Anda di halaman 1dari 6

A.

Konsep Dasar Social Support (Dukungan Sosial)

1. Pengertian Social Support

Terdapat banyak definisi tentang dukungan sosial yang dikemukakan oleh para

ahli. Hubungan interpersonal merupakan salah satu ciri khas kualitas kehidupan

manusia karena sudah menjadi sifat kodrat bahwa manusia adalah makhluk

monodualis yang memiliki sifat makhluk individu dan sosial. Individu dalam

banyak hal memerlukan keberadaan orang lain untuk memberi perhatian.,

membantu, mendukung dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan kehidupan

bantuan sekelompok individu terhadap individu atau kelompok lain disebut

dengan dukungan sosial. Menurut Duffy & Wong (2000), dukungan sosial adalah

pertukaran sumber daya diantara dua individu yaitu pemberi dan penerima

dukungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penerima dukungan.

Definisi lain dikemukakan Farmer dan Farmer (dalam Danielsen, 2009) yaitu

proses pertukaran sosial yang berkontribusi terhadap perkembangan pola tingkah

laku individu, kognisi sosial, dan nilai-nilai.

Taylor (1999 dalam Juariani, 2006) mendefinisikan dukungan sosial adalah

informasi dari orang lain bahwa ia dicintai dan diperhatikan, memiliki harga diri

dan dihargai, serta merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan kewajiban

bersama. Dukungan sosial juga dapat diartikan sebagai penekanan pada emosional

dan task resources yang diberikan orang lain sebagai bentuk coping stress

seseorang (Baron, Branscombe, & Byrne, 2008). Menurut Johnson dan Johnson

(2005) dengan adanya dukungan sosial ini diharapkan dapat memperkuat atau

menaikkan perasaan harga diri seseorang, membantu menghadapi dan

menyelesaikan masalah. Jadi fungsi dukungan sosial adalah memberikan bantuan


dalam bentuk penyelesaian masalah sehingga akan memperkuat perasaan harga

diri seseorang yang kemudian dapat dengan yakin mengambil kesimpulan

terhadap suatu permasalahan (Admin, 2008...17, http://www.skripsi-

tesis.com/diperoleh pada tanggal 9 November 2015)

Disimpulkan bahwa dukungan sosial (social support) adalah ketersediaan sumber

daya yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis yang didapat lewat

pengetahuan bahwa individu tersebut dicintai, diperhatikan, dihargai oleh orang

lain dan ia juga merupakan anggota dalam suatu kelompok yang berdasarkan

kepentingan bersama.

2. Sumber dan Manfaat Social Support

Menurut definisi di atas dilihat dengan jelas bahwa sumber dari dukungan sosial

ini adalah orang lain yang akan berinteraksi dengan individu sehingga individu

tersebut dapat merasakan kenyamanan secara fisik dan psikologis. Orang lain ini

terdiri dari pasangan hidup, orang tua, saudara, anak, kerabat, teman, rekan kerja,

staf medis serta anggota dalam kelompok kemasyarakatan.

Dufy & Wong, (2000) mengungkapkan manfaat dukungan sosial antara lain :

a. meningkatkan produktifitas apabila dikaitkan dengan pekerjaan.

b. Meningkatkan kesejahteraan psikologis dan penyesuaian diri dengan

menyediakan rasa memiliki, memperjelas identitas diri, menambah harga diri,

serta mengurangi stress.

c. Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik.


d. Pengelolaan konstruktif terhadap stress dengan mengadakan pelayanan

perawatan, sumber informasi, dan umpan balik yang diperlukan dalam

menghadapi stress dan tekanan.

3. Faktor faktor yang Mempengaruhi Social Support

Menurut Reis (Suhita, 2005) ada tiga faktor yang mempengaruhi penerimaan

dukungan sosial pada individu yaitu:

a. Keintiman

Dukungan sosial lebih banyak diperoleh dari keintiman daripada aspek-aspek

lain dalam interaksi sosial, semakin intim seseorang maka dukungan yang

diperoleh akan semakin besar.

b. Harga Diri

c. Keterampilan Sosial

Individu dengan pergaulan yang luas akan memiliki keterampilan sosial yang

tinggi, sehingga akan memiliki jaringan sosial yang luas pula. Sedangkan,

individu yang memiliki jaringan individu yang kurang luas memiliki

keterampilan sosial rendah.

4. Fungsi Keluarga sabagai Pendukung

Menurut Caplan (dalam Friedman, 1998) dan House (1999) ada empat fungsi

supportif keluarga:

a. Dukungan informatif

Keluarga berfungsi sebagai sebuah kolektor dan desiminator (penyebar)

informasi tentang dunia. Mencakup pemberian nasihat atau saran, petunjuk,


penjelasan serta umpan balik. Dukungan ini bertujuan dalam memberikan

alternatif pemecahan masalah.

b. Dukungan penilaian atau penghargaan

Keluarga bertindak sebagai sebuah bimbingan umpan balik, pembimbing dan

menengahi pemecahan masalah dan sebagai sumber validator identitas

anggota. Terjadi lewat ungkapan hormat, penilaian atau penghargaan positif

terhadap orang lain, dorongan untuk maju, persetujuan dengan gagasan atau

perasaan individu dan perbandingan positif orang itu dengan orang lain yang

dinilai baik. Dukungan ini bertujuan untuk mengembangkan harga diri dan

kepercayaan dirinya.

c. Dukungan instrumental

Keluarga merupakan sumber pertolongan praktis dan konkrit. Mencakup

bantuan langsung berupa benda, uang atau tenaga. Dukungan ini bertujuan

untukl menjadikan individu lebih siap dalam kondisi yang berkaitan dengan

masalahnya.

d. Dukungan emosional

Keluarga sebagai sebuah tempat yang aman dan damai untuk istirahat dan

pemulihan serta membantu penguasaan terhadap emosi. Mencakup ungkapan

empati, kepedulian, dan perhatian terhadap orang lain yang bersangkutan.

Dukungan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman, ketenangan sehingga

individu merasa diperhatikan, diterima keberadaan dan keadaannya.

5. Dampak Social Support

Dukungan sosial dapat memberikan kenyamanan fisik dan psikologis kepada

individu dapat dilihat dari bagaimana dukungan sosial mempengaruhi kejadian


dan efek dari keadaan stres. Lieberman (1992 dalam Juairiani, 2006)

mengemukakan bahwa secara teoritis dukungan sosial dapat menurunkan

kecenderungan munculnya kejadian yang mengakibatkan stres. Apabila kejadian

tersebut muncul, interaksi dengan orang lain dapat memodifikasi atau menubah

persepsi individu pada kejadian tersebut dan oleh karena itu akan mengurangi

ptensi munculnya stres.

Sedangkan menurut Sheridan dan Radmacher (1992), Sarafino (1998) serta Taylor

(1999) dalam Juairiani, 2006 dukungan sosial juga dapat mengubah hubungan

antara respon individu pada kejadian yang dapat menimbulkan stres dan stres itu

sendiri, mempengaruhi strategi untuk mengatasi stres dan dengan begitu

memodifikasi hubungan antara kejadian yang menimbulkan stres dan efeknya.

Pada derajat dimana kejadian yang menimbulkan stres mengganggu kepercayaan

diri, sedangkan dukungan sosial dapat memodifikasi efek itu.

Dua model untuk menjelaskan bagaimana dukungan sosial dapat mempengaruhi

kejadian dan efek dari keadaan stres yaitu:

a. Model Efek Langsung

Model ini melibatkan jaringan sosial yang besar dan memiliki efek positif

pada kesejahteraan. Model ini berfokus pada hubungan dan jaringan sosial

dasar. Model ini juga dideskripsikan sebagai struktur dari dukungan sosial

yang meliputi faktor status perkawinan, keanggotaan dalam suatu kelompok,

peran sosial dan keikutsertaan dalam kegiatan agama.

b. Model Buffering
Model ini berfokus pada aspek dari dukungan sosial yang berperilaku sebagai

buffer dalam mempertahankan diri dari efek negatif stres. Model ini mengacu

pada sumber daya interpersonal yang akan melindungi individu dari efek

negatif stres dengan memberikan kebutuhan khusus yang disebabkan oleh

kejadian yang mengakibatkan stres. Model ini bekerja dengan mengarahkan

kambali hal-hal yang menimbulkan stres atau mengatur keadaan emosional

yang disebabkan oleh hal-hal tersebut. Model ini berfokus pada fungsi

dukungan sosial yang melibatkan kualitas hubungan sosial yang ada.