Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DALAM RANGKA PENGABDIAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS


KARANG INTAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG INTAN
KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN TAHUN AKADEMIK
2011

Topik : Kesehatan Ibu Hamil


Sub Topik : Hipertensi Pada Ibu Hamil (Pre Eklampsia)
Sasaran : Warga Desa Lihung Kecamatan Karang Intan
Tempat : Wilayah Kerja Puskesmas Karang Intan
Hari/Tanggal : Senin, 09 April 2011
Penyuluh : Mahasiswa Akademi Keperawatan Intan Martapura

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

1. Topik
Kesehatan Pada Ibu Hamil

2. Sub Topik
Hipertensi Pada Ibu Hamil (Pre Eklampsia)

3. Tujuan
a. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama +30 menit diharapkan peserta
mampu memahami tentang Pre Eklampsia.
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta mampu:
1) Menjelaskan Pengertian Pre Eklampsia.
2) Menyebutkan Penyebab Pre Eklampsia.
3) Menyebutkan Tanda Gejala Terjadinya Pre Eklampsia.
4) Menjelaskan Proses Terjadinya Pre Eklampsia.
5) Menyebutkan Apa Saja Faktor Resiko Terjadinya Pre Eklampsia.
6) Menyebutkan Komplikasi Yang Terjadi Jika Tidak Segera Ditangani.

SAP_PRE EKLAMPSIA Page 1


7) Menyebutkan Upaya Yang Dilakukan Untuk Pencegahan dan
Penanggulangan Pre Eklampsia.

4. Tempat
Rumah Warga Desa Lihung Kecamatan Karang Intan

5. Waktu
Kegiatan penyuluhan dilakukan pada :
Hari/tanggal : Senin, 09 April 2011
Waktu : Pukul 16.00 WITA

6. Sasaran
a. Peserta : Warga di Desa Lihung Kecamatan Karang Intan
b. Jumlah : 18 orang

7. Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi.

8. Media
Media yang digunakan adalah leaflet dan power point. Alat yang digunakan
adalah LCD dan leptop

9. Pengorganisasian :
Penyuluh : Sirajudin Noor, S.Kp, M.Kes
Erni Nadiyah
Ramatullah
Rachmatika

SAP_PRE EKLAMPSIA Page 2


10. Kegiatan penyuluhan
Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media
Kegiatan
Pendahulua 5 menit 1. Memperkenalkan diri 1. Mendengarkan Leaflet
n dan
2. Memberikan penjelasan memperhatikan
mengenai topik 2. Mendengarkan
penyuluhan kepada dan
peserta memperhatikan
3. Menanyakan kepada 3. Menjawab
peserta apakah ada yang pertanyaan yang
sudah tahu atau belum diajukan penyaji
tentang Pre Eklampsia.

Penyajian 15 menit 1. Penyuluhan Leaflet


a) Menjelaskan Pengertian 1. Mendengarkan
Pre Eklampsia. dan
memperhatikan
b) Menyebutkan Penyebab
Pre Eklampsia. 2. Mendengarkan
c) Menyebutkan Tanda dan
Gejala Terjadinya Pre memperhatikan
Eklampsia.
d) Menjelaskan Proses 3. Mendengarkan
Terjadinya Pre dan
memperhatikan
Eklampsia.
e) Menyebutkan Apa Saja 4. Mendengarkan
Faktor Resiko dan
Terjadinya Pre memperhatikan
Eklampsia.
f) Menyebutkan
Komplikasi Yang
Terjadi Jika Tidak
Segera Ditangani.
g) Menyebutkan Upaya
Yang Dilakukan Untuk
Pencegahan dan
Penanggulangan Pre
Eklampsia.
2. Diskusi dan tanya jawab.

SAP_PRE EKLAMPSIA Page 3


Penutup 10 menit 1. Melakukan evaluasi 1. Memperhatikan Leaflet
dengan cara menanyakan dan menjawab
kepada peserta mengenai pertanyaan
Pre Eklampsia.
2. Memberikan 2. Mendengarkan
reinforcement kepada dan
peserta yang menjawab memperhartikan
pertanyaan.
3. Menyimpulkan materi 3. Mendengarkan
yang telah disampaikan. dan
4. Mengakhiri kegiatan memperhatikan
dengan salam
4. Mendengarkan
dan
memperhatikan

SAP_PRE EKLAMPSIA Page 4


11. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi struktur : penyuluh datang sebelum waktu yang ditetapkan untuk
mempersiapkan kegiatan penkes. Peserta telah siap untuk dilaksanakannya
penkes.
b. Evaluasi proses : Pelaksanaan penyuluhan berjalan sesuai rencana. Peserta
antusias mendengarkan materi penkes dan menjawab pertanyaan yang
diajukan penyaji. Penyuluhan dimulai tepat waktu.
c. Evaluasihasil :
1) Peseta dapat memahami tentang KB.
2) Peserta dapat mengajukan pertanyaan dan mampu menjawab pertanyaan
yang diajukan penyaji.
3) 75% pertanyaan yang diajukan dapat dijawab dengan benar oleh peserta.
Pertanyaan yang akan diajukan berupa :
a) Apa yang dimaksud dengan Pre Eklampsia ?
b) Sebutkan apa saja Penyebab Pre Eklampsia ?
c) Sebutkan apa saja Tanda Gejala Terjadinya Pre Eklampsia ?
d) Jelaskan bagaimana Proses Terjadinya Pre Eklampsia ?
e) Sebutkan apa saja Faktor Resiko Terjadinya Pre Eklampsia ?
f) Sebutkan Komplikasi Yang Terjadi Jika Tidak Segera Ditangani ?
g) Sebutkan Upaya Yang Dilakukan Untuk Pencegahan dan
Penanggulangan Pre Eklampsia ?

SAP_ PRE EKLAMPSIA Page 5


12. Materi Penyuluhan :
PRE EKLAMPSIA

A. Apa itu Pre Eklampsia ?


Pre eklampsia adalah kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin
dan dalam masa nifas yang terdiri dari trias : hipertensi, proteinuri, dan edema,
tetapi tidak menjukkan tanda-tanda kelainan vaskuler atau hipertensi
sebelumnya, sedangkan gejalanya biasanya muncul setelah kehamilan
berumur 28 minggu atau lebih.
Pre Eklampsia Dibagi dalam 2 golongan :
1. Pre Eklampsia ringan, bila keadaan sebagai berikut :
a. Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, atau kenaikan diastolik 15
mmHg atau lebih, atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih.
b. Edema umum, kaki, jari tangan dan muka, atau kenaikan berat badan 1 kg
atau lebih perminggu.
c. Proteinuria kwantitatif 0,3 gr atau lebih perliter, kwalitatif 1+ atau 2+
pada urin kateter atau midstream untuk pemeriksaan laboratorium.
2. Pre Eklampsia berat, bila keadaan sebagai berikut :
a. Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih.
b. Proteinuria 5 gr atau lebih perliter.
c. Oliguria, jumlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam.
d. Adanya gangguan serebral, gangguan visus dan rasa nyeri di epigastrium.
e. Ada edema paru dan sianosis.

B. Apa penyebab terjadinya Pre Eklampsia ?


Pre Eklampsia dulu dikenal sebagai Toksemia, karna diperkirakan adanya
racun di dalam darah ibu hamil. Meski teori ini sudah dibantah, tetapi
penyebab pre-eklamsia hingga kini belum diketahui. Penyebab lain yang
diperkirakan terjadi, adalah :
1.Kelainan aliran darah menuju rahim.
2.Kerusakan pembuluh darah.
3.Masalah dengan sistim ketahanan tubuh.
4.Diet atau konsumsi makanan yang salah.

SAP_ PRE EKLAMPSIA Page 6


C. Apa saja tanda dan gejala terjadinya Pre Eklampsia ?
Biasanya tanda-tanda pre eklampsia timbul dalam urutan : pertambahan berat
badan yang berlebihan, diikuti edema, hipertensi, dan akhirnya proteinuria.
Pada pre eklampsia ringan tidak ditemukan gejala gejala subyektif. Pada pre
eklampsia berat didapatkan gejala sebagai berikut :
1. sakit kepala di daerah prontal.
2. diplopia, penglihatan kabur, dan lebih sensitif pada cahaya silau.
3. nyeri di daerah epigastrium.
4. mual atau muntah.
Gejala gejala ini sering ditemukan pada pre eklampsia yang meningkat dan
merupakan petunjuk bahwa eklampsia akan timbul.

D. Bagaimana proses terjadinya Pre Eklampsia ?


Pada pre eklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi
garam dan air. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola
glomerulus. Pada beberapa kasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya
sehingga hanya dapat dilakui oleh satu sel darah merah. Jadi jika semua
arteriola dalam tubuh mengalami spasme, maka tenanan darah akan naik
sebagai usaha untuk mengatasi tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat
dicukupi. Sedangkan kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh
penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstitial belum diketahui
sebabnya, mungkin karena retensi air dan garam. Proteinuria dapat disebabkan
oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus (Sinopsis
Obstetri, Jilid I, Halaman 199).
Perubahan pada organ-organ :
1. Perubahan pada otak
Pada pre-eklampsia aliran darah dan pemakaian oksigen tetap dalam batas-
batas normal. Pada eklampsia, resistensi pembuluh darah meninggi, ini terjadi
pula pada pembuluh darah otak. Edema terjadi pada otak yang dapat
menimbulkan kelainan serebral dan kelainan pada visus. Bahkan pada keadaan
lanjut dapat terjadi perdarahan.
2. Perubahan pada janin dan rahim

SAP_ PRE EKLAMPSIA Page 7


Aliran darah menurun ke plasenta menyebabkan gangguan plasenta, sehingga
terjadi gangguan pertumbuhan janin dan karena kekurangan oksigen terjadi
gawat janin. Pada pre-eklampsia dan eklampsi sering terjadi bahwa tonus
rahim dan kepekaan terhadap rangsangan meningkat maka terjadilah partus
prematurus.
3. Perubahan pada ginjal
Filtrasi glomerulus berkurang oleh karena aliran ke ginjal kurang. Hal ini
menyebabkan filfrasi natrium melalui glomerulus menurun, sebagai akibatnya
terjadilah retensi garam dan air. Filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50%
dari normal sehingga pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria dan anuria.
4. Perubahan pada paru-paru
Kematian wanita pada pre-eklampsi dan eklampsi biasanya disebabkan oleh
edema paru. Ini disebabkan oleh adanya dekompensasi kordis. Bisa pula
karena terjadinya aspires pnemonia. Kadang-kadang ditemukan abses paru.
5. Perubahan pada mata
Dapat ditemukan adanya edema retina spasmus pembuluh darah. Bila ini
dijumpai adalah sebagai tanda pre-eklampsi berat. Pada eklampsi dapat terjadi
ablasio retinae, disebabkan edema intra-okuler dan hal ini adalah penderita
berat yang merupakan salah satu indikasi untuk terminasi kehamilan. Suatu
gejala lain yang dapat menunjukkan arah atau tanda dari pre-eklampsi berat
akan terjadi eklampsi adalah adanya: skotoma, diplopia, dan ambliopia. Hal
ini disebabkan perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks
serebri atau dalam retina.
6. Perubahan pada keseimbangan air dan elektrolit
Pada pre-eklampsi ringan biasanya tidak dijumpai perubahan nyata pada
metabolisme air, elektrolit, kristaloid dan protein serum. Dan tidak terjadi
ketidakseimbangan elektrolit. Gula darah, bikarbonas natrikus dan pH normal.
Pada pre-eklampsi berat dan pada eklampsi : kadar gula darah naik sementara
asam laktat dan asam organik lainnya naik sehingga cadangan alkali akan
turun. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh kejang-kejang. Setelah konvulsi
selesai zat-zat organik dioksidasi sehingga natrium dilepas lalu bereaksi
dengan karbonik sehingga terbentuk bikarbonas natrikus. Dengan begitu

SAP_ PRE EKLAMPSIA Page 8


cadangan alkali dapat kembali pulih normal.
E. Apa saja faktor resiko terjadinya Pre Eklampsia ?
Preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan yang pertama kali, kehamilan
di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun. Faktor resiko yang
lain adalah :
1. Riwayat tekanan darah tinggi yang khronis sebelum kehamilan.
2. Riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.
3. Riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan.
4. Kegemukan/obesitas.
5. Mengandung lebih dari satu orang bayi.
6. Riwayat kencing manis, kelainan ginjal, lupus atau rematoid
arthritis.
F. Apa akibat lanjut/komplikasi yang terjadi bila Pre Eklampsia tidak
segera ditangani ?
1. Berkurangnya aliran darah menuju plasenta.
Preeklamsia akan mempengaruhi pembuluh arteri yang membawa darah
menuju plasenta. Jika plasenta tidak mendapat cukup darah, maka janin akan
mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga pertumbuhan janin
melambat atau lahir dengan berat kurang.
2. preeklampsia juga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan
komplikasi lanjutan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar,
epilepsi, sereberal palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan.
3. Lepasnya plasenta.
Preeklamsia meningkatkan risiko lepasnya plasenta dari dinding rahim
sebelum lahir, sehingga terjadi pendarahan dan dapat mengancam bayi
maupun ibunya.
4. Sindrom HELLP
HELLP adalah singkatan dari Hemolysis (perusakan sel darah merah),
Elevated liver enzym dan low platelet count (meningkatnya kadar enzim
dalam hati dan rendahnya jumlah sel darah dalam keseluruhan darah).
Gejalanya, pening dan muntah, sakit kepala serta nyeri perut atas.
5. Eklampsia

SAP_ PRE EKLAMPSIA Page 9


Jika preklamsia tidak terkontrol, maka akan terjadi eklamsia. Eklamsia dapat
mengakibatkan kerusakan permanen organ tubuh ibu, seperti otak, hati atau
ginjal. Eklamsia berat menyebabkan ibu mengalami koma, kerusakan otak
bahkan berujung pada kematian janin maupun ibunya.

G. Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan dan


penanggulangan Pre Eklampsia ?
PENCEGAHAN
1. Diet yang tepat dan sesuai.
Karena penyebab pastinya belum diketahui, maka pencegahan utama yang
baik adalah meminta ibu hamil untuk mengurangi konsumsi garam, meski
dianggap tidak efektif menurunkan risiko preeklamsia. Diet yang dianjurkan
cukup protein, rendah karbohidraat, lemak dan garam.
2. Periksalah kehamilan secara teratur, untuk mengetahui kondisi ibu dan
janin. Preklamsia yang terdiagnosa lebih awal, akan memudahkan dokter
menyarankan terapi yang tepat untuk ibu dan janinnya.
Sebuah penelitian di tahun 2006, lebih dari 70 persen wanita yang
mengkonsumsi multivitamin dan menjaga berat tubuh sebelum hamil terbukti
risiko terkena preeklamsianya lebih rendah. Suplemen nutrisi ditengarai
mampu menurunkan risiko terkena preeklamsia, tapi Anda harus sangat
selektif. Konsultasikan pada dokter, sebelum mengkonsumsi suplemen di saat
hamil.
3. Perbanyak minum
Sangat dianjurkan ibu hamil untuk minum dalam jumlah yang banyak tiap
hari. Minuman yang baik adalah air putih, karna air akan mendorong garam ke
luar tubuh. Dengan banyak minum akan membuat lebih sering ke toilet
sehingga dapat membawa kelebihan garam bias terbawa keluar, selain itu juga
mengurangi aktivitas. Minimal minum 2 liter per hari.

PENANGGULANGAN
Satu-satunya cara yang pling tepat untuk menangulangi Pre Eklampsia pada
akhir kehamilan adalah dengan mempercepat persalinan, tapi pada
preeklamsia di awal kehamilan, yang bisa dilakukan adalah antara lain :

SAP_ PRE EKLAMPSIA Page 10


1. Bed rest
Mengulur waktu kelahiran bayi dengan istirahat total agar tekanan darah turun
dan meningkatkan aliran darah menuju plasenta, agar bayi dapat bertahan.
Dianjurkan untuk berbaring total dan hanya diperbolehkan duduk atau berdiri
jika memang benar-benar diperlukan.Istirahat total berarti berbaring di tempat
tidur. Sebaiknya berbaring ke sisi sebelah kiri untuk meningkatkan aliran
darah pada janin.

2. Pengobatan sesuai anjuran Dokter


Obat yang biasa direkomendasikan yaitu pemakaian obat penurun tekanan
darah. Pada preklamsia parah dan sindroma HELLP, obat corticosteroid dapat
memperbaiki fungsi hati dan sel darah. Obat ini juga dapat membantu paru-
paru bayi tumbuh bila harus terjadi kelahiran prematur.
3. Melahirkan
Ini adalah cara terakhir mengatasi preeklamsia. Pada preklamsia akut/parah,
dokter akan menganjurkan kelahiran prematur untuk mencegah yang terburuk.
Kelahiran ini juga diperlukan kondisi minimal, seperti kesiapan tubuh ibu dan
kondisi janin.

SAP_ PRE EKLAMPSIA Page 11