK.

Subdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal

Pendidikan Menengah Komplek Kemdikbud, Gedung E, Lantai 12 Jl. Jenderal Sudirman

Senayan, Jakarta 10270 Telp. 021 5725477, 5725469, Website : www.ditpsmk.net , Email :

boskpd@ditpsmk.net.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan atas kerjasama dan perhatiannya, kami

sampaikan terimakasih.

SALAM SATU DATA DAPODIKMEN

Kasubag Data dan Informasi, Setditjen Dikmen

Arie Wibowo Khurniawan